cover
Contact Name
Tohir Zuhdi
Contact Email
tohirz@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281327056975
Journal Mail Official
jurnalkependidikan@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kependidikan
ISSN : 2355018X     EISSN : 25984845     DOI : https://doi.org/10.24090/jk
Core Subject : Education,
Jurnal Kependidikan is a peer-reviewed journal that mediates the dissemination of researchers in education, especially from management, research, a study of thinking, and educational evaluation. The journal is published by Ikatan Keluarga Alumni Institut Agama Islam Negeri Purwokerto. We accept submissions from all over the world. All submitted articles shall never been published elsewhere, original and not under consideration for other publication.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2022)" : 11 Documents clear
Implementasi Manajemen Mutu Terpadu di Madrasah Ibtidaiyah Rohmat Rohmat; Yuslam Yuslam
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i1.6417

Abstract

The quality of madrasah education is influenced by internal and external factors of madrasas. The transformation process in schools / madrasas is influenced by input and environment. Various systems in madrasas have an impact on how perceptions, understandings, consensus, and madrasa commitment to quality, both in planning, implementation, and control. Thus, it is necessary to learn more about their perceptions, understandings, and consensus on the quality of education and what the reality of the quality of madrasa education is. So that madrasas need to implement integrated quality management. This research uses qualitative research methods using research samples at MIN 1 Banyumas and MI MA Nu 1 Pageraji Banyumas. The research findings are as follows: integrated quality management principles conducted at MIN 1 Banyumas and MI Ma "arif pageraji Purwokerto refer to various quality planning programs carried out, among others: (a) increasing teacher competency, through OJT activities (on the job trainning), which is aimed at productive teachers in collaboration with various Higher education institutions (b) Training programs to improve teacher competency. Implementation of quality management as follows; (1) Identification of service / business / education processes; (2) Establish a quality policy; (3) Establish quality objectives and quality management plans; (4) identification of document requirements; (5) Making quality guidance documents and procedures; and (6) Making work instructions after this is done next. As for the quality control system conducted at MIN and MI Ma "arif pageraji Purwokerto. Quality assurance, which is carried out internally by madrassas, will be controlled and audited through accreditation activities carried out by madrasa accreditation bodies or other institutions externally. Thus, the objectivity of the assessment of the maintenance and improvement of the quality of madrasah education on an ongoing basis can be realized. Keywords: Management, Quality, Education Abstrak Mutu pendidikan madrasah dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal madrasah. Proses transformasi di sekolah/madrasah dipengaruhi oleh input dan lingkungan. Berbagai sistem yang ada di madrasah berdampak pada bagaimana persepsi, pemahaman, konsensus, maupun komitmen madrasah terhadap mutu, baik dalam perencanaan, implementasi, maupun pengendaliannya. Dengan demikian, perlu dipelajari lebih lanjut tentang persepsi, pemahaman, maupun konsensus mereka terhadap mutu pendidikan dan seperti apa realita mutu pendidikan madrasah yang mereka wujudkan. Sehingga madrasah perlu mengimplementasikan manajemen mutu terpadu.Riset ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan sampel penelitian di MIN 1 Banyumas dan MI MA Nu 1 Pageraji Banyumas. Adapun temuan penelitian sbb: prinsip-prinsip manajemen mutu terpadu yang dilakukan di MIN 1 Banyumas dan MI Ma”arif pageraji Purwokerto mengacu pada berbagai program perencanaan mutu yang dilakukan , antara lain: (a) peningkatan kompetensi guru, melalui kegiatan OJT (on the job trainning), yang ditujukan pada guru-guru produktif bekerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan Tinggi (b) Program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru. Pelaksanaan manajemen mutu sebagai berikut; (1) Identifikasi proses pelayanan/bisnis/pendidikan; (2) Menetapkan kebijakan mutu; (3) Menetapkan sasaran mutu dan rencana manajemen mutu; (4) Identifikasi kebutuhan dokumen; (5) Membuat dokumen pedoman dan prosedur mutu; dan (6) Membuat dokumen intruksi kerja Setelah hal tersebut dilakukan selanjutnya.adapun sistem pengendalian mutu yang dilakukan di MIN dan MI Ma”arif pageraji Purwokerto. Penjaminan mutu yang dijalankan secara internal oleh madrasah, akan dikontrol dan diaudit melalui kegiatan akreditasi yang dijalankan oleh badan akreditasi madrasah atau lembaga lain secara eksternal. Dengan demikian, obyektivitas penilaian terhadap pemeliharaan dan peningkatan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan dapat diwujudkan. Kata Kunci: Manajemen, Mutu, Pendidikan
Pengaruh Gerakan Literasi Sekolah Terhadap Minat Menulis Siswa Sekolah Dasar Ariyani, Dewi; Qolbiyulia, Syifa; Aisyah, Puji Nur; Nasikhatun, Ikhda Nani; Asshidiq, Mohammad Fadlil
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i1.6564

Abstract

This study aimed to investigate the effect of the School Literacy Movement on students' interest in writing at SD Negeri 7 Ciamis throughout the 2019-2020 academic year. The quantitative methodology of ex-post facto research was utilized for this study. There are two factors in this study: the School Literacy Movement (X) and writing interest (Y). This study's population consisted of sixth-grade pupils from SD Negeri 7 Ciamis, with a sample size of 30 individuals. The sampling method employed was a random sample. Using a Likert scale, information was gathered via a questionnaire. Normality and linearity tests are utilized to evaluate the data analysis requirements. The Pearson product moment correlation method is utilized as the data analysis technique. The results of the study indicate that the School Literacy Movement had no influence on the students of SD Negeri 7 Ciamis' interest in writing. This is evidenced by the r value of 0.210 r table 0.361 for the association between the School Literacy Movement (X) and writing interest (Y). The significance value used in the r table is 5%. The estimated r value is less than the r table, indicating that there is no association or correlation between the variable School Literacy Movement (X) and the variable interest in writing (Y).
Peningkatan Mutu Pembelajaran Melalui Optimalisasi Peran Guru Sebagai Manajer Kelas di SDN 1 Sokaraja Kulon Siti Maesaroh
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i1.7459

Abstract

The purpose of this study was to see the manager's ability, teachers' understanding of classroom management and the role of teachers as class managers to optimize the quality of learning at SDN 1 Sokaraja Kulon. This study used a qualitative approach with descriptive analysis, data techniques were carried out by interview, observation and documentation. The data analysis used consisted of data reduction, data collection and data retrieval. Sources of research data were school principals, teachers. The result of this research is that the role of teachers as class managers in SDN 1 Sokaraja Kulon can improve the quality of learning. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan manajer, pemahaman guru tentang pengelolaan kelas dan peran guru sebagai manajer kelas untuk mengoptimalkan mutu pembelajaran di SDN 1 Sokaraja Kulon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis deskriptif, tekhnik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.sumber data penelitian adalah kepala sekolah, guru. Hasil penelitian ini adalah peran guru sebagai manajer kelas di SDN 1 Sokaraja Kulon dapat meningkatkan mutu pembelajaran.
Peran KKG dalam Penguatan Kompetensi Profesional Guru SD di Gugus Diponegoro Korwilcam Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karangmoncol Purbalingga Kusno; Novan Ardy Wiyani; Made Yudhi Setiani
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i1.5198

Abstract

This research is a case study research aimed at analyzing the role of the teacher working group (KKG) in strengthening the professional competence of elementary school teachers in the Diponegoro Cluster Korwilcam Education and Culture Office of Karangmoncol Purbalingga. Data were collected using interview, observation and documentation techniques and then analyzed using three stages, namely data reduction, data display and verification. The results showed that with the various activities carried out by the KKG, the teachers already had the ability to master the material and scientific mindset that supported the subjects they taught, the teachers were able to organize fun learning activities, were able to conduct classroom action research as a reflective effort from the activities. learning that has been held, and able to utilize information and communication technology to organize innovative learning activities.
Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Berbasis Adiwiyata Mandiri di Sekolah Menengah Atas Subur
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i1.6606

Abstract

Penelitian bertujuan mengungkap kehidupan peduli lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari program sekolah. Program peduli dan ramah lingkungan dalam berbagai bentuk kegiatannya memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pengelola adiwiyata dan organisasi pecinta lingkungan (OPL) di SMA I Ajibarang. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan langkah penyajian data, reduksi, pengolahan dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program adiwiyata mandiri dilakukan melalui kebijakan sekolah baik yang bersifat intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Kegiatan dikoordinir oleh kader, diantaranya kader penanaman penghijauan, kader penguatan iman dan takwa, kader pemeliharaan kesehatan remaja, kader literasi, kader pengolahan sampah organic, kader pengolahan sampah anorganik dan kader penghematan energy air dan listrik. Kepedulian terhadap lingkungan juga melahirkan kesadaran sikap tanggungjawab, disiplin dan gotong royong. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan siswa menjadi manusia peduli terhadap lingkungan di tempat tinggalnya masing-masing.
Strategi Menanamkan Pendidikan Akhlak di Era Disrupsi Ofi Afiatun Hindun Ulfah; Layla Mardliyah; Iis Sugiarti
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i1.6864

Abstract

The development of science and technology is an incredible achievement of mankind. Namun in this era of progress has led mankind to face various increasingly complex problems, including the fading of the morals of the younger generation. This article intends to analyze moral education strategies in the era of disruption. The type of research in this study is qualitative by using the pustaka study method. The results of this study show that strengthening moral education in this disruptive era is the main need of the world of education, to form a superior, cultured and civilized generation of the nation. The strategies that can be carried out to strengthen moral education in his delivery are: it is necessary to introduce a complete and comprehensive understanding of the concept of morals itself; carry out integrative-inclusive moral education; carry out habituation strategies (conditioning), provide understanding (insight), and exemplary (modelling); implementing sufistic approach methods to overcome moral crises; and disseminating how to use digital media wisely.
Hubungan Kompetensi Guru dan Kepuasan Siswa dalam Pembelajaran Rina Hastari
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i1.6897

Abstract

Guru yang professional dituntut memberikan pelayanan prima kepada siswa. Pelayanan prima seorang guru adalah memberikan pelayanan yang baik kepada siswa sesuai dengan kebutuhannya. Dalam hal layanan, pendidikan dihadapkan pada masalah mutu yang berhubungan dengan kepuasan siswa. Pada konsep Total Quality Management (TQM), perbaikan mutu pendidikan melibatkan manager (kepala sekolah) dan karyawan (guru dan tenaga kependidikan). Pelayanan guru sebagai unsur yang berinteraksi secara langsung sangat dirasakan oleh siswa pada tingkat kepuasan tertentu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Subjek yang diambil dalam penelitian ini yaitu guru yang mengajar di SMP Negeri 2 Ajibarang sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik studi populasi dengan cara semua subjek yang ada dijadikan sebagai responden. Teknik pengumpulan data menggunakan ada 2 yaitu dokumen penilaian kinerja guru dan angket kepuasan siswa terhadap pelayanan guru. Analisis data menggunakan regresi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi guru dengan kepuasan siswa. Nilai korelasi X dan Y adalah 0.949 yang tergolong sangat kuat. Nilai koefisien determinasi adalah 0,898 atau 89.8% yang berarti kompetensi guru dapat menjelaskan kepuasan siswa sebesar 89.8%. Hal ini memberikan pengertian bahwa semakin positif atau semakin baik kompetensi guru, akan diiringi dengan meningkatnya kepuasan siswa. Demikian pula sebaliknya, apabila kualitas kompetensi guru rendah, akan diiringi dengan menurunnya kepuasan siswa.
Efikasi Guru dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran Melalui Workshop di SMP Negeri 2 Banyumas Nurul Hidayah; Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i1.7695

Abstract

Tanggung jawab utama seorang guru adalah merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.Tugas utama guru dalam membuat rencana pembelajaran adalah tugas yang harus diselesaikan sebelum guru dapat melakukan pembelajaran. Kegiatan perencanaan pembelajaran dilakukan dengan menyiapkan manajemen pembelajaran. Salah satu manajemen pembelajaran yang perlu disiapkan guru adalah suatu perangkat pembelajaran yang salah satunya adalah RPP. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh guru baik di dalam maupun di luar kelas. Pembelajaran yang dilakukan harus sesuai dengan rencana yang telah disusun. Tugas guru selanjutnya adalah melakukan penilaian. Penilaian dilakukan untuk mengukur keberhasilan belajar siswa dan keberhasilan mengajar guru. Selain itu, berdasarkan hasil tersebut, guru melakukan kegiatan tindak lanjut. Kegiatan perencanaan pembelajaran harus dipersiapkan secara matang untuk memudahkan pembelajaran bagi guru. Perencanaan pembelajaran melalui kegiatan mengembangkan kompetensi dasar dalam sebuah perangkat pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan secara mandiri atau dalam kelompok guru. Kegiatan penyusunan perangkat mengajar dalam bentuk dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dapat dilakukan melalui kegiatan workshop. Workshop dapat meningkatkan efektifitas guru dalam menciptakan perangkat pembelajaran. Kata kunci: efikasi guru, perangkat pembelajaran, lokakarya ABSTRACT A teacher's primary responsibility is to plan, implement, and evaluate learning. The teacher's main task in preparing lesson plans is the one that must be completed before the teacher begins to learn. Learning planning activities are carried out by preparation for learning management. One of the learning management tools that teachers need to prepare is school supplies, one of which is lesson plans. The implementation of learning is done by the teacher both inside and outside the classroom. The learning carried out must be in accordance with the prepared plan. The teacher's next task is to conduct the assessment. Assessments are made to measure student academic success and teacher success. In addition, based on these results, the teacher conducts follow-up activities. Learning planning activities need to be carefully prepared to facilitate teacher learning. Plan learning through activities to develop fundamental skills in a learning device. Lesson plans can be done independently or in a group of teachers. The preparation of teaching materials in the form of lesson plans and implementation plans can be done through workshops. Workshops can increase teachers' effectiveness in creating learning tools. Keywords: teacher efficacy, learning tools, seminars
Kepemimpinan dalam Administrasi Pendidikan Sri Winarsih
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i1.7698

Abstract

Abstract Leadership is a force that moves a struggle or activity towards success. Leadership means the process of influencing group activities in the context of formulating and achieving organizational goals. Therefore, a leader must be able to optimize management and set a good example in office and in everyday life so that the organization becomes conducive and the quality of education increases. There are two things that characterize leaders in carrying out their duties, namely "openness and willingness to serve". Leaders must be able to set a good example of the people they lead and place personnel in the organization according to their fields. To do so, we need not only the ability to utilize existing resources to achieve goals, but also the capacity to develop trust and high human resources are needed and "empowered". In addition, in improving quality, there are seven functions of a leader (principal/madrasah head) that must be carried out, including: educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator and motivator. A leader must also be able to "humanize humans" and must not be authoritarian and must be able to position himself. a leader must know the goals of the organization and must be disseminated to all "education customers" so that organizational goals are quickly achieved in accordance with the vision and mission of the institution, so that the quality of education increases and has "high selling points". Thus, good quality benchmarks are not absolute quality benchmarks, but relative benchmarks, namely those that meet the needs of education customers. The quality of the school will be good if the school can provide services that match the needs of education customers. Keywords leadership; educational administration Abstrak Kepemimpinan merupakan suatu kekuatan yang menggerakkan perjuangan atau kegiatan menuju sukses. Kepemimpinan berarti proses mempengaruhi aktivitas kelompok dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan organisasi. Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus bisa mengoptimalkan manajemen dan memberi contoh yang baik dalam kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari sehingga organisasi menjadi kondusif dan mutu pendidikan menjadi meningkat. Ada dua hal yang mengarakterisasi pemimpin dalam melaksanakan tugasnya, yaitu “keterbukaan dan mau melayani”. Pemimpin harus bisa memberikan teladan yang baik dari orang-orang yang dipimpin dan menempatkan personalia dalam organisasi sesuai dengan bidangnya. Untuk melakukannya, di butuhkan tidak hanya kemampuan untuk memanfaatkan sumber yang ada untuk mencapai sasaran, tapi juga kapasitas untuk mengembangkan kepercayaan dan di butuhkan SDM yang tinggi dan “diperdayakannya ”. Selain itu, dalam meningkatkan mutu, ada tujuh fungsi pemimpin ( kepala sekolah / kepala madrasah) yang harus dilaksanakan antara lain : educator, manager, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator. Seorang pemimpin juga harus bisa “ memanusia kan manusia” tidak boleh otoriter dan harus bisa menempatkan diri. seorang pemimpin harus mengetahui tujuan organisasi dan harus disosialisasikan kepada semua”pelanggan pendidikan”supaya tujuan organisasi cepat tercapai sesuai dengan visi dan misi di lembaga tersebut, sehingga mutu pendidikan meningkat dan memiliki “nilai jual yang tinggi”. Dengan demikian, tolok ukur mutu yang baik, bukan tolok ukur mutu yang absolut, melainkan tolok ukur yang bersifat relatif yaitu yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan pendidikan. Mutu sekolah akan baik jika sekolah tersebut dapat menyajikan jasa yang sesuai dengan kebutuhan para pelanggan pendidikan. Kata Kunci kepemimpinan; administrasi pendidikan
Konsep Ideal Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Tinjauan Psikologis dan Paedagogik Saefiyani; M. Misbah
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v10i1.7702

Abstract

Abstract This article talks about the ideal concept of PAI teachers in psychological and pedagogical boxing. With the study of literature studies, this study tries to trace the literatures that talk about the ideal PAI teacher in both perspectives. Data collection using documentation methods and data analysis with comparative analysis techniques. Researchers analyzed the assessment of PAI teacher concepts in psychological and pedagogical reviews using two approaches, namely normative then using physiological approaches. The results of his research are the ideal teacher in terms of psychological is a PAI teacher who has a Muslim personality, who has Islamic religious values, chooses, and decides something, and does based on Islamic values. Usually personality tends to characterize the word “taqwa” which is often interpreted to do all the commandments of God and avoid His prohibitions; The ideal of a PAI teacher in pedagogical terms is a PAI teacher who emphasizes professionalism or expertise in teaching in his field. While in terms of psychological it emphasizes more on the personality of the teacher. Because he is a person who is treated and imitated (believed in his words and exemplified his actions, certainly in truth) because the teacher as a figure or example for his students. They are PAI teachers who can be categorized as ideal according to education experts as well as being able to know the various ways that are done to be able to realize the ideal PAI teachers, so as to produce the coveted PAI teachers. Keywords Ideal PAI Teacher, Psychological Perspective, Pedagogic Perspective Abstrak Artikel ini berbicara tentang konsep ideal guru PAI dalam tinjuan psikologis dan pedagogis. Dengan kajian studi kepustakaan, penelitian ini mencoba menelusuri literatur-literatur yang berbicara tentang guru PAI ideal dalam kedua perspektif tersebut. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan analisa datanya dengan tehnik analisis perbandingan (komparatif). Peneliti menganalisis pengkajian konsep guru PAI dalam tinjauan psikologis dan paedagogis menggunakan dua pendekatan, yaitu normatif kemudian menggunakan pendekatan fisiologis. Hasil penelitiannya adalah; guru yang ideal dari segi psikologis adalah seorang guru PAI yang berkepribadian muslim, yang memiliki nilai-nilai agama Islam, memilih dan memutuskan sesuatu, serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam. Biasanya kepribadian cenderung bercirikan kata taqwa yang sering diartikan mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya; Keidealan seorang guru PAI dari segi pedagogis adalah guru PAI yang menekankan pada profesionalitas atau keahlian dalam mengajar di bidangnya. Sedangkan dari segi psikologis itu lebih menekankan pada kepribadian guru. Sebab ia adalah orang yang digugu dan ditiru (dipercaya perkataannya dan dicontoh perbuatannya, tentunya dalam kebenaran) karena guru sebagai figur atau teladan bagi siswa-siswanya. Mereka adalah guru-guru PAI yang dapat dikategorikan ideal menurut para ahli pendidikan sekaligus dapat mengetahui berbagai cara yang dilakukan untuk dapat merealisasikan guru-guru PAI yang ideal, sehingga dapat menghasilkan guru PAI yang didambakan. Kata Kunci Guru PAI Ideal, Perspektif Psikologis, Perspektif Pedagogik.

Page 1 of 2 | Total Record : 11