cover
Contact Name
Edisah Putra Nainggolan
Contact Email
lembagarisetilmiah@gmail.com
Phone
+6282165975455
Journal Mail Official
balancejurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Karya Jaya Komplek Taman Karya Jaya Indah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : 28292138     EISSN : 28292138     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen is a manuscript publication media that contains the results of Research in Accounting & Management that applies for peer review. Manuscripts published in Balance Jurnal Akuntansi dan Manajemen contain the results of scientific research, original articles, and new scientific reviews, Balance: Journal of Accounting and Management accepts manuscripts in research fields that include scientific fields: Financial Accounting, Government Accounting, Sharia Accounting, Audit, Accounting system, Tax Accounting, Sharia Banking, Human Resource Management, Financial Management, Marketing Management, Strategic Management, Electronic Marketing, Business, and Entrepreneurship.
Articles 317 Documents
Green Marketing dan Celebrity Endorsement Berdasarkan Keputusan Pembelian pada Produk Skincare Wardah Dari, Wulan
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1187

Abstract

Wardah Cosmetics atau Wardah adalah merek produk kecantikan (kosmetik) yang diproduksi oleh salah satu perusahaan manufaktur komestik terbesar di Indonesia yang didirikan oleh Nurhayati Subakat, PT Paragon Technology and Innovation. Wardah diperkenalkan tahun 1995, Empat tahun kemudian, merek ini mendapatkan sertifikat halal dari LPPOM MUI, yang menjadikannya sebagai pelopor merek halal produk kecantikan di Indonesia. Produk yang dikeluarkan dan diproduksi dengan merek Wardah terdiri dari empat kategori, yaitu produk perawatan kulit khususnya wajah,perawatan tubuh, perawatan rambut, dan make up. Produk-produk perawatan kulit dari Wardah meliputi toner, serum, pembersih wajah, sabun wajah, pelembap, micellar, masker wajah, scrub wajah, krim wajah, krim mata, serta essence. Wardah menjadi salah satu merek produksi PT Paragon yang paling laku di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana green marketing dan celebrity endorsement mempengaruhi keputusan pembelian. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review terhadap artikel ilmiah nasional, basis data Google Scholar dan Teknik Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA).Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa strategi green marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian, strategi pemasaran hijau terdiri dari empat (empat) subvariabel: produk hijau, penetapan harga hijau, lokasi hijau, dan promosi hijau. celebrity endorsement berpengaruh terhadap keputusan pembelian, celebrity endorsement diperlukan untuk meningkatkan keputusan pembelian. Kredibilitas oleh celebrity menjadi acuan penting agar konsumen tertarik melakukan keputusan pembelian, beberapa Celebrity Endorsement yang mengiklankan Wardah di antaranya Dewi Sandra, Ayana Jihye Moon, Dinda Hauw, Fuji, Sania Leonardo danTasya Farasya. Wardah Cosmetics or Wardah is a brand of beauty products (cosmetics) produced by one of the largest cosmetic manufacturing companies in Indonesia founded by Nurhayati Subakat, PT Paragon Technology and Innovation. Wardah was introduced in 1995. Four years later, this brand received a halal certificate from LPPOM MUI, which made it a pioneer of halal beauty product brands in Indonesia. Products issued and produced under the Wardah brand consist of four categories, namely skin care products, especially for the face, body care, hair care, and make up. Skin care products from Wardah include toner, serum, facial cleanser, facial soap, moisturizer, micellar, facial mask, facial scrub, facial cream, eye cream, and essence. Wardah is one of the best-selling brands of PT Paragon in the market. The purpose of this study is to determine how green marketing and celebrity endorsements influence purchasing decisions. The research method used is a literature review of national scientific articles, Google Scholar database and Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) technique. The findings in this study indicate that green marketing strategies influence purchasing decisions, green marketing strategies consist of four (four) subvariables: green products, green pricing, green locations, and green promotions. celebrity endorsements influence purchasing decisions, celebrity endorsements are needed to increase purchasing decisions. Credibility by celebrities is an important reference for consumers to be interested in making purchasing decisions, some Celebrity Endorsements that advertise Wardah include Dewi Sandra, Ayana Jihye Moon, Dinda Hauw, Fuji, Sania Leonardo and Tasya Farasya.
Penerapan Structural Equation Modeling (SEM) Dalam Analisis Perilaku Konsumen Produk Ramah Lingkungan Widjaja, Stiven; Sinaga, Ismi Novitasari; Siregar, Ummu Habibah
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Structural Equation Modeling (SEM) dalam menganalisis perilaku konsumen pada industri produk ramah lingkungan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data survei terhadap 290 responden. Teknik analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Lisrel untuk menguji validitas konstruk, reliabilitas, serta hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SEM mampu memberikan pemahaman komprehensif terhadap pola hubungan perilaku konsumen serta memberikan kontribusi praktis bagi pelaku industri.   This study aims to describe the application of Structural Equation Modeling (SEM) in analyzing consumer behavior in the environmentally friendly product industry. A quantitative approach was used with survey data from 290 respondents. The analysis utilized Lisrel software to examine construct validity, reliability, and variable relationships. The results indicate that SEM provides a comprehensive understanding of consumer behavior patterns and offers practical insights for sustainable marketing strategies  
Peran Informasi Akuntasi dalam Meningkatkan Pertumbuhan Kinerja UMKM (Studi Kasus UMKM Rumah makan di kecamatan Sonder) Mondigir, Brigitha F.; Tangkau, Jaqualine; Pontoh, Johanes
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1237

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan dan peningkatan kinerja usaha. Di Kecamatan Sonder, rendahnya pemahaman dan penerapan informasi akuntansi menjadi faktor yang memengaruhi pertumbuhan kinerja keuangan UMKM sektor kuliner. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran informasi akuntansi dalam mendukung pertumbuhan kinerja keuangan UMKM rumah makan di Kecamatan Sonder. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga UMKM rumah makan, yaitu Rumah Makan Anugerah, Bintang 34, dan Berkatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pelaku UMKM terhadap informasi akuntansi masih rendah, ditandai dengan pencatatan keuangan sederhana tanpa penyusunan laporan sesuai SAK EMKM, yang dipengaruhi oleh keterbatasan latar belakang pendidikan akuntansi. Meski demikian, pelaku usaha menyadari pentingnya informasi akuntansi sebagai dasar pengambilan keputusan dan pengendalian usaha. UMKM yang mulai memanfaatkan informasi akuntansi menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan berupa peningkatan penjualan, efisiensi biaya, dan penambahan aset. Temuan ini menegaskan peran penting informasi akuntansi dalam mendorong kinerja UMKM serta perlunya pendampingan dan pelatihan akuntansi untuk mendukung pengembangan UMKM berkelanjutan.   Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in Indonesia’s economy but continue to face challenges in financial management and performance improvement. In Sonder District, limited understanding and use of accounting information affect the financial performance growth of MSMEs, particularly in the culinary sector. This study aims to examine the role of accounting information in supporting the financial performance growth of restaurant MSMEs in Sonder District. A qualitative descriptive approach was employed through in-depth interviews, observation, and documentation involving three restaurant MSMEs: Anugerah, Bintang 34, and Berkatnya. The findings show that MSME owners’ understanding of accounting information remains limited, as financial recording is generally restricted to simple income and expense notes without financial statements based on SAK EMKM, largely due to the lack of accounting education. However, MSME owners recognize the importance of accounting information for decision-making and business control. MSMEs that begin to apply accounting information more effectively demonstrate improved financial performance, reflected in increased sales, cost efficiency, and asset growth. These findings highlight the significant role of accounting information and emphasize the need for accounting training and assistance to support sustainable MSME development.  
Customer Loyalty Generasi Z dalam TikTok Shop: Peran Trust, Risk Perception, dan Satisfaction Fatmawati, Elia Resha; Ulfa, Adilla Kustya
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1315

Abstract

Penelitian ini mengkaji alasan di balik loyalitas Generasi Z saat berbelanja di TikTok Shop, khususnya di Kota Semarang. Dengan melibatkan 100 responden, studi ini menguji bagaimana rasa percaya (Customer Trust) dan kekhawatiran akan risiko (Risk Perception) memengaruhi loyalitas (Customer Loyalty) melalui rasa puas (Customer Satisfaction). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa percaya merupakan kunci utama yang secara langsung membuat Generasi Z merasa puas dan mendorong terjadinya pembelian ulang. Di sisi lain, kekhawatiran akan risiko tidak secara langsung menurunkan kepuasan, namun pengaruhnya terhadap loyalitas sangat bergantung pada kemampuan pengalaman belanja dalam menciptakan kepuasan. Temuan ini menegaskan bahwa bagi Generasi Z, kepercayaan merupakan modal dasar, sementara rasa aman dari risiko akan memperkuat loyalitas apabila konsumen merasa puas. Secara praktis, penjual di TikTok Shop perlu tampil lebih transparan untuk membangun kepercayaan dan mengurangi keraguan pembeli guna mempertahankan loyalitas.   This study examines the factors underlying Generation Z’s loyalty when shopping on TikTok Shop, particularly in Semarang City. Using data from 100 respondents, the study investigates how customer trust and risk perception influence customer loyalty through customer satisfaction. The findings indicate that trust is the key factor that directly enhances Generation Z’s satisfaction and encourages repeat purchases. In contrast, risk perception does not directly reduce satisfaction; however, its impact on loyalty largely depends on whether the shopping experience is able to generate satisfaction. These results highlight that, for Generation Z, trust serves as a fundamental basis for loyalty, while a sense of security regarding potential risks strengthens loyalty when customers feel satisfied. Practically, sellers on TikTok Shop are encouraged to adopt greater transparency to build trust and reduce buyer uncertainty in order to maintain customer loyalty.  
Praktik HRM Berbasis Artificial Intelligence dan Rekrutmen Inklusif Terhadap Kinerja Karyawan di Sektor Publik: Systematic Literature Review (SLR) Putri, Dannies Permata; Rony, Zahara Tussoleha
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1316

Abstract

Penelitian ini menelaah secara sistematis bagaimana praktik Human Resource Management (HRM) berbasis Artificial Intelligence (AI) dan rekrutmen inklusif membentuk kinerja karyawan di sektor publik. Dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), studi ini mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti empiris dari lima basis data akademik pada periode 2015–2026. Dari 279 artikel awal, proses seleksi mengikuti pedoman PRISMA 2020 menyaringnya menjadi 10 studi inti untuk dianalisis mendalam. Kajian ini menunjukkan satu pesan utama: AI meningkatkan kualitas proses, sementara inklusi menentukan dampaknya pada kinerja. Penerapan AI paling sering ditemukan pada rekrutmen, evaluasi kinerja, dan pengembangan talenta, yang secara konsisten mendorong efisiensi, memperkuat objektivitas, dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan SDM publik. Namun, manfaat tersebut menjadi lebih bermakna ketika diintegrasikan dengan rekrutmen inklusif misalnya melalui anonimisasi identitas kandidat, penerapan merit system, dan kebijakan aksesibilitas karena mekanisme ini memperkuat keadilan sekaligus memperluas representasi dalam birokrasi. Dari sisi outcome, kinerja karyawan paling sering diukur melalui produktivitas, kepuasan kerja, keterlibatan (engagement), inovasi, dan well-being. Temuan kuantitatif menegaskan bahwa inclusion memiliki pengaruh yang lebih kuat dibanding diversity terhadap kinerja, mengindikasikan bahwa “merasa dilibatkan dan diperlakukan adil” lebih menentukan daripada sekadar “beragam secara demografis”. Dampak positif ini juga cenderung lebih kuat ketika work engagement berperan sebagai mediator, serta ketika terdapat dukungan organisasi dan budaya kerja inklusif sebagai moderator. Secara strategis, integrasi AI dan kebijakan inklusi bukan hanya modernisasi administratif, tetapi tuas kelembagaan untuk memperkuat kinerja aparatur, meningkatkan akuntabilitas birokrasi, dan menjaga keberlanjutan institusi publik.   This study systematically examines how Artificial Intelligence (AI)–enabled Human Resource Management (HRM) practices and inclusive recruitment shape employee performance in the public sector. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, the study identified, appraised, and synthesized relevant empirical evidence from five academic databases covering 2015–2026. From 279 initial records, screening and eligibility assessment following PRISMA 2020 resulted in 10 core studies for in-depth analysis. The review points to a central insight: AI improves the quality of HR processes, while inclusion determines how strongly those improvements translate into performance gains. AI-based HRM is most frequently applied in recruitment, performance appraisal, and talent development, where it consistently enhances efficiency, strengthens objectivity, and increases transparency in public-sector HR processes. However, these benefits become more consequential when integrated with inclusive recruitment policies such as candidate anonymization, merit-based selection, and accessibility measures because they reinforce procedural fairness and broaden representation in public bureaucracies. Regarding outcomes, employee performance is most commonly captured through productivity, job satisfaction, engagement, innovation, and well-being. Quantitative evidence indicates that inclusion exerts a stronger effect on performance than diversity, suggesting that “being meaningfully involved and treated fairly” matters more than demographic heterogeneity alone. These relationships are further explained by work engagement as a key mediator, and are amplified when organizational support and an inclusive work culture operate as moderators. Strategically, integrating AI with inclusion policies is not merely an administrative upgrade; it functions as an institutional lever to strengthen public employee performance, enhance bureaucratic accountability, and support the long-term sustainability of public organizations  
Pengaruh Praktik Pengelolaan SDM Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan: Mediasi Pemanfaatan HR Analytics (Studi Kasus pada Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi di Kota X) Hotdotua M, Vandri; Rony, Zahara Tussoleha
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1318

Abstract

Perubahan lingkungan kerja yang makin digital mendorong organisasi mengelola SDM secara lebih strategis dan berbasis data. Penelitian ini merangkum temuan-temuan studi sebelumnya tentang pengaruh praktik pengelolaan SDM dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan, serta meninjau apakah HR Analytics dapat menjadi penghubung (mediator) yang memperkuat pengaruh tersebut. Fokus implikasi penelitian diarahkan pada tenaga kependidikan perguruan tinggi di Kota X. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan pelaporan PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui Web of Science, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar dengan kata kunci terkait HRM practices/HPWS, organizational culture, HR analytics/people analytics, dan employee performance. Dari proses seleksi, ditemukan 20 artikel awal dan 15 studi yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik pengelolaan SDM dan budaya organisasi umumnya berdampak positif pada kinerja karyawan. Dampak praktik SDM terlihat lebih kuat ketika praktik tersebut diterapkan sebagai sistem yang saling mendukung, bukan program yang berdiri sendiri. Budaya organisasi yang mendukung konsistensi, adaptasi, keterlibatan, dan orientasi layanan juga cenderung meningkatkan kinerja. Selain itu, HR Analytics berpotensi menjadi mediator karena membantu organisasi membuat keputusan SDM berbasis data mulai dari mengenali masalah, menentukan intervensi yang tepat, hingga mengevaluasi hasilnya. Namun, bukti empiris tentang peran mediasi ini masih terbatas dan belum konsisten, terutama karena perbedaan definisi dan indikator HR Analytics antar studi. Penelitian dalam konteks perguruan tinggi juga masih sedikit, sehingga diperlukan studi empiris lanjutan pada tenaga kependidikan dengan menggabungkan data survei dan data organisasi.   Work environments are becoming increasingly digital, pushing organizations to manage human resources more strategically and with evidence-based approaches. This study synthesizes prior evidence on how HRM practices and organizational culture influence employee performance, and examines the potential mediating role of HR Analytics, with a focus on implications for higher education administrative staff in City X. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted and reported in line with PRISMA 2020. Literature was searched in Web of Science, ScienceDirect, SpringerLink, and Google Scholar using keywords related to HRM practices/HPWS, organizational culture, HR analytics/people analytics, and employee performance. The screening process identified 20 records, of which 15 studies met the inclusion criteria and were synthesized. The review indicates that HRM practices and organizational culture generally have a positive relationship with employee performance. The impact of HRM practices appears stronger when practices are implemented as an integrated, mutually reinforcing system rather than as isolated initiatives. A culture that supports consistency, adaptability, employee involvement, and service orientation is also associated with better performance. HR Analytics may mediate these relationships by enabling data-driven HR decision-making helping organizations identify problems, target interventions, and evaluate outcomes. However, empirical evidence remains limited and fragmented due to varying definitions and measurement indicators of HR Analytics across studies. Research in higher education settings is still scarce, highlighting the need for further empirical testing among administrative staff by combining survey data with organizational data.  
Systematic Literature Review: Pengaruh Praktik Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Insentif Kerja, dan Fleksibilitas Kerja terhadap Kinerja Karyawan Damanik, Jhon Nevry; Rony, Zahara Tussoleha
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sinergis antara praktik Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) modern, insentif kerja berbasis kinerja (termasuk sistem berbasis algoritma), dan model fleksibilitas kerja (hibrida dan workation) terhadap kinerja karyawan di era "New Work". Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Identifikasi literatur dilakukan melalui basis data elektronik seperti Scopus, EBSCO, dan Web of Science, dengan kriteria seleksi menggunakan kerangka PICOT. Analisis data mencakup sintesis realist melalui kerangka kerja Context Mechanism Outcome (CMO), meta-analisis, dan sintesis naratif. Hasil utama menunjukkan bahwa efektivitas praktik MSDM sangat ditentukan oleh kualitas proses implementasi yang melibatkan manajer lini, bukan sekadar konten kebijakan formal. Sistem insentif berbasis algoritma memberikan keunggulan dalam adaptasi waktu nyata, namun berisiko mereduksi otonomi dan kepercayaan jika mekanismenya tidak transparan. Selain itu, fleksibilitas kerja terbukti meningkatkan otonomi dan kompetensi karyawan, meskipun memiliki tantangan berupa risiko isolasi sosial. Dalam konteks Indonesia, ditemukan bahwa kepuasan kerja merupakan determinan paling dominan yang memengaruhi capaian kinerja. Kesimpulannya, kinerja karyawan saat ini merupakan hasil dari sinergi strategis antara efektivitas eksekusi MSDM, kecerdasan sistem insentif, dan model kerja fleksibel. Organisasi disarankan untuk memperkuat peran manajer lini dan transparansi teknologi guna menjaga keseimbangan psikologis staf. Penelitian di masa depan perlu fokus pada studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang dari model kerja hibrida.   This study aims to analyze the synergistic effects of modern Human Resource Management (HRM) practices, performance-based work incentives (including algorithm-driven systems), and flexible work models (hybrid work and workation) on employee performance in the “New Work” era. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA 2020 guidelines. Literature was identified through electronic databases such as Scopus, EBSCO, and Web of Science, with selection criteria based on the PICOT framework. Data analysis included realist synthesis using the Context–Mechanism–Outcome (CMO) framework, meta-analysis, and narrative synthesis. The main findings indicate that the effectiveness of HRM practices is largely determined by the quality of the implementation process involving line managers, rather than merely the content of formal policies. Algorithm-based incentive systems offer advantages in real-time adaptation, but they risk reducing autonomy and trust if their mechanisms are not transparent. In addition, work flexibility has been shown to enhance employees’ autonomy and competence, although it also poses challenges such as the risk of social isolation. In the Indonesian context, job satisfaction was found to be the most dominant determinant influencing performance outcomes. In conclusion, contemporary employee performance results from a strategic synergy between effective HRM execution, intelligent incentive systems, and flexible work models. Organizations are advised to strengthen the role of line managers and ensure technological transparency to maintain employees’ psychological balance. Future research should focus on longitudinal studies to monitor the long-term impacts of hybrid work models.  
Mekanisme Good Corporate Governance, Cash Holding, Leverage, Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Bumn Di Indonesia Fadhilah, Wahyu Ilham; Darto, Darto
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1336

Abstract

Nilai perusahaan adalah nilai yang mencerminkan kondisi dan kinerja suatu perusahaan. Nilai ini terbentuk dari penilaian investor terhadap prospek dan kinerja perusahaan di masa mendatang serta dari kemampuan manajemen untuk mengelola sumber daya perusahaan secara efektif. Nilai perusahaan menjadi tujuan utama perusahaan karena nilainya sangat terkait dengan kesejahteraan pemegang sahamnya. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh mekanisme Good Corporate Governance (komite audit dan dewan komisaris independen), cash holding, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Menggunakan data panel 16 BUMN non-perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024 dan dianalisis dengan model Fixed Effect, hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan. Sebaliknya, komite audit, dewan komisaris independen, dan cash holding tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan utama ini menegaskan bahwa kebijakan struktur pendanaan dan skala operasional lebih menentukan persepsi pasar terhadap BUMN dibandingkan pemenuhan aspek struktural tata kelola. Implikasi praktisnya, manajemen BUMN perlu memprioritaskan pengelolaan utang yang hati-hati dan optimalisasi aset agar nilai perusahaan dapat meningkat secara berkelanjutan.   Company value is a value that reflects the condition and performance of a company. This value is formed from investors' assessments of the company's future prospects and performance, as well as the management's ability to manage the company's resources effectively. Company value is the main objective of a company because it is closely related to the welfare of its shareholders. This study aims to empirically examine the effect of Good Corporate Governance mechanisms (audit committee and independent board of commissioners), cash holdings, leverage, and company size on the corporate value of State-Owned Enterprises (SOEs) in Indonesia. Using panel data from 16 non-banking SOEs listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2020–2024 and analyzed using a fixed effect model, the results show that leverage has a negative and significant effect on company value, while company size has a positive and significant effect. Conversely, audit committees, independent boards of commissioners, and cash holdings do not show a significant effect. These key findings confirm that funding structure and operational scale policies have a greater impact on market perceptions of SOEs than compliance with structural governance aspects. The practical implication is that SOE management needs to prioritize careful debt management and asset optimization in order to increase company value in a sustainable manner.  
Pengaruh Gaji, Insentif Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Polindo Internasional Surabaya Dewi, Anna Rosita; Zaman, Komarun; Nuryadi, Nuryadi; Anisa, Anisa
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaji, insentif, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT Polindo Internasional Surabaya, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 karyawan, dan seluruh populasi dijadikan sampel (teknik sensus). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial gaji, insentif, dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem kompensasi yang adil dan motivasi kerja yang tinggi merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan dalam merancang kebijakan kompensasi dan strategi peningkatan motivasi kerja guna mendukung pencapaian kinerja yang optimal.   This study aims to analyze the effect of salary, incentives, and work motivation on employee performance at PT Polindo Internasional Surabaya, both partially and simultaneously. A quantitative approach with a survey method was employed. The population consisted of 60 employees, all of whom were included as research respondents using a census technique. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability. Multiple linear regression analysis was conducted using SPSS version 21. The results indicate that salary, incentives, and work motivation have a positive and significant effect on employee performance partially. Simultaneously, these three variables also have a significant impact on employee performance. The findings suggest that a fair compensation system and high work motivation are essential factors in improving employee performance. This study provides practical implications for management in designing compensation policies and strategies to enhance work motivation in order to achieve optimal performance.  
Determinan Opini Audit Going Concern Dengan Debt Default Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Pertambangan Di Indonesia Lubis, Henny Zurika; Ardian, Ragil
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1360

Abstract

Opini audit going concern merupakan sinyal penting bagi pengguna laporan keuangan karena mencerminkan penilaian auditor terhadap keberlanjutan usaha perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) terhadap penerbitan Opini Audit Going Concern, serta mengkaji peran moderasi Default Hutang dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan desain kausal-asosiatif dengan teknik purposive sampling terhadap 21 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2022, sehingga diperoleh 63 observasi. Opini Audit Going Concern sebagai variabel dependen bersifat biner, sehingga analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA dan ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap penerbitan Opini Audit Going Concern. Selain itu, Default Hutang tidak memoderasi hubungan antara ROA maupun ROE dengan Opini Audit Going Concern. Temuan ini mengindikasikan bahwa auditor tidak hanya bertumpu pada indikator profitabilitas dan kondisi gagal bayar dalam menilai kelangsungan usaha, melainkan mempertimbangkan faktor lain secara lebih menyeluruh dalam proses pengambilan keputusan audit.   The going concern audit opinion is an important signal for users of financial statements, as it reflects the auditor’s assessment of a company’s ability to sustain its business continuity. This study aims to analyze the effect of Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE) on the issuance of Going Concern Audit Opinions, as well as to examine the moderating role of Debt Default in these relationships. The study employs a causal-associative research design with a purposive sampling technique, involving 21 companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020–2022 period, resulting in 63 observations. Since the dependent variable, Going Concern Audit Opinion, is binary in nature, logistic regression analysis is applied. The results indicate that ROA and ROE do not have a significant effect on the issuance of Going Concern Audit Opinions. Furthermore, Debt Default does not moderate the relationship between ROA or ROE and Going Concern Audit Opinions. These findings suggest that auditors do not rely solely on profitability indicators and debt default conditions when assessing business continuity, but rather consider a broader range of factors in the audit decision-making process.