cover
Contact Name
Santun Bhekti Rahimah
Contact Email
uptpublikasiunisba@gmail.com
Phone
+6285295184370
Journal Mail Official
jrk@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Rektorat Unisba, Jl Tamansari no.20
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kedokteran
ISSN : 28083040     EISSN : 27986594     DOI : https://doi.org/10.29313/jrk.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kedokteran Jurnal Riset Kedokteran (JRK) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian kesehatan, masyarakat industri dll. JRK ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6594 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 120 Documents
Gambaran Kejadian Kematian Penderita Covid-19 di Kabupaten Pangandaran Dinda Anindita Salsabilla; Feri Yuda Anggara
Jurnal Riset Kedokteran Volume 3, No.1, Juli 2023, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1767

Abstract

The World Health Organization (WHO) has declare COVID-19 as a Public Health Emergency International Concern. Data on Covid-19 cases (New All Record) at the Pangandaran District Health Office as of August 31 2022, which were confirmed positive, totaled 6,051 cases with 156 deaths. This study aims to describe the characteristics of COVID-19 sufferers in Pangandaran Regency. This study uses a cross sectional research design. The data used is secondary data recorded in the New All Record (NAR) Application. Characteristics of COVID-19 sufferers include 57.6% female and 42.4% male, the majority are aged 26-35 years, namely 1,259 people (20.9%), while the least are in the age range 0-5 years as many as 155 people (2.6%). Characteristics of COVID-19 sufferers in Pangandaran Regency based on their final death status were 156 people (2.6%) with the majority being female (54.5%) and aged 56-65 years (28.8%). The conclusion in this study is that the majority of COVID-19 case sufferers who died in Pangandaran district were female and aged > 50 years.
Pap Smear sebagai Metode Deteksi Dini Kanker Serviks Khusnul Mulya Kautsar; Meike Rachmawati; Harvi Puspa Wardani
Jurnal Riset Kedokteran Volume 3, No.1, Juli 2023, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1775

Abstract

Abstract. Cervical cancer has the third highest mortality rate in the world from all cancer cases. This figure can be prevented through pap smear examination. This study aims to collect adequate data regarding the pap smear as a method of early detection of cervical cancer. The method used is a literature study by collecting several previous studies on pap smears as a method of early detection of cervical cancer. The results of this study explain the pap smear starting from history, definition, principles, purposes, benefits, recommendations, examination procedures, and interpretation of the results. Thus, it can be concluded that the pap smear is an examination that aims to see pre-cancerous lesions which is recommended for women aged 30-60 years every three years to prevent cervical cancer. Abstrak. Kanker serviks memiliki angka mortalitas tertinggi ketiga di dunia dari keseluruhan kasus kanker. Angka ini dapat dicegah melalui pemeriksaan pap smear. Penelitian ini bertujuan mengumpulkan data memadai mengenai pap smear sebagai metode deteksi dini kanker serviks. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu tentang pap smear sebagai metode deteksi dini kanker serviks. Hasil dari penelitian ini menjelaskan pap smear mulai dari sejarah, definisi, prinsip, tujuan, manfaat, rekomendasi, prosedur pemeriksaan, dan interpretasi hasil. Dengan demikian dappat disimpulkan pap smear merupakan suatu pemeriksaan yang bertujuan untuk melihat lesi pre kanker yang direkomendasikan bagi wanita usia 30 – 60 tahun setiap tiga tahun sekali untuk mencegah kejadian kanker serviks.
Perbedaan Tingkat Kecemasan Orang Tua Anak Penderita Leukemia Sebelum dengan Sesudah Kemoterapi Suchi Aulia Nur Silmi; Ieva B. Akbar; Sara Puspita
Jurnal Riset Kedokteran Volume 3, No.1, Juli 2023, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1875

Abstract

Abstract. Acute lymphoblastic leukemia (ALL) is children's most common type of cancer. Acute lymphoblastic leukemia can be cured with chemotherapy. The initial treatment for ALL is induction chemotherapy, lasting 4–6 weeks using 3 or 4 drugs. Parents who have children with ALL will experience anxiety, especially mothers. This study aims to analyze the differences in the anxiety levels of parents of children with acute lymphoblastic leukemia before and after the induction phase of chemotherapy. The research was conducted in July–October 2022. The research method is a comparative research design with a longitudinal study approach. The sample of this study was 45 people using a total sampling technique on the parents of children with ALL at Al-Islam Hospital in Bandung. Data collection was carried out using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Data analysis used the McNemar test. The results showed that 28 mothers experienced severe–very severe levels of anxiety before the induction phase of chemotherapy, and 28 experienced mild–moderate anxiety levels after the induction phase of chemotherapy. The results of the McNemar test obtained a value of p=0.001 (p<0.05). In conclusion, parents' anxiety in children with ALL increased before chemo and tended to decrease after the induction phase of chemotherapy. Abstrak. Leukemia limfoblastik akut (LLA) merupakan jenis kanker yang paling banyak terjadi pada anak. Leukemia limfoblastik akut dapat disembuhkan dengan kemoterapi. Terapi awal LLA yaitu kemoterapi fase induksi, berlangsung 4–6 minggu menggunakan 3 atau 4 obat. Orangtua yang memiliki anak LLA akan mengalami kecemasan terutama ibu. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat kecemasan orangtua anak penderita leukemia limfoblastik akut sebelum dengan sesudah kemoterapi fase induksi. Penelitian dilakukan pada bulan Juli–Oktober 2022. Metode penelitian adalah desain penelitian komparatif dengan pendekatan studi longitudinal. Sampel penelitian ini adalah 45 orang dengan teknik total sampling pada orangtua anak penderita LLA di RS Al-Islam Bandung. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji McNemar. Hasil penelitian menunjukan ibu mengalami tingkat kecemasan berat–sangat berat sebelum kemoterapi fase induksi sebanyak 28 dan mengalami tingkat kecemasan ringan–sedang sesudah kemoterapi fase induksi sebanyak 28. Hasil uji McNemar didapatkan nilai p=0,001 (p<0,05). Simpulan, kecemasan orangtua pada anak penderita LLA meningkat sebelum kemoterapi dan cenderung menurun sesudah kemoterapi fase induksi.
Hubungan Antara Indeks Masa Tubuh dengan Range of MotionSendi Panggul dan Lutut Tarisya Salsabila Putri Asmara; M. Ahmad Djojosugito; Sandy Faizal
Jurnal Riset Kedokteran Volume 3, No.1, Juli 2023, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1876

Abstract

Abstract. Body mass index (BMI) is a metric currently used to define anthropometric height or weight characteristics in adults. The range of motion (ROM) is the full motion potential of the joint, usually the flexion range and extension. The hip joint is an inferior limb joint. While the knee joint is the largest joint and the superficial joint. It can be known that there is an influence of BMI on the ROM of a human being, especially on the joints of the hip and knees. It is also commonly known that medical students carry out their lecture activities in a sitting position for a long period of time. This can trigger weight gain, thus reducing the ROM of the student. This study aims to determine the connection between BMI and ROM of the hip and knee joints in UNISBA Medical Faculty students. This study is an observational study with a cross-sectional approach. Sampling in this study used the consecutive sampling method and respondent calculations were carried out using a correlation analytical formula, a minimum of 39 respondents were obtained by students of the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University and this study has received ethical approval 146 / KEPK-Unisba / V / 2022. This research data was taken from the primer in the form of questionnaires and measurements of degrees in the joints of each student who was a respondent. The results of the research were obtained based on statistical tests, the p value was 0.004 (p < 0.05), which means that there is a relationship between Body Mass Index and knee joint ROM in students of the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University Class of 2019. Abstrak. Indeks massa tubuh (IMT) adalah metrik yang saat ini digunakan untuk mendefinisikan karakteristik tinggi atau berat antropometrik pada orang dewasa. Range of motion (ROM) merupakan potensi gerakan penuh sendi, biasanya rentang fleksi dan ekstensi. Sendi panggul merupakan suatu sendi ekstremitas inferior. Sedangkan sendi lutut merupakan sendi terbesar dan sendi yang superfisial. Dapat diketahui terdapat pengaruh dari IMT ke ROM seorang manusia khususnya pada sendi bagian pinggang dan lutut. Biasa di ketahui juga mahasiswa kedokteran melakukan kegiatan perkuliahannya dengan posisi duduk dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat memicu penaikan berat badan sehingga mengurangi ROM dari mahasiswa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan ROM sendi panggul dan lutut pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode consecutive sampling dan dilakukan perhitungan responden menggunakan rumus analitik korelasi, didapatkan minimal responden sebanyak 39 mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Islam Bandung dan penelitian ini sudah mendapatkan persetujuan etik 146/KEPK-Unisba/V/2022. Data penelitian ini diambil dari dari primer berupa kuesioner dan pengukuran dari derajat pada sendi setiap mahasiswa yang menjadi responden. Hasil dari peneltian didapatkan berdasarkan dengan uji statistik didapatkan nilai p value ialah 0,004 (p < 0,05) yang berarti terdapat Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan ROM sendi lutut pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan 2019.
Tingkat Stres Berdasarkan Jenis Stresor pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Unisba Afif Januar Ginata; Ratna Dewi Indi Astuti; Julia Hartati
Jurnal Riset Kedokteran Volume 3, No.1, Juli 2023, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1915

Abstract

Abstract. Stress is a common phenomenon and cannot be avoided by everyone. Stress is an unpleasant condition and can elicit a response be it mental, physical, emotional, and spiritual of a person. The occurrence of stress is caused by a stimulus called a stressor. A person who experiences stress brings up signs according to their stress level, be it mild, moderate, or severe levels. The aims of study to determine the picture of stress levels based on the type of stressor assessed using the Medical Student Stressor Questionnaire in final year students of the academic stage of the Faculty of Medicine Unisba. This research is a descriptive study with a cross sectional approach with the number of samples is 130 students. The results of this study found that the level of stress in general most occurs in moderate stress reaching 46.92%, the level of stress based on Academic Related Stressor most occurs in severe stress reaching 40.77%, stress levels based on Interpersonal and Intrapersonal Related Stressors, Teaching and Learning Related Stressors, Social Related Stressors, and Group Activities Related Stressor is dominated by moderate stress, the level of stress based on Drive & Desire Related Stressor occurs the most in mild stress reaching 37.69%. The occurrence of differences in stress levels in each individual is due to several influencing factors such as the ability of individuals to perceive stressors, the time of exposure to stressors, and the number of stressors that must be faced in the same period of time. Abstrak. Stres merupakan fenomena umum dan tidak dapat dihindari oleh setiap orang. Stres adalah kondisi yang tidak menyenangkan dan dapat menimbulkan respon baik itu mental, fisik, emosional, dan spiritual seseorang. Terjadinya stres disebabkan oleh suatu stimulus yang disebut sebagai stresor. Seseorang yang mengalami stres memunculkan tanda-tanda sesuai dengan tingkat stresnya, baik itu tingkat ringan, sedang, maupun berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres berdasarkan jenis stresor yang dinilai menggunakan Medical Student Stressor Questionnaire pada mahasiswa tingkat akhir tahap akademik Fakultas Kedokteran Unisba. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 130 mahasiswa. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa tingkat stres secara umum paling banyak terjadi pada stres sedang mencapai 46,92%, tingkat stres berdasarkan Academic Related Stressor paling banyak terjadi pada stres berat mencapai 40,77%, tingkat stres berdasarkan Interpersonal and Intrapersonal Related Stressor, Teaching and Learning Related Stressor, Social Related Stressor, dan Group Activities Related Stressor didominasi dengan stres sedang, tingkat stres berdasarkan Drive & Desire Related Stressor paling banyak terjadi pada stres ringan mencapai 37,69%. Terjadinya perbedaan tingkatan stres pada masing-masing individu disebabkan karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi seperti kemampuan individu dalam mempersepsikan stresor, waktu paparan stresor, dan banyaknya stresor yang harus di hadapi dalam jangka waktu yang bersamaan.
Hubungan Suplementasi Vitamin D dengan Pencegahan dan Pengobatan Tuberkulosis pada Anak Alma Yulistia Fadhilah; Herry Garna; Wedi Iskandar
Jurnal Riset Kedokteran Volume 3, No.1, Juli 2023, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.1940

Abstract

Abstract. Tuberculosis (TB) is an airborne infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis which affects humans and is the leading cause of death worldwide. In cases of children with TB, there are twenty-two countries with high boundries countries ranging 3–25% of cases. Vitamin D supplements can be given as a support for the prevention and treatment of TB. The purpose of this study was to assess the relationship between vitamin D supplementation with the prevention and treatment of tuberculosis in children based on research in the last 10 years. This study uses a scoping review study. The databases used are Pubmed, ScienceDirect, SpringerLink, and ProQuest. Search for selected articles in 2012–2022 using a randomized controlled trial (RCT) research design. From 9,570 articles filtered based on the inclusion criteria, there were 657 articles, then followed by filtering the exclusion criteria, 637 articles were obtained and there were 18 duplications of 18 articles so that there were 2 articles that met the eligibility criteria based on PICOS. The results in one of the articles stated that vitamin D supplementation did not significantly prevent the risk of tuberculosis infection and in one of the articles showed that vitamin D supplementation had an effect on the resolution of fever and cough. In conclusion, serum levels of vitamin D {25(OH)D} had an effect on the resolution of fever and cough but did not prevent the risk of tuberculosis. Abstrak. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular melalui udara yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang memengaruhi manusia dan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Pada kasus anak dengan TB terdapat duapuluh dua negara dengan high boundries countries berkisar 3–25% kasus. Suplemen vitamin D dapat diberikan sebagai penunjang untuk pencegahan dan pengobatan TB. Tujuan penelitian ini adalah menilai bagaimana hubungan suplementasi vitamin D dengan pencegahan dan pengobatan tuberkulosis pada anak berdasarkan penelitian pada 10 tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan studi scoping review. Database yang digunakan, yaitu Pubmed, ScienceDirect, SpringerLink, dan ProQuest. Pencarian artikel yang dipilih tahun 2012–2022 dengan desain penelitian randomized controlled trial (RCT). Dari 9,570 artikel dilakukan filtrasi berdasar atas kriteria inklusi terdapat 657 artikel, kemudian dilanjutkan dengan filtrasi kriteria eksklusi didapatkan 637 artikel dan terdapat duplikasi sebanyak 18 artikel sehingga artikel yang memenuhi kriteria kelayakan berdasar atas PICOS adalah 2 artikel. Hasil pada salah satu artikel menyatakan bahwa suplementasi vitamin D tidak signifikan mencegah risiko infeksi TB dan satu artikel lainnya menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D berpengaruh terhadap resolusi demam dan batuk. Simpulan, kadar vitamin D {25(OH)D} serum berpengaruh terhadap resolusi demam dan batuk, tetapi tidak mencegah risiko tuberkulosis.
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Kejadian Overweight Muhammad Rizki Maulana; Nuzirwan Acang; Mia Yasmina
Jurnal Riset Kedokteran Volume 3, No.1, Juli 2023, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.2298

Abstract

Abstract. Nutritional problems are one of the unresolved problems in Indonesia, one of which is excess nutrition which can cause overweight which is often found. Based on research on basic health data in 2013, there has been an increase in the prevalence of overweight since 2010 finding 1.4% until 2013 to 7.3%. Nutritional knowledge of a person or individual is an important factor in a person's nutritional status. This research is an analytic observational study with a cross sectional design method. The research sample was taken using a probability sampling technique with a simple random sampling type, amounting to 228 respondents and the respondents were selected using a lottery method so that there were 95 respondents. The research data was taken from primary data resulting from filling out the Google form which contained a General nutritional knowledge questionnaire with a total of 13 questions and data on height and weight that had been measured for first year students in a place, namely in the UNISBA Faculty of Medicine Building. The results obtained based on the data obtained using the chi-square test obtained a value of p = 0.075 (p> 0.05), which means there is no relationship between the level of knowledge about balanced nutrition and the incidence of overweight in UNISBA Medical Faculty students. In conclusion, there is no relationship between the level of knowledge of balanced nutrition and the incidence of overweight in FK UNISBA level one students. Abstrak. Permasalahan gizi merupakan salah satu masalah yang belum selesai di Indonesia, salah satunya adalah kelebihan gizi yang dapat menimbulkan overweight yang banyak dijumpai. Berdasarkan riset data kesehatan dasar 2013, terjadi peningkatan pada prevalensi overweight sejak 2010 mendapati 1,4% hingga tahun 2013 menjadi sebesar 7,3%. Pengetahuan gizi pada seseorang atau individu merupakan salah satu faktor penting dalam status gizi seseorang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode desain cross sectional. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik probability sampling dengan jenis simple random sampling yang berjumlah 228 responden dan dilakukan pemilihan responden menggunakan metode undian sehingga terdapat 95 responden. Data penelitian diambil dari data primer hasil dari pengisian google form yang berisikan General nutritional knowledge questionnaire dengan jumlah 13 pertanyaan dan data dari tinggi badan serta berat badan yang sudah diukur kepada mahasiswa tingkat satu di tempat, yaitu di Gedung Fakultas Kedokteran UNISBA. Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan data yang didapat dengan menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p= 0.075 (p>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang dengan kejadian overweight pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA. Simpulan, tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan gizi seimbang dan kejadian overweight pada mahasiswa FK UNISBA tingkat satu.
Perbedaan Fungsi Paru Antara Siswa yang Merokok dan Tidak Merokok di SMAN 1 Karawang Rafif Naufal Rizqullah; Rizki Perdana; Widayanti
Jurnal Riset Kedokteran Volume 3, No.1, Juli 2023, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.2299

Abstract

Abstract. Smoking has become a bad habit that is considered normal, especially among teenagers. Harmful substances contained in cigarettes can interfere with lung function. The purpose of this study was to find differences between students who smoke and do not smoke at SMAN 1 Karawang. This research method is analytic observational with cross sectional design. The number of samples in this study amounted to 120 people, consisting of 80% of smoking students and 20% of non-smoking students, who were selected by simple random sampling. Data was taken through a questionnaire based on the Brinkman index and spirometry examination in September 2022. The research data was processed using chi-square with SPSS version 25. The smoking degree classification shows that all smokers are light smokers. The results of the FEV1 score showed that the majority of students had normal lung function (89%), some students with mild obstructive disorder (10%), and only 1 student with moderate degree of obstruction (0.8%). FVC assessment showed that the majority of students had normal lung function (98.3%) and the rest had mild restriction disorders (1.7%). The ratio between FEV1/FVC showed that the majority of students had normal lung function (87.5%), and other students had obstructive disorders (10.8%) and restriction disorders (1.7%). There was no significant difference between smoking habit and lung function (p=0.117). Insignificant results may be influenced by other factors that contribute to lung parenchymal damage. Abstrak. Merokok sudah menjadi kebiasaan buruk yang dianggap wajar khususnya di kalangan remaja. Zat berbahaya yang terkandung dalam rokok dapat mengganggu fungsi paru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mencari perbedaan antara siswa yang merokok dan tidak merokok di SMAN 1 Karawang. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 120 orang, terdiri dari 80% siswa yang merokok dan 20% siswa yang tidak merokok, yang dipilih dengan simple random sampling. Data diambil melalui kuesioner berdasarkan indeks Brinkman dan pemeriksaan spirometri pada bulan September 2022. Pengolahan data penelitian dilakukan menggunakan chi-square dengan SPSS versi 25. Klasifikasi derajat merokok menunjukkan seluruh perokok merupakan perokok ringan. Hasil nilai VEP1 menunjukkan mayoritas siswa memiliki fungsi paru normal (89%), beberapa siswa dengan gangguan obstruksi ringan (10%), dan hanya 1 siswa dengan derajat obstruksi sedang (0,8%). Penilaian KVP menunjukkan mayoritas siswa memiliki fungsi paru normal (98,3%) dan sisanya mengalami gangguan restriksi ringan (1,7%). Rasio antara VEP1/KVP menunjukkan mayoritas siswa memiliki fungsi paru normal (87,5%), dan siswa lainnya memiliki gangguan obstruksi (10,8%), dan gangguan restriksi (1,7%). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan fungsi paru (p=0,117). Hasil yang tidak signifikan dapat dipengaruhi oleh faktor lain yang berkontribusi terhadap kerusakan parenkim paru.
Pekerjaan Ibu sebagai Faktor Dominan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24 –59 Bulan Asty Sabrina Utami; Zulmansyah; Ismet Muchtar Nur
Jurnal Riset Kedokteran Volume 3, No.1, Juli 2023, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.2300

Abstract

Abstract. Stunting is a condition of failure to grow in toddlers due to chronic malnutrition thus it is too short for their age. Data from BKKBN 2017 showed that in Garut Regency is the highest in West Java with a stunting prevalence rate that exceeds the national prevalence rate. Data from the Garut Regency Health Office indicated that Mulyasari Village, Bayongbong District, is one of the districts in the Garut Regency with a significant stunting rate. This study aims to determine the frequency and description of the characteristic description of stunted children in children aged 24-59 months, maternal characteristics, environmental characteristics, and behavioral characteristics in Mulyasari Village, Bayongbong District, Garut Regency in 2021.This type of research is descriptive observational research that is retrospective. The data were analyzed using univariate analysis. The results of this study showed that the most of the toddlers were stunted (87%) which the dominant factor in the incidence of stunting among children aged between 24 and 59 months in Mulyasari Village, Bayongbong District, Garut Regency in 2021 is unemployed mothers, representing 87% of cases. Abstrak. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat adanya kekurangan gizi kronis sehingga terlalu pendek untuk usianya. Data BKKBN 2017 menunjukkan bahwa Kabupaten Garut menjadi urutan tertinggi di Jawa Barat dengan angka prevalensi stunting yang melebihi angka prevalensi nasional. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menunjukkan bahwa Desa Mulyasari Kecamatan Bayongbong menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Garut yang menjadi fokus utama daerah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi dan gambaran karakteristik anak stunting pada anak usia 24 – 59 bulan, karakteristik ibu, karakteristik lingkungan dan karakteristik perilaku di Desa Mulyasari Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif yang bersifat retrospektif. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar balita stunting dengan kategori stunted (87%) dengan faktor yang mendominasi pada kejadian stunting di Desa Mulyasari Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut tahun 2021 adalah ibu yang tidak bekerja yaitu sebesar 87%.
Hubungan Derajat Stres dengan Kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional pada Mahasiswa FK UNISBA Ingrid Nurimani Ansari; Siti Annisa Devi T; Eva Rianti Indrasari
Jurnal Riset Kedokteran Volume 3, No.1, Juli 2023, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.vi.2301

Abstract

Abstract. A biological reaction due to internal and external stimuli as well as changes in the body's homeostasis is referred to as stress. One of the digestive disorders related to stress is dyspepsia. This study aims to analyze relationship stress to the occurrence of functional dyspepsia syndrome in UNISBA medical faculty students grades 1 and 3. This study involved 100 subjects who were selected by simple random selection. The Medical Student Stress Questionnaire (MSSQ) was used to collect stress data and Rome IV criteria for dyspepsia data. Data were analyzed using computerized univariate and bivariate methods using chi-square. The results showed that majority experienced mild stress (84%) only a small proportion experienced moderate stress (16%). Majority experienced functional dyspepsia than those who did not (52%), and there was a significant relationship between the level of distress and the occurrence of functional dyspepsia syndrome, with a P-value of 0.045 (<0.05). In conclusion, the level of stress in first and third students can trigger dyspepsia syndrome. Abstrak. Stres merupakan suatu stimulus instrinsik dan ekstrinsik yang dapat membangkitkan respon biologis dan dapat menyebabkan perubahan homeostasis sehingga terjadi gangguan ke beberapa organ tubuh. Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan terkait dengan stres. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan stres dengan kejadian sindrom dispepsia antara mahasiswa FK Unisba tingkat 1 dan 3 tahun akademik 2021/2022. Subjek pada penelitian ini berjumlah 100 orang yang dipilih dengan simple random sampling. Data diambil melalui kuesioner stres Medical Student Stress Questionnaire (MSSQ) dan Kriteria Roma IV untuk dispepsia. Pengolahan data penelitian dilakukan secara komputerisasi meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan, sebagian besar subjek penelitian mengalami stres ringan (84%). Jumlah mahasiswa yang mengalami dispepsia fungsional lebih banyak dibanding yang tidak dispepsia, yaitu sebesar 52%. Terdapat hubungan yang bermakna antara derajat stres dengan kejadian sindrom dispepsia fungsional dengan P-value 0,045 (<0,05). Simpulan, derajat stres pada mahasiswa tingkat 1 dan 3 dapat memicu terjadinya sindrom dispepsia.

Page 5 of 12 | Total Record : 120