cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 319 Documents
Pemberian Infused Water Mentimun dan Labu Kuning Kukus pada Lansia Hipertensi dengan Gangguan Pola Tidur di Kelurahan Bulu Anisawati Mardhiyah; Tutik Yuliyanti - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.576 KB)

Abstract

Abstract: Hypertension is an increase in systolic blood pressure more than 140 mmHg and diastolic more than 90 mmHg. One of the problems that occur due to hypertension is disturbed sleep patterns with interuption in the amount of time and quality of sleep. Non-pharmacological measures to treat sleep disturbances are the adminitration of infused water with cucumber and steamed pumpkin. The purpose of this study was to describe the nursing management of giving cucumber infused water and steamed pumpkin to hypertension elderly with sleep disorders. The research design was qualitative with a case study approach. The technique of taking research subjects is nonprobability sampling with a purposive sampling approach. The results of the study obtained data on sleep patterns disorder using an insomnia rating scale, the subjects could not sleep, rarely took a nap, when sleeping at night woke up 1-3 times. Results Vital signs 140/90 mmHg-150/90 mmHg, N: 84-92 x / min, insomnia scale 16-18 (moderate insomnia). Nursing diagnosis is a disturbance in sleep patterns associated with changing sleep needs: changing ages and hypertension. Nursing planning by providing food and drinks that speed up sleep (cucumber infused water and steamed pumpkin). Researchers performed nursing actions for 5 days with 5 visits. The evaluation found the subject said sleep was not disturbed, feeling more refreshed after waking up. Conclusion: cucumber infusion water and steamed pumpkin can overcomeg sleep pattern disorders in hypertensive elderly.Keywords: cucumber infused water and steamed pumpkin, sleep disturbance, hypertensionAbstrak: hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Salah satu masalah yang terjadi akibat hipertensi adalah gangguan pola tidur dengan interupsi jumlah waktu dan kualitas tidur. Tindakan nonfarmakologi untuk mengatasi gangguan pola tidur adalah pemberian infused water mentimun dan labu kuning kukus. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penatalaksanaan keperawatan pemberian infused water mentimun dan labu kuning kukus pada lansia hipertensi dengan gangguan pola tidur. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan subjek penelitian yaitu nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan data pengkajian gangguan pola tidur dengan menggunakan insomnia rating scale, subjek tidak bisa tidur, jarang tidur siang, Ketika tidur malam terbangun 1-3 kali. Hasil TTV 140/90 mmHg-150/90 mmHg, N: 84-92 x/menit, skala insomnia 16-18 (insomnia sedang). Diagnosa keperawatan yaitu gangguan pola tidur berhubungan dengan pergantian kebutuhan tidur: pergantian usia dan penyakit hipertensi. Perencanaan keperawatan dengan pemberian makanan dan minuman yang mempercepat tidur (infused water mentimun dan labu kuning kukus). Peneliti melakukan tindakan keperawatan selama 5 hari dengan 5 kali kunjungan. Evaluasi didapatkan subjek mengatakan tidur tidak terganggu, perasaan lebih segar setelah bangun tidur. Simpulan: Infuse water mentimun dan labu kuning kukus dapat mengatasi gangguan pola tidur pada lansia hipertensi.Kata kunci: infused water mentimun, labu kuning kukus, gangguan pola tidur, hipertensi
Pemeriksaan Angka Kuman, Kapang/Khamir Dan Identifikasi Bakteri Patogen Pada Jamu Beras Kencur di Pasar Tradisional Kota Surakarta Krisanti Monita; Ajeng Novita Sari; Nurhayati Nurhayati - Politeknik Santo Paulus Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.698 KB)

Abstract

Abstract: Beras-Kencur Herb is a traditional drink that was made by non-standard ingredient and through simple processing. These are believed could be a contributing factor of bacterial and fungal contamination. The National Supervisory Agency of Drug and Food of the Republic of Indonesia (BPOM RI) regulation number 12 year 2014 regarding quality requirement for traditional medicine stated that traditional medicine has to be free from E.coli, Salmonella sp., Shigella sp. and the Total Yeast and Mold Count (TYMC) <103 coloni/g. This study aimed to investigate the contamination of coliform bacteria and yeast/mold on Beras-Kencur Herb that was sold in the traditional market in Surakarta City. This study was a descriptive comparison with 14 Beras-Kencur Herb samples. This study found that Beras-Kencur Herb contained 100% of coliform bacteria, 50% of E.coli, 28.6% of Salmonella sp., 85.7% of Shigella sp. with the lowest TYMC was 0 coloni/ml and the highest was 7,5 x 101 coloni/ml. Meanwhile, the funguses were found are Aspergillus sp., Penicillium sp., Mucor sp. and Candida sp. As conclusion, the samples of Beras-Kencur Herb that were sold in the traditional market in Surakarta City have been contaminated by Coliform bacteria, yet the TYMC ratio was met the requirement set by BPOM RI.Keywords: Herb, Coliform, Yeast Mold NumberAbstrak: Jamu gendong beras kencur merupakan minuman tradisional yang dibuat menggunakan pengolahan sederhana dan bahan yang belum terstandart. Hal tersebut dapat menjadi faktor adanya kontaminasi bakteri dan jamur. Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional tidak mengandung bakteri E.coli, Salmonella sp., Shigella sp. dan batas AKK <103 koloni/g. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kontaminasi bakteri Coliform dan Kapang/Khamir pada jamu gendong beras kencur yang dijual di pasar tradisional Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan deskriptif komparatif dengan jumlah 14 sampel jamu gendong beras kencur. Hasil pemeriksaan bakteri Coliform pada jamu gendong beras kencur 100% mengandung bakteri Coliform, terdapat kontaminasi bakteri E.coli (50%), Salmonella sp. (28,6%), Shigella sp. (85,7%) dengan nilai AKK terendah 0 koloni/ml dan tertinggi 7,5 x 101 koloni/ml. Sedangkan jamur yang ditemukan adalah Aspergillus sp., Penicillium sp., Mucor sp. dan Candida sp. Sehingga sampel jamu gendong beras kencur yang dijual di pasar tradisional Kota Surakarta tercemar bakteri Coliform dan memiliki nilai AKK yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BPOM.Kata kunci : Jamu, Coliform, Angka Kapang Khamir (AKK)
Penatalaksanaan Pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) Untuk Mengurangi Miliaria Pada Anak Andang Yuli Katmono; Surati Ningsih - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.238 KB)

Abstract

Abstract: One of the important skin care for babies was skin care. Based on the anatomy and physiology of the skin, the skin in babies was relatively thin, smooth, the pH of the skin wasa more acidic, and the inner layer has relatively higher humidity so that the baby's skin was prone to irritation. One of the alternative treatments for miliaria is the provision of VCO. The purpose of this study was to describe the provision of virgin coconut oil to reduce miliaria in children. The research design used a case study research approach. The sampling technique was purposive sampling. The results showed that the assessment data of children had reddish spots and small lesions on the skin of the head and neck. Nursing diagnoses of impaired skin integrity were associated with metabolic disorders. The action was carried out by giving a spread of virgin coconut oil. From the action of applying virgin coconut oil, different results were obtained for healing prickly heat. Of the 5 subjects, 3 (60%) recovered in less than 5 days and 2 (40%) recovered in more than 5 days. The conclusion was VCO could reduce miliaria in childrenKeywords: Vigin Coconut Oil (VCO), MiliariaAbstrak: Salah satu perawatan kulit yang penting dilakukan pada bayi adalah perawatan kulit. Berdasarkan anatomi dan fisiologi dari kulit, kulit pada bayi relatif tipis, halus, pH kulit lebih asam, dan lapisan bagian dalamnya mempunyai kelembaban yang relatif lebih tinggi sehingga dapat menyebabkan kulit bayi rentan mengalami iritasi. Pengobatan alternatif miliaria salah satunya pemberian VCO. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pemberian minyak kelapa murni untuk mengurangi miliaria pada anak. Desain penelitian menggunakan pendekatan case study research. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan data pengkajian anak mengalami bintik-bintik kemerahan dan terdapat lesi-lesi kecil di kulit bagian kepala dan leher. Diagnosa keperawatan kerusakan integritas kulit berhubungan dengan kondisi gangguan metabolik. Tindakan yang dilakukan dengan pemberian olesan minyak kelapa murni. Dari tindakan pemberian olesan minyak kelapa murni diperoleh hasil yang berbeda untuk kesembuhan miliaria. Dari 5 subjek diperoleh 3 subjek (60%) sembuh dalam waktu kurang dari 5 hari dan 2 subjek (40%) sembuh dalam waktu lebih dari 5 hari. Simpulan bahwa pemberian VCO dapat mengurangi miliaria pada anak.Kata Kunci: VCO, Miliaria.
Aktivitas Antioksidan Fraksi Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urb.) dengan Metode FRAP Aristika Linda Puspita; Susilowati Susilowati - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.393 KB)

Abstract

Abstract : Centella asiatica or known as Pegagan is an Indonesian plant and it’s contain some secondary metabolite compounds including flavonoids, polyphenols, saponins, triterpenoids and steroids. These compounds are natural antioxidants that are useful for health. The purpose of this study was to determine the antioxidant power of the fraction from pegagan leaf extract. The study began with the extraction of pegagan leaves using 70% ethanol. Furthermore, the ethanol extract was extracted with n-hexane, ethyl acetate, and water sequentially to produce three fractions. Each fraction was tested for their antioxidant power using FRAP method. The antioxidant power was seen from the FRAP value expressed in mg ascorbic acid equivalent/gram sample (mgAAE/g sample). The antioxidant power of each fraction showed that the n-hexane fraction was 0.06210mgAAE/g, the ethyl acetate fraction was 0.09349mgAAE/g, and the water fraction was 0.08742mgAAE/g. The ethyl acetate fraction showed the highest antioxidant power although from the one way ANOVA test did not show a significant difference than n-hexane and water fractions.Key words: Centella asiatica, ethyl acetat fraction, antioxidant, FRAP testAbstrak : Pegagan (Centella asiatica (L) Urb) merupakan tanaman Indonesia yang mengandung flavonoid, polifenol, saponin, triterpenoid dan steroid. Senyawa-senyawa tersebut merupakan antioksidan alami yang berguna bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antioksidan pada fraksi ekstrak daun pegagan. Penelitian diawali dengan ekstraksi daun pegagan menggunakan etanol 70%. Selanjutnya fraksinasi ekstrak dikerjakan secara bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Ketiga fraksi yang diperoleh selanjutnya diuji aktivitas antioksidanya dengan metode FRAP. Kekuatan antioksidan dilihat dari nilai FRAP yang dinyatakan dalam mg ascorbic acid equivalent / gram sampel (mgAAE/g sampel). Kekuatan antioksidan pada masing-masing fraksi menunjukkan fraksi n-heksana sebesar 0,06210mgAAE/g, fraksi etil asetat sebesar 0,09349mgAAE/g, dan fraksi air sebesar 0,08742mgAAE/g. Fraksi etil asetat merupakan fraksi yang memiliki kekuatan antioksidan tertinggi meskipun pada uji one way ANOVA tidak menunjukkan perbedaan kekuatan yang bermakna dibandingkan fraksi n-heksana dan air.Kata kunci: Pegagan, fraksi etil asetat, antioksidan, uji FRAP
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) Terhadap Penyembuhan Luka Pada Kelinci Sekar Sri Sukmawati; Siwi Hastuti; Sri Rejeki - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.052 KB)

Abstract

Abstract : An incision is an injury caused by direct contact of the body with sharp objects. Cassava leaves (Manihot esculenta Crantz) are a medicinal plant known to contain compounds that play a role in wound healing, such as vitamin C, flavonoids, triterpenoids, tannins and saponins. This study aims to determine the effect of ethanol extract of cassava leaves on the healing of cuts in rabbits. The ethanol extract of cassava leaves was prepared by maceration using 70% ethanol as a solvent. The wound healing test in rabbits was divided into 5 treatment groups, namely the positive control, the negative control, and test groups were given ethanol extract of cassava leaves concentration of 5%, 10% and 20%. Making an incision using a scalpel which is sliced into the back of the rabbit for 5 incisions. Rabbits were observed every day for one week with statistical analysis One Way ANOVA test followed by LSD test with Post Hoc Test. The ethanol extract of cassava leaves with a concentration of 5% 10% and 20% has the effect of wound healing.The concentration of 5% is (9.71 ± 0.17)%, the concentration of 10% is (17.19 ± 0.05)%, and a concentration of 20% is (23.24 ± 0.04)%. The results of the LSD test with the Post Hoc Test showed that there was no significant difference between the ethanol extract of 20% cassava leaves and the positive control, which means that the ethanol extract of cassava leaves can be used as wound healing in rabbits.Key words : Cutlet wounds, cassava leaves, Manihot esculenta Crantz, ethanol extract of cassava leaves.Abstrak : Luka sayat adalah cedera yang disebabkan oleh kontak langsung tubuh dengan benda – benda tajam. Daun singkong (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu tanaman obat yang diketahui mengandung senyawa yang berperan dalam penyembuhan luka seperti vitamin C, flavonoid, triterpenoid, tanin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun singkong berpengaruh terhadap terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci. Ekstrak etanol daun singkong dibuat dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji penyembuhan luka pada kelinci yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol positif, kontrol negatif dan kelompok uji ekstrak etanol daun singkong konsentrasi 5%, 10% dan 20%. Pembuatan luka sayat menggunakan pisau bedah yang disayat pada punggung kelinci masing – masing kelinci 5 sayatan. Kelinci diamati tiap hari selama satu minggu dengan analisis statistik uji One Way ANOVA dilanjut uji LSD dengan Post Hoc Test. Ekstrak etanol daun singkong konsentrasi 5% 10% dan 20% memiliki pengaruh penyembuhan luka konsentrasi 5% adalah (9,71±0,17)%, konsentrasi 10% adalah (17,19±0,05) %, dan konsentasi 20% adalah (23,24±0,04)%. Hasil uji LSD dengan Post Hoc Test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara ekstrak etanol daun singkong 20% dengan kontrol positif, yang berarti ekstrak etanol daun singkong dapat digunakan sebagai penyembuhan luka pada kelinci.Kata kunci : Luka Sayat, Daun singkong, Manihot esculenta Crantz, ekstrak etanol daun singkong.
Formulasi dan Uji Evaluasi Sediaan Sirup Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) Nindia Ayu Pratiwi; Susi Endrawati - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.068 KB)

Abstract

Abstract : Bay leaves are one of the traditional plants that can be used as medicine. Bay leaves have chemical contents, including essential oils, flavonoids, saponins, and tannins. These flavonoid compounds can reduce uric acid levels in the blood. This study aims to formulate the ethanol extract of bay leaves in syrup preparation and to determine whether the syrup meets the evaluation test. This type of research is an experimental study by evaluating the syrup preparations in formulas 1, 2 and 3 that have been made. The tests carried out included: organoleptic test, pH test, homogeneity test, specific gravity test, viscosity test, and volume removed test. The results can be analyzed statistically using the One Way Anova SPSS 22.0 test for windows. The organoleptic results of the syrup formulation of the ethanol extract of bay leaves are liquid, brownish green in color, smell of orange essence, sweet taste, have a pH 7 and homogenity. The specific gravity of formulas 1, 2, and 3, respectively, is 1.2011 g / ml; 1.2056 g / ml; 1.2064 g / ml. The viscosities of formulas 1, 2, and 3 are 1.86494 cps, respectively; 1.87008 cps; 1,87063 cps. ANOVA test shows a significance value (<0.001) <(0.05) so that there are differences in specific gravity and viscosity between formulas. The ethanol extract of bay leaves can be formulated into syrup preparations and based on the results of evaluation tests including organoleptic, pH, homogeneity, specific gravity, viscosity, and volume removed from the three formulations meet the requirements for the evaluation test for syrup preparations.Keywords: bay leaf, syrup, evaluation testAbstrak : Daun salam merupakan salah satu tanaman tradisional yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Daun salam mempunyai kandungan kimia antara lain minyak atsiri, flavonoid, saponin, dan tanin. Senyawa flavonoid tersebut yang dapat menurunkan kadar asam urat didalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun salam dalam sediaan sirup dan mengetahui sediaan sirup memenuhi uji evaluasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yaitu dengan melakukan uji evaluasi sediaan sirup pada formula 1, 2 dan 3 yang telah dibuat. Uji yang dilakukan meliputi: uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji bobot jenis, uji viskositas, dan uji volume terpindahkan. Hasil yang di dapat dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way Anova SPSS 22.0 for windows. Hasil organoleptis sediaan sirup ekstrak etanol daun salam berbentuk cair, warna hijau kecoklatan, bau essen jeruk, rasanya manis, memiliki rata-rata pH 7 dan homogen. Bobot jenis formula 1, 2, dan 3 berturut-turut yaitu 1,2011 g/ml ; 1,2056 g/ml ; 1,2064 g/ml. Viskositas formula 1, 2, dan 3 berturut-turut yaitu 1,86494 cps ; 1,87008 cps ; 1,87063 cps. Uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi (< 0,001) < (0,05) sehingga ada perbedaan bobot jenis dan viskositas antar formula. Ekstrak etanol daun salam dapat diformulasikan menjadi sediaan sirup dan berdasarkan hasil uji evaluasi yang meliputi organoleptis, pH, homogenitas, bobot jenis, viskositas, dan volume terpindahkan dari ketiga formulasi memenuhi syarat uji evaluasi sediaan sirup.Kata kunci : daun salam, sirup, uji evaluasi
Manajemen Nyeri : Senam Dysmenorrhea Dan Abdominal Stretching Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Pada Remaja Menstruasi Di Desa Telukan
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.191 KB)

Abstract

Abstract: Menstruation is periodic vaginal bleeding due to the detachment of the uterine endometrial lining. Based on a preliminary study conducted, 16 of 22 adolescent girls in Telukan village with an age range of 13-20 years experienced moderate to severe menstrual pain. Dysmenorrhea can be overcome with dysmenorrhea exercise and abdominal stretching. The purpose of the study: to describe the management of dysmenorrhea and abdominal stretching exercises with menstrual pain in adolescent girls. The research design is a qualitative research, using a case study with a nursing process approach. The population of this research is adolescent girls who are menstruating in Telukan Village. The sampling technique is non-probability sampling with a purposive sampling approach. Inclusion criteria: adolescent girls aged 13-20 years, menstruating, experiencing menstrual pain on a scale of 4-6, never bleeding between menstruation after getting regular menstrual cycles. The results of the assessment of menstrual pain; holding pain, closing eyes while grimacing, holding stomach, duration of menstrual pain is approximately 15-20 minutes. Blood pressure were 110/70-120/80 mmHg, RR: 19-21 breaths per minute, N: 78-93 times per minute, S: 36.6-36.8°C. The nursing diagnosis is acute pain related to biological injury agents (menstruation). Nursing actions for dysmenorrhea and abdominal stretching were carried out for 3 times. General evaluation of dysmenorrhea and abdominal stretching exercises can reduce pain levels from a scale of 5-6 to 2-3. The results of the research on dysmenorrhea and abdominal stretching can reduce the scale of menstrual pain.Keywords: dysmenorrhea exercise, abdominal stretching, dysmenorrheaAbstrak: Menstruasi adalah perdarahan vagina secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan, 16 dari 22 remaja putri di desa Telukan dengan rentang usia 13-20 tahun mengalami nyeri haid sedang sampai dengan berat. Dysmenorrhea dapat teratasi dengan senam dysmenorrea dan abdominal stretching. Tujuan penelitian: mendeskripsikan penatalaksanaan senam dysmenorrea dan abdominal stretching dengan nyeri haid pada remaja putri. Desain penelitian adalah penelitian kualitatif, menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Populasin penelitian adalah remaja putri yang sedang menstruasi di Desa Telukan. Teknik sampling yaitu non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Kriteria inklusi: remaja putri usia 13-20 tahun, sedang menstruasi, mengalami nyeri haid skala 4-6, tidak pernah perdarahan antar menstruasi setelah mendapatkan siklus haid teratur. Hasil pengkajian nyeri haid menahan nyeri, memejamkan mata sambil meringis, memegangi perut, durasi nyeri haid lebih kurang 15 - 20 menit. Tekanan darah 110/70-120/80 mmHg, RR: 19-21 kali per menit, N: 78-93 kali per menit, S: 36,6-36,8°C. Diagnosis keperawatan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis (menstruasi). Tindakan keperawatan senam dysmenorrea dan abdominal stretching dilakukan selama 3 kali tindakan. Evaluasi secara umum dari senam dysmenorrea dan abdominal stretching dapat menurunkan tingkat nyeri dari skala 5-6 menjadi 2-3. Hasil penelitian senam dysmenorrea dan abdominal stretching dapat menurunkan skala nyeri haid.Kata kunci: senam dysmenorrhea, abdominal stretching, dysmenorrhea
Penatalaksanaan Pemberian Rebusan Daun Alpukat Dan Kompres Hangat Dengan Masalah Nyeri Akut Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Kelurahan Sukoharjo Roidah Zulfa Fathinah; Deden Dermawan - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.729 KB)

Abstract

Abstract: Hypertension is a condition where systolic blood pressure is more than 120 mmHg and diastolic is more than 80 mmHg. Actions for hypertensive patients by giving avocado leaf decoction as traditional medicine and warm compresses are to provide a warm feeling of the body by using liquids or tools that cause warmth to the parts of the body that need it. The purpose of the study: to describe the administration of boiled avocado leaves and warm compresses with acute pain problems in the elderly with hypertension. Research The research design is a qualitative research, with a case study (Study Case Research) approach to the nursing process. The population is elderly hypertension in Sukoharjo Village. The sampling technique is non-probability sampling with a purposive sampling approach. Inclusion criteria were age 60 years, blood pressure ≥140/90 – 160/100 mmHg, pain scale 4-6, body endures pain, protective and caring behavior, focuses on self. The results of the study, pain in the neck, neck, and back of the head, complaints such as dizziness, whiny, drowsy, dizzy eyes, and body feels unwell, pain scale 5-6. Physical examination: attitude to bear pain, holding the area of pain, restlessness and anxiety, blood pressure 120-139/80-90 mmHg, RR: 18-20x/minute, N: 60-100x/minute, S: 36-36.7oC. Nursing actions: giving avocado leaf decoction and warm compresses, 6 meetings within 2 weeks. Response: reduced pain, 0-1 scale, relaxed and not restless, TTV within normal limits. Giving avocado leaf decoction and warm compresses is effective to overcome acute pain problems in elderly people with hypertension.Keywords: avocado leaf decoction, warm compresses, acute pain, hypertension.Abstrak: Hipertensi suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan diastolik lebih dari 80 mmHg. Tindakan untuk pasien hipertensi dengan pemberian rebusan daun alpukat sebagai obat tradisional dan kompres hangat adalah memberikan rasa hangat tubuh dengan menggunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada bagian tubuh yang memerlukan. Tujuan penelitian: mendeskripsikan pemberian rebusan daun alpukat dan kompres hangat dengan masalah nyeri akut pada lansia penderita hipertensi. Desain penelitian adalah penelitian kualitatif, dengan studi kasus. Pendekatan proses keperawatan (Nursing Process Approach). Populasi adalah lansia hipertensi di Kelurahan Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel yaitu non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Kriteria inklusinya adalah usia ≥ 60 tahun, tekanan darah ≥140/90 – 160/100 mmHg, skala nyeri 4-6, tubuh menahan nyeri, perilaku melindungi dan menjaga, berfokus pada diri sendiri. Hasil penelitian, nyeri pada tengkuk, leher, dan kepala bagian belakang, keluhan seperti pusing, cengeng, mengantuk, mata berkunang-kunang, dan badan terasa tidak enak, skala nyeri 5-6. Pemeriksaan fisik: sikap menahan nyeri, memegangi area nyeri, gelisah dan cemas, tekanan darah 120-139/80-90 mmHg, RR: 18-20x/menit, N: 60-100x/menit, S: 36-36,7oC. Tindakan keperawatan: pemberian rebusan daun alpukat dan kompres hangat, 6 kali pertemuan dalam waktu 2 minggu. Respon: nyeri berkurang, skala 0-1, rileks dan tidak gelisah, TTV dalam batas normal. Pemberian rebusan daun alpukat dan kompres hangat efektif untuk mengatasi masalah nyeri akut pada lansia penderita hipertensi.Kata Kunci: rebusan daun alpukat, kompres hangat, nyeri akut, hipertensi.
Pengaruh Pelayanan Kefarmasian Terhadap Kepuasan Pasien Di Apotek Berkah Santosa Klaten Beti Kurnia Wardani; Sri Saptuti Wahyuningsih - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.185 KB)

Abstract

Abstract : Pharmacy is pharmaceutical service places where pharmacist practicing pharmacy by pharmacists and distributing pharmaceutical preparations to the public. One of the indicators used to evaluate the quality of service at the pharmacy is to measure the level of patient satisfaction. This study aims to determine the effect of pharmaceutical services on patient satisfaction at the Apotek Berkah Santosa, Klaten Regency which was associated with service quality which includes reliability, responsiveness, assurance, and empathy, and tangible. This research was a non-experimental research which was conducted with the sampling technique using a questionnaire instrument using a Likert scale. Data were analyzed by normality test, linearity test, and simple linear regression test with the number of 97 respondents. The results showed that pharmaceutical services had a significant effect on patient satisfaction with a significant 0.000 <0.05. Keywords : Pharmacy, Service Quality, Patient SatisfactionAbstrak : Apotek adalah tempat pelayanan kefarmasian dengan tujuan melakukan praktek kefarmasian oleh apoteker dan penyaluran sediaan farmasi kepada masyarakat. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan di Apotek adalah mengukur tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien di Apotek Berkah Santosa Kabupaten Klaten yang dihubungkan dengan kualitas pelayanan yang meliputi reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, dan tangible. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang dilakukan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan instrument kuesioner yang menggunakan skala likert. Data dianalisis dengan uji normalitas, uji linieritas, dan uji regresi linier sederhana dengan jumlah responden 97 orang. Hasil penelitian menunjukan pelayanan kefarmasian berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan signifikan 0,000 < 0,05.Kata Kunci : Apotek, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien
Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan Penularan COVID-19 di Kampung Tempel Kelurahan Banyuanyar Surakarta Melalui Edukasi dengan Media Audio Visual Lusia Murtisiwi; Retno Sulistyaningrum - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 8 No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.288 KB)

Abstract

Abstract : Efforts to prevent the transmission of the corona virus disease-19 (COVID-19) have been carried out by the Indonesian government, including by broadcast information about pandemic to the public, but cases of COVID-19 are still increasing until now. Good public knowledge about preventing the transmission of COVID-19 is important to prevent the increase in transmission of COVID-19, including adolescent groups. This study aims to evaluate the increase in adolescent knowledge about preventing the transmission of COVID-19 in Tempel Village, Banyuanyar, Surakarta through education using audio-visual media. This study is quasi-experimental study with a nonequivalent control group design. Sampling was done by purposive sampling. Research data collection was conducted online using Google forms on adolescent aged 14-19 years and not married, as many as 60 respondents. Data analysis was carried out statistically to test the difference in knowledge level between the control group and the intervention group with the Mann Whitney test. The pretest results of the intervention group showed that 16 respondents are sufficient knowledge (53.3%), good knowledge (30%) and 5 respondents (16.7%) had insufficient knowledge. The posttest results after being given education showed a significant increase in knowledge were respondents with good knowledge were 30 respondents (100%) in intervention group. Based on the research, it can be concluded that education through audio-visual media can significantly increase adolescent knowledge about preventing the transmission of COVID-19 in Tempel Village, Banyuanyar, Surakarta.Keywords : prevention of COVID-19 transmission, knowledge, adolescent, education, audio-visual mediaAbstrak : Upaya pencegahan penularan corona virus disease (COVID-19) telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia termasuk dengan penyebarluasan informasi tentang pandemi pada masyarakat, namun kasus COVID-19 masih terus meningkat sampai saat ini. Pengetahuan masyarakat yang baik tentang pencegahan penularan COVID-19 penting untuk mencegah meningkatnya penularan COVID-19, termasuk kelompok masyarakat remaja. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan remaja tentang pencegahan penularan COVID-19 di Kampung Tempel Kelurahan Banyuanyar Surakarta melalui edukasi dengan media audio visual. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan nonequivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan secara online menggunakan Google form pada remaja berusia 14-19 tahun dan belum menikah, sebanyak 60 responden. Analisis data dilakukan secara statistik untuk menguji perbedaan tingkat pengetahuan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan uji Mann Whitney. Hasil pretest kelompok intervensi menunjukkan responden yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 16 responden (53,3%), pengetahuan baik sebanyak 9 responden (30%) dan pengetahuan kurang sebanyak 5 responden (16,7%). Hasil posttest setelah diberikan edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan di mana responden dengan pengetahuan baik sebanyak 30 responden (100%). Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa edukasi melalui media audio visual dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan penularan COVID-19 di Kampung Tempel Kelurahan Banyuanyar Surakarta secara signifikan.Kata kunci: pencegahan penularan COVID-19, pengetahuan, remaja, edukasi, media audio visual