cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalagrisains@gmail.com
Phone
+6283827966282
Journal Mail Official
jurnalagrisains@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bumi Tadulako, Tondo, Palu 94111, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah AgriSains
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14123657     EISSN : 27165078     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang Peternakan: Ilmu Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Pembangunan Peternakan, Produksi Ternak, Budidaya Ternak, Produksi dan Teknologi Pakan Ternak, Bioteknologi Peternakan, Sain Veteriner. Bidang Perikanan: Budidaya Perikanan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Pengolahan Hasil Perikanan, Nutrisi dan Makanan Ikan, Bioteknologi Perikanan, Teknologi Penangkapan Ikan, Sumberdaya Perairan, Sosial Ekonomi Perikanan, Budidaya Perairan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 1 (2020): April" : 7 Documents clear
Survival Rate and Growth of Pterapogon kauderni Larvae Given Different Feed Types: Tingkat Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Larva Pterapogon kauderni yang Diberi Jenis Pakan Berbeda Muhammad Safir; Desiana Trisnawati Tobigo; Septina F Mangitung; Daniel Sambaeni; Muh Ryaldi; Rizilvana Datu Adam; Zainab Zainab; Husain Husain
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.801 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i1.2020.1-7

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis pakan yang memberikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang tinggi pada larva Pterapogon kauderni pasca pelepasan dari mulut induknya. Penelitian didesain menggunakan tiga perlakuan meliputi; pemberian pakan komersial (A), udang rebon/Acetes (B), dan rotifer/Rotifera sp. (C). Setiap perlakuan diberi tiga kali ulangan. Pakan diberikan sebanyak tiga kali dalam sehari (pagi, siang dan sore hari) secara at-satiation. Lama pemeliharaan dilakukan selama satu minggu. Hasil analisis menunjukkan laju pertumbuhan harian tertinggi terjadi pada perlakuan B (1.39±0.92%), dan berbeda secara signifikan (P<0.05) dengan perlakuan A (0.90±0.02%). Pertambahan biomasa tertinggi terjadi pada perlakuan C (0.005 g) dibandingkan perlakuan lainnya (A=0.003 g, B=0.003 g). Kelangsungan hidup untuk semua perlakuan tidak berbeda secara signifikan (P>0.05). Sebagai kesimpulan, jenis pakan yang memberikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan tertinggi pada larva ikan P. kauderni pasca pelepasan dari mulut induknya adalah rotifer.
Evaluation of CpG DNA for Increasing Immune Gene Expression in Grouper (Epinephelus fuscoguttatus): Evaluasi Pemberian CpG DNA untuk Meningkatkan Ekspresi Gen Imun pada Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) Ruqayyah Jamaluddin; Sunarti Sunarti; Nur Fajriani Nursida; Agus Suryahman; Akbar Marzuki Tahya
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.802 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i1.2020.8-16

Abstract

CpG DNA merupakan imunostimulan DNA sintetik yang mengandung CpG motif, terdiri dari sekuen pendek satu atau lebih motif CpG dan berperan sebagai danger signal terhadap sistem kekebalan imun natural maupun bawaan. Penelitian bertujuan menganalisa kemampuan CpG DNA untuk meningkatkan ekspresi gen Interleukin 1β (IL1β) pada ikan kerapu macan agar dapat dijadikan sebagai imunostimulan. Analisis tingkat ekspresi gen dilakukan dengan cara mengekstrak RNA organ kepala ginjal yang diberi perlakuan CpG DNA dan perlakuan PBS sebagai kontrol.Sintesis DNA komplementer (cDNA) dilakukan menggunakan kit Ready To Go You Prime FirstStrand Beads (GE Healthcare) dengan teknik RT-PCR. Produk PCR selanjutnya dianalisa dengan UN SCAN IT berdasarkan ketebalan fragmen DNA. Tingkat ekspresi gen serta nilai luminescence photostimulated dari gen IL1β lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan PBS sebagai kontrol. Nilai luminescence photostimulated gen IL1β pada perlakuan CpG DNA yaitu 113684 sementarapada perlakuan PBS sebagai kontrol hanya sebesar 95610.
Different Preliminary Feed on The Response of Growth and Sustainability of Betta Fish Larvae (Betta splendens): Pemberian Pakan Awal Berbeda terhadap Respon Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Cupang Betta splendens Yohana Yohana; Fadly Y Tantu; Madinawati Madinawati
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.58 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i1.2020.17-22

Abstract

Beberapa masalah dalam kegiatan budidaya Betta splendens adalah pertumbuhan yang lambat dan tingkat kematian masih tinggi pada tahap larva. Umumnya, larva Betta splendens memerlukan jenis pakan berdasarkan mulut larva. Beberapa jenis pakan yang dapat diberikan untuk larva adalah Infusoria dan suspensi kuning telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup Betta splendens yang diberi pakan awal berbeda. Penelitian dilakukan pada Januari-Februari 2019 di Laboratorium Kualitas Air dan Biota Perairan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan RAL yang terdiri dari 3 perlakuan: A (infusoria); B (kuning telur); C (infusoria dan kuning telur). Data dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan awal yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan Betta splendens. Bobot tertinggi pada perlakuan pakan Infusoria dan persentase kelangsungan hidup tertinggi dalam perlakuan pakan kuning telur.
Phylogenetic Analysis of Mud Crab Scylla olivacea with Several Crustacean based on mRNA Encoding FAMeT: Analisis Filogenetik Kepiting Bakau Scylla olivacea dengan Beberapa Krustasea berdasarkan Gen Penyandi FAMeT Sunarti Sunarti; Akbar Marzuki Tahya; Ruqayyah Jamaluddin
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.026 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i1.2020.23-29

Abstract

Penelitian sebelumnya telah berhasil mengisolasi, dan sekuens basa nukleotida mRNA penyandi FAMeT Scylla olivacea. Beberapa penelitian menuliskan bahwa urutan mRNA penyandi FAMeT memiliki perbedaan pada spesies krustasea. Tujuan penelitian untuk mengetahui jarak kekerabatan S. olivacea dengan krustasea lainnya berdasarkan sekuen mRNA penyandi FAMeT. Kesamaan sekuen mRNA penyandi FAMeT menunjukkan beberapa krustasea yang memiliki kemiripan dengan sekuen mRNA FAMeT S. olivacea. Analisis pohon filogeni menunjukkan adanya 2 klasterkekerabatan mRNA penyandi FAMeT S. olivacea pada cabang yang sama dengan 2 spesies kepiting lainnya: S. serrata dan S. paramamosain. Selain pada genus Scylla, ditemukan pula pada Portunus trituberculatus dan P. pelagicus serta udang sungai Macrobrachium rosenbergii. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kepiting S. olivacea monofiletik dengan 2 kepiting bakau lainnya, yaitu rajungan serta udang sungai M. rosenbergii. Sehingga menggambarkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat secara genetik. Sementara pada cabang ke 2 terdiri atas krustasea jenis udang-udangan seperti Homarus americanus, Cherax quadricarinatus, Fenneropenaeus merguiensis, Metapenaeus ensis dan Litopenaeus vannamei.
Comparison of Agronomic Attributes Two Types of Panicum Grass on The Pot Experiment : Perbandingan Atribut Agronomi Dua Jenis Rumput Panicum pada Percobaan Pot Tarsono Tarsono
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.022 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i1.2020.30-38

Abstract

Percobaan pot bertujuan membandingkan aspek-aspek atribut agronomi dua jenis rumput Panicum telah dilaksanakan mulai Agustus sampai September 2018 di rumah kaca (greenhouse) Universitas Tadulako, Palu. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua perlakuan dengan 10 ulangan digunakan dalam penelitian ini. Peubah yang diamati mencakup tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang pelepah daun, panjang helai daun, lebar daun, dan produksi bahan kering. Data yang terkumpul dianalisis ragam menggunakan program SX, dengan uji lanjut beda nyata terkecil (P=0,05) untuk variabel yang secara nyata dipengaruhi oleh perlakuan. Panicum maximum memiliki kemiripan dengan P. sarmentosum dalam hal jumlah anakan, panjang pelepah daun, lebar daun, dan tinggi tanaman (P>0,05), tetapi tidak untuk variabel panjang helai daun, dan produksi bahan kering hijauan (P<0,05).
The Effect of Additional Probiotic EM-4 (Effective Microorganism-4) on Feed on Growth, Feed Conversion Ratio, and Fish Seed Survival Cyprinus carpio L.: Pengaruh Penambahan Probiotik EM-4 (Effective Microorganism-4) pada Pakan terhadap Pertumbuhan, Rasio Konversi Pakan dan Sintasan Benih Ikan Mas Cyprinus carpio L. Abdillah Abdillah; Madinawati Madinawati
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.736 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i1.2020.39-46

Abstract

Kendala budidaya ikan mas yaitu pemberian pakan buatan pada benih yang belum optimal terhadap terhadap kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan. Hal ini disebabkan karena sistem pencernaan pada benih belum berdiferensiasi secara morfologis maupun fisiologis, sehingga kemampuan benih untuk mencerna pakan masih memerlukan penambahan suplemen seperti probiotik. Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh penambahan EM-4 dalam pakan terhadap SGR, FCR dan sintasan benih ikan mas. Penelitian dilaksanakan April - Mei 2019 di Laboratorium Kualitas Air dan Biota Akuatik, Universitas Tadulako. Penelitian menggunakan RAL terdiri 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu variasi dosis penambahan EM-4 yang dicampur pada pakan komersil: A (0 ml/kg pakan); B (2 ml/kg pakan); C (6 ml/kg pakan); D (10 ml/kg pakan); E (14 ml/kg pakan). Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan probiotik EM-4 pada pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap SGR, FCR dan sintasan ikan mas. Perlakuan D (10 ml/kg pakan) merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan SGR 0,014%, pertumbuhan bobot mutlak sebesar 7,775 g, FCR sebesar 0,350 dan sintasan 95%.
Feeding Frequency to Increase in Body Weight and Blood Chemical Levels of Local Goat: Frekuensi Pemberian Pakan terhadap Pertambahan Bobot Badan dan Kadar Kimia Darah Kambing Kacang Padang Hamid; Zainal Zainal; Nirwana Nirwana; Mustafa Mustafa
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 21 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.53 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v21i1.2020.47-53

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pertambahan bobot badan konsumsi bahan kering, efisiensi penggunaan bahan kering, kadar glukosa darah dan kadar urea darah kambing kacang yang diberi pakan dengan frekuensi berbeda. Organisme uji sebanyak 15 ekor kambing lokal betina berumur ±10 bulan dengan bobot badan 14–20 kg. Penelitian bersifat eksperimen menggunakan RAL dengan tiga perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah : P1 = Pemberian pakan 1,5% konsentrat dan 1,5% hijauan bahan kering diberikan satu kali pada pukul 07.00 WITA berdasarkan bobot badan; P2 = Pemberian pakan 0,75% konsentrat dan 0,75% hijauan bahan keringdiberikan pada pukul 07.00 WITA, pukul 13.00 WITA diberikan kembali 0,75% konsentrat dan 0,75% hijauan bahan kering berdasarkan bobot badan; P3 = Pemberian pakan 0,5% konsentrat dan 0,5% hijauan bahan kering diberikan pada pukul 07.00 WITA, dan pada pukul 13.00 WITAdiberikan 0,5% konsentrat dan 0,5% dan pukul 19.00 WITA diberikan 0,5% konsentrat dan 0,5% pada hijauan bahan kering berdasarkan bobot badan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi pemberian pakan tidak memberikan pengaruh terhadap konsumsi bahan kering dan kadar urea darah, namun pemberian pakan sebanyak 2 kali nyata meningkatkan pertambahan bobotbadan, efisiensi penggunaan ransum dan kadar glukosa darah kambing kacang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7