cover
Contact Name
Ahmad Anas Arifin
Contact Email
anas.arifin@itats.ac.id
Phone
+6283110775666
Journal Mail Official
senastitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100, Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan
ISSN : -     EISSN : 27755630     DOI : -
Core Subject : Engineering,
- Industrial and Sustainable Technology Innovations - Ergonomics, Human Factors, HSE, and Work Design - Logistics System and Supply Chain - Operational Research, Modeling, and Simulation - Materials Engineering, Advanced Materials, Nano Materials - Energy Conversion, New and Renewable Energy - Mechanics, Mechatronics and Robotics - Manufacturing and Design - Waste treatment - Chemical Process Technology
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023" : 75 Documents clear
Pemodelan Cruise Control pada Kendaraan dengan Variasi Koefisien Gesek pada Jalan Yosep Kopertino Paldasen; Desmas Arifianto Patriawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan dunia otomotif dewasa ini, salah satu aplikasi yang sedang hangat diperbincangkan yaitu sistem Adaptive Cruise Control (ACC) Sistem ini dapat bekerja dengan cara menyesuaikan kecepatan kendaraan dan mengatur jarak kendaraan dengan kendaraan di depannya. sistem ini dapat membantu mengurangi dan mengontrol  aktivitas pengemudi untuk memperkecil tingkat kecelakaan akibat human eror aatau kesalahan akibat kelalaian pengendara,System Cruise control adalah salah satu teknologi baru yang diterapkan pada mobil dengan fungsi mengatur kecepatan mesin stabil tanpa membutuhkan pijakan pedal gas.pada penelitian ini digunakan Simulink pemodelan menggunakan software MATLAB,hasil Analisa yang dilakukan mobil cenderung berjalan sangat stabil jika menggunakan kontrol PI dan sebaliknya mobil akan berjalan sangat tidak stabil jika tidak menggunakan kontrol.
Studi Eksperimental Respons Tunak Getaran Model Bangunan Akibat Variasi Panjang Pendulum dan Jarak Celah Pelat Tembaga pada Eddy Current Pendulum Pounding Tuned Mass Damper Muhammad Ilham Zarkacy; Fajar Ramadhan Manggala Prakasa; Ardi Noerpamoengkas
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pengembangan tuned mass damper adalah penggunaan model pendulum dengan penahan. Penelitian ini menggunakan mekanisme arus eddy untuk penahannya. Model ini disebut ECPPTMD (Eddy Current Pendulum Pounding TMD). Magnet ditempatkan pada ujung pendulum, dan pelat tembaga ditempatkan di dua sisi ayunnya sebagai penahan. Celah pelat tembaga dan panjang pendulum divariasikan. Akselerometer ditempatkan pada model bangunan yang diganggu pada landasannya. Data respons kondisi tunak diolah agar mendapatkan nilai amplitudo dan RMS (Root Mean Square). Dari uji getaran, diperoleh hasil bahwa semakin besar celah pelat tembaga dan panjang pendulum maka semakin besar respons getaran model bangunan.
Proses Manufaktur Alat Pelebur Plastik Dan Pencetak Paving Block Berbahahan Dasar Sampah Plastik Berbasis Sistem Pneumatik Dengan Pemanas Listrik Arief Prasetio Nugroho; Hery Irawan; Ayu Setyaning Sayekti Poesoko; Dias Saputra; Dani Fitriyanto; Mochammad Zadith Taqwa
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada mulanya masyarakat kurang akan pengetahuan betapa banyaknya sampah plastik yang ada di dunia ini yang tidak bisa terurai secara alami dan sangat berbahaya bagi lingkungan hidup jika sampah plastik tidak dikelola dengan baik. Maka dari itu dibuat alat pengolahan sampah plastik yang berfungsi sebagai pelebur dan pencetak paving block. Alat ini memiliki 3 bagian utama yaitu, tungku peleburan, pemanas, dan pengepresan yang dapat mempermudah dan lebih efisien dalam pembuatan paving block berbahan dasar sampah plastik. Komponen dalam pembuatan alat ini juga sangat mudah di jumpai dan mudah dioperasikan oleh siapapun dengan sistem penggunaan yang dapat dibilang tidak terlalu rumit. Proses manufaktur alat ini meliputi persiapan material dan proses pemesinan (pemotongan,pengelasan,pembubutan,drilling,dan pengecatan). Setelah alat jadi dilakukan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan perhitungan waktu produksi.kemudian dilakukan uji coba alat sampai menghasilkan paving block.Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan harga pokok produksi (HPP) senilai Rp. 7.462.055, dan waktu proses produksi total 11,6 jam. Sedangkan hasil pengujian tekan paving mencapai beban 49 KN dengan kuat tekan sebesar 2,99 Mpa.
Mengukur Pengaruh Kepercayaan dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan dengan Model Structural Equation Modelling (SEM) Muhammad Alex Fatchurrochim; Dimas Nurwahyudianto; Irfan Pandu Wijanarko; Veronika Wulandari; Muhammad Mudhofar; Aditya Apriawan Saputra
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui P value pada goodness of fit model dan mengetahui pengaruh kepuassan pelanggan dan kepercayaan pelanggan terhadap kepuasan pelanggan beserta indokator pada PT. Telkom Indonesia Tbk. cabang Kenjeran, Kota Surabaya mengguanakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan intrumen kuesioner dan wawancara kepada customer atau pengguna jasa layanan Telkom Indonesia. Data yang digunakan berjumlah 100 data dan variabel serta indikatornya dibangkitkan melalui studi literatur sebanyal 20 jurnal dan menghasilkan 7 variabel dan 28 indikator. 7 variabel yang digunakan dalam artikel ini mencakup 4 variabel X (citra merk, persepsi harga, kualitas pelayanan, dan komunikasi interpersonal) dan 3 variabel Y (kepercayaan pelanggan, kepuasan pelanggan, dan loyalitas pelanggan). Hasil dari pengolahan data menunjukkan default model memiliki nilai NAPR sebesar 97, CMIN sebesar 438.511, DF sebesar 399, dan P valuei sebesar 0.084. Berdasarkan nilai P value dari model SEM dapat disimpukan bahwa model SEM memenuhi syarat minimum goodness of fit sehingga model dapat diterima untuk menggambarkan hubungan variabel laten.
Penilaian Risiko Operasional Penyebab Keterlambatan Proyek Reparasi Kapal KM Cargo pada Galangan Kapal PT Dewa Ruci Agung Surabaya Marculino Brites; Minto Basuki
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melaksanakan proyek reparasi kapal tentulah ada kendala-kendala yang dapat menyebabkan keterlambatan waktu penyelesaian proyek tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penilaian risiko pada proyek reparasi kapal. Pada penelitian ini, penulis bermaksud untuk menganalisa penilaian risiko penyebab terjadinya keterlambatan proyek reparasi kapal. Analisa yang akan dilakukan penulis menggunakan metode Fishbone Diagram dan Failure Mode And Effects Analysis. Hasil dari Fishbone Diagram berupa Analisa penyebab keterlambatan waktu proyek reparasi kapal. Sedangkan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) menghasilkan skor dari masing-masing mode kegagalan yang menjadi penyebab keterlambatan waktu proyek reparasi kapal. Kemudian dilakukan perhitungan Risk Priority Number (RPN) untuk mendapatkan peringkat dari mode kegagalan dominan atau kritis yang akan diberi tindakan khusus untuk mengurangi terlambatnya waktu pengerjaan proyek. Dari hasil analisa dengan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) diperoleh mode kegagalan dominan berdasarkan RPN (Risk Priority Number) untuk peralatan kerja kurang lengkap dengan RPN sebesar 0,0767, untuk bentuk kegagalan terjadinya perencanaan pekerjaan tidak berjalan lancar dengan hasil RPN 0,0491, cat tidak dapat menempel dengan baik dengan hasil RPN 0,0420 dan peralatan produksi kurang lengkap dengan hasil RPN 0,0470. Mode kegagalan dominan yang diperoleh kemudian diberikan rekomendasi tindakan pencegahanatau mitigasi untuk proyek selanjutnya.
Uji Pengaruh Flywheel pada Performa Mesin Penggiling Cabai Model Disk Mill Penggerak Motor Listrik 1 HP Bambang Setyono; Ogi Restu Alamsyah
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin penggiling cabai menggunakan flywheel saat ini belum banyak digunakan, oleh karena itu dibuat inovasi terbaru karena flywheel memiliki performa yang sangat bagus buat mesin penggiling, karena flywheel menyimpan momen inersial yang yang dapat memberikan kesetabilan saat mendapaatkan beban. Penelitian ini dilakukan dengan menguji mesin penggiling cabe tanpa flywheel dan menggunakan flywheel diameter 20cm dan 25cm. Penelitian ini menggunakan metode experimen, yaitu menggunakan pengujian langsung performa mesin penggiling cabai tanpai flywheel dan menggunakan flywheel .Dari hasil pengujian diketahui bahwa konsumsi daya listrik untuk menggiling cabe 200g apabila mesin tanpa menggunakkan flywheel 0,033 watt, menggunakkan flywheel diameter (D20 cm) 0,027 watt dan yang menggunakkan flywheel diameter (D25 cm) 0,028 watt. Penambahan flywheel cenderung menurunkan putaran poros mesin dimana putaran poros tanpa flywheel putaran 2486,5 rpm, yng menggunakkan flywheel diameter (D20 cm) putaran 2228,5 rpm dan yang menggunakkan flywheel diameter (D25 cm) putaran 2138 rpm. Berdasarkan hasil pengujian yang di dapat saat pengujian. Tanpa menggunakan flywheel serbuk halus tapi kurang merata, sedangkan yang menggunakan flywheel diameter (D20 cm) serbuk halus agak merata dan yang memakai flywheel diameter (D25 cm) serbuk halus  merata.
Pengukuran Kinerja Supply Chain Perusahaan Make to Stock Dengan Pendekatan Supply Chain Operational Reference (Studi Kasus: PT. XXX Surabaya) Yoga Pria Hadi Setiawan; Evi Yuliawati
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era globalisasi saat ini mendorong pelaku usaha untuk memiliki daya saing yang tinggi guna dapat bertahan dalam persaingan bebas yang semakin kompetitif. Perusahaan dituntut memiliki manajemen kinerja yang baik, dimana dapat dilihat dari keberlangsungan proses bisnis perusahaan apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Salah satu aspek fundamental dalam kinerja suatu operasi bisnis yang baik adalah adanya integrasi dari masing-masing proses. Masih banyak perusahaan yang masih merasa sulit untuk efektif dalam melakukan evaluasi kinerja supply chain. Optimalisasi kinerja Supply chain Management diharapkan mampu menghasilkan kinerja perusahaan yang baik dalam segi operasional dan dapat meningkatkan daya berkompetisi perusahaan pada pasar. Terdapat permasalahan terkait dengan masalah distribusi bahan baku (raw material) di PT. XXX Surabaya, dimana sering terjadi keterlambatan pengiriman bahan baku yang mengakibatkan keterlambatan proses produksi terkait dengan pengolahan bahan yang dibutuhkan, sehingga terjadi penghentian produksi mesin dan pekerja. Terdapat 16 Key Performance Indicators (KPIs) yang telah teridentifikasi guna merepresentasikan kinerja perusahaan. 3 KPI merepresentasikan kategori proses Plan, 2 KPIs merepresentasikan kategori proses Source, 2 KPIs merepresentasikan kategori proses Make, 3 KPIs merepresentasikan kategori proses Deliver, 2 KPIs merepresentasikan kategori proses Return, serta 4 KPIs terridentifikasi pada kategori proses Others.
Faktor-Faktor Keberhasilan Program Keselamatan Pada Perusahaan Konstruksi di Surabaya Basyirotul Baroroh; Feri Harianto
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program K3 merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan. Keberhasilan program K3 merupakan sasaran utama bagi setiap perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang paling utama dalam keberhasilan pelaksanaan program K3. Penelitian ini menggunakan metode pembobotan TEV untuk mengetahui nilai kepentingan faktor keberhasilan program K3 dengan cara membuat pohon keputusan, kemudian dilanjutkan dengan pembobotan nilai menggunakan metode Delphi, expected value menjadi tahap akhir untuk menghitung nilai harapan tiap kelompok anak cabang pohon keputusan. Pengambilan data menggunakan kuesioner, dengan jumlah sampel sebesar 30 orang. Responden pada penelitian ini adalah divisi HSE, project manager dan site engingeering. Penelitian dilakukan di 5 perusahaan konstruksi di Surabaya. Variabel penelitian yang digunakan yaitu komitmen pimpinan, komunikasi, partisipasi pekerja, prosedur dan kebijakan K3, insentif, pelatihan K3, sarana dan prasarana serta peralatan. Hasil dari penelitian ini adalah expected value dari faktor keberhasilan program K3 pada perusahaan konstruksi di Surabaya adalah 3,68 dengan kategori tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan program K3 pada perusahaan konstruksi di Surabaya sudah berjalan dengan baik. Faktor yang paling dominan dalam keberhasilan K3 adalah komunikasi dengan nilai bobot 14,9%. Oleh karena itu pentingnya komunikasi di lapangan melalui safety talk perlu dilakukan pada setiap memulai pekerjaan.
Perancangan dan Pengembangan Produk Mesin CNC Mini 3 Axis dengan Metode Quality Function Development (QFD) Maulana Rizqi Mahendra; Ahmad Anas Arifin
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manufaktur adalah salah satu ilmu dari teknik mesin yang mempelajari tentang pembuatan suatu produk, yang berawal dari desain, ide,dan proses pembuatan. Diawali dengan identifikasi desain produk awal dengan metode Quality Function Deployment (QFD), kemudian dilanjutkan dengan perbaikan rancangan produk menggunakan metode DFMA. Pengambilan data dibuat dengan cara mebuat 2 desain konsep pembanding untuk dibandingkan dengan desain existing. Hasil menunjukkan bahwa DFM Desain Existing = 100 menit 47 detik dan DFA Index Desain Existing = 21.58 %, Desain Konsep 1 didapat DFM = 69 menit 35 detik dan DFA Indek Desain Konsep 1 = 54,06 %, Desain Konsep 2 didapat DFM = 70 menit 45 detik dan DFA Index Desain Konsep 2 = 51,33 %. Pemilihan konsep terbaik antara mesin Existing dengan konsep desain 1 dan konsep desain 2 berdasarkan kriteria serta parameter pembanding yang lain. Dari semua assessment yang telah dilakukan antara mesin Existing dengan Desain Konsep 1 dan 2, diperoleh nilai absolut atau nilai relative dari konsep 1 adalah paling besar yaitu 4,16 (37,71%). Dengan hasil tersebut dapat dikatakan Desain Konsep 1 adalah yang terbaik.
Pengaruh Pengelasan SMAW Menggunakan Beda Elektroda dan Posisi Pengelasan 1G, 2G, 3G Berbahan Baja ASME SA36 terhadap Pengujian Kekerasan Vickers dan Struktur Makro Deny Riorosa Nero; Suheni Suheni
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan (welding) adalah salah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang kontinu. Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam kontruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, bejana tekan, pipa pesat, pipa saluran dan sebagainya. Penelitian tentang pengaruh jenis elektroda terhadap sifat mekanik pengelasan SMAW dengan metode variasi beda tipe elektroda dan posisi pengelasan menggunakan BAJA ASME SA36 terhadap pengujian kekerasan dan struktur makro. Pengaruh variasi pengelasan smaw terhadap pengujian kekerasan vickers dapat diketahui VHN tertinggi pada jenis elektroda E308 dengan diameter 2,6mm pada posisi 2G 2sebesar VHN 174,35kgf/mm², pada posisi pengelasan 3G sebsesar 136,95 kgf/mm² dan pada posisi pengelasan 1G 138,49 kgf/mm². sedangkan pada jenis elektroda E316 dengan diameter 3,2mm dengan hasil tertinggi pada Posisi Pengelasan 1G dengan hasil VHN 128,31 kgf/mm². 2G dengan VHN 127,56 kgf/mm². dan pada 3G 114,61 kgf/mm².