cover
Contact Name
Janthy Trilusianthy Hidayat
Contact Email
janthyhidayat@unpak.ac.id
Phone
+6281380376263
Journal Mail Official
jurnal.teknik@unpak.ac.id
Editorial Address
Jl. Pakuan, RT.02/RW.06, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 14115972     EISSN : 27745023     DOI : https://dx.doi.org/10.33751/teknik
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknik Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Pakuan. Jurnal ini telah memiliki e-ISSN : 2774-5023 dan p-ISSN : 1411-5972 yang memuat artikel ilmiah berupa naskah terkait hasil penelitian dalam bidang ilmu Keteknikan dan terapannya dari para peneliti, akademisi, praktisi dan mahasiswa. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember. The Scientific Journal of the Faculty of Engineering at Unpak is managed by the Faculty of Engineering, Pakuan University. This journal, with e-ISSN : 2774-5023 dan p-ISSN : 1411-5972 publishes scientific articles including papers, scientific ideas, and research results in the field of engineering and its applications. Contributors include researchers, academics, practitioners, and students. The journal is published twice a year, in June and December. The Engineering Journal is a scientific journal managed by the Faculty of Engineering, Pakuan University with e-ISSN : 2774-5023 and p-ISSN: 1421-5972, published 2 times in a year (July and December). The aim of this journal is to publish research results in the field of engineering and its applications. This journal only accepts original scientific works that have never been published by other journals or media. The Engineering Journal accepts articles in Indonesian and English that focus and scope on the following scientific fields and applications: • Civil Engineering • Geodetic Engineering and mapping • Regional and City Planning • Transportation • Electrical and Telecommunications Engineering • Geological Engineering
Articles 229 Documents
PENINGKATAN EFEKTIVITAS MANAJEMEN DARURAT LONGSOR DENGAN PENDEKATAN PARTISIPATIF MASYARAKAT Ermanto, Dwi Nowo Martono, Kosuke Mizuno, Yakin
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 26, No 1 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v26i1.12288

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan manajemen tanggap darurat tanah longsor di objek wisata Curug Cilember, Megamendung, Bogor, menganalisis partisipasi masyarakat desa serta RT/RW dalam meningkatkan kesiapsiagaan, serta merumuskan strategi optimalisasi untuk mengatasi hambatan dalam respons darurat tanah longsor berbasis standar keselamatan dan kesehatan kerja ISO 45001. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Sampel penelitian dipilih secara purposive untuk memastikan relevansi informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen tanggap darurat mencakup perencanaan melalui koordinasi lintas sektor, pelaksanaan yang melibatkan kolaborasi pengelola, masyarakat, dan Destana, serta evaluasi melalui musyawarah dengan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dan efektivitas mitigasi. Faktor pendukung partisipasi mencakup keberadaan Destana dan dukungan pemerintah, sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya koordinasi, keterbatasan dana, dan rendahnya kesadaran masyarakat tentang risiko bencana. Strategi optimalisasi melibatkan penguatan sistem komunikasi, pelatihan rutin, penyediaan infrastruktur evakuasi yang memadai, dan penerapan prosedur sesuai standar ISO 45001. Kesimpulan dalam penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pengelola, masyarakat, dan pengunjung dalam menciptakan sistem tanggap darurat yang efektif. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan penerapan standar internasional, risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan semua pihak dapat terjamin. Kata Kunci: : Manajemen tanggap darurat; tanah longsor; partisipasi masyarakat; ISO 45001; Curug  Cilember ABSTRACT This study aims to evaluate the implementation of landslide emergency response management at the Curug Cilember Tourism Object, Megamendung, Bogor, analyze the participation of village communities and neighborhood units (RT/RW) in enhancing preparedness, and formulate optimization strategies to address obstacles in landslide emergency response based on the ISO 45001 occupational safety and health standards. This research employs a descriptive qualitative method with data collection techniques including interviews, observations, and literature studies. The research sample was purposively selected to ensure the relevance of informants. The findings indicate that the implementation of emergency response management includes planning through cross-sectoral coordination, execution involving collaboration between managers, communities, and Destana (Disaster Resilient Villages), and evaluation through community discussions to improve participation and mitigation effectiveness. Supporting factors for participation include the existence of Destana and government support, while inhibiting factors include a lack of coordination, limited funding, and low public awareness of disaster risks. Optimization strategies involve strengthening communication systems, conducting regular training, providing adequate evacuation infrastructure, and implementing procedures compliant with ISO 45001 standards. The conclusion of this study emphasizes the importance of collaboration between managers, communities, and visitors in establishing an effective emergency response system. With a community-based approach and the application of international standards, disaster risks can be minimized, and the safety of all parties can be ensured. Keywords: Emergency response management; landslides;community participation; ISO 45001; Curug  Cilember
PENILAIAN SUMBER DAYA DAN PERINGKAT BATUBARA DI DAERAH GUNUNG TABUR Adhitia, Solihin, Erwin Nurpraza, Iit
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 26, No 1 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v26i1.12289

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi sumber daya batubara di wilayah Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang termasuk dalam Cekungan Tarakan. Fokus utama penelitian adalah untuk memperkirakan jumlah sumber daya, menilai mutu batubara, serta mengevaluasi potensi ekonominya di area tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa Gunung Tabur memiliki sumber daya batubara yang cukup besar, estimasi sumber daya batubara daerah penelitian yaitu 1.468.505,35, dengan lapisan batubara yang tersebar di formasi Domaring dan Sajau. Analisis sampel batubara mengindikasikan total moisture rata-rata sebesar 44.84% (arb), kadar abu rata-rata 9.54% (adb), kandungan rata-rata volatile matter yang tinggi (41.59% adb), kandungan karbon rendah sampai sedang (36.69% adb), dan total sulfur rata-rata sebesar 2.45% (adb). Nilai kalori batubara sebesar 5294.72 cal/gr (adb) secara umum berada pada kategori lignit hingga batas bawah sub-bituminus, cukup baik untuk keperluan industri energi. Batubara lignit daerah penelitian ini sesuai bila digunakan untuk pembangkit listrik tenaga uap lokal dan aplikasi industri yang tidak memerlukan nilai kalor tinggi. Potensi ekonomi dari endapan batubara di Gunung Tabur dengan cadangan yang besar dan kualitas batubara yang memadai, memiliki peluang dikembangkan sebagai sumber energi yang dapat mendukung kebutuhan lokal maupun nasional. Kata Kunci : cekungan tarakan, gunung tabur, potensi ekonomi, sumber daya batubara ABSTRACT This study examines the potential coal resources in the Gunung Tabur area, Berau Regency, East Kalimantan, which is part of the Tarakan Basin. The primary objective of this study is to estimate the quantity of coal resources, evaluate the coal quality, and assess the economic potential in the area. The research results indicate that Gunung Tabur has a considerable coal resources, with an estimated resource amounting to 1,468,505.35 tons, distributed across the Domaring and Sajau formations. Analysis of coal samples revealed an average total moisture content of 44.84% (arb), an average ash content of 9.54% (adb), a high volatile matter content of 41.59% (adb), a low to medium carbon content of 36.69% (adb), and an average total sulfur content of 2.45% (adb). The coal’s calorific value is recorded at 5294.72 calories per gram (adb), generally falling within the lignite to lower sub-bituminous category, making it suitable for energy industry purposes. The lignite coal in this area is appropriate for use in local steam power plants and industrial applications that do not require high calorific value. With its large reserves and adequate coal quality, the economic potential of the coal deposits in Gunung Tabur offers opportunities for development as an energy source to support both local and national needs. Keywords: tarakan basin, gunung tabur, economic potential, coal resources
IDENTIFIKASI GENANGAN BANJIR DI PERSAWAHAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-1 (STUDI KASUS : KABUPATEN DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH) Sodik, Abu Bakaar; Riadi, Bambang; Mahfudz, M; Firmansyah, Yudi
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 26, No 1 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v26i1.12312

Abstract

Banjir merupakan meluapnya aliran sungai akibat hujan terus-menerus di hulu yang tidak tertampung oleh sungai, sehingga menggenangi wilayah sekitar. Pada 19 Maret 2024, banjir melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, merendam pemukiman, jalan raya, dan persawahan. Penelitian ini memanfaatkan data Citra Sentinel-1 sebelum dan saat banjir untuk memetakan sebaran banjir di area persawahan menggunakan metode dan pengolahan data di ArcGIS melalui tahapan, pemilihan atribut, dan perhitungan luas. Hasilnya, banjir teridentifikasi melanda ±14.498,091 ha area persawahan, dengan dampak terbesar di Kecamatan Karang Anyar (4.460,99 ha atau 30,77%) dan terkecil di Kecamatan Kebon Agung (7,83 ha atau 0,05%). Flooding is defined as the overflow of river discharge resulting from continuous upstream rainfall that exceeds the river's capacity, leading to the inundation of surrounding areas (Ningrum Ginting, 2020). On March 19, 2024, a significant flood event occurred in Demak Regency, Central Java, inundating residential areas, major roads, and agricultural lands, particularly rice fields. This study employs Sentinel 1 satellite imagery both pre flood and during-flood datasets to accurately delineate the extent of flooding across agricultural zones. The analysis utilizes the Change Index method as proposed by Amitrano et al. (2017), with data processing conducted in ArcGIS through several stages: raster calculation, data clipping, raster-to- polygon conversion, attribute indexing, and flood area computation. The findings reveal that approximately 14,498.091 hectares of rice fields were affected, with Karang Anyar District experiencing the most extensive flooding (4,460.99 ha or 30.77%), while Kebon Agung District recorded the smallest affected area (7.83 ha or 0.05%). These results underscore the critical value of remote sensing and geospatial analysis in supporting disaster response and agricultural impact assessment.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI LORA UNTUK SISTEM PEMANTAUAN KONDISI SAWAH RIVAI, BLOKO BUDI RIJADI, dan EVYTA WISMIANA, M. JABBAR
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 26, No 1 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v26i1.12826

Abstract

Sektor pertanian merupakan bagian penting dari negara agraris seperti Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia mencari nafkah dari bertani, Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2022, sebanyak 29,96% dari total 135,3 juta penduduk yang bekerja tercatat beraktivitas di sektor pertanian. Saat ini, sistem irigasi di Indonesia masih menghadapi beberapa kendala. Salah satu kendala utama adalah metode pengecekan kondisi pertanian, dimana petani harus datang langsung ke sawah untuk memeriksa kondisi lahan pertaniannya dan melakukan buka tutup pintu irigasi secara manual. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkannya alat untuk memantau dan mengontrol pintu irigasi yang efektif sehingga para petani tidak harus datang langsung untuk membuka pintu irigasi dan melihat kondisi tanah pada lahan pertaniaannya, hal tersebut dapat dioptimalkan dengan menggunakan informasi secara real-time  dengan  memanfaatkan teknologi LoRa yang mampu beroperasi tanpa internet untuk mengirimkan dan menerima data sensor secara real-time. Sistem ini di rancang dengan Arduino Uno dan Lolin Wemos D1 R1 sebagai mikrokontroler, LoRa Ra-02 sebagai modul komunikasi jarak jauh, sensor soil moisture untuk mendeteksi kelembapan tanah dan sensor ultrasonik untuk mengukur ketinggian air, data sensor tersebut sebagai parameter untuk pengontrolan pintu air. Data hasil pengukuran sensor dapat dikirimkan menggunakan LoRa dari Trx1  ke Trx2 dengan menggunakan antena. Pengujian proses komunikasi data antara Trx1  ke Trx2 dilakukan dengan jarak mulai dari 50 meter sampai komunikasi tidak dapat dilakukan. Kemudian dilakukan pengujian packet loss dengan jarak 100 meter dalam kondisi NLOS dari 50 paket data yang dikirim mendapati persentase packet loss sebesar 34 % paket data yang hilang, dan persentase packet loss untuk kondisi LOS dari 50 paket data yang dikirim itu sebesar 4 % paket data yang hilang. Hal yang dapat mempengaruhi terjadinya packet loss karena adanya hambatan fisik seperti tembok, pohon, dan lain-lain. Dengan segala kekurangan dan kelebihan pada pengujian untuk sistem pemantauan kondisi sawah dengan teknologi LoRa dapat berjalan dengan baik yang dimana LoRa dapat melakukan pengiriman data sensor, dan sistem dapat berjalan secara otomatis maupun pengontrolan secara manual.Kata Kunci: Teknologi LoRa, Packet Loss , Trx1, Trx2,  Real Time ABSTRACT The agricultural sector is a vital part of an agrarian country like Indonesia. The majority of Indonesians earn their living from farming. According to data from the Central Statistics Agency (BPS) as of August 2022, 29.96% of the total 135.3 million employed population is registered as being involved in the agricultural sector. Currently, Indonesia's irrigation system still faces several challenges. One of the main obstacles is the method of checking agricultural conditions, where farmers must visit the fields directly to check the condition of their fields and manually open and close the irrigation gates. Therefore, a tool is needed to effectively monitor and control irrigation gates so that farmers do not have to visit the fields in person to open the irrigation gates and assess the soil conditions on their farms. This can be optimized by utilizing real-time information using LoRa technology, which can operate without the internet to send and receive sensor data in real time. This system is designed with Arduino Uno and Lolin Wemos D1 R1 as microcontrollers, LoRa Ra-02 as a remote communication module, soil moisture sensor to detect soil moisture and ultrasonic sensor to measure water level, the sensor data as a parameter for controlling the sluice gate. Sensor measurement data can be sent using LoRa from Trx1 to Trx2 using an antenna. Testing the data communication process between Trx1 to Trx2 was carried out with a distance starting from 50 meters until communication could not be carried out. Then a packet loss test was carried out with a distance of 100 meters in NLOS conditions from 50 data packets sent, the percentage of packet loss was 34% of lost data packets, and the percentage of packet loss for LOS conditions from 50 data packets sent was 4% of lost data packets. Things that can affect packet loss due to physical obstacles such as walls, trees, and others. With all the shortcomings and advantages in testing for the rice field condition monitoring system with LoRa technology, it can run well where LoRa can transmit sensor data, and the system can run automatically or manually controlled. Keywords: LoRa Technology, Packet Loss, Trx1, Trx2, Real Time
KORELASI ENDAPAN NIKEL LATERIT BERDASARKAN DATA GEOKIMIA DAN PETROGRAFI DI BLOK X PT. Z KABUPATEN MOROWALI UTARA PROVINSI SULAWESI TENGAH MA'AAYISYA, MUHAMMAD AGUS KARMADI, & IIT ADHITIA, NAURAH
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 26, No 2 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v26i2.13294

Abstract

Daerah penelitian masuk ke dalam kompleks batuan ultramafik yang merupakan lokasi potensial terbentuknya endapan nikel laterit. Profil laterit di daerah penelitian terbagi menjadi empat zona, yaitu top soil, limonit, saprolit, dan bedrock. Setiap zona memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti sifat fisik yang terlihat di atas permukaan, perbedaan sifat kimia, serta jenis batuan induk. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi jenis batuan dasar terhadap kadar unsur kimia pada setiap zona laterit. Metode yang digunakan meliputi pengamatan secara langsung di lapangan, analisis petrografi, serta analisis geokimia menggunakan XRF (X-Ray Fluorescence) Spectrometry. Hasil penelitian menunjukkan batuan dasar penyusun daerah ini terdiri dari serpentinit dan dunit terserpentinisasi dengan distribusi unsur Ni, Fe, SiO2, dan MgO pada setiap zona yang memperlihatkan pola normal dari sifat kelarutannya, serta termasuk ke dalam morfologi perbukitan yang didominasi oleh kemiringan lereng curam. Korelasi antara jenis batuan dasar dengan kadar unsur menunjukkan bahwa zona saprolit dengan batuan dasar dunit memiliki kadar Ni yang lebih tinggi dibandingkan serpentinit, disebabkan oleh kandungan mineral olivin yang lebih besar pada dunit sebagai mineral pembawa Ni. Selain itu, kondisi morfologi pun turut mempengaruhi ketebalan zona laterit. Zona limonit dan saprolit cenderung menipis pada lereng curam karena pengaruh dari pergerakan air dan tingkat pelapukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa jenis batuan dasar dan morfologi saling berinteraksi dalam mengontrol pengayaan unsur Ni pada endapan laterit. Kata Kunci: Endapan Nikel Laterit; Batuan Dasar; XRF; Petrografi; Korelasi Zona Laterit ABSTRACT The research area is a part of the ultramafic rock complex, which represents a potential location for the formation of laterite nickel deposits. The laterite profile in the research area is classified into four zones: topsoil, limonite, saprolite, and bedrock. Each zone has distinct characteristics based on various influencing factors, including physical properties visible on the surface, differences in chemical properties, and the type of parent rock. The purpose of this study was to determine the correlation between the type of bedrock and the chemical element content in each laterite zone. The methods used include direct observation in the field, petrographic analysis, and geochemical analysis using XRF (X-Ray Fluorescence) Spectrometry. The results of the study show that the bedrock in this area consists of serpentinite and serpentinized dunite with the distribution of Ni, Fe, SiO2, and MgO elements in each zone showing a normal pattern of solubility, and included as hilly morphology dominated by steep slopes. The correlation between bedrock type and element content indicates that saprolite zones with dunite as the bedrock have higher Ni content than serpentinite, due to the higher olivine mineral content in dunite as a Ni-carrying mineral. In addition, morphological conditions also affect the thickness of the laterite zone. The limonite and saprolite zones tend to become thinner on steep slopes due to the influence of water movement and weathering rates. This suggests that bedrock type and morphology interact to control Ni enrichment in laterite deposits. Keywords: Laterite Nickel Deposits; Bedrock; XRF; Petrography; Laterite Zone Correlation
ANALISIS SEBARAN UNSUR Ni UNTUK PENENTUAN ARAH PEMBORAN NIKEL LATERIT MENGGUNAKAN METODE ORDINARY KRIGING DI PT. X HAYYA MUFIDAH, DENNY SUKAMTO KADARISMAN, & MOHAMMAD SYAIFUL, SHABRINA
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 26, No 2 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v26i2.13318

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan geologi yang melimpah, salah satunya berupa endapan nikel laterit yang terbentuk dari proses pelapukan batuan ultramafik. Daerah penelitian terletak di Desa Wulu, Kecamatan Talaga Raya, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran unsur Ni pada daerah penelitian dan mengetahui penentuan arah pemboran berdasarkan kadar unsur Ni pada daerah penelitian menggunakan metode ordinary kriging. Tahapan penelitian terdiri dari studi literatur, data pemboran, dan analisis data. Adapun metode yang digunakan terdiri dari composite kadar Ni, analisis statistik, fitting variogram, dan interpolasi. Hasil penelitian berupa interpolasi dari 31 data pemboran yang menunjukkan bahwa kadar Ni pada zona saprolit memiliki kadar Ni yang tinggi di bagian selatan daerah penelitian, hal tersebut dipengaruhi oleh adanya proses pengkayaan unsur Ni sehingga arah pemboran direkomendasikan ke arah selatan. Kata Kunci: nikel laterit, ordinary kriging, interpolasi, variogram ABSTRACT Indonesia boasts abundant geological resources, including laterite nickel deposits formed through the weathering of ultramafic rocks. The study area is located in Wulu Village, Talaga Raya District, Central Buton Regency, Sulawesi Province. The purpose of this study was to determine the distribution of Ni in the study area and determine drilling direction based on Ni content using the ordinary kriging method. The research phase consisted of literature review, drilling data collection, and data analysis. The methods used included composite Ni content, statistical analysis, variogram fitting, and interpolation. The results, based on interpolation from 31 drilling data sets, indicated that Ni content in the saprolite zone is high in the southern part of the study area. This is influenced by the Ni enrichment process, therefore, the recommended drilling direction is south. Keywords: laterite nickel, ordinary kriging, interpolation, variogram
PEMANTAU LISTRIK PADA INDUSTRI BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) SAPUTRA, MOCH. YUNUS, & EVYTA WISMIANA, YOGI
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 26, No 2 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v26i2.13336

Abstract

Tingginya konsumsi listrik di lingkungan industri mendorong kebutuhan akan sistem pemantauan yang akurat, efisien, dan mudah diakses untuk mendukung efisiensi energi serta pengendalian biaya operasional. Pemantauan daya secara terus-menerus menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan energi, terutama untuk peralatan dengan beban tinggi seperti mesin chiller. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pemantauan konsumsi daya listrik berbasis Internet of Things (IoT), yang ditujukan khusus untuk memonitor beban listrik tiga fasa pada mesin chiller berdaya 20 kW. Sistem ini dikembangkan agar dapat menyajikan informasi secara real-time, bersifat fleksibel, dan dapat diakses dari lokasi manapun. Komponen utama dalam sistem ini adalah Digital Power Meter (DPM), yang berfungsi mengukur parameter kelistrikan seperti tegangan, arus, dan daya aktif. DPM terhubung dengan mikrokontroler ESP32 melalui protokol komunikasi RS-485, yang dikenal stabil untuk penggunaan di lingkungan industri. Untuk mendeteksi arus pada masing-masing fasa, digunakan Current Transformer (CT), sedangkan modul stepdown XL-4015 digunakan untuk menyesuaikan tegangan ke tingkat yang sesuai dengan ESP32. Pemrograman sistem dilakukan melalui Arduino IDE, yang memungkinkan proses konfigurasi dan kalibrasi secara fleksibel. Sebagai antarmuka pengguna, digunakan aplikasi Blynk yang memungkinkan pemantauan konsumsi daya secara langsung melalui smartphone, sehingga memudahkan pengambilan keputusan terkait efisiensi operasional. Berdasarkan hasil pengujian secara langsung dengan alat yang dibuat di PT Surya Marga Luhur dengan beban chiller 20 kW. Hasil pengukuran menunjukkan nilai rata-rata daya aktif tercatat sebesar 22,3 kW untuk fasa (RS), 21,4 kW untuk fasa (ST), dan 20,0 kW untuk fasa (TR). Adapun hasil perhitungan menunjukkan daya aktif sebesar 24,2 kW (RS), 23,2 kW (ST), dan 21,7 kW (TR). Data tersebut mencerminkan besarnya daya nyata yang digunakan oleh sistem secara akurat dan konsisten. Selisih antara hasil pengukuran dan perhitungan menunjukkan tingkat kesalahan sekitar 3%, yang masih berada dalam batas toleransi standar. Kata kunci : Pemantau listrik, ESP32, IOT, Blynk, Industri. ABSTRACT The high electricity consumption in industrial environments drives the need for accurate, efficient, and easily accessible monitoring systems to support energy efficiency and control operational costs. Continuous power monitoring has become an essential part of energy management strategies, especially for high-load equipment such as chiller machines. This research aims to design an Internet of Things (IoT)-based electrical power consumption monitoring system, specifically intended to monitor the three-phase electrical load on a 20 kW chiller machine. The system is developed to provide real-time, flexible information that can be accessed from anywhere. The main component of this system is the Digital Power Meter (DPM), which measures electrical parameters such as voltage, current, and active power. The DPM is connected to the ESP32 microcontroller via the RS-485 communication protocol, which is known for its stability in industrial environments. To measure the current in each phase, Current Transformers (CTs) are used, while an XL-4015 step-down module is utilized to adjust the voltage to a level suitable for the ESP32. The system is programmed using the Arduino IDE, enabling flexible configuration and calibration processes. For the user interface, the Blynk application is used, allowing real-time power consumption monitoring via smartphone, thereby facilitating decision-making related to operational efficiency.Based on direct testing of the device at PT Surya Marga Luhur with a 20 kW chiller load, the measurement results showed that the average active power was recorded at 22.3 kW for phase (RS), 21.4 kW for phase (ST), and 20.0 kW for phase (TR). Meanwhile, the calculated results showed active power of 24.2 kW (RS), 23.2 kW (ST), and 21.7 kW (TR). These data accurately and consistently represent the real power consumed by the system. The difference between the measured and calculated results indicates an error rate of approximately 3%, which is still within the standard tolerance range. Keywords: Power Monitoring, ESP32, IoT, Blynk, Industry
ARAHAN PENGEMBANGAN WISATA PANTAI DI TELUK KENDARI KECAMATAN KENDARI BARAT DENGAN PENDEKATAN SOCIAL-ECOLOGYCAL SYSTEM (SES) LILIS SRI MULYAWATI, & MUJIO, RAHMAWATI,
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 26, No 2 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v26i2.13351

Abstract

Kota ini memiliki garis pantai 35,85 km yang membentang mengelilingi Teluk Kendari, memiliki luas sekitar 29,5 km² dengan garis pantai sepanjang 23 km. Teluk Kendari terdiri dari beberapa objek wisata, seperti wisata pantai, wisata kuliner, wisata religi, wisata anjungan Teluk Kendari dan hutan mangrove. Selain itu, kawasan wisata ini juga difungsikan sebagai tempat perputaran roda ekonomi dan interaksi sosial. Namun, perkembangan pariwisata di Teluk Kendari menimbulkan beberapa permasalahan, seperti kurangnya pengelolaan, banyaknya pedagang kaki lima yang menggunakan bahu jalan serta minimnya fasilitas penunjang. Metode analisis yang digunakan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan sistem ekologi sosial (SES) yang terdiri dari 4 variabel utama yaitu resource systems (RS), resource units (RU), resource governance (RG) dan resource actors (RA). Hasil penelitian yang didapatkan (1) kondisi eksisting (RS); merupakan wisata yang memiliki berbagai daya tarik yang berpotensi untuk dikembangkan, (RU); yaitu aksesibilitas wisata yang mudah dijangkau dengan kondisi jalan yang baik, (RG); yaitu wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah kota Kendari dan (RA); yaitu penggunaan teknologi sebagai media promosi untuk mempromosikan keindahan alam pada kawasan wisata dan interaksi sistem sosial ekologi (2) Teluk Kendari memiliki kendala RS kurangnya fasilitas penunjang, RU belum tersedianya transportasi umum untuk ke beberapa daya tarik wisata, RG belum adanya kerja sama antara pemerintah daerah dengan masyarakat, RA permasalahan yang ada pada sekitar kawasan wisata. (3) arahan pengembangan wisata pantai berdasarkan 4 variabel dan indikator yang telah didapatkan kendala. Kata Kunci: Kendala Wisata; Pengembangan wisata; Wisata Pantai Teluk Kendari. ABSTRACT The city has a coastline of 35.85 km that stretches around Kendari Bay, has an area of approximately 29.5 km² with a coastline of 23 km. Kendari Bay consists of several tourist attractions, such as beach tourism, culinary tourism, religious tourism, Kendari Bay pavilion tourism and mangrove forests. In addition, this tourist area also functions as a place for economic turnover and social interaction. However, the development of tourism in Kendari Bay has caused several problems, such as lack of management, many street vendors who use the roadside and minimal supporting facilities. The analysis method used is qualitative descriptive analysis with a social ecological system (SES) approach consisting of 4 main variables, namely resource systems (RS), resource units (RU), resource governance (RG) and resource actors (RA). The results of the study obtained (1) existing conditions (RS); is a tourism that has various attractions that have the potential to be developed, (RU); namely easy-to-reach tourist accessibility with good road conditions, (RG); namely tourism managed by the Kendari city government and (RA); namely the use of technology as a promotional media to promote the natural beauty of tourist areas and the interaction of social ecological systems (2) Kendari Bay has obstacles RS lack of supporting facilities, RU the unavailability of public transportation to several tourist attractions, RG the lack of cooperation between the local government and the community, RA problems that exist around the tourist area. (3) directions for developing coastal tourism based on 4 variables and indicators that have been obtained in the obstacles. Keywords: Tourism Constraints; Tourism Development; Kendari Bay Coastal Tourism.
EVALUASI KUALITAS DAN POTENSI SUMBER DAYA BATUBARA DI WILAYAH DHARMASRAYA EGA DWI SATRIAWAN, SOLIHIN, & IIT ADHITIA, MUHAMMAD
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 26, No 2 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v26i2.13281

Abstract

Daerah penelitian berada di wilayah Sinamar, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat termasuk bagian dari Cekungan Ombilin Sub-Cekungan Sinamar. Secara Geologi Regional daerah penelitian termasuk ke dalam Lembar Painan dan Bagian Timur laut (Rosidi dkk, 1996) dan termasuk ke dalam Formasi Sinamar. Analisis kualitas Batubara daerah penelitian menggunakan metode analisis Proksimat untuk menentukan peringkat batubara (Rank, Tipe dan Mutu) dengan menggunakan standar klasifikasi menurut ASTM (American Society for Testing and Materials). Hasil analisis proksimat yang dilakukan pada laboratorium memiliki nilai kalori pada basis pelaporan air kering/air dried basis (adb). Dimana data tersebut berupa Moisture, Volatile Matter, Fix Carbon, Ash, total Sulfur dan Calorie Value. Untuk potensi sumber daya batubara menggunakan metode USGS-Circular dengan jarak titik informasi berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI, 2019) menurut kondisi geologi sederhana (tereka: 0 – 500m, tertunjuk: 500 - 1000m dan tereka 1000 – 1500m dari titik Lokasi pengeboran. Berdasarkan data hasil analisis Proksimat dan perhitungan Sumber Daya Batubara daerah penelitian termasuk ke dalam jenis klasifikasi peringkat A Sub- bituminous, Kategori Batubara Thermal, Mutu kelas B dan tergabung dalam Harga Batubara Acuan (HBA) 1 dengan nilai 81,59 USD/ton = Rp. 1.321.790,64/ton. Dengan estimasi sumber daya terukur sebesar 3.753.356,50 ton/m3, tertunjuk 8.829.377,36 ton/m3 dan tereka 15.910.984,39 ton/m3. Kata Kunci: Proksimat, Cekungan Ombilin, ASTM, Circular, Terukur, Tertunjuk, Tereka ABSTRACT The study area is located in the Sinamar area, Asam Jujuhan Sub-District, Dharmasraya Regency, West Sumatra Province and is part of the Ombilin Basin of the Sinamar Sub-Basin. Regional Geology of the study area is included in the Painan Sheet and the Northeast Section (Rosidi et al., 1996) and is included in the Sinamar Formation. Coal quality analysis of the study area uses the Proximate analysis method to determine the coal rank (Rank, Type and Quality) using the classification standard according to ASTM (American Society for Testing and Materials). The results of proximate analysis conducted in the laboratory have a calorific value on an airdried basis (adb). Where the data is in the form of Moisture, Volatile Matter, Fix Carbon, Ash, total Sulfur and Calorie Value. For potential coal resources using the USGS- Circular method with the distance of information points based on the Indonesian National Standard (SNI, 2019) according to simple geological conditions (inferred: 0 - 500m, indicated: 500 - 1000m and inferred 1000 - 1500m from the point of drilling location. Based on the data from the Proximate analysis and calculation of Coal Resources, the research area is included in the classification type A Sub-bituminous rank, Thermal Coal Category, Quality class B and incorporated in the Reference Coal Price (HBA) 1 with a value of 81.59 USD/ton = Rp. 1,321,790.64/ton. With estimated measured resources of 3,753,356.50 tonnes/m3, indicated 8,829,377.36 tonnes/m3 and inferred 15,910,984.39 tonnes/m3. Keywords: Proximate, Ombilin Basin, ASTM, Circular, Measured, Indicated, Inferred

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak Vol 26, No 1 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak Vol 25, No 2 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak Vol 25, No 1 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 24, No 2 (2023): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 24, No 1 (2023): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Teknik Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 1 (2022): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 1 (2022): Jurnal Teknik Vol 22, No 2 (2021): Jurnal Teknik Vol 22, No 2 (2021): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 22, No 1 (2021): Jurnal Teknik Vol 22, No 1 (2021): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 21, No 2 (2020): Jurnal Teknik Vol 21, No 2 (2020): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 21, No 1 (2020): Jurnal Teknik Vol 21, No 1 (2020): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Teknik Vol 20, No 2 (2019): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 20, No 2 (2019): Jurnal Teknik Vol 20, No 1 (2019): Jurnal Teknik Vol 20, No 1 (2019): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 19, No 1 (2018): Jurnal Teknik Vol 19, No 1 (2018): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Teknik Vol 18, No 1 (2017): Jurnal Teknik Vol 18, No 1 (2017): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 17, No 1 (2016): Jurnal Teknik Vol 17, No 1 (2016): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Teknik Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 14, No 2 (2013): Jurnal Teknik Vol 14, No 2 (2013): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 14, No 1 (2013): Jurnal Teknik Vol 14, No 1 (2013): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Teknik Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 12, No 2 (2011): Jurnal Teknik Vol 12, No 2 (2011): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 11, No 2 (2010): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 11, No 2 (2010): Jurnal Teknik Vol 11, No 1 (2010): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 11, No 1 (2010): Jurnal Teknik Vol 10, No 2 (2009): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 10, No 2 (2009): Jurnal Teknik Vol 10, No 1 (2009): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 10, No 1 (2009): Jurnal Teknik Vol 9, No 2 (2008): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 9, No 2 (2008): Jurnal Teknik More Issue