cover
Contact Name
Janthy Trilusianthy Hidayat
Contact Email
janthyhidayat@unpak.ac.id
Phone
+6281380376263
Journal Mail Official
jurnal.teknik@unpak.ac.id
Editorial Address
Jl. Pakuan, RT.02/RW.06, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 14115972     EISSN : 27745023     DOI : https://dx.doi.org/10.33751/teknik
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknik Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Pakuan. Jurnal ini telah memiliki e-ISSN : 2774-5023 dan p-ISSN : 1411-5972 yang memuat artikel ilmiah berupa naskah terkait hasil penelitian dalam bidang ilmu Keteknikan dan terapannya dari para peneliti, akademisi, praktisi dan mahasiswa. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember. The Scientific Journal of the Faculty of Engineering at Unpak is managed by the Faculty of Engineering, Pakuan University. This journal, with e-ISSN : 2774-5023 dan p-ISSN : 1411-5972 publishes scientific articles including papers, scientific ideas, and research results in the field of engineering and its applications. Contributors include researchers, academics, practitioners, and students. The journal is published twice a year, in June and December. The Engineering Journal is a scientific journal managed by the Faculty of Engineering, Pakuan University with e-ISSN : 2774-5023 and p-ISSN: 1421-5972, published 2 times in a year (July and December). The aim of this journal is to publish research results in the field of engineering and its applications. This journal only accepts original scientific works that have never been published by other journals or media. The Engineering Journal accepts articles in Indonesian and English that focus and scope on the following scientific fields and applications: • Civil Engineering • Geodetic Engineering and mapping • Regional and City Planning • Transportation • Electrical and Telecommunications Engineering • Geological Engineering
Articles 224 Documents
STUDI POTENSI PANAS BUMI DI WILAYAH KABUPATEN BOGOR DITINJAU DARI GEOLOGI DAN GEOKIMIA MUHAMMAD AGUS KARMADI, IIT ADHITIA,
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 22, No 1 (2021): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v22i1.3733

Abstract

Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Barat. Berdasarkan peta sebaran manisfestasi panas bumi Jawa Barat, ada beberapa lokasi yang merupakan potensi sumber daya panas bumi di Kabupaten Bogor, sekaligus merupakan lokasi penelitian, yaitu daerah puncak Awi Bengkok Gunung Salak, daerah Gunung Pancar, dan daerah Ciseeng. Penelitian tersebut dilakukan berkaitan dengan potensi keekonomian ditinjau dari kajian geologi dan geokimia. Berdasarkan peta geologi regional Lembar Bogor, dan Lembar Jakarta dan Kepulauan Seribu, daerah penelitian tersusun oleh batuan Tersier dengan formasi batuan yang dominan dari Formasi Jatiluhur (Tmj) berumur Miosen Awal, hingga endapan aluvium (Qa) berumur Holosen. Struktur geologi di daerah penelitian didominasi oleh struktur yang diakibatkan proses vukanik-tektonik gaya kompresi lokal dan kompresi regional arah utara-selatan yang berhubungan dengan penunjaman Busur Kepulauan Sunda. Manifestasi mata air panas bumi daerah penelitian berada pada lokasi struktur geologi yang merupakan zona lemah, mengakibatkan mata air panas bumi dari reservoir muncul ke permukaan, dan air meteorik dapat masuk ke dalam reservoir. Berdasarkan analisis potensi keekonomian mengenai keterdapatan manifestasi panas bumi sebagai fungsi suhu di daerah penelitian, dilakukan penyesuaian ke dalam diagram Lindal maka masuk ke kategori pemanfaatan tidak langsung, yaitu pemanfaatan sebagai pembangkit tenaga listrik panas bumi, yaitu dari Flashed Steam Power Plant, Dry Steam Power Plant, sampai Binary Steam Power Plant. Untuk pemanfaatan manifestasi panas bumi daerah Ciseeng secara khusus, dari diagram Lindal juga dimasukkan ke pemanfaatan langsung yaitu digunakan di industri refrigeration and ice making, pulp and paper processing, lumber drying, cement and aggregate drying, ethanol biofuels production, and beet sugar evaporation and pulp drying. Selain itu, jenis air manifestasi panas bumi di 3 lokasi daerah penelitian merupakan campuran air klorida, air sulfat, dan air bikarbonat, serta kesetimbangan fluida bersifat immature waters hingga partial equilibrium.  Kata Kunci : potensi keekonomian, kajian geologi dan geokimia, diagram Lindal
ORTHOREKTIFIKASI CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI MENGGUNAKAN SOFTWARE PIXEL FACTORY DENGAN KOORDINAT ORTHOSISTEMATIK DI WILAYAH BANGKA APRIYANTI, DESSY
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 18, No 1 (2017): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v18i1.1536

Abstract

Badan Informasi Geospasial merupakan lembaga pemerintahan yang bertugas untuk menyediakan Informasi Geospasial di Indonesia, salah satu produk dari Informasi Geospasial ini adalah Peta Rupabumi atau Peta Dasar yang di jadikan sebagai acuan dalam keperluan pemetaan, baik untuk kepentingan nasional maupun swasta. Pembuatan peta rupabumi memiliki Standar Oprational Procedure di setiap pengerjaannya. Peta rupabumi yang di buat oleh BIG menggunakan Citra haruslah melalui tahap orthorektifikasi. Orthorektifikasi dilakukan dalam upaya untuk menghilangkan distorsi salah satunya adalah kesalahan geometrik pada citra. Bangka Belitung merupakan salah satu dari Wilayah di Indonesia yang belum memiliki Peta Dasar untuk keperluan pemetaan skala besar. Oleh karena itu, penulis melakukan pekerjaan Orthorektifikasi Citra Satelit Resolusi Tinggi Menggunakan Software Pixel Factory dengan Koordinat Orthosistematik di Wilayah Bangka” ini dalam rangka mendukung ketersediaan data Peta Dasar di Wilayah tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tahapan pengoprasian software Pixel Factory untuk keperluan Orthorektifikasi serta mengetahui nilai ketelitian Uji Akurasi dari orthorektifikasi Citra Tegak Resolusi Tinggi menggunakan koordinat orthosistematik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, Dari hasil uji akurasi CE90 didapatkan ketelitian 9 meter. Data hasil orthorektifikasi dapat digunakan untuk pemetaan dengan skala paling besar 1:25.000 di kelas 3. Hasil orthorektifikasi CSRT menggunakan banyak scene citra dan menggunakan koordinat orthosistematik sebagai parameter pengganti GCP belum mencapai target yang di inginkan yaitu 2,5 meter.Kata kunci : Bangka, Orthorektifikasi, Citra Satelit, Pixel Factory
MANAJEMEN RESIKO PADA PENGENDALIAN BANJIR DI SUNGAI CILIWUNG Purwanti, Heny; Pontiawaty, Ike
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 14, No 2 (2013): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v14i2.424

Abstract

Kondisi infrastruktur sistem jaringan drainase kota Jakarta sampai saat ini belum mampu mengatasi permasalahan banjir yang terjadi disetiap musim penghujan. Masalah ini disebabkan oleh kurangnya pengelolaan sistem jaringan drainase yang berkaitan dengan cepatnya pertumbuhan permukiman, perubahan tata guna lahan maupun akibat aktifitas lainnya yang berisiko terhadap terjadinya banjir. Salah satu penyebab terjadinya risiko dalam penanganan banjir pada sistem jaringan drainase adalah belum adanya identifikasi risiko terutama katagori major risk yang dapat dipakai sebagai dasar dalam melakukan penanganan/mitigasi terhadap konskuensi yang ditimbulkan. Penelitian ini dilakukan dengan Sebagian besar berdasarkan data sekunder yang dapat dikumpulkan dari beberapa sumber yang selama ini bertanggung jawab atas perencanaan dan pengendalian banjir di Jakarta. Survai Lapangan berupa kuisoner kepada masyarakat dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum atas skala resiko banjir yang terjadi dan bermanfaat nantinya dalam penetapan prioritas langkah pengendalian yang sebaiknya diambil. Selanjutnya dengan ditetapkan prioritas pengendalian dilakukan analisa dengan AHP. Berdasarkanidentifikasi resiko dan analisa dengan AHP disimpulkan bahwa tingkat  resiko mulai dari yang terbesar terjadi  di daerah hilir (pantai) terus berkurang ke daerah hulunya.Treatment yang  harus dilakukan sepanjang sungai Ciliwung dan  Banjir  Kanai  Barat   adalah normalisasi/improvement saluran  dan  jembatan,  normalisasi waduk Pluit, pembangunanGate dan  Pompa di  muara  sungai, penghijauan derah hulu, pembuatan  sumur resapan  disepanjang sungai. Kata Kunci : Identifikasi Resiko Banjir, Manajemen Resiko, Pengendalian Banjir
GEOWISATA GUNUNGAPI PURBA DAHU BERDASARKAN INTERPRETASI SINGKAPAN BATUAN DI KAWASAN GEOPARK NASIONAL PONGKOR SUKAMTO KADARISMAN & TETI SYAHRULYATI, DENNY
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v23i2.6853

Abstract

ABSTRAK Gunung Dahu merupakan gunungapi purba yang terletak di dalam kawasan Geopark Nasional Pongkor. Keberadaan Gunung Dahu ini dapat teramati dengan baik dari pengamatan citra atau peta topografi. Tubuh gunung, saat ini memperlihatkan bentuk topografi tinggian di bagian sisi gunung, tetapi dibagian tengah memperlihatkan bentuk depresi. Area gunung Dahu memiliki lima buah puncak tertinggi, yang disebut sebagai G. Dango (934 m dpl), G. Dahu (816 m dpl), G. Putri (814 m dpl), G. Kojo (789 m dpl) dan G. Malas (692 m dpl). Untuk merangkai cerita pembentukan Gunung Dahu ini dalam kegiatan geowisata maka di butuhkan kemampuan interpretasi yang kuat dengan dasar keilmuan geologi. Setidaknya ada 4 lokasi situs geologi (geosite) yang bisa menjadi bahan interpretasi di dalam merangkai ceritera tersebut, yaitu: 1. Situs Curug Berundak, 2. Situs Curug Cikawung, 3. Situs Lembah Depresi Vulkanik dan 4. Situs Stone Park Dahu. Situs Curug Berundak memberikan gambaran karakteristik geologi gunungapi yang khas, yaitu dengan adanya perulangan batuan beku lava dengan breksi vulkanik. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa Gunung Dahu ini merupakan tipe gunungapi Strato. Situs Curug Cikawung dan Situs Stone Park Dahu memberikan gambaran adanya tubuh intrusi batuan beku yang menorobos Gunung Dahu, sehingga diinterpretasikan bahwa tubuh batuan intrusi ini merupakan bagian dari tubuh kepundan yang saat ini sudah menjadi kubah lava. Situs Lembah Depresi Vulkanik yang dikontrol oleh banyaknya batuan yang teralterasi, memberikan gambaran bahwa lembah ini dahulunya merupakan tinggian yang lapuk dan tererosi, hingga mengalami longsoran akibat kuat nya alterasi di wilayah ini. Dalam kegiatan geowisata untuk mandapatkan interpretasi yang baik tentang bagaimana Gunung Dahu terbentuk hingga menjadi kondisi seperti saat ini, maka urutan jalur lintasan geowisata (geotrek) harus dilakukan pertama kali dengan melintasi Situs Curug Berundak, dilanjut ke Situs Curug Cikawung dan Situs Stone Park Dahu, baru terakhir menuju Situs Lembah Depresi Vulkanik. Kata Kunci : Gunung Dahu, Interpretasi, Situs Geologi ABSTRACT Mount Dahu is an ancient volcano located within the Pongkor National Geopark area. The existence of Mount Dahu can be well observed from image observations or topographic maps. The body of the mountain currently shows a high topography on the side of the mountain, but in the middle it shows a depression. The Dahu mountain area has five of the highest peaks, namely G. Dango (934 m asl), G. Dahu (816 m asl), G. Putri (814 m asl), G. Kojo (789 m asl) and G. Lazy (692 m asl). In order to compose the story of the formation of Mount Dahu in geotourism activities, strong interpretation skills are needed on the basis of geological science. There are at least 4 locations of geological sites (geosite) that can be used as material for interpretation in compiling the story, namely: 1. Site of the Waterfall Waterfall, 2. Site of the Cikawung Waterfall, 3. Site of the Volcanic Depression Valley and 4. Site of Stone Park Dahu. The Berundak Waterfall site provides an overview of typical volcanic geology, namely the presence of repeated igneous lava rocks with volcanic breccias. So it can be interpreted that Mount Dahu is a type of Strato volcano. The Curug Cikawung site and the Dahu Stone Park site provide an overview of an igneous intrusion body that has penetrated Mount Dahu, so it is interpreted that this intrusive rock body is part of a crater body which has now become a lava dome. The Volcanic Depression Valley site, which is controlled by an abundance of altered rocks, illustrates that this valley was once a weathered and eroded high, until it experienced an avalanche due to the strong alteration in this region. In geotourism activities to get a good interpretation of how Mount Dahu was formed to become its current condition, the sequence of geotourism routes (geotrek) must be carried out first by crossing the Berundak Waterfall Site, then proceed to the Cikawung Waterfall Site and the Dahu Stone Park Site, then finally to the Volcanic Depression Valley Site. Keywords : Mount Dahu, Interpretation, Geological Site
KAJIAN HIDROLOGI DAN ANALISIS DEBIT BANJIR RANCANGAN SUNGAI CILATAK PADA DAS CILATAK KABUPATEN PANDEGLANG TAUFIK, ISVAN; PURWANTO, DIDIK; WARDHANA, MOCHAMAD WARY; SARI, RESTI MELIANA
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 25, No 2 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v25i2.11090

Abstract

Sungai Cilatak merupakan salah satu sungai dalam Wilayah Sungai Ciliman-Cibungur dengan panjang ±24 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ±53,12 km² yang melintasi wilayah Kabupaten Pandeglang salah satunya Kawasan Bojen, Kecamatan Sobang. Permasalahan utama di Kawasan Bojen adalah masalah konservasi dan pengendalian daya rusak air, salah satunya banjir yang disebabkan kondisi DAS terkait dengan morfologi sungai Cilatak. Curah hujan rancangan dihitung melalui analisis frekuensi metode Log Pearson III. Analisis debit banjir rancangan kala ulang tertentu menggunakan metode SCS dan diperkirakan melalui model HEC-HMS untuk mengetahui kapasitas tampung Sungai dan area genangan banjir yang dimodelkan melalui HEC-RAS. Hasil model menunjukkan kapasitas Sungai Cilatak adalah 28,3 m3/s yang setara dengan debit banjir rancangan kala ulang 1 tahun. Apabila terjadi debit banjir kala ulang 2 tahun (Q2th), terjadi genangan di sekitar sungai dengan total luas area genangan adalah 541,74 Ha sedangkan pada skenario Q25th, total luas area genangan meningkat 37,8% dari kondisi eksisting Q2th yaitu seluas 744,25 Ha. Kata Kunci: Banjir; Sungai Cilatak; HEC-HMS; HEC-RAS ABSTRACT The Cilatak River is one of the rivers in the Ciliman-Cibungur River Basin with a length of ±24 km with a River Basin Area (DAS) of ±53.12 km² which crosses the Pandeglang Regency area, one of which is the Bojen Area. The main problem in the Bojen Area is the conservation and control of water damage, one of which is flooding caused by watershed conditions related to the morphology of the Cilatak River. Design rainfall is calculated using the Log Pearson III method frequency analysis. Analysis of the design flood discharge for a certain return period uses the SCS method and is estimated using the HEC-HMS model to determine the river's capacity and flood inundation area modeled through HEC-RAS. The model results show that the capacity of the Cilatak River is 28.3 m3/s which is equivalent to the design flood discharge for a return period of 1 year. If a flood discharge occurs during the 2-year return period (Q2th), there will be inundation around the river with a total inundation area of 541.74 Ha, while in the Q25th scenario, the total inundation area increases by 37.8% from the existing Q2th conditions, which is 744.25 Ha. Keywords: Flood; Cilatak River; HEC-HMS; HEC-RAS
PENGARUH MORFOLOGI TERHADAP KETEBALAN NIKEL LATERIT DI BLOK X DAN Y KABUPATEN BUTON TENGAH SULAWESI TENGGARA IQBAL FAHREZA, MUHAMMAD; ADHITIA, IIT; ISMIRALDA, DINTA ANINDY
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 25, No 2 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v25i2.11091

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Wulu, Kecamatan Talaga Raya, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara tersusun oleh batuan ultramafik dan memiliki bentuk karakteristik morfologi yang kasar, memanjang, dan lurus dengan kemiringan lereng yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk morfologi daerah penelitian dan hubungannya dengan ketebalan zona laterit. Tahapan penelitian terdiri dari studi pustaka, tahap pengambilan data, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bentuk morfologi di blok X dan Y memiliki bentuk morfologi laterit steep hill, karena memiliki kemiringan lereng ≥20˚ dan berdasarkan hasil korelasi kemiringan lereng dengan data penampang laterit dari hasil pengeboran menunjukkan blok X memiliki kemiringan lereng di lokasi titik bor yaitu miring – curam sehingga laterit di blok X lebih tebal dibandingkan dengan blok Y yang memiliki kemiringan lereng curam – sangat curam. Hal tersebut dipengaruhi oleh limpasan air yang tinggi menyebabkan lapisan laterit di permukaan lebih cepat tererosi dan air tidak terpenetrasi dengan baik di blok Y. Kata Kunci: morfologi, nikel laterit, ultamafik, ketebalan laterit ABSTRACT The study area is located in Wulu Village, Talaga Raya Subdistrict, Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province and is composed of ultramafic rocks and has a characteristic form of morphology that is rough, elongated and straight with a high slope. The purpose of this study was to determine the morphological form of the study area and its relationship with the thickness of the laterite zone. The research stages consist of literature review, data collecting, and data analysis. The results showed that the morphological form in Blocks X and Y has a steep hill laterite morphological form because it has a slope of ≥20˚ and based on the correlation results of slope with laterite cross section data from drilling results, Block X has a slope at the drilling point location that is sloping - steep so that the laterite in Block X is thicker than Block Y which has a steep - very steep slope. This is influenced by high water run-off which causes the laterite layer on the surface to erode faster and water does not penetrate well into block Y. Keywords: morphologi, laterite nickel, ultramafic, laterite thickness
DESAIN REST AREA DI KAMPUNG CIOMAS, KELURAHAN KERTAMAYA, KECAMATAN BOGOR SELATAN Kusumoarto, Andrianto; Renjoni, Rahmat; Risnadewi, Nindi; Kristiana, Enik
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 25, No 2 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v25i2.11234

Abstract

Kota Bogor merupakan salah satu kota dengan status sebagai penyangga Ibu Kota Negara, maka Kota Bogor harus mempersiapkan wilayahnya sebagai tempat wisata bagi pengunjung luar kota terutama warga Ibu Kota. Kelurahan Kertamaya di Kecamatan Bogor Selatan mempunyai karakteristik yang berbeda dengan Kecamatan lainnya di Kota Bogor, dengan letaknya yang sangat berdekatan dengan kaki Gunung, maka banyak potensi wisata alam yang bisa dimanfaatkan. Di Kelurahan kertamaya terdapat satu Kampung yang sangat terisolasi, namun memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan, Kampung tersebut bernama Kampung Ciomas yang mempunyai beberapa potensi wisata yang dapat dikembangkan. Potensi yang ada diharapkan dapat dikembangkan menjadi kawasan Eko-Eduwisata. Terdapat stasiun transit KAI di timur Kampung Ciomas. Keberadaannya mendorong adanya sarana dan prasarana rest area. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan model desain sebagaimana dilakukan oleh Booth dengan tahapan desain tetap mengacu kepada Booth yakni : 1) project acceptance; 2) research/analysis; 3) concept planning-design; 4) construction drawings; 5) implementation; 6) post construction, evaluation, and maintenance. Kegiatan abdimas ini diharapakan dapat mengembangkan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar dan dapat memperkenalkan daerah tersebut menjadi suatu tujuan wisata bagi masyarakat luar Kota Bogor. Kata Kunci: Kampung Kota, Rest Area, Desain Detil, Kampung Wisata ABSTRACT The city of Bogor is one of the cities with the status of supporting the National Capital, so the City of Bogor must prepare its area as a tourist attraction for visitors outside the city, especially residents of the capital. Kertamaya Village in South Bogor District has different characteristics from other sub-districts in Bogor City, with its location very close to the foot of the mountain, there is a lot of natural tourism potential that can be utilized. In Kertamaya Village there is a village that is very isolated, but has good potential for development, the village is called Ciomas Village which has several tourism potentials that can be developed. It is hoped that the existing potential can be developed into an Eco-Edutourism area. There is a KAI transit station east of Kampung Ciomas. Its existence encourages the existence of rest area facilities and infrastructure. This community service activity uses a design model approach as carried out by Booth with the design stages still referring to Booth, namely: 1) project acceptance; 2) research/analysis; 3) concept planning-design; 4) construction drawings; 5) implementation; 6) post construction, evaluation, and maintenance. It is hoped that this community service activity can develop and grow the economy of the surrounding community and can introduce the area as a tourist destination for people outside the city of Bogor. Keywords: City Village, Rest Area, Detailed Design, Tourist Village
ANALISIS DAYA TAMPUNG LAHAN PERUMAHAN DI KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR Kurniawan, Yusuf; Hidayat, Janthy T; Syahbandar, M. Yogie
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 25, No 2 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v25i2.11235

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kabupaten Bogor menyebabkan peningkatan kebutuhan lahan untuk perumahan. Kecamatan Citeureup, sebagai salah satu kawasan penyangga dengan laju pertumbuhan yang tinggi, perlu dianalisis daya tampung lahannya untuk memastikan pengembangan perumahan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lahan potensial untuk perumahan dan menganalisis daya tampung lahan tersebut di Kecamatan Citeureup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah overlay peta digital dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi lahan potensial, dan analisis deskriptif kuantitatif untuk menghitung daya tampung lahan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20/PRT/M/2007 dan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 403/KPTS/M/2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Citeureup memiliki luas lahan potensial sebesar 1.410 Ha, dengan daya tampung 27.811 unit rumah atau 139.055 jiwa. Berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2042 sebesar 283.540 jiwa, Kecamatan Citeureup tidak dapat menampung pertumbuhan penduduk tersebut. Kata kunci : Daya Tampung Lahan, Lahan Potensial Perumahan, Pertumbuhan Penduduk ABSTRACT The rapid population growth in Bogor Regency has led to an increased need for residential land. Citeureup District, as one of the buffer zones with a high growth rate, needs to have its land carrying capacity analyzed to ensure sustainable housing development. This study aims to identify potential land for housing and analyze its carrying capacity in Citeureup District. The method used in this research is a digital map overlay with Geographic Information Systems (GIS) to identify potential land, and descriptive quantitative analysis to calculate the carrying capacity of the land based on the Regulation of the Minister of Public Works No. 20/PRT/M/2007 and Decree of the Minister of Settlement and Regional Infrastructure No. 403/KPTS/M/2002. The results showed that Citeureup District has a potential land area of 1,410 hectares, with a carrying capacity of 27,811 housing units or 139,055 people. Based on the population projection for 2042 of 283,540 people, Citeureup District cannot accommodate this population growth. Keywords: Land Carrying Capacity, Land Suitability for Housing, Population Growth
STUDI KELAYAKAN TEKNIS LOKASI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) SAMPAH REGIONAL CILELES KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN MARZAN, ARLAN; TAUFIK, ISVAN; HIDAYAT, RAHMAT; NUGRAHA, WINDU IWAN; SARI, RESTI MELIANA
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 25, No 2 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v25i2.11084

Abstract

Sistem pengelolaan sampah yang belum efisien dapat menjadi salah satu pencemaran lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, kapasitas TPA eksisting di Provinsi Banten umumnya sudah tidak optimal dalam menampung timbulan sampah yang diproduksi yaitu 1,5 juta ton pertahun dan berada di urutan ke-5 nasional, sehingga perlu dicarikan solusi seperti pengembangan lokasi TPA eksisting atau mencari lokasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi yang sesuai untuk menjadi lokasi Pembangunan TPA Sampah Regional Cileles, serta untuk mengetahui tingkat kelayakannya TPA tersebut, dilakukan menggunakan metode observasi melalui survey lapangan dan instansional dan dianalisis dengan metode skoring, buffering dan overlay menggunakan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Adapun hasil penelitian ini diketahui bahwa Lokasi 1 dinyatakan sesuai dan LAYAK secara teknis untuk dikembangkan menjadi TPA Sampah Regional di Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak, dengan kapasitas lahan sebesar 186,04 Ha atau lebih besar dari kebutuhan lahan TPA yang diperlukan untuk menampung produksi sampah di WKP III sampai dengan Tahun 2042. Lokasi tersebut berada pada Kawasan Hutan Produksi (KHP) milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banten, hal ini sesuai dengan tujuan Peraturan Gubernur Banten Nomor 23 Tahun 2022, yaitu untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama antara pemerintah Provinsi dan kemitraan dengan dunia usaha, salah satunya melalui penggunaan tanah Perum Perhutani. Dikarenakan rencana lokasi tersebut berada pada KPH maka perlu memperoleh persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta mengikuti ketentuan perundang-undangan terkait pemanfaatan hutan untuk kepentingan umum. Kata Kunci: Kawasan Hutan Produksi; Kelayakan Lokasi; Pengelolaan Sampah; TPA ABSTRACT An inefficient waste management system can be one of the environmental pollutants that can interfere with public health. The capacity of existing landfills in Banten Province is generally not optimal in accommodating the generation of waste produced, which is 1.5 million tons per year and is in 5th place nationally, so it is necessary to find solutions such as developing existing landfill locations or finding new locations. This study aims to identify a suitable location to be the location for the Development of the Cileles Regional Waste Landfill, as well as to determine the level of feasibility of the landfill, carried out using observation methods through field and institutional surveys and analyzed by scoring, buffering, and overlay methods using the Geographic Information System (GIS). The results of this study are known that Location 1 is declared suitable and technically FEASIBLE to be developed into a regional waste landfill in Cileles District, Lebak Regency, with a land capacity of 186.04 ha or greater than the landfill land needs needed to accommodate waste production in WKP III until 2042. The location is in the Production Forest Area (KHP) owned by Perum Perhutani Forest Stakeholders Unit (KPH) Banten; this is in accordance with the mandate of Banten Governor Regulation Number 23 of 2022, namely to carry out a strategy to strengthen coordination and cooperation between the Provincial Government and partnerships with the business world, one of which is through the use of Perum Perhutani's land. Because the location plan is in the Production Forest Area (KHP), it is necessary to obtain approval from the Ministry of Environment and Forestry and follow the provisions of the law related to the use of forests for the public interest. Keywords: Production Forest Area; Location Feasibility; Waste Management; Landfill
POTENSI SUMBERDAYA BATUBARA DAERAH MANGSANG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BAYUNG LENCIR, KABUPATEN MUSI BANYUUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN URRIKAZ, MOHAMMAD SYAIFUL, dan IIT ADHITIA, NABA
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 26, No 1 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v26i1.12805

Abstract

Daerah penelitian berada pada daerah Mangsang dan sekitarnya, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi arah persebaran batubara serta melakukan perhitungan sumberdaya batubara, penentuan peringkat (rank) batubara, dan kualitas batubara di daerah penelitian. Arah persebaran batubara dianalisis melalui metode pemetaan geologi permukaan dan analisis kualitas batubara berdasarkan hasil analisis ultimat dan analisis proksimat, sedangkan estimasi sumberdaya batubara dihitung menggunakan metode circular. Arah persebaran batubara pada daerah penelitian memiliki arah persebaran dominan berarah barat - timur. Lapisan batubara di daerah penelitian terbagi menjadi dua seam, yaitu seam up dengan ketebalan 1,4 meter sebagai seam termuda, dan seam low dengan ketebalan 1,6 meter sebagai seam tertua. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode circular, sumber daya batubara pada seam up terdiri atas 8,7 juta ton (tereka), 4,5 juta ton (tertunjuk), dan 1,5 juta ton (terukur). Sementara itu, pada seam low diperoleh estimasi sebesar 10 juta ton (tereka), 5,2 juta ton (tertunjuk), dan 1,7 juta ton (terukur). Batubara pada daerah penelitian merupakan Sub Bituminous Rank B. Hasil analisis proksimat dan ultimat menunjukkan bahwa batubara pada kedua seam memiliki kadar air yang relatif rendah, kandungan abu dan total sulfur dalam kategori sedang, serta karbon padat yang tergolong rendah. Dengan demikian, batubara ini memiliki potensi yang baik sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Berdasarkan Harga Batubara Acuan (HBA) Kategori II, estimasi keuntungan kotor dari seam up adalah sebesar Rp7.133.791.315.158 (tereka), Rp3.696.986.545.200 (tertunjuk), dan Rp1.231.277.889.114 (terukur). Sementara itu, pada seam low diperoleh estimasi keuntungan kotor sebesar Rp8.222.843.346.444 (tereka), Rp4.261.372.771.266 (tertunjuk), dan Rp1.419.246.026.604 (terukur). Kata kunci : Potensi sumberdaya batubara, Muara Enim ABSTRACT he research area is located in Mangsang and its surroundings, Bayung Lencir Sub-district, Musi Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The main objective of this research is to identify the direction of coal distribution and to calculate coal resources, determine the coal rank, and assess the coal quality in the research area.The direction of coal distribution is analyzed through surface geological mapping methods, and coal quality analysis is based on the results of ultimate and proximate analyses. Meanwhile, the estimation of coal resources is calculated using the circular method. The coal distribution in the research area has a dominant west–east orientation.The coal layers in the study area are divided into two seams, namely seam up with a thickness of 1.4 meters as the youngest seam, and seam low with a thickness of 1.6 meters as the oldest seam. Based on calculations using the circular method, coal resources in seam up consist of 8.7 million tons (inferred), 4.5 million tons (indicated), and 1.5 million tons (measured). Meanwhile, the estimated resources in seam low amount to 10 million tons (inferred), 5.2 million tons (indicated), and 1.7 million tons (measured).The coal in the research area is classified as Sub Bituminous Rank B. The results of proximate and ultimate analyses show that the coal in both seams has a relatively low moisture content, moderate ash and total sulfur content, and low fixed carbon. Thus, this coal has good potential to be used as fuel for Steam Power Plants (PLTU).Based on the Indonesian Coal Price Reference (HBA) Category II, the estimated gross profit from seam up is Rp7,133,791,315,158 (inferred), Rp3,696,986,545,200 (indicated), and Rp1,231,277,889,114 (measured). Meanwhile, for seam low, the estimated gross profit is Rp8,222,843,346,444 (inferred), Rp4,261,372,771,266 (indicated), and Rp1,419,246,026,604 (measured). Keywords : Coal Resource Potential, Muara Enim

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak Vol 25, No 2 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak Vol 25, No 1 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 24, No 2 (2023): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 24, No 1 (2023): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Teknik Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 1 (2022): Jurnal Teknik Vol 23, No 1 (2022): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 22, No 2 (2021): Jurnal Teknik Vol 22, No 2 (2021): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 22, No 1 (2021): Jurnal Teknik Vol 22, No 1 (2021): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 21, No 2 (2020): Jurnal Teknik Vol 21, No 2 (2020): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 21, No 1 (2020): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 21, No 1 (2020): Jurnal Teknik Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Teknik Vol 20, No 2 (2019): Jurnal Teknik Vol 20, No 2 (2019): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 20, No 1 (2019): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 20, No 1 (2019): Jurnal Teknik Vol 19, No 1 (2018): Jurnal Teknik Vol 19, No 1 (2018): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Teknik Vol 18, No 1 (2017): Jurnal Teknik Vol 18, No 1 (2017): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 17, No 1 (2016): Jurnal Teknik Vol 17, No 1 (2016): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Teknik Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 14, No 2 (2013): Jurnal Teknik Vol 14, No 2 (2013): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 14, No 1 (2013): Jurnal Teknik Vol 14, No 1 (2013): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Teknik Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 12, No 2 (2011): Jurnal Teknik Vol 12, No 2 (2011): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 11, No 2 (2010): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 11, No 2 (2010): Jurnal Teknik Vol 11, No 1 (2010): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 11, No 1 (2010): Jurnal Teknik Vol 10, No 2 (2009): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 10, No 2 (2009): Jurnal Teknik Vol 10, No 1 (2009): Jurnal Teknik Vol 10, No 1 (2009): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 9, No 2 (2008): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 9, No 2 (2008): Jurnal Teknik More Issue