cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 319 Documents
Penatalaksanaan Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum Di Rumah Sakit Umum Daerah Wonogiri Wulandari Agustina; Tri Suwarni - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.806 KB)

Abstract

Abstract  : Pregnancy is a physiological process many changes that occur during pregnancy such us physiological anatomical changes such us uterine enlargement, breast enlargement, as wellas increased HCG, estrogen and progesterone hormones. Hyperemesis gravidarum 2015 by 16,31% and increased by 2016 by 18,15%. Hyperemesis gravidarum is the 2nd largest case of 239 cases by 2015 and 301 cases by 2016 in the regional hospitals Wonogiri. Objective: The aim of this study in order to under take the management ofthe care of pregnant women with severe hiperemesis gravidarum management in a comprehensive manner by using the 7 step Varney. Methods:Using a descriptive observational research method with a case study approach. Patients of Ny. D had 5% dextrose infusion therapy, 4 mg/8 hours ondancentron injection, 50 mg/8 hours ranitidine injection, 125ml 3 x 1 syrup antacid for 2 days so that the general condition of mother and fetus was good. Conclusion: Midwifery caregiven topregnant womenNy. DG1P0A0Age 24 Years Pregnant11+4weeks with hiperemesis gravidarum at the General Hospital Wonogiri has been carried out effectively and in accord ance with existing theory.Keywords  :Pregnancy, Hiperemesis Gravidarum, Midwifery Care Abstrak : Kehamilan merupakan proses yang fisiologis, banyak perubahan yang terjadi selama kehamilan seperti perubahan anatomi fisiologi contohnya pembesaran uterus, pembesaran payudara, serta terjadi peningkatan HCG, hormone estrogen dan progesterone. Hiperemesis gravidarum tahun 2015 sebesar 16,31% dan meningkat pada tahun 2016 sebesar 18,15%. Hiperemesis gravidarum merupakan kasus ke 2 terbesar dari 239 kasus pada tahun 2015 dan 301 kasus pada tahun 2016 di Rumah Sakit Umum Daerah Wonogiri. Penelitian ini bertujuan agar dapat melakukan penatalaksanaan asuhan pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum secara komprehensif dengan menggunakan manajemen 7 langkah Varney. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan studi kasus. Hasil Penelitian: Pasien Ny. D telah dilakukan terapi infus dextrosa 5%, injeksi ondancentron 4 mg/8 jam, ranitidine 50 mg/8 jam, antasida syrup 125 ml 3x1 selama 2 hari sehingga keadaan umum ibu dan janin baik. Asuhan kebidanan ibu hamil yang diberikan pada Ny. D G1P0A0 Umur 24 Tahun Hamil 11+4 Minggu dengan hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Wonogiri sudah berjalan dengan efektif dan sesuai dengan teori yang ada.Kata Kunci :Kehamilan, Hiperemesis Gravidarum
Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Rimpang Temu Kunci (Boesenbergia pandurata (Roxb) Schlecht) Terhadap Mencit Jantan Galur Swiss Esti Ramadhani Setyawati; Susi Endrawati - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.857 KB)

Abstract

Abstract: Rimpang Temu Kunci (Bosenbergia pandurata (Roxb) Schlecht) contained of essential oils, saponins, flavonoids. The benefits of Rimpang Temu Kunci were used to antidiarrheal, antimalarial, dry cough, intestinal worms, anti-rheumatic, and skin diseases.The aim of this research was to know that Ethanolic Extract of Rimpang Temu Kunci had tonic effect and determined the dose of Rimpang Temu Kunci extract which had tonic effect. The test of tonic used Natatory Exhaustion method. Rimpang Temu Kunci was macerated by the 96% ethanol. The treatment of group I was given per oral treatment 0.5 ml oil as a negative control. Group II, III, IV were treated by ethanol extract with dose variation 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB. Group V was treated per oral caffeine 13mg / kg BW. The obtained data were analyzed by One Way ANOVA test followed by Post Hoc Test.Ethanol extract of Rimpang Temu Kunci had tonicum effect. The result of Post Hoc Test analysis (LSD test) between dose of caffeine 13 mg/kg BB, dose of Temu Kunci extract 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB showed that p value (0.0001) < 0,05 referred that there was a significant difference between treatment groups. The result of increase tonic effect percentage at Rimpang Temu Kunci extract dose 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB and caffein 13 mg/kg BB amount (27,74 ± 0,27)%, (46,20 ± 0,19)%, (76,79 ± 0,36)% and (56,37 ± 0,29)%. Keywords : Ethanol extract of Rimpang Temu Kunci, tonic effect, Male Mice. Abstrak: Rimpang temu kunci (Bosenbergia pandurata (Roxb) Schlecht) memiliki kandungan minyak atsiri, saponin, flavonoid. Khasiat dari rimpang temu kunci diantaranya sebagai antidiare, antimalaria, batuk kering, cacingan, antirematik, dan penyakit kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa ekstrak etanol rimpang temu kunci mempunyai efek tonikum dan menentukan dosis ekstrak rimpang temu kunci yang mempunyai efek tonikum. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental. Uji tonikum dengan metode Natatory Exhaustion. Rimpang temu kunci dimaserasi dengan pelarut etanol 96%. Pemberian perlakuan dengan kelompok I diberi perlakuan peroral minyak goreng 0,5 ml sebagai kontrol negatif. Kelompok II, III, IV diberi perlakuan ekstrak etanol dengan variasi dosis yaitu 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB. Kelompok V diberi perlakuan peroral kafein 13mg/kg BB. Data yang diperoleh dianalisis uji One Way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post Hoc Test. Ekstrak etanol rimpang Temu Kunci memiliki efek tonikum. Hasil dari analisis Post Hoc Test (Uji LSD) antara dosis kafein 13 mg/kg BB, dosis ekstrak Temu Kunci 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB menunjukkan nilai p (0,0001)<0,05 yang menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan. Hasil prosentase kenaikan efek tonikum pada ekstrak rimpang Temu Kunci dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dosis 400 mg/kg BB dan kafein 13 mg/kg BB berturut-turut  sebesar (27,74 ± 0,27)%, (46,20 ± 0,19)% (76,79 ± 0,36)% dan (56,37 ± 0,29)%.Kata kunci : Ekstrak Etanol Rimpang Temu Kunci ,Efek Tonikum, Mencit Jantan
Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur’an Untuk Menurunkan Nyeri Post Operasi Fraktur Ekstremitas Bawah Hari Ke 1 Susi Susanti; Yuli Widyastuti; Siti Sarifah - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.478 KB)

Abstract

Abstract: A fracture is a breakdown of bone continuity caused by external pressure that comes in greater than what can be absorbed by the bone. Treatment of fractures is surgery or without surgery, including immobilization, reduction and rehabilitation. Every surgery is always associated with an incision that caused a trauma or violence for sufferers that make various complaints, one of it is pain. The purpose of this study was to determine the influence of Murottal Al-Qur'an therapy on the reduction of postoperative pain in lower extremities day 1. The method of this research is Pre-Experiment with One Group Pretest-Postest approach with purposive sampling technique with a number of 8 respondents and instruments used  observation scale pain scale, Bourbanis scale, Multimedia player (MP3), headphones and QS Ar-Rahman that conducted at PKU Muhammadiyah Hospital Karanganyar. Test analysis using paired T-test test. Results: The results of calculations with the paired T-test statistical test analysis obtained a significant value that the probability (p) of 0,000. P value <0.05, it can be decided that the results show Ho is rejected and Ha is accepted. Conclusion: There is an influence of Al-Qur'an murottal therapy on pain reduction in postoperative patients with lower extremity fracture day 1 at PKU Muhammadiyah Hospital Karanganyar. This study can be applied to patients who experience postoperative pain.Keyword: fracture, murrotal, post operative pain Abstrak: Fraktur merupakan rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh tekanan eksternal yang datang lebih besar dibandingkan dengan yang dapat diserap oleh tulang. Penanganan terhadap fraktur ada pembedahan atau tanpa pembedahan, meliputi imobilisasi, reduksi, dan rehabilitasi. Setiap pembedahan selalu berhubungan dengan insisi atau sayatan yang merupakan trauma atau kekerasan bagi penderita yang menimbulkan berbagai keluhan salah satunya nyeri. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui adanya pengaruh terapi Murottal Al-Qur’an terhadap penurunan nyeri post operasi ekstremitas bawah hari ke 1. Metode penelitian ini adalah Pra-Eksperiment dengan pendekatan One Group Pretest-Postest dengan teknik sampling purposive sampling  sejumlah 8 responden dan instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi skala nyeri, Bourbanis scale, Multimedia player (MP3), headphone dan Q.S Ar-Rahman yang dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Uji analisis menggunakan uji T-test paired. Hasil: Hasil perhitungan dengan analisis uji statistik T-test paired didapatkan nilai yang signifikan bahwa probabilitas (p) sebesar 0,000. Nilai p<0,05 maka dapat diputuskan bahwa hasil menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah hari 1 di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Penelitian ini dapat diaplikasikan pada pasien yang mengalami nyeri post operasi.Kata kunci : fraktur, murotal, nyeri post operasi
Hubungan Faktor Perilaku Merokok Dengan Perilaku Merokok Siswa SLPN 2 Plupuh Sragen Dyah Rahmawatie Ratna Budi Utami; Tri Susilowati - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.076 KB)

Abstract

Abstract: Cigarettes seem to have become one of the needs that almost match the basic needs. Smoking is a behavior that has the risk of various diseases. Indonesia has become the third largest country in the world with 34.7% of active smokers (82 million). The survey showed 41% of teenage boys aged 13-15 years in Indonesia already have smoking habits and young women reached 3.5%. Data of Basic Health Research in 2010, the average national smoking age is 17.6 years. Smoking behavior that begins as a teenager becomes a threat to health. Smoking behavior can be influenced by factors such as knowledge, family behavior, cigarette advertising and peer behavior. SLTPN 2 Plupuh is national standard schools that have no smoking regulations. The results of interviews with consultant teachers have students who smoke in school. This reserch to analyze the correlation between smoking behavior factor with smoking behavior student’s in SLTPN 2 PlupuhThis research is a quantitative research using cross sectional design. Sampling with stratified random sampling, there were 134 samples, and instruments using questionnaires. There is no correlation between knowledge level factor, cigarette advertisement exposure and smoking behavior of peers with smoking behavior. There is a relationship between the smoking behavior of family members and the students' smoking behavior. Family factors are the factors most associated with students' smoking behavior. Keywords: Smoking behavior, knowledge, family, peers, cigarette advertisement. Abstrak: Rokok seakan sudah menjadi salah satu kebutuhan yang hampir menyamai kebutuhan pokok. Merokok merupakan suatu perilaku yang memiliki resiko munculnya berbagai penyakit. Indonesia telah menjadi negara urutan ketiga di dunia dengan jumlah perokok aktif sebanyak 34.7 % (82 juta jiwa). Survei menunjukan 41% remaja laki-laki berusia 13-15 tahun  di  Indonesia  sudah memiliki kebiasaan  merokok dan remaja putri mencapai angka 3,5%. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, rata-rata umur merokok nasional adalah 17,6 tahun. Perilaku  merokok  yang  dimulai  sejak remaja  menjadi  sebuah  ancaman  bagi kesehatan.  Perilaku merokok dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, perilaku keluarga, iklan rokok dan perilaku teman sebaya. SLTPN 2 Plupuh sekolah standar Nasional yang memiliki peraturan dilarang merokok. Hasil wawancara dengan guru BK terdapat siswa yang merokok di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor perilaku merokok dengan perilaku pada siswa SLTPN 2 Plupuh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dengan stratified random sampling, ada 134 sampel, dan instrumen menggunakan kuesioner. Hasil: Tidak terdapat hubungan antara faktor tingkat pengetahuan, keterpaparan iklan rokok dan perilaku merokok teman sebaya dengan perilaku merokok. Terdapat hubungan antara perilaku merokok anggota keluarga dengan perilaku merokok siswa. Kesimpulan: Faktor keluarga adalah faktor yang paling berhubungan dengan perilaku merokok siswa. Kata kunci : Perilaku merokok, pengetahuan, keluarga, teman sebaya, iklan rokok
Pengaruh Konsentrasi Cocamide Dea Sebagai Surfaktan Pada Pembuatan Sampo Ekstrak Daun Alamanda Agnes Berta Nasmety; Kharisma Ardea Pramest; Ira Zahara Septiani - Politeknik Katolik Mangunwijaya
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.367 KB)

Abstract

Abstract: Alamanda leaf (Allamanda cathartica) in the form of extract with a concentration of 30% has been investigated to inhibit the growth of fungal causes of dandruff that Candida albicans. Alamanda leaves extracted using maceration methods are known to contain antifungal compounds that is alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. The preparation that can be used as a cleanser for dandruff is shampoo. One of the important compositions in making shampoo is the surfactant. One example of a surfactant that can be used in a shampoo preparation is Cocamide DEA which has the effect of emmolient (moisturizing) and foam stabilizer (stabilizing). This research is an experimental study of one factorial Completely Randomized Design (CRD), that is Cocamide DEA concentration. The concentration of Cocamide DEA used is 4%, 6% and 8%. The physical characteristics of the tested dosage included organoleptic, pH, viscosity, and foam height measurements and anticombe activity test using Candida albicans. The test results were analyzed theoretically and statistically using the ANOVA test and the Kruskall-Wallis test which had a 95% confidence level. The results of the research on the organoleptic test of the three formula preparations for the extract of alamanda leaf extract were liquid and no sediment, brown and distinctive smell. The pH value of the formula shampoo I, II, and III in a row 5.06; 5.5 and 5.86. The viscosity test results of formulas I, II, and III were 400 cP, 1849 cP and 2844 cP. Foam height for formulas I, II and III is 4 cm, 5 cm and 6.5 cm. The antifungal activity test results showed inhibition diameters for all three formulas of 1.5 cm.Key words: alamanda leaves, shampoo, cocamide DEA, anti-dandruff Abstrak: Daun alamanda (Allamanda cathartica) dalam bentuk ekstrak dengan konsentrasi 30% telah diteliti dapat menghambat pertumbuhan jamur penyebab ketombe yaitu Candida albicans. Daun alamanda yang diektraksi menggunakan metode maserasi diketahui mengandung senyawa antijamur yaitu, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Sediaan yang dapat digunakan sebagai pembersih ketombe adalah sampo. Salah satu komposisi penting dalam pembuatan sampo adalah surfaktan. Salah satu contoh surfaktan yang dapat digunakan dalam sediaan sampo adalah Cocamide DEA yang memiliki efek emmolient (melembabkan) dan foam stabilizer (menstabilkan). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial yaitu konsentrasi Cocamide DEA. Konsentrasi Cocamide DEA yang digunakan sebesar 4%, 6% dan 8%. Karakteristik fisik sediaan yang diuji meliputi organoleptis, pH, viskositas, dan pengukuran tinggi busa serta uji aktivitas antiketombe menggunakan jamur Candida albicans. Hasil pengujian di analisis secara teoritis dan statistik menggunakan uji Anova dan uji Kruskall-Wallis yang memiliki taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian pada uji organoleptis ketiga formula sediaan sampo ekstrak daun alamanda berbentuk cairan dan tidak ada endapan, berwarna coklat serta berbau khas. Nilai pH sediaan sampo formula I, II, dan III berturut-turut 5,06; 5,5 dan 5,86. Hasil uji viskositas formula I, II, dan III yaitu sebesar 400 cP, 1849 cP dan 2844 cP. Tinggi busa untuk formula I, II dan III yaitu 4 cm, 5 cm dan 6,5 cm. Hasil uji aktivitas antijamur menunjukkan diameter penghambatan untuk ketiga formula sebesar 1,5 cm.Kata kunci: daun alamanda, sampo, cocamide DEA, antiketombe
Formulasi Nanomouthwash Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus L) Inovasi Pengobatan Karies Gigi Yasmine Savira Rahmadhani; Rina Ayu Krismonikawati; Risza Widi Octaviana - Politeknik Katolik Mangunwijaya
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.944 KB)

Abstract

Abstract: The skin of the pineapple (Ananas comosus L) in the form of extracts already researched can inhibit the growth of bacteria cause dental caries i.e. Streptococcus mutans. Pineapple-skin contains an enzyme bromelin that has easily degraded and lipofil, therefore required a system of delivering medicines that can increase the stability of the enzyme bromelin in pineapple-skin extract, so the activities antibacterial can be improved. The system transfers that can be developed is using nanoparticles with a form of material nanoemulsion. Nanoemulsion in nanomouthwash shape created by using spontaneous nanoemulsification method. Nanomouthwash tested physical characteristics include: determination of the particle size, polydispersity index, organoleptic, transmitan test, viscosity, and weight of type. Furthermore, nanomouthwash of pineapple-skin extract tested activity against Streptococcus mutans bacteria and computed the diameter zone of inhibition (DDH). The results the DDH were statistical analysis with Kruskall Wallis's method to see a meaningful difference. The results of the test of the physical characteristics of nanomouthwash of pineapple-skin extract has a particle size 86,16 nm, polydispersity index 0,29, tanned yellow liquid, the smell of oil typical sweets and have a sweet taste with mint sensation. Test results of viscosity 13,07 cp; weights types 1,11; and has a value of pH is 5. The antibacterial activity test of nanomouthwash of pineapple-skin extract shows the value of the diameter zone of inhibition to Streptococcus mutans of 8.6 mm smaller than pineapple-skin extract of 13.8 mm.Keywords : Pineapple-skin, nanoemulsion, mouthwash, physical characterictics, Streptococcus mutans Abstrak: Kulit nanas (Ananas comosus L) dalam bentuk ekstrak dengan konsentrasi 25% telah diteliti dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans. Kulit nanas mengandung enzim bromelin yang memiliki sifat mudah terdegradasi dan bersifat lipofil, oleh karena itu diperlukan suatu sistem penghantaran obat yang dapat meningkatkan stabilitas enzim bromelin, sehingga aktivitas antibakteri dapat ditingkatkan. Sistem penghantaran yang dapat dikembangkan adalah nanopartikel dengan bentuk sediaan nanoemulsi. Sediaan nanoemulsi dalam bentuk nanomouthwash dibuat dengan menggunakan metode nanoemuslifikasi spontan. Nanomouthwash ekstrak kulit nanas diuji karakteristik fisiknya meliputi: ukuran partikel, indeks polidispersitas, organoleptis, pH, viskositas, dan bobot jenis. Selanjutnya, nanomouthwash ekstrak kulit nanas diuji aktivitasnya terhadap bakteri  Streptococcus mutans dan dihitung diameter daya hambatnya (DDH). Hasil DDH dianalisa statistika dengan metode Kruskall Wallis untuk melihat adanya perbedaan yang bermakna. Hasil pengujian karakteristik fisik sediaan nanomouthwash ekstrak kulit nanas memiliki ukuran partikel 86,16 nm, indeks polidispersitas 0,29, berbentuk cairan jernih berwarna jingga kecoklatan, berbau khas mint, dan memiliki rasa manis diikuti sensasi mint. Hasil uji viksositas sebesar 13,07 cp; bobot jenis 1,11; dan memiliki nilai pH 5. Pengujian aktivitas antibakteri nanomouthwash ekstrak kulit nanas menunjukkan nilai diameter daya hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans sebesar 8,6 mm lebih kecil dibandingkan dengan ekstrak kulit nanas yaitu sebesar 13,8 mm.Kata kunci: Ekstrak kulit nanas, nanoemulsi, mouthwash, karakteristik fisik, Streptococcus mutans
Pengaruh Konsentrasi Tween 80 Sebagai Surfaktan Terhadap Karakteristik Fisik Sediaan Nanoemulgel Ibuprofen Joseph Baskoro Sanaji; Metty Sarah Krismala; Fitria Rosa Liananda - Politeknik Katolik Mangunwijaya
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.557 KB)

Abstract

Abstract: Ibuprofen is a simple derivative of phenylpropionic acid which is efficacious as an anti-inflammatory (anti-inflammatory), analgesic (pain reliever), and antipyretic (fever-lowering). Nanoemulgel is a development of nanoemulsion preparations. This study aims to determine the effect of concentration of tween 80 as a surfactant on the physical characteristics of ibuprofen nanoemulgel so that a nanoemulgel preparation that meets the requirements can be made. One important component in the nanoemulgel system is surfactant. Addition of surfactant can reduce surface tension in nanoemulgel. tween 80 is a surfactant that is widely used, because it has non-toxic and stable properties against the influence of pH. Based on this background it is necessary to do research on the effect of concentration of tween 80 as a surfactant on the physical characteristics of ibuprofen nanoemulgel. The physical characteristics of nanoemulgel that need to be known are organoleptic, homogeneity, pH, dispersion, adhesion, viscosity, protection power, particle size, and polydispersity index of surfactant concentrations used were 38%, 39% and 40%. The results of the evaluation of nanoemulgel characteristics were analyzed statistically using Anova test with a confidence level of 95%, based on the results of the study showed that differences in levels of surfactants affect the physical characteristics of nanoemulgel which includes. Viscosity, Adhesiveness, Spread, Protection Power, Washed Power, Particle Size and Polydispersity Index, and no effect on organoleptic testing, homogeneity, pH, and type of emulsion. The size of nanoemulgel particles in formulas I, II and III were 462.3 nm respectively; 132.7 nm; and 123.6 nm with polydispersity index of 0.566; 0.268, and 0.343.Keywords: ibuprofen, nanoemulgel, Tween 80, physical characteristics Abstrak: Ibuprofen merupakan turunan sederhana dari asam fenilpropionat yang berkhasiat sebagai antiinflamasi (anti peradangan), analgetik (pereda nyeri), dan antipiretik (penurun demam). Nanoemulgel merupakan pengembangan dari sediaan nanoemulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tween 80 sebagai surfaktan terhadap karakteristik fisik sediaan nanoemulgel ibuprofen sehingga dapat dibuat suatu sediaan nanoemulgel yang memenuhi persyaratan. Salah satu komponen penting dalam sistem nanoemulgel adalah surfaktan. Penambahan surfaktan dapat mengurangi tegangan permukaan pada nanoemulgel. Tween 80 merupakan surfaktan yang banyak digunakan, karena memiliki sifat tidak toksik dan stabil terhadap adanya pengaruh pH. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi tween 80 sebagai surfaktan terhadap karakteristik fisik sediaan nanoemulgel ibuprofen. Karakteristik fisik nanoemulgel yang perlu diketahui adalah organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, daya proteksi, ukuran partikel, dan indeks polidispersitas. Konsentrasi surfaktan yang digunakan adalah 38%, 39% dan 40%. Hasil evaluasi karakteristik nanoemulgel dianalisis statistik menggunakan uji anova dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perbedaan kadar surfaktan berpengaruh terhadap karakteristik fisik nanoemulgel yang meliputi viskositas, daya lekat, daya sebar, daya proteksi, daya tercuci, ukuran partikel dan indeks polidispersitas, tetapi tidak berpengaruh terhadap pengujian organoleptis, homogenitas, pH, dan tipe emulsi. Ukuran partikel nanoemulgel formula I, II dan III berturut-turut sebesar 462,3 nm; 132,7 nm; dan 123,6 nm dengan indeks polidispersitas sebesar 0,566; 0,268, dan 0,343.Kata kunci : ibuprofen, nanoemulgel, tween 80, karakteristik fisik
Kajian Usia Pernikahan terhadap Pola Asuh Anak Di Gedongan, Sragen Isnani Nurhayati; Aris Widiyanto - STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.086 KB)

Abstract

Abstract : In Indonesia ranges from 12-20% of early marriages performed by a new partner. Typically, early marriages performed at a young age couples average age between 16-20 years old. Nationally, early marriages by age of bride and groom under the age of 16 as much as 26.95%. This reserch aims to determine the relationship of age of marriage to parenting on children in the village of democratic Gedongan, Sragen Regency. Research methods a type of observational analytic study with cross sectional design, with a population of 220 pairs of sampling done by purposive sampling techniques that meet the criteria for inclusion of 70 pair. Results is There was a relationship of marriage age of democratic parenting style in children, found 39 people (55.7%) with 33 young married people (47.1%) who had a good upbringing of children and 6 men (8.6%) had a pattern foster child is not good, while 31 people (44.3%) were married sufficient age to have good parenting. The results of chi-square test with a confidence level of 95% or α = 0.05 obtained greater value X2 table (5.216> 3.841) and p-value = 0.022 (p <0.05), which means Ha Ho accepted and rejected, so no relationship to the pattern of the democratic age of marriage on child care. Conclusion there is a marriage age of democratic parenting style on children in the village of Gedongan, Sragen Regency.                                           Keyword : Age of Marriage, Parenting Democratic  Abstrak : Di Indonesia pernikahan diusia dini 12-20% yang dilakukan oleh pasangan baru. Pernikahan dini dilakukan pada pasangan usia muda usia rata-rata umurnya antara 16-20 tahun. Secara nasional pernikahan dini dengan usia pengantin di bawah usia 16 tahun sebanyak 26,95%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan usia perkawinan terhadap pola asuh demokratis pada anak di Desa Gedongan, Kabupaten Sragen. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional, dengan populasi 220 pasangan dilakukan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 70 pasangan. Hasil penelitian ini adalah Ada hubungan usia perkawinan  terhadap pola asuh demokratis pada anak, didapatkan 39 orang (55,7%) menikah muda dengan 33 orang (47,1%)  yang mempunyai pola asuh anak baik  dan 6 orang (8,6%) mempunyai pola asuh anak tidak baik, sedangkan 31 orang (44,3%) menikah cukup usia yang mempunyai pola asuh baik. Hasil uji chi-square dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau α = 0,05 didapatkan nilai X2 lebih besar  X2 tabel (5,216>3,841) dan nilai p=0,022 (p<0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga ada hubungan usia perkawinan terhadap pola demokratis pada asuh anak. Kesimpulannya adalah Ada hubungan usia perkawinan terhadap pola asuh demokratis pada anak di Desa Gedongan, Kabupaten Sragen.    Kata Kunci : Usia perkawinan, pola asuh demokratis
Faktor-Faktor yang Berkontribusi Terhadap Kepatuhan Pada Pasien yang Menjalani Hemodialisa Irma Mustika Sari; Eska Dwi Prajayanti - STIKES ‘Aisyiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.385 KB)

Abstract

Abstract: Management that can be done in patients with end-stage chronic renal failure is one of them with hemodialysis. The patient's disobedience in treatment and fluid management is a problem that often occurs in patients undergoing hemodialysis. Disobedience has a bad impact on the condition of patients undergoing hemodialysis. The aim of this study was to identify factors that contribute to adherence in patients undergoing hemodialysis in RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. This study uses descriptive analytic with cross sectional approach. The sample in the study were patients undergoing routine hemodialysis in RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri Regency as many as 54 people with consecutive sampling. Analysis using multiple linear regression. The results showed that no significant relationship between age, sex, education level, duration of hemodialysis and knowledge with patient compliance in undergoing hemodialysis with p value> 0.05. There is a significant relationship between family support and patient compliance in undergoing hemodialysis with p value <0.05. In the results of this study the most associated factor with adherence in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis is family supportKeywords: hemodialysis, compliance, chronic renal failure Abstrak: Manajemen yang dapat dilakukan pada pasien gagal ginjal kronik tahap akhir yaitu salah satunya dengan hemodialisis. Ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan dan manajemen cairan menjadi masalah yang sering terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisis. Ketidakpatuhan memberikan dampak yang buruk pada kondisi pasien yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepatuhan pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah pasien yang menjalani hemodialisa rutin di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri sebanyak 54 orang dengan consecutive sampling. Analisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama hemodialisa dan pengetahuan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa dengan nilai p value > 0,05. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa dengan nilai p value < 0,05. Pada hasil penelitian ini faktor yang paling berhubungan dengan kepatuhan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa adalah dukungan keluargaKata Kunci :  hemodialisa, kepatuhan, gagal ginjal kronik
Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Kesehatan Reproduksi Di Desa Rejoso Klaten Ajeng Novita Sari - Politeknik Santo Paulus Surakarta; Lilik Hanifah - Stikes Mambaul Ulum Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.824 KB)

Abstract

Abstract: Reproductive health according to the WHO definition is a state of physical, mental, whole well-being, not solely free from disease or disability in all matters relating to the reproductive system and its functions and processes. The level of education that has not been evenly distributed and is still low causes the information received about the reproductive health of sting to be limited. An increased level of education can increase self-confidence, insight and the ability to play a good role for yourself and the family associated with reproductive health. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of fertile-age woman about reproductive health. This research is a descriptive study with cross sectional approach. The research sample was 30 women of childbearing age in the Rejoso district Area using purposive sampling technique. Data collection techniques using questionnaires and checklists. Data analysis techniques using frequency distribution. The results showed that the level of respondents' knowledge about reproductive health based on the age characteristics of the majority of respondents had enough categories namely as many as 11 respondents (64.8%), at the age of 21-25 years, the level of knowledge of respondents based on the characteristics of the majority of education in the category of less namely the level of education Senior High School as many as 4 respondents (66.6%). The level of knowledge of respondents based on the characteristics of parity that has a good category that is 4 respondents (57, 2%) have parity 1.Keywords: Reproduction health, fertile-age woman Abstrak: Kesehatan reproduksi menurut definisi WHO adalah suatu keadaan sejahtera fisik , mental, utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi serta fungsi dan proses-prosesnya. Tingkat pendidikan yang belum merata dan masih rendah menyebabkan informasi yang di terima tentang kesehatan reproduksi sengat terbatas. Tingkat pendidikan yang meningkat dapat meningkatkan rasa percaya diri, wawasan dan kemampuan untuk berperan yang baik bagi diri sendiri maupun keluasrga yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah wanita usia subur di wilayah Desa Rejoso Klaten sebanyak 30 orang dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan checklist. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang kesehatan reproduksi berdasarkan karakteristik umur mayoritas responden memiliki kategori cukup yakni sebanyak 11 responden (64,8%), pada umur 21-25 tahun, tingkat pengetahuan responden berdasarkan karakteristik tingkat pendidikan mayoritas dalam kategori kurang yakni tingkat pendidikan SMA sebanyak 4 responden (66,6%). Tingkat pengetahuan responden berdasarkan karakteristik paritas yang memiliki kategori baik yakni 4 responden (57, 2%) memiliki paritas 1.Kata kunci :  kesehatan reproduksi, wanita usia subur