cover
Contact Name
Tohir Zuhdi
Contact Email
tohirz@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281327056975
Journal Mail Official
jurnalkependidikan@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kependidikan
ISSN : 2355018X     EISSN : 25984845     DOI : https://doi.org/10.24090/jk
Core Subject : Education,
Jurnal Kependidikan is a peer-reviewed journal that mediates the dissemination of researchers in education, especially from management, research, a study of thinking, and educational evaluation. The journal is published by Ikatan Keluarga Alumni Institut Agama Islam Negeri Purwokerto. We accept submissions from all over the world. All submitted articles shall never been published elsewhere, original and not under consideration for other publication.
Articles 245 Documents
Gaya Kepemimpinan Kyai Muslichan Noor
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.676 KB) | DOI: 10.24090/jk.v7i1.2958

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahu model atau gaya kepemimpinan kehidupan kyai dan santri yang demikian besar membuat pesantren berfungsi multi dimensi: kyaitidak hanya berperan sebagai imam di bidang ubudiyah dan ritual upacara keagamaan saja, namun sering pula diminta kehadirannya untuk menyelesaikan perkara atau kesulitan yang menimpa masyarakat. Dalam kontek ini peran kyai semakin mengakar di masyarakat ketika kehadirannya di yakini membawa berkah. Keberadaan struktur dan gaya kepemimpinan kyai dalam hasanah dunia pesantren tetap berkesinambungan, karena kyai memliki jarring-jaring sosial yang terikat secara internal di kalangan pesantren maupun eksternal dengan dunia luar pesantren, meliputi jaringan genealogis, jaringan ideologis, jaringan intelektual, jaringan teologis dan jaringan spiritual. Gaya kepimpinan pesantren Melihat dari lintasaan sejarah, kebanyakan kepemimpinan pondok pesantren tradisional dipegang oleh keluarga yang memiliki golongan darah biru, hal ini membuktikan bahwa hanya dari golongan terdekatlah yang dapat menjadi pemimpin pesantren. Dari kebanyakan pesantren modern yang ada, sekarang ini cenderung masih mempergunakan gaya kepemimpinan yang mengarah kepada sistem tradisional, dan hal ini merupakan ciri dasar utama bagi pesantren, walaupun pada sisi lain mempergunakan gaya dan desain yang modern hal ini dibuktikan oleh beberapa pondok pesantren yang ada.
Manajemen Strategik Mutu Sekolah Agus Tardian
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.348 KB) | DOI: 10.24090/jk.v7i2.2989

Abstract

School quality is currently being improved to build a more dignified education. The implementation of strategic management in educational institutions is the right choice because the approach is systematic, logical and rational. The focus of this research is how the strategy of Al Irsyad Al Islamiyyah Elementary School 02 Purwokerto to improve quality? (2) What is the school implementation strategy in improving quality? (3) What is the school evaluation strategy in improving quality? In this research the researcher used a qualitative descriptive approach. Data collection is done by observation and documentation interviews. Data were analyzed using data reduction techniques, followed by data presentations, and conclusions. The results of this research are (1) Formulation of strategy at Al Irsyad Al Islamiyyah Elementary School 02 Purwokerto is carried out by first formulating a vision and mission by considering the internal and external environment, setting goals and targets and continued by determining the strategy (2) Implementation of the strategy at Al Irsyad Al Islamiyyah Elementary School 02 Purwokerto is carried out by outlining the strategy with the principal as the coordinator. The monitoring system is carried out by applying intensive communication and routine control to the activity coordinator (3) The evaluation strategy at Al Irsyad Al Islamiyyah Elementary School 02 Purwokerto is conducted through formal and informal meetings. Formal meetings are held mutinally at the internal level and in the overall field. with this meeting, actions for the future were formulated. Abstrak: Mutu sekolah saat ini terus ditingkatkan untuk membangun pendidikan yang lebih bermartabat. Penerapan manajemen strategik pada lembaga pendidikan menjadi pilihan tepat karena pendekatannya sistematis, logis, dan rasional. Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana strategi formulasi SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto sekolah dalam meningkatkan mutu, 2) Bagaimana strategi implementasi sekolah dalam meningkatkan mutu, 3) Bagaimana strategi evaluasi sekolah dalam meningkatkan mutu. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik reduksi data, diikuti oleh presentasi data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Perumusan strategi di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto dilakukan dengan terlebih dahulu merumuskan visi dan misi dengan mempertimbangkan lingkungan internal dan eksternal, penetapan tujuan dan target dan dilanjutkan dengan menentukan strategi, 2) Implementasi strategi di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto dilakukan dengan menguraikan strategi dengan kepala sekolah sebagai koordinator. Sistem pemantauan dilakukan dengan menerapkan komunikasi intensif dan kontrol rutin ke koordinator kegiatan, 3) Strategi evaluasi di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto dilakukan melalui pertemuan formal dan informal. Pertemuan formal dilakukan secara rutin di tingkat internal dan bidang keseluruhan. Dengan pertemuan ini, maka dirumuskan tindakan selanjutnya.
Strategi Hubungan Masyarakat dalam Pelaksanaan Fundraising di MI Diponegoro 1 Purwokerto Lor Widya Rahmawati Al-Nur
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.549 KB) | DOI: 10.24090/jk.v7i2.2994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi hubungan masyarakat dalam pelaksanaan fundraising di MI Diponegoro 1 Purwokerto Lor. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data secara induktif, yaitu melalui pencatatan, pengorganisasian dan pengkodean data. Hasil penelitian ini menunjukan strategi hubungan masyarakat dalam pelaksanaan fundraising di MI Diponegoro 1 Purwokerto Lor melalui menjalin hubungan baik dengan: 1) Komite Sekolah, 2) Kebijakan Gerakan Infak 3) Hubungan denganYayasan, 4) Hubungan dengan Alumni, 5) Hubungan dengan Donatur Tetap, 6) Koperasi, 7) Program Khotmil Quran, 8) Kerjasama dengan Penerbit Buku, dan 9) Kerjasama dengan TK/RA.
Nilai-Nilai Pendidikan Humanis dalam Surat An-Nisa Ayat 63 Yeti Dwi Herti
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.482 KB) | DOI: 10.24090/jk.v7i2.3020

Abstract

Abstract Humanist education is one method of learning that emphasizes the human aspects of each student. Through humanist education, each student will be formed into an independent human being. As explained in the Al-Quran, one of which is contained in the An-Nisa verse verse 63. In that verse, it contains the values ​​of humanist education. One of them is humanist-religious education and humanist-liberation education. Through these values ​​will form humans who have superior character, intellectual, physical, and spiritual. Keywords: an-nisa verse 63, humanist education, humanist-religious, humanist-liberation Abstrak Pendidikan humanis merupakan salah satu metode dalam pembelajaran yang menekankan kepada aspek kemanusiaan masing-masing siswa. Melalui pendidikan humanis, setiap siswa akan dibentuk menjadi manusia yang merdeka. Seperti yang telah dijelaskan dalam Al-Quran, salah satunya yang terdapat di dalam surat An-Nisa ayat 63. Di dalam ayat tersebut, mengandung nilai-nilai pendidikan humanis. Salah satunya yaitu pendidikan humanis-religius dan pendidikan humanis-liberasi. Melalui nilai-nilai tersebut akan membentuk manusia yang memiliki keunggulan budi pekerti, intelektual, jasmani, serta rohani. Kata Kunci: an-nisa ayat 63, pendidikan humanis, humanis-religius, humanis-liberasi
Nilai-Nilai Penting Pendidikan Islam Berbasis Al Quran dan Sirah Nabi dalam Peningkatan Kualitas Pengajaran Indah Soekmawati
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.451 KB) | DOI: 10.24090/jk.v7i2.3032

Abstract

Pendidikan selalu menjadi aspek yang penting sepanjang perjalanan kehidupan manusa. Pendidikan berproses untuk mengembangkan potensi yang dimiliki agar menjadi manusia yang beriman, beradab, dan berilmu sebagai ciptaan Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan Islam adalah pendidikan terbaik dengan pedoman Al Qur'an dan Hadits serta Sirah Nabi SAW. Al Qur'an, Hadits, dan Sirah Nabi SAW menjadi jiwa dalam setiap komponen pendidikan sehingga belajar apapun ilmunya adalah belajar dengan Islam. Semua aspek, baik proses maupun hasil dari pendidikan adalah mengandung nilai-nilai islami kita perlu menyebutkannya karena telah menjadi satu kesatuan. Kontekstualisasi nilai-nilai dalam Al Qur'an yang begitu agung dalam kehidupan sehari-hari adalah suatu keniscayaan yang perlu untuk dikaji dan diperjuangkan secara arif sehingga tercipta Living Qur'an pada diri setiap generasi. Keadaan dunia seperti apapun dan walaupun tanpa diadakan pelajaran pendidikan agama di sekolah formal atau di lembaga-lembaga pendidikan sekalipun, apabila ajaran Islam telah menyatu dan menjadi budaya hidu, maka perilaku dalam budi pekerti dan ibadah yang benar dan islami akan terwujud.
Peran Tripusat Pendidikan dalam Membentuk Kepribadian Anak Siti Khusnul Bariyah
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.778 KB) | DOI: 10.24090/jk.v7i2.3043

Abstract

Pendidikan merupakan kewajiban bagi seluruh umat. Proses pendidikan dimulai dari buaian hingga ke liang lahat. Teori Ki Hajar Dewantoro tentang tripusat pendidikan sangat tepat dikembangkan. Teori tersebut mengatakan bahwa pendidikan terjadi dalam keluarga, masyarakat dan sekolah. Pendidikan keluarga sangat penting, apalagi ketika anak masih dalam kandungan hingga usia pra sekolah. Pendidikan keluarga lebih banyak menggunakan metode tauladan. Apa yang dilakukan anggota keluarga, akan ditiru oleh sang anak. Tidak hanya teladan, namun juga arahan, himbauan dan larangan. Masyarakat juga menjadi pusat pendidikan. Setelah seorang anak lahir ke dunia, dia tidak hanya berinteraksi dengan keluarganya, tetapi juga lingkungan sekitar yang salah satunya adalah masyarakat. Adat kebiasaan di masyarakat akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Selain itu, ketika anak sudah mulai bermain di luar, dia akan banyak berinteraksi dengan masyarakat. Di situlah anak belajar tentang kehidupan di luar keluarga. Sekolah merupakan pendidikan formal. jenjang ini dimulai ketika anak berusia sekitar 5-18 tahun. Hampir 8 jam waktu anak akan dihabiskan di sekolah untuk belajar apa yang belum ia dapat di keluarga maupun masyarakat. Interaksi dengan guru, teman sebaya serta materi pelajaran yang dia dapatkan akan mempengaruhi pola pikirnya. Ketiga pusat pendidikan itu sangat penting, dan saling berkaitan. Bila sekolah dan keluarga mendukung, namun masyarakat tidak mendukung perkembangan anak, maka kurang sempurna proses pendidikan. Begitupun sebaliknya. Maka dalam kehidupan sehari-hari, ketiga pusat pendidikan yaitu keluarga, masyarakat dan sekolah harus saling mendukung untuk mewujudkan anak yang berkarakter.
Pendidikan Multikultural dan Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam Hanif Tofiqurrohman
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.059 KB) | DOI: 10.24090/jk.v7i2.3080

Abstract

Abstract The purpose of writing this article is as a reflection material for the character of Indonesian education in the midst of diversity and cultural diversity. The reality of multi-religious life, language, culture, and ethnicity requires transformation in the field of education. Conventional education patterns that are oriented towards strengthening science should begin to build awareness that teaching diversity to students is important. Multicultural education as a process in shaping the mindset of students in order to have a high social life and mutual respect for each other, in the implementation of multicultural education is very parallel and relevant if collaborated with Islamic religious education values. Keywords multicultural education, relevance, islamic education Abstrak Tujuan Penulisan artikel ini adalah sebagai bahan refleksi bagi karakter pendidikan masyarakat Indonesia di tengah kemajemukan dan keragaman budaya. Realitas kehidupan multiagama, bahasa, kultur, dan etnis membutuhkan transformasi dalam bidang pendidikan. Pola-pola pendidikan konvensional yang berorientasi pada penguatan ilmu pengetahuan seyogyanya mulai terbangun kesadaran bahwa mengajarkan keragaman pada anak didik adalah penting. Pendidikan multikultural sebagai sebuah proses dalam membentuk pola pikir anak didik agar memiliki jiwa sosial yang tinggi dan saling menghormati pada sesamanya, dalam implementasinya pendidikan multikultural sangat sejajar dan relevan jika dikolaborasikan dengan nilai-nilai pendidikan agama Islam. Kata Kunci pendidikan multikultural, relevansi, pendidikan agama islam
Pendidikan Karakter pada Sistem Boarding School Agus Triyono
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.535 KB) | DOI: 10.24090/jk.v7i2.3085

Abstract

The times are increasingly rapid, marked by advances in science and technology, whether they realize it or not have a sharp enough impact on society, including adolescents and school-age children. The positive impact arising from the development of science and technology is a great hope for all levels of society. On the other hand, the emergence of negative impacts is something that cannot be denied and has recently occurred in society, including in the world of education. Bullying cases, student fights, skipping school, actions against teachers are becoming more frequent. This makes parents, practitioners, administrators and observers of education quite concerned and stimulated to create and emphasize education that is able to produce students who have strong character, have akhlaqul karimah. Realizing that this condition is also the government's responsibility, the government determines the importance of character education in educational institutions as stipulated in Presidential Regulation No. 78 of 2017 concerning Strengthening Character Education. One of the efforts taken by education providers is to provide education with boarding services, namely educational services by requiring students to live in school dormitories, with the aim that the education process can run twenty-four hours, with full attention and monitoring and guidance from the boarding supervisor. With this boarding system, schools will find it easier to condition students to participate in activities organized by schools including religious education as the core of character education in theory and practice directly with the guidance of teachers in dormitories. The boarding system education also isolates students from socializing in a wide environment that has recently been exposed to many negative influences from the internet, social media and so on. In boarding schools students are taught to have a strong character through a maximum educational process. Abstrak Perkembangan zaman yang semakin pesat yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi disadari atau tidak memberikan dampak yang cukup tajam di masyarakat termasuk kalangan remaja dan anak-anak usia sekolah. Dampak positif yang muncul dari perkembangan iptek menjadi harapan besar seluruh lapisan masyarakat. Di sisi lain munculnya dampak negatif merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri lagi dan akhir-akhir ini terjadi di masyarakat termasuk pada dunia pendidikan. Kasus bullying, perkelahian pelajar, membolos sekolah, tindakan melawan guru, semakin sering terjadi. Hal ini membuat kalangan orang tua, praktisi, penyelenggara dan pemerhati pendidikan cukup prihatin dan terstimulasi untuk menciptakan dan menekankan kepada pendidikan yang mampu menghasilkan peserta didik yang mempunyai karakter kuat, mempunyai akhlaqul karimah. Menyadari kondisi ini juga merupakan tangggung jawab pemerintah, maka pemerintah menetapkan tentang pentingnya pendidikan karakter pada lembaga pendidikan yang tertuang pada Peraturan Presiden no 78 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Salah satu upaya yang ditempuh oleh penyelenggara pendidikan adalah dengan menyelenggarakan pendidikan dengan layanan boarding yaitu layanan pendidikan dengan mewajibkan peserta didik untuk tinggal di asrama sekolah, dengan tujuan proses pendidikan bisa berjalan dua puluh empat jam, dengan perhatian dan pemantauan serta bimbingan penuh dari pembimbing asrama. Dengan sistem boarding ini sekolah akan lebih mudah untuk mengkondisikan peserta didik untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah termasuk dalam pendidikan keagamaan sebagai inti dari pendidikan karakter secara teori maupun praktik langsung dengan bimbingan guru di asrama. Pendidikan sistem boarding juga mengisolasi peserta didik dari pergaulan di lingkungan luas yang akhir-akhir ini banyak terpapar pengaruh negatif dari internet, media sosial dan sebagainya. Di sekolah boarding peserta didik diajari untuk memiliki karakter kuat melalui proses pendidikan yang maksimal.
Perspektif Al-Ghazali dalam Pengembangan Kepemimpinan Profetik pada Lembaga Pendidikan Muhammad Saebani
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.376 KB) | DOI: 10.24090/jk.v7i2.3188

Abstract

Dalam era moderen ini di sebuah lembaga pendidikan sangatlah membutuhkan seorang pemimpin yang mempunyai integritas tinggi untuk mengembangkan lembaga pendidikannya, seiring dengan perkembangan zaman. Karena banyaknya upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah selama ini dengan mengadopsi pemikiran dan model pendidikan Barat yang dianggap modern dan maju. Akan tetapi, hasil pendidikannya memiliki kelemahan, seperti munculnya perilaku amoral, pemalas, korupsi, hedonis, dan materialistis. Oleh karena itu, salah satu bentuk karakter kepemimpinan yang ideal, yang dapat diterapkan di sebuah lembaga pendidikan adalah kepemimpinan profetik (kenabian). Tulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana konsep kepemimpinan profetik dapat diterapkan dalam wilayah manajemen sumberdaya manusia di lembaga pendidikan. Karena kepemimpinan profetik dirasa cocok dan dapat diterapkan di lembaga pendidikan untuk memajukan ummat manusia yang unggul (khairuu ummah) sebagai lulusan (output) dan pewaris generasi bangsa ini. Sehingga akan terus tercipta manusia yang madani (khairu ummah).
Revolusi dan Inovasi Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar Makhasin Makhasin
Jurnal Kependidikan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.881 KB) | DOI: 10.24090/jk.v4i1.3358

Abstract

Abstract The development of the times in the global era is now demanding many changes. The revolution needed to be able to compensate the life in this global era. The teacher as an important component in the education system, it is natural to have a point of view that is advanced and flexible, accept the changes due to the development of the times. To face all the developments, both positive development, and negative development. Teacher should be able to do a self revolution that will affect the school environment in order to remain positive. Teacher have to evolve with innovations that is better, especially in bringing Islamic religious education in order to remain easy to be accepted in the global era now. Keywords : Revolution, Innovation, Teacher, and Islamic Religious Education. Abstrak Perkembangan jaman pada era global sekarang ini menuntut banyaknya perubahan. Revolusi diperlukan untuk dapat mengimbangi kehidupan di era global ini. Guru sebagai komponen penting dalam sistem pendidikan sudah sewajarnya memiliki sudut pandang yang maju dan fleksibel untuk dapat menerima perubahan sebagai dampak dari perkembangan jaman. Untuk menghadapi segala perkembangan yang tidak hanya berdampak positif, namun terdapat juga perkembangan ke arah negatif guru harus dapat melakukan revolusi diri yang akan mempengaruhi lingkungan sekolahnya agar tetap bernilai positif. Guru harus berkembang dengan inovasi-inovasi yang semakin lebih baik, khususnya dalam membawakan Pendidikan Agama Islam agar tetap mudah diterima pada era global sekarang. Kata kunci: Revolusi, Inovasi, Guru, dan Pendidikan Agama Islam.

Page 11 of 25 | Total Record : 245