cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1, Januari 2019" : 17 Documents clear
EDUKASI PERIKSA PAYUDARA SENDIRI DAN PEMERIKSAAN PAYUDARA KLINIS DI DUSUN SENTIKAN, YOGYAKARTA Novi Indrayani; Nonik Ayu Wantini
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.245 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.333

Abstract

Pemeriksaan payudara berguna untuk memastikan bahwa payudara seseorang masih normal. Bila ada kelainan seperti infeksi, tumor, atau kanker dapat ditemukan lebih awal. Kanker payudara yang diobati pada stadium dini kemungkinan sembuh mendekati 95%. Kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri masih rendah dilihat dari jumlah kunjungan yaitu pasien cenderung datang untuk melakukan pemeriksaan IVA Test dan tidak ada yang melakukan kunjungan untuk SADANIS di Puskesmas Kalasan. Metode yang digunakan yaitu experimen semu dengan pendekatan “One Groups Pretest-Posttest Design”. Jumlah sampel yaitu 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling Accidental Sampling. Sebagian besar (53,3%) pre test pengetahuan SADARI dalam kategori kurang dan setelah diberi edukasi sebagian besar (70%) dalam kategori baik. Perilaku SADARI sebelum diberi edukasi sebagian besar (86,7%) dalam kategori tidak melakukan SADARI, sebagian besar (83,3%) melakukan SADARI setelah mendapatkan Edukasi dan sebagian besar (96,7%) tidak melakukan SADANIS setelah mendapatkan edukasi dikarenakan tidak ada keluhan. Diketahui p_value 0,000 < 0,05.Kesimpulan penelitian adalah ada perbedaan antara pengetahuan tentang SADARI sebelum diberi edukasi dan setelah diberi edukasi Kata Breast examination is useful to ensure that someone’s breast is still normal. If there are abnormalities such as infections, tumors, or cancer, it can be found earlier. Breast cancer treated in the early stages is likely to recover nearly 95%. Public awareness to do Breast Self-Examination (BSE) is still low. It can be seen from the number of visits, namely patients tend to come to do the IVA Test and no one visits for Clinical Breast Examination (CBE) at the Kalasan Health Center. The research applied quasiexperimental research using One Groups Pretest-Posttest Design. The number of samples was 30 people taken using Accidental Sampling technique. Most of the samples (53.3%) had BSE-knowledge in the low category on pretest. However, after being educated, most of them (70%) had BSE-knowledge in the good category. Based on BSE-behavior, before being given education, most of the samples (86.7%) did not do BSE. However, after getting education, most of them (83.3%) did BSE. Moreover, after getting education, most of the samples (96.7%) did not do CBE because there was no further complaint. Furthermore, p value in this research was 0.000 < 0.05. There is a difference in BSE-knowledge before and after being given education.
ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA LANSIA LAKILAKI DAN PEREMPUAN DI PANTI WREDHA DHARMA BHAKTI KASIH SURAKARTA Yunita Wulandari; Anita Istiningtyas; Isnaini Rahmawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.154 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.334

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan the silent disease karena orang tidak mengetahui dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penatalaksanaan nonfarmakologi mulai dikembangkan, salah satunya dengan keperawatan komplementer. Keperawatan komplementer merupakan pendamping dari penatalaksanaan medis. Okra merupakan jenis sayuran yang kaya akan mineral. Mineral ini berguna untuk mengontrol denyut jantung dan diharapkan dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pengaruh infused water okra terhadap Mean Arterial Pressure (MAP) pda lansia laki-laki dan perempuan di Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih Surakarta. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif jenis pre-experimental design dengan rancangan 2 group post test design only. Sampel pada penelitian adalah 15 lansia hipertensi yang diambil dengan teknik purposive sampling. Infused water okra dibuat dengan perbandingan 1 buah (13 gram) okra direndam dengan 100cc air matang, kemudian didiamkan selama1-2 jam, diberikan selama 14 hari berturut-turut (+ 200cc). Tekanan darah diukur dengan menggunakan sphygnomanometer tipe jarum dengan merk ABN. Analisa data menggunakan Uji T tidak berpasangan. Hasil uji T-tidak berpasangan diperoleh nilai signiÞ kan 0,852, dimana p > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak atau tidak ada perbedaan pengaruh infused water okra terhadap Mean Arterial Pressure (MAP) pada lansia laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan acuan untuk intervensi keperawatan mandiri yang bisa dilakukan pada area home care atau solusi saat penyuluhan kesehatandi masyarakat sebagai terapi modalitas untuk pasien hipertensi. Hypertension is the silent disease because people do not know that they have hypertension before checking their blood pressure. Management of non-pharmacology began to be developed, one of which was complementary nursing. Complementary nursing is a companion of medical management. okra is a type of vegetable that is rich in minerals. This mineral is useful for controlling the heart rate and is expected to reduce blood pressure. This study aims to analyze the differences in the effect of infused water okra on Mean Arterial Pressure (MAP) in elderly men and women in the Dharma Kasih Surakarta Nursing Home. This research is a quantitative type pre-experimental design with 2 group post test design only. The sample in this study were 15 elderly hypertension taken by purposive sampling technique. Infuse water okra is made with a ratio of 1 fruit (13 grams) okra soaked with 100cc boiled water, then left for 1-2 hours, given for 14 consecutive days (+ 200cc). Blood pressure is measured using a needle type sphygnomanometer with the ABN brand. Data analysis using unpaired T test. The results of the unpaired T-test obtained a signiÞ cant value of 0.852, where p> 0.05, Ho is accepted and Ha is rejected or there is no difference in the effect of infused water okra on Mean Arterial Pressure (MAP) in elderly men and women. The results of this study are expected to provide a reference for independent nursing interventions that can be done in the area of home care or solutions when health education in the community as a therapy modality for hypertensive patients.
GAMBARAN TINGKAT ASUPAN GIZI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 06 SALATIGA Kristiawan P.A. Nugroho; Theresia P.E. Sanubari; Stephanie Rosalina
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.06 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.335

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang mengalami proses tumbuh kembang secara pesat, sehingga diperlukan asupan gizi yang adekuat dan sesuai untuk mendukung proses tersebut. Apabila anak tidak mendapatkan asupan gizi yang adekuat dan sesuai kebutuhan, maka dapat memicu masalah gangguan gizi dan risiko penyakit lainnya yang dapat berpengaruh buruk secara berkelanjutan pada pertumbuhan dan perkembangan anak hingga dewasa kelak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan asupan gizi anak usia sekolah di SD Negeri 06 Salatiga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data observasional, pengukuran IMT, dan food record. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas 4 – 5 yang dipilih secara acak (random sampling) dan mengisi kuesioner food record 3 hari berurutan secara lengkap. Aplikasi nutrisurvey dan WHO Anthro Plus digunakan untuk menganalisis data asupan gizi dan IMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi responden tergolong kurang dari AKG (Angka Kecukupan Gizi), yakni <80% , meskipun sebagian besar responden berstatus gizi normal. Makanan yang kerap dikonsumsi oleh responden adalah makanan dengan tinggi kalori dan tinggi gula. School-age children are an age group that is experiencing a rapid growth and development, so the adequate and appropriate nutritional intake is needed to support that process. If the child does not get the nutritional intake as they needed, it can trigger nutritional problems and the risk of the other diseases that can adversely affect the growth and development of children to adulthood later. The purpose of this study is to describe school-age children’s nutritional intake in 06 States Elementary School Salatiga. The method that used in this research was decriptive quantitative research method with observational data collection, BMI measurements and food record questionnaire. The subjects studied were elementary school students in grades 4-5 who were randomly selected and have Þ lled in a complete 3-day food record questionnaire. Nutrisurvey and WHO Anthro Plus software are used to analyzed nutritional intake data and BMI. This study shows that respondents’ nutritional intake was less than the supposed Recommended Dietary Allowances (RDA), which is <80%, even though their nutritional status were normal. Food that is frequently consumed by respondents is high-calorie and high-sugar food.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI PEMBERIAN MAKAN OLEH IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU BALITA PERUMAHAN SAMIRUKUN PLESUNGAN KARANGANYAR Maula Mar'atus Solikhah; Nurul Devi Ardiani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.252 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.336

Abstract

Sampai saat ini masalah gizi pada balita masih merupakan tantangan yang harus diatasi dengan serius. Prevalensi gizi buruk diatas rerata nasional (5,4%) di 21 provinsi dan 216 kabupaten/kota di Indonesia. Faktor penyebab utama kurang gizi pada balita yaitu disebabkan kurangnya asupan makanan bergizi dalam tubuh balita baik secara kualitas dan kuantitas selain itu juga efikasi diri ibu dalam pemberian makan balita dan perilaku ibu dalam pola asuh makan balita. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan efikasi diri pemberian makan oleh ibu dengan status gizi balita Penelitian menggunakan desain cross sectional. Sejumlah 47 orang tua balita diminta mengisi kuesioner efikasi diri dalam pemberian makan dan sekaligus akan dilakukan penimbangan pada balitanya. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan efikasi diri ibu dalam pemberian makan dengan status gizi balita (p value 0.031, : 0.05). responden yang memiliki efikasi diri yang kurang berisiko 0,091 kali memiliki status gizi balita yang tidak normal dibandingkan dengan responden yang memiliki efikasi diri yang baik (CI 95%; OR: 0,010-0,801). Penelitian ini merekomendasikan program peningkatan efikasi diri ibu dalam pemberian makan balita sebagai upaya perbaikan gizi balita. Nutritional problems in infants are a challenge that must be taken seriously. The prevalence of malnutrition is above the national average (5.4%) in 21 provinces and 216 districts/cities in Indonesia. The main causes of malnutrition in a toddler are lack of nutritious food intake in toddlers’ bodies both in quality and quantity. Besides that, maternal self-efficacy in toddler feeding and mother’s behaviour in parenting eating toddlers. The aim of the study was to identify the correlation of maternal self-efficacy in toddler feeding with the toddler’s nutritional status. The study used a cross-sectional design. There were 47 parents who were asked to fill out a questionnaire about maternal self-efÞ cacy in toddler feeding and at the same time carried out of weighing a toddler’s weight. The results showed a correlation of maternal self-efficacy in toddler feeding and the toddler’s nutritional status (p-value 0.031, : 0.05). Respondents who had less risk of self-efficacy 0.091 times had abnormal toddler’s nutritional status who compared to respondents who had good self-efficacy (95% CI; OR: 0.010-0.801). This study recommends a program to improve maternal self-efficacy in toddler feeding as an effort to improve toddler nutrition.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI DAN NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARTASURA Wahyu Rima Agustin; Sylvia Rosalina; Nurul Devi Ardiani; Wahyuningsih Safitri
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.526 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.337

Abstract

Hipertensi merupakan suatu gangguan pada sistem peredaran darah yang sering terjadi pada masyarakat. Salah satu penanganan dalam penurunan tekanan darah adalah menggunakan terapi relaksasi genggam jari dan nafas dalam. Terapi relaksasi genggam jari dan nafas dalam merupakan terapi yang dapat menenangkan jiwa dan tubuh sehingga dapat menimbulkan efek relaks dalam tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi genggam jari dan nafas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pre eksperimen design dengan One Group Pre-Post test design. Sampel penelitian adalah 18 orang dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Kartasura. Analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa tekanan darah sistole dan diastole menunjukan penurunan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan terapi relaksasi genggam jari dan nafas dalam dimana P Value Sistole = 0,000 dan P Value Diastole = 0,001. Hasil penelitian <0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh terapi relaksasi genggam jari dan nafas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertesi di wilayah kerja Puskesmas Kartasura. Hypertension is a blood circulation system disorder, which is frequently encountered by community. One of the interventions to decrease blood pressure is handheld Þ nger relation and deep breathing therapy. This therapy can soothe soul and body so that the relaxing effects in the body occur. The objective of this research is to investigate the effect of handheld finger relaxation and deep breathing therapy on the blood pressure decrease of the hypertension sufferers in the work region of Community Health Center of Kartasura. This research used the quantitative pre-experimental research method with one group pre-and post-test design. It was conducted in the work region of Community Health Center of Kartasura. Purposive sampling technique was used to determine its samples. The samples consisted of 18 hypertension sufferers. The data of the research were analyzed by using the Wilcoxon’s Test.The result of the research shows that the systole and diastole blood pressures decreased significantly prior to and following the handheld finger relaxation and deep breathing therapy where the p-value of the systole = 0.000, and that of the diastole = 0.001. Thus, there was an effect of the handheld Þ nger relaxation and deep breathing therapy on the blood pressure decrease of the hypertension sufferers in the work region of Community Health Center of Kartasura.
PENGARUH KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN NYERI OSTEOARTRITIS PADA LANSIA Wahyuningsih Safitri; Ratih Dwi Lestari Puji Utami
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.084 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.338

Abstract

Nyeri yang dialami lansia dengan osteoartritis sering kambuh dan resisten terhadap analgetik sehingga diperlukan terapi alternatif untuk mengurangi nyeri. Jahe merah adalah jahe yang sangat cocok untuk dijadikan herbal dan lebih banyak digunakan sebagai obat, karena kandungan minyak atsiri dan oleoresinnya paling tinggi dan mengandung gingerol diduga dapat memblok produksi prostaglandin sehingga dapat menurunkan nyeri. Penelitian ini berjudul pengaruh kompres jahe merah terhadap penurunan nyeri osteoartritis pada lansia. Metode penelitian adalah pre-eksperiment dengan one group pre-test dan post-test design with control group. Pengumpulan data dilakukan pada saat sebelum dan sesudah pemberian intervensi kompres jahe merah. Pengambilan sampel dengan purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Alat penelitian ini terdiri kompres jahe merah dan lembar observasi nyeri pre test dan post test. Analisa data dengan menggunakan Paired-Sample T Test karena data berdistribusi normal. Hasil menunjukkan ada pengaruh pemberian kompres jahe merah terhadap penurunan nyeri osteoartritis pada lansia dengan p value 0,006 dan rata-rata penurunan skala nyeri 3,16. Hasil uji Mann-Whitney didapatkan p value 0,000 rata-rata penurunan nyeri pada kelompok intervensi 2,26 dan kelompok kontrol 1,16, artinya ada perbedaan pemberian kompres jahe merah terhadap penurunan nyeri osteoartritis pada lansia. Pain experienced by elderly people with osteoarthritis often relapse and is resistant to analgesics so alternative therapies are needed to reduce pain. Red ginger is a ginger that is very suitable to be used asan herb and is more widely used as medicine, because the content of essential oils and oleoresin is the highest and contains gingerol which is thought to block the production of prostaglandins so that it can reduce pain. This study entitled the effect of red ginger compresses on reducing osteoarthritis pain in the elderly. The research method is pre-experiment with one group pre-test and post-test design with control group. Data collection was carried out before and after the intervention of red ginger compresses. Sampling with purposive sampling is a technique of determining samples with certain considerations. This research tool consisted of red ginger compresses and pain observation sheets pre test and post test. Analyze data using Paired-Sample T Test because data is normally distributed. The results showed there was an effect of giving red ginger compresses to the reduction of osteoarthritis pain in the elderly with p value 0.006 and the average reduction in pain scale 3,16. The Mann-Whitney test results obtained p value 0,000 the average reduction in pain in the intervention group 2,26 and the control group 1,16, meaning that there is a difference in the provision of red ginger compresses to decrease osteoarthritis pain in the elderly.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RSUD SUKOHARJO Sahuri Teguh Kurniawan; Intan Sari Andini; Wahyu Rima Agustin
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.063 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.346

Abstract

Hemodialisa akan mempengaruhi keadaan psikologis pasien. Kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa akan cenderung menurun sebagai dampak tindakan hemodialisa.Self efficacy diterapkan sebagai upaya pasien dalam menjalani pengobatan untuk meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Hasil uji analisa menggunakan kendall tau didapatkan nilai p value 0,003. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa. Hemodialysis affects the patient’s psychological state. The quality of life of patients with chronic renal failure who undergo hemodialisa therapy will tend to decrease as a result of hemodialysis action. Self efficacy is applied as the patient’s efforts in undergoing treatment to improve the quality of life. This study aims to analyze the relationship of self efficacy with the quality of life of patients with chronic renal failure who undergo hemodialysis therapy. This type of research is quantitative with Cross Sectional design. Sampling technique purposive sampling with the number of samples of 44 people. The result of analysis test using kendall tau got p value 0,003. The conclusion of this research is there is a relationship of self efficacy with quality of life of chronic renal failure patient who underwent hemodialysis therapy.

Page 2 of 2 | Total Record : 17