Articles
76 Documents
Bencana, Penderitaan, dan Kebahagiaan (Suatu Refleksi Filosofis Atas Penderitaan Manusia Di Tengah Bencana Dalam Perspektif Etika Eudaimonia Aristoteles)
Yoga Febriano
Forum Vol 51 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (405.984 KB)
|
DOI: 10.35312/forum.v51i1.392
Studi ini menaruh perhatian pada refleksi filosofis etika eudaimonia Aristoteles dalam hubungannya dengan penderitaan manusia. Penderitaan dan kebahagiaan adalah dua problem eksistensial milik manusia. Aristoteles memandang kebahagiaan (eudaimonia) sebagai tujuan (telos) terakhir manusia. Ia menyebut kebahagiaan sebagai kebaikan tertinggi (summum bonum). Baginya kebahagiaan itu hanya bisa dicapai jika setiap individu bertindak baik (bonum). Di hadapan realitas penderitaan, Aristoteles menawarkan etika eudaimonia sebagai dasar untuk menyikapinya. Penderitaan bisa diatasi sejauh manusia menampilkan sikap solider dan berbuat baik bagi sesama. Inilah kebaikan yang terarah kepada kebaikan bersama (bonum commune). Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif dengan cara studi kepustakaan. Studi ini menemukan, etika eudaimonia Aristoteles tetap relevan dan justru mendapatkan aksentuasinya di hadapan realitas penderitaan dan rasa sakit, terutama di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 ini.
Allah sebagai Sumber Pengharapan dalam Pengalaman Petugas Medis Mendampingi Pasien Covid-19
Thomas Onggo Sumaryanto
Forum Vol 51 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.22 KB)
|
DOI: 10.35312/forum.v51i1.393
Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses pengenalan akan Allah sebagai sumber pengharapan di masa pandemi. Allah adalah sumber pengharapan di tengah penderitaan manusia. Rumusan masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana pengenalan akan Allah sebagai harapan di dalam pengalaman responden (dokter dan perawat) mendampingi pasien Covid-19? Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara dengan bantuan Zoom Meeting. Responden berjumlah 2 orang yaitu seorang dokter dan seorang perawat. Kedua responden bekerja di salah satu rumah sakit Katolik di Surabaya. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan pendekatan IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Analisis ini dibantu dengan gagasan teologis Thomas Aquinas dalam Summa Theologica mengenai harapan dan gagasan teologis pengenalan akan Allah menurut Teresia Avila dalam The Interior Castle. Temuan penelitian ini adalah pengenalan Allah sebagai sumber pengharapan dalam pengalaman petugas medis mendampingi pasien Covid-19 bermula dari ketakutan mereka akan kematian. Ketakutan akan kematian mendorong manusia mengenal diri sendiri di hadapan Allah. Orang yang berpengharapan akan terus berjuang meskipun mengalami jatuh bangun dan menguatkan orang lain untuk terus memiliki pengharapan bersama Allah.
KONSEP PENGHARAPAN KATOLIK DI TENGAH PANDEMI (Perspektif Kardinal Ignatius Suharyo)
Rici .
Forum Vol 51 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.379 KB)
|
DOI: 10.35312/forum.v51i1.397
Artikel ini, penulis membahas tema “konsep pengaharapan katolik di tengah Pandemi” dalam refleksi dengan fokus “pengharapan” berdasarkan perspektif eklesiologi Kardinal Ignatius Suharyo. Tujuan tulisan ini, mengajak umat katolik untuk tetap dalam “pengharapan” di tengah kesulitan, kecemasan dan keprihatinan dampak dari Pandemi. Metode penelitian ialah pendekatan kepustakaan, penulis melakukan pengumpulan data terkait literatur yang digunakan seperti buku, artikel dan kompas yang berhubungan dengan tema “pengharapan” dan isu-isu seputar Pandemi. Output, Pandemi dapat membawa kita sampai pada pengalaman akan Tuhan dan membantu kita pada penemuan hal baru dan kita dipacu untuk menggalakkan aksi nyata. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tema pengharapan tidak pernah padam ketika manusia meletakan harapannya pada Tuhan. Justru, pada kondisi kesulitan manusia, Tuhan mengasihi manusia dan menganugerahi kemampuan melakukan sesuatu seperti Vaksin, Prokes dan menggalakkan aksi nyata berupa bantuan sosial untuk melawan dan menangani Pandemi-Covid-19.
KONSEP BAHAGIA DALAM PARADIGMA ARISTOTELES
Julio Purba Kencana
Forum Vol 51 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (634.825 KB)
|
DOI: 10.35312/forum.v51i1.407
Studi ini membahas tentang konsep bahagia di tengah masa pandemi corona dalam paradigma Aristoteles. Pandemi covid 19 telah menyebabkan banyak penderitaan bagi manusia. Permasalahan ini jugalah yang membuat manusia berpikir bahwa kebahagiaan hanya bisa dicapai setelah dirinya menderita dan menemukan kebahagiaan di akhir hidupnya. Aristoteles memandang hal ini sebagai sebuah ironi dan mempertanyakan kebahagiaan di akhir itu. menurut Aristoteles kebahagiaan adalah aktivitas menuju kebahagiaan itu sendiri. Dengan demikian, Aristoteles berpendapat bahwa aktivitas menuju kebahagiaan dan kebahagiaan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah studi kepustakaan dan peninjauan kritis terhadap permasalahan yang sedang terjadi. Studi ini menemukan bahwa kebahagiaan menurut Aristoteles adalah salah satu cara menghadapi penderitaan di masa pandemi corona, dengan cara menganggap penderitaan itu sebagai kebahagiaan itu sendiri. kebahagiaan, kesendirian, corona
Teladan Kepemimpinan Musa
Paskalis Ronaldo;
Dr. Gregorius Tri Wardoyo
Forum Vol 51 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (377.008 KB)
|
DOI: 10.35312/forum.v51i1.416
Musa adalah sosok pemimpin besar umat Israel yang terus dikenang oleh bangsa Israel dan Gereja Katolik. Bahkan, dalam Kitab Suci Perjanjian Lama kisah Musa dituliskan dalam tiga Kitab Pentateukh, yaitu Keluaran, Bilangan, dan Ulangan. Kehadiran Musa sebagai pemimpin besar dalam bangsa Israel patut untuk diteladani model kepemimpinannya. Kepemimpinan Musa dapat menjadi model kepemimpinan yang efektif untuk diterapkan pada masa ini. Namun, pertama-tama yang perlu diingat adalah bahwa seseorang menjadi pemimpin karena kasih dan kehendak Allah bukan atas kehendaknya sendiri. Dengan memiliki kesadaran ini seorang pemimpin akan mampu menjalin relasi yang baik dengan Allah yang telah memberikan kuasa dan dengan umat yang dipimpin. Relasi baik itu perlu dijaga dan dipertahankan sehingga, apa yang Allah kehendaki sungguh dapat terwujud melalui perantaraannya
Dominasi Teknologi dan Kapitalisme (Perspektif Teori Kritis Herbert Marcuse)
Kornelius Ayub Dwi Winarso
Forum Vol 49 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4330.333 KB)
|
DOI: 10.35312/forum.v49i2.455
The age continues to move forward. Such progress is marked by the latest developments in the world of science and technology. In the context of community life, technological progress embraces capitalism so as to form an order characterized by dominance in various aspect. This paper focuses on the discussion around the dominance of technology and capitalism in an effort to understand the real phenomena that are being faced by all levels of society. The theory used to highlight this problem is the critical theory of Herbert Marcuse. The purpose of this study process is to bring up new discourse in shaping a more proportional society in the context to face up the Industrial Revolution Era 4.0 and Covid-19 Pandemic impact in Indonesia by new educational perspective
FENOMENA IKLAN TERHADAP KAUM MUDA Sebuah Tinjauan Pastoral menurut Dokumen Christus Vivit Art. 79
Eric Yohanis Tatap
Forum Vol 49 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4305.642 KB)
|
DOI: 10.35312/forum.v49i2.456
Young people are currently experiencing a crisis where advertisements are scattered here and there. Advertisements streak human life and people know everything just by looking at advertisements. However, advertising also has a dark side: it provides false information. Therefore, this article aims to explore the phenomenon of advertising that is rife in human life and especially affects young people. His finding was to design a strong pastoral structure to help the young people of the Church live out their faith in the person of Jesus Christ the True Advertiser. The method used in this paper is to use qualitative methods by means of literature study with the aim of helping to decipher the problems that are happing
Kritik Filosofis Terhadap Kekerasan Berlatarbelakang Agama Menurut Konsep Kebahagiaan Boethius
Ian Jovi Sianturi;
Yeremias Nino
Forum Vol 51 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35312/forum.v51i2.442
Kebahagiaan adalah dambaan semua orang. Setiap tindakan manusia memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam hidupnya tetapi semuanya ada dalam bingkai kebahagiaan. Manusia sering tidak mencapai kebahagiaan yang sempurna karena belum memahami hakikat kebahagiaan secara utuh dan sempurna. Artikel ini hendak mengkritisi fenomena kekerasan yang justru dilakukan oleh orang yang menjunjung tinggi agama, dalam kerangka gagasan Boethius. Teori kebahagiaan dari Boethius ini menjadi relevan untuk diulas karena bersinggungan dengan term Allah yang juga dan pasti ada dalam agama. Penulis menemukan bahwa setiap penyalahgunaan pasti menimbulkan kekerasan dan jauh dari kebahagiaan sejati. Kebahagiaan sejati hanya ada dalam Allah dan manusia merasa tercukupi dan tidak takut kehilangan apa pun.
Social Interest dan Relevansinya Terhadap Keterlibatan Indonesia dalam G-20
Sonideritus Bandung
Forum Vol 51 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35312/forum.v51i2.443
The purpose of this study is to discuss the theory of social interest which was coined by Adler. Adler believes that social interest is an attitude of interest that comes from within to connect with other people. The attitude of interest is manifested in the form of cooperation for social interests and social progress. Apparently, this fact reaffirms the existence of humans as social beings. Adler's theory of social interest is correlated with Indonesia's involvement in the G-20 international forum. The G-20 is a cooperation forum involving 19 major countries and the European Union in overcoming important issues such as climate issues, multilateral trade, and the global economic crisis due to the Covid-19 pandemic. Indonesia's participation in the G-20 forum presupposes Indonesia's commitment and contribution to promote mutual prosperity. The method used inthis study is the library research. The results found that humans cannot walk alone. They always need someone else. They must have the desire to take part, share and cooperate with othesr. The process of opening up, establishing relationships, and taking part in community is the first step for humans to achieve mutual prosperity
Kelapa Sawit sebagai Penyebab Bencana Ekologis - Laudato Si Artikel 29-30
Agustinus .
Forum Vol 51 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35312/forum.v51i2.445
Fokus penulisan artikel ini ialah perkebunan kelapa sawit sebagai kontributor terjadinya bencana ekologis di Sekadau-Kalimantan Barat ditinjau dari Laudato Si artikel 29-30. Adapun metodologi yang penulis gunakan dalam menggarap karya tulis ini yakni dengan menginput data-data melalui artikel-artikel, majalah-majalah, dan pengamatan langsung oleh penulis sendiri terkait dengan persoalan yang penulis angkat dalam karya tulis ini. Selanjutnya untuk menyempurnakan hasil dari data-data yang telah penulis peroleh tersebut, penulis akan mengkombinasikannya dengan menggunakan studi kepustakaan yakni menggunakan referensi dari buku-buku yang sesuai dengan tema yang penulis angkat dalam artikel ini. Tujuannya agar artikel ini dapat memberikan informasi-informasi baru bagi pembacanya dan dapat dipercaya. Dari studi ini penulis pun menemukan bahwa salah satu penyebab masalah air, terutama sulitnya mendapatkan air bersih di Sekadau-Kalimantan Barat, khususnya di daerah pedalaman ialah karena kehadiran dari perkebunan kelapa sawit. Air bersih sulit didapatkan oleh masyarakat karena dampak dari pupuk perkebunan kelapa sawit. Pupuk ini akan membahayakan kesehatan masyarakat, apabila pupuk tersebut tercemar di air sungai yang airnya dikonsumsi oleh masyarakat. Selain itu, air bersih juga sulit didapatkan karena seringnya banjir. Banjir ini terjadi salah satunya dampak dari pengundulan hutan yang dilakukan demi ekspansi perkebunan kelapa sawit. Akibatnya masyarakat Sekadau yang tinggal di pedalaman terpaksa harus mengkomsumsi air yang tercemar oleh banjir ini.