cover
Contact Name
Markus Patiung
Contact Email
agribisnis@uwks.ac.id
Phone
+6285730085011
Journal Mail Official
agribisnis@uwks.ac.id
Editorial Address
Jl Dukuh Kupang XXV/54 Surabaya 60225
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah SOSIO AGRIBIS
ISSN : 14121816     EISSN : 26144549     DOI : -
Scientific Journal of SOSIO AGRIBIS was first published in 2001 based on the Rector Decree University of Wijaya Kusuma Surabaya No. Kep. 36/UWKS/V/2001 dated on May 1st, 2001, with biannual frequency of publication, in July and December. This journal contains writings in the form of research articles and review related to agribusiness. With the name change on the study program of socio-economic into study program of agribusiness and in line with the up to date development, then in 2017 this journal changes by accommodating on-line publications without eliminating print publications.
Articles 140 Documents
PENYUSUNAN MASTERPLAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN PROBOLINGGO Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.227 KB) | DOI: 10.30742/jisa1812018443

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan Judul Penyusunan Masterplan Pengembangan Kawasan Agropolitan Kabupaten Probolinggo adalah untuk mewujudkan suatu kawasan menjadi kawasan agropolitan yang mandiri diperlukan suatu konsep perencanaan yang terstruktur dan berkelanjutan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah AnalisisAnalisis SWOT (Streght, Weakness, Opportunity, Thread) digunakan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi dalam pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Probolinggo.Hasil Penelitian Agropolitan KabupatenProbolinggo ini dapat ditetapkan bahwa: Kawasan ini sesuai dengan RTRW Kabupaten Probolinggo 2010-2029. Mainland atau agropolis di kawasan Barat adalah Kecamatan Sukapura, khususnya di desa Sukapura, sedangkan kecamatan lainnya sebagai hinterland atau pendukung. Agropolis di kawasan Timur adalah Kecamatan Krucil, khususnya di desa Krucil, sedangkan kecamatan lainnya sebagai hinterland.Komoditi unggulan di kawasan agropolitan yang menjadi prioritas adalah: kopi, durian, alpukat dan manggis, mangga, pisang, kentang, kubis, bawang daun, wortel, cabe merah, jagung, susu sapi, sapi potong, kapuk randu dan madu.Kata kunci : Agropolitan, Kawasan, Hinterland .
ANALISIS INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) KABUPATEN BOJONEGORO Endang Siswati; Diah Tri Hermawati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.544 KB) | DOI: 10.30742/jisa1822018531

Abstract

ABSTRAKAnalisis Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Bojonegoro 2018 dengan tujuan (1) mengetahui capaian komponen IPM Kabupaten Bojonegoro, (2) mengetahui keterbandingan angka Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam analisis IPM tersebut adalah IPM dihitung sebagai rata-rata geometrik dari indeks kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran. Dalam menghitung IPM, diperlukan nilai minimum dan maksimum untuk masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capaian IPM Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2016 adalah 66,73 dan pada tahun 2017 sebesar 67,28 naik sebesar 0,23 point. Nilai IPM Kabupaten Bojonegoro bila menurut UNDP termasuk kedalam tingkat pembangunan “sedang”. Dengan nilai tersebut IPM Kabupaten Bojonegoro berada pada peringkat ke-26 dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur, dan posisi ini tidak berubah dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 terjadi peningkatan pada seluruh indikator penyusun IPM. Indeks kesehatan yang diwakili dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat naik yang ditunjukkan dengan meningkatnya angka harapan hidup (AHH) menjadi 70,83 tahun dibandingkan tahun sebelumnya masih sebesar 70,67 tahun. Selanjutnya Indeks pendidikan yang diwakli oleh dimensi naik dengan meningkatnya angka harapan lama sekolah (HLS) menjadi 12,34 tahun, dan rata-rata lama sekolah (RLS) menjadi 6,71 tahun dibandingkan tahun 2016. Indeks daya beli yang diwakili oleh dimensi pengeluaran juga naik yang ditunjukkan dengan meningkatnya pengeluaran per kapita per tahun menjadi 9,420 juta rupiah pada tahun 2016 dibandingkan tahun 2015 yang sebesar 9,553 juta rupiah per kapita penduduk per tahun.Kata Kunci: Analisis, Indeks, Manusia.
ANALISIS EKSPOR PISANG RAJA DI PASAR INTERNASIONAL Fernanda Iman Mahendra; Nugrahini Susantinah Wisnujati; Endang Siswati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 20, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 20 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.025 KB) | DOI: 10.30742/jisa2012020973

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Analisis Ekspor Pisang Raja di Pasar Internasional, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil pisang di ASEAN. Berdasarkan data dari BPS pada tahun 2017, ekspor pisang raja di Indonesia sebesar 18.176.619 kg. Adanya peningkatan pada tahun 2018 untuk ekspor pisang raja Indonesia sebesar 30.372.955 kg. Untuk nilai ekspor pisang Indonesia pada tahun 2017 sebesar US$8.868.111 dan meningkat di tahun 2018 sebesar US$14.609.697 atau ada peningkatan 64,74%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Menganalisis pengaruh indeks RCA pisang raja terhadap ekspor pisang raja di pasar internasional. 2. Menganalisis pengaruh produksi pisang raja terhadap ekspor pisang raja di pasar internasional. 3. Menganalisis pengaruh nilai tukar terhadap ekspor pisang raja di pasar internasional. 4. Menganalisis pengaruh populasi penduduk terhadap ekspor pisang raja di pasar internasional. 5. Menganalisis pengaruh harga pisang raja ditingkat petani terhadap ekspor pisang raja di pasar internasional.Metode penelitian yang digunakan metode pangkat kuadrat terkecil biasa atau Ordinary Least Square (OLS). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan komputer dengan software Excell dan IBM SPSS statistic version 25. Metode Ordinary Least Square (OLS) untuk mengestimasi suatu garis regresi dengan jalan meminimalkan jumlah kuadrat kesalah setiap observasi terhadap garis tersebut.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap ekspor pisang raja di pasar Internasional yaitu variabel produksi, nilai tukar, dan harga ditingkat petani. Sedangkan pada taraf tertentu variabel indeks RCA dan populasi penduduk secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor pisang raja di pasar internasional. Kata kunci: Ekspor, RCA, Pasar Internasional. ABSTRACTThis research is titled The Exports of Plantain analysis in the international market, Indonesia is one of the banana producing countries in ASEAN. Based on data from BPS in 2017, exports of plantains in Indonesia amounted to 18,176,619 kg. The increase in the year 2018 for the export of Indonesian plantains amounted to 30,372,955 kg. For the value of the export of Indonesian bananas in 2017 for US $8.868.111 and increased in the year 2018 for US $14.609.697 or there is an increase of 64.74%.The research aims to know: 1. Analyzing the influence of the banana King RCA index against the export of plantains in the international market. 2. Analyzing the influence of plantains production against the export of plantains in international markets. 3. Analyzing the influence of exchange rate on the export of plantains in international market. 4. Analyzing the influence of population population on the export of plantains in international markets. 5. Analyzing the influence of the price of plantain to the farmer's exports to plantains in international markets.The research method used is the smallest usual quadratic rank method or Ordinary Least Square (OLS). The analysis tool used in this study is using a computer with Excell software and IBM SPSS statistic version 25. The Ordinary Least Square (OLS) method to estimate a regression line with the road minimizes the number of squares in each observation of the line.The results showed that there are three variables that have significant effect on the export of plantains in the international market, namely the production variable, exchange rate, and the price of the farmer. While certain levels of the RCA index variables and population populations partially have no significant effect on the export of plantains in the international market. Keywords: exports, RCA, international markets.
ANALISIS SEKTOR PERTANIAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN SEBAGAI SEKTOR POTENSIAL YANG BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BANYUWANGI Rikardus Syukur; Markus Patiung; Diah Tri Hermawati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.868 KB) | DOI: 10.30742/jisa21120211349

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan judul Analisis sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebagai sektor potensial yang berkelanjutan di Kabupaten Banyuwani. Tujuan penelitian adalah (1) untuk menganalisi apakah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Banyuwangi dapat mencukupi kebutuhan perekonomian sehingga dapat mensejahterakan rakyat Kabupaten Banyuwangi. (2) untuk menganalisis sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Banyuwangi sebagai sektor berkelanjutan atau tidak. Metode yang digunakan adalah metode LQ, DLQ, dan Tipologi Klassen. Hasil dari penelitian adalah Berdasarkan hasil analisis LQ sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (agribisnis) Kabupaten Banyuwangi dari tahun 2015-2019 merupakan  sektor basis/potensial dengan nilai LQ sebesar 2,63, artinya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan untuk Kabupaten Banyuwangi produksi dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Banyuwangi bahkan dapat di ekspor ke daerah lain atau ke mancanegara, serta dapat mensejahterakan rakyat Kabupaten Banyuwangi. Hasil persandingan  analisis LQ dan DLQ menunjukan bahwa nilai LQ sebesar 2,63 sedangkan DLQ dengan nilai sebesar 0,66, ini menunjukkan bahwa sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (agribisnis) di Kabupaten Banyuwangi dari tahun 2015-2019 sektor prospektif, artinya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan saat ini sebagai sektor basis dan akan berubah menjadi sektor non basis di masa yang akan datang. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Banyuwangi merupakan sektor berkelanjutan. Kata kunci : PDRB, Location Quotient (LQ), Dynamik Location Quotient (DLQ), Typologi Klassen.
Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender di Kabupaten Gresik Koesriwulandari Koesriwulandari
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.471 KB) | DOI: 10.30742/jisa.v15i2.367

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan judul Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender di Kabupaten Gresik. Bertujuan untuk mewujudkan pembangunan yang menjamin kesetaraan bagi perempuan dan laki-laki dalam aspek akses, partisipasi, kontrol dan manfaat pem-bangunan di Kabupaten Gresik.Dalam pelaksanaan penelitian ini metode yang digunakan yaitu dilakukan pengumpulan data di wilayah administrasi Kabupaten Gresik dengan menggunakan subyek data yang paling dapat dipercaya (valid) dan terbarukan (update) yang dimiliki daerah bersangkutan.Hasil Penelitian ini menyimpulkan Kabupaten Gresik dalam pencapaian seluruh indikator pada goals ini (terdapat 10 indikator) menunjukkan prestasi sebesar 63,33%. Dengan perincian status capaian: 4 indikator (40%) menunjukkan status capaian “telah mencapai target”; 3 indikator (30%) menunjukkan status “menuju arah pencapaian target”; dan 2 indikator (20%) dengan status capaian “masih jauh dari arah pencapaian target”; sedangkan 1 indikator belum diketahui status capaiannya karena sampai laporan ini disusun belum tersedia data untuk itu; Hal ini menjadi “pekerjaan rumah” untuk segera menyelenggarakan bimbingan teknis, mengingat Kabupaten Gresik telah mengesahkan perda tentang pengarus utamaan gender, terlebih lagi, berdasarkan penelurusan (dari hasil wawancara dan isian kuesioner) di Kabupaten Gresik terdapat beberapa pejabat (eselon III) yang telah mengikuti ToT (Training of Trainer) fasilitasi PPRG. Demikian kesimpulan penutup yang dapat disajikan pada penelitian tentang (kesiapan) penyusunan dokumen perencanaan pembangunan yang resposif gender di Kabupaten Gresik. Sangat disadari akan kekurangan hasil kajian kali ini, dari 25 SKPD yang menjadi target (sampel) penye-baran kuesioner tentang pemahaman aparatur pemerintah, hanya 11 SKPD dengan total responden sebanyak 82 orang (pejabat eselon III dan IV). Dan dari 20 SKPD yang menjadi sampel penyebaran kuesioner tantang kajian kebijakan, program dan kegiatan dalam pelaksanaan PUG dan PPRG, hanya 6 SKPD yang mengembalikan dan mengisi kuesioner dimaksud.Kata kunci : Responsif Gender, Kesetaraan, Pengarusutamaan Gender.
PENYUSUNAN NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN BONDOWOSO TAHUN 2017 Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 17, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 17 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.781 KB) | DOI: 10.30742/jisa.v17i2.383

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan judul Penyusunan Nilai Tukar Petani Kabupaten Bondowoso Tahun 2017 dengan tujuan Mengetahui tingkat kesejahteraan petani dan fluktuasi harga komoditi pertanian Kabupaten Bondowoso dan Tersusunnya dokumen nilai tukar petani Kabupaten Bondowoso.Metode yang digunakan dalam metode Analisa Deskriptif, yaitu analisa terhadap data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, baik data primer maupun sekunder.Hasil analisis berupa deskripsi yang mampu memberikan pemecahan masalah dan mencapai tujuan dari kegiatan. Adapun alat bantu yang digunakan untuk melakukan analisis adalah metode perhitungan Nilai Tukar Petani, Analisis Usahatani dan Struktur Pengeluaran Rumah Tangga Petani.Hasil Penelitian Penyusunan Nilai Tukar Petani Kabupaten Bondowoso Tahun2017Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Bondowoso bulan Juli 2017 naik sebesar 0,58 persen dari 103,15 menjadi 103,73. Kenaikan NTP ini disebabkan karena kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) lebih tinggi dari pada kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib).Pada bulan Juli 2017 semua sub sektor pertanian mengalami kenaikan NTP. Kenaikan NTP tersebut terjadi pada sub sektor peternakan sebesar 1,00 persen, disusul sub sektor tanaman pangan sebesar 0,79 persen, kemudian sub sektor perikanan sebesar 0,39 persen, dan sub sektor tanaman perkebunan sebesar 0,20 persen serta yang paling kecil kenaikannya pada sub sektor tanaman hortikultura sebesar 0,03 persen.Indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,25 persen dibanding bulan Juni 2017 yakni dari 103,25 menjadi 104,50. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya indeks harga yang diterima petani pada semua sub sektor. Sub sektor peternakan mengalami kenaikan sebesar 1,42 persen, disusul sub sektor perikanan sebesar 0,40 persen, kemudian sub sektor tanaman pangan sebesar 0,35 persen disusul sub sektor tanaman perkebunan sebesar 0,27 dan yang paling kecil kenaikannya pada sub sektor tanaman hortikultura sebesar 0,17 persen.Indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen dari 100,10 pada bulan Juni 2017 menjadi 100,74 pada bulan Juli 2017. Kenaikan indeks ini disebabkan karena naiknya indeks harga biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,48 persen, dan indeks harga konsumsi rumah tangga sebesar 0,02 persen.Kata kunci : Nilai Tukar Petani,  Fluktuasi Harga, Subsektor.
ANALISIS NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2018 Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.483 KB) | DOI: 10.30742/jisa.v18i2.517

Abstract

 ABSTRAKAnalisis Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Jombang Tahun 2018 bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani dan fluktuasi harga komoditi pertanian. Metode analisis yang digunakan adalah Analisa Deskriptif, yaitu analisa terhadap data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, baik data primer maupun sekunder. Nilai Tukar Petani (NTP) dihitung dengan rumus nisbah/ratio antara Indeks Harga yang Diterima Petani (Itn) dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ibn).Hasil pemantauan dan analisis harga-harga pedesaan di 21 kecamatan di kabupaten Jombang pada tahun 2018, NTP kabupaten Jombang naik sebesar 0,07 persen dibandingkan pada tahun 2017, yaitu dari 113,92 menjadi 113,99. Kenaikan NTP pada tahun 2018 disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 2,0 persen lebih besar dari pada kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian sebesar 1,70 persen.. Selain itu kenaikan nilai tukar petani kabupaten Jombang juga dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada masing-masing sub-sektor, yakni subsektor tanaman pangan sebesar 0,04 persen, tanaman hortikultura sebesar 0,05 persen, tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,02 persen, peternakan naik sebesar 0,13 persen dan subsektor perikanan naik sebear 0,39 persen.Kata Kunci : Petani, Nilai, Tukar, Analisis.
Strategi Penganggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Bangkalan Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 16, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 16 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.906 KB) | DOI: 10.30742/jisa1622016373

Abstract

ABSTRAK              Penelitian ini dengan judul Strategi Penganggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Bangkalan bertujuan untuk menerbitkan panduan baru tentang pedoman penanggulangan kemiskinan sebagai pegangan resmi TKPKD maupun pedoman dan modul-modul penyusunan SPKD terbaru yang lebih menekankan pada analisis dan pendekatan yang terencana, terpadu, menyeluruh dan sistematis serta ber-kesinambungan mulai dari tingkat Nasional, Provinsi hingga Kabupaten/ Kota, maka Pemerintah Kabupaten Bangkalan merasa perlu untuk menyusun review dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) Kabupaten Bangkalan untuk Tahun 2016.          Dalam pelaksanaan penelitian ini metode yang digunakan yaitu dilakukan pengumpulan data di wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten Bangkalan dengan menggunakan subyek data yang paling dapat dipercaya (valid) dan terbarukan (update) yang dimiliki daerah bersangkutan.Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa ciri-ciri dari dimensi-dimensi kemiskinan, baik itu dimensi ekonomi, ketenagakerjaan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, maupun kecukupan pangan pada dasarnya adalah penyebab langsung dari kondisi kemiskinan seseorang atau seke-lompok orang. Ciri/kondisi yang menjadi penyebab kemiskinan ini merupakan akibat dari adanya keputusan, kebijakan atau tindakan yang cenderung tidak mendukung penanggulangan kemiskinan. Keputusan, kebijakan maupun tindakan yang tidak adil dan cenderung tidak mendukung penanggulangan kemiskinan ini terjadi karena lembaga pengambil keputusan maupun kebijakan yang belum berdaya dikarenakan lembaga ini berisi orang-orang yang tidak berdaya yang tidak mampu menerapkan nilai-nilai luhur dalam kebijakan-kebijakan yang diputuskan nya. Di sisi lain ketidakberdayaan lembaga pengambil keputusan/kebijakan akan semakin tumbuh subur dalam situasi di mana masyarakat secara umum memang belum berdaya. Ketidak-berdayaan masyarakat dalam menyikapi dan menghadapi situasi yang ada di lingkungannya, yang pada gilirannya mendorong sikap masa bodoh, tidak peduli, tidak percaya diri, mengandalkan bantuan pihak luar untuk men-gatasi berbagai persoalan yang dihadapi, tidak mandiri, serta memudar nya orientasi moral dan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat, yakni terutama keikhlasan, keadilan dan kejujuran.Kata kunci : Kemiskinan, Kebijakan, Infrastuktur Dasar.
STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR PRODUK UNGGULAN HORTIKULTURA KABUPATEN TUBAN Endang Siswati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.851 KB) | DOI: 10.30742/jisa1812018444

Abstract

ABSTRAKJudul Strategi Pengembangan Pasar Produk Unggulan Hortikultura Kabupaten Tuban. Tujuan penenlitian (1) Mendapatkan informasi tentang deskripsi penawaran dan permintaan produk unggulan hortikultura, (2) Mendapatkan informasi tentang keragaan pasar produk unggulan hortikultura, yang meliputi sistem pemasaran, tujuan pasar, harga produk, persaingan pasar dan kendala pemasaran produk yang dihadapi selama 5 tahun terakhir (2011-2015), (3) Mendapatkan informasi tentang strategi pengembangan pasar berkelanjutan yang dibutuhkan dalam memanfaatkan potensi produk unggulan hortikultura.Metode yang digunakan adaalah analisis deskriptif. Metode analisis bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data yang didapatkan dalam observasi dan survey dianalisis dengan metode yaitu: Analisis Efisiensi Pemasaran, Analisis Integrasi Pasar, Observasi Jaringan Kerja Pasar, Analisis Integrasi/Keterpaduan Pasar, Analisis Regresi Harga, dan Koefisien Index of Market Connection (IMC).Hasil Penelitian Strategi Pengembangan Pasar Produk Unggulan Hortikultura Kabupaten Tuban masih memiliki potensi besar dalam pengembangan hortikultura buah-buahan melalui usaha intensifikasi, yaitu mangga, jeruk, melon, semangka, duku, pisang dan jambu biji. Dalam mengembangkan usaha hortikultura petani kecil, maka strategi yang dapat dilaksaksanakan sebaiknya melalui 3 tahapan yaitu: (1) redistribusi harta produksi utama, yaitu lahan pertanian, dapat berupa pengalihan pemilikan atau berupa berupa pengaturan institusional yang memberikan peluang kepada petani tak bertanah; (2) meningkatkan produktivitas lahan pertanian, melalui perubahan teknologi dan inovasi, kebijakan ekonomi dan perbaikan sistem kelembagaan, dan (3) investasi dalam sumberdaya manusia melalui pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani hortikultura dan petugas pembina petani hortikultura.Kata kunci : Strategi, Hortikultura, Produktivitas.
MODEL KEUNTUNGAN PEMASARAN BUNGA SEDAP MALAM DI SURABAYA Koesriwuladari Koesriwulandari
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.829 KB) | DOI: 10.30742/jisa1822018527

Abstract

ABSTRAKSalah satu peluang bisnis yang cukup menarik adalah budidaya tanaman hias. Salah satu bunga hias yang bisa dijadikan usaha adalah bunga sedap malam. Bunga sedap malam sangat diminati karena memeiliki bentuk yang cantik dan memeliki bau yang harum serta kesegaran yang mampu bertahan lama. Wanginya yang seharum melati dapat menenangkan hati orang di sekitarnya. Bunga sedap malam mempunyai sejumlah manfaat untuk kesehatan, mulai dari mengobati influenza sampai rematik.Produksi bunga sedap malam pada tahun 2016  sebesar 69.365.952 tangkai, telah melampau target yang ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 31.570.783 tangkai atau 19,72%. Peningkatan produksi ini utamanya dipengaruhi oleh peningkatan luas panen dan produktivitas tanaman sedap malam. Potensi luas panen tanaman sedap malam yang ada di Kabupaten Pasuruan sampai dengan tahun 2016 mencapai 7.526.399 m2.  Oleh karena itu pemerintah provinsi Jawa Timur menetapkan bunga sedap malam sebagai maskot flora Jawa Timur dengan varietas roro anteng dan mengembangkan varietas dian arum dari Cianjur Jawa BaratTujuan Penelitian Untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keuntungan pemasaran bunga sedap malam di tingkat pedagang di Surabaya. Model  keuntungan dinyatakan dalam bentuk logaritma ganda sebagai berikut : K  =  b0 + b1 B1 + b2 B2 + b3 B3 + b4  B4 + b5  B5 + u.Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, maka model keuntungan pemasaran bunga sedap malam di Surabaya adalah sebagai berikut : KP = - 10678,705 + 2,408 B1  -  11,532 B2 – 1..092 B3 + 33,688 B4 + e. Nilai koefisien determinasi sebesar (R2 = 64,2%) berarti 64,2% keuntungan pemasaran bunga sedap malam di Surabaya dipengaruhi oleh variabel – variabel yang dimasukkan ke dalam model, yaitu transportasi, sewa, listrik dan retribusi, sedang sisanya (35, 8%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model, misalnya tenaga kerja, sortasi, bongkar muat, penyimpanan. Secara simultan, berdasarkan F-statistik sebesar 4,478 dengan sigifikansi 0,025 %, diartikan bahwa secara simultan semua aktivitas pemasran yang dilakukan meliputi biaya transport, biaya sewa stand, biaya listrik dan biaya retribusi berpengaruh signifikan terhadap keuntungan pemasaran bunga sedap malam di Surabaya. Secara parsial aktivitas pemasarann yang berpengaruh significant terhadap keuntungan pemasaran adalah biaya transport dan biaya retribusi.Kata Kunci  : Aktivitas Pemasaran Biaya Pemasaran, Keuntungan Pemasaran

Page 3 of 14 | Total Record : 140