cover
Contact Name
Taufik Muhammad Fakih
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrf@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Farmasi
ISSN : 28083121     EISSN : 27986292     DOI : ttps://doi.org/10.29313/jrf.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Farmasi Jurnal Riset Farmasi (JRF) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian farmasi. JRF ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6292 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini akan ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 110 Documents
Evaluasi Penatalaksaan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Preeklampsia di Instalasi Rawat Inap Luthfika Khansha, Luthfika Khansha; Umi Yuniarni
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i1.3119

Abstract

Abstract. Preeclampsia is one of the main causes of maternal death in Indonesia. Preeclampsia is a clinical syndrome during pregnancy (after 20 weeks' gestation) characterized by increased blood pressure (≥160/110 mmHg) and proteinuria. This study aims to evaluate the suitability of the management of the use of antihypertensive drugs and other drugs for the treatment of preeclampsia patients in preeclampsia patients at the Hospital Inpatient Installation based on guidelines from the Indonesian Obstetrics and Gynecology Association (POGI) for the period January - December 2022. This study was a descriptive analysis. Observational. Data collection was carried out retrospectively using a purposive sampling technique by recording medical records that met the inclusion criteria. There were 71 medical records that met the inclusion criteria. Patient characteristics were dominated by 20-35 years old (66%), patients diagnosed with severe preeclampsia (62%), proteinuria level 3+ (46%) and gestational age in the third trimester (96%). Evaluation results show the use of antihypertensive drugs and other drugs for preeclampsia patients given is the use of a combination drug between nifedipine and methyldopa with a percentage of 55%, single nifedipine 28%, single methyldopa 6%, combination of MgSo4 + nifedipine + methyldopa 6%, MgSo4 + nifedipine + methyldopa + dexamethasone 4%, and use of nifedipine + amlodipine by 1%. Preeclampsia patients had 90% of the treatment results conforming with POGI guidelines (2016), according to an evaluation of the management of antihypertensive drugs. Abstrak. Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di lndonesia. Preeklampsia adalah sindrom klinis pada masa kehamilan (setelah kehamilan 20 minggu) yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah (≥140/90 mmHg) dan proteinuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penatalaksanaan penggunaan obat antihipertensi dan obat lain untuk penanganan pasien preeklampsia pada pasien preeklampsia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit berdasarkan pedoman dari Perkumpulan Obsetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) periode Januari - Desember 2022. Penelitian ini merupakan analisis secara deskriptif observasional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan teknik purposive sampling dengan mencatat rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi. Terdapat 71 rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi. Karakteristik pasien didominasi berusia 20-35 tahun (66%), pasien dengan diagnosa preeklampsia berat (62%), kadar proteinuria 3+ (46%) serta usia kehamilan pada trimester III (96%). Hasil evaluasi menunjukkan penggunaan obat antihipertensi dan obat lain untuk pasien preeklampsia yang diberikan adalah penggunaan obat kombinasi antara nifedipine dan metildopa dengan persentase sebesar 55%, tunggal nifedipine 28%, tunggal metildopa 6%, kombinasi MgSo4 + nifedipine + metildopa 6%, MgSo4 + nifedipine + metildopa + dexametason 4%, dan penggunaan nifedipine + amlodipine sebesar 1%. Evaluasi penatalaksanaan penggunaan obat antihipertensi yang dilakukan pada pasien preeklampsia didapatkan hasil kesesuaian terapi dengan pedoman dari POGI (2016) sebesar 90%.
Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Hanifah Arini Putri, Hanifah Arini Putri; Dina Mulyanti
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i1.3120

Abstract

Abstract. Gotu kola leaves (Centella asiatica (L.) Urban) are known contain chemical compounds that are beneficial to health. The purpose of this research was to knowing the characteristics of simplicia and ethanol extract of gotu kola leaves. Simplicia characteristics include organoleptic observation and examination of standard simplicia parameters, include specific parameters and non-specific parameters. While the characteristics of the ethanol extract of gotu kola leaves include organoleptic observations and the percent (%) value of extract rendement. Extraction was using the maceration method with 70% ethanol solvent. Determination of the chemical compound in simplicia and extracts was carried out by phytochemicals screening. The results of organoleptic observations showed that the leaves of gotu kola had a dark green color, had a characteristic odor of gotu kola leaves, and had a fan-like shape with rounded leaf tips. The results of standard simplicia parameter examination were water-soluble extract content of 15.21%, ethanol-soluble extract content of 21.24%, water content of 7.9%, drying losses of 9.29%, total ash content of 13.15%, and acid insoluble ash content 0.71%. The results of characteristic observations of the ethanol extract of gotu kola leaves had dark brown color, the smell of the extract is typical of gotu kola leaves, the form of the extract is thick, and the extract rendement was 32.93%. Simplicia and ethanol extract of gotu kola leaves contain compounds belonging to the group of flavonoids, saponins, polyphenols, tannins, and steroids. Abstrak. Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) diketahui memiliki kandungan senyawa kimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari simplisia dan ekstrak etanol daun pegagan. Karakteristik simplisia meliputi pengamatan secara organoleptik dan pemeriksaan parameter standar simplisia yaitu parameter spesifik dan parameter non spesifik. Sedangkan karakteristik ekstrak etanol daun pegagan meliputi pengamatan organoleptik dan penentuan nilai persen (%) rendemen hasil dari ekstraksi. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Penentuan golongan senyawa kimia pada simplisia dan ekstrak dilakukan dengan skrining fitokimia. Hasil pengamatan organoleptik simplisia menunjukkan bahwa daun pegagan memiliki warna hijau tua, dengan bau khas daun pegagan, dan bentuknya seperti kipas dengan ujung daun membulat. Hasil pemeriksaan parameter standar simplisia yaitu kadar sari larut air sebesar 15,21%, kadar sari larut etanol 21,24%, kadar air 7,9%, susut pengeringan 9,29%, kadar abu total 13,15%, dan kadar abu tidak larut asam 0,71%. Hasil pengamatan karakteristik terhadap ekstrak etanol daun pegagan diantaranya memiliki warna coklat kehitaman pekat, bau ekstrak yaitu khas daun pegagan, bentuk ekstrak adalah kental, nilai %rendemen hasil dari ekstraksi sebesar 32,93%. Simplisia dan ekstrak etanol daun pegagan mengandung golongan senyawa flavonoid, saponin, polifenol, tannin, dan steroid.
Kajian Metode dan Jenis Penyusun Sediaan Liposom dalam Sistem Penghantaran Obat Annisa' Amaliah Mardhotillah; Andi Andriani Musfa
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i2.3122

Abstract

Abstract. Liposomes are considered as ideal models that can mimic biological membranes, thus can be used to deliver drugs and other active compounds. For five decades. Lastly, liposomes have received widespread attention as delivery systems for therapeutics active compounds in many scientific disciplines and their applications in the pharmaceutical, cosmetic, and the food industry as a variety of promising new products. This study aims to know the constituent matrix and the method of making liposome preparations in the delivery system drug. This study was conducted using the SLR (Systematic Literature Review) method. Study results showed that the preparation of liposomes by the thin layer hydration method is the most commonly used method because it is a simple method. The most widely used liposome matrixconstituents are phosphatidylcholine (Lecithin) and cholesterol. Abstrak. Liposom dianggap sebagai model ideal yang dapat meniru membran biologis, sehingga dapat digunakan untuk menghantarkan obat maupun senyawa aktif lainnya. Selama lima dekade terakhir, liposom telah secara luas menjadi perhatian sebagai sistem penghantaran untuk terapi senyawa aktif dalam banyak disiplin ilmu dan penerapannya dalam bidang farmasi, kosmetik, dan industri makanan sebagai terobosan produk baru yang menjanjikan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui matriks penyusun dan metode pembuatan sediaan liposom dalam system penghantaran obat. Kajian ini dilakukan dengan metode SLR (Systematic Literature Review). Hasil kajian menunjukkanbbahwa pembuatan liposom dengan meyode hidrasi lapis tipis merupakan metide yang paling umum digunakan karena termasuk metode yang sederhana. Penyusun liposom atau matriks yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi fosfatidilkolin (lesitin ) dan kolestrol .
Potensi Tanaman Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai Antikanker Alfi Israhmayani Komara; Indra T. Maulana
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i2.3123

Abstract

Abstract. Lime (Citrus aurantifolia) is one of the plants known to have anticancer effects. The use of lime as an anticancer has been scientifically researched, but has not been presented holistically. Therefore, this research was conducted in a Systematic Literature Review (SLR) so that it can be used as a reference in the development of new anticancer drugs. This literature research aims to recognize the potential and mechanism of lime plants in inhibiting cancer cell proliferation and determine the IC50 value that can inhibit cancer cell poliferation where data retrieval is carried out on Google Scholar, PubMed and Science Direct portals so that seven articles are obtained that meet the criteria of this study. The results of the analysis show that lime peel plant (Citrus aurantifolia) has the ability as an anticancer through mechanism such as induction of apoptosis and has potential in the IC50 values range of 2,18 µg/mL – 320 µg/mL where in that range lime plants are said to have very strong, moderately active to low as anticancer. The best anticancer activity of lime plants is found in lime peel extract againts colorectal cancer cells lim 1863 with IC50 values in the range of 2,18 µg/mL. Abstrak. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) ialah salah satu tumbuhan yang dikenal mempunyai efek sebagai antikanker. Pemakaian jeruk nipis sebagai antikanker sudah banyak dilakukan riset secara ilmiah, tetapi belum tersajikan secara holistik. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan secara Sistematic Literature Review (SLR) sehingga bisa dijadikan rujukan dalam pengembangan obat baru antikanker. Riset literatur ini bertujuan untuk mengenali potensi dan mekanisme tanaman jeruk nipis dalam menghambat poliferasi sel kanker serta mengetahui nilai IC50 yang dapat menghambat poliferasi sel kanker dimana pengambilan data dilakukan pada portal Google Scholar, PubMed serta Science Direct sehingga diperoleh sebanyak tujuh artikel yang memenuhi kriteria penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanaman jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mempunyai kemampuan sebagai antikanker melalui mekanisme seperti induksi apoptosis serta memiliki potensi pada rentang nilai IC50 sebesar 2,18 µg/mL – 320 µg/mL dimana pada rentang tersebut tanaman jeruk nipis dikatakan memiliki aktivitas yang sangat kuat, moderat aktif hingga rendah sebagai antikanker. Aktivitas antikanker tanaman jeruk nipis yang paling baik terdapat pada ekstrak kulit jeruk nipis terhadap sel kanker kolorektal lim 1863 dengan nilai IC50 pada rentang 2,18 µg/mL.  
Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Kulit Batang Awar-awar dengan Metode BSLT Annisa Yunia Rachmatika; Suwendar
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i2.3161

Abstract

Abstract. The awar-awar plant (Ficus septica Burm. F.) generally grows in the lowlands to the mountains. This plant is usually used to treat skin diseases, appendicitis, boils, poisonous snake bites and shortness of breath. Apart from that, empirically people use awar-awar stem bark as an anticancer drug because it is thought to contain secondary metabolite compounds which have cytotoxic activity. With this background, it is necessary to carry out further research, namely a cytotoxic test, on Artemia franciscana Kellogg shrimp larvae to determine compounds that have anticancer potential. This research was carried out with the aim of determining the content of secondary metabolite compounds, the cytotoxic activity of awar-awar (Ficus septica Burm. F.) stem bark, and the Lethal Concentration (LC50) value of the ethanol extract of awar-awar (Ficus septica Burm. F.) stem bark. The cytotoxic test was carried out using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method on Artemia franciscana Kellogg shrimp larvae. The parameter observed was the death of shrimp larvae. Based on this test method, the LC50 value was determined by calculating the linear regression equation using Probit analysis. The results of the research showed that in the bark of awar-awar stems, the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, and triterpenoids/steroids was detected, and the ethanol extract of awar-awar stem bark had cytotoxic activity with an LC50 value of 33,93 ppm. Abstrak. Tumbuhan Awar-awar (Ficus septica Burm. F.) pada umumnya tumbuh di dataran rendah hingga pegunungan. Tumbuhan ini biasanya digunakan untuk mengatasi penyakit kulit, radang usus buntu, bisul, mengatasi gigitan ular berbisa dan sesak nafas. Selain itu, secara empiris masyarakat menggunakan kulit batang awar-awar sebagai obat antikanker dan diduga mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sitotoksik. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yaitu uji sitotoksik terhadap larva udang Artemia franciscana Kellogg. untuk mengetahui senyawa yang berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kandungan golongan senyawa metabolit sekunder, menetapkan aktivitas sitotoksik dari kulit batang awar-awar (Ficus septica Burm. F.)., dan mengetahui nilai Lethal Concentration (LC50) dari ekstrak etanol kulit batang awar-awar (Ficus septica Burm. F.). Uji sitotoksik dilakukan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva udang Artemia franciscana Kellogg. Parameter yang diamati yaitu kematian larva udang. Berdasarkan metode uji tersebut, ditetapkan nilai LC50 yang dihitung dari persamaan regresi linier menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit batang awar-awar terdeteksi adanya golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid/steroid, serta ekstrak etanol kulit batang awar-awar memiliki aktivitas sitotoksik dengan nilai LC50 sebesar 33,93 ppm.    
Formulasi Masker Bioselulosa dengan Essence Kombucha Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Sebagai Antioksidan Nadila Fanny Shafira, Nadila Fanny Shafira; Mentari Luthfika Dewi
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i1.3162

Abstract

Abstract. Biocellulose masks have skin-friendly properties that do not irritate and adhere very well to the skin. Mask. Biocellulose masks are made from the fermentation of kombucha with the addition of butterfly pea as antioxidants. Butterfly pea contain flavonoid and polyphenol compounds that function as antioxidants. This study was conducted to determine the characteristics and formulation of biocellulose masks based on kombucha butterfly pea, as well as to determine the antioxidant activity of the essence. The test method was conducted in vitro using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method. The characterization of the biocellulose mask has a purple, a distinctive smell of fermentation which is at pH 5 with an elastic texture and the best stability of the essence of kombucha butterfly pea is in formula 3 with the addition of 0.02% kombucha butterfly pea. Based on the test results, the antioxidant activity of  kombucha butterfly pea essence shows that the essence has weak antioxidant activity with an IC50 value of 113.49 ppm. Abstrak. Masker bioselulosa memiliki sifat yang ramah kulit sehingga tidak mengiritasi dan mampu melekat dengan sangat baik pada kulit. Masker bioselulosa dibuat dari hasil fermentasi kombucha dengan penambahan bunga telang sebagai antioksidan. Pada bunga telang mengandung senyawa flavonoid dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan formulasi masker bioselulosa berbasis kombucha bunga telang, serta mengetahui aktivitas antioksidan pada essence. Metode pengujian dilakukan secara in vitro menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Masker bioselulosa memiliki karakterisasi berwarna ungu, bau khas fermentasi yang berada pada pH 5 dengan tekstur yang elastis dan stabilitas terbaik dari essence kombucha bunga telang terdapat pada formula 3 dengan penambahan kombucha bunga telang sebanyak 0,02%. Berdasarkan hasil pengujian, aktivitas antioksidan essence kombucha bunga telang menunjukkan bahwa essence memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dengan nilai IC50 sebesar 113,49 ppm.  
Karakterisasi Pati Termodifikasi dengan Metode Hmt (Heat Moisture Treatment) Tellisa Rayasari Haryono; Bertha Rusdi
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i2.3164

Abstract

Abstract. Starch is a carbohydrate which is a glucose polymer consisting of amylose and amylopectin. One source of starch is from sago plants and taro belitung. Starch in the pharmaceutical field can be used as a binder, disintegrant, filler, lubricant. The physicochemical properties of starch can be improved by modification. Modification of starch using the HMT (Heat Moisture Treatment) method is a physical modification technique involving heat treatment at 110°C for 4 hours. Unmodified natural starch still has some limited physicochemical properties, so this study aims to characterize the physicochemical properties of sago starch and Belitung Taro modified by the HMT (Heat Moisture Treatment) method. The results of the physicochemical characteristics of starch modified using the HMT (Heat Moisture Treatment) method from sago starch have a water content of  9%, 8,24%, and 8%, swelling power of 91,13%, 105%, and 94.1% while belitung taro starch has a moisture content of 1.56%, swelling power of 8.16%. Abstrak. Pati adalah karbohidrat yang merupakan polimer glukosa yang teridiri dari amilosa dan amilopektin. Salah satu sumber pati yaitu dari tumbuhan sagu dan talas belitung. Pati di bidang farmasi dapat digunakan sebagai bahan pengikat, bahan penghancur, bahan pengisi, bahan pelincir. Sifat fisikokimia pati bisa diperbaiki dengan cara modifikasi. Modifikasi pati dengan metode HMT (Heat Moisture Treatment) merupakan teknik modifikasi secara fisik yang melibatkan perlakuan panas pada suhu 110°C selama 4 jam. Pati alami yang belum termodifikasi masih memiliki beberapa keterbatasan sifat fisikokimia, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi sifat fisikokimia dari pati sagu dan Talas Belitung yang dimodifikasi dengan metode HMT (Heat Moisture Treatment). Hasil dari karakteristik sifat fisikokimia pati yang termodifikasi menggunakan metode HMT (Heat Moisture Treatment) dari pati sagu memiliki kadar air 9%, 8,24%, dan 8%, swelling power 91,13%, 105%, dan 94,1% sedangkan pati talas belitung memiliki kadar air sebesar 1,56%, swelling power 8,16%.  
Karbamazepin sebagai Antiepileptic Agent Syifa Nur Oktaviani; Fitrianti Darusman
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i1.3165

Abstract

Abstract. Epilepsy is a chronic neurological disorder that affects 65–70 million people globally. It occurs in all sexes and at all ages, especially in childhood and adolescence, and increases with age. Carbamazepine is a commonly prescribed antiepileptic drug which is a first-line drug for partial seizures, belonging to the Biopharmaceutical Classification System (BCS) class II, which means that carbamazepine has high membrane permeability (almost 90% of carbamazepine is absorbed in the gastrointestinal tract) and low water solubility. low (solubility practically insoluble in water, soluble in ethanol and in acetone). Carbamazepine has 3 forms of polymorphism. Carbamazepine is an antiepileptic that works on voltage-gated sodium channels, often referred to as sodium channel blockers, which play an important role in the initiation and propagation of neuronal action potentials. Carbamazepine is highly bound to plasma proteins ranging from 75-80% of the total plasma concentration. Bioavailability ranges from 75-85%. Carbamazepine induces its own metabolism, causing increased clearance, shortened serum half-life, and progressive decrease in serum levels. Abstrak. Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang mempengaruhi 65–70 juta orang secara global. Itu terjadi pada semua jenis kelamin dan di segala usia, terutama di masa kanak-kanak, remaja,dan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Karbamazepin merupakan obat antiepilepsi yang biasa diresepkan yang merupakan obat lini pertama untuk kejang parsial, tergolong dalam Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II yang artinya bahwa karbamazepin memiliki permeabilitas membran yang tinggi (hampir 90% karbamazepin diabsorbsi di saluran pencernaan) dan kelarutan dalam air yang rendah (Kelarutannya praktis tidak larut dalam air, larut dalam ethanol dan dalam aseton). Karbamazepin memiliki 3 bentuk polimorfisme. Karbamazepin merupakan antiepilepsi yang bekerja pada voltage-gated  sodium channel sering disebut  dengan sodium  channel  blockers berperan   penting   dalam   inisiasi   dan propagasi    aksi    potensial    neuron. Karbamazepin sangat terikat dengan protein plasma berkisar antara 75-80% dari total konsentrasi plasma. Bioavailabilitas berkisar antara 75-85%. Karbamazepin menginduksi metabolismenya sendiri, menyebabkan peningkatan klirens, memperpendek waktu paruh serum, dan penurunan kadar serum secara progresif.
Uji Aktivitas Antioksidan Dan Inhibitor Tirosinase Ekstrak Etanol Daun Teh Hijau Fitri Mellyna Cantika; Sani Ega Priani
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i2.3262

Abstract

Abstract. Skin is the outermost organ of the body that plays a role in the process of protection from UV radiation, which can cause the formation of free radicals and hyperpigmentation. Green tea leaves (Camellia sinensis (L) O. Kuntze) contain high polyphenol compounds, especially epigallocatechin gallate, which has potential as an antioxidant and tyrosinase inhibitor. This study aims to determine the antioxidant activity and tyrosinase inhibition in ethanol extract of green tea leaves. Ethanol extract of green tea leaves was obtained by reflux method using 96% ethanol solvent. Antioxidant activity test and tyrosinase inhibitor using DPPH method and dopachrome method based on enzymatic colorimetric testing. Antioxidant activity test results showed that green tea leaf extract has an IC50 value of 2.349 ppm, and has tyrosinase inhibitory activity with an IC50 value of 1000.422 ppm. Abstrak. Kulit merupakan organ tubuh terluar yang berperan dalam proses pelindungan dari radiasi sinar UV, yang dapat menyebabkan pembentukan radikal bebas dan hiperpigmentasi. Daun teh hijau (Camellia sinensis (L) O. Kuntze) mengandung senyawa polifenol yang tinggi khususnya epigallocatechin gallate yang berpotensi sebagai antioksidan dan inhibitor tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan penghambatan tirosinase pada ekstrak etanol daun teh hijau. Ekstrak etanol daun teh hijau diperoleh dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antioksidan dan inhibitor tirosinase menggunakan metode DPPH dan metode dopakrom berbasis pengujian kolorimetri enzimatik. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukan bahwa ekstrak daun teh hijau memiliki nilai IC50 2,352 ppm, dan memiliki aktivitas penghambatan tirosinase dengan nilai IC50 1000,422 ppm.
Formulasi Sediaan Sabun Wajah Gel Mengandung Bahan Alam Sebagai Antijerawat Divia Yurisca; Mentari Luthfika Dewi
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i2.3282

Abstract

Abstract. One of the problems that occur on facial skin is acne. The prevalence of cases of acne sufferers at the age of 15-18 years ranges from 80-85%, in women aged more than 25 years ranges from 12%, and at the age of 35-44 years ranges from 3%. Preparations that can be used to prevent acne, one of which is facial soap, gel serves to lift oil and fat so as not to aggravate the condition of acne. This study aims to determine plants on the leaves that have the potential to be anti-acne and the optimum formulation of anti-acne gel facial soap preparations with efficacious ingredients from natural ingredients using cellulose group gelling agents. The results of research from the analyzed journals found that plants that have a tendency to antibacterial activity as anti-acne are basil leaves with KHM of 0.5% and the optimum formula of gel facial soap preparations as anti-acne with efficacious ingredients from natural ingredients using a comparison of variations of cellulose group gelling agents found in formulas using gelling agent CMC-Na. Abstrak. Salah satu permasalahan yang terjadi pada kulit wajah yaitu jerawat. Prevalensi kasus penderita jerawat pada usia 15-18 tahun berkisar 80-85%, pada wanita usia lebih dari 25 tahun berkisar 12%, dan pada usia 35-44 tahun berkisar 3%. Sediaan yang dapat digunakan untuk mencegah jerawat salah satunya yaitu sabun wajah gel berfungsi untuk mengangkat minyak dan lemak sehingga tidak memperparah kondisi jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanaman pada bagian daun yang berpotensi sebagai antijerawat serta formulasi optimum sediaan sabun wajah gel antijerawat dengan bahan berkhasiat dari bahan alam menggunakan gelling agent golongan selulosa. Hasil penelitian dari jurnal yang telah dianalisis diperoleh bahwa tanaman yang memiliki kecenderungan aktivitas antibakteri sebagai antijerawat yaitu daun kemangi dengan KHM sebesar 0,5% serta formula optimum sediaan sabun wajah gel sebagai antijerawat dengan bahan berkhasiat dari bahan alam menggunakan perbandingan variasi gelling agent golongan selulosa terdapat pada formula dengan menggunakan gelling agent CMC-Na.

Page 7 of 11 | Total Record : 110