cover
Contact Name
Zul Anwar
Contact Email
zulanwar17@gmail.com
Phone
+62817259116
Journal Mail Official
mandalikaindo@gmail.com
Editorial Address
http://ojs.cahayamandalika.com/index.php/jtm/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal Transformation of Mandalika
ISSN : -     EISSN : 27455882     DOI : -
Journal Transformation Of Mandalika (JTM) e-ISSN 2745-5882 is a scientific journal that accepts articles for publication in all scientific fields. Published every month since September 2020.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 4 (2025): April" : 5 Documents clear
Pendidikan Multikultural Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Hak Asasi Manusia di Sekolah Luqman Kurniandrawan Nurhakim; Restika Septiani Gulo; Ahmad Arif Fadilah
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 4 (2025): April
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i4.4152

Abstract

Pendidikan multikultural berperan penting dalam mengangkat isu-isu kebebasan bersama (HAM) di sekolah. Melalui metode ini, siswa dan staf sekolah diajak untuk menghargai dan memahami keberagaman sosial, ras, agama, dan budaya. Pendidikan multikultural membantu memerangi perpecahan, generalisasi, dan kecurangan yang mungkin muncul dalam iklim pembelajaran. Siswa dapat menumbuhkan empati dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang sudut pandang orang lain dengan mempelajari budaya dan pengalaman orang lain. Hal ini berkontribusi pada pengembangan lingkungan sekolah yang inklusif di mana setiap individu diperlakukan dengan bermartabat dan hormat. Persepsi, sikap, dan tindakan siswa terkait hak asasi manusia juga dapat diubah melalui pendidikan multikultural. Pemahaman bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk dihormati, diakui, dan diperlakukan secara adil diajarkan kepada siswa. Mereka juga belajar tentang pentingnya kesempatan untuk berekspresi, hak atas pelatihan, dan kebebasan dasar lainnya. Sekolah menciptakan suasana yang mendorong kesetaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan dengan menerapkan pendidikan multikultural. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak asasi manusia, tetapi juga membantu membentuk generasi siswa yang lebih toleran, terbuka, dan siap menghadapi dunia yang semakin beragam.
Menumbuhkan Kesadaran Nasionalisme Generasi Muda di Era Globalisasi Melalui Nilai-Nilai Pancasila Muhammad Rifqi Ridho; Ruly Monica; Ahmad Arif Fadilah
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 4 (2025): April
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i4.4178

Abstract

Bangsa Indonesia sebagai sebuah negara tidak dapat menghindari tantangan globalisasi, tetapi dengan berpegang teguh pada Pancasila sebagai asasnya, Indonesia akan mampu mempertahankan jati diri dan eksistensinya. Tulisan ini menyatakan bahwa memupuk jiwa nasionalisme dalam benak generasi muda sejak kecil akan membuat mereka lebih tangguh menghadapi pengaruh negatif dan perubahan moral yang merajalela di era globalisasi. Maka, dengan memperkuat moralitas dan etika melalui pendidikan Pancasila, generasi muda Indonesia akan lebih siap menghadapi globalisasi dan sekaligus mempertahankan jati diri Indonesia. Nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia, seperti gotong royong, persahabatan, dan keramahan dalam bermasyarakat, merupakan keistimewaan dasar yang dapat membuat individu Indonesia mencintai dan melestarikan budaya bangsanya sendiri. Namun, ciri masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat yang ramah dan santun kini mulai luntur sejak masuknya budaya asing ke Indonesia yang tidak dapat diseleksi dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Maka, dalam hal ini pemerintah memiliki peran penting untuk menjaga nilai-nilai budaya Indonesia dalam kehidupan masyarakatnya. Berikut ini beberapa cara untuk menjaga budaya Indonesia agar tidak terpengaruh oleh budaya asing yang negatif. 1) Menumbuhkan jiwa nasionalisme yang kuat, misalnya semangat mencintai produk dan budaya dalam negeri. 2) Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik-baiknya. 3) Menanamkan dan mengamalkan ajaran agama dengan sebaik-baiknya. 4) Selektif terhadap budaya asing yang masuk ke Indonesia. 5) Memperkuat dan memelihara jati diri bangsa agar tidak luntur. Dengan demikian, masyarakat dapat bersikap bijak dalam menentukan sikap agar jati diri dan kepribadian bangsa tidak luntur akibat masuknya budaya asing ke Indonesia, khususnya
Penggunaan Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMK Nurul Islam Sekarbela Agus Jayadi; Risdayanti; Hastuti Diah Ikawati
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 4 (2025): April
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i4.4193

Abstract

Permasalahan di SMK Nurul Islam Sekarbela adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Teknik Dasar Komputer Jaringan dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Pelajaran 2023/2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Cisco Packet Tracer Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran Teknik Dasar Komputer Jaringan dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen One-Group-Pretest-Posttest. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes Pretest-Posttest sebagai metode utama, observasi dan dokumentasi sebagai metode pelengkap. Teknik analisis data menggunakan rumus uji-t (t-test) hasil analisis data diperoleh nilai pertambahan data = 4,817, sedangkan nilai t tabel d.b = N-1 = 26-1 = 25 dengan taraf signifikansi 5% = 1,708. Dengan demikian, nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel (4,817 > 2,064). Hal ini berarti hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima, yang menyatakan bahwa: Terdapat Pengaruh Penggunaan Cisco Packet Tracer terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMK Nurul Islam Sekarbela Tahun Pelajaran 2023/2024, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini "signifikan".
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Bagi Siswa Di Era Globalisasi Lulu Atun Azizah; Ulfa Tuzzami; Ahmad Arif Fadilah
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 4 (2025): April
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i4.4196

Abstract

Untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, diperlukan pendidikan yang tidak terpisahkan dari ajaran Pancasila sebagai dasar penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Pancasila memiliki rangkaian nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima nilai tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang merujuk pada satu tujuan. Nilai-nilai dasar Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan bersifat universal, objektif, artinya nilai-nilai tersebut dapat digunakan dan diakui oleh negara lain. Sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, Pancasila pada hakikatnya bukan hanya hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau sekelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain di dunia, melainkan Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai budaya, dan nilai-nilai agama yang terkandung dalam pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila memiliki rangkaian nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima nilai tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang mengacu pada satu tujuan. Nilai-nilai dasar Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan bersifat universal, objektif, artinya nilai-nilai tersebut dapat digunakan dan diakui oleh negara lain. Sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, Pancasila pada hakikatnya bukan hanya hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau sekelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain di dunia, melainkan Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai budaya, dan nilai-nilai agama yang terkandung dalam pandangan hidup bangsa Indonesia
Pengaruh Efikasi Diri dan Model Pembelajaran CTL Terhadap Minat Belajar PAK dan Budi Pekerti Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Badiri Debora Sitohang
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 4 (2025): April
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i4.4681

Abstract

This study aims to analyze: 1) the effect of self-efficacy on the interest in learning PAK and Budi Pekerti of students in grade IX SMP Negeri 1 Badiri; 2) the effect of CTL learning model on the interest in learning PAK and Budi Pekerti of students in grade IX SMP Negeri 1 Badiri; 3) the effect of self-efficacy and CTL learning model together on the interest in learning PAK and Budi Pekerti of students in grade IX SMP Negeri 1 Badiri. The method used in this research is quantitative research method with explanatory approach. The population of ninth grade students of SMP Negeri 1 Badiri in the 2024/2025 academic year was 136 people and 25% of the population became the sample in this study, namely 34 people. Data were collected using a closed questionnaire of 50 items. The results of data analysis show that: 1) there is a positive and significant effect of self-efficacy on interest in learning PAK by 18.3%; 2) there is a positive and significant effect of CTL learning model on interest in learning PAK by 24%; and 3) there is a positive and significant effect of self-efficacy and CTL learning model together on interest in learning PAK by 27.4%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 12 (2025): Desember Vol. 6 No. 11 (2025): November Vol. 6 No. 10 (2025): Oktober Vol. 6 No. 9 (2025): September Vol. 6 No. 8 (2025): Agustus Vol. 6 No. 7 (2025): Juli Vol. 6 No. 6 (2025): Juni Vol. 6 No. 5 (2025): Mei Vol. 6 No. 4 (2025): April Vol. 6 No. 3 (2025): Maret Vol. 6 No. 2 (2025): Februari Vol. 6 No. 1 (2025): Januari Vol. 5 No. 12 (2024): Desember Vol. 5 No. 11 (2024): November Vol. 5 No. 10 (2024): Oktober Vol. 5 No. 9 (2024): September Vol. 5 No. 8 (2024): Agustus Vol. 5 No. 7 (2024): Juli Vol. 5 No. 6 (2024): Juni Vol. 5 No. 5 (2024): Mei Vol. 5 No. 4 (2024): April Vol. 5 No. 3 (2024): Maret Vol. 5 No. 2 (2024): Februari Vol. 5 No. 1 (2024): Januari Vol. 4 No. 12 (2023): Desember Vol. 4 No. 11 (2023): November Vol. 4 No. 10 (2023): Oktober Vol. 4 No. 9 (2023): September Vol. 4 No. 8 (2023): Agustus Vol. 4 No. 7 (2023): Juli Vol. 4 No. 6 (2023): Juni Vol. 4 No. 5 (2023): Mei Vol. 4 No. 4 (2023): April Vol. 4 No. 3 (2023): Maret Vol. 4 No. 2 (2023): Februari Vol. 4 No. 1 (2023): Januari Vol. 3 No. 12 (2022): Desember Vol. 3 No. 11 (2022): November Vol. 3 No. 10 (2022): Oktober Vol. 3 No. 9 (2022): September Vol. 3 No. 8 (2022): Agustus Vol. 3 No. 7 (2022): Juli Vol. 3 No. 6 (2022): Juni Vol. 3 No. 5 (2022): Mei Vol. 3 No. 4 (2022): April Vol. 3 No. 3 (2022): Maret Vol. 3 No. 2 (2022): Februari Vol. 3 No. 1 (2022): Januari Vol. 2 No. 12 (2021): Desember Vol. 2 No. 11 (2021): November Vol. 2 No. 10 (2021): Oktober Vol. 2 No. 9 (2021): September Vol. 2 No. 8 (2021): Agustus Vol. 2 No. 7 (2021): Juli Vol. 2 No. 6 (2021): Juni Vol. 2 No. 5 (2021): Mei Vol. 2 No. 4 (2021): April Vol. 2 No. 3 (2021): Maret Vol. 2 No. 2 (2021): Februari Vol. 2 No. 1 (2021): Januari Vol. 1 No. 4 (2020): Desember Vol. 1 No. 3 (2020): November Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober Vol. 1 No. 1 (2020): September More Issue