cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 20 Documents clear
Representasi Narasi Sejarah dan Nilai Budaya Bugis-Makassar pada Situs Sejarah: Analisis Deskriptif Kunjungan Lapangan Mahasiswa Jing Chunlu, Luna; Indarwati, Indarwati; Chen Hong; Xu Xinlei; Sun Jingyuan; Cui Xinyue; Ding Ruixin; Shen Yiang
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2805

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi narasi sejarah dan transmisi nilai budaya Bugis-Makassar pada empat situs sejarah utama di Makassar, yaitu Makam Raja-Raja Tallo, Balla Lompoa, Benteng Somba Opu, dan Benteng Rotterdam. Melalui sudut pandang kunjungan lapangan mahasiswa, penelitian ini mengevaluasi efektivitas artikulasi memori kolektif di tengah arus pengembangan pariwisata komersial. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif in situ, wawancara mendalam terhadap 12 informan (pemandu, pengelola, dan masyarakat), serta studi dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs-situs tersebut merupakan "wadah hidup" yang memuat memori kekuasaan lokal, budaya kekerabatan, dan perlawanan kolonial. Namun, ditemukan adanya gejala distorsi narasi berupa penyederhanaan konten edukasi dan penghilangan makna filosofis pada pertunjukan budaya demi menyesuaikan ritme pariwisata. Mahasiswa pertukaran cenderung lebih sensitif terhadap kelengkapan narasi sejarah dibandingkan pengunjung umum, di mana intervensi komersial yang berlebihan terbukti melemahkan suasana imersif ruang sejarah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi sejarah melalui standardisasi konten penjelasan dan pembatasan zona komersial sangat krusial untuk menjaga otentisitas nilai budaya. Implikasi penelitian ini merekomendasikan integrasi narasi situs sejarah ke dalam materi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal untuk menjamin keberlanjutan warisan budaya bagi generasi mendatang.
Transformasi Fakta menjadi Nilai: Analisis Narasi Pemandu Museum dalam Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Wu Suyan , Nadia; Munira Hasjim; Muslimat, Muslimat; Yang Yujie; Ge Huijie; Fang Min; Chen Guo; Li Yuxin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi fakta sejarah menjadi nilai-nilai kehidupan melalui narasi pemandu museum dalam bingkai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Fokus utama penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana warisan budaya Sultan Hasanuddin dikomunikasikan oleh narator di Museum Balla Lompoa untuk membentuk identitas modern pengunjung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap pemandu museum, dan analisis interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemandu museum berperan sebagai "narator bangga" yang tidak hanya menyampaikan data informatif berupa tanggal dan peristiwa secara akurat, tetapi juga membingkai cerita dengan emosi dan teknik bercerita yang menyentuh hati. Transformasi nilai terjadi ketika fakta sejarah mengenai perlawanan Sultan Hasanuddin terhadap VOC dikontekstualisasikan dengan nilai-nilai kepemimpinan, harga diri, dan ketahanan budaya yang relevan bagi generasi muda. Penggunaan bahasa inklusif dan hubungan personal dalam narasi terbukti mampu mengubah persepsi pengunjung dari sekadar mendengar pelajaran sejarah menjadi pengalaman pembangunan jati diri yang membanggakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa museum berfungsi sebagai ruang dialog antargenerasi di mana sejarah diaktifkan kembali menjadi nilai kehidupan yang aplikatif. Implikasi penelitian ini merekomendasikan pengembangan modul pendidikan yang memanfaatkan narasi hidup dan penguatan teknik bercerita bagi pengelola situs warisan budaya sebagai kunci keberhasilan transmisi nilai-nilai kearifan lokal.
Penerapan Metode Hypnotheaching dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2498

Abstract

Metode Hypnoteaching merupakan pendekatan pengajaran yang menggabungkan teknik hipnosis dan prinsip psikologi untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan, efektif, dan memotivasi siswa. Dalam konteks sekolah dasar, metode ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi bawah sadar siswa melalui teknik relaksasi, sugesti positif, dan visualisasi untuk meningkatkan konsentrasi, daya ingat, serta mengurangi kecemasan. Hypnoteaching dapat menciptakan lingkungan belajar yang tenang dan mendukung, memungkinkan siswa lebih fokus dan terlibat dalam materi pelajaran. Metode ini juga dapat membantu mengatasi hambatan psikologis seperti rasa takut atau kurang percaya diri yang sering dialami siswa dalam menghadapi pelajaran yang sulit. Meskipun menawarkan berbagai manfaat, penerapan Hypnoteaching di sekolah dasar memerlukan perhatian terhadap tantangan dan pertimbangan, seperti keterbatasan waktu, pemahaman guru, dan respons siswa yang beragam. Penelitian dan pelatihan yang lebih mendalam dibutuhkan untuk mengoptimalkan penerapan metode ini dalam konteks pendidikan. Dengan pendekatan yang hati-hati dan terstruktur, Hypnoteaching berpotensi menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar, baik secara kognitif maupun emosional.
Analisis Implikatur Percakapan dalam Kolom Komentar Akun TikTok @daaehoon Pasca Isu Perselingkuhan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2581

Abstract

Penelitian ini menganalisis implikatur percakapan pada kolom komentar TikTok akun @daaehoon pasca mencuatnya isu perselingkuhan yang melibatkan istrinya, Jule. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk implikatur yang muncul dan fungsi pragmatisnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi berani dan dokumentasi. Data berupa komentar netizen yang mengandung pelanggaran maksim Grice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikatur yang dominan adalah sarkasme, metafora evaluatif, hiperbola, dan sindiran moral yang muncul sebagai respon emosional terhadap perubahan citra tokoh masyarakat. Fungsi pragmatis implikatur meliputi ekspresif (kemarahan, sindiran), direktif (ajakan berhenti menghujat), dan asertif (penilaian moral). Penelitian ini menegaskan bahwa kolom komentar TikTok merupakan ruang interaksi bahasa implisit yang sangat mempengaruhi konteks emosional dan krisis naratif.
Kepuasan Belajar Mata Kuliah Pembelajaran Remedial Bahasa Indonesia pada Mahasiswa STKIP Abdi Wacana Wamena (Studi Fenomenologi)
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2644

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Dalam konteks pendidikan tinggi, kepuasan belajar mahasiswa menjadi salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Untuk menganalisis persepsi mahasiswa dalam mata kuliah Pengajaran Remedial Bahasa Indonesia. 2). Untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kepuasan belajar mahasiswa dalam mata kuliah pembelajaran remedial Bahasa Indonesia.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan pola (tema) dalam data. Dari hasil penelitian, mahasiswa umumnya memiliki persepsi positif terhadap mata kuliah Pembelajaran Remedial Bahasa Indonesia. Sebanyak 70% mahasiswa merasa bahwa materi disampaikan dengan sangat jelas, dan 74% menganggap materi relevan dengan kebutuhan mereka. Namun, ada 19% yang merasa materi hanya cukup jelas, menandakan adanya kebutuhan untuk meningkatkan kejelasan dalam penyampaian informasi. Secara keseluruhan, mahasiswa merasa puas dengan pengalaman belajar mereka meskipun ada beberapa area yang perlu diperbaiki. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan belajar mahasiswa meliputi metode pengajaran, interaksi dengan dosen, dan fasilitas yang tersedia. Sebanyak 89% mahasiswa menghargai variasi dalam metode pengajaran yang digunakan, sementara 85% merasa dosen responsif terhadap pertanyaan mereka. Namun, 19% mahasiswa merasakan perlunya peningkatan dalam kualitas fasilitas pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa variasi metode dan interaksi yang baik memiliki dampak positif terhadap kepuasan belajar, tetapi fasilitas yang memadai juga sangat penting.
Penerapan Strategi Pembelajaran Think Pair Share Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Pada Materi Puisi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2649

Abstract

Pembelajaran puisi merupakan salah satu aspek penting dalam pengajaran Bahasa Indonesia karena mampu menumbuhkan apresiasi sastra, keterampilan berbahasa, dan kepekaan estetika siswa. Namun, pada praktiknya, pembelajaran puisi sering dianggap sulit dan membosankan karena pendekatan yang masih berpusat pada guru dan minim interaksi siswa. Artikel ini bertujuan untuk meninjau penerapan strategi pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) sebagai upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami, menginterpretasikan, dan mengapresiasi puisi. Kajian ini menggunakan metode tinjauan literatur yang menganalisis berbagai penelitian terdahulu terkait efektivitas strategi TPS. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi TPS mampu mendorong siswa berpikir kritis, berkolaborasi dalam diskusi, serta lebih aktif dalam menafsirkan makna puisi. Melalui tahapan berpikir, berpasangan, dan berbagi, siswa tidak hanya memahami unsur-unsur puisi secara konseptual, tetapi juga mengalami pembelajaran yang lebih partisipatif dan bermakna. Dengan demikian, strategi Think-Pair-Share dapat dijadikan alternatif inovatif bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran puisi di sekolah.
Analisis Kesalahan Ejaan pada Caption Postingan Instagram Para Influencer
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2776

Abstract

Instagram sebagai platform media sosial menjadi sarana ekspresi diri yang populer, terutama melalui caption para influencer. Namun, banyak caption yang mengandung kesalahan ejaan dan penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesalahan ejaan pada caption influencer serta memahami pola dan kecenderungannya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa caption dari akun influencer dengan minimal 50.000 pengikut, dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, dan dianalisis berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan meliputi penggunaan huruf kapital yang tidak tepat, tanda baca yang keliru atau dihilangkan, kata tidak baku, penulisan kata serapan yang belum disesuaikan, serta penggabungan atau pemisahan kata yang salah. Kesalahan tersebut dipengaruhi oleh sifat media sosial yang cepat, informal, dan gaya bahasa influencer yang menular ke pengikut. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan literasi berbahasa Indonesia di media sosial dan memberikan kontribusi bagi kajian linguistik digital serta strategi edukasi bahasa di ruang publik digital.
Analisis Bentuk dan Sumber Interferensi Leksikal Bahasa Gaul dalam Caption Instagram Mahasiswa
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.2797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan sumber interferensi leksikal bahasa gaul dalam caption Instagram mahasiswa FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Latar belakang kajian ini adalah peran krusial Bahasa Indonesia baku sebagai bahasa negara dan tanggung jawab moral mahasiswa FKIP sebagai calon guru untuk menjaga kaidah bahasa yang baik dan benar, di tengah maraknya penggunaan bahasa gaul di media sosial. Interferensi leksikal, yaitu masuknya kosakata takresmi ke ranah resmi, berpotensi merusak penguasaan kosakata baku. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif, data penelitian berupa kata dan frasa bahasa gaul dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif pada 13 unggahan caption Instagram mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk interferensi leksikal bahasa gaul yang paling dominan adalah singkatan dan pemendekan kata dari Bahasa Indonesia (misalnya: tdr, ultah, gk). Bentuk ini digunakan sebagai strategi efisiensi komunikasi digital, di mana kosakata yang sudah familier direduksi untuk pesan yang ringkas dan cepat. Sumber interferensi lainnya meliputi serapan dari Bahasa Inggris (misalnya: btw, bestie, support) sebagai penanda gaya dan pelengkap ekspresif yang dipengaruhi budaya digital, serta ungkapan ekspresif hasil inovasi internal penutur (misalnya: hus hus badai). Kesimpulan menegaskan bahwa penggunaan bahasa gaul ini adalah bentuk adaptasi bahasa yang fleksibel dan kontekstual terhadap dinamika komunikasi digital, bukan sekadar penyimpangan dari bahasa baku.
Representasi Nilai Pendidikan Karakter melalui Pendekatan Semiotika Roland Barthes dalam Film Pendek Bajra
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.3215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai pendidikan karakter dalam film pendek Bajra karya Gontor TV menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika yang mencakup tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian berupa tanda-tanda visual dan verbal yang terdapat dalam dialog, adegan, ekspresi tokoh, latar, serta alur cerita film. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan observasi dengan menonton film secara berulang, kemudian dianalisis secara interpretatif berdasarkan kerangka semiotika Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Bajra merepresentasikan nilai-nilai pendidikan karakter pesantren seperti disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kejujuran, kerendahan hati, keikhlasan, sportivitas, dan penghargaan terhadap proses. Pada tataran denotatif, film menampilkan realitas kehidupan santri dalam menjalani kewajiban akademik dan aktivitas pesantren. Pada tataran konotatif, narasi film menyampaikan pesan moral tentang pembentukan karakter melalui pengendalian diri, etika pergaulan, dan kesadaran akan tanggung jawab. Sementara itu, pada tataran mitos, film menaturalisasi ideologi pendidikan pesantren sebagai sistem pendidikan ideal dalam membentuk karakter dan moral santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Bajra tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai teks pedagogis yang efektif dalam merepresentasikan dan menanamkan nilai pendidikan karakter berbasis budaya pesantren.
Analisis Minat dan Ketersediaan Fasilitas Sekolah terhadap Pengembangan Literasi di SMP
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i2.3227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh minat belajar dan ketersediaan fasilitas sekolah terhadap pengembangan literasi siswa di SMP Negeri 7 Medan. Menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods), penelitian ini menggabungkan data kuantitatif dari kuesioner dengan data kualitatif dari wawancara dan observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik minat belajar maupun fasilitas sekolah memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kemampuan literasi siswa. Namun, secara parsial, hanya fasilitas sekolah yang berpengaruh signifikan terhadap literasi (p = 0,045), sedangkan minat belajar tidak signifikan secara statistik (p = 0,124). Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 22,8% terhadap variasi literasi siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penyediaan fasilitas belajar yang memadai serta perlunya strategi peningkatan minat belajar untuk mendukung pengembangan literasi secara optimal.

Page 1 of 2 | Total Record : 20