cover
Contact Name
Ali Multazam
Contact Email
physiohs@umm.ac.id
Phone
+6285255549895
Journal Mail Official
physiohs@umm.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.umm.ac.id/index.php/physiohs/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physiotherapy Health Science (PhysioHS)
Core Subject : Health, Science,
PhysioHS is a scientific publication and communication for widespread research and criticism topics in physiotherapy and health science. PhysioHS was published by the Department of the Physiotherapy University of Muhammadiyah Malang with frequency twice yearly in June and December. Information on PhysioHS focus and spacing include the following, Physiotherapy, Health Science, Public Health, and Rehabilitation.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy " : 10 Documents clear
Kombinasi Muscle Extension Strength Exercise dengan Kinesiotapping Terhadap Penurunan Nyeri dan Meningkatkan ROM serta Aktifitas Fungsional Lumbal Pada Pasien Hernia Nucleus Pulposus Quamila, Ashifa
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22291

Abstract

Hernia nucleus pulposus adalah suatu kondisi yang dimana terjadi penonjolan pada annulus fibrosus ke dalam lumen kanalis vertebralis sehingga nucleus pulposus robek karena cakram intervertebralis degeneratif. Kombinasi muscle extension strength exercise dengan kinesiotapping adalah metode lama yang dikembangkan untuk pemberian treatment kemudian diaplikasikan pada pasien hernia nucleus pulposus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas kombinasi muscle extension strength exercise dengan kinesiotapping dalam menurunkan nyeri, meningkatkan ROM serta aktifitas fungsional lumbal pada hernia nucleus pulposus di Laboratorium Program Studi S-1 Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien lansia di Kelurahan Karangayu, Kota Semarang sebanyak 40 orang terbagi dalam 2 kelompok, dimana kelompok kontrol (n=20) mendapatkan intervensi kinesiotapping sedangkan kelompok perlakuan (n=20) mendapatkan intervensi kombinasi muscle extension strength exercise dengan kinesiotapping. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yang berjumlah sebanyak 10 kali treatment. Hasil persentase menunjukkan pada kelompok perlakuan sebesar 12,05% dan pada kelompok kontrol sebesar 4,28%. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya perbedaan yang signifikan dan efektivitas kombinasi muscle extension strength exercise dengan kinesiotapping terhadap penurunan nyeri kemudian peningkatan ROM serta aktifitas fungsional lumbal pada pasien hernia nucleus pulposus.
Pengaruh Pemberian Stretching Exercise dan Documentation Based Care Program terhadap Pasien Mechanical Low Back Pain Larasati, Prihantoro
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22312

Abstract

Nyeri punggung bawah mekanis merupakan salah satu masalah muskuloskeletal yang paling umum pada pekerja. Faktor penyebabnya adalah pola postur tubuh pekerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah diberikan berbagai program latihan selama 12 minggu. Responden penelitian adalah karyawan PT Pama yang merupakan pasien Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Program latihan meliputi latihan persiapan, latihan peregangan, dan program perawatan berbasis dokumentasi. Hasil intervensi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap respon keluhan pasien. Signifikansi diketahui dari hasil evaluasi intervensi sebelum dan sesudah.
Hubungan Pengetahuan Ibu terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Cerebral Palsy Usia 3-5 Tahun Virly, Dilla; Maru'fa, Siti Ainun; Rahmanto, Safun
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22319

Abstract

Tingkat pendidikan ibu berpengaruh pada pengetahuan ibu terhadap perkembangan motorik kasar anak. Keterkaitan tersebut berdampak pada aktivitas tumbuh kembangnya. Anak cerebral palsy lebih membutuhkan perhatian dan treatment khusus dalam proses perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu terhadap perkembangan motorik kasar anak cerebral palsy usia 3-5 tahun. Responden sebanyak 32 anak cerebral palsy berusia 3-5 tahun dilakukan pengukuran menggunakan gross motor function measure dan kuisioner. Spearman test menunjukkan p > 0,05 dan r = 0,239 atau terdapat hubungan pengetahuan ibu terhadap perkembangan motorik kasar anak cerebral palsy usia 3-5 tahun dalam kategori cukup.
Efektivitas William Flexion Exercise terhadap Penurunan Nyeri dan Tingkat Kecemasan pada Lansia Low Back Pain Sutejo, Mianti Nurrizky
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22359

Abstract

Low back pain merupakan permasalahan pada gangguan musculoskeletal pada masyarakat lansia. Etiologi low back pain masih idiopatik namun bisa jadi karena trauma sehingga menyebabkan adanya nyeri dan kecemasan memuncak. Peningkatan nyeri dan kecemasan pada lansia low back pain merupakan permasalahan yang sering dialami oleh pasien baik tipe akut maupun kronik. William flexion exercise merupakan salah satu pilihan yang dapat dibuktikan kembali efektivitas pemberian treatment karena adanya tumpang tindih informasi dari berbagai macam penelitian yang diterapkan. William flexion exercise adalah latihan yang dapat mengurangi nyeri dan tingkat kecemasan pada lansia low back pain dengan mengaktivasi otot-otot fleksi. Penelitian ini pre eksperimental berjumlah 50 orang selama 3 bulan dalam 1 sesi program treatment. Nyeri dan tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi kemudian diberikan intervensi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji mann-whitney, wilcoxon, kombinasi ANOVA dengan Friedman,. Hasil penelitian menujukkan adanya efektivitas william flexion exercise terhadap penurunan nyeri dan tingkat kecemasan pada lansia low back pain.
Efektivitas Pemberian Strengthening Exercise dan Balance Exercise dalam Meningkatkan Lower Limb Strengthening pada Lansia: Randomized Controlled Trial (RCT) Pramusinta, Linda
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22377

Abstract

Gangguan keseimbangan mampu mempengaruhi kualitas kedua otot tungkai bawah pada lansia sehingga kemungkinan seseorang akan mengalami resiko jatuh. Penelian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian strengthening exercise dan balance exercise dalam meningkatkan kekuatan otot tungkai bawah pada lansia. Metode penelitian menggunakan eksperimental dengan randomized controlled trial (RCT) yang melibatkan pada lansia yang memiliki resiko jatuh. Sampel berjumlah 50 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Pengukuran keseimbangan dan kekuatan otot tungkai bawah menggunakan skala berg balance dan skala lower extremity functional. Analisis statik menggunakan Shapiro Wilk, ANOVA, uji Mauchly dan uji-T dependent. Hasil penelitian menunjukkan adanya signifikan (p < 0.05). Sehingga latihan penguatan tungkai bawah apabila diterapkan secara berkepanjangan mampu mengurangi resiko jatuh pada lansia.
Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Indeks Massa Tubuh pada Remaja Meila, Alya Sukma Bakti; Bachtiar, Farahdina; Condrowati, Condrowati; Nazhira, Fidyatul
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22587

Abstract

Aktivitas fisik diartikan sebagai gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka manusia yang membutuhkan pengeluaran energi. Di era digital seperti saat ini, remaja cenderung kurang melakukan aktivitas fisik atau berolahraga. Kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan oleh remaja dapat meningkatkan indeks massa tubuh. Semakin rendah aktivitas fisik seseorang, maka kemungkinan akan semakin besar pula peningkatan indeks massa tubuhnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh (IMT) pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah remaja yang merupakan siswa di SMK Kesehatan Bhakti Insani Depok dengan jumlah sampel sebanyak 93 orang. Parameter yang digunakan untuk mengukur aktivitas fisik menggunakan kuisioner IPAQ (International Physical Activity Questionnaire). Analisis data menggunakan SPSS 23. Hasil correlation coefficient antara aktivitas fisik dengan IMT sebesar 0,192 dengan nilai signifikansi 0,065 (p > 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa  tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan IMT pada remaja.
Peningkatan Kecepatan Jarak Tempuh dengan Penguatan Tungkai pada Atlet Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Bali Jaleha, Boki
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22639

Abstract

Atlet sepeda diharuskan menempuh jarak dalam waktu singkat dan dapat ditingkatkan dengan penguatan tungkai dengan metode knee tuck jump. Penelitian ini adalah experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 10 orang dengan teknik pengambilan purposive sampling. Data kecepatan jarak tempuh diukur dengan tes kecepatan jarak tempuh selanjutnya data dianalisis dengan uji normalitas menggunakan shapiro wilk test pada taraf signifikan p ≥ 0,05. Pengolahan data dan analisis data diperoleh rata-rata hasil pre-test penelitian yaitu 98.40 detik dan post-test sebesar 92.80 detik. Sehingga peningkatan yang terjadi yaitu 5,69 %, selanjutnya dilakukan uji pengaruh dengan menggunakan uji paired t-test dengan signifikan p = 0, 001. Nilai statistik tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kecepatan jarak tempuh dengan penguatan tungkai pada atlet sepeda ikatan sport sepeda Indonesia (ISSI) Denpasar, Bali.
Manajemen Fisioterapi pada Deep Vein Thrombosis (DVT) untuk Mengurangi Nyeri dan Meningkatkan Kekuatan Otot: Studi Kasus Adelia Savitri, Yusfica; Rosidah, Nikmatur
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22694

Abstract

Deep vein thrombosis merupakan bekuan darah yang terbentuk pada vena bagian dalam di bawah kulit. Gejala paling umum terjadi di lokasi bekuan darah, diantaranya adalah pembengkakan, kulit terasa hangat dan kemerahan serta nyeri. Penelitian ini menggunakan design single case yang dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dalam 2 minggu, pada Februari 2022, di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar, Sumenep, Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas manajemen fisioterapi menggunakan metode RICE (Rest, Icing, Compression, Elevation) yang dikombinasikan dengan latihan stretching untuk menangani responden dengan deep vein thrombosis (DVT). Hasil menunjukkan, pada tingkat nyeri diam bernilai 2 menjadi 1, nyeri tekan bernilai 5 menjadi 3, dan nyeri gerak bernilai 3 menjadi 2 Pada kekuatan otot gastrocnemius dan otot soleus dengan nilai 3 menjadi 4. Terjadi penurunan bengkak di atas tuberositas tibia dextra senilai 42 cm menjadi 40,5 cm berkurang sebanyak 1,5 cm, di bawah tuberositas tibia dextra senilai 34 cm menjadi 33 cm berkurang sebanyak 1 cm. Pada pengukuran lingkup gerak sendi (LGS) dari S: 0o -0o-80o meningkat menjadi 0o-0o-100o. Hasil laporan pemberian (Rest, Icing, Compression, Elevation) yang dikombinasikan dengan latihan stretching menunjukkan penurunan nyeri dan peningkatan kekuatan otot meskipun tidak signifikan.
Efektivitas Terapi Latihan Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) pada Asma Bronkial: Studi Kasus Syafriningrum, Iftitah Rahmawati
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22988

Abstract

Asma merupakan suatu keadaan obstruksi jalan napas reversibel yang ditandai dengan batuk, dipsnea, pada individu dengan hiperaktif saluran napas. Secara garis besar penatalaksanaan asma bronkial terbagi menjadi 2 yaitu farmakologi dan non-farmakologi. Penatalaksanaan nonfarmakologi pada pasien asma adalah pemberian Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) yang terdiri dari Breathing Control (BC), Thoracic Expansion Exercise (TEE), dan Forced Expiration Technique (FET). Setelah diberikan terapi sebanyak 3 kali terapi latihan ACBT efektif dalam mengurangi gejala pada pasien asma bronkial.
Hubungan antara Risiko Jatuh dengan Activity Daily Living pada Lanjut Usia Soleha, Devi; Munawwarah, Muthiah
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.23080

Abstract

Activity of Daily Living (ADL) adalah aktivitas sehari-hari yang berisi kemandirian seseorang dalam melakukan aktivitas dan fungsi kehidupan sehari-hari yang teratur. Penelitian ini untuk membuktikan adanya hubungan antara risiko jatuh dengan ADL pada lanjut usia secara deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling di Panti Werdha Wisma Mulia, Jakarta Barat. Total sampel sebanyak 30 lansia dan pada tiap sampel diperoleh data risiko jatuh yang diukur dengan Morse Fall Scale (MFS) dan ADL yang diukur dengan Indeks Katz. Jenis kelamin paling banyak pada sampel adalah perempuan (66,7%) dengan usia rata-rata sebesar 77 tahun. Selanjutnya nilai mean±SD pada pengukuran risiko jatuh diperoleh sebesar 40,67±18,83 dan nilai ADL sebesar 3,77±1,612. Uji hipotesis dengan uji Fisher menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara risiko jatuh dengan ADL pada lansia (p=0,007) yang mana pada risiko jatuh dan ADL. Sehingga terdapat hubungan signifikan antara risiko jatuh dengan ADL pada lanjut usia.

Page 1 of 1 | Total Record : 10