cover
Contact Name
Mi'rojul Huda
Contact Email
mirojuhuda@unesa.ac.id
Phone
+6281332207020
Journal Mail Official
mayamustika@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1.01.04, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Civics and Moral Studies
ISSN : -     EISSN : 26150808     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal of Civics and Moral Studies (JCMS) memuat hasil penelitian tentang isu-isu moral dan kewarganegaraan yang mencakup kajian tentang negara, warganegara, hubungan antara negara dan warganegara, moral, serta pendidikan kewarganegaraan dalam mendorong national character building.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2023)" : 6 Documents clear
Analisis Kewarganegaraan Global dalam Konteks Pendidikan Kewarganegaraan Rianda Usmi
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v8n1.p1-9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep atau makna kewarganegaraan global ditinjau dari berbagai pandangan ideologi dunia, dan meguraikan kewarganegaraan global dalam konteks Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap konsep kewarganegaraan global dewasa ini masih kabur dan belum terdapat definisi tetap yang disepakati. Faktor penyebabnya adalah karena perbedaan pandangan dari para ilmuan-ilmuan pendidikan (moralitas) dan sosial-politik yang masing-masing mengklaim kewarganegaraan global sebagai bagian kajian bidangnya, serta perbedaan pemaknaan dari ideologi-ideologi dunia. Kajian kewarganegaraan global dalam konteks Pendidikan Kewarganegaraan telah menjadi daya tarik yang kuat dalam studi pendidikan kewarganegaraan di berbagai negara. Hal ini terlihat dari topik-topik kewarganegaraan global yang telah dikembangkan dalam konten Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya topik yang berhubungan dengan hak asasi manusia, globalisasi, dan perdamaian dunia.
Kampung Pancasila dan Upaya Membangun Ketahanan Ideologi Pancasila di Era Society 5.0 (Studi Kampung Pancasila Desa Kebonagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang) Novy Setia Yunas; Anik Susanti; Nyimas Nadya Izana
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v8n1.p10-20

Abstract

T Pengaruh perubahan yang sangat dinamis akibat era Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0 menjadi tantangan bagi bangsa khususnya dalam menjaga ketahanan ideologi Pancasila. Tidak hanya pengaruh yang sifatnya pada transformasi budaya digital saja, tetapi pengaruh budaya maupun paham-paham yang tidak sesuai dengan jatidiri dan kepribadian bangsa mulai masuk pada kehidupan masyarakat. Ancaman berkembangnya paham radikalisme, intoleransi hingga terorisme terlihat nyata dihadapan kita semua. Belum lagi, masuknya budaya- budaya asing yang menggeser gaya hidup serta budaya masyarakat juga menjadi ancaman bangsa Indonesia kini dan nanti. Sehingga diperlukan desain dan formula yang tepat untuk terus menjaga ketahanan ideologi Pancasila serta membumikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, salah satunya melalui Kampung Pancasila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan kualitatif. Lokasi dalam penelitian ini berada di Kampung Pancasila di Desa Kebonagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Informan dalam penelitian ini merupakan stakeholder terkait seperti Pemerintah Desa, TNI-Polri serta masyarakat di Kampung Pancasila. Proses pengambilan data dengan cara Focus Group Discussion (FGD), Wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya, menunjukkan bahwa keberadaan Kampung Pancasila di Desa Kebonagung memberikan dampak positif bagi pemahaman nilai-nilai Pancasila yang diterjemahkan langsung masyarakat pada aktivitasnya sehari-hari. Hal tersebut juga sejalan dengan tujuan bahwa Keluarga dan Desa harus menjadi garda terdepan dalam melakukan upaya menjaga ketahanan ideologi Pancasila maupun mencegah berkembangnya paham radikalisme, intoleransi bahkan terorisme khususnya yang menyasar generasi muda di tengah era Society 5.0
Telaah Impresi Budaya Patriarki Terhadap Nilai Keadilan Sosial Ibu Rumah Tangga Milenial Pada Era Pencapaian SDGs 2030 Di Kabupaten Tuban Alifia Widianti; Yuni Ayu Chistanti; Ayudya Nova Puspaningtyas; Siti Maizul Habibah
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v8n1.p40-46

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di dunia dengan pertumbuhan sumber daya manusia yang relatif tinggi dari negara berkembang lain. Namun ternyata tidak seluruh masyarakat Indonesia dapat terbuka dengan perkembangan kontemplasi yang semakin pesat justru budaya patriarki masih berkembang dalam tatanan masyarakat Indonesia hingga kini. Hal tersebut dapat memicu ketidak adilan gender pada perempuan yang membelenggu kemajuan pemikiran dan kebebasan di era yang telah mengalami kemajuan ini. Terrlebih PBB (Perserikatang Bangsa-Bangsa) sendiri telah mencetuskan beberapa program salah satunya SDGs (Sustainable Development Goals). Sedangkan di Indonesia sendiriĀ  masih belum bisa mengendalikan pemikiran adanya keberpihakan kepada laki-laki bahkan dalam lingkup rumah tangga. Salah satu permasalahan yang timbul adalah mengenai bagaimana pembagian peran seorang suami dan seorang istri dalam suatu rumah tangga. Dengan demikian perlu rasanya dipahami lagi bagaimana peran ibu rumah tangga milenial dalam memperjuangkan nilai keadilan sosial. Selain itu perlu ditelaah bagaimana impresi ibu rumah tangga milenial dalam memperjuangkan keadilan ditengah budaya patriarki yang masih memerangi perempuan Indonesia.
IMPLEMENTASI DESA MASLAHAT SEBAGAI ALTERNATIF MEMBANGUN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASURUAN M. Asif Nur Fauzi
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v8n1.p21-25

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya rekomendasi dari Presiden Republik Indonesia untuk dapat menunjukkan ciri khas daerah melalui potensi yang dimiliki untuk memudahkan masyarakat mengenal potensi suatu daerah melalui branding suatu daerah yang termasuk. Salah satu daerah yang telah menerapkan city branding adalah Kabupaten Pasuruan. Kabupaten ini memiliki branding yang baik untuk Desa Maslahat. Desa Maslahat dapat dijadikan sebagai desa yang sejahtera. Program desa maslahat bertujuan untuk meningkatkan sosial ekonomi masyarakat melalui one village one product challenge. Tantangan ini diharapkan dapat dioptimalkan sesuai dengan gaya dan karakteristik desa. Salah satunya adalah pengembangan desa wisata. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pengembangan desa wisata Kertosari merupakan destinasi wisata yang memadukan aspek rekreasi dan edukasi dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa tersebut. Dalam lingkup peningkatan perekonomian masyarakat, keberadaan desa wisata memberikan dampak yang sangat positif terutama pada penjualan hasil pertanian. Terhadap uraian di atas, efektifitas program Desa Maslahat melalui pengembangan desa wisata ini telah berhasil mengangkat sosial ekonomi masyarakat secara berkesinambungan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya rekomendasi dari Presiden Republik Indonesia untuk dapat menunjukkan ciri khas daerah melalui potensi yang dimiliki untuk memudahkan masyarakat mengenal potensi suatu daerah melalui branding suatu daerah yang termasuk. Salah satu daerah yang telah menerapkan city branding adalah Kabupaten Pasuruan. Kabupaten ini memiliki branding yang baik untuk Desa Maslahat. Desa Maslahat dapat dijadikan sebagai desa yang sejahtera. Program desa maslahat bertujuan untuk meningkatkan sosial ekonomi masyarakat melalui one village one product challenge. Tantangan ini diharapkan dapat dioptimalkan sesuai dengan gaya dan karakteristik desa. Salah satunya adalah pengembangan desa wisata. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pengembangan desa wisata Kertosari merupakan destinasi wisata yang memadukan aspek rekreasi dan edukasi dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa tersebut. Dalam lingkup peningkatan perekonomian masyarakat, keberadaan desa wisata memberikan dampak yang sangat positif terutama pada penjualan hasil pertanian. Terhadap uraian di atas, efektifitas program Desa Maslahat melalui pengembangan desa wisata ini telah berhasil mengangkat sosial ekonomi masyarakat secara berkesinambungan.
PENGUATAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI TERHADAP GENERASI Z SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN GOOD CITIZENSHIP DI SMP NEGERI X Salma Miftakhul Jannah; Agus Satmoko Adi
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v8n1.p26-39

Abstract

Pendidikan anti korupsi menjadi bagian dari salah satu peran dalam mengoptimalkan pencegahan permasalahan tindak kejahatan korupsi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui strategi sekolah dalam penguatan pendidikan anti korupsi terhadap Generasi Z sebagai upaya untuk mewujudkan good citizenship di SMP Negeri X. Urgensi penelitian ini ialah permasalahan korupsi yang semakin marak terjadi dan pentingnya pendidikan anti korupsi untuk membentuk kepribadian yang bermoral, sehingga dapat mewujudkan good citizenship. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain naratif. Pengumpulan data penelitian diperoleh dari teknik observasi serta wawancara secara terstruktur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah CDMA Theory oleh Robert Klitgaard. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) profesionalisme Guru yang berperan sebagai praktisi, dimana menjadi teladan atau role model untuk Generasi Z, (2) memaksimalkan pemberlakuan kebijakan tata krama dan tata tertib yang berlaku di sekolah, (3) manifestasi pertemuan antara pihak sekolah dengan Orang Tua/Wali Murid untuk membina moral anti korupsi sebagai salah satu wujud good citizenship, (4) kurang berkembangnya kantin sekolah yang dikelola oleh koperasi sekolah dan kondisi lingkungan pergaulan masyarakat yang kurang memadai, beberapa hambatan tersebut dalam penerapan strategi penguatan pendidikan anti korupsi mencerminkan bahwa mental korupsi secara keseluruhan belum tertanam dengan maksimal pada jiwa Generasi Z yang sedang mengenyam pendidikan di SMP Negeri X.
Resistensi Pedagang Kaki Lima Alun-Alun Bojonegoro Terhadap Kebijakan Relokasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Fitria Nur Hidayah; Warsono Warsono
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v8n1.p47-55

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam tentang kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menyikapi relokasi PKL serta motivasi dan tujuan dari para pedagang yang memilih untuk menentang aturan tersebut. Dalam penelitian ini, wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Tahapan analisis dalam analisis penelitian ini mengikuti metodologi Miles & Huberman (1992:16), dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada keuntungan dan kerugian dari kebijakan relokasi PKL saat ini yang diterapkan di Alun-alun Bojonegoro. Meskipun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah mengeluarkan himbauan dan sosialisasi, masih banyak pedagang kaki lima yang tetap beroperasi di lingkungan Alun-alun Bojonegoro dan melakukan aksi perlawanan, termasuk permainan kucing-kucingan dengan Satpol PP dan demonstrasi di luar gedung pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Alasan pedagang kaki lima melakukan perlawanan terhadap kebijakan ini adalah karena sepinya pembeli di tempat yang disediakan oleh pemerintah dan membuat dagangan mereka kurang laku dan akhirnya membuat mereka nekat untuk kembali berjualan di wilayah Alun-alun Bojonegoro. Pedagang kaki lima mengungkapkan bahwa mereka mau direlokasi ke tempat yang disediakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro asalkan tempat tersebut ramai pengunjung dan memiliki akses air bersih serta listrik yang memadai.

Page 1 of 1 | Total Record : 6