cover
Contact Name
Asep Harhar Muharam
Contact Email
jtsda@hathi.id
Phone
+6281284830523
Journal Mail Official
jtsda@hathi.id
Editorial Address
Gedung Direktorat Sumber Daya Air Lt. 8 Jl. Patimura No 20 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta - 12110
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sumber Daya Air
ISSN : 24071048     EISSN : 29628105     DOI : -
Jurnal Teknik Sumber Daya Air (JTSDA) adalah jurnal berbahasa Indonesia yang memuat naskah ilmiah dalam bidang Teknik Sumber Daya Air dengan proses review secara double-blind peer-reviewed. JTSDA terbit 2 (dua) kali dalam setahun, open access, menerima berbagai tipe naskah, baik naskah penelitian (research articles), naskah kasus teknik (technical notes), ataupun naskah ulasan (review articles). Ketiga tipe naskah JTSDA tersebut mencakup aspek konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, pengendalian daya rusak sumber daya air, sistem informasi sumber daya air, serta kelembagaan sumber daya air.
Articles 79 Documents
Kajian Faktor Dominan terhadap Penilaian Kinerja Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat : Study of Dominant Factors on Performance Assessment of Drinking Water Supply System (SPAM) in the Province of West Nusa Tenggara Sudiarti, Sri Utami; Utama, Satria
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i2.101

Abstract

West Nusa Tenggara Province has 8 (eight) BUMDs (Regional Owned Enterprises) managing drinking water divided into two islands namely Lombok island and Sumbawa island where the study location is seven BUMDs. The two islands each have 4 (four) drinking water management bodies. There are four aspects of SPAM performance assessment based on PP 122/2015, namely financial aspects, service aspects, operational aspects, and human resource aspects. This study aims to find the dominant factors that influence the SPAM performance assessment. Quantitative research method applied using fuzzy cluster means (Fuzzy C-Means). The results showed that in the span of 2017 - 2022 the performance of SPAM Lombok island from 4 (four) BUMDs there are two healthy and two others less healthy. While Sumbawa island is less healthy on average. The dominant factors affecting the performance of these BUMDs are operational aspects and financial aspects where the dominant operational aspect is the level of water loss in the drinking water distribution system. The dominant financial aspect is liquidity including cash ratio and billing effectiveness. These dominant factors from the seven BUMDs obtained values that affect the BUMD performance value so that it falls into the category of healthy, less healthy and sick. This study results in efforts that need to be made to improve the performance condition of BUMD in the ‘sick’ category by knowing the dominant factors.
Efek Sekunder Pada Aliran Turbulen Terhadap Aliran Super Kritis Pada Saluran Terbuka Untuk Bangunan Penguras Sedimen Untuk Irigasi: Secondary Effects of Turbulent Flow on Supercritical Flow in Open Canal For Sediment Trap Structure for Irrigation Isnaeni, Muhammad
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i2.106

Abstract

Secondary influence on supercritical flow with a Froude number > 1, which flows at the bottom of the canal surface of the concrete lining, has a secondary effect, which causes contour line protrusions and velocity with a wavy pattern of the average velocity distribution across the wet perimeter. Supercritical flow can transition to sub-critical flow through a hydraulic jump phenomenon that is detrimental to flow rate. This research is recommended as an innovation for optimum discharge efficiency and flow depth parameters in an open canal in an irrigation system. This research method involves physical testing with a 1:40 scale flume on a prototype in the laboratory so that detailed profiles of instantaneous and vertical flow velocity are observed using a 16 Mhz Acoustic Doppler Velocimeter (ADV) to obtain flow characteristics. Then, the modified wake-log law on the bottom and surface of the flow is analysed in the flume within 5 hours of flow to determine the increase in the more stable sediment fraction per hour. The research results show that the ratio of width (b) and depth of flow (h) can significantly increase the strength of the secondary flow with an ideal b/h ratio that can provide discharge flow efficiency based on Froude number = 2.2 and Reynolds 2500 - 2600 can be efficient up to 46% is required Q: 1.26 l/s, flow speed 10.79 cm/s so that the flow is in a laminar to turbulent transition position and does not trigger sedimentation in the wet perimeter of the canal.
Analisis Bangunan Pengaman Pantai menggunakan Kubus Beton di Pantai Keraya Kalimantan Tengah S Ardi, Alton; Hartawan, I putu; Setiawan, M Hendro; Mahardika, Rizky Dwiyan; Sudarto
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i2.107

Abstract

Pantai Keraya yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah memiliki permasalahan yaitu kemunduran garis pantai berkisar 5 – 10 m dalam kurun waktu 14 tahun terakhir akibat erosi. Penanganan erosi dilakukan dengan cara pembangunan pengaman pantai dengan menggunakan desain bangunan tipe pemecah gelombang dan revetment, untuk menghasilkan bangunan yang handal dibutuhkan identifikasi lapangan berupa pengumpulan data primer yang digunakan dalam analisis teknis sebagai dasar desain. Berdasarkan data model ERA-5, kondisi ekstrim kala ulang 100 tahun saat musim barat diperoleh gelombang signifikan (Hs) sebesar 2,717 m dengan periode 6,78 detik serta kecepatan angin 14,12 m/detik. Penjalaran gelombang dari laut dalam ke lokasi kajian dimodelkan dengan menggunakan model numerik dan didapatkan gelombang signifikan (Hs) sebesar 0,40 – 0,51 m dengan periode 3,64 detik untuk masing – masing lokasi rencana bangunan. Untuk meningkatkan nilai keamanan bangunan, digunakan 1,37Hs untuk perhitungan gelombang desain (Hd) sehingga diperoleh nilai untuk alternatif pemecah gelombang sebesar 0,70 m dan revetment sebesar 0,55 m. Dari hasil kajian analisis data di Pantai Keraya didapat 2 alternatif perencanaan desain bangunan pengaman pantai yang dapat digunakan sebagai bentuk penanganan permasalahan erosi yaitu desain revetment dengan elevasi struktur +2,50 m dari MSL 0 serta berat armor kubus lapisan primer 150 kg dan alternatif lainnya yaitu desain bangunan pemecah gelombang pada bagian kepala dengan elevasi struktur + 2,20 m dari MSL 0 dan berat armor kubus lapisan primer 150 kg serta pada bagian badan dengan elevasi struktur + 2,20 m dari MSL 0 dan berat armor kubus lapisan primer 150 kg.
Rekayasa Hidraulik untuk Pengendalian Sedimentasi pada Bendungan Sengguruh Ishakputra, Jonathan Angelo; Lestari, Slamet; Yuniarti, Taty; Al Akbar, Byan Farras; Herlambang , Iqbal Fauzan; Asyraf , Muhammad Rifqi; Rachman, Muhammad Alix
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i2.108

Abstract

Sungai Brantas merupakan salah satu sungai besar yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Sungai ini memiliki panjang mencapai 320 km yang mencakup luas Daerah Tangkapan Air (DTA) sebesar 14.103 km2. Berbagai macam bangunan air telah dibangun pada aliran Sungai Brantas dengan tujuan ketahanan air dan produksi energi listrik. Dibalik manfaat yang dihasilkan terdapat permasalahan yang cukup serius yakni sedimentasi. Bendungan Sengguruh merupakan Bendungan paling hulu yang terdapat pada aliran Sungai Brantas dan mendapat pasokan air dari Sungai Brantas Hulu dan Sungai Lesti yang masing-masing melayani luas DTA sebesar 102.990,60 Ha dan 61.546,8 Ha. Setiap tahun sebanyak 528.915,9 m3 sedimen mengendap pada badan air Bendungan Sengguruh yang berasal dari erosi pada DAS Sungai Brantas Hulu dan Sungai Lesti. Akibat dari sedimentasi yang terjadi, maka dilakukan penggelontoran sedimen atau flushing setiap dua tahun sekali. Penelitian ini akan membahas terkait efektifitas submerge sediment trap sebagai upaya rekayasa hidraulik untuk pengendalian sedimen pada Bendungan Sengguruh. Metode yang dilakukan pada penelitian ini dengan melakukan pemodelan numerik sedimentasi 2-dimensi selama 1 tahun dan data yang gunakan adalah data debit inflow sungai, bathimetri Bendungan Sengguruh, debit sedimen, data teknis Bendungan Sengguruh dan pola operasi Bendungan Sengguruh. Berdasarkan hasil pemodelan dengan penggunaan submerge sediment trap mampu mereduksi sedimen terendap pada reservoir Bendungan Sengguruh dari 4,4 m menjadi 4,0 m dan penurunan luas sedimentasi.
Pengembangan Model Prediksi Banjir Berdasarkan Akurasi Inflow Dan Outflow Pada Bendungan Bili-Bili: Development of a Flood Prediction Model Based on The Accuracy of Inflow and Outflow at Bili-Bili Dam Febi, Febi Murdiana; Rachmat Ciptadi; Fajar Arif Nurdin; Husnul Khatimah; Nur Indah Sari
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i2.109

Abstract

The inflow prediction model for Bili-Bili Dam, developed by the Dam Monitoring Center (PMB), has met the validation interpretation criteria, but the data validation values can still be improved. Therefore, this study develops a simulation prediction model using HEC-HMS with the Transform Method Clark to predict the 5-day inflow by inputting predicted rainfall data from BMKG and observed inflow data. To validate the results of the simulation model, data validation analysis is conducted by comparison using the Root Mean Squared Error (RMSE), Relative Error (RE), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE), and Correlation Coefficient (R) methods using calibrated and uncalibrated data. The calibration method used in this study is a linear equation with a 7-day data range starting from February 6 to June 23, 2024. The best validation results of the simulated rainfall data from BMKG against the calibrated observed inflow are found in the 1-day ahead prediction period, with an average NSE = 0.761; average R = 0.246; average RE = 7.2%; average RMSE = 26.814, due to the NSE value close to one and the low RMSE and relative error values. Overall, it can be concluded that the comparison of simulated rainfall data from BMKG against observed inflow with a prediction accuracy of 1 day ahead can be used for inflow prediction at Bili-Bili Dam.
Pemanfaatan Lahan Basah Buatan untuk Mengurangi Degradasi Kualitas Air di Danau Tondano Hendratta, Liany; Harianto, Sugeng; Rantung, Audy H.P; Monica, La’la
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i2.117

Abstract

Perubahan iklim global akan berdampak pada perubahan temperatur dan curah hujan di Daerah Aliran Sungai yang dapat mengubah aliran air masuk ke danau dan menyebabkan terbawanya kontaminan dan sedimen yang berujung pada degradasi kualitas air. Selain itu, polutan dari pertanian dan sumber lainnya akan semakin memperparah pencemaran di danau. Danau Tondano sebagai salah satu dari 15 danau prioritas nasional memiliki pemanfaatan yang beragam antara lain untuk pembangkit listrik tenaga air, air baku, pertanian, perikanan jaring tancap dan pariwisata, sudah mengalami eutrofikasi dan ledakan pertumbuhan plankton di permukaan danau yang akan membahayakan kehidupan organisme dalam ekosistem danau. Studi tentang kualitas air pada 9 inlet utama dan di danau dilakukan untuk mendapatkan kondisi aktual kualitas air danau. Hasil studi menunjukan sebagian besar air di danau Tondano sudah tercemar ringan sampai berat. Mengantisipasi kejadian penurunan kualitas air ini studi lanjutan dilakukan yaitu dengan mengaplikasikan sistem lahan basah terapung yang memanfaatkan 3 jenis tanaman air lokal. Hasil studi menunjukkan bahwa kandungan nutrien (N, P, K) pada 3 tanaman air cenderung berada di atas standar menurut SNI 19-17030-2004. Khususnya kandungan Nitrogen standar mutu (N) 0,40% namun pada ketiga makrofita masing-masing sebesar (0,72; 1,34, 0,92) %, jauh di atas standar mutu. Kandungan nutrient juga menunjukkan angka melebihi baku mutu menurut PP RI No. 22 tahun 2021. Penelitian ini menemukan tanaman makrofita air, bertumbuh dan berkembang sangat pesat di dalam lahan basah. Jika pemanenan dilakukan, maka 3 tanaman air ini relatif efisien dalam menghilangkan nutrient (P dan N) sehingga mengurangi tingkat kesuburan danau penyebab eutrofikasi.
Analisis Pengelolaan Pengendalian Banjir melalui Pembangunan Kolam Retensi di Sungai Cijambe Kabupaten Bekasi Ramdhan Dazali, Geri; Amal Putra, Alif Lamra
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i2.118

Abstract

Banjir tahunan Sungai Cijambe terjadi akibat perubahan tata guna lahan yang didominasi oleh pemukiman, dan kawasan niaga. Perkembangan kawasan perkotaan yang terus meningkat berkorelasi negatif terhadap kemampuan infiltrasi air hujan DAS Cijambe. Kehilangan air limpasan hujan yang ditinjau berdasarkan parameter Curve Number (CN) menunjukkan terjadi peningkatan sejak tahun 2009 hingga 2021, dari 77.68, menjadi 81.72. Limpasan air hujan yang semakin besar tidak diimbangi dengan kapasitas sungai yang cenderung semakin mengecil. Salah satu titik lokasi penyebab banjir di Sungai Cijambe adalah interseksi sungai dan jalan Tol Jakarta-Cikampek Km-19. Penyempitan penampang sungai dan peningkatan debit banjir pada gorong-gorong jembatan (2 buah ukuran 5,0 x 4,5 m) menyebabkan terjadinya efek bottleneck di lokasi tersebut. Analisis ini bertujuan untuk manganalisa kebutuhan kolam retensi, dengan tolak ukur debit banjir Q25 dapat mengalir tanpa hambatan pada lokasi yang ditinjau. Pengelolaan debit banjir dianalisa melalui pemodelan hidraulik yang kemudian dikomparasikan dengan kondisi eksisting. Hasil pemodelan hidrologi dan hidraulik berdasarkan usulan penanganan menunjukkan perlu dibangun 5 buah kolam retensi yang tersebar di hulu interseksi (2 di Kota Bekasi dan 3 di Kabupaten Bekasi) dengan total volume tampungan sebesar 421,541 m3. Hidrograf banjir menunjukkan debit rencana Q25 semula sebesar 129,98 m3/s kemudian tereduksi sebesar 34.61% menjadi 85.42 m3/s. Hasil pemodelan hidraulik menunjukkan dengan penurunan debit banjir Q25, elevasi Muka Air Banjir (MAB) sudah dapat melalui gorong-gorong tanpa ada hambatan. Melalui hasil analisis disimpulkan, pengendalian banjir di Sungai Cijambe dapat ditingkatkan melalui pembangunan kolam retensi melalui pengelolaan debit banjir sub-DAS Cijambe selama periode banjir puncak.
Analisis Perubahan Peredaman Energi Akibat Penurunan Dasar Peredam Energi Menggunakan Uji Model Fisik Hidraulik Anam, Syaiful; Dermawan, Very; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i2.123

Abstract

Bangunan utama (Headworks) pada bangunan jaringan irigasi didefinisikan sebagai kompleks bangunan di sepanjang sungai yang dapat membelokkan air menuju saluran irigasi. Bangunan utama terdiri dari bangunan pengelak, peredam energi, kantong lumpur, bangunan pembilas. Apabila sebuah bendung dibangun maka bagian hilir bendung akan terjadi loncat air. Kecepatan pada daerah tersebut masih tinggi sehingga dibuat suatu konstruksi peredam energi. Peredam energi adalah bangunan hidraulik yang berfungsi meredam energi dari aliran air hasil limpasan dari atas mercu bendung. Dampak buruk yang dihasilkan oleh aliran energi yang tidak dapat diredam oleh bangunan adalah terjadinya penurunan muka tanah dasar sungai. Gerusan menyebabkan kerusakan pada struktur tanah yang berpotensi menyebabkan kerusakan bangunan hingga keruntuhan bangunan. Tipe peredam energi USBR biasanya dipakai untuk head drop yang lebih tinggi dari 10 meter. Peredam energi USBR memiliki 4 tipe yaitu USBR I, USBR II, USBR III dan USBR IV. Pada penelitian ini digunakan peredam energi Tipe USBR II, merupakan peredam energi yang memiliki blok-blok saluran tajam (gigi pemencar) di ujung hulu dan didekat ujung hilir (end sill). Tujuan penelitian adalah untuk menentukan geometri bangunan peredam energi dengan membuat persamaan tinggi jatuh (Z1) pada model penurunan lantai dasar saluran keseluruhan dan penurunan lantai dasar peredam energi (kombinasi negatif slope) pada peredam energi tipe datar dan tipe USBR II, sehingga mengetahui model peredaman yang paling efektif dan efisien.
Analisis Derajat Bencana Kekeringan di Pulau Jawa Akibat Fenomena El-Nino 2023 Sanjaya, S; Koes Paulina Cantik, Bella; Septya Wardaningrum, Anastasia
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i2.124

Abstract

Kekeringan adalah sebuah bencana alam dengan proses menjalar yang tidak nampak namun dapat teridentifikasi lewat dampaknya terhadap aspek kehidupan manusia. Berdasarkan studi terkini IPCC, bencana alam hidro-meterologi seperti banjir ataupun kekeringan akan mengalami intensifikasi, serta peningkatan dampak risikonya. Hal ini juga semakin tergambar dengan beberapa kejadian kekeringan akibat fenomena El-nino seperti pada tahun 2015-2016 yang dikategorikan kuat. Kejadian ini berdampak sangat parah terhadap aspek pertanian, dan juga perekonomian hingga kesejahteraan penduduk dunia, terkhususnya Indonesia di mana pertanian adalah komoditas utamanya. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengukur seberapa parah kondisi kekeringan yang terjadi akibat fenomena alam El-nino di Indonesia pada tahun 2023 dengan Indeks Kekeringan SPI dan membuat peta sebaran kekeringan pada wilayah tertinjau, sehingga dapat diharapkan menjadi langkah awal mitigasi bencana dampak kekeringan yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah perhitungan kuantitatif Indeks Kekeringan SPI, yang diolah menggunakan pengukuran data hujan bulanan berbasis satelit, yaitu GPM 3IMERGMV07 selama 23 tahun (2001-2023) di Pulau Jawa. Pemetaan sebaran wilayah yang terdampak kekeringan dibuat berdasarkan hasil Indeks Kekeringan SPI, dengan menggunakan Metode IDW pada ArcGIS. Hasil analisis dari studi ini menunjukkan bahwa derajat keparahan kekeringan yang terjadi di Pulau Jawa rata-rata akibat fenomena El-nino tahun 2023 adalah -0,84 ± 0,28, selain itu daerah yang mengalami dampak kekeringan paling parah berdasarkan pengukuran indeks ini adalah daerah selatan Pulau Jawa. Hasil ini juga didukung dengan penilaian durasi kekeringan SPI, bahwa rata-rata daerah mengalami kekeringan selama 5 bulan, pada akhir tahun 2023.
Perbaikan Desain Bangunan Pelimpah Waduk Pacal dengan Uji Model Hidraulik Fisik Darto, -; Ekarina Sudaryanto, Novianingrum; Indrawan, -; Tri Asmoro, Anton
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (Desember 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i2.125

Abstract

Desain hidraulik bangunan pelimpah bendungan dapat dilakukan dengan uji model hidraulik (UMH) fisik di laboratorium. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mempelajari perilaku hidraulik bangunan pelimpah dengan komponen pelengkapnya. Metode yang digunakan dalam pemodelan adalah mencakup pembuatan model fisik, dan uji pengaliran hidraulik. Pengujian hidraulik dilakukan dalam 3 seri, antara lain: seri I tes desain; seri II, dan III merupakan tes perbaikan/penyempurnaan dimensi saluran luncur, modifikasi kolam olakan yang lebih baik dan pengamanan gerusan lokal akibat loncatan air dari kolam olakan dengan menambah tinggi elevasi endsill. Perbaikan dengan memodifikasi secara coba-coba, sehingga didapat desain bangunan pelimpah yang aman dari segi hidraulik, dimana tinggi jagaan untuk semua debit rencana aman, pola aliran di saluran luncur tidak terjadi aliran silang. Juga kolam olakan dapat meredam energi dengan baik, serta gerusan lokal di hilir kolam olakan dapat dikendalikan. Hasil penyempurnaan yang diperoleh dari modifikasi adalah seri terbaik yang akan digunakan sebagai bahan rekomendasi untuk diterapkan di lapangan