cover
Contact Name
Iin Endah Setyawati
Contact Email
prodi.anunfari@gmail.com
Phone
+6281324644771
Journal Mail Official
iin.endah19@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cisaranten Kulon No.140, Cisaranten Kulon, Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40293
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Neo Politea : Jurnal Ilmiah Administrasi Negara
Published by Universitas Al-Ghifari
ISSN : -     EISSN : 27751007     DOI : https://doi.org/10.53675/neopolitea.v3i1
Core Subject : Social,
Neo Politea: Jurnal Ilmiah Administrasi Negara is a double-blind reviewer, an open-access peer-reviewed journal that focuses on public administration novelty, governance issues, and policy practices through quantitative and qualitative research (hermeneutics, argumentative, and case studies). This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Journal Subject: 1. Public Administration Science 2. Governance Issues 3. Political Stakeholders 4. Political Product
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023): NEO POLITEA" : 6 Documents clear
EFEKTIVITAS ORGANISASI DI KANTOR KECAMATAN PAKENJENG KABUPATEN GARUT Tajur Zulfikar; Mochamad Zakaria; Ratih Laela Sari; Iin Endah Setyawati
NEO POLITEA Vol 4, No 1 (2023): NEO POLITEA
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/neopolitea.v4i1.1075

Abstract

ABSTRAK. Permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu program kerja yang telah ditetapkan belum terwujud secara optimal, kurangnya pegawai dalam melayani masyarakat, aparatur Kecamatan Pakenjeng kurang disiplin dalam menjalankan tugasnya, dan kompetensi akademik aparatur Kecamatan Pakenjeng belum memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas organisasi di kantor Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut. Faktor yang menjadi hambatan efektivitas organisasi di kantor Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut dan upaya mengatasi hambatan efektivitas organisasi di kantor Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Selanjutnya data-data diolah dengan tahapan pengumpulan data, edit data, dan interpretasi data. Teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, triangulasi dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas organisasi di Kantor Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut terlihat dari lima dimensi yaitu produksi, efesiensi, kepuasan, adaptasi dan perkembangan, semua belum maksimal tapi sudah cukup baik. faktor penghambat efektivitas organisasi di Kecamatan Pakenjeng jaringan yang sering eror, faktor usia kesulitan dalam beradatasi dengan peralatan teknologi informasi, dan sumber daya manusia (SDM) kurang (terbatas). Upaya untuk mengatasi kendala jaringan yang sering eror sesegera mungkin menghubungi pihak pusat (Diskominfo), sumber daya manusia (SDM) untuk mengikuti diklat atau pendidikan dan pelatihan.Kata Kunci: Efektivitas, Organisasi, Kecamatan Pakenjeng
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BANTUAN SOSIAL TUNAI DI KELURAHAN ANTAPANI KIDUL KECAMATAN ANTAPANI KOTA BANDUNG Nyi Raden Ruyani; Ahtu Duriat; Ine Mariane; Imas Sumiaati
NEO POLITEA Vol 4, No 1 (2023): NEO POLITEA
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/neopolitea.v4i1.1078

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Antapani Kidul Kecamatan Antapani Kota Bandung yang meneliti tentang implementasi Kebijakan Walikota Bandung No. 76 tahun 2021 tentang Tata Cara Pendataan Sasaran Keluaraga Penerima Manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilaksanakan oleh Kelurahan Antapani Kidul kepada Masyarakatnya. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan dalam pendataan yang tidak berdasarkan kepada petunjuk pelaksana dan tidak tepat sasarannya program bantuan ini, yang pada masa sebelum pandemi Covid-19 lebih diprioritaskan untuk warga yang miskin. Setelah pandemi Covid-19 diprioritaskan untuk warga miskin yang terdampak Covid-19. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui tugas dan fungsi serta hambatan dan bagaimana upaya yang dilakukan oleh Kelurahan Antapani Kidul dalam rangka penyelesaian permasalahan ketidaktepatan sasaran dari program Bantuan Sosial dilingkungan Kelurahan Antapani Kidul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode ini dipilih karena untuk menentukan cara, mngumpulkan dan menganalisis data. Alat yang diukur dalam penelitian ini antara lain komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi terhadap Implementasi Kebijakan Walikota Bandung No. 76 tahun 2021 tentang Tata Cara Pendataan Sasaran Keluaraga Penerima Manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST). Dengan sumber data primer dan data sekunder yang diperoleh dan kemudian dilakukan analisis data dan uji validitas dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah pada umumnya telah terlaksana dengan cukup baik, namun masih ditemui beberapa permasalahan dalam pengimplementasiaannya diantaranya masih banyak warga yang belum terdata untuk mendapatkan program Bantuan Langsung Tunai ini. Lalu terkait dengan struktur birokrasi yang masih belum banyak mengetahui tentang petunjuk pelaksanaan tentang Bantuan Sosial Tunai (BST).Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Bantuan Sosial Tunai, Komunikasi, Struktur Birokrasi, Implementasi Kebijakan
ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI PROGRAM PENANGGULANGAN PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS) DI DINAS SOSIAL DAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN KOTA BANDUNG Yuyun Mulyati; Muhammad Ridwan Caesar; Ellia Purnama; Rima Nur Rahmat
NEO POLITEA Vol 4, No 1 (2023): NEO POLITEA
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/neopolitea.v4i1.1076

Abstract

ASBTRAK       Fokus Penelitian ini adalah  terhadap Gelandang dan Pengemis (Gepeng) yang berkeliaran di jalanan di kota Bandung. Penambahan jumlah gepeng cukup signifikan, tahun 2018 terdapat 88 Gepeng meningkat menjadi 297pada tahun 2019, yang berdampak pada  keamananan dan kenyamanan para pengguna jalan serta timbulnya masalah social yang perlu dilakukan penanggulangan dan pembinaan terhadap Gepeng oleh dinas terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Strategi dalam Program Penanggulangan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), di Dinas Sosial dan Penanggungan Kemiskinan Kota Bandung.         Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan mencari sumber data ,observasi, dan teknik wawancara terhadap para informan yang berhubungan dengan objek yang diteliti.       Hasil penelitiannya adalah penerapan Manajemen Strategi Richard Rumelt (1980), : Kesesuaian (Consonance) Keunggulan (Advantage) Konsistensi (Consistency) Kelayakan (Feasibility), pada program di Dinas Sosial belum dilaksanakan dengan baik, hal tersebut terbukti adanya Gepeng baru yang menimbulkan masalah baru sehingga konsistensinya perlu adanya  penanggulangan. Tindakan  solusi yang dilakukan dengan memberikan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan minat dan bakat, melakukan  bimbingan sosial dan menambah fasilitas pendukung program tersebut.  Kendala pelaksanaan program tersebut adalah rendahnya tingkat kesadaran dan sikap mental  gepeng. Kesimpulan dari penelitian ini  bahwa program tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya,  bimbingan sosial sudah dilaksanakan dan ditujukan untuk para Gepeng namun berkesan  monoton.  Saran penulis perlu dilakukan adanya modifikasi program pelatihan dan keterampilan serta menambah  fasilitas penampungan Gepeng yang memadai. Kata Kunci: PMKS, gepeng (gelandangan dan pengemis),  manajemen strategi. 
POLA KARIR DALAM RESTRUKTURISASI ORGANISASI PT. JASA SARANA (PERSERO) Imanudin Kudus; Rudy Haryadi; Husni Farhani Mubarok; Dudung Ahmad Sugandi
NEO POLITEA Vol 4, No 1 (2023): NEO POLITEA
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/neopolitea.v4i1.1077

Abstract

ABSTRAK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola karir dalam reksturturisasi organisasi yang dilakukan oleh PT. Jasa Sarana (Persero). Dalam penelitian ini juga digunakan metode deskriptif analis, dimana dilakukan aktivitas pengumpulan informasi dan analisis data dengan observasi untuk memperoleh gambaran umum, desk study dengan melakukan analisis terhadap data atau dokumen terkait dari tim penyusun SOTK di PT. Jasa Sarana (Persero), in-depth interview dengan Direksi PT. Jasa Sarana (Persero) untuk mendapatkan gamabaran dan arah kebijakan organisasi, melakukan FGD dengan pimpinan dan tim perumus SOTK, serta Ekspose dalam rangka memaparkan berabagai temuan dan rancangan desain sebagai upaya perbaikan terhadap SOTK. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 2 macam pola karir yang dapat dilakukan, yaitu pola karir linear dan pola karir cross divison. Pola karir linear sendiri adalah dimana setiap jenjang jabatan fungsional naik kejenjang jabatan pada lingkup keahlian dari kelompok jabatan fungsionalnya. Sedangkan untuk pola karir cross division adalah perpindahan kelompok jabatan fungsional yang lebih dinamis, bisa terjadi secara horizontal (rotasi) dan vertikal (promosi). Namun pola karir pegawai idealnya dilakukan secara linear meskipun memang memungkinkan dilakukannya perpindahan baik horizontal maupun vertikal. Pola karir cross division biasanya dilakukan untuk mengantisipasi dinamika organisasi dan tentunya harus memperhatika konsekuensi serta komepetensi yang dimiliki oleh setiap jabatan.Kata Kunci: Pola Karir, Restrukturisasi, Organisasi
INOVASI PELAYANAN PUBLIK PENERAPAN APLIKASI SIMPATIK DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR JAWA TENGAH Dina, Dina; Heri, Heri; Rohmah, Siti Nur; Nurhadi, Nurhadi
NEO POLITEA Vol 4, No 1 (2023): NEO POLITEA
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/neopolitea.v4i1.1080

Abstract

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui inovasi pelayanan publik yang diterapkan di Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan kepada Organisasi Perangkat Daerah maupun masyarakat umum dengan menggunakan aplikasi SIMPATIK yang terdapat beberapa permasalahan di antaranya, kurangnya tenaga teknis, komputer tiba-tiba me-restart/mati, aplikasi eror, jika ada pemadaman listrik dari pusat dan keterlambatan pegawai dalam mengedit disposisi di aplikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Selanjutnya data diolah kemudian diedit dan akhirnya diinterpretasi. Kemudian analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Lalu untuk mengetahui kelayakan data, dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian memaparkan bahwa inovasi pelayanan publik di Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah berjalan kurang efektif dan efisien. Berdasarkan teori dari Rogers (2003) dalam Masyara dan As’ari, yaitu keunggulan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemungkinan coba dan kemudahan diamati, bahwasannya minimnya tenaga teknis dapat mempengaruhi kinerja pegawai dalam penggunaan aplikasi SIMPATIK, sarana dan prasarana yang kurang memadai sehingga menghambat pekerjaan, aplikasi SIMPATIK hanya bisa digunakan oleh pegawai saja dan bukan untuk masyarakat karena berisi arsip umum maupun khusus serta upgrade aplikasi juga diperlukan agar lebih memudahkan pekerjaan.Kata Kunci: Inovasi, Pelayanan Publik, Aplikasi dan Pegawai
DAMPAK KORUPSI DALAM KINERJA ORGANISASI Susila, Susila Susila
NEO POLITEA Vol 4, No 1 (2023): NEO POLITEA
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/neopolitea.v4i1.1288

Abstract

Pada umumnya kasus korupsi dominan terjadi di negara-negara terbelakang dan negara berkembang.  Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan korupsi adalah faktor ekonomi, politik, atau sosial budaya. Tidak adanya penerapan hukuman yang tegas atau pemberlakukan hukuman korupsi yang tebang pilih dapat menjadi faktor kehancuran suatu negara. Bagaimana agar hukuman terhadap pelaku korupsi dalam suatu organisasi dapat diterapkan secara adil, perlu komitmen yang tinggi dari manajemen puncak sebagai pembuat kebijakan. Dari sektor infrastruktur memiliki tingkat pidana korupsi tertinggi dibandingkan sektor lainnya yaitu sebesar 223 korupsi untuk rentang tahun 2016 sampai dengan tahun 2023.    Berdasarkan gender, jumlah pelaku korupsi laki-laki dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2019 bertambah menjadi 964 kasus , dimana terjadi lonjakan tindak pidana korupsi 70 kali lipat.  Sedangkan pelaku korupsi perempuan menjadi 102 kasus.  Berdasarkan jenis perkara, tindak pidana korupsi terkait gratifikasi/penyuapan mencapai jumlah yang paling tinggi yaitu 989 kasus.  Penanggulangan tindak pidana korupsi dalam suatu organisasi disebabkan oleh prinsip Good Corporate Governance yang belum terimplementasikan dengan baik

Page 1 of 1 | Total Record : 6