cover
Contact Name
Alfredo Tutuhatunewa
Contact Email
alfredo.tutuhatunewa@fatek.unpatti.ac.id
Phone
+6282248301405
Journal Mail Official
itabaosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka Ambon - 97233 Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal i tabaos
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 28298179     DOI : https://doi.org/10.30598/i-tabaos.2022.2.1
Jurnal i tabaos adalah jurnal peer-review yang menerbitkan makalah hasil penelitian mahasiswa asli, pada semua aspek aplikasi Teknik Industri. Topik yang akan dibahas termasuk, tetapi tidak terbatas pada: Rekayasa sistem kerja dan ergonomi. Rekayasa sistem manufaktur. Rekayasa sistem perusahaan. Rekayasa sistem rantai pasokan. Rekayasa dan manajemen mutu. Manajemen rekayasa. Kebijakan dan strategi teknologi/industri.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2024)" : 6 Documents clear
REDESIGN ALAT TANGKAP IKAN (BUBU) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN VOICE OF CUSTOMER MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Latumeten, Erza Ferlianty; Pattiapon, Marcy L.; Tutuhatunewa, Alfredo
i tabaos Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.3.171-178

Abstract

Masyarakat Negeri Larike hidup di wilayah pesisir dan mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Potensi laut yang begitu besar menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mayoritas penangkapan ikan bagi nelayan di Negeri Larike masih tradisional. Saat ini nelayan desa Larike menggunakan bubu yang berukuran 2 meter untuk penangkapan ikan dan biota laut lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan desain bubu ikan yang dapat menunjang kenyamanan bagi pengguna dan menambah ketahanan agar mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan bubu sebelumnya berdasarkan keinginan konsumen. Hasil penelitian ini yaitu mulai dari pembentukan Voice of Customer hasil dari pernyataan tersebut diinterpretasikan menjadi kebutuhan pengguna. Penentuan Costumer Needs kebutuhan pengguna ini didapatkan dari hasil voice of costumer yang telah dilakukan sebelumnya. Pembentukan Planning Matrix untuk nilai ItC didapatkan tiga atribut yang memiliki bobot lebih tinggi yaitu kemudahan dalam penggunaan, variasi volume yang dapat ditampung, dan tahan lama dengan nilai sebesar 4,5%. Untuk nilai CuSP variasi volume yang dapat ditampung sebesar 3,50%. Untuk nilai CoSP kemudahan dalam penggunaan sebesar 3,50%. Dari hasil penjambaran Peta Morfologi, maka redesain Alat Tangkap Ikan Bubu yang baik, menarik, dan tahan lama sehingga dapat memenuhi kepuasan dan keinginan nelayan untuk penangkapan ikan sesuai dengan fungsi dari alat tangkap tersebut.
ANALISIS BEBAN KERJA PADA PT. SUMBER ALFARIA TRIJAYA, TBK CABANG MANADO DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE) Pattikawa, Like Gloria; Soleman, Aminah; Lawalata, Victor O
i tabaos Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.3.163-170

Abstract

Beban kerja yang berlebihan menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja tidak sesuai dengan pekerjaan yang diterima, sehingga menyebabkan kelelahan fisik yang menyebabkan penurunan produktivitas kerja (Hadi & Rachbini, 2021) sehingga hasil yang dicapai tidak maksimal. Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan pada karyawan pada departemen Admin Receiving dalam aktivitasnya terjadi ketidaksesuaian antara beban kerja yang dilihat dari penggunaan waktu kerja dengan jumlah pekerja dari hasil wawancara yang dilakukan dimana rata-rata karyawan bekerja per harinya yaitu 9 jam dan sudah melebihi waktu kerja yang ditentukan. Tujuan dari penelitian ini diantaranya adalah menghitung beban kerja masing-masing karyawan departemen Admin Receiving pada PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Cabang Manad dengan menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE). Nilai FTE yang didapat dari perhitungan beban kerja karyawan semuanya dikategorikan overload (beban kerja berlebih) dikarenakan pada penelitian, setiap karyawan menyelesaikan pekerjaannya tidak sesuai dengan jam kerja yang sudah ditentukan dimana karyawan menyelesaikan pekerjaan lebih dari 8 jam kerja. maka dari itu, diharuskan untuk mengatur ulang alur elemen pekerjaan agar sebisa mungkin tidak satu pekerjaan tidak tertunda penyelesaiannya dikarenakan ada pekerjaan lain.
ANALISIS PENGARUH TEMPAT PENYALURAN DISTRIBUSI TERHADAP MUTU BBM PERTAMAX RON 92 MENGGUNAKAN DESAIN EKSPERIMEN Yuliana, Yuliana; Tutuhatunewa, Alfredo; Tupan, Johan Marcus
i tabaos Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.3.156-162

Abstract

Pertamax RON 92 merupakan jenis bahan bakar dengan fraksi ringan yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap mutu pertamax berdasarkan tempat penyalurah distribusi dengan menggunakan desain eksperimen pada SPBU Kota Ambon. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan pengumpulan data serta pengujian bahan bakar Pertamax RON 92 yang dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan produk pertamax yang diletakkan pada kondisi 0ÂșC. Parameter uji yang diukur adalah Density, Reid Vapor Pressure (RVP), Destilasi dan Sulfur. Dengan Hasil analisis pengujian bahan bakar didapat bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari lokasi penyaluran BBM Pertamax Ron 92, dengan nilai kualitasnya. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa nilai density, nilai Reid Vapor Pressure (RVP), nilai destilasi, dan nilai sulfur tidak berbeda secara signifikan antara ketiga SPBU yang diuji.
ANALISIS EFISIENSI BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU SPRINGBED MENGGUNAKAN METODE EOQ PADA PT. CAHAYA BINTANG MANISE Chaniago, Yusril; Maitimu, Nil Edwin; Pattiapon, Marcy L.
i tabaos Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.3.134-146

Abstract

Cahaya Bintang Manise telah melakukan perencanaan persediaan bahan baku. Perencanaan ini dilakukan oleh bagian Production Planning Inventory Control (PPIC). Akan tetapi, perencanaan kebutuhan bahan baku yang dilakukan belum optimal, karena bahan baku yang diterima perusahaan tidak sesuai dengan waktu pemesanan bahan baku dan standard yang diharapkan, sehingga produksi menjadi terganggu dan menumpuknya bahan baku. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui total biaya persediaan menggunakan metode Economic Order Quality (EOQ). Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa perbandingan total biaya persediaan terhadap delapan bahan baku didapatkan hasil delapan jenis bahan baku yang mendapatkan hasil yang efisien dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) yaitu per, kawat, busa roll, kain woven, benang quilting, cotton cheet 165, pipa foam, dan benang extra jeans.
EVALUASI KELAYAKAN USAHA GALANGAN KAPAL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PATTIMURA Sabrina, Setiaty; Rasyid, Mentari; Mandaku, Hanok
i tabaos Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.3.147-155

Abstract

Universitas Pattimura merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Provinsi Maluku yang telah berstatus sebagai Badan Layanan Umum (BLU). Laboratorium Slipway pada Fakultas Teknik Universitas Pattimura adalah salah satu unit usaha potensial yang memiliki prospek untuk mendatangkan income, karena memiliki fasilitas galangan atau docking kapal. Masalah utama yang dialami adalah sejumlah fasilitas sudah tidak dapat beroperasi dengan baik serta berada dalam kondisi kurang terawat. Akibatnya, proses docking kapal berlangsung kurang optimal sehingga unit usaha seringkali gagal memenuhi target income. Tujuan penelitian ini adalah dapat menganalisis kelayakan finansial Galangan Kapal fakultas teknik, universitas pattimura menggunakan Evaluasi Investasi sebagai pengembangan bisnis ruang lingkup. Metode yang digunakan yaitu net present value, benefit cost ratio dan payback period untuk mengetahui nilai kelayakan laboratorium slipway.Dari hasil penelitian yang di peroleh dari Net Present Value, Benefit Cost Ratio dan Payback Period didapatkan nilai NPV sebesar Rp. (-1.781,608375) yang bernilai negatif, nilai BCR sebesar 0,639239794 < 1 yang dimana kurang dari 1, dan didapatkan PbP adalah 7,4 tahun yang lebih panjang dari waktu ekonomi investasi yaitu 5 tahun.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO UNTUK PENGENDALIAN RISIKO BAHAYA PADA AKTIVITAS PENANGKAPAN IKAN TUNA NELAYAN HANDLINE Wattimena, Muh. Ikhsan R.; Soleman, Aminah; Kakerissa, Ariviana L.
i tabaos Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2024.4.3.123-133

Abstract

Desa Tial adalah daerah yang berada di pesisir pantai dengan memiliki potensi laut yang besar. Oleh karena itu Desa Tial ini menjadi salah satu lumbung komoditi ekspor perikanan yaitu Ikan Tuna yang merupakan potensi terbesar yang dimiliki Indonesia sebagai negara maritim. Hal ini yang menjadikan alasan kenapa banyak masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Pada umumnya nelayan ikan tuna hanya memiliki 3 tahapan proses, mulai dari tahap persiapan sebelum melaut, tahap penangkapan ikan tuna dan tahap penanganan hasil tangkapan. Penelitian ini menganalisis risiko menggunakan metode Hazard Identification Risk assesment and Risk Control (HIRARC). Pada tahap identifikasi bahaya penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Dari hasil identifikasi bahaya, risiko pada bahaya yang teridentifikasi akan dilakukan penilaian severity dan likelihood untuk menentukan risk level. Dari penilaian risiko yang telah dilakukan, potensi bahaya diklasifikasikan menjadi 4 level yaitu low risk, medium risk, high risk dan extreme risk. Penelitian menunjukan pada tahap persiapan sebelum melaut terdapat 1 bahaya extreme risk, 4 bahaya high risk, 1 bahaya medium risk dan 4 bahaya low risk, pada tahap penangkapan ikan tuna terdapat 1 bahaya high risk, 4 bahaya medium risk dan 2 bahaya low risk, sedangkan pada tahap penanganan hasil tangkapan terdapat 2 bahaya high risk dan 2 bahaya medium risk.

Page 1 of 1 | Total Record : 6