cover
Contact Name
Iwan Setiawan
Contact Email
setiawan@widuri.ac.id
Phone
+6221-5480552
Journal Mail Official
jurnal@widuri.ac.id
Editorial Address
Jalan Palmerah Barat No. 353 Jakarta Selatan 12210
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
INSANI
Published by STISIP Widuri Jakarta
ISSN : 24076856     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmiah INSANI diterbitkan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Widuri, Jakarta. Redaksi INSANI menerima artikel secara terbuka dari berbagai kalangan dalam Ilmu Komunikasi dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, serta bidang kemasyarakatan lainnya. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer internal dan eksternal sesuai bidang ilmunya
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2022): INSANI" : 5 Documents clear
The Analysis of We The Fest’s Digital Marketing Communication by Ismaya on Instagram Linda Shafura Najmussahar; Gati Dwi Yuliana
INSANI Vol 9 No 2 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergeseran praktik pemasaran konvensional ke digital telah dimanfaatkan pemasar untuk berkomunikasi secara interaktif. We The Fest, festival musik yang gencar melakukan pemasaran di media sosial, khususnya Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi pemasaran digital yang dilakukan Ismaya melalui Instagram for We The Fest berdasarkan tujuan pemasaran mereka dari segi pendekatan, cara pemasaran, jenis pesan dan fitur. Konsep yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini adalah komunikasi pemasaran di media sosial, model MAIN, karakteristik media dan Instagram. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah peneliti dan alat bantu wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Huberman and Miles dan teknik validitas data yang digunakan adalah validasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa We The Fest menggunakan pendekatan audio, visual dan sensorik untuk penyampaian pesannya. Dilengkapi dengan bentuk dan jenis pesan multimedia yang mengandung unsur populer, slice-of-life dan trigger user-generated content. Saat melakukan akomodasi, Ismaya lebih mengutamakan pemecahan masalah yang dialami audiensnya dan menanggapinya. Mereka juga menggunakan respon dari audiens mereka untuk mengembangkan strategi komunikasi. We The Fest mengikat dan terhubung dengan audiens mereka melalui program loyalitas dan kompetisi. Tidak hanya di Instagram, We The Fest juga mempublikasikan pesan pemasarannya ke media sosial lain, media konvensional, dan restoran milik Ismaya. We The Fest menggunakan berbagai fitur Instagram dengan memperhatikan interaktivitas, kegunaan, dan daya tahan pesan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memunculkan perbandingan antara beberapa media sosial yang digunakan sebagai alat komunikasi pemasaran untuk mengetahui keunikan masing-masing platform dan memastikan ketepatan media sosial yang digunakan untuk memasarkan festival musik.
Berobat Aja Kok Repot: Telaah Opini Publik Kontroversi Pernyataan Menteri Kesehatan Pada Unggahan Akun Instagram @Lambe_Turah Shinta Riski Amanda; Asmaul Husna; Yuhdi Fahrimal
INSANI Vol 9 No 2 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaminan kesehatan merupakan hak setiap warga yang harus dipenuhi oleh negara tanpa ada diskriminasi. Pernyataan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang orang kaya tidak dianjurkan untuk menggunakan layanan Badan Penyedia Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengundang kontroversi. Di media sosial berita pernyataan Menteri Kesehatan diunggah dan mendapatkan respon yang beragam salah satunya di akun Instagram @Lambe_Turah. Akun yang berfokus pada informasi selebriti dan peristiwa viral ini memiliki 11 juta pengikut sehingga setiap informasi yang dibagikan akan mendapat tanggapan yang sangat banyak. Riset ini bertujuan untuk menganalisis komentar warganet terkait pernyataan Menteri Kesehatan dan selanjutnya akan dianalisis menggunakan perspektif teori opini publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi kualitatif terhadap komentar masyarakat di akun Instagram @Lambe_Turah. Analisis difokuskan pada nada komentar yang dikategorikan dalam tiga tipe, yaitu, kontra, pro, dan netral dimana setiap tipe tersebut akan dihitung frekuensinya. Hasil penelitian menemukan bahwa tipe nada komentar warganet didominasi oleh kontra dengan jumlah 1995 komentar, sedangkan untuk nada komentar dukungan terhadap narasi Menteri Kesehatan hanya ada dua komentar saja. Peneliti berkesimpulan bahwa dalam era digital pemerintah harus hati-hati dalam membuat pernyataan publik. Media sosial merupakan ruang publik dimana narasi kebijakan pemerintah dengan cepat mendapat umpan balik dari publik dan berpengaruh terhadap pembentukan kebijakan. Riset ini memberikan saran dalam pengembangan kajian opini publik di era media sosial.
Hubungan Antara Pemanfaatan Twitter Dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Mahasiswa UKI Di Era Pandemi Covid-19 Pricelia Ruth Lidwina; Chontina Siahaan; Yesa Yulina Moningka
INSANI Vol 9 No 2 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hubungan antara pemanfaatan Twitter dengan pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa di era pandemi Covid-19. Dalam hal ini, peneliti menjadikan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia angkatan 2020 sebagai objek penelitian. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah adakah hubungan antara pemanfaatan Twitter dengan kebutuhan informasi mahasiswa UKI 2020. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara pemanfaatan Twitter dengan pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa UKI 2020. Teori kebutuhan informasi menjadi teori landasan yang digunakan dalam penelitian ini, karena teori ini sangat mencerminkan dimana setiap manusia memiliki tuntutan untuk memenuhi kebutuhan informasinya melalui berbagai media yang ada sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan data penelitian melalui penyebaran kuesioner dan juga studi kepustakaan. Peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling proposional. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan berupa koefisien relasi dan juga signifikansi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemanfaatan Twitter dengan pemenuhan kebutuhan informasi. Pernyataan tersebut berdasarkan hasil penelitian dalam pengujian hipotesis, yang menyatakan bahwa nilai rhitung > rtabel (0,0746 > 0,195) maka Ho ditolak.
Self Disclosure Pada Anak Korban Perceraian Melalui Tik Tok Safira Marsha Saputri; Aprilyanti Pratiwi
INSANI Vol 9 No 2 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perceraian merupakan berakhirnya hubungan antara suami dengan istri pada satu keluarga. Dalam hal ini anak korban perceraian melihat langsung orangtuanya bertengkar atau melakukan kekerasan fisik terhadap satu sama lain dalam pertengkaran yang berujung perceraian. Akibatnya anak korban perceraian khususnya pada remaja tahap madya terkadang sulit untuk melakukan self disclosure kepada orang lain. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui self disclosure pada anak korban perceraian melalui Tik Tok. Konsep yang digunakan pada penelitian ini yaitu self disclosure, anak korban perceraian, media sosial, dan remaja. Paradigma yang digunakan yaitu post-positivisme dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Unit analisisnya adalah individu, yaitu anak korban perceraian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa anak korban perceraian melakukan self disclosure melalui Tik Tok dengan cara mengunggah video dengan musik sebagai instrumen latar yang membahas mengenai permasalahan keluarga yang sedang dihadapinya. Salah satu faktor yang mendorong anak korban perceraian melakukan self disclosure melalui Tik Tok yaitu karena Tik Tok dianggap media yang paling tepat dan respon yang didapat cenderung bersifat positif, sehingga hal ini dapat memberikan umpan balik yang baik dan self disclosure dapat tersampaikan dengan jelas.
Pemenuhan Unsur-Unsur Berita Dalam Pemberitaan Covid-19 Pada Detik.com Ayu Tanti Rahayu; Nelson Holong Parapat
INSANI Vol 9 No 2 (2022): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemenuhan unsur-unsur berita pada berita Covid-19 di media online detik.com. Untuk menjawab masalah penelitian ini, peneliti menggunakan perspektif teori jurnalistik tentang unsur-unsur berita 5W+1H (What, Who, Why, Where, When, dan How). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis isi. Subjek penelitian atau sumber data dalam penelitian ini adalah berita-berita Covid-19 di detik.com dengan penentuan sumber menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah berita yang diteliti sebanyak 12 berita. Unit analisis dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat di dalam naskah berita Covid-19 yang sudah ditayangkan di detik.com. Kalimat-kalimat berita yang dimaksud adalah semua kalimat yang tercakup di dalam judul, lead, tubuh berita, dan leg berita. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa media online detik.com belum secara penuh menerapkan unsur What, Who, Why, Where, When, dan How pada berita-berita yang diteliti dan masih belum menerapkan disiplin jurnalistik mengenai unsur berita 5W+1H yang merupakan pedoman penulisan berita dalam menyajikan berita tentang Pandemi Covid-19.

Page 1 of 1 | Total Record : 5