cover
Contact Name
Ahmad Anas Arifin
Contact Email
anas.arifin@itats.ac.id
Phone
+6283110775666
Journal Mail Official
senastitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100, Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan
ISSN : -     EISSN : 27755630     DOI : -
Core Subject : Engineering,
- Industrial and Sustainable Technology Innovations - Ergonomics, Human Factors, HSE, and Work Design - Logistics System and Supply Chain - Operational Research, Modeling, and Simulation - Materials Engineering, Advanced Materials, Nano Materials - Energy Conversion, New and Renewable Energy - Mechanics, Mechatronics and Robotics - Manufacturing and Design - Waste treatment - Chemical Process Technology
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023" : 75 Documents clear
Feasibility test of Phosphogypsum on the Portland Cement Properties Damai Suhendri; Muhammad Subhan; Risky Fawardi Yuliarta; Saiful Arif; Yustia Wulandari Mirzayanti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phosphogypsum Merupakan Produk samping proses pembuatan asam fosfat, biasanya digunakan sebagai pupuk tambahan pengolahan tanah. Alternatifnya, pembuangan bahan ini dalam bentuk TPA membutuhkan lahan yang luas dengan resiko bahaya terhadap lingkungan. Karena itu, bahan tersebut telah mencoba untuk digabungkan dalam pembuatan semen mengingat penggunaannya yang berkelanjutan. Phosphogypsum  dapat digunakan sebagai pengganti gipsum alami dalam produksi semen Portland untuk mengontrol laju reaksi hidrasi semen.  Phosphogypsum mentah dikumpulkan dari industri pupuk lokal. Sifat phosphogypsum dievaluasi dan kemudian efek penambahan berbagai tingkat Phosphogypsum (2, 5, 10 dan 15 persen berat semen) dengan klinker semen Portland diselidiki. Bahan mentah diperlakukan untuk menghilangkan air tambahan dan kotoran dengan mencuci, mengeringkan udara dan mengeringkan oven. Baik bahan yang diolah maupun yang tidak diolah digunakan dalam pekerjaan eksperimental. Pengaturan waktu, aliran, dan perilaku kekuatan tekan dari sampel pasta, mortar, dan beton yang disiapkan dievaluasi untuk menemukan persentase Phosphogypsum yang efektif untuk digunakan dalam pembuatan semen Portland. Dengan mengevaluasi sifat pasta semen, mortar dan beton disimpulkan bahwa penambahan Phosphogypsum 5-10% dalam klinker semen memberikan hasil baik. Disamping Itu penggunaan phospo gypsum sebagai bahan pengganti gypsum alami juga dapat memberikan keuntungan bagi industri. Dikarenakan dengan Persen Penggunaan yang sama namun harga yang jauh lebih murah dapat menghemat biaya produksi.Kata kunci:  produk sampingan, phosphogypsum, semen Portland
Model Pengelolaan Lingkungan Berbasis IP (Indeks Pencemaran) Berspektif CCME (Canadian Council of Ministers of The Environment) dan VED (Vital, Essential and Desirable) Dengan AHP Sebagai Perating (Studi Kasus : Kabupaten Gresik – Jawa Timur) Irwanto Irwanto; Rony Prabowo
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The quality of the environment in Gresik Regency has decreased along with the areas affected by pollution have increased. In 2021-2022 the areas affected by light industry pollution will increase by 18%, medium industry by 14%, and heavy industry by 15%. To find out how far the level of pollution is, a pollution index calculation for 7 rivers is carried out using the IP, CCME, VED and AHP methods as ratings. IP calculation results with water quality status lightly polluted 3 rivers (Mireng River 1.98, Lamong River 3.43 and Sukomulyo River 4.24), while 3 rivers (Afvour Wringinanom 7.02, Surabaya River 7.01 and Tengah River 8 .03) and the weight of 1 river (Solo River 10.57). CCME calculation results with poor water quality status 1 river (Tengah River 38.34) and 6 rivers with poor quality status (Afvour Wringinanom 44.66, Mireng River 58.5, Surabaya River 44.72, Solo River 49.34, Lamong River 52.91 and Sukomulyo River 48.12). The VED classification consists of 2 Vital Rivers (Solo River and Tengah River), Essential 3 Rivers (Afvour Wringinanom, Surabaya River, Lamong River) and Desirable 2 Rivers (Mireng River and Sukomulyo River). While the criteria and alternatives through the AHP rating there are 3 aspects namely technical and economic, health and environment, legal and institutional with 3 alternatives namely guidance, supervision and law enforcement, river conservation and the role of the community and business actors.
Penerapan Metode Epq (Economic Production Quantity) Dengan Integrasi Ccr (Capacity Constrained Resources) Dan Toc (Theory Of Constraints) (Studi Kasus: Cv. Livana Spikoe-Surabaya) Yogi Indra Kusuma; Ni Luh Putu Hariastuti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV.Livana Spikoe-Surabaya perusahaan roti yang sedang berkembang dengan ini permintaan perusahaan semakin meningkat. Untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar maka CV.Livana Spikoe-Surabaya harus dapat mengevaluasi dari setiap lini produksi yang dilakukan. Perusahaan harus menemukan constraint yang terjadi dan mencari solusi sehingga produksi dapat dilakukan dengan baik. Selama ini dilakukan jadwal lembur yang dianggap berlebih dan menyebabkan pengeluaran perusahaan semakin besar. Perusahaan ingin meningkatkan produktivitas pada lini produksi dengan memperbaiki sistem yang ada melalui metode CCR dengan prinsip TOC, setelah mendapatkan hasil dan perbaikan sistem akan dihitung kembali biaya yang dikeluarkan dengan metode EPQ, hasil dari perhitungan dapat menurunkan biaya dari  Rp182.334.818,46/bulan menjadi Rp138.899.347,72/bulan dengan ini menekan biaya persediaan sebesar 23,82%.Kata kunci: CCR, constraint, produktivitas, TOC
Analisis Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proses Produksi Kemasan Pasta Gigi (Tube) dengan Metode Hazzard and Risk Assegment (HIRA) dan Metode Job Safety Analysis (JSA) Galih Ghiffari Ramadhan; Lukmandono Lukmandono
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ ialah perusahaan pembuatan tabung laminasi dan plastic kemasan. Risiko yang terjadi di area kerja produksi PT. XYZ membuat perusahaan hanya memiliki 85% implementasi K3. Contohnya tangan masuk ke mesin karena operator mengambil tabung yang tersangkut saat mesin masih berjalan, juga tutup pasta gigi/ head yang berserakan di tanah yang menyebabkan pekerja terjatuh dan terluka. Metode Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA) dan Job Safety Analisis (JSA) digunakan di penelitian ini untuk dapat menganalisa risiko bahaya dan potensi kecelakaan kerja yang ada. Hasil pengolahan data dan identifikasi umum dari HIRA dan JSA terdapat 20 jenis kecelakaan kerja di area produksi mesin AMS dan Nilpeter. 4 (empat) macam klasifikasi bahaya yang jadi sumber munculnya risiko pada stasiun kerja, yaitu peralatan atau mesin yang digunakan, material, sikap kerja para karyawan, dan lingkungan tempat kerja. Keempatnya memiliki efek berbeda di setiap tingkat risiko berdasarkan risiko yang dihadapi, oleh karenanya dapat menyebabkan kecelakaan kerja jika perusahaan tidak melakukan perbaikan. Hasil penelitian dan pengolahan data yang telah dilakukan sebaiknya pihak perusahaan mengambil langkah pencegahan terjadinya kecelakaan kerja, seperti membuat SOP agar karyawan bisa bekerja dengan nyaman dan aman, memberikan APD untuk pekerja, asuransi kesehatan dan perawatan serta suku cadang untuk mesin produksi.
Pengaruh Jumlah Layer dan Jenis Matrix Pada Hybrid Serat Ijuk Pohon Aren – Woven S Glass Terhadap Kekuatan Tarik dan Bending Anisetus Bechkam Jelala; Frizka Vietanti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit adalah sebuah material yang dihasilkn dari kom campuran atau digabungkan antara berbagai macam jenis material sehingga menghasilkan benda yang memiliki sifat mekanik dan karakteristik yang berbeda dengan material sebelumnya. Dengan melimpahnya serat alam Ijuk Pohon Aren di NTT merupakan peluang yang sangat tinggi bagi masyarakat sebagai penggunaan serat alam yaitu serat Ijuk pohon Aren pada komposit. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisah dan mengetahui pengaruh kekuatan Tarik dan bending komposit alami dengan mengkombinasikan matrix epoxy dan Polyester yang diperkuat dengan serat alam. Selain menggunakan variasi matrix pada penelitian ini juga digunakan variasi jumlah sebesar 1,2,3 Layer. Dari penelitian ini didapatkan hasil kekuatan Tarik pada matrix Epoxy antara lain untuk 1 layer 39,35 Mpa, 2 layer 39,32 Mpa, 3 layer 45,42 Mpa. Sedangkan untuk kekuatan Tarik pada matrix Polyesternya mendapatkan hasil antara lain untuk 1 layer 49,97 Mpa, 2 layer 56,57 Mpa, 3 layer 58,93 Mpa. Pada penelitian ini pula didapatkan hasil kekuatan bending pada matrix epoxy antara lain untuk 1 layernya 4.908 Kg/mm2, 2 layer 6.268 Kg/mm2, 3 layer 7.209 Kg/mm2. Sedangkan untuk hasil kekuatan Tarik pada matrix polyesternya antara lain untuk 1 layernya 8.654 Kg/mm2, 2 layer 8.940 Kg/mm2, 3 layernya 12.019 Kg/mm2.
Analisis Perencanaan Persediaan Bahan Baku dengan Metode Material Requirement Planning (MRP) di PT. PG Candi Baru Sidoarjo Jeremia Tri Wardhana; Suparto Suparto
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pada dunia industri Indonesia saat ini membuktikan bahwa setiap perusahaan akan terus berupaya dalam peningkatkan produktivitas untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku yang ada dalam perusahaan. Berbagai bagian dari dalam (intern) perusahaan seperti departemen produksi, departemen manajemen, departemen distribusi, dan departemen pemasaran. manajemen, perusahaan dituntut untuk dapat memproduksi dan menghasilkan produk yang sangat berkualitas dan mempunyai mutu tinggi, pengelolaan di dalam perusahaan akan sangat berpengaruh pada produk yang dihasilkan. Usaha serta kerjasama yang terjalin dengan sangat baik akan mempengaruhi hasil produksi perusahaan. PT. PG Candi Baru Sidoarjo merupakan salah satu dari perusahaan yang bergerak pada bidang produksi gula pasir. Perusahaan berdiri pada tahun 1932 dan hingga saat ini perusahaan ini masih aktif dalam memproduksi gula pasir. PT. PG Candi Baru Sidoarjo berlokasi di Jalan Raya Candi No. 10, Sidoarjo. PT. PG Candi Baru Sidoarjo mempunyai lahan penggilingan 3000 TCD (Tone Cane Day) dari 4000 hektar lahan tebu di Sidoarjo dan merupakan anak dari perusahaan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak dalam produksi gula. Pada perusahaan PT. PG Candi Baru Sidoarjo yang bergerak di bidang industri, selalu melakukan pengecekan terhadap pembelian dan pengendalian bahan baku agar berjalannya kegiatan produksi dengan baik. Hal ini sangat berpengaruh agar tehindar dari permasalahan waktu dalam proses produksi. Berjalannya proses produksi yang baik akan sangat berpengaruh pada hasil produksi yang akan dihasilkan, hasil yang baik akan mengurangi resiko terjadinya kerugian. Perusahaan ini menggunakan bahan dasar utamanya yaitu tebu di dalam proses produksinya. Peneliti melakukan observasi awal di PT. PG Candi Baru Sidoarjo, perusahaan ini kerap kali mengalami keterlambatan dalam pemasokan bahan dasar utama dikarenakan tidak terjadwalkannya pemesanan. Perencanaan dan pengendalian ini sangatlah penting agar produksi dapat berjalan dengan tepat waktu dan tidak terhenti. Bahan baku PT. PG Candi Baru Sidoarjo menerima kiriman dari petani lokal di wilayah Lumajang, Malang, Jombang, Kediri, Tuban, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo. Realita setiap hari yang di temui oleh peneliti, PT. PG Candi Baru Sidoarjo ini hanya mengandalkan lahan yang ada di PT. PG Candi Baru Sidoarjo sembari menunggu pemasokan tebu dari beberapa wilayah tersebut hal ini mengakibatkan proses produksi tidak maksimal dan sering    terhenti.Kata kunci: PG. Candi Baru, metode Material Requirment Planning (MRP).
Perhitungan Biaya Manufaktur Kinerja Mesin Pencacah Botol Plastik Tipe Gunting Hery Irawan; Gigih Benfisa; M Thoriq Utomo; Khafid Zeinanda; Rivaldo Antartika
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah saat ini masih menjadi masalah yang sulit untuk dikendalikan terutama sampah botol plastik, Sampah botol plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dalam timbunan tanah. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk menanggulanginya ialah dengan melakukan pencacahan, agar hasil dari proses pencacahan tersebut dapat di olah kembali menjadi barang yang dapat digunakan lagi. Pada penelitian ini saya menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan cara pengambilan data secara langsung dengan desain alat sebagai langkah pertama dilanjutkan proses pembuatan alat, setelah itu dilakukanlah 2 proses pengambilan data yaitu Analisis Sistem Manufaktur dan Uji kinerja mesin pencacah botol plastik tipe gunting. Tahap selanjutnya ialah perhitungan data dimulai dari analisis manufaktur untuk mengetahui lama pembuatan, biaya produksi, dan nilai ekonomis mesin dengan metode BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, waktu produksi (Tp) =2083,3 menit/batch, laju produksi 0,028 unit/jam, dengan waktu pengerjaan selama 8 jam/shift maka, MLT sebesar 201,35 jam/batch. Biaya produksi Rp. 6.943.133/unit, harga jual alat (P) sebesar Rp. 7.984.602 Laba yang diperoleh sebanyak Rp. 1.041.469/bulan. dengan BEP (Q) atas dasar unit = 1 unit dan, BEP dalam Rupiah sebesar Rp. 5.911.357. Periode pengembalian modal Payback mesin pencacah botol plastik tipe gunting yaitu selama 2 bulan. Hasil dari pengujian kinerja mesin dilakukan perbandingan antara 2 screen yaitu (Lingkaran Hexagonal) ∅ lubang 2,5 cm menunjukkan bahwa screen lingkaran ≥ hexagonal dengan nilai kapasitas waktu pemotongan 2,12 kg/jam dan efisiensi hasil cacahan 88,3 %Kata Kunci : Daur Ulang, Botol Platik, Mesin Pencacah, Studi Waktu, BEP
Pengaruh Suhu Dalam Penentuan Kapasitas Panas Kalorimeter dan Hubungan Konsentrasi NaOH Dalam Penentuan Panas Pelarutan juga Panas Netralisasi Syah Muhammad Syam; Ria Sri Hapeni; Eka Cahya Muliawati
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman pelajar pada materi Termokimia yang bersifat kompleks dan abstrak, sehingga dilakukan penelitian ini sebagai bentuk penerapan materi Termokimia secara nyata. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap penentuan kapasitas panas kalorimeter serta korelasi antara konsentrasi NaOH dengan panas pelarutan dan panas netralisasi yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dilakukan penelitian eksperimental dengan melakukan tiga kali proses secara berturut-turut menggunakan alat kalorimeter sederhana dengan variabel yang berbeda pada setiap proses. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai kapasitas panas kalorimeter yang dihasilkan sebesar -4692,7 J pada suhu akhir campuran 54°C. Nilai penentuan panas pelarutan terbesar yang dihasilkan sebesar -3865,214 dengan massa NaOH 1 gram, sedangkan nilai panas pelarutan terkecil yang dihasilkan sebesar -3914,694 J dengan massa NaOH 10 gram. Nilai penentuan panas netralisasi terbesar pada konsentrasi 2 M yaitu sebesar -4561,458 J, sedangkan nilai panas netralisasi terkecil yang dihasilkan pada konsentrasi 0,1 M yaitu sebesar -4691,877 J.Kata kunci: termokimia, kalorimeter, panas reaksi, panas pelarutan, panas netralisasi.
Model Perilaku Penggunaan Panel Surya Sebagai Energi Baru Terbarukan Dengan Pendekatan UTAUT dan TAM Trias Septin Hariana; Lukmandono Lukmandono
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi Baru dan Terbarukan (EBT) merupakan salah satu isu penting di dunia internasional, hal ini dikarenakan energi ini merupakan sumber daya alam yang tidak dapat habis, sehingga menjadikan energi sebagai penunjang kehidupan manusia. PT. PLN atau PT. PLN merupakan perusahaan operasi dan pemeliharaan (OC) yang ditunjuk oleh PT. PLN pembangkitan Tanjung Jati B untuk mengoperasikan dan memelihara PLTU Tanjung Jati B unit 34 yang berlokasi di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong seseorang untuk menggunakan suatu sistem, Model yang dikembangkan yaitu model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) yang merupakan hasil pengembangan dari beberapa model yang ada dan menyatakan model ini terbukti 70% lebih berhasil daripada model lainya. Model penerimaan teknologi (TAM) TAM disesuaikan dan dirancang untuk mengharapkan popularitas dan penggunaan generasi fakta di dalam tempat kerja. Konsep TAM dan UTAUT menjelaskan sebuah teknologi baru bisa diterima oleh masyarakat dengan persepsi masyarakat sendiri mengenai teknologi baru. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan seberapa besar pengaruh variabel-variabel model UTAUT dan TAM terhadap use behavior dan actual system use panel surya sebagai energi terbarukan di PT. PLN Pembangkitan Tanjung Jati B Unit 3 dan 4. Metode SEM yang dibantu dengan software SMARTPLS dengan harapan hasil dapat menjadi langkah bagi PT. PLN. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel model UTAUT ada yang berpengaruh signifikan terhadap use behavior dan actual system use dan ada yang tidak berpengaruh signifikan terhadap use behavior dan actual system use. Sedangkan variabel model TAM seluruh variabel nya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap use behavior dan actual system use.
Pengaruh Kompensasi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian S3 Embos Sablon PT Nikomas Gemilang Kabupaten Serang Banten Ichwan Bagus Airlangga
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pengaruh  kompensasi terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi PT Nikomas Gemilang Kabupaten Serang  Banten; (2) untuk mengetahui Seberapa besar kompensasi terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi PT Nikomas Gemilang Kabupaten Serang  Banten. Metode yang digunakan secara deskriptif korelasional  data kompensasi berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja diperoleh melalui penggunakan kuesioner, dengan koefisien validitas baik dan koefisien reliabilitasnya tinggi. Jumlah sample yang digunakan adalah 86 responden, dan diukur dengan menggunakan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi (r) antara Kompensasi terhadap Produktivitas kerja karyawan sebesar 0,552 hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sedang antara Kompensasi terhadap Produktivitas kerja karyawan. Nilai R square koefisien determinasi (KD) adalah sebesar 0,305. menunjukan bahwa presentase pengaruh variabel independen (Kompensasi) terhadap variabel dependen (Produktivitas kerja karyawan) sebesar 30,50%. Sedangkan sisanya sebesar 69,50% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini. Persamaan regresi Y = 21,915 + 0,691X, artinya Nilai Konstanta sebesar 21,915. artinya jika Kompensasi (X) nilainya 0, maka Produktivitas kerja karyawan (Y) nilainya adalah 21,915. Koefisien regresi variabel Kompensasi (X) sebesar 0,691 artinya setiap kenaikan Produktivitas kerja karyawan sebesar 0 maka Kompensasi 0,691. Atau jika variabel independen (Kompensasi) 0% maka variabel dependen (Produktivitas kerja karyawan) nilainya adalah sebesar 0,691. Nilai t hitung lebih besar dari t table, yaitu 6,071 1.9886 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Kompensasi terhadap Produktivitas kerja karyawan pada bagian produksi PT. Nikomas Gemilang Serang Banten.