cover
Contact Name
Santun Bhekti Rahimah
Contact Email
uptpublikasiunisba@gmail.com
Phone
+6285295184370
Journal Mail Official
jrk@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Rektorat Unisba, Jl Tamansari no.20
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kedokteran
ISSN : 28083040     EISSN : 27986594     DOI : https://doi.org/10.29313/jrk.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kedokteran Jurnal Riset Kedokteran (JRK) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian kesehatan, masyarakat industri dll. JRK ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6594 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 120 Documents
The Relationship between Exclusive Breastfeeding and The Incidence of Stunting Toddlers Tasya Aureliyana; Raden Kince Sakinah
Jurnal Riset Kedokteran Volume 2, No.2, Desember 2022, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1437

Abstract

Abstract. Stunting is a condition when toddlers have a length or height that is less than their average age. Indonesia is the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia region, which is 43.8%. Cemara Wetan Village has the highest prevalence of stunting, which is 34.40% of all villages in Indramayu district. One of the efforts to prevent stunting is by providing adequate nutrition from an early age through exclusive breastfeeding. This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting under five in Cemara Etan Village, Indramayu Regency. This study uses a quantitative research method with an analytical observational research design with a cross-sectional approach. This study used a breastfeeding questionnaire for mothers of toddlers and secondary data for measuring body mass index of toddlers. The analysis technique uses univariate and bivariate analysis using the chi square test. The results showed that there was a significant relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in children under five in Cemara Wetan Village, Indramayu Regency with (p = 0.012, OR = 0.304).\ Abstrak. Stunting merupakan suatu kondisi pada saat balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang dibandingkan anak rerata usianya. Indonesia merupakan negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara yaitu sebanyak 43,8%. Desa Cemara Wetan memiliki prevalensi angka stunting tertinggi yaitu 34,40% dari seluruh desa di kabupaten Indramayu. Salah satu usaha pencegahan stunting yaitu dengan pemberian nutrisi adekuat sejak usia dini melalui ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ASI eksklusif terhadap kejadian balita stunting di Desa Cemara Etan Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasonal analitik dengan pendekatan crossectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner ASI pada ibu balita dan data sekunder pengukuran indeks massa tubuh balita. Tekhnik analisisnya menggunakan analisis univariat maupun bivariat menggunakan chi square test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Desa Cemara Wetan Kabupaten Indramayu dengan (p=0,012, OR=0,304).
Scooping Review: Pengaruh Hipertensi Terhadap Penyakit Jantung Koroner Nabila Alyssia; Nuri Amalia Lubis
Jurnal Riset Kedokteran Volume 2, No.2, Desember 2022, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1438

Abstract

ABSTRACT: Changes in the lifestyle of the Indonesian people cause many risk factors that can cause heart diseases, one of which is Coronary Heart Disease (CHD). Risk factors that can lead to CHD are divided into two, namely risk factors that can be changed and cannot be changed. One of the most common risk factors for CHD is hypertension. The purpose of this study was to determine the effect of hypertension on CHD patients. This study is a Scoping review, by searching for articles from the PubMed, Ebsco, Neliti and Garuda databases. There were 284 articles in accordance with the inclusion criteria and 276 articles that were included in the exclusion criteria. The results of the feasibility test based on the PICOS criteria were six articles. This research was conducted in October - December 2020. The results of a review of six articles stated that hypertension had an effect on CHD patients. Hypertension leads to increased resistance to pumping blood from the left ventricle, which over time can lead to heart dilatation and strain as a result of overcompensation. If the atherosclerosis process continues, myocardial oxygen supply will decrease, while myocardial oxygen demand increases as a result of ventricular hypertrophy and an increase in the workload of the heart, which can eventually lead to angina or myocardial infarction. The conclusion of this study is that there is an effect of hypertension on CHD patients. ABSTRAK: Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia menyebabkan banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit-penyakit jantung, salah satunya Penyakit Jantung Koroner (PJK). Faktor risiko yang bisa mengakibatkan munculnya PJK dibagi dua, yaitu faktor risiko yang bisa diubah dan tidak bisa diubah. Salah satu faktor risiko terbanyak PJK adalah hipertensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hipertensi terhadap pasien PJK. Penelitian ini adalah Scoping review, dengan mencari artikel dari database PubMed, Ebsco, Neliti dan Garuda. Artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 284 artikel dan yang termasuk dalam kriteria eksklusi sebanyak 276 artikel. Hasil uji kelayakan berdasarkan kriteria PICOS sebanyak enam artikel. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober - Desember 2020. Hasil telaah dari enam artikel menyatakan bahwa ada pengaruh hipertensi terhadap pasien PJK. Hipertensi menyebabkan meningkatnya resistensi terhadap pemompaan darah dari ventrikel kiri, yang lama kelamaan dapat menyebabkan dilatasi dan payah jantung sebagai akibat dari kompensasi yang berlebihan. Bila proses aterosklerosis terus berlanjut, maka penyediaan oksigen miokardium akan berkurang, sedangkan kebutuhan oksigen miokardium bertambah sebagai akibat dari hipertrofi ventrikel dan peningkatan beban kerja jantung sehingga akhirnya dapat menyebabkan angina atau infark miokard. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat adanya pengaruh hipertensi terhadap pasien PJK.
A Scoping Review : Hubungan Antara Konsumsi Kopi terhadap Mood pada Orang Dewasa Muhamad Hasanudin Nasrullah; Mujtahid Ahmad Djojosugito
Jurnal Riset Kedokteran Volume 2, No.2, Desember 2022, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1464

Abstract

Abstract. Coffee (coffea) is the second most traded commodity product after vegetable oil, and is the most consumed beverage product in the world after water. Coffee consumption is synonymous with an increase in energy, where at present the increase in energy is known as central nervous system (CNS) stimulation. Coffee consumption also affects mood, such as increasing alertness, pleasure, concentration, and relaxation are very important for successful performance, safety and work productivity. Research objective: To determine the relationship between coffee consumption and mood in adults. Research method: scoping review by identifying, analyzing and evaluating a scientific paper according to inclusion and exclusion criteria and screening using eligibility criteria (elegible). Research results: Contains descriptions of research articles that have been reviewed (3 articles) which include eligible criteria, the first article results in coffee being more effective than placebo, the second article results in 1 compound in coffee which gives a less than optimal effect if consumed pure without other compounds in coffee, the third article showed that the higher the caffeine, the more significant the effect on mood. Conclusion: All three articles showed positive results between coffee consumption and mood, however in all three studies, caffeine metabolism in the body of all samples was not measured. While everyone's caffeine metabolism is different and may have different effects, genetic factors must also be considered. Abstrak. Kopi (coffea) merupakan produk komoditas kedua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak nabati, dan menjadi produk minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air. Konsumsi kopi identik dengan peningkatan energi, dimana pada masa sekarang peningkatan energi itu dikenal dengan stimulasi sistem saraf pusat (SSP). Konsumsi kopi pun berpengaruh pada mood, seperti meningkatkan kewaspadaan, rasa senang, konsentrasi, dan relaksasi sangat penting untuk keberhasilan kinerja, keamanan dan produktivitas kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kopi dengan mood pada orang dewasa. Metode a scoping review, dengan bahan penelitian artikel dari jurnal internasional yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan memenuhi kriteria kelayakan (eligible). Artikel ini kemudian diseleksi menggunakan diagram PRISMA dengan mempertimbangkan Population orang dewasa yang berumur diatas 16 tahun, intervention konsumsi kopi, comparison tidak ditentukan, outcome mood, dan study observasional. Didapatkan 3 artikel yang memenuhi kriteria eligible yakni artikel pertama hasilnya kopi lebih efektif dari plasebo, artikel kedua hasilnya 1 senyawa dalam kopi memberikan efek yang kurang maksimal jika dikonsumsi murni tanpa senyawa lain yang ada dalam kopi, artikel ketiga hasilnya semakin tinggi kafein maka pengaruh pada mood semakin signifikan. Kesimpulan: Ketiga artikel menunjukan hasil yang positif antara konsumsi kopi terhadap mood, namun pada ketiga penelitian tersebut, metabolisme kafein pada tubuh dari semua sampel tidak diukur. Di mana metabolisme kafein pada setiap orang berbeda dan mungkin menyebabkan efek yang berbeda pula, faktor genetik juga harus dipertimbangkan.
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Ear Plug terhadap Keluhan Gangguan Pendengaran pada Pekerja PT X Fitria Hazmi Sholihah; Tety Hadiaty Rahim
Jurnal Riset Kedokteran Volume 2, No.2, Desember 2022, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1488

Abstract

Abstrak. Paparan kebisingan di tempat kerja adalah salah satu bahaya yang paling sering terjadi. Diperkirakan 22,4 juta pekerja di seluruh dunia terpapar pada kebisingan yang berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran akibat bising. Gangguan pendengaran akibat bising dapat dicegah dengan memakai ear plug. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan ear plug terhadap keluhan gangguan pendengaran pada karyawan PT. X. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan metode cross sectional. Variabel kepatuhan dan keluhan gangguan pendengaran diukur dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden. Sampel yang diteliti adalah pekerja bagian mesin, dengan sampel sebanyak 100 responden dipilih secara total sampling dan dilakukan uji chi-square sebagai uji hipotesis. Penelitian dilakukan pada bulan September-Desember 2020 di PT. X, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 80% dari PT. X sudah patuh dalam menggunakan ear plug. Terdapat pekerja yang mengeluhkan gangguan pendengaran, 45% pekerja mengeluhkan gangguan pendengaran tidak mengganggu aktivitas, 24% pekerja mengalami keluhan gangguan pendengaran yang mengganggu aktivitas, sedangkan sisanya tidak mengeluhkan gangguan pendengaran. Hasil uji diperoleh pada pekerja yang tidak patuh menggunakan ear plug terdapat keluhan gangguan pendengaran (p<0,001). Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan ear plug dengan keluhan gangguan pendengaran. Abstract. Noise exposure in the workplace is one of the most frequent hazards. It is estimated that 22.4 million workers worldwide are exposed to noise levels that have the potential to have noise induced hearing loss. Noise induced hearing loss can be prevented by wearing ear plugs. This study aims to determine the relationship of compliance with the use of ear plugs to complaints of hearing loss among employees of PT. X. This research is descriptive analytic with cross sectional design. The compliance and hearing loss complaints variables were measured using a questionnaire filled out by the respondents. The sample studied were workers in the machine part, with a sample of 100 respondents chosen by total sampling and performed chi-square test as a hypothesis test. The research was conducted in September-December 2020 at PT. X, Bungo Regency, Jambi Province. Resulting of this study indicate as many as 80% of PT. X is already obedient in using ear plugs. There are workers who complain about hearing loss, 45% of workers have complaints of hearing loss but do not interfere with activities, 24% of workers have complaints of hearing loss and interfere with activities, while the rest do not complain about hearing problems. The test results were obtained in workers who did not comply with using ear plugs who had complaints of hearing loss (p <0.001). The conclusion is that there is a significant relationship between the use of ear plugs and complaints of hearing loss.
Systematic Review: Efektivitas Siprofloksasin Topikal pada Pengobatan Otitis Media Supuratif Kronik Anissha Fitry Oktavianita; Lelly Yuniarti
Jurnal Riset Kedokteran Volume 2, No.2, Desember 2022, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1506

Abstract

Abstract. Chronic suppurative otitis media or CSOM is an chronic inflammatory process that occurs in the middle ear, which is caused by bacteria with perforation of the tympanic membrane and the presence of ottorhoea. The most common causative bacteria is Pseudomonas aeruginosa. Topical antibiotic using ciprofloxacin can be used to treat for CSOM. Several studies have shown topical antibiotic to be more effective than systemic antibiotics. The aim of this study was to analyze the effectiveness of ciprofloxacin in the treatment of chronic suppurative otitis media. The study was conducted using systematic review method and database used in this study were Google Scholar, Science Direct, Proquest, Springer Link, Cochrane Library, and EBSCO HOST with 599 articles of journals obtained. The screening result on articles in accordance with the inclusion citeria were 344 articles and the exclusion criteria were 340 articles. The results of critical appraisal as many 4 articles.The study was conducted during March–December 2020. The results of review dan analysis from 4 articles of each study, topical ciprofloxacin was more effective topical neomycin, framycetin gramicidin-dexamethasone (FGD), and boric acid in the treatment of chronic suppurative otitis media. The parameters for relieving of symptomatic symptoms, perforation of tympanic membrane, and hearing quality. The conclusion of this study is that ciprofloxacin topical is more effective in the treatment of chronic suppurative otitis media. Abstrak. Otitis media supuratif kronik atau OMSK merupakan proses inflamasi kronik yang terjadi pada telinga bagian tengah yang diakibatkan oleh bakteri, ditandai dengan perforasi membran timpani serta ottorhoea yang terjadi secara terus menerus. Bakteri penyebab paling umum adalah Pseudomonas aeruginosa. Pengobatan OMSK dapat menggunakan antibiotik topikal siprofloksasin. Beberapa penelitian menunjukkan antibiotik topikal lebih efektif dibanding dengan antibiotik sistemik. Tujuan peneltian ini adalah menganalisis efektivitas siprofloksasin topikal pada pengobatan otitis media supuratif kronik. Penelitian ini merupakan systematic review dengan database yang digunakan adalah Google Scholar, Science Direct, Proquest, Springer Link, Cochrane Library, dan EBSCO HOST dengan jumlah artikel yang didapat sebanyak 599 artikel. Hasil skrining pada artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 344 artikel dan kriteria eksklusi sebanyak 340 artikel. Setelah dilakukan telaah kritis, artikel yang di-review sebanyak empat artikel. Penelitian dilakukan pada periode Maret–Desember 2020. Hasil telaah dan analisis dari empat artikel menunjukkan bahwa siproflokasin topikal lebih efektif dibanding dengan topikal neomisin, framisetin gramisidin-deksametason (FGD), dan asam borik pada pengobatan otitis media supuratif kronik. Parameter kesembuhan gejala ottorhoea, perforasi membran timpani, serta kualitas pendengaran. Kesimpulan penelitian ini adalah siprofloksasin topikal efektif pada pengobatan otitis media supuratif kronik.
Karakteristik Pekerja Industri Tekstil yang Terdiagnosis Kanker di Purwakarta Tiara Oktaviani; Riri Risanti
Jurnal Riset Kedokteran Volume 2, No.2, Desember 2022, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1508

Abstract

Abstract. The results from a survey conducted by the International Labor Organization showed that the highest prevalence of occupational causes of death was due to cancer, which was 8%. Cancer is an uncontrolled growth of cells following the invasion of surrounding tissues and spread to the other parts of the body. This diseases are known to be related to the work environment, one of which is the textile industry because they are exposed to carcinogenic substances. This study aims to find out the characteristics of cancer patients who were textile industry workers. They were categorized based on age, gender, and type of cancer diagnosed at Bayu Asih Hospital and Abdul Radjak Purwakarta Hospital in 2018-2019. This study used a descriptive observational method by looking at the medical record data of cancer patients at Bayu Asih Hospital and Abdul Radjak Purwakarta Hospital from January 2018 - December 2019 with a cross sectional design. The result it was found that the incidence of cancer in textile industry workers is higher in women 61.3% than men 38.7%. 46-55 years old 58.1%, 36-45 years old 35.5%, 36-45 years old 35.5% and the types of cancer are lung cancer 25.8%, breast cancer 22.6%, and skin cancer 12.9%. This shows that the the majority of textile industry workers diagnosed with cancer are female, aged 46-55 years, and the most common type of cancer is lung cancer. Abstrak. Hasil survey dari International Labour Organization menunjukkan bahwa prevalensi terbesar penyebab kematian yang berhubungan dengan pekerjaan disebabkan oleh kanker yaitu sebesar 8%. Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol diikuti proses invasi ke jaringan sekitar dan penyebaran ke bagian tubuh yang lain. Penyakit ini diketahui berhubungan dengan lingkungan kerja salah satunya yaitu industri tekstil karena terpapar oleh zat-zat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien kanker yang bekerja di industri tekstil berdasarkan usia, jenis kelamin, dan jenis kanker yang terdiagnosis di RSUD Bayu Asih dan RS Abdul Radjak Purwakarta tahun 2018-2019. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan melihat data rekam medis pasien kanker di RSUD Bayu Asih dan RS Abdul Radjak Purwakarta selama periode bulan Januari 2018-Desember 2019 dengan rancangan cross-sectional. Didapatkan kejadian kanker pada pekerja industri tekstil lebih tinggi pada perempuan 61.3% daripada laki-laki 38.7%. Berusia 46-55 tahun 58.1%, usia 36-45 tahun 35.5%, usia 36-45 tahun 35.5% dan jenis kankernya yaitu kanker paru-paru 25.8%, kanker payudara 22.6%, dan kanker kulit 12.9%. Kesimpulan penelitian ini adalah mayoritas pekerja industri tekstil yang terdiagnosis kanker berjenis kelamin perempuan, berusia 46-55 tahun, dan jenis kanker yang paling banyak adalah kanker paru.
Gambaran Pengetahuan tentang Penyakit Tuberkulosis Paru pada Keluarga Penderita di Puskesmas X Achmad Cesario Ludiana; Yuliana Ratna Wati
Jurnal Riset Kedokteran Volume 2, No.2, Desember 2022, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1511

Abstract

Abstract. This research is aimed to know about the general knowledge of pulmonary tuberculosis in the families of this patients at X Community Health Center, Bandung District. This research uses descriptive method with purposive sampling techniques. The subjects of this research are the families of pulmonary tuberculosis patients at X Community Health Center, Bandung District. The data were obtained using questionnaires. The families of the patients, whom were studied, are 66 subjects consists of 54,4% men, 33,3% with high school level of education, 63,6% with low economic status, 74,2% are Sundanese, 74,2% are workers, 34,8% aged between 46 to 55 years old, and the relation between the families and the patients is 88,89% parents. The pulmonary TB patients’ families’ level of knowledge regarding the signs & symptoms (74,2%), the prevention (77,3%), and the treatment (56,1%) is good. The level of knowledge regarding the mode of transmission (43,9%), Drug-Taking Supervisor (48,5%), and the complication (48,5%) is sufficient. The level of knowledge regarding the causes (39,4%) is low. In general, the pulmonary TB patients’ families’ level of knowledge is sufficient. Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit tuberkulosis paru pada keluarga penderita TB Paru di Puskesmas X Kabupaten Bandung. Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan purposive sampling. Subjek penelitian adalah keluarga penderita TB Paru di Puskesmas X Kabupaten Bandung. Data didapatkan menggunakan kuesioner. Keluarga pasien diteliti sebanyak 66 subjek terdiri dari 54,4% laki-laki, 33,3% berpendidikan menengah atas, 63.6% berstatus ekonomi rendah, 74,2% dari suku Sunda, 74,2% responden bekerja, 34,8% berusia antara 46-55 tahun, dan status hubungan keluarga dengan pasien 88.89% adalah orang tua. Tingkat pengetahuan keluarga penderita TB Paru mengenai tanda tanda penyakit TB Paru (74,2%), pencegahan (77,3%), dan pengobatan (56,1%) adalah baik. Tingkat pengetahuan mengenai cara penularan (43,9%), Pengawas Minum Obat (PMO) (48,5%), dan komplikasi (48,5%) adalah cukup. Tingkat pengetahuan mengenai penyebab (39,4%) adalah kurang. Secara umum tingkat pengetahuan keluarga tentang penyakit TB Paru adalah cukup.
Studi Epidemiologi Penderita Leukemia Granulositik Kronis pada Komunitas ELGEKA di Jawa Barat Muhammad Sayyid Hidayatullah; Agung Firmansyah Sumantri
Jurnal Riset Kedokteran Volume 2, No.2, Desember 2022, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1536

Abstract

Abstract. This research is a descriptive observational study, with a cross sectional research design. The number of subjects in this study was 63 people. The selection of subjects using non-probability purposive sampling techniques or research subjects met the inclusion criteria, using the Slovin formula. Data analysis using the SPSS statistical application. The characteristics to be described include domicile, age, sex, occupation, race, age at diagnosis, latest education, medication, initial and final BCR-ABL values, leukocytes, platelets and hemoglobin. The results showed the highest prevalence was in Bandung (20%), with an age range of 30-39 years (38.1%), suffered mostly by women (55.6%), most of them were private employees (28.6%), people with Sundanese race (68.3%), the average age of diagnosis was 34 years, the latest education was higher education graduate (57.1%), the most drug used was imatinib (81.3%), the initial dominant BCR-ABL value was > 10% and end dominant was < 0.1%, the results of a routine dominant hemoglobin blood test were 8-12 g/dL, the results of dominant leukocytes were 5000-10,000/mm3, and the yield of dominant platelets was 150,000 to 400,000 mm3. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan karakteristik penderita leukemia granulositik kronis pada komunitas ELGEKA Jawa Barat. Penelitian ini adalah sebuah penelitian deskriptif observasional, dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah Subjek dalam penelitian ini adalah 63 orang. Pemilihan subjek dengan teknik non probability purposive sampling atau subjek penilitian memenuhi kriteria inklusi, menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan aplikasi statistik SPSS. Karakteristik yang akan digambarkan meliputi domisili, usia, jenis kelamin, pekerjaan, ras, usia diagnosis, pendidikan terakhir, pengobatan, nilai BCR-ABL awal dn akhir, leukosit, trombosit dan hemoglobin. Hasil menunjukan bahwa pravelensi tertinggi berada di Kota Bandung (20%), dengan rentang usia 30-39 tahun (38,1%), jenis kelamin terbanyak wanita (55,6%), pekerjaan terbanyak pegawai swasta (28,6%), Ras terbanyak sunda (68,3%), usia rata-rata diagnosis 34 tahun, pendidikan terakhir perguruan tinggi (57,1%), penggunaan obat terbanyak imatinib (81.3%), nilai BCR-ABL awal dominan >10% dan akhir dominan <0,1%, hasil pemeriksaan darah rutin dominan hemoglobin 8-12g/dL, leukosit dominan dengan hasil 5000-10.000/mm3 dan trombosit dominan dengan hasil 150.000-400.000 mm3.
Pengaruh Pemberian Kurma (Phoenix dactylifera) terhadap Kadar Hemoglobin pada Pasien Anemia Adinda Fitri Amaris; Hana Sofia Rachman
Jurnal Riset Kedokteran Volume 2, No.2, Desember 2022, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1538

Abstract

Abstract. The prevalence of anemia is estimated to be 9% in developed countries and 43% in developing countries. In 2013, the prevalence of anemia in Indonesia was 21.7%. Iron supplementation has become a policy of the Indonesian government for the treatment of anemia. Several studies on herbal plants as an alternative to iron supplements have been carried out, which is the consumption of dates. Dates are high in iron and can be used as an alternative to iron supplements. The purpose of this study was to determine the effect of giving dates on hemoglobin levels in anemia patients. This research is a Scoping Review, by searching for articles from the EBSCO, ProQuest, and Google Scholar databases. There were 374 articles according to the inclusion criteria, after the feasibility test based on PICOS the remaining articles were 8 articles. The results found in 4 articles showed an average increase in hemoglobin levels are more than 1 g / dL and 4 other articles showed an average increase in hemoglobin are less than 1 g / dL. The conclusion of this study is that dates can increase hemoglobin levels in anemic patients. Dates contain iron which plays a role in hemoglobin’s production with the results that it can increase hemoglobin levels. Abstrak. Prevalensi anemia diperkirakan 9% di negara-negara maju dan 43% di negara berkembang. Pada tahun 2013 prevalensi anemia di Indonesia yaitu 21,7%. Suplementasi besi menjadi suatu kebijakan pemerintah Indonesia untuk penanganan anemia. Beberapa penelitian pada tumbuhan herbal sebagai alternatif suplemen zat besi telah banyak dilakukan salah satunya dengan konsumsi buah kurma. Kurma mengandung zat besi yang tinggi dan dapat dijadikan alternatif suplemen zat besi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian kurma terhadap kadar hemoglobin pada pasien anemia. Penelitian ini merupakan Scoping Review, dengan mencari artikel dari database EBSCO, ProQuest, dan GoogleScholar. Artikel yang sesuai kriteria inklusi sebanyak 374 artikel, setelah uji kelayakan berdasarkan PICOS artikel yang tersisa sebanyak 8 artikel. Hasil penelitian ditemukan 4 artikel menunjukkan hasil rata-rata peningkatan kadar hemoglobin lebih dari 1 gr/dL dan 4 artikel lainnya menunjukkan hasil rata-rata peningkatan hemoglobin kurang dari 1 gr/dL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kurma dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada pasien anemia. Kurma mengandung zat besi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin sehingga dapat meningkatkan kadar hemoglobin.
Uji Aktivitas Senyawa Aktif Daun Sirsak sebagai Kandidat Antidepresan dengan Pendekatan In silico Sutan Mulia Ananda; Gemah Nuripah
Jurnal Riset Kedokteran Volume 2, No.2, Desember 2022, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1552

Abstract

Abstract. Apart from conventional medicines, depression can be treated with herbal remedies such as soursop (Annona muricata L.) leaves. The purpose of this study was to determine the effectiveness and mechanism of the active compound of soursop leaves (Annona muricata L.) as an antidepressant drug using the in silico approach. In this study, the in silico method was carried out with the help of computer devices and online data bases such as PubChem, SwissTargetPrediction, and STRING to analyze the target protein. This research was conducted in March-December 2020. The results showed 13 active compounds of soursop leaves (Annona muricata L.) can bind to eight target proteins, namely ACHE (acetylcholinesterase), ADRA2C (Alpha-2C adrenergic receptor), DRD1 (D1A dopamine receptor), DRD2 (D2 dopamine receptor), HTR2A (5-hydroxytryptamine receptor 2A), HTR2C (5-hydroxytryptamine receptor 2C), MAOA (Monoamine oxidase A) and SLC6A3 (Sodium-dependent dopamine transporter). The conclusion of this study that the active compounds contained in soursop leaves (Annona muricata L.) can affect the receptors and metabolic processes of dopamine, norepinephrine, and serotonine. Abstrak. Selain dengan obat-obatan konvensional, depresi dapat diobati dengan pengobatan herbal seperti daun sirsak (Annona muricata L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan mekanisme senyawa aktif daun sirsak (Annona muricata L.) sebagai obat antidepresan dengan pendekatan in silico. Pada penelitian ini, metode in silico dilakukan dengan bantuan perangkat komputer dan data base online seperti PubChem, SwissTargetPrediction, dan STRING untuk menganalisis protein target. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret−Desember 2020. Hasil penelitian menunjukkan 13 senyawa aktif daun sirsak (Annona muricata L.) dapat berikatan dengan delapan protein target yaitu ACHE (acetylcholinesterase), ADRA2C (Alpha-2C adrenergic receptor), DRD1 (D1A dopamine receptor), DRD2 (D2 dopamine receptor), HTR2A (5-hydroxytryptamine receptor 2A), HTR2C (5-hydroxytryptamine receptor 2C), MAOA (Monoamine oxidase A) dan SLC6A3 (Sodium-dependent dopamine transporter). Kesimpulan penelitian ini senyawa aktif yang terkandung dalam daun sirsak (Annona muricata L.) dapat memengaruhi reseptor dan proses metabolisme dopamin, norepinefrin dan serotonin.

Page 7 of 12 | Total Record : 120