cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalagrisains@gmail.com
Phone
+6283827966282
Journal Mail Official
jurnalagrisains@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bumi Tadulako, Tondo, Palu 94111, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah AgriSains
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14123657     EISSN : 27165078     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang Peternakan: Ilmu Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Pembangunan Peternakan, Produksi Ternak, Budidaya Ternak, Produksi dan Teknologi Pakan Ternak, Bioteknologi Peternakan, Sain Veteriner. Bidang Perikanan: Budidaya Perikanan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Pengolahan Hasil Perikanan, Nutrisi dan Makanan Ikan, Bioteknologi Perikanan, Teknologi Penangkapan Ikan, Sumberdaya Perairan, Sosial Ekonomi Perikanan, Budidaya Perairan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus" : 7 Documents clear
Effect of the Concentration of the Mushrooms Neurospora sp. and Fermentation Time on Dry Material Content, Crude Protein and Crude Fiber of Sludge Palm Oil: Pengaruh Konsentrasi Jamur Neurospora sp. dan Waktu Fermentasi terhadap Kandungan Bahan Kering, Protein Kasar dan Serat Kasar Lumpur Sawit Hasmida; Asriani Hasanuddin; Syahrir; Nur Aidah
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.263 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i2.2021.59-67

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi level konsentrasi jamur Neurospora sp. dan waktu fermentasi terhadap kandungan bahan kering, protein kasar, dan serat kasar lumpur sawit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 setiap perlakuan diulang 2 kali. Faktor pertama adalah level konsentrasi jamur (0%, 5%, 10%) dan faktor kedua adalah waktu fermentasi (48, 72, dan 96 jam). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan interaksi antara level konsentrasi jamur Neurospora sp. dan waktu fermentasi lumpur sawit, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan kering dan protein kasar sedangkan pada kandungan serat kasar tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Secara mandiri level konsentrasi dan waktu berpengaruh nyata terhadap kandungan bahan kering, protein kasar dan serat kasar. Nilai tertinggi bahan kering diperoleh pada kombinasi waktu 72 jam dan konsentrasi 10% (W2K10% = 66,323%) dan pada protein kasar yaitu waktu 96 jam dan konsentrasi 10% (W3K10% = 21,430%), sedangkan pada serat kasar terjadi penurunan. Penggunaan Neurospora sp. dengan konsentrasi dan waktu fermentasi yang berbeda dapat meningkatan kandungan bahan kering, protein kasar, dan menurunkan kandungan serat kasar lumpur sawit fermentasi.
The Utilization of Expired Instant Noodles as a Subtitute for Milled Corn in Concentrate of Weight Gain and Physiological Status of Goat: Pemanfaatan Mie Instan Kadaluarsa sebagai Pengganti Jagung Giling dalam Konsentrat terhadap Pertambahan Bobot Badan dan Status Faali Ternak Kambing Sri Wulan; Nirwana; Zainal
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.951 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i2.2021.68-73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mie instan kadaluarsa sebagai pengganti jagung giling terhadap pertambahan bobot badan dan status faali kambing kacang. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 15 ekor kambing lokal betina umur ±10 bulan dengan kisaran bobot badan antara 9,92-19,25 kg. Rancangan lingkungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 5 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sebagai kelompok. Adapun perlakuan yang cobakan yaitu P1 = Mie instan mengganti jagung giling sebesar 100% dalam susunan konsentrat; P2 = Mie instan mengganti jagung giling sebesar 75% dalam susunan konsentrat; P3 = Mie instan mengganti jagung giling sebesar 50% dalam susunan konsentrat; P4 = Mie instan mengganti jagung giling sebesar 25% dalam susunan konsentrat dan P5 = Mie instan mengganti jagung giling sebesar 0% dalam susunan konsentrat. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggantian jagung giling dengan limbah mie instan kadaluarsa sampai 100% dalam konsentrat tidak memberikan pengaruh negatif terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi bahan kering, efisiensi penggunaan ransum, suhu tubuh, frekuensi respirasi, dan frekuensi pulsus kambing Kacang.
Complete Silage of Forage Corn and King Grass to Weight Gain and Physiological Status of Goat and Sheep: Pemberian Silase Komplit Hijauan Jagung dan Rumput Raja terhadap Pertamabahan Bobot Badan dan Status Faali Kambing dan Domba Nirwana; Sri wulan; Zainal
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.951 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i2.2021.74-80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertambahan bobot badan, konsumsi bahan kering, efisiensi penggunaan bahan kering, suhu tubuh, frekuensi respirasi, dan frekuensi pulsus kambing Kacang dan domba lokal yang diberi silase komplit berbahan dasar hijauan jagung dan rumput raja. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 12 ekor ternak kambing betina dan 12 ekor ternak domba umur ±10 bulan. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2×2 dan diulang sebanyak 6 kali. Faktor pertama adalah jenis ternak (kambing dan domba). Faktor kedua terdiri atas dua jenis silase komplit yaitu P1 = Silase komplit berbahan dasar hijauan jagung dan P2 = Silase komplit berbahan dasar rumput raja. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara jenis ternak dan silase komplit terhadap konsumsi bahan kering ransum, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan, efisiensi penggunaan bahan kering ransum, suhu tubuh, frekuensi respirasi, dan frekuensi pulsus. Ternak kambing memiliki pertambahan bobot badan nyata lebih tinggi, namun suhu tubuh dan frekuensi pulsus lebih rendah dibanding ternak domba. Adapun konsumsi bahan kering, efisiensi penggunaan ransum dan frekuensi respirasi tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata. Silase komplit tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi bahan kering ransum, efisiensi penggunaan bahan kering ransum, suhu tubuh, frekuensi respirasi dan frekuensi pulsus.
Addition of Carrot Flour in Commercial Feed to Enhance Colour Brightness of Siamese Fighting Fish (Betta sp.): Penambahan Tepung Wortel pada Pakan Komersil untuk Meningkatkan Kecerahan Warna Ikan Cupang (Betta sp.) Ansar; Nasmia
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.407 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i2.2021.81-88

Abstract

Warna yang cerah merupakan salah satu daya tarik utama ikan hias. Semakin cerah warna ikan hias maka semakin tinggi nilainya. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mendapatkan warna cerah yang merata pada ikan adalah pemberian pakan sumber karoten dan suplemen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung wortel pada pakan komersil terhadap tingkat kecerahan warna ikan cupang (Betta sp.) Penelitian dilakukan di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako mulai bulan Agustus-September 2020. Desain percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan tepung wortel pada pakan komersil untuk meningkatkan kecerahan warna ikan cupang (Betta sp.) A= Tanpa tepung wortel, B=24%, C=25% D=26%, E=27%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan warna yang tertinggi terdapat pada perlakuan E penambahan tepung wortel 27% memberikan peningkatan warna pada ikan cupang dengan skor rata-rata 7,1, kemudian diikuti perlakuan C=25% dengan skor 7,0, kemudian diikuti perlakuan D=26% dengan skor 6,7 kemudian diikuti perlakuan B=24%, dengan skor 6,5, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan A tanpa penambahan tepung wortel dengan skor rata-rata 6,4.
Masculinization of Tilapia (Oreochromis niloticus) Through Coconut Water Immersion with Different Concentrations: Maskulinisasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) melalui Perendaman Air Kelapa dengan Konsentrasi Berbeda Regita Cahyani; Novalina Serdiati; Musayyadah Tis'in; Aswad Eka Putra
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.324 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i2.2021.89-97

Abstract

Pertumbuhan ikan nila jantan cenderung lebih cepat dibandingkan dengan ikan nila betina. Salah satu upaya untuk mempercepat pertumbuhan ikan nila yaitu dengan sex reversal. Sex reversal melalui maskulinisasi memungkinkan ikan betina berdiferensiasi menjadi ikan jantan. Air kelapa mengandung kalium (312 mg/100 g) berfungsi sebagai alternatif bahan alami pengganti hormon sintetis 17α- Methyltestosterone. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi air kelapa yang berbeda terhadap persentase kelamin jantan ikan nila yang dihasilkan melalui perendaman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu Perlakuan A (kontrol), B (konsentrasi air kelapa 25%), C (konsentrasi air kelapa 35%) dan D (konsentrasi air kelapa 45%). Data dianalisis ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perendaman larva ikan nila dalam air kelapa berpengaruh nyata (α<0,05) terhadap persentase kelamin jantan denga persentase tertinggi pada konsentrasi 35% (86,87%).
The Effect of Giving Temulawak (Curcuma zanthorrhiza) Flour on the Productivity of Puyuh Bird Eggs: Pengaruh Pemberian Tepung Temulawak (Curcuma zanthorrhiza) terhadap Produktivitas Telur Burung Puyuh Ni Luh Sukriani; Sri Sarjuni
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.554 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i2.2021.98-105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung temulawak terhadap produktivitas telur burung puyuh. Materi penelitian menggunakan 100 ekor ternak burung puyuh betina fase layer yang diperoleh dari penelitian sebelumnya dan bibit puyuh diperoleh dari kelompok pembibitan burung puyuh kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, level penggunaan tepung temulawak sebagai berikut: (P0: 0%; P1: 0,5%; P2: 1%; P3: 1,5%; dan P4: 2%). Peubah yang diamati yaitu konsumsi ransum (g), persentase produksi telur (%) dan konversi ransum. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa penggunaan tepung temulawak dalam ransum memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum dan konversi ransum, dan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi telur. Kesimpulan: dari hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa hasil yang terbaik adalah pemberian 1,5% tepung temulawak dalam ransum ditinjau dari persentase produksi telur yang dihasilkan.
Biomass and Nutritional Content of Silk Worms (Tubifex sp.) on The Substrate of Germented Chicken Manure: Biomassa dan Kandungan Nutrisi Cacing Sutera (Tubifex sp.) pada Subtrat Kotoran Ayam Hasil Fermentasi Putri Anita; Irawati Mei Widiastuti
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.578 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i2.2021.106-113

Abstract

Cacing sutera (Tubifex sp.) merupakan pakan alami yang banyak dimanfaatkan pada kegiatan pembenihan larva dan benih ikan di industri budidaya perikanan. penggunaan cacing sutera yang masih didominasi dari hasil tangkap di alam, mengakibatkan penurunan produksi di alam sedangkan permintaan kebutuhan akan cacing sutera cukup tinggi. Salah satu upaya untuk memenuhi ketersediaan cacing sutera sebagai pakan alami untuk proses budidaya maka dilakukan kultur cacing sutera. Keberhasilan kultur cacing sutera ditentukan oleh media kultur yang mengandung bahan organik dan non organik seperti kotoran ayam fermentasi, bekatul dan ampas tahu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan substrat dengan penambahan kotoran ayam fermentasi terhadap pertumbuhan biomassa dan kandungan nutrsi cacing sutera (Tubifex sp). Penelitian ini didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dosis kotoran ayam fermentasi (A : 40 g; B : 50 g; C : 60 g; D : 70 g), masing-masing diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan biomassa dan kandungan nutrisi yang tertinggi terdapat pada perlakuan dengan jumlah substrat 50 g kotoran ayam fermentasi (12,28±8,81 g).

Page 1 of 1 | Total Record : 7