cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 319 Documents
Uji Daya Analgetik Dekokta Daun Sirsak (Annona Muricata L.) terhadap Mencit Jantan (Mus Musculus) Galur Swiss Ridho Khafida; Susi Endrawati - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.051 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to determine the analgesic effect and determine the most effective dose proportional to the positive control arising from the administration of soursop leaf decocta in male mice (Mus musculus) Swiss strain induced with acetic acid. Test animals consisted of five treatment groups, each group consisting of five mice. The treatment of group I was given Acetosal as a positive control, group II was given aquadest as a negative control, group III was given a decocta of 1%, the treatment group IV was given a decocta of 2% and group V was given a decocta of 4% with a volume of 0 each , 5 ml orally. 30 minutes and then injected with 1% acetic acid intraperitoneally, then observed stretching generated and counted every 5 minutes for one hour. The results obtained were analyzed using the One-way ANOVA test and LSD test showed that soursop leaf decocta 1%, 2% and 4% levels with positive control (acetosal) had a significant value <0.05 then H0 was rejected, so there was a difference between levels administration of 1%, 2% and 4% with positive control. Soursop leaf decocta (Annona muricata L.) has analgesic power on experimental animals of male mice (Mus musculus) Swiss strain and at certain concentrations has analgesic power comparable to positive control. The most effective decocta as an analgesic is at 4% with analgesic power of 38.07% ± 1.07%, but it is still below the positive control analgesic power.Keywords: Analgesics, Decocta of Soursop Leaves and Male Mice. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgetik dan mengetahui dosis paling efektif sebanding dengan kontrol positif yang ditimbulkan dari pemberian dekokta daun sirsak pada mencit jantan (Mus musculus) galur Swiss yang diinduksi dengan asam asetat. Hewan uji terdiri dari lima kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari lima ekor mencit. Perlakuan kelompok I diberi Acetosal sebagai kontrol positif, kelompok II diberi aquadest sebagai kontrol negatif, kelompok III diberi dekokta dengan kadar 1%, kelompok perlakuan IV diberi dekokta dengan kadar 2% dan kelompok V diberi dekokta kadar 4% dengan volume pemberian masing-masing 0,5 ml secara peroral. 30 menit kemudian disuntik dengan asam asetat 1% secara intraperitoneal, selanjutnya diamati geliat yang ditimbulkan dan dihitung setiap 5 menit sekali selama satu jam. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA dan uji LSD menunjukkan bahwa dekokta daun sirsak pada kadar 1%, 2% dan 4% dengan kontrol positif (asetosal) memiliki nilai signifikan <0,05 maka H0 ditolak, sehingga ada perbedaan antara kadar pemberian 1%, 2% dan 4% dengan kontrol positif. Dekokta daun sirsak (Annona muricata L.) mempunyai daya analgetik terhadap hewan percobaan mencit jantan (Mus musculus) galur Swiss dan pada konsentrasi tertentu memiliki daya analgetik sebanding dengan kontrol positif. Dekokta yang paling efekif sebagai analgetik yaitu pada kadar 4% dengan daya analgetik sebesar 38,07%±1,07%, tetapi masih dibawah daya analgetik kontrol positif.Kata kunci: Analgetik, Dekokta Daun Sirsak dan Mencit Jantan.
Pengaruh Variasi Hpmc Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Etanol Daun Mangga (Mangifera indica L.) Terhadap Stabilitas Fisik Sediaan. Aprilia Wulansari; Sri Saptuti Wahyuningsih - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.461 KB)

Abstract

Abstract:  Mango leaves are known to have antioxidant, anti-acne, anti-inflammatory, antipyretic, and contain flavonoid compounds, gallic acid, astragalin, filsetin, and quersetin. This study aims to determine whether variations in HPMC levels affect the physical stability of the peel-off gel mask sedan extract of Mango Leaves (Mangifera indica L.).This type of research is an experimental study, which observes the effect of variations in HPMC levels on the physical stability of peel-off gel mask preparations of Mango Leaf (Mangifera indica L.) ethanol extract.The yield of mango leaf extract obtained was 34.06% w / w. The third organoleptic formulation was in the form of peel-off gel, yellow green, jasmine odor, and a homogeneous result was obtained with pH 6. All three formulations had different drying times, in formulation III had a drying time with an average of 1493 seconds while in formulation I had a time dries longer with an average of 1319 seconds. In the adhesion test produced the best is with an average of 15.67 seconds. In the spread test, the three formulations did not meet the spread test requirements, which were 5-7 cm2. The protective power test for formulations I, II, and III has a protective power with an average of 30 seconds. Differences in the variation of HPMC levels affect the stickiness test with a significant value of 0.333, the dry time test with a significant value of 0.001, the spreadability with a significant value of 0.0001, and have no effect on the organoleptic test, pH test, homogeneity test and protective power test. Variations in HPMC levels did not affect the physical stability of the peel-off gel mask preparation of Mango Leaf (Mangifera indica L.) ethanol extract which included organoleptic test, homogeneity, and pH test. Keywords : Mango Leaves (Mangifera indica L.), Gel peel-off mask, Physical stability of the preparation. Abstrak: Daun mangga diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antijerawat, antiinflamasi, antipiretik, dan mengandung senyawa flavonoid, asam galat, astragalin, filsetin, dan quersetin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variasi kadar HPMC berpengaruh terhadap stabilitas fisik sedian masker gel peel-off ekstrak etanol Daun Mangga (Mangifera indica L.).Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental, yaitu mengamati pengaruh variasi kadar HPMC terhadap stabilitas fisik sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol Daun Mangga (Mangifera indica L.).Rendemen ekstrak daun mangga yang diperoleh adalah 34,06% b/b. Organoleptis ketiga formulasi berbentuk gel peel-off, berwarna hijau kuning, bau melati, dan didapat hasil yang homogen dengan pH 6. Ketiga formulasi memiliki waktu mengering berbeda, pada formulasi III memiliki waktu mengering dengan rata-rata 1493 detik sedangkan pada formulasi I memiliki waktu mengering lebih lama dengan rata-rata 1319 detik. Pada uji daya lekat yang dihasilkan paling bagus yaitu dengan rata-rata 15,67 detik. Pada uji daya sebar dari ketiga formulasi tersebut tidak memenuhi persyaratan uji daya sebar yaitu 5 – 7 cm2. Uji daya proteksi formulasi I,II, dan III memiliki daya proteksi dengan rata-rata 30 detik. Perbedaan variasi kadar HPMC berpengaruh pada uji daya lekat dengan nilai signifikan 0,333, uji waktu mengering dengan nilai signifikan 0,001, daya sebar dengan nilai signifikan 0,0001, dan tidak berpengaruh pada uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas dan uji daya proteksi.Variasi kadar HPMC tidak berpengaruh terhadap stabilitas fisik sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol Daun Mangga (Mangifera indica L.) yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, dan uji pH.Kata Kunci : Daun Mangga (Mangifera indica L.), Masker gel peel-off, Stabilitas fisik sediaan.
Penurunan Nyeri Lutut Lansia Dengan Latihan Stretching Di Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta Erika Dewi Noorratri; Sri Hartutik - STIKES ‘Aisyiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.224 KB)

Abstract

Abstract: Elderly is the final stage of the human life cycle, which is a part of the life process that cannot be realized and will be experienced by every individual in the world. The effect on the aging process can cause various problems. These problems include biologically, mentally, and economically. In the elderly who experience physical deterioration due to the aging process can be prevented by doing various components of exercise. Components of exercise in the elderly can be given with flexibility or stretching exercises in the elderly. Many elderly people at Surakarta Dharma Nursing Home suffer knee pain. Pain in the knee can be reduced by stretching exercises. Objective: To analyze the decline in elderly knee pain with stretching exercises at the Dharma Bakti Surakarta nursing home. Method: Quasi Experimental method. The study design was pre-post group test design with control group. The research sample consisted of 18 treatment groups and 18 control groups. Results: showed that in the elderly treatment group there was a significant decrease in knee pain from the first meeting to the sixth, with a value of p = 0,000 (p <0.05). The stretching exercise treatment significantly decreases knee pain in the elderly, the control treatment does not significantly reduce knee pain in the elderly and the treatment of stretching exercises is better at reducing knee pain in the elderly than the control. Conclusion: The stretching exercise treatment significantly influences knee pain in the elderly.Keywords: Stretching, knee pain, elderly Abstrak :  Lansia merupakan tahap akhir dari siklus hidup manusia, dimana merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat disadari dan akan dialami oleh setiap individu di dunia. Pengaruh pada proses menua dapat menimbulkan berbagai masalah. Masalah tersebut diantaranya baik secara biologis, mental, maupun ekonomi. Pada lansia yang mengalami kemunduran secara fisik akibat proses penuaan dapat dicegah dengan melakukan berbagai komponen latihan. Komponen latihan pada lansia dapat diberikan dengan latihan fleksibilitas atau peregangan pada lansia. Lansia di panti wredha dharma bhakti Surakarta banyak yang mengalami nyeri pada lutut. Nyeri pada lutut dapat diturunkan dengan latihan stretching. Tujuan Penelitian : Menganalisis penurunan nyeri lutut lansia dengan latihan stretching di panti wredha Dharma Bakti Surakarta. Metode: metode Quasi Eksperimental. Rancangan penelitian pre-post group test design with control group.sampel penelitian ada 18  kelompok perlakuan dan 18 kelompok kontrol. Hasil: menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan lansia terjadi penurunan nyeri lutut secara signifikan dari pertemuan pertama sampai keenam, dengan nilai p=0,000 (p< 0,05). Perlakuan latihan stretching secara signifikan berpengaruh menurunkan nyeri lutut pada lansia, perlakuan kontrol tidak signifikan menurunkan nyeri lutut pada lansia dan perlakuan latihan stretching lebih baik dalam menurunkan nyeri lutut pada lansia dibandingkan kontrol. Kesimpulan: Perlakuan latihan stretching secara signifikan berpengaruh signifikan menurunkan nyeri lutut pada lansia.Kata Kunci : Stretching,  nyeri lutut, lansia
Analisis Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Seligi (Phyllanthus Buxifolius Muell. Arg) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Diah Kemala Sari; Siwi Hastuti - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.07 KB)

Abstract

Abstract: Seligi plants (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) have long been empirically used by the community as pain medications in sprained joints and to treat rheumatism. Apart from being anti-pain, seligi leaves are also known to be used as antioxidants, antipyretics and anti-inflammatory. Various benefits of seligi leaves indicate that seligi leaves contain large flavonoids, the more benefits produced by a plant, the greater the flavonoid content contained by these plants. This study aims to analyze the total flavonoid levels contained in the ethanol extract of seligi leaves. Isolate the extract using maceration methods. Determination of total flavonoid levels of ethanol extract of seligi leaves using a comparison of quercetin with a series of concentrations of 50, 100, 200, 300, 400 ppm with a wavelength of 480 nm. absorbance values were measured by UV-Vis spectrophotometer. The absorbance value was analyzed using a linear regression equation so that the total flavonoid levels obtained from the ethanol extract of seligi leaves. The results obtained by quercetin concentration from each series of concentrations of 50 ppm (0.165), 100 ppm (0,250), 200 ppm (0.362), 300 ppm (0.468) and 400 ppm (0, 893), and total flavonoid extract levels ethanol leaves seligi at 13, 70%. The results obtained by the total flavonoid levels of ethanol extracts of seligi leaves were (13.86 ± 1, 27)%.Keywords: UV-Vis spectrophotometry, Seligi, Phyllanthus buxifolius, total flavonoid. Abstrak: Tanaman seligi (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) sejak lama secara empiris digunakan masyarakat sebagai obat nyeri pada sendi terkilir dan untuk mengobati rematik. Selain sebagai anti nyeri, daun seligi juga diketahui dapat digunakan sebagai antioksidan, antipiretik dan antiinflamasi. Berbagai manfaat dari daun seligi menandakan bahwa daun seligi mengandung flavonoid yang besar, semakin banyak manfaat yang dihasilkan oleh suatu tanaman, maka semakin besar pula kandungan flavonoid yang dikandung oleh tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak etanol daun seligi. Isolasi ekstrak menggunakan menggunakan metode maserasi. Penentuan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun seligi menggunakan pembanding kuersetin dengan seri konsentrasi 50, 100, 200, 300, 400 ppm dengan panjang gelombang 480 nm. nilai absorbansi diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Nilai absorbansi dianalisis menggunakan persamaan regresi linier sehingga didapatkan hasil kadar flavonoid total ekstrak etanol daun seligi. Hasil penelitian diperoleh konsentrasi kuersetin dari masing-masing seri konsentrasi 50 ppm (0,165), 100 ppm (0,250), 200 ppm (0,362), 300 ppm (0,468) dan 400 ppm (0, 893), dan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun seligi sebesar 13, 70 %. Hasil penelitian diperoleh kadar flavonoid total ekstrak etanol daun seligi sebesar (13,86 ± 1, 27)%.Kata kunci: Spektrofotometri UV-Vis, Seligi, Phyllanthus buxifolius, Flavonoid total
Uji Daya Analgetik Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona Muricata L) Terhadap Mencit Jantan Galur Swiss Anom Parmadi; Novi Indah Aderita; Widy Septianingsih - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.217 KB)

Abstract

Abstract: One of the traditional plants used as painkillers or analgesics is soursop leaves because of the content of the alkaloid chemical, tannins. Pain is a disturbing and uncomfortable condition for the sufferer, but pain can be used as a sign of tissue damage. Pain caused by mechanical, chemical or physical stimuli (heat, electricity) can cause tissue damage. This study aims to determine the effect of soursop leaf ethanol extract as an analgesic and prove that soursop leaf ethanol extract can reduce the amount of stretching in mice induced with acetic acid. This research is an experimental research. With variations in the ethanol extract of soursop (Annona muricata L.) leaves in mice. The analysis was carried out by observing organoleptic extracts and the amount of stretching caused after acetic acid induction and% analgesic power. Data analysis techniques using the ANOVA one-way test with the help of the SPSS program. The ethanol extract of Soursop leaves has analgesic effect. The results of the Post Hoc Test (LSD) analysis between positive control (acetosal) 65 mg / kgBW, Soursop leaf extract 1.5 g / kgBW, 3 g / kgBW showed significant values 0.0001 <from 0.05 and soursop leaf extract 6 g / kgBB shows a significant value of 0.019 <0.05 which means that there are significant differences between treatment groups. The results of the increase in the analgesic effect on soursop leaf extract dose of 1.5 g / kgBB 14.38%, dose of 3g / kgBB 20.8%, dose of 6g / kgBB 30.16%.Keyword : Ethanol Extract Soursop Leaves, Analgesic Power, Mice. Abstrak: Salah satu tanaman tradisional yang dimanfaatkan sebagai antinyeri atau analgetik adalah daun sirsak karena kandungan zat kimia alkaloid, tanin. Nyeri merupakan keadaan yang menganggu dan tidak nyaman bagi penderita nya, namun nyeri dapat digunakan sebagai tanda adanya kerusakan jaringan. Nyeri yang disebabkan oleh rangsangan mekanis, kimiawi atau fisis (kalor, listrik) dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun sirsak sebagai analgetik serta membuktikan bahwa ekstrak etanol daun sirsak dapat mengurangi jumlah geliat pada mencit yang diinduksi dengan asam asetat. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Dengan variasi dosis ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) pada mencit. Analisis dilakukan dengan  mengamati organoleptis ekstrak dan jumlah geliat yang ditimbulkan setelah diinduksi asam asetat serta % daya analgetik. Teknik analisis data mengunakan uji one-way ANOVA dengan bantuan program SPSS. Ekstrak etanol daun Sirsak memiliki efek analgetik. Hasil dari analisis Post Hoc Test (LSD) antara kontrol positif (asetosal) 65 mg/kgBB, Ekstrak daun sirsak 1,5 g/kgBB, 3 g/kgBB menunjukan nilai signifikan 0,0001 < dari 0,05 dan ekstrak daun sirsak 6 g/kgBB menunjukan nilai signifikan 0,019 < 0,05 yang berarti menunjukan ada perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan. Hasil presentase kenaikan efek analgetik pada ekstrak daun sirsak dosis 1,5 g/kgBB 14,38%, dosis 3 g/kgBB 20,8%, dosis 6 g/kgBB 30,16%.Kata kunci : Ekstrak Etanol Daun Sirsak, Daya Analgetik, Mencit
Hubungan Ketepatan Terminologi Medis Terhadap Keakuratan Kode Diagnosis Pasien Rujukan Berdasarkan ICD-10 Di Puskesmas Baki Sukoharjo Triwulan IV Tahun 2019 Bangkit Ary Pratama - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.089 KB)

Abstract

Abstract: The use of medical terminology is also one of the important things in supporting codingfication because it is a means of communication between medical professions, in writing a diagnosis must be in accordance with the correct terminology that is based on ICD-10. The purpose of this study was to determine the relationship between the accuracy of medical terminology and the accuracy of diagnosis codes for referral patients based on ICD-10 in Puskesmas Baki Sukoharjo in the fourth quarter of 2019. This type of research was analytic with a sample of 94 and a population of 1615 forms. The research instrument used observation guidelines, interviews and ICD-10 books. The results showed from a sample of 94 diagnoses and their codes, there were 27 (29%) precise terminology and 67 (71%) incorrect terminology, and an accurate outpatient diagnosis code of 24 (26%) and an inaccurate outpatient diagnosis code of 70 (74%) code. From the Chi-Square Test statistic, the p-value was 0.022. The conclusion of this study is that there is a relationship between the accuracy of medical terminology with the accuracy of the diagnosis code for referral patients based on ICD-10 in Puskesmas Baki Sukoharjo in the fourth quarter of 2019.Keyword: accuracy, medical terminology, accuracy, diagnosis code, ICD-10 Abstrak: Penggunaan terminologi medis juga menjadi salah satu hal penting dalam menunjang kodefikasi karena merupakan sarana komunikasi antar profesi medis, dalam penulisan diagnosis harus sesuai terminologi yang benar yaitu berdasarkan ICD-10. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketepatan terminologi medis terhadap keakuratan kode diagnosis pasien rujukan berdasarkan ICD-10 di Puskesmas Baki Sukoharjo triwulan IV tahun 2019. Jenis penelitian adalah analitik dengan sampel sebanyak 94 dan populasi yaitu 1615 formulir. Instrumen penelitian dengan menggunakan pedoman observasi,wawancara dan buku ICD-10. Hasil penelitian menunjukkan dari sampel sebanyak 94 diagnosis serta kodenya, terdapat 27 (29%) terminologi tepat dan 67 (71%) terminologi tidak tepat, serta kode diagnosis rawat jalan akurat sebanyak 24 (26%) dan kode diagnosis rawat jalan tidak akurat sebanyak 70 (74%)  kode. Dari hasil uji statistik Chi-Square Test, diperoleh nilai p-value sebesar 0,022. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara ketepatan terminologi medis dengan keakuratan kode diagnosis pasien rujukan berdasarkan ICD-10 di Puskesmas Baki Sukoharjo triwulan IV tahun 2019.Kata kunci:  ketepatan, terminologi medis, keakuratan, kode diagnosis, ICD-10
Daya Anthelmintik Ekstrak Etanol Daun Andong (Cordyline Fruticosa) Terhadap Cacing Gelang Ayam (Ascardia Galli) Secara In Vitro Umu Chabibah; Siwi Hastuti - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.53 KB)

Abstract

Abstract: Andong leaves (Cordyline fruticose) contain phenol compounds, flavonoids, saponins, tannins, sesquiterpenes, and triterpenoids. The content of these compounds is thought to kill worms. The number of chicken roundworms used was 8 worms per treatment group. In this study there were 1 negative control (0.1 ml DMSO + NaCl 0.9% solvent), 1 positive control (5 ml pyrantel pamoate + 0.1 ml DMSO + 0.9% Nacl solvent), and 10 series of dose dilution, 1 gram of ethanol extract of andong leaves + 0.1 ml DMSO and diluted with 0.9% NaCl, counted the number of chicken worms that died during 24 hours of treatment then calculated the percentage of death by probit analysis using SPSS 16.0 for windows to determine the LC50 value of andong leaf extract. This research uses maceration method with the weight of 24.83 gram thick extract and the obtained obtained is 12.415% w / w. The results of the control (+) worm death time for each group (8 tails) were 8 hours, for control (-) worm death time in each group (8 tails) which was 18 hours, the results of the dose dilution series showed that for a concentration of 100 mg / ml (initial dose) causes the highest percentage of worm deaths, for a concentration of 0.1953125 mg / ml causes the lowest percentage of worm deaths. It can be concluded that the higher concentration of extract can cause high number of deaths in worms. The results of this study were analyzed using SPSS 16.0 for windows showing the LC50 was 19,248 mg / ml.Keywords: Cordyline fruticosa, anthelmintic power test, in vitro method, Ascardia galli. Abstrak: Daun andong (Cordyline fruticosa) mengandung senyawa Fenol, Flavonoid, Saponin, Tanin, Seskuiterpen, dan Triterpenoid. Dari kandungan senyawa tersebut diduga dapat membunuh cacing. Jumlah cacing gelang ayam yang digunakan adalah 8 ekor cacing tiap kelompok perlakuan. Pada penelitian ini terdapat 1 kontrol negatif (0,1 ml pelarut DMSO + NaCl 0,9%), 1 kontrol positif (5ml pirantel pamoat + 0,1 ml pelarut DMSO + 0,9% Nacl), dan 10 seri pengenceran dosis, 1 gram ekstrak etanol daun andong+ 0,1 ml DMSO dan dilakukan pengenceran dengan NaCl 0,9%, menghitung jumlah cacing ayam yang mati selama 24 jam perlakuan kemudian dihitung persentase kematiannya dengan analisis probit menggunakan SPSS 16.0 for windows untuk menentukan nilai LC50 ekstrak daun andong. Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan berat ekstrak kental 24,83 gram dan randemen yang didapat yaitu 12,415 % b/b. Hasil penelitian dari kontrol (+) waktu kematian cacing setiap kelompok (8 ekor) yaitu 8 jam, untuk kontrol (-) waktu kematian cacing pada setiap kelompok (8 ekor) yaitu 18 jam, Hasil dari seri pengenceran dosis menunjukan bahwa untuk konsentrasi 100mg/ml (dosis awal) menyebabkan prosentasi kematian tertinggi pada cacing, untuk konsentrasi 0,1953125 mg/ml menyebabkan prosentase kematian cacing dengan angka terendah. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak dapat menyebabkan kematian dengan jumlah tinggi pada cacing. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan SPSS 16.0 for windows  menunjukan LC50  adalah 19,248 mg/mlKata kunci : Cordyline fruticosa, uji daya anthelmintik, metode in vitro, Ascardia galli.
Pijat Kaki Dan Pisang Ambon Atasi Masalah Perilaku Mencari Pertolongan Kesehatan Pada Keluarga Hipertensi Noviyanti Savitri; Tutik Yuliyanti - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.603 KB)

Abstract

Abstract: Lack of community knowledge about the treatment of hypertension results in families making behavioral efforts seeking health help. One effort to utilize health services to improve the level of health with non-pharmacological treatment is foot massage therapy and consumption of ambon bananas. This study aims to describe the management of foot massage and administration of ambon bananas with behavioral problems seeking health help in families with hypertension. This type of descriptive research using a nursing process approach, the method of collecting research subjects with Purposive Sampling was conducted on 5 subjects. The assessment obtained historical data of having hypertension since 3 years, rarely checking blood pressure unless you feel dizziness that is unbearable, have not been able to increase the degree of health higher, lack of understanding about the disease, have difficulty sleeping at night and feel heavy in the neck, dizziness, still consume excess salt and goat meat, lazy to exercise, stress the disease is sustainable, like drinking coffee and smoking. TTV: average BP: 150 / 100-90 mmHg, pulse: 80-100 times / minute, respiration: 16-24 times/ minute, temperature: 36.50-37.50C. Nursing problems in managing health care seeking behavior are related to lack of knowledge about health care. Nursing plan with foot massage therapy and ambon banana. Nursing measures to assess the improvement of health status, observing TTV, foot massage and giving ambon bananas. The results after foot massage for 6 visits for 2 weeks and giving ambon bananas for 5 consecutive days the behavior problems seeking health help was resolved. Conclusion: the act of foot massage and giving ambon bananas to the family can reduce high blood pressure.Keywords: Therapy of foot massage, Ambon banana, health seeking behavior, hypertension Abstrak: Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang perawatan hipertensi berakibat keluarga melakukan upaya perilaku mencari pertolongan kesehatan. Salah satu upaya pemanfaatan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan derajad kesehatan dengan pengobatan non farmakologis yaitu terapi pijat kaki dan komsumsi pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penatalaksanaan pijat  kaki dan pemberian pisang ambon dengan masalah perilaku mencari pertolongan kesehatan pada keluarga yang mengalami hipertensi. Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan, metode pengambilan data subjek penelitian dengan Purposive Sampling dilakukan terhadap 5 subjek. Pengkajian didapatkan data riwayat mengalami hipertensi sejak 3 tahun, jarang memeriksakan tekanan darah kecuali jika merasakan pusing yang tidak tertahankan, belum dapat meningkatkan derajat kesehatan yang lebih tinggi, kurang mengerti tentang penyakitnya, mengalami sulit tidur pada malam hari dan terasa berat di tengkuk, pusing, masih mengkonsumsi garam berlebih dan daging kambing,  malas untuk berolahraga, stres penyakitnya berkelanjutan, suka minum kopi dan merokok. TTV : TD rata – rata  : 150/100-90 mmHg,  nadi : 80-100 kali/menit, respirasi : 16-24 kali/menit, suhu: 36,50- 37,50C. Masalah keperawatan penatalaksanaan perilaku mencari pertolongan kesehatan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan terhadap  perawatan kesehatan. Rencana keperawatan dengan terapi pijat kaki dan pemberian pisang ambon. Tindakan keperawatan melakukan pengkajian terhadap peningkatan derajad kesehatan, mengobservasi TTV,melakukan pijat kaki dan pemberian pisang ambon. Hasil setelah dilakukan pijat kaki selama 6 kali kunjungan selama 2 minggu  dan pemberian pisang ambon selama 5 hari secara berturut-turut masalah perilaku mencari pertolongan kesehatan teratasi.Simpulan: tindakan pijat kaki dan pemberian pisang ambon pada keluarga dapat menurunkan tekanan darah tinggi.Kata kunci : Terapi pijat kaki, pisang ambon, perilaku mencari pertolongan kesehatan, hipertensi
Konseling Parenting Sebagai Upaya Menurunkan Kejadian Gangguan Psikologis Post Partum Surati Ningsih - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.862 KB)

Abstract

Abstract : Primipara have tendency experience of the post partum psychology problems, because limitted knowledge abaut  parenting. 50% of post partum have tendency to be post [artum blues and still be uncared by midwife. This study aimed to know the difference of Postpartum psychological disorders in intervention and control group.This was a randomized controlled trial with posttest-only control group design conducted at BPM Sri Rahayu Singkil Boyolali. A sample of postpartum mothers with gestational age ≥ 37 weeks was selected for this study by simple random sampling. The data on postpartum psychologi-cal disorder was measured by Edinburgh Postnatal Depression Scale and tested by in-dependent t-test. Result : Postpartum psychological disorders was lower in intervention group than control group and it was statistically significant (p = 0,01). Conclusion: Counseling of parenting is effective to reduce post partum psychological disorderKeywords :counseling, parenting, post partum psychological disorder Abstrak : Primipara mempuyai kesenderungan mengalami gangguan psikologis post partumdikarenakan kurangnya pengetahuan ibu dalam menghadapi peran barunya sebagai orang tua. 50% ibu post partum mempunyai kecenderungan mengalami post partum blues dan hal ini masih terabaikan oleh tenaga kesehatan khususnya bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian ganguan psikologis post partum pada kelompok perlakuan (dengan konseling parenting) dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan post tes-only control group design. Subyek penelitian adalah primigravida dengan umur kehmilan ≥ 37 minggu di BPM Sri Rahayu Singkil Boyolali dengan menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar EPDS (Edinburgh Postnatal Depression Scale) dan analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian ganguan psikologis post partum pada kelompok perlakuan lebih rendah daripada kelompok kontrol. Analisis menggunakan independent sampe t-test didapatkan nilai p = 0,01. Kesimpulan : konseling parenting efektif menurunkan kejadian ganguan psikologis post partum. Kata kunci : Konseling, Parenting, Gangguan Psikologis Post Partum
Kelengkapan Informed Consent Pada Pasien Operasi Hernia Ditinjau Dari Aspek Hukum Di RSUD Wonogiri Bekti Suharto; Labib Muttaqin - Universitas Muhammadiyah Surakarta; Niken Ambarwati - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.448 KB)

Abstract

Abstract : Approval of Medical Action (informed consent) is an agreement given by the patient or immediate family after getting a full explanation of the Medical Actions to be performed on the patient. The information contained in the Medical Action Form (informed consent) must be clear and complete. This study aims to determine the completeness of filling the Medical Action Form (informed consent) in hernia surgery patients in terms of the legal aspects of the Regional General Hospital (RGH) dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. This type of research is descriptive research using observation and interview methods, and using a retrospective approach. The results showed that of the 70 medical record documents in hernia surgery patients that had been analyzed were all incomplete. The highest incompleteness in the patient's identity reaches 100% and the lowest item in the type of information is the alternative items and risks there are 81.43% or 57 informed consent forms. This happens because of the weak coordination between the medical records officer and other units, especially doctors and nurses.Keyword: informed consent, legal aspects, health workers, patients.Abstrak : Persetujuan Tindakan Kedokteran (informed consent) merupakan suatu persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai Tindakan Kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien. Informasi yang terkandung dalam Formulir Tindakan Kedokteran (informed consent) harus jelas dan lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan pengisian Formulir Tindakan Kedokteran (informed consent) pada pasien operasi hernia di tinjau dari aspek hukum di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode observasi dan wawancara, serta menggunakan pendekatan retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 70 dokumen rekam medis pada pasien operasi hernia yang telah dianalisis seluruhnya belum lengkap. Ketidaklengkapan tertinggi pada identitas pasien mencapai 100% dan item terendah pada jenis informasi yaitu butir alternatif dan risiko terdapat 81,43% atau 57 formulir Persetujuan Tindakan Kedokteran (informed consent). Hal ini terjadi karena lemahnya koordinasi antara petugas rekam medis dengan unit lain khususnya dokter dan perawat.Keyword: informed consent, aspek hukum, tenaga kesehatan, pasien.