cover
Contact Name
Ahmad Anas Arifin
Contact Email
anas.arifin@itats.ac.id
Phone
+6283110775666
Journal Mail Official
senastitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100, Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan
ISSN : -     EISSN : 27755630     DOI : -
Core Subject : Engineering,
- Industrial and Sustainable Technology Innovations - Ergonomics, Human Factors, HSE, and Work Design - Logistics System and Supply Chain - Operational Research, Modeling, and Simulation - Materials Engineering, Advanced Materials, Nano Materials - Energy Conversion, New and Renewable Energy - Mechanics, Mechatronics and Robotics - Manufacturing and Design - Waste treatment - Chemical Process Technology
Articles 282 Documents
Evaluasi Geometri Peledakan Terhadap Ukuran Fragmentasi Dan Digging Time Alat Gali Muat Excavator Backhoe PC 2000 Di Pit 2 Banko Barat PT. Bukit Asam Tbk, Sumatera Selatan Vincent, Vittorio; Cahyono, Yudho Dwi Galih; Fanani, Yazid
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan peledakan merupakan salah satu proses penting dalam menunjang ketercapaian produksi pada sebuah tambang. Penelitian ini dilaksanakan pada tambang batubara PT. Bukit Asam Tbk, tepatnya di PIT 2 Banko Barat. Pada lokasi penelitian masih didapati fragmentasi berukuran bongkah 100 cm dengan persentase di atas 15% dimana target dari perusahaan yaitu dibawah 15%. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menentukan geometri peledakan yang menunjukkan hasil nilai distribusi fragmentasi dari kegiatan peledakan selain dari geometri peledakan yang sudah direncanakan oleh perusahaan. Penerapan geometri peledakan harus dilakukan berdasarkan karakteristik batuan pada lokasi peledakan. Pada kasus ini kaitannya dengan dengan burden, spasi, kedalaman lubang ledak, kolom isian, dan stemming per lubang, dengan menggunakan rumusan menurut R.L Ash, C. J Konya, dan ICI Explosive. Seberapa besar powder factor dan pengaruhnya terhadap fragmentasinya dan juga pada waktu penggalian (digging time) alat gali muat excavator PC 2000. Pengaruh dari perubahan geometri peledakan ini dengan ukuran burden sebesar 5 meter, spasi 7,58 meter, stemming 3,6 meter, kedalaman lubang ledak 6 meter, kolom isian 1,3 meter dan air deck 1,1 meter menghasilkan nilai kelolosan distribusi fragmentasi 11,62 % yang lebih kecil daripada geometri peledakan aktual yaitu 24,80%. Maka dari itu geometri peledakan rekomendasi dengan ICI Explosive ditambahkan air deck lebih efektif daripada geometri peledakan aktual.Kata kunci: Digging time, excavator backhoe, fragmentasi, geometri peledakan, powder factor.
Optimalisasi dan Usulan Perbaikan Tata Letak Gudang Guna Meningkatkan Efisiensi Operasional Menggunakan Metode Class Based Storage dengan Analisis ABC pada PT XYZ Azeryan, Vitho; Suparto, Suparto; Niam, Achmad Chusnun
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan dunia industri manufaktur, kebutuhan gudang tentunya memiliki peran yang cukup penting untuk keberlangsungan dari sebuah perusahaan. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur dan mendistribusikan produk baja ringan dan turunannya. Tantangan yang sedang dihadapi oleh perusahaan ini yaitu berfokus pada penataan barang dan tata letak gudang. Dalam penelitian ini dilakukan pendekatan menggunakan metode Class Based Storage (CBS) untuk menyelesaikan permasalahan mengenai tata letak gudang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengusulkan perbaikan pada tata letak penempatan barang di Gudang A agar operasional gudang menjadi efektif dan efisien. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penataan barang dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelas yaitu kelas A (fast moving) yang terdapat 6 jenis ukuran dari produk hollow galvanis, kelas B (medium moving) terdapat empat jenis ukuran produk hollow galvanis, dan  kelas C (slow moving) terdapat dua jenis ukuran hollow galvanis. Kesimpulannya, metode CBS dapat membantu dalam meningkatkan waktu operasional menjadi efektif dan efisien.
Analisis Kekuatan Rangka Mesin Pencuci Dan Peniris Rumput Laut Menggunakan Metode Elemen Hingga Maarif, Faisal; Ismail, Ahmad Yusuf
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rangka merupakan bagian komponen dari alat yang berfungsi sebagai pondasi penyangga seluruh komponen pada alat. Pembuatan rangka harus benar-benar di perhitungkan dengan baik terutama dalam segi pemilihan bahan pada rangka, desain pada rangka sampai dengan uji kekuatan pada desain rangka, sehingga rangka benar-benar berfungsi dengan baik sesuai dengan fungsinya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisa kekuatan dan faktor keamanan pada rangka Alat Pencuci Dan Peniris Rumput Laut pada saat menerima beban dan getaran dengan mengunakan software  Autodesk Fusion 360. Dalam proses perancangan material yang di gunakan adalah  Iron Angle ASTM A36. Hasil yang di harapkan adalah rangka mampu menahan beban yang diberikan diantaranya beban atas 206Kg, beban bawah 114Kg, 25,06Kg, 15Kg, dan 7Kg, akan ada 3 tahapan simulasi diantaranya pengambilan data simulasi rangka atas, rangka bawah, dan kombinasi antara keduanya. Simulasi akan menganalisa nilai stress, displacement, safety factor dan rangka dalam mode shape sebagai pertimbangan kelayakan rangka. Hasil yang di dapat untuk simulasi rangka bagian atas nilai stress 55.934 MPa, Displacement 0.346 mm, dan Safety Factor 4.438, hasil pada simulasi beban bagian  bawah nilai stress 65.252 MPa, nilai Displacement 0.49 mm, dan Safety Factor 3.804, lalu hasil dari simulasi beban kombinasi nilai stress 62.604 MPa, nilai Displacement 0.481 mm, nilai Safety Factor 3.965.
Pengaruh Pelaksanaan PTW (Permit to Work), TRA (Task Risk Assessment) dalam Peningkatan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan Stop Program Sebagai Uji Mediasi Rahman, Fathur
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek fundamental dalam industri minyak dan gas, terutama dalam lingkungan berisiko tinggi seperti Floating Production Storage and Offloading (FPSO). FPSO di PT. XYZ sebagai salah satu unit produksi dan penyimpanan minyak lepas pantai di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memastikan keselamatan operasional. Oleh karena itu, implementasi sistem Permit to Work (PTW), Task Risk Assessment (TRA), dan STOP program sangat penting untuk mengoontrol resiko pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ketiga program tersebut dalam meningkatkan keselamatan kerja di FPSO PT. XYZ, dengan fokus pada bagaimana masing-masing program diterapkan dan bagaimana peran STOP Program sebagai mediator dalam meningkatkan efektivitas PTW dan TRA. Metode Dalam pemecahan masalah munggunakan structural equation Modelling – Partial Least Square denaga bantuan software PLS ver 3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa STOP Program dapat dijelaskan oleh Permit to Work dan Task Risk Assessment sebesar 77,1% » 77%, sedangkan sisanya sebesar 23% adalah dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian ini. Sementara untuk variabel Kesehatan dan Keselamatan Kerja dapat dijelaskan oleh Permit to Work, Task Risk Assessment dan STOP Program sebesar 81% sedangkan sisanya sebesar 19% adalah dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian ini. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi integrasi PTW, TRA, dan STOP Program dalam sistem manajemen K3, serta peningkatan pelatihan dan sosialisasi untuk meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan keselamatan. Dengan adanya perbaikan dan sinergi dari ketiga program ini, diharapkan FPSO PT. XYZ dapat mempertahankan pencapaian zero Lost Time Injury (LTI) dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, efisien, serta berkelanjutan bagi seluruh tenaga kerja di unit operasional FPSO.Kata kunci: FPSO, LTI, Manajemen Risiko, PTW, STOP Program, TRA, Keselamatan Kerja.
Pemanfaatan Karbon Aktif dari Serbuk Gergaji Kayu Jati (Tectona grandis L.f.) untuk Menurunkan Kadar Amonia pada Air Umpan Tambak Udang Ulya, Faiqotul; Rohmawati, Rizqi
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya kasus kematian udang di Kecamatan Manyar, Gresik terjadi karena kandungan amonia air tidak memenuhi standart. Alternatif untuk memperbaikinya dengan adsorpsi menggunakan karbon aktif untuk menyerap zat terlarut air. Kandungan kayu jati dianggap lebih efektif sebagai karbon aktif. Maka, pembaruan penelitan ini adalah pembuatan karbon aktif dari serbuk gergaji kayu jati menggunakan gabungan aktivasi kimia fisika dengan bantuan microwave dan digunakan untuk menurunkan kandungan amonia air umpan tambak udang. Metode pembuatan karbon aktif  yakni proses dehidrasi dengan oven 110℃ 2 jam, proses karbonasi dengan furnace 450℃ 40 menit, proses aktivasi kimia  menggunakan H3PO4 15% dan fisika menggunakan microwave beraliran gas N2 20 menit, proses pencucian, pengeringan, dan pengayakan mesh 60. Hasil pengujian karbon aktif meliputi kadar air, kadar abu, dan bilangan iod telah memenuhi SNI 06-3730-1995, serta BET menunjukkan luas permukaan tinggi. Pengaplikasian karbon aktif terhadap air umpan tambak udang dilakukan dengan variabel laju alir 5, 10, 15, 20, 25, 30, dan 35 mL/s yang presentase removal tertinggi terjadi pada 25 mL/s yakni 48%. Persamaan isoterm adsorpsi yang sesuai adalah isoterm Freundlich.
Analisis Stabilitas Kapal Wisata Bahari Telocor Sidoarjo Rozaq, Moh. Abdul; Pranatal, Erifive
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan serta kenyamanan menjadi faktor penting dalam desain kapal penumpang, guna menjaga penumpang dari mabuk laut dan ketakutan akan risiko terjatuh ke sungai dan laut. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mendesain kapal terkait keamanan serta kenyamanan penumpang adalah stabilitas kapal yakni periode oleng kapal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui periode oleng kapal pada Kapal Wisata Bahari Telocor. Tahapan awal dengan membuat model 3D kapal unutk dapat dilakukan analisis stabilitas. Dari model lambung yang sudah jadi dilanjutkan dengan penempatan tanki dan kompartemen serta pesebaran beban (loadcase), dimana pesebaran beban pada kapal divariasikan menjadi enam macam. Dari keenam macam variasi semuanya telah memenuhi kriteria pada IMO A.749 (18) Instac Stability for all types of ship. Kemudian untuk hasil periode oleng bernilai nilai 1.739 detik hingga 2.034 detik yang mana masih dikategorikan sebagai kapal yang kaku.
Kajian Teknis Mine Dewatering Pump Booster PT. Madhani Talatah Nusantara, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Sari, Avellyn Shinthya; Heryawan, Muhammad Aditya; Cahyono, Yudho Dwi Galih
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Operasi Tambang batubara pada PT. Madhani Talatah Nusantara Job Site PT. Berau Coal dalam proses penambangannya menerapkan sistem tambang terbuka. Pada tambang terbuka jika tidak ada sistem penyaliran tambang akan menyebabkan genangan air yang membanjiri area pit dan disposal. Pada lokasi penelitian pernah terjadinya banjir di area pit dan disposal, Dimana kondisi pompa yang ada di Sump G pit C2 memiliki performa yang sangatlah rendah dengan Physical Availability (PA) dibawah 80%. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui debit air limpasan yang akan masuk ke Sump G pit C2 serta jumlah pompa yang digunakan untuk pemompaan ke outpit. Metode penelitian dengan melakukan metode kuantitatif dan melakukan pengamatan secara langsung di lokasi penelitian yang meliputi : data topografi, data kondisi lapangan dan data curah hujan. Kondisi di lapangan jumlah pompa yang digunakan yaitu 2 pompa MF420 di sump G yang tidak dapat mengatasi banjir di area pit dan disposal. Berdasarkan data curah hujan harian pada lokasi penelitian di tahun 2014-2023 diperoleh curah hujan rencana sebesar 232,05 mm/hari dengan menggunakan distribusi Gumbel untuk periode ulang 15 tahun. Potensi debit air limpasan yang masuk area Pit C2 sump G yaitu 527.964,5 m3/hari dengan luas 252.60 Ha. kebutuhan pompa di sump G perlu menggunakan 3 pompa (2 pompa saat ini yang digunakan dan 1 pompa penambahan dengan pompa booster) untuk lokasi pompa booster untuk mendapatkan total head yang sesuai berada pada elevasi -10.
Pengaruh Sudut Deadrise Buritan Terhadap Tahanan Planning Hull V Shaped Pada Passenger Boat 29 Meter Aziz, Bayu Raditya; Pranatal, Erifive
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Passenger boat atau kapal penumpang adalah jenis kapal yang dirancang untuk mengangkut penumpang dari satu tempat ke tempat lainnya, terutama pada wilayah perairan yang digunakan untuk mengangkut penumpang, baik dengan tujuan sebagai transportasi wisata maupun kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh variasi deadrise buritan pada kapal penumpang (Passanger Boat) 29 meter dengan lambung planning hull berbentuk V yang memiliki tahanan terendah dengan efisiensi operasional terbaik.  Variasi deadrise 10º, 15º, 20º, dan 25º dianalisis menggunakan perangkat lunak Maxsurf Resistance, yang memungkinkan simulasi hambatan kapal. Dengan mempertahankan displacement konstan, bentuk lebar kapal diubah untuk setiap variasi sudut. Hasil analisis dari simulasi variasi sudut deadrise 10º, 15º, 20º, dan 25º , menunjukkan bahwa sudut deadrise 15º menjadi sudut yang memiliki tahanan paling rendah dan dapat memberikan efisiensi operasional kapal Passenger Boat 29 meter, yang dihasilkan dari analisis dan visualisasi kontur tahanan kapal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dan acuan dalam perancangan desain kapal penumpang dengan efisiensi operasional terbaik.Kata kunci: passenger boat, sudut deadrise, tahanan kapal, planning hull, Maxsurf Resistance.
ANALISIS PENGARUH POTENSI AIR LAUT TERHADAP AIR TANAH KECAMATAN KENJERAN, KOTA SURABAYA Sari, Avellyn Shinthya; Atiyatussa’adah, Eva
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seawater intrusion is the process of seawater entering the aquifer due to the presence of empty pore spaces, which then causes the mixing of seawater with groundwater. The problems in this study are as follows: how is the decrease in groundwater quality and changes in groundwater patterns. The method used is to perform a hydrochemical. Based on the results of the study, the groundwater level is known to range from 5 meters to 6 meters. This position will affect the effectiveness of preventing seawater intrusion towards the land/aquifer. If the interface position is fully closed to a flat/impermeable layer under the iron sand deposits, namely the gravel layer and the siltsone layer, then preventing seawater intrusion will be effective. However, if the interface hangs with a depth that is closer to the seawater surface/local land surface, then seawater infiltration will be wider. This results in the opening of the interface with a width of between 100 (aquifer layer).
Cover, Preface, dan Daftar Isi V, SENASTITAN
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract