cover
Contact Name
Asep Harhar Muharam
Contact Email
jtsda@hathi.id
Phone
+6281284830523
Journal Mail Official
jtsda@hathi.id
Editorial Address
Gedung Direktorat Sumber Daya Air Lt. 8 Jl. Patimura No 20 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta - 12110
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sumber Daya Air
ISSN : 24071048     EISSN : 29628105     DOI : -
Jurnal Teknik Sumber Daya Air (JTSDA) adalah jurnal berbahasa Indonesia yang memuat naskah ilmiah dalam bidang Teknik Sumber Daya Air dengan proses review secara double-blind peer-reviewed. JTSDA terbit 2 (dua) kali dalam setahun, open access, menerima berbagai tipe naskah, baik naskah penelitian (research articles), naskah kasus teknik (technical notes), ataupun naskah ulasan (review articles). Ketiga tipe naskah JTSDA tersebut mencakup aspek konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, pengendalian daya rusak sumber daya air, sistem informasi sumber daya air, serta kelembagaan sumber daya air.
Articles 79 Documents
Perbandingan Pola Distribusi Hujan Terukur dan Metode Empiris dalam Perhitungan Debit Banjir Rencana DAS Jurug Destiana Wahyu Pratiwi; Arlendenovega Satria Negara
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Desember 2022
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v3i1.55

Abstract

Setiap perencanaan infrastruktur sumber daya air terutama bangunan sungai membutuhkan debit banjir rencana. Debit banjir rencana diperoleh dari transformasi data hujan rencana yang didistribusikan menjadi hujan jam-jaman menggunakan pola distribusi hujan berdasarkan data pencatatan hujan jam-jaman dari stasiun hujan otomatis/Automatic Rainfall Recorder(ARR). Permasalahannya, beberapa stasiun hujan hanya menyediakan data hujan harian dan tidak tersedia data hujan jam-jaman. Metode empiris seperti Alternating Block Method (ABM) dan Mononobe mampu mengatasi permasalahan ketersediaan data tersebut. Tujuan penelitian ini untuk melakukan evaluasi apakah debit rencana dengan pola distribusi hujan metode empiris dapat menggambarkan debit banjir rencana dengan pola distribusi hujan terukur. Analisis diawali dengan mencari distribusi hujan dominan dan pola distribusi hujan terukur untuk kejadian hujan lebat berdasarkan data ARR Jurug tahun 2018-2021. Hujan rencana hasil analisis frekuensi tahun 1997-2021 didistribusikan menjadi hujan jam-jaman dengan pola distribusi hujan terukur, metode ABM dan metode Mononobe selanjutnya ditransformasikan dengan hidrograf satuan terukur rata-rata untuk mendapatkan besaran banjir rencana. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan antara debit rencana dengan metode distribusi hujan terukur dan dengan metode distribusi hujan metode empiris. Penelitian menunjukkan bahwa metode distribusi hujan empiris dapat digunakan dalam analisa debit banjir rencana apabila tidak tersedia data hujan jam-jaman dengan dengan nilai korelasi, RMSE, NSE dan BIAS sebesar 1,000; 22,30; 1,000; 1,00 % untuk metode ABM dan 1,000; 7,85; 1,000; -0,37 % untuk metode Mononobe. Berdasarkan nilai statistik dan pola distribusi hujan jam-jaman menunjukkan metode Mononobe menunjukkan kesesuaian yang lebih baik dibandingkan dengan metode ABM.
Optimasi Pengaturan Release Waduk Wonogiri Berbasis Neraca Air Simultan Pada Dua Tampungan Waduk Terpadu Jennifer Dharmawangsa; Rachmad Jayadi; Kurniawan Putra Santoso
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Desember 2022
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v3i1.56

Abstract

Laju sedimentasi yang cukup tinggi di Waduk Wonogiri menyebabkan berkurangnya kapasitas tampungan efektif waduk dan gangguan operasional di pintu intake sehingga mempengaruhi kinerja waduk dalam memenuhi kebutuhan air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, telah dibangun closure dike yang memisahkan tampungan waduk untuk penyimpan sedimen (sediment storage reservoir) dan tampungan utama (main reservoir), serta pintu spillway baru untuk penggelontoran sedimen. Oleh karena itu diperlukan kajian ilmiah dalam rangka penyesuaian pedoman operasi waduk. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan simulasi neraca air berdasarkan aturan operasi waduk yang direkomendasikan oleh Nippon Koei Co. Ltd. (2016) dengan dua opsi control water level (CWL), dua opsi periode recovery, dan tiga skenario kebutuhan air. Optimasi terhadap pengaturan release air waduk menggunakan fitur Solver pada Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas Waduk Wonogiri dalam memenuhi kebutuhan air untuk kondisi inflow aliran tahun kering, normal dan basah cukup baik, dengan capaian lebih dari 93%. Secara umum, recovery muka air waduk untuk opsi CWL +136,30 m lebih baik dibandingkan dengan CWL +135,80 m. Hasil kajian ini dapat digunakan untuk pemutakhiran pedoman operasi Waduk Wonogiri yang lebih optimal sesuai dengan kondisi terkini dari tampungan waduk dan tujuan pengendalian sedimentasi agar umur manfaat waduk dapat dimaksimalkan.
Hubungan Luas Genangan dan Debit Banjir Rancangan pada DAS Way Kandis Lampung Aprizal; Octaredy, Try
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (Juni 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i1.32

Abstract

Mitigasi banjir menjadi perhatian pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah. Sebagai upaya untuk dapat memitigasi adalah kemampuan memperkirakan seberapa luas genangan banjir yang akan terjadi. Disadari bahwa luas genangan banjir dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain kondisi daerah aliran sungai dan tinggi hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hubungan antara luas genangan banjir dan debit banjir sebagai akibat dari perubahan fungsi lahan (land use) suatu DAS dan tinggi hujan. Lokasi penelitian adalah DAS Way Kandis Lampung dengan pertimbangan pada DAS ini terjadi alih fungsi lahan (land use) hingga menimbulkan banjir setiap tahun. Penelitian ini dimulai dengan menganalisisis hidrograf banjir DAS Way Kandis menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dengan 2 time series hujan yaitu tahun 1996-2007 dan tahun 2004-2015, lalu diintegrasikan dengan beberapa software yaitu HEC-RAS Versi 5.0.7, ArcGIS Versi 10.3, dan Global Mapper Versi 20.0 untuk mendapatkan luas genangan.  Tahap selanjutnya memvalidasi hasil simulasi banjir dengan kejadian banjir yang pernah terjadi dan membuat kurva hubungan debit banjir dengan luas genangan banjir hasil simulasi. Dari hasil penelitian diperoleh kurva hubungan antara luas banjir dengan debit banjir rancangan (Lvs Q) berupa persamaan polynomial orde 3 dan koefisien determinasi (R2). Untuk Time Series 1 persamaannya: Y = -1E-08X3 + 3E-05X2 - 0.018X + 27,98, R² = 0.9996 dan untuk Time Series 2 persamaannya : Y = -6E-09X3 + 1E-05X2 + 0.0122X + 24,778, R² = 0.9991. Persamaan kurva di atas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan luas genangan banjir sebagai akibat meningkatnya perubahan fungsi lahan dan tinggi hujan yang dapat digunakan dalam upaya mitigasi banjir.  
Model Prediksi Ketersediaan Air Menggunakan Data Sirkulasi Atmosfer Halik, Gusfan; Wahyuni, Sri; Yunarni, Wiwik; Bukhori, Saiful
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (Desember 2023)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v3i2.49

Abstract

Perubahahan iklim global telah memberikan pengaruh terhadap perubahan pola curah hujan sehingga berdampak pada ketersediaan air. Disamping itu, kondisi fenomena iklim lokal seperti ENSO juga memberikan pengaruh terhadap perubahan pola hujan dan ketersediaan air. Saat ini, prediksi hujan dan ketersediaan air sangat sulit dilakukan karena terjadinya perubahan iklim dan adanya ketidakpastian fenomena iklim lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan ketersediaan air di DAS Sampean Baru Kabupaten Bondowoso menggunakan data sirkulasi atmosfer secara langsung. Model prediksi ketersediaan air diusulkan menggunakan model hybrid berbasis kecerdasan buatan, yaitu : Wavelet Neural Networks (WNN). Model WNN menggabungkan fitur ekstraksi dengan transformasi wavelet dan fungsi transfer non linier Artificial Neural Networks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola ketersediaan air antara luaran WNN dengan pola ketersediaan air observasi mempunyai kesesuaian pola yang sama.  Namun demikian, luaran WNN belum mampu memprediksi debit aliran tinggi atau debit puncak dengan baik. Oleh karena itu, model WNN ini hanya direkomendasikan untuk memprediksi debit operasional atau debit andalan bulanan. Berdasarkan hasil penelitian ini, model prediksi ketersediaan air dengan WNN dapat dimanfaatkan oleh instansi terkait/stakeholder sebagai alternatif dasar pertimbangan dalam merancang strategi alokasi air.
Studi Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) pada Bendungan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango: Study of the Potential of Hydroelectric Power Plants (PLTA) at the Bulango Ulu Dam, Gorontalo Regency Utiarahman, Dinar Fauziah; Labdul, Barry Yusuf; Alitu, Aryati
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (Juni 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i1.58

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit yang berbasis tenaga potensial dan kinetik air untuk menghasilkan energi listrik. Pembangkit listrik tenaga air memanfaatkan tenaga air sebagai sumber energi untuk menggerakan turbin kemudian menghasilkan energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi debit dan potensi daya dan energi yang dihasilkan pada lokasi studi. Lokasi penelitian berada di Bendungan Bulango Ulu pada Sungai Mongiilo. Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa data curah hujan, data klimatologi, data DAS, data lengkung kapasitas, dan layout pembangkit listrik tenaga air. Metode yang digunakan dalam analisis hidrologi menggunakan metode Penman modifikasi untuk menentukan besarnya evapotranspirasi, dalam menentukan ketersediaan debit sungai menggunakan metode NRECA kemudian dilakukan perhitungan penentuan debit pembangkit PLTA, selanjutnya dilakukan simulasi energi tiap tahun. Debit pembangkit dengan keandalan 70% sebesar 2 x 8,22 m3/det menggunakan turbin tipe Francis dengan tinggi jatuh efektif 26,36 meter daya yang dihasilkan sebesar 3.939,73 kW dengan energi 25,93 GWh dalam satu tahun dengan efisiensi turbin dan generator masing-masing sebesar 0,97 dan 0,93.
Analisis Sebaran Banjir Akibat Keruntuhan Bendungan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango: Analysis of Flood Distribution Due To The Collapse of The Bulango Ulu Dam, Bone Bolango Regency Fatmawati Abdul Razak, Fatma; Alitu, Aryati; Labdul, Barry Yusuf
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (Juni 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i1.68

Abstract

The dam is one of the important water resource infrastructure buildings and provides benefits to the local community. In addition to the many benefits, dams can also pose great risks. In Permen PU No. 27 of 2015 concerning dams, the definition of dam failure is the partial or complete collapse of the dam or its complementary buildings and/or damage that results in the malfunctioning of the dam. Dam collapses can cause major flooding in the lower reaches of the dam. The devastating disaster does not only occur on the site around the building, but covers a large area downstream of the dam and can also cause huge losses that can threaten human life with material losses as well as human souls. Modeling of flood inundation due to dam collapse was carried out with HEC-RAS v6.0 with the help of ArcGIS v10.3 with the cause of the dam collapse being due to overtopping and piping with a case study of Bolango Ulu Dam located in Bone Bolango Regency. In the overtopping scenario, it was found that flood inundation in Gorontalo City reached 43% of the area of 7959 ha, with a maximum average flood depth of 3.81 m, a maximum average speed of 1.83 m / second and an average flood arrival time of 2.50 hours. In the piping scenario, it was found that flood inundation in Gorontalo City reached 42% of the area of 7959 ha, with a maximum average flood depth of 3.33 m, a maximum average speed of 1.51 m / second and an average flood arrival time of 2.66 hours.
Analisis Neraca Air Daerah Aliran Sungai Paguyaman Polimengo, Yusri; Labdul, Barry Yusus; Husnan , Rawiyah
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (Juni 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i1.69

Abstract

Kerusakan sistem hidrologi DAS merupakan salah satu aspek kekritisan daerah aliran sungai, salah satu kerusakan sistem hidrologi DAS adalah terjadinya kekurangan air dimusim kering dan meluapnya air pada musim penghujan. DAS Paguyaman menjadi penyedia air baku untuk berbagai kebutuhan seperti PDAM, irigasi, industri, pemukiman dan kebutuhan lainnya, sehingga diperlukan metode analisis keseimbangan air (neraca air) yang sesuai dengan DAS Paguyaman, untuk itu penelitian ini bertujuan menganalisis neraca air di DAS Paguyaman. Metode analisis neraca air yang digunakan yaitu Metode Neraca Air Umum dimana jumlah kebutuhan air irigasi ditambah dengan jumlah kebutuhan air bersih (rumah tangga dan industri) dikurangi dengan ketersediaan air yang ada di DAS Paguyaman hingga tahun 2020. Berdasarkan hasil perhitungan analisis neraca air dengan probabilitas 80% menunjukkan adanya defisit air pada bulan September periode pertama sebesar 4,82 m3/det dan periode kedua sebesar 1,90 m3/det. Adapun analisis neraca air dengan probabilitas 90% menunjukkan adanya defisit air pula pada bulan September periode pertama sebesar 8,06 m3/det dan periode kedua sebesar 5,14 m3/det. Sedangkan surplus air terjadi pada bulan Oktober sampai seterusnya hingga bulan Agustus dengan surplus air maksimum terjadi pada bulan Mei periode pertama sebesar 69,99 m3/det untuk neraca air probabilitas 80% dan 50,22 m3/det untuk neraca air probabilitas 90%.
Analisis Debit Banjir dan Tinggi Muka Air Sungai Duwanga Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo: Analysis of Flood Discharge and Water Level Duwanga River Dungaliyo District Gorontalo District Dwi, Dwi Ramadan; Husnan, Rawiyah; Labdul, Barry Yusuf
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (Juni 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i1.79

Abstract

Sungai Duwanga merupakan sungai yang berada di Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Pada tahun 2020 Sungai Duwanga meluap dan menyebabkan banjir hingga tanggul Sungai Duwanga jebol yang mengakibatkan rumah-rumah terutama rumah yang berada disekitar Sungai Duwanga terendam dan mengalami kerusakan. Maka dari itu diperlukan analisis debit banjir dan tinggi muka air dari Sungai Duwanga. Titik tinjau untuk penelitian ini terletak di Jembatan Duwanga. Data yang diaplikasikan berupa data primer dan sekunder yaitu data penampang sungai sebagai data primer, kemudian data curah hujan harian maksimum, data debit tahunan, luas DAS, peta topografi, dan data penutup lahan untuk data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis hidrologi dengan mengunakan model HEC-HMS untuk mendapatkan besaran debit banjir rencana dan Model Hidrolika HEC-RAS untuk analisis tinggi muka air menggunakan program serta simulasi tinggi muka air banjir. Hasil analisis hidrologi yang didapat debit banjir yang dihitung dengan metode HSS SCS pada program HEC-HMS yaitu kala ulang 5 tahun sebesar 35,6 m3/detik, kala ulang 10 tahun sebesar 42,1 m3/detik, kala ulang 25 tahun sebesar 47,5 m3/detik, kala ulang 50 tahun sebesar 52,8 m3/detik, dan kala ulang 100 tahun sebesar 56,2 m3/detik. Hasil analisis hidrolika dengan memasukkan hasil data debit banjir dan data penampang sungai pada program HEC-RAS memperlihatkan pada sta 0+50 dan sta 0+100 kala ulang 5 tahun tidak terjadi luapan, sedangkan pada kala ulang 10 tahun luapan banjir terjadi hanya pada bantaran kanan sungai. Sungai Duwanga tidak mampu membendung debit banjir pada sta 0+150, sta 0+200, sta 0+250 untuk kala ulang 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun
Analisis Pengaruh Fenomena Iklim El-Nino dan La-Nina terhadap Curah Hujan di Kalimantan Tengah Nugraheni, Melly; Zakaria, Ahmad
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (Desember 2023)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v3i2.83

Abstract

Central Kalimantan is one of the regions in Indonesia affected by El Nino and La Nina climate anomalies. This study was conducted to determine the effect of El Nino and La Nina climate anomalies or deviations on rainfall in Central Kalimantan. The purpose of this study was to look at the areas that have the most influence caused by El Niño and La Nina climate anomalies. This study used daily rainfall data from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) station and also the Tropical Rainfall Measurement Mission (TRMM) satellite in Central Kalimantan with a data range of 22 years, from 1998 to 2019. Spectral methods are used as modeling and use the Fast Fourier Transform (FFT) program to obtain rainfall spectrum data. Then the amplitude value is obtained and the data comparison is carried out to determine the value of the correlation relationship. The results of data analysis according to the results of Fast Fourier Transform (FFT) obtained that the area that has the highest influence due to El Nino and La Nina climate anomalies or deviations based on BMKG and TRMM data is at the H. Asan station. The dominant frequency period of recurrence for BMKG data is 3.74 years with an amplitude value of 1.4641 mm and TRMM data is 2.80 years with an amplitude value of 0.9829 mm.
Kajian Penanganan Gerusan pada Sungai Ciujung melalui Pemodelan Numerik : Study of Scour Treatment in the Ciujung River through Numerical Modeling Putriasri, Anggun Etika; Hermawan, Yandi; Amatullah, Salma Izzatu; Rahmawati, Adhisye; Sandi, Calvin
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (Desember 2023)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v3i2.84

Abstract

The Ciujung River is known to have a meander river morphology, which has many bends. This causes several points in the river to be prone to erosion. In January 2023, the banks of the Ciujung River located in Bojong Catang Village experienced a landslide due to erosion which caused damage to several residents’ houses and threatened the surrounding settlements. Therefore, a treatment is needed to prevent erosion. Crib is a river structure that has a functions to regulate the direction of flow at river bends while protecting river banks against erosion. This study will test several alternative crib designs on the riverbanks of Bojong Catang Village. The simulation in this study was carried out using a 25-year return period flood discharge with a peak discharge of 1538,10 m3/s. Tests were carried out using numerical modeling with the aid of HEC-RAS 6.2 software to determine the flow speed at the outer bend of the river. The main objective of this study is to test the effectiveness of several design alternatives, as well as to provide crib design recommendations. From the results of modeling and analysis, it was found that to reduce the potential for landslides on river banks, with a length of ± 670 m in Bojong Catang Village, Alternative III groin design is recommended, with 12 impermeable crib, crib length of 31,85 meters, and the distance between each cribs is 57,33 meters. This alternative offers the most economical costs, with a smaller number of groins yet still has high effectiveness in reducing flow velocity at the outer bends of the river.