cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1, Januari 2014" : 10 Documents clear
PENDEKATAN KULTURAL DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL DI RUMAH SAKIT JOGJA INTERNATIONAL HOSPITAL Siti Lestari; W Widodo; S Sumardino
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 1, Januari 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.306 KB)

Abstract

Perawat merupakan petugas kesehatan yang mempunyai peran dominan dalam membantu pasien sembuh dari penyakit yang dideritanya. Terkait dengan budaya perawat perlu mengetahui dan menilai keanekaragaman budaya, mempunyai kapasitas untuk mengkaji budaya, menyadari bahwa budaya bersifat dinamis dan mempunyai adaptasi yang terus menerus dikembangkan dalam upaya mereaksikan dan memahami keanekaragaman budaya. JIH, merupakan salah satu rumah sakit internasional yang memiliki knsumen dari berbagai ragam latar budaya. Oleh karenanya perlu kiranya diketahui bagaimana pendekatan budaya yang dilakukan perawat di rumah sakit tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pendekatan cultural dalam praktek keperawatan professional.Metode kualitatif dengan 18 narasumber yang diambil secara purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan model miles dan Huberman, yang meliputi data reduksi, penyajian dan konklusion.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat perlu mempunyai pengetahuan tentang budaya dalam memberikan asuhan keperawatan. Perawat bersikap positif dalam menghadapi perbedaan budaya.Perawat akan membiarkan bila tidak mempengaruhi kesehatan, bernegosiasi atau bahkan akan melarang bila mengganggu kesehatan atau dilarang dokter. Hambatan yang sering ditemukan adalah dalam hal komunikasi dan pendekatan budaya dalam praktek keperawatan profesional dilakukan melalui identifikasi, analisa situasi, menyusun strategi dan mengevaluasi Kata Kunci: budaya, praktek keperawatan profesional. ABSTRACT Nurses are health professional who have dominant role to help client for healing the deseas. In relating to the culture, they must understand and valuing cul tural diversity background , have capability to asess cultural and aware that cultur is dinamic. Furthermore, nurses must adapt continuesly in order to reÀ ect and understand about cultural diversity. Jogja International Hospital is a international hospital that has consuments with many and different cultural background. So, it is important for understanding how implementing a culturral in professional nursing practice. The purpose of the study is for describing implemetation of cultur in professional nursing practice. . The qualitative research with 18 sample is designed to answer the purpose of study. Analize of data is using Mile and Huberman’s model, The results show that Nurses need to knowledge of other culture inorder to provide professional nursing practice. Nurses also should think positively when they care client with different culture group.Nurse will maintenance the culture when it is not inÀ uence the client’s health, or negotiating event they will probihited when the cultur will inÀ uence the health status. The barrier during work with client in different cultur background was communication and language. Professional Nursing Practice with cultur was conducted via cultur identi¿ cation, analizing of situation , making intervention and evaluation. Key words: Culture, proffessional nursing practice.
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA DENGAN MULTIGRAVIDA DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN KALA I DI RUMAH BERSALIN NGUDI SARAS JATEN KARANGANYAR Fitria Hayu Palupi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 1, Januari 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.377 KB)

Abstract

ABSTRAKSetiap melahirkan seorang wanita pasti akan mengalami kecemasan baik tingkat ringan, sedang maupun berat. Akan tetapi kecemasan dapat diatasi oleh diri sendiri atau orang lain yang mampu memenangkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan primigravida dengan multigravida dalam menghadapi proses persalinan kala I. Jenis penelitian adalah observasional analitik pendekatan cross sectional, yang dilakukan di Rumah Bersalin Ngudi Saras Jaten Karanganyar, dengan jumlah populasi 20 orang primigravida dan 20 orang primigravida. Analisis data penelitian dibedakan antara nilai kecemasan kelompok responden primigravida dan multigravida dalam menjalani persalinan tanpa membedakan umur, tingkat pendidikan, status perkawinan dan lama perkawinan. Kemudian dilakukan uji beda antara nilai kecemasan kedua kelompok sampel penelitian. Pada taraf signi¿ kan 5 %; diperoleh t tabel = 2,024. Berdasarkan analisis statistik didapatkan 5%, to: tt = 8,3373 > 2,024. Kesimpulan ada perbedaan tingkat kecemasan antara primigravida dan multigravida dalam mengahdapi persalinan kala I. Perbedaan tingkat kecemasan antara primigravida dan multigravida dalam proses persalinan terkait pengalaman persalinan, yaitu semakin banyak mengalami proses persalinan, tingkat kepercayaan diri semakin meningkat, sehingga tingkat kecemasan cenderung berkurang.Kata kunci: tingkat kecemasan, primagravida, multigravida, persalinan Kala IABSTRACTEvery woman would give birth to a good level of anxiety will experience mild, moderate or severe. However, anxiety can be overcome by self or others who are able to win . The purpose of the study to determine differences in the level of anxiety in the face of a primigravida with multigravida stage of labor process I. The study was an observational analytic cross-sectional approach, which is done in Cork Maternity Hospital Ngudi Saras Karanganyar, with a population of 20 people and 20 people primigravida primigravida . Analysis of the research data to distinguish between the value of the group of respondents primigravida anxiety and multigravida in live births regardless of age, level of education, marital status and duration of marriage . Then the difference between the value of test anxiety both sample groups . At the 5 % signi¿ cance level ; obtained t table = 2.024 . Based on statistical analysis obtained 5 %, to: tt = 8.3373 > 2.024 . Conclusion No differences in anxiety levels between primigravida and multigravida mengahdapi stage of labor in I. The difference between the level of anxiety and multigravida primigravida in labor related to childbirth experience, that the more experienced the birth process, the level of con¿ dence has increased, so the anxiety levels tend to decrease.Keywords:anxiety level, primagravida, multigravida, labor Kala I
PENGARUH TERAPI KOGNITIF TERHADAP PERUBAHAN KONDISI DEPRESI LANSIA DI PANTI WREDA DARMA BAKTI KASIH SURAKARTA Joko Kismanto; S Setiyawan
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 1, Januari 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.585 KB)

Abstract

ABSTRAKLansia atau usia lanjut merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat dihindarkan dan akan dialami oleh setiap individu. Pada aspek kesehatan, peningkatan jumlah tersebut akan menimbulkan masalah, baik masalah fungsional maupun psikologi. Masalah psikologi yang lazim dan praktis ada pada lansia adalah demensia dan depresi. Pemberian terapi kognitif pada lansia diharapkan dapat beradaptasi dengan perubahan ¿ sik yang dialami sehingga ia dapat produktif dalam keterbatasan yang dimilikinya. Metode penelitian adalah quasi experiment dengan desain pre-post test design with control group. Data diambil sebelum dan sesudah pemberian intervensi terapi kognitif pada lansia yang mengalami kondisi depresi di kelompok intervensi. Cara pengambilan sampel adalah total sampling dengan sampel sebanyak 46 klien dibagi 2 yaitu 26 responden untuk kelompok intervensi dan 20 responden untuk kelompok kontrol. Instrumen penelitian untuk mengetahui kondisi depresi menggunakan kuesioner modi¿ kasi dari Test Skrining Depresi Beck (Beck Depresion Inventory/BDI) yang berjumlah 21 pertanyaan, dianalisis menggunaka univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kondisi depresi secara bermakna, baik pada kelompok intervensi maupun kontrol. Penurunan kondisi depresi pada kelompok lansia yang mendapatkan terapi kognitif menurun lebih rendah secara bermakna dibanding dengan kelompok lansia yang tidak mendapatkan terapi kognitif. Terapi kognitif direkomendasikan sebagai terapi dalam merawat lansia dengan kondisi depresi.Kata kunci: lansia, depresi, terapi kognitif ABSTRACTAging process is part of the process of life that can not be avoided and will be experienced by each individual. On the health aspect, an increasing number of elder people will cause problems, both functional and psychological problems. The common psychological problems in the elderly are dementia and depression. Cognitive therapy is expected to adapt to the physical changes experienced by elder people so they can still productive within their limitations.The research method is a quasi experiment with the design of pre - post test design with control group. Data were collected before and after cognitive therapy intervention in older adults experiencing depression in the intervention group. Sampling method using in this research is total sampling, with the total 46 respondents divided into two groups, 26 respondents for the intervention group and 20 respondents for the control group. Research instruments to determine the condition of depression using a questionnaire modi¿ ed from Beck Depression Screening Test ( Beck Depression Inventory / BDI ) which has 21 questions, with univariate and bivariate analysis.These results indicate a signi¿ cant decrease in depression conditions, both in the intervention group and the control group. Decline in the condition of depression in the elderly group who received cognitive therapy declined signi¿ cantly lower compared with the group of elderly who do not receive cognitive therapy. Cognitive therapy is recommended as a therapy in treating the elderly with depression.Keywords: elderly, depression, cognitive therapy
HUBUNGAN ASUPAN NUTRISI DENGAN KADAR HB PADA IBU HAMIL DI BPS SURATINI SUWARNO SURAKARTA Anis Nurhidayati; Erlyn Hapsari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 1, Januari 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.657 KB)

Abstract

ABSTRAKKekurangan zat besi di dalam tubuh di sebabkan oleh kekurangan konsumsi zat besi yang berasal dari makanan atau rendahnya absorpsi zat besi yang ada di dalam makanan. Asupan gizi pada saat hamil berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan zat besi karena terjadi peningkatan ekspansi massa sel darah merah, maka kebutuhan akan zat besi bertambah dan hal ini akan berdampak pada terjadinya anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Asupan nutrisi pada ibu hamil, mengetahui kadar Hb pada ibu hamil dan mengetahui hubungan asupan nutrisi dengan kadar Hb pada ibu hamil. Metode penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di BPS Suratini Suwarno Surakarta selama 6 bulan. Populasi target dalam penelitian ini adalah 40 ibu hamil dengan teknik sampel secara quota sample. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui asupan nutrisi ibu hamil dan set HB Digital untuk mengetahui kadar hemoglobin pada ibu hamil. Teknik analisis data yang digunakan adalah Pearson Product Moment dengan tingkat kepercayaan 95% atau = 5%. Pengujian statistik dalam analisis ini diolah dengan komputer menggunakan program SPSS (statistical product and service solution) versi 17. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai r hitung 0,674 > r tabel 0,312 dan p-value 0.000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signi¿ kan antara asupan nutrisi dengan kadar Hb pada ibu hamil. Kata kunci: ibu hamil, asupan nutrisi, kadar Hb ABSTRACTDe¿ cienci of iron in the body is caused by de¿ciency of iron intake from food or poor absorption of iron in the diet. Nutritional intake during pregnancy affect the ful¿ llment of the needs iron because of an increase in red blood cell mass expansion, the need for iron increases and this will have an impact on the occurrence of anemia. This study aims to determine the nutrient intake in pregnant women, knowing Hb levels in pregnant women and determine the relationship of nutrient intake with hemoglobin levels in pregnant women The research method is a survey with a cross sectional analytic study. This research was conducted in BPS Suratini Suwarno Surakarta for 6 months. The target population in this study were 40 pregnant women with the sample quota sample technique. The instrument used was a questionnaire study to determine the nutritional intake of pregnant women and set HB Digital to determine hemoglobin levels in pregnant women. The data analysis technique used is the Pearson Product Moment with a con¿ dence level of 95 % or = 5 %. The test statistic in this analysis is processed by a computer using SPSS ( statistical product and service solutions ) version 17. The results of this study showed the value of 0.674 count r > r table 0.312 and p-value 0.000 < 0.05. This suggests that there is a signi¿ cant relationship between intake of nutrients with Hb levels in pregnant women. Keywords:pregnant women, nutrition, Hb
Kajian Efektivitas Pemberian Vaksinasi Hepatitis B Terhadap Pembentukan Antibodi Anti Hbs Hutari Puji Astuti; Estri Kusumawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 1, Januari 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.422 KB)

Abstract

ABSTRAK Hepatitis B merupakan infeksi hepar yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB), suatu anggota famili Hepadna virus sehingga menimbulkan peradangan hati akut atau menahun pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Vaksinasi hepatistis B yang selama ini dilakukan mampu menurunkan angka kesakitan. Adanya beberapa kendala yang terjadi dalam vaksinasi baik secara internal dan eksternal seperti terjadinya netralisasi host, escape mutant atau virus mutasi yang lolos, kualitas vaksin dan faktor lingkungan. Salah satu parameter pengukuran keberhasilan efektivitas vaksinasi hepatitis B melalui pemeriksaan imunologis secara in vitro menggunakan perangkat diagnostic berdasarkan pengukuran titer antibody Anti HBs. Oleh karena itu perlu dilakukan pengkajian terhadap efektivitas vaksinasi hepatitis B terhadap individual yang telah divaksinasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil 100 % mengalami kenaikan anti HBs selama 6 bulan dari pemberian vaksinasi hepatitis B.Kata Kunci: vaksinasi Hepatitis B, Anti bodi Anti HBsABSTRACTHepatitis B is a liver infection caused by the Hepatitis B virus ( HBV ), a member of the family Hepadna virus causing acute or chronic inÀ ammation of the liver in a minority of cases may progress to liver cirrhosis or liver cancer. Hepatistis B vaccination has been done is able to reduce morbidity. The existence of several obstacles that occur in vaccinated both internally and externally as the neutralization of the host, or the escape mutant virus escape mutations, vaccine quality and environmental factors. One of the parameters measuring the success of the effectiveness of hepatitis B vaccination through in vitro immunological examinations using diagnostic device based on the measurement of Anti- HBs antibody titers. Therefore, it is necessary to study the effectiveness of vaccination against hepatitis B who have been vaccinated individual. The results of research conducted showed 100 % anti- HBs increased during the 6 months of vaccination with hepatitis B.Keywords: vaccination, Hepatitis B, Anti- HBs
ANALISIS HAMBATAN PEMANFAATAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI SURAKARTA DALAM RANGKA MEWUJUDKAN MDG’S 2015 Leni Kurniawati; Mei Lina Fitri Kumalasari; Retno Wulandari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 1, Januari 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.253 KB)

Abstract

ABSTRAKDelapan pilar pencapaian MDG’s 2015 salah satunya adalah memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya yang tertulis pada tujuan nomor 6, tetapi angka kejadian HIV/AIDS terus mengalami peningkatan secara global, termasuk di Indonesia. Untuk mengurangi angka kejadian HIV/AIDS tersebut, pemerintah menetapkan strategi melalui deteksi dini dan konseling secara sukarela yang salah satunya adalah pelayanan Voluntary Counseling and Testing (VCT). Namun, cakupan pemanfaatn VCT masih jauh dari target yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hambatan pemanfaatan VCT pada Pekerja Seks Komersial (PSK) di Surakarta. Hambatan yang akan diteliti antara lain adalah pengetahuan PSK terhadap HIV/AIDS dan VCT, stigma serta tingkat pendidikan PSK. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan di lokasi prostitusi Silir dan Gilingan di Surakarta. Dilakukan uji validitas dan realibilitas dengan jumlah sampel 30. Sampel sejumlah 104 PSK dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data dianalisis menggunakan regresi poisson dengan robust variance dengan STATA SE versi 12.0. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signi¿ kan antara pengetahuan dengan pemanfaatan VCT setelah mengendalikan tingkat pendidikan, ada hubungan signi¿ kan antara stigma dengan pemanfaatan VCT setelah mengendalikan tingkat pendidikan dan ada interaksi antara pengetahuan dan stigma terhadap pemanfaatan VCT setelah mengendalikan tingkat pendidikan. Kata kunci: Pengetahuan, stigma, tingkat pendidikan dan pemanfaatan VCTABSTRACTEight pillars of achieving the MDG ‘s 2015 one of which is the ¿ ght against HIV / AIDS, malaria and other infectious diseases are the number 6 written on purpose, but the incidence of HIV / AIDS continues to increase globally, including in Indonesia. To reduce the incidence of HIV / AIDS, the government set a strategy through early detection and counseling voluntarily, one of which is a service of Voluntary Counseling and Testing (VCT) However, the utilization of VCT coverage is still far from the expected target. The purpose of this study was to analyze barriers to VCT uptake commercial sex workers ( CSWs ) in Surakarta. Barriers that will be examined include knowledge of PSK against HIV / AIDS and VCT, stigma and education level PSK. This study is observational analytic cross sectional approach and implemented in prostitution Silir and mill in Surakarta. Test the validity and reliability with a sample of 30. Sample number 104 PSK with accidental sampling technique sampling. Data were analyzed using Poisson regression with robust variance with STATA SE version 12.0. The results showed no signi¿ cant relationship between knowledge with VCT utilization after controlling for level of education, there is a signi¿ cant relationship between stigma with VCT utilization after controlling for level of education and no interaction between peengetahuan and stigma towards VCT uptake after controlling for level of education.Keywords: knowledge, stigma, education level and utilization of VCT
KAJIAN EFEK SINERGISTIK ANTI JAMUR EKSTRAK BIJI PINANG (ARECA CATHECHU, L.) DAN DAUN SIRIH MERAH (PIPER BETLE L.) UNTUK PENCEGAHAN KANDIDIASIS VULVOVAGINAL Rahajeng Putriningrum; Annisaul Khoiriyah
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 1, Januari 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.755 KB)

Abstract

ABSTRAKKandidiasis vulvovaginal adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh berbagai jenis Candida, terutama dari jenis Candida albicans. Infeksi ini sering menyerang kaum wanita dengan gambaran klinis antara lain adanya hiperemi pada introitus vagina dan dinding vagina, pada stadium lanjut labia minora membengkak, adanya sekret vagina encer dan menjadi kental, sekret vagina berwarna kuning hingga hijau, keluhan utama rasa gatal pada malam hari. Biji tanaman pinang (Areca cathechu L.) dan daun sirih merah (Piper betle L. var Rubrum) mengandung À avonid, alkaloid, seperti arekolin, arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine, tanin terkondensasi,. Alternatif dalam pengobatan jamur candida vulvovaginal dapat menggunakan obat tradisional yang lebih mudah ditemui dan lebih murah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan metode difusi dan dilusi. Kajian efek sinergistik anti jamur ekstrak biji pinang (Areca cathechu, L.) dan daun sirih merah (Piper betle L.) dapat digunakan untuk pencegahan kandidiasis vulvovaginal pada konsentrasi terendah 7,6 x 10 -8 dengan perbandingan sirih merah dan biji pinang 1:2. Hal ini keefektifannya sama dengan biji pinang dengan konsentrasi 100%. Kesimpulan tidak adanya efek sinergistik anti jamur ekstrak sirih merah dan biji pinang terhadap candida vulvovaginal Kata kunci: antijamur, biji pinang, sirih merah, kandidiasis vulvovaginalABSTRACTVulvovaginal candidiasis is a fungal infection caused by various types of Candida, especially of the type of Candida albicans. These infections often attack women with clinical features include the presence of hyperemia at the vaginal introitus and vaginal wall, the labia minora swell advanced stage, presence of watery vaginal discharge and become thick, yellow vaginal discharge to green, the main complaints of itching at night. Plant seeds areca ( Areca cathechu L. ) and red betel leaf ( Piper betle L. var rubrum ) containing À avonid, alkaloids, such as arecoline, arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine and isoguvasine, condensed tannins. Alternative in the treatment of vulvovaginal candida fungus can use traditional medicine easier and cheaper encountered. This study uses an experimental laboratory with diffusion and dilution methods. The synergistic effects of anti fungal extract of betel nut ( Areca cathechu, L. ) and red betel leaf ( Piper betle L. ) can be used for the prevention of vulvovaginal candidiasis at the lowest concentration of 7.6 x 10-8 in the ratio of red betel and areca nuts 1: 2. This is the same effectiveness with betel nut with a concentration of 100 %. Conclusion the absence of a synergistic effect of anti fungal extracts of red betel and areca nuts against candida vulvovaginalKeywords:antifungal, areca seed, betel red, vulvovaginal candidiasis
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPATUHAN IBU MULTIGRAVIDA DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DI PUSKESMAS POLANHARJO, KLATEN Desy Handayani; Eni Rumiyati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 1, Januari 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.694 KB)

Abstract

ABSTRAKHasil survey anemi ibu hamil pada 15 kabupaten/ kota pada tahun 2007 menunjukkan bahwa prevalensi anemia di Jawa Tengah adalah 57,7%, Angka ini masih lebih tinggi dari angka nasional yakni 50,9%. Anemia pada kehamilan yang disebabkan kekurangan zat besi mencapai kurang lebih 95 persen. Sebagaian besar ibu hamil terutama multigravida kurang memperhatikan kondisi kehamilannya, terutama berkaitan dengan mengkonsumsi tablet Fe atau tablet tambah darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan ibu multigravida dalam mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Polanharjo, Klaten. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode korelasi analitik dan rancangan penelitian menggunakan cross sectional design. Hasil penelitian dari 80 responden menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi ibu multigravida dalam mengkonsumsi Fe adalah tingkat pengetahuan, sedangkan faktor pendidikan dan motivasi tidak berpengaruh. Dari pengujian analisis regresi linier berganda dan uji statistik uji F dengan derajat kemaknaan 5% (0.05) didapatkan hasil nilai konstanta p = 0.029. Variabel tingkat pengetahuan nilai p < 0,001, variabel pendidikan p = 0,501 dan variabel motivasi p = 0,104.Kata kunci: tingkat kepatuhan, ibu Multigravida, tablet FeABSTRACTThe survey results anemic pregnant women in 15 districts / cities in 2007 showed that the prevalence of anemia in Central Java was 57.7 %, this ¿ gure is still higher than the national ¿ gure of 50.9 %. Anemia in pregnancy is caused by de¿ ciency of iron reaches approximately 95%. In most pregnant women especially multigravida less attention to the condition of pregnancy, especially with regard to taking tablets Fe or iron tablet. This study aims to determine the factors that inÀ uence the mother’s level of compliance in consuming tablets multigravida Fe in Public Health Center of Polanharjo, Klaten. The method used is the method of analytic correlation and cross-sectional study design using the design. The results of the study of 80 respondents indicated that the factors affecting maternal Fe multigravida consume is the level of knowledge, while the educational and motivational factors are not inÀ uential. Of testing multiple linear regression analysis and the statistical test F test with a signi¿ cance level of 5% (0.05), showed a constant value p = 0.029. Variable knowledge level p < 0.001, p = 0.501 level variables and motivational variables p = 0.104. Keywords:level of compliance, the mother multigravida, tablets Fe
PEMERIKSAAN HIV 1 DAN 2 METODE IMUNOKROMATOGRAFI RAPID TEST SEBAGAI SCREENING TEST DETEKSI AIDS Agnes Sri Harti; Amalia Agustin; Siti Mardiyah; E Estuningsih; Heni Nur Kusumawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 1, Januari 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.949 KB)

Abstract

ABSTRAKAIDS (Aquired Immuno De¿ ciency Syindrom) adalah suatu keadaan akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh secara bertahap disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai HIV (Human Immunode¿ ciency Virus). Pemeriksaan HIV 1 dan 2 Imunokromatogra¿ Rapid Test ini merupakan cara kualitatif guna mengetahui ada tidaknya antibodi HIV tipe 1 dan HIV tipe 2 dalam sampel. Metode penelitian berdasarkan pemeriksaan laboratorium menggunakan metode Imunokromatogra¿ Rapid Test yang berdasarkan prinsip imunokromatogra¿ dengan serum atau darah sebagai sampelnya. Metode ini mempunyai kelebihan yaitu waktu pemeriksaan cepat (hanya berkisar 15 – 30 menit), mudah dilakukan, tidak menggunakan alat yang khusus dan cukup sensitif. Dari 20 sampel yang dipakai diperoleh 5 sampel positif (+) mengandung antibodi HIV tipe 1 dan 2. Metode Imunokromatogra¿ Rapid Test dapat digunakan sebagai screening test terhadap AIDS. Kata kunci: HIV, imunokromatogra¿ , screening test, AIDSABSTRACTAIDS (Aquired Immuno De¿ ciency Syndrom) is a condition caused by the decreasing of the body imunity system periodicly that caused by virus called HIV. HIV 1 and 2 imunocromatography rapid test method examination is a qualitative test to know HIV type 1 and type 2 antibody on sampel. HIV immunocromatography rapid test method laboratory examination is according to immune chromatography princip with the serum or blood as the sampel. This method bene¿ t is fast (only 15 – 30 minutes), easy doing, do not use spcial tools, and sensitive enough. The result is 5 samples are positive (+) containing HIV 1 and 2 antibody from 20 samples. Immuno chromatography Rapid Test method can be used as AIDS screening test.Key words: HIV, imunochromatography, screening test, AIDS
HUBUNGAN ROLE MODEL CLINICAL INSTRUCTOR DENGAN KONSEP DIRI MAHASISWA S-1 KEPERAWATAN SAAT PERTAMA KALI MENGIKUTI PRAKTIK KLINIK O Oktavianus; Rufaida Nur Fitriana; Rendi Editya Darmawan
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 1, Januari 2014
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.217 KB)

Abstract

ABSTRAKPraktik klinik dilaksanakan untuk mencapai tujuan membentuk konsep diri mahasiswa sebagai perawat yang profesional. Konsep diri meliputi gambaran diri, identitas diri, peran diri, ideal diri dan harga diri. Konsep diri mahasiswa sebagai perawat akan menentukan motivasi mahasiswa dalam menempuh pendidikan selanjutnya dan karier sebagai perawat. Instruktur klinik atau CI berperan sebagai ahli, fasilitator, pelatih dan pemberi umpan balik. Instruktur atau CI berperan utama dalam meningkat proses belajar mahasiswa melalui dukungan, bertindak sebagai model peran, peran sosialisasi, dan bertindak sebagai penilai. Instruktur klinik juga berfungsi sebagai mentor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika, sedangkan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi S-1 Keperawatan Angkatan Tahun 2011 STIKes Kusuma Husada Surakarta. Jumlah populasi adalah 48 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel secara total sampling, yaitu pengambilan sampel secara menyeluruh. Dalam penelitian ini pengumpulan data untuk tiap variabel menggunakan kuesioner penelitian terdiri atas 3 bagian antara lain: Model Peran CI diukur oleh Dempster Praktek Skala Perilaku ( DPbS ). Konsep diri diukur dengan Nurse Diri - Konsep Questionnaire ( NSCQ ). Data dianalisis dengan uji Mann - Whitney U dengan taraf signiÞ kansi 􀄮 􀂔 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara role model CI dengan konsep diri mahasiswa saat pertama kali praktik.Kata kunci: role model, instruktur klinik, konsep diri, praktek klinikABSTRACTClinical practice set out to form a self-concept of students as a professional nurse. Self-concept includes self-image, self-identity, the role of self, ideal self and self-esteem. Self-concept as a student nurse will determine the motivation of students in his education and career as a nurse next. Clinical instructor or CI role as expert, facilitator, trainer and provider feedback. Instructor or CI plays a key role in increasing student learning through support, acting as a role model, socialisation role, and act as assessors. Instructor clinic also serves as a mentor. This research is quantitative research that emphasizes the analysis of numerical data ( numbers ) are processed with statistical methods, while the research design used in this research is descriptive analytical cross-sectional approach. The population 61 in this study were all students Prodi S - 1 Nursing Force in 2011 STIKes Kusuma Husada Surakarta. Total population is 48 students. Sampling technique in total sampling, ie full sampling. In this study data collection for each variable using the study questionnaire consisted of three parts include: Role Model CI measured by Dempster Practice Behavior Scale ( DPbS ). Nurse self-concept was measured with the Self - Concept Questionnaire ( NSCQ ). Data were analyzed with the Mann - Whitney U test with signiÞ cance level 􀄮 􀂔 0.05. The results showed that there was no relationship between the CI role model student self-concept at Þ rst practice.Keywords: role model, instructor clinics, self-concept, clinical practice

Page 1 of 1 | Total Record : 10