cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
profisiensi@journal.unrika.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, JL.Pahlawan No.99, Buliyang, Batu Aji, Batam - Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri
ISSN : 23017244     EISSN : 25989987     DOI : DOI: 10.33373
Core Subject : Engineering,
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri adalah jurnal publikasi ilmiah di bidang teknik industri, baik itu penelitian maupun kajian ilmiah. Naskah yang diterima merupakan naskah dari hasil penelitian ataupun hasil pemikiran yang berhubungan dengan teknik industri yang belum di publikasikan di media manapun, jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL" : 9 Documents clear
DESAIN SISTEM INFORMASI AKADEMIK PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STUDI KASUS DI UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN BATAM Henry Agustian; Vera Methalina Afma; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.971 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.320

Abstract

Informasi merupakan sesuatu yang penting didalam suatu organisasi pendidikkan dalam pengambilan keputusan. Pemanfaatan teknologi informasi dalam organisasi pendidikan untuk mendukung kegiatan akademik, Hal ini disebabkan karena manfaat dari teknologi informasi semakin dirasakan, baik bagi pihak kampus maupun mahasiswa. Suatu organisasi akan membutuhkan informasi yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan yang akan dilakukannya. Saat ini Fakultas Teknik masih menggunakan Sistem Informasi secara manual, walaupun sudah menggunakan komputerisasi akan tetapi tidak merupakan sistem yang saling terintegrasi dan dalam pengengolahan data pendaftaran mahasiswa baru hanya menggunakan program Microsoft Excel. UNRIKA saat ini belum menerapkan sistem berbasis web yang pengolahan datanya sacara otomatis dan saling berintegrasi untuk melihat hasil pendaftaran dan ujian tes penerimaan mahasiswa baru, sehingga hal ini selalu menyebabkan antrian yang cukup panjang pada waktu melihat informasi tersebut.Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem informasi akademik pendaftaran mahasiswa baru yang sedang berjalan dan mendesain sistem informasi akademik pendaftaran mahasiswa baru yang baru. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode FAST,dimana berkaitan erat dengan analisis dan desain sistem melalui cara PIECES (Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, dan Service). Berdasarkan analisis kebutuhan, user terdiri dari BAAK, dosen dan mahasiswa membutuhkan sistem informasi akademik yang bisa diakses dengan mudah dan informasi didapat tepat waktu.Kata Kunci : sistem, informasi, akademik, FAST, PIECES
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK STASIUN KERJA DENGAN METODE SYSTEMATIC LAY OUT PLANNING (Studi Kasus di PT. Infineon Technologies Batam) Prapto Rahardjo; Zaenal Arifin; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.523 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.347

Abstract

PT. Infineon Batam adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen elektronik berupa  IC ( integrated circuit). IC yang diproduksi mempunyai beberapa jenis, tetapi dalam pembuatannya mempunyai urutan proses produksi yang sama. Saat ini kegiatan produksi mengalami hambatan disebabkan kondisi tata letak sekarang belum sesuai dengan kriteria tata letak yang baik dimana peletakan stasiun kerja  tidak mempertimbangkan derajat hubungan antar stasiun kerja, hal ini menyebabkan  panjang lintasan material handling menjadi jauh dan adanya perpotongan aliran material. Kondisi ini menimbulkan ongkos Material handling(OMH)  lebih besar dan adanya kesemrawutan aliran material yang tidak sesuai dengan urutan proses produksi. Evaluasi dan perancangan tata letak pabrik bertujuan untuk merancang tata letak usulan dengan memanfaatkan area yang tersedia secara baik untuk mengurangi jarak aliran material sehingga dapat mengurangi ongkos material handling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah SLP(Systematic LayoutPlanning)  dengan bantuan program UA-FLP (Unequal Area Facility Layout Problem) untuk merancang tata letak yang baru. Analisis dilakukan dengan membandingkan total jarak perpindahan material antara tata letak awal dan tata letak usulan. Jarak perpindahan pada tata letak awal adalah 11.182 meter perpindahan/hari. Hasil dari penelitian dengan menggunakan program UA-FLP, pada tata letak usulan yang telah disesuaikan  memberikan total jarak pemindahan material sebesar 4.526 meter perpindahan/hari.  Kata Kunci : Tata letak Fasilitas, Material Handling, Systematic Lay Out Planning, Algoritma DE UA-FLP
ANALISA PENJADWALAN PERSEDIAAN TIMBANGAN MODEL SM 5600 DENGAN METODE LOT FOR LOT (Studi Kasus di PT.Tropical Electronic Batam) Janwar Candra.S; Refdilzon Yasra; Nandar Cundara; Bambang W. Widodo
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.821 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.321

Abstract

PT.Tropical Electronic Batam sebagai salah satu perusahaan manufacture yang memproduksi timbangan digital. Untuk menghasilkan produk timbangan, maka PT.Tropical Electronic Batam membutuhkan bahan baku yang terdiri dari electrical part dan mechanical part. PT.Tropical Electronic Batam sering mengalami part shortage. Khususnya pada timbangan SM 5600 pada bagian display bord. Karena bahan bakunya banyak, lebih banyak permintaan customer, dan harganya paling mahal diantara produk lainnya. Dengan seringnya part shortage maka sering tidak tercapai target yang dibutuhkan, karena dari rata-rata permintaan customer per bulan mencapai 120 scale. Dari actual ysng dihasilkan yaitu rata-rata 100 scale, karena terjadi keterlambatan bahan baku.Salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi keterlambatan adalah menggunakan metode Lot For Lot membandingkan metode yang sudah ada pada perusahaan yaitu MRP. Biaya pengadaan dan biaya simpan antara kedua metode tersebut dibandingkan untuk mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan. Uji hipotesa juga dilakukan untuk mengetahui dan memastikan metode yang terbaik untuk mengatasi masalah tersebut.Hasil penelitian menunjuk kan biaya pengadaan dan biaya simpan, untuk metode Lot For Lot lebih rendah (36.000.000/tahun) dibandingkan metode MRP (39.807.375/tahun.)Kata kunci: Keterlambatan, MRP, Lot For Lot, biaya simpan, biaya pengadaan.
PERANCANGAN METODE KERJA UNTUK MENGURANGI KELELAHAN KERJA PADA AKTIVITAS MESIN BOR DI WORKSHOP BUBUTPT. CAHAYA SAMUDRA SHIPYARD Sidik Santoso; Refdilzon Yasra; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.761 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.348

Abstract

Sikap kerja yang digunakan pada mesin bor yaitu sikap kerja berdiri. Hal ini terjadi kontinyu dari hari ke hari, Pekerjaan mengebor dilakukan setelah istirahat siang dari pukul 13.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB, dalam pekerjaan mengebor rata-rata pekerja istirahat selama 15 sampai 20 menit diluar jam istirahat. Rata-rata waktu efektif untuk mengebor flange hari senin sampai hari kamis 170 menit dengan rata-rata waktu pengerjaan 11 menit dan target yang harus dicapai sebanyak 15 pcs, tetapi out put yang dihasilkan rata-rata 10 sampai 11 pcs dan tidak memenuhi target. Pekerja merasa kesakitan pada kaki, lutut, leher dan tangan selama bekerja dimesin bor.Perancangan metode kerja dilakukan dengan menerapkan aspek fundamental desain kursi dan kriteria kursi yang ideal sehingga kestabilan postur tubuh dapat terjaga dengan baik dan didapatkan rasa nyaman dalam beberapa waktu. Perancangan metode kerja menggunakan data dimensi tubuh pekerja. Meja bantu sebelumnya berjarak 1,2 meter didekatkan sejauh jangkauan tangan, sejauh 40 cm. Pengambilan data dilakukan kepada 10 responden. Data pengukuran kelelahan kerja merupakan variabel terikat, perancangan metode kerja dan proses kerja merupakan variabel terikat. Metode Pengukuran yang digunakan untuk mengetahui kelelahan kerja dengan menggunakan Denyut Jantung dan IFRC, sedangkan untuk mengukur keluhan pekerja dengan Nordic Body Map. Pengolahan data yang digunakan menggunakan uji Keseragaman, uji kenormalan dan uji kecukupan data. Uji Hipotesis dua rataan digunakan untuk menguji apakah ada perbedaan denyut jantung sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian bahwa rata-rata denyut jantung saat bekerja sebelum perlakuan yaitu 125,1 denyut/menit kategori berat dan rata-rata denyut jantung saat bekerja setelah perlakuan adalah 117,6 denyut/menit kategori sedang dengan pengujian hipotesis dua rataan didapatkan t hitung sebesar 4,62 dan t tabel 2,262, sehingga terjadi pengurangan kelelahan kerja sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Pengurangan kelelahan subjektif (IFRC) dari 82,8 poin dengan kategori berat kemudian diberikan perlakuan pemberikan metode kerja pada mesin bor menjadi 70,8 poin dengan kategori sedang dan pengurangan keluhan Nordic Body Map dari 80,7 poin kategori berat menjadi 51 kategori sedang. Pengembangan penelitian mengenai pengaruh panas dan kebisingan terhadap kelelahan kerja.Kata kunci : Kelelahan Kerja, perancangan, Antropometri, Denyut jantung, IFRC, Nordic Body map,Uji dua Rataan.
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PERKANTORAN DI PT. BPR MITRA ARTA MULIA BENGKALIS RIAU Triyono Triyono; Nandar Cundara; Hery Irwan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1636.949 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.349

Abstract

Permasalahan yang terjadi Pada PT. BPR Mitra Arta Mulia adalah  tata letak fasliltasnya belum tertata secara optimal, Tidak adanya Plan layoutdari perusahaan sehingga mengakibatkan penempatan tata letak fasilitas tidak tertata secara optimal. ditemukan langkah balik yang menyebabkan jarak tempuh menjadi jauh serta, peletakan tata letak fasilitas yang tidak sesuai dengan hubungan antar aktivitas menyebabkan  karyawan  menjadi tidak nyaman dalam bekerja.Penelitian ini bertujuan adalah untuk menentukan tata letak fasilitas antara karyawan atau station kerja yang optimal pada lokasi yang baru dengan menerapkan teori tata letak fasilitas agar pekerjaan lebih efisien karena aktifitas yang lebih sering dilakukan antar karyawan yang satu dengan yang lainnya.Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu ARC (Activity Relationship Chart) atau peta hubungan kerja adalah suatu cara teknik yang sederhana di dalam merencanakan tata letak fasilitas atau departement berdasarkan derajat hubungan aktivitas yang sering dinyatakan dalam penilaian kualitatif dan cendrung berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang bersifat subjektif dari masing-masing fasilitas atau departement.Berdasarkan hubungan kedekatan, tata letak setelah perbaikan lebih optimal jika di bandingkan dengan tata letak sebelum perbaikan. terjadi penurunan rata-rata jarak fasilitas terutama untuk aktifitas penting yaitu Kabag kredit dengan admin kredit menjadi dekat dimana terjadi penurunan jarak yang sebelumnya 37 meter menjadi 7 meter. Accounting dengan kabag. Operasi menjadi dekat dimana terjadi penurunan jarak yang sebelumnya 22 meter menjadi 6 meter. Marketing dengan Funding officer menjadi dekat dimana terjadi penurunan jarak yang sebelumnya 24 meter menjadi 6 meter.Kata Kunci : tata letak fasilitas, metode ARC, Optimal
PERANCANGAN ULANG KURSI ANTROPOMETRI UNTUK MEMENUHI STANDAR PENGUKURAN Agung Santoso; Benedikta Anna; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.253 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.317

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu sarana untuk kegiatan praktikum mahasiswa. Dalam kegiatan praktikum,adanya sarana dan prasarana dapat berpengaruh terhadap kelancaran kegiatan praktikum itu sendiri. Salah satu sarana dan prasarana tersebut adalah kursi antropometri. Kursi Antropometri digunakan untuk pengukuran antropometri posisi duduk. Alat tersebut hanya digunakan untuk pengukuran 6 dari 21 dimensi antropometri. Sehingga kurang berfungsi sebagaimana mestinya. Rata - rata waktu pengukuran untuk 6 dimensi antropometri adalah 18,45 menit.Berdasarkan dari kondisi tersebut akan dilakukan perancangan ulang terhadap kursi antropometri laboratorium ergonomi, agar dapat memenuhi pengukuran 21 dimensi antropometri. Beberapa hal yang akan dijadikan dasar dalam melakukan perancangan ulang ini adalah antropometri, rancangan adjustable tool. Selanjutnya akan di bandingkan kondisi kursi antropometrirancangan lama dan rancangan baru.Dari hasil analisa yang telah dilakukan dapat di ketahui bahwa kondisi kursi antropometrisesudah perancangan ulang lebih baik dari pada kondisi kursi antropometri sebelum perancangan ulang, seperti berikut ini: Kursi dapat digunakan untuk pengukuran 21 variabel antropometri. Setelah dilakukan uji-t didapatkan bahwa terjadi perubahan yang signifikan mengenai waktu pengukuran. Waktu pengukuran menjadi lebih cepat, dari rata – rata 18,45 menit untuk kursi antropometri sebelum perancangan menjadi 4,26 menit dengan penurunan waktu pengukuran sebesar 76,87%.Kata kunci :Kursi Antropometri, Antropometri, Perancangan, Uji-t.
DESAIN ALAT BANTU PADA MAGNET ASSEMBLY PROCESS GUNA MENGOPTIMALKAN PEMAKAIAN LEM DENGAN METODE QFD STUDI KASUS DI PT. SHIMANO BATAM Atok Sugiarto; Refdilzon Yasra; Dadang Redantan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.941 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.318

Abstract

Proses pengeleman pada magnet assembly process adalah proses menggabungkan kepingan magnet dengan back yoke. Proses ini menggunakan lem sebagai media perekatnya. Lem yang digunakan adalah Three Bond 3065F. Penggunaan lem yang distandarkan perusahaan adalah 690 unit setiap botol nya atau 690 unit per 250 gram lem. Kondisi yang terjadi adalah masih ditemukanya botol yang diasumsikan telah kosong tetapi masih berisi lem dimana penggunaan lem belum optimal. Data yang didapatkan rata rata penggunaan lem setiap botol hanya bisa digunakan untuk 640 unit. Dengan mengamati botol yang diasumsikan kosong tersebut diperoleh data bahwa botol tersebut masih berisi lem. Berat botol tersebut rata rata sebanyak 50.89 atau lebih besar 16,29 gram dari botol yang benar benar kosong.Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang alat bantu untuk optimasi penggunaan lem tersebut dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Defloyment) dimana dalam pembuatannya diperlukan customer sebagai subyek. Dalam hal ini customer nya adalah operator proses pengeleman tersebut. Daftar pertanyaan kepada para operator tersebut guna dijadikan sebagai daftar masukan pada affinity diagram.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya keinginan operatorakan adanya alat bantu proses pengeleman tersebut. Hasil perancangan alata bantu ini juga menunjukkan bahwa proses pengeleman secara efektif. Data yang didapatkan setelah penggunaan alat bantu tersebut adalah lebih optimalnya penggunaan lem diproses pengeleman magnet yaitu dengan berkurangnya berat botol yang diasumsikan kosong menjadi 35,09 gram hampir mendekati botol kosong 34,06 gram.Data lain adalah bertambahnya output yang sebelumnya dalam 250 gram hanya bisa digunakan 640 unit bertambah menjadi 703 unit atau 13 unti lebih besar dari standar perusahaan. Terakhir waste yang ditemukan semula 16,29 gram berkurang menjadi 1,31 gram.Kata kunci : optimal, waste, output ,QFD , HOQ,Techincal response, affinity diagram
ANALISA PENINGKATAN PRODUKTIFITAS MELALUI PENGOPTIMALAN PENGGUNAAN MESIN MTI PADA PROSES PEMOTONGAN BAR DI PT.MKPI (BATAM) Hengki SM; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.769 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.319

Abstract

PT. Matshushita Kotobuki Peripheral Indonesia (MKPI) adalah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang elektronik. Bagian produksi terdiri dari beberapadivisi seperti pembuatan slider, perakitan HGA (head gimbal assembly), perakitan HSA(head stack assembly), perakitan magnet dan perakitan hard disk. Pada proses pemotongan bar saat ini masih menggunakan fixture dengan kapasitas 10 bar.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapajauhpengaruhpenyederhanaan proses melalui penggunaan fixture baru (kapasitas 18 bar) pada stasiun pemotongan bar. Metode yang digunakan adalah analisa peta operasi kerjadan kriteria fixture.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produktifitas dengan penggunaan fixture kapasitas 18 bar dengan adanya pengurangan jumlah step/langkap proses yang dilewati dari 11 langkah menjadi 7 langkah, pengurangan jumlah waktu proses keseluruhan /lead time dari72.72 menit menjadi 52.39 menit, pengurangan jumlah jarak transportasi yang ditempuh operator dari 42 meter menjadi 21 meter dan pengurangan jumlah operator yang dibutuhkan dari 5 orang menjadi 3 orang.Kata kunci: produktifitas, peta operasi kerja, fixture, pemotongan bar
EVALUASI PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KESALAHAN PEMBACAAN PADA PROSES FINAL INSPECTIONS DI MULTILAYER PLANT PT. BREDERO SHAW INDONESIA Lilies Purbandaru; Petra Paulus Tarigan; Hery Irwan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.386 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.346

Abstract

Perancangan fasilitas akan menentukan bagaimana aktivitas-aktivitas darifasilitas-fasilitas produksi dalam industri akan bisa diatur sedemikian rupa sehinggamampu menunjang upaya pencapaian tujuan pokok secara efektif dan efisien. Untukindustri manufacturing, maka perencanaan aktivitas akan meliputi penetapan carayang sebaik-baiknya agar fasilitas-fasilitas yang ada mampu menunjang kelancaranproses produksi dan operasional perusahaan. PT. Bredero Shaw Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang coating pipa-pipa yang banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan oil and gas diseluruh dunia.Pada PT. Bredero Shaw Indonesia  terdapat adanya kendala dari hasil audit oleh pelanggan tentang kurangnya intensitas cahaya di Multilayer Plant pada proses final inspection, yang dikuatirkan dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan dan pengambilan data dalam proses tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah Memverifikasi hasil temuan audit yang dilakukan oleh pelanggan yang menyatakan bahwa penerangan di area final inspection kurang dan hal itu bisamenyebabkan kesalahan pembacaan pada proses tersebut serta mengoptimalkan analisa dan perancangan untuk mendapatkan data-data yang hasilnya diharapkan dapat memproduksi hasil yang diperlukan dalam proses perbaikan terutama tentang besarnya investasi yang akan dikeluarkan perusahaan. Metode yang dilakukan adalah dengan menganalisa tingkat pencahayaan area final inspection menggunakan Dialux, dan memberikan perbaikan jika diperlukan.Hasil perhitungan tingkat pencahayaan menunjukkan pencahayaan cukup dan memenuhi kreteria peraturan yang berlaku di Indonesia yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perburuhan No. 7 Tahun 1964 dan perbedaan intensitas cahaya di area final inspection tidak signifikan mempengaruhi hasil pengukuran. Kata kunci : audit pelanggan, tingkat pencahayaan, final inspection

Page 1 of 1 | Total Record : 9