cover
Contact Name
Edisah Putra Nainggolan
Contact Email
lembagarisetilmiah@gmail.com
Phone
+6282165975455
Journal Mail Official
balancejurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Karya Jaya Komplek Taman Karya Jaya Indah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : 28292138     EISSN : 28292138     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen is a manuscript publication media that contains the results of Research in Accounting & Management that applies for peer review. Manuscripts published in Balance Jurnal Akuntansi dan Manajemen contain the results of scientific research, original articles, and new scientific reviews, Balance: Journal of Accounting and Management accepts manuscripts in research fields that include scientific fields: Financial Accounting, Government Accounting, Sharia Accounting, Audit, Accounting system, Tax Accounting, Sharia Banking, Human Resource Management, Financial Management, Marketing Management, Strategic Management, Electronic Marketing, Business, and Entrepreneurship.
Articles 288 Documents
Peran Kreativitas dan Inovasi dalam Keberhasilan Kewirausahaan: Tinjauan Literatur Harahap, Aswin Pratama
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 3 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v3i3.360

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran kreativitas dan inovasi dalam kewirausahaan, terutama pada konteks UMKM di Indonesia. Kreativitas dipahami sebagai kemampuan menghasilkan ide baru yang relevan dengan peluang pasar, sedangkan inovasi adalah proses transformasi ide tersebut menjadi produk, jasa, atau model bisnis bernilai tambah. Studi ini menggunakan metode studi pustaka dengan analisis isi dan sintesis tematik dari literatur terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kreativitas dipengaruhi oleh faktor individual dan lingkungan sosial-organisasional, termasuk dukungan digital dan kolaborasi. Inovasi, yang mencakup inovasi produk, proses, dan model bisnis digital, menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing dan kelangsungan usaha, terutama di masa disrupsi seperti pandemi COVID-19. Sinergi antara kreativitas dan inovasi memperkuat keunggulan kompetitif UMKM melalui adaptasi teknologi digital dan orientasi keberlanjutan. Namun, literatur masih terbatas dalam mengungkap mekanisme psikologis dan sosial secara mendalam serta dampak kuantitatif inovasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan ekosistem yang mendukung kreativitas dan inovasi melalui pelatihan, pendampingan teknis, serta kolaborasi lintas sektor. Dengan demikian, kreativitas dan inovasi menjadi fondasi utama yang dapat mendorong keberhasilan dan pertumbuhan usaha dalam menghadapi tantangan pasar yang dinamis. This study examines the roles of creativity and innovation in entrepreneurship, particularly within the context of SMEs in Indonesia. Creativity is understood as the ability to generate new ideas relevant to market opportunities, while innovation is the process of transforming these ideas into valuable products, services, or business models. The research employs a literature review method with content analysis and thematic synthesis of recent studies. Findings reveal that creativity is influenced by individual factors and socio-organizational environments, including digital support and collaboration. Innovation, encompassing product, process, and digital business model innovations, plays a critical role in enhancing competitiveness and business sustainability, especially amid disruptions such as the COVID-19 pandemic. The synergy between creativity and innovation strengthens SMEs’ competitive advantage through digital technology adaptation and sustainability orientation. However, existing literature remains limited in exploring the psychological and social mechanisms in depth as well as the quantitative impacts of innovation. This study recommends strengthening ecosystems that support creativity and innovation through training, technical assistance, and cross-sector collaboration. Thus, creativity and innovation constitute fundamental pillars that can drive entrepreneurial success and growth in facing dynamic market challenges.
Ketepatan Waktu Audit dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Aprilio, Hardo; Permatasari, Rr Lilis Intan; Astuti, Novising Dewi; Ekasari, Juendiny Chrisna; Ray, Ayuvera Rifani; Suhartati, Suhartati; Klau, Herlina Helmy
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i1.615

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh profitabilitas, solvabilitas, opini audit, dan ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap audit delay pada perusahaan transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2023. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan data laporan keuangan tahunan yang diolah menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan solvabilitas dan opini audit berpengaruh signifikan terhadap audit delay, sedangkan profitabilitas dan ukuran KAP tidak. Nilai R² sebesar 15,8% mengindikasikan bahwa variabel independen hanya menjelaskan sebagian kecil variasi audit delay. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian tingkat utang dan kualitas opini audit, serta memberikan masukan bagi auditor dan regulator terkait ketepatan waktu pelaporan keuangan. This study examines the effects of profitability, solvency, audit opinion, and Public Accounting Firm (KAP) size on audit delay in transportation and logistics companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2020–2023 period. Multiple linear regression was applied to annual financial report data processed using SPSS. The results show that solvency and audit opinion significantly affect audit delay, while profitability and KAP size do not. An R² value of 15.8% indicates that the independent variables explain only a small portion of the variation in audit delay. These findings highlight the importance of controlling debt levels and maintaining high-quality audit opinions, providing insights for auditors and regulators regarding the timeliness of financial reporting.
Analisis Kinerja Amil Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Dalam Meningkatkan Penghimpunan Ziswaf Di Sulawesi Selatan Gunawan, Nahda; Nurbaya , Sitti; Soraya , Zalkha
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i1.632

Abstract

Penelitian membahas tentang Dompet Dhuafa yang merupakan filantropi yang cukup besar dan terkenal sampai ancang negara tapi di salah satu cabangnya masih memiliki banyak kekurangan yaitu di cabang Sulawesi Selatan. Jenis penelitian bersifat kualitatif dengan tujuan untuk menganalisis kinerja amil yang bekerja di DD Sulsel dalam meningkatkan penghimpunan ZISWAF di Sulawesi Selatan. Data ini diambil dari tiga informan penting dan telah di wawancarai yang berkaitan dengan masalah yang di teliti. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan dalam pengumpulan data mencakup data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan Kondensasi data, Tampilan data dan Menggambar dan memverifikasi kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan Pendekatan fenomenologi. maka penulis menarik kesimpulan penting yaitu semua strategi yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Sulsel sudah sangat mengcover setiap masalah yang dihadapi, meskipun ada beberapa masalah yang tidak bisa di atasi karna faktor eksternal This research discusses Dompet Dhuafa, a considerably large and nationally renowned philanthropic organization, yet one of its branches, specifically in South Sulawesi, still faces numerous shortcomings. This study employs a qualitative research approach with the aim of analyzing the performance of amil (Zakat administrators) working at Dompet Dhuafa South Sulawesi (DD Sulsel) in increasing the collection of ZISWAF (Zakat, Infaq, Sadaqah, Waqf) in the region. The data for this research were obtained from three key informants through interviews related to the research problem. Data collection methods included observation, interviews, and documentation. This study utilized both primary and secondary data sources for data collection. Data analysis was conducted through data condensation, data display, and drawing and verifying conclusions. Based on the research findings using a phenomenological approach, the author draws a significant conclusion: all strategies implemented by Dompet Dhuafa South Sulawesi comprehensively address the challenges faced, although some issues remain unresolved due to external factors.
Pengaruh Pembiayaan Syariah, Kredit Konvensional Dan Pengeluaran Per Kapita Terhadap Pertumbuhan Industri Mikro Dan Kecil Di Sumatera Bagian Selatan Tanzil, Dolly; Ulum, Muhammad Bahrul
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i1.641

Abstract

Industri Mikro dan Kecil (IMK) berperan penting dalam perekonomian Sumatera Bagian Selatan sebagai pencipta lapangan kerja dan motor pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, perkembangannya masih terkendala keterbatasan akses pembiayaan serta daya beli masyarakat. Penelitian ini menganalisis pengaruh pembiayaan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, kredit bank konvensional, serta peran pengeluaran per kapita sebagai variabel moderasi terhadap pertumbuhan jumlah IMK pada periode 2019–2023. Data sekunder diperoleh dari OJK dan BPS, kemudian dianalisis dengan model data panel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan syariah dan kredit konvensional berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan IMK. Pengeluaran per kapita tidak berpengaruh langsung, tetapi memoderasi hubungan tersebut: interaksinya dengan pembiayaan syariah memperkuat pertumbuhan IMK, sedangkan interaksinya dengan kredit konvensional justru melemahkan pengaruhnya. Temuan ini menegaskan pentingnya akses pembiayaan perbankan dalam mendorong pertumbuhan IMK, dengan efektivitas yang sangat dipengaruhi oleh pola konsumsi dan daya beli masyarakat. Micro and Small Enterprises (MSEs) play a vital role in the economy of Southern Sumatra, serving as key drivers of local economic growth and job creation. However, their development remains constrained by limited access to financing and the influence of household purchasing power. This study examines the effects of financing from Islamic Commercial Banks and Islamic Business Units, conventional bank credit, and the moderating role of per capita expenditure on the growth of MSEs during the 2019–2023 period. Secondary data were obtained from the Financial Services Authority (OJK) and Statistics Indonesia (BPS) and analyzed using a panel data model with a moderation approach. The results reveal that both Islamic financing and conventional credit significantly influence MSE growth. While per capita expenditure does not have a direct effect, it serves as a moderating variable: its interaction with Islamic financing strengthens MSE growth, whereas its interaction with conventional credit weakens the relationship. These findings highlight that access to bank financing is essential for supporting MSE development, but its effectiveness is highly dependent on consumption patterns and household purchasing power.
Pengaruh Risiko Kredit dan Manajemen Laba terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023 Situmorang, Tiolensa Kristina; Sagala, Indah Cahya; Dewi, Sucitra; Rahman, Fauziah
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko kredit dan manajemen laba terhadap nilai perusahaan pada sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2023. Risiko kredit diukur menggunakan rasio Non Performing Loan (NPL), sedangkan manajemen laba diukur dengan menggunakan metode discretionary accruals model. Nilai perusahaan diproksikan dengan rasio PBV. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 20 perusahaan perbankan selama lima tahun pengamatan, sehingga diperoleh total 100 data observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kredit berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi risiko kredit, maka persepsi investor terhadap kinerja perusahaan cenderung menurun. Sementara itu, manajemen laba tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan, yang dapat disebabkan oleh ketidakmampuan investor dalam mendeteksi praktik manajemen laba secara langsung atau karena praktik tersebut tidak berdampak material terhadap nilai pasar perusahaan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen perbankan dan investor dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan.   This study aims to analyze the effect of credit risk and earnings management on firm value in the banking sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2019–2023 period. Credit risk is measured using the Non-Performing Loan (NPL) ratio, while earnings management is measured using the discretionary accruals model method. Firm value is proxied by the PBV ratio. The research sample was selected using the purposive sampling method, with a sample size of 20 banking companies over five years of observation, resulting in a total of 100 observation data. The analysis method used is multiple linear regression. The results of the study indicate that credit risk has a significant negative effect on firm value, indicating that the higher the credit risk, the lower the investor's perception of the company's performance. Meanwhile, earnings management does not show a significant effect on firm value, which may be due to investors' inability to detect earnings management practices directly or because the practice does not have a material impact on the company's market value. These findings provide important implications for banking management and investors in understanding the factors that influence firm value.  
Peran Gaya Hidup dalam Memediasi Pengaruh Pendidikan Ekonomi Keluarga, Status Sosial Ekonomi, dan Financial Literacy terhadap Sikap Hidup Hemat Generasi Z Matondang, Dini Mawaddah; Wahyuni, Sri Fitri
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan ekonomi keluarga, status sosial ekonomi orang tua, dan financial literacy terhadap sikap hidup hemat, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui gaya hidup sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kausal dengan populasi generasi Z di Kota Medan. Sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow. Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis PLS (Partial Least Square), mencakup uji outer model, inner model, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara langsung, pendidikan ekonomi keluarga, status sosial ekonomi orang tua, dan gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap sikap hidup hemat, sedangkan financial literacy tidak berpengaruh langsung. Namun, secara tidak langsung, pendidikan ekonomi keluarga, status sosial ekonomi orang tua, dan financial literacy berpengaruh terhadap sikap hidup hemat melalui gaya hidup sebagai variabel mediasi. This study aims to analyze the influence of family economic education, socioeconomic status of parents, and financial literacy on frugal living attitudes, both directly and indirectly through lifestyle as a mediating variable. The study uses a causal approach with the Generation Z population in Medan City. Samples are determined using the Lemeshow formula. The analysis method used is a quantitative approach with PLS (Partial Least Square) analysis techniques, including outer model tests, inner models, and hypothesis tests. The results of the study show that directly, family economic education, socioeconomic status of parents, and lifestyle have a significant effect on frugal living attitudes, while financial literacy has no direct effect. However, indirectly, family economic education, parental socioeconomic status, and financial literacy affect frugal living attitudes through lifestyle as a mediating variable.
Makna Keadilan dalam Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pangan Non Tunai Sari, Anik Indah; Jurana; Karim, Fikry; Paranoan, Selmita; Ansar, Muhammad
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.934

Abstract

Alokasi anggaran publik selain mempertimbangkan kebutuhan publik, juga harus memenuhi  prinsip keadilan, memastikan bahwa anggaran harus dinikmati oleh seluruh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna keadilan dalam pelaksanaan anggaran bantuan pangan non tunai oleh pemerintah di Desa Mensung, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Metode etnometodologi digunakan untuk menggali makna keadilan dalam pelaksanaan anggaran bantuan pangan non tunai. Observasi dokumen anggaran bantuan pangan non tunai dan aktivitas pelaksanaan anggaran, serta wawancara mendalam dengan kepala desa, pengelola E-Warung sebagai penyalur bantuan, masyarakat penerima manfaat, dan pendamping sosial. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa prinsip keadilan dimaknai berasaskan aspek distribusi, aspek prosedur, dan aspek hasil. Adanya distribusi bantuan, mekanisme dan prosedur pemberian bantuan, serta manfaat dari penerima bantuan menjadi dasar prinsip keadilan. Dalam aspek distribusi belum mencerminkan keadilan karena masih minimnya keterlibatan masyarakat. Masih adanya kesenjangan mekanisme dan prosedur pemberian bantuan, yang dianggap tidak memenuhi rasa keadilan. Begitu pula kebermanfaatannya dari perspektif penerima bantuan yang belum memenuhi prinsip keadilan. Penelitian ini berimplikasi pada kebijakan bantuan dana dari pemerintah dan pengukuran efektivitas pelaksanaan anggaran sebagai wujud pengelolaan keuangan yang akuntabel.   Public budget allocation, in addition to considering public needs, must also fulfill the principle of justice, ensuring that the budget is enjoyed by all members of society. This study aims to reveal the meaning of justice in the implementation of the non-cash food aid budget by the government in Mensung Village, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi. Ethnomethodology methods were used to explore the meaning of justice in the implementation of the non-cash food aid budget. Observations of non-cash food aid budget documents and budget implementation activities, as well as in-depth interviews with village heads, E-Warung managers as aid distributors, beneficiary communities, and social workers, were conducted. The findings of this study reveal that the principle of justice is interpreted based on aspects of distribution, procedure, and outcome. The existence of aid distribution, mechanisms and procedures for providing assistance, and benefits for aid recipients form the basis of the principle of justice. In the distribution aspect, justice does not yet reflect due to minimal community involvement. There are still gaps in the mechanisms and procedures for providing assistance, which are considered not to fulfill a sense of justice. Likewise, its usefulness from the perspective of aid recipients does not meet the principle of justice. This research has implications for government financial aid policies and measuring the effectiveness of budget implementation as a form of accountable financial management.
Peran Distribusi Produk Sebagai Variabel Intervening Dalam Pengaruh Iklan dan Peran Salesman Terhadap Keputusan Pembelian: Studi Kasus: Pada PT. Fastrata Buana Yogyakarta Damardono
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.979

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh iklan dan peran salesman terhadap keputusan pembelian dengan distribusi produk sebagai variabel intervening. Sampel dipilih secara purposif berdasarkan kemitraan >2 tahun dengan PT Fastrata Buana. Pendekatan kuantitatif diterapkan pada 150 pelaku usaha grosir dan ritel di Kabupaten Sleman. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil menunjukkan peran salesman berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian secara langsung (β = 0,252; p = 0,004) dan tidak langsung melalui distribusi produk (β = 0,113; p = 0,015). Distribusi produk berpengaruh langsung signifikan terhadap keputusan pembelian (β = 0,338; p = 0,001). Namun, iklan tidak berpengaruh signifikan terhadap distribusi produk (p = 0,182) maupun keputusan pembelian (p = 0,053). Temuan ini memberikan kontribusi teoretis pada model supply-demand matching di pasar FMCG lokal, sekaligus implikasi praktis bagi distributor untuk mengoptimalkan tenaga penjualan dan logistik berbasis teknologi.   This study examines the influence of advertising and the role of salesmen on purchasing decisions with product distribution as an intervening variable. A quantitative approach was applied to 150 wholesale and retail business partners of PT Fastrata Buana Yogyakarta in Sleman Regency selected purposively based on partnership duration of at least 2 years. Data were collected via questionnaires and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Results indicate that the role of salesmen significantly affects purchasing decisions directly (β = 0.252; p = 0.004) and indirectly through product distribution (β = 0.113; p = 0.015). Product distribution has a direct significant effect on purchasing decisions (β = 0.338; p = 0.001). However, advertising does not significantly affect product distribution (p = 0.182) or purchasing decisions (p = 0.053). Findings highlight salesmen and distribution as key drivers of purchasing decisions, while advertising requires contextual reevaluation. The findings contribute theoretically to the supply-demand matching model in local FMCG markets and offer practical implications for optimizing technology-based sales force and logistics systems.  
Pengaruh Price Discount Terhadap Keputusan Pembelian di E-Commerce Shopee Dengan Impulsive Buying Behavior Sebagai Variabel Moderating (Studi: Pengguna E-Commerce Shopee Kab. Merangin) Wulandari , Riri; Ramahdan, Gion; Harahap, Nur Anisyah; Adila, Zulpa
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.990

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis pengaruh Price Discount terhadap keputusan pembelian, dan mengestimasi Impulsive Buying Behavior memoderasi hubungan antara Price Discount terhadap keputusan di E-Commerce Shopee Kab. Merangin . Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan correlation research (Yusuf, 2017), bertujuan mengetahui pengaruh price discount (X) terhadap keputusan pembelian (Y), dengan impulse buying behavior (Z) sebagai variabel moderasi. Sampel sebanyak 100 responden dari 123.724 penduduk Kabupaten Merangin, diambil melalui kombinasi cluster sampling dan accidental sampling. Instrumen berupa angket online (25 item). Analisis data dilakukan menggunakan WarpPLS 7.0 dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian Price Discount berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian (β = 0,93; P-value = 0,01 < 0,05) dengan kontribusi sebesar 87% (R² = 0,87). Namun, Impulse Buying Behavior tidak mampu memoderasi hubungan tersebut, ditunjukkan oleh kontribusi moderasi yang rendah (R² = 0,48).     The purpose of this study is to analyze the effect of Price Discount on Purchase Decision and to estimate whether Impulse Buying Behavior moderates the relationship between Price Discount and Purchase Decision on Shopee e-commerce users in Merangin Regency. This research uses a quantitative method with a correlational approach (Yusuf, 2017), aiming to determine the influence of price discount (X) on purchase decision (Y), with impulse buying behavior (Z) as a moderating variable. A total of 100 respondents were selected from a population of 123,724 people in Merangin Regency using a combination of cluster sampling and accidental sampling. The instrument used was an online questionnaire consisting of 25 items. Data analysis was conducted using WarpPLS 7.0 with the Partial Least Square (PLS) method. The results show that Price Discount has a positive and significant effect on Purchase Decision (β = 0.93; P-value = 0.01 < 0.05), with a contribution of 87% (R² = 0.87). However, Impulse Buying Behavior does not moderate the relationship, as indicated by a low moderation contribution (R² = 0.48).  
Kebermanfaatan Media Sosial Baznas Kota Palangka Raya Dalam Meningkatkan Literasi Zakat Pada Masyarakat Aprilianti, Yeni; Ajahari, Ajahari; Adlina, Fadiah; Muzalifah, Muzalifah
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.1001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebermanfaatan media sosial dalam meningkatkan literasi zakat pada masyarakat, dengan studi kasus BAZNAS Kota Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu gabungan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner kepada 30 responden pengguna media sosial BAZNAS, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola media sosial BAZNAS, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, khususnya Instagram, berperan signifikan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang zakat. Sebanyak 82% responden menyatakan mengalami peningkatan pemahaman zakat setelah mengakses konten edukatif yang dipublikasikan oleh BAZNAS, dengan video edukatif menjadi jenis konten yang paling diminati (70%). Meskipun demikian, hanya 46,7% responden yang menyatakan pernah membayar zakat melalui kanal digital BAZNAS, menunjukkan adanya kesenjangan antara peningkatan literasi dan tindakan berzakat. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya tindakan berzakat antara lain: keterbatasan ajakan langsung (call-to-action) dalam konten, keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan media sosial, serta persepsi masyarakat terhadap zakat digital. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas SDM BAZNAS, penguatan strategi komunikasi digital yang lebih persuasif, serta kolaborasi dengan pihak eksternal untuk meningkatkan literasi dan partisipasi zakat masyarakat melalui media sosial   This study aims to analyze the effectiveness of social media in enhancing zakat literacy among the public, using a case study of BAZNAS (National Zakat Agency) in Palangka Raya City. The research employed a mixed methods approach, combining both quantitative and qualitative methods. Quantitative data were collected through questionnaires distributed to 30 followers of BAZNAS’s social media accounts, and analyzed using descriptive statistics with SPSS version 25. Qualitative data were obtained through in-depth interviews with social media administrators at BAZNAS, as well as observations and documentation. The findings reveal that social media—particularly Instagram—plays a significant role in increasing public understanding of zakat. A total of 82% of respondents reported improved understanding of zakat after accessing BAZNAS’s educational content, with educational videos being the most preferred content format (70%). However, only 46.7% of respondents stated that they had paid zakat through BAZNAS’s digital platforms, indicating a gap between increased literacy and actual zakat behavior. Factors contributing to the low conversion into action include the lack of direct calls to action in the content, limited human resources for managing social media, and public perceptions of digital zakat. This study recommends enhancing BAZNAS’s human resource capacity, strengthening persuasive digital communication strategies, and fostering collaboration with external stakeholders to improve both zakat literacy and participation through social media platforms.