cover
Contact Name
Muhammad Nurul Mubin
Contact Email
mnmubin96@gmail.com
Phone
+6285740118326
Journal Mail Official
heutagogia@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Education, 2nd floor, House of Journal, State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia. Marsda Adisucipto Street Yogyakarta 55281 Indonesia.
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education
ISSN : 28097769     EISSN : 27983579     DOI : https://doi.org/10.14421/hjie
Aims and Scope The journal focuses its scope on the issues of Islamic Education. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education. Deradicalization of Islamic Education Philosophy of Islamic Education Islamic Education Policy Gender and Islamic Education Comparison of Islamic Education Islamic Education and Science Nusantara Islamic Education Pesantren Education Islamic Education and Social Transformation Leadership of Islamic Education Figure of Islamic Education Islamic Education Management Curriculum of Islamic Education Innovation of Islamic Education Madrasah Education
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024)" : 10 Documents clear
Educator Excellence in the Era of Society 5.0: A Hadith Perspective Onilivia, Viva Fadma; Noptario, Noptario
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2024.41-04

Abstract

Abstract: In the disruptive era of Society 5.0, educators are required to continuously learn and adapt to technological advancements. This study aims to examine the concept of an exemplary educator from the perspective of Hadith, providing a reference for teachers to develop their potential in accordance with religious teachings. Utilizing a qualitative research approach and library research methods, this study explores various sources such as books, articles, and other relevant literature. The findings emphasize that to be a quality educator in the sophisticated era of Society 5.0, one must be adept at embracing change, utilizing technology effectively, and guiding students towards both worldly success and spiritual fulfillment. The discussion underscores the importance of balancing technological proficiency with religious principles, portraying educators as critical thinkers who embody the teachings of Prophet Muhammad SAW. This study contributes to the Islamic educational knowledge base by highlighting that the efforts to create excellent educators are also advocated in Islam through Hadith, thereby ensuring that future generations receive the best education aligned with religious teachings. Abstrak: Di era disruptif Society 5.0, pendidik dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidik yang unggul dari perspektif hadis, memberikan referensi bagi guru untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan ajaran agama. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode penelitian kepustakaan, studi ini mengeksplorasi berbagai sumber seperti buku, artikel, dan literatur relevan lainnya. Temuan menekankan bahwa untuk menjadi pendidik yang berkualitas di era Society 5.0 yang canggih, seseorang harus mampu menghadapi perubahan, memanfaatkan teknologi secara efektif, dan membimbing peserta didik menuju kesuksesan duniawi dan pemenuhan spiritual. Pembahasan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kecakapan teknologi dan prinsip-prinsip agama, menggambarkan pendidik sebagai pemikir kritis yang meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini berkontribusi pada khazanah pengetahuan pendidikan Islam dengan menyoroti bahwa upaya menciptakan pendidik yang unggul juga dianjurkan dalam Islam melalui hadis, sehingga generasi masa depan dapat menerima pendidikan terbaik yang sesuai dengan ajaran agama.
Strengthening Religious Moderation through Islamic Religious Education Values at Public Senior High School 1 Bambanglipuro Bantul Sihono, Sihono; Cahyo, Septian Dwi
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2024.41-01

Abstract

Abstract: This study investigates the enhancement of religious moderation by implementing Islamic religious education values at Public Senior High School 1 Bambanglipuro, Bantul. Employing a descriptive qualitative research design, data were gathered using observations, semi-structured interviews, and document analysis. The research is underpinned by Thomas Lickona's theory of value education, emphasising the role of value education in shaping character and behaviour. Participants included the principal, teachers, and students selected through purposive sampling to provide comprehensive insights. The findings highlight integrating critical Islamic values such as faith, honesty, obedience, and tolerance into the school's curriculum. These values are conveyed through classroom activities, extracurricular programs, and school culture, resulting in notable improvements in student behaviour, reduced inter-religious conflicts, and enhanced attitudes of tolerance and respect. The study underscores the effectiveness of Islamic religious education in promoting religious moderation and fostering a peaceful and pluralistic society. Implications for educational policy and practice are significant, suggesting that incorporating structured moral education can play a crucial role in achieving societal harmony. Recommendations include the nationwide adoption of similar educational programs and ongoing professional development for educators to ensure sustained positive impacts. Future research should expand to include more schools and regions to validate these findings further and explore additional factors influencing the success of religious moderation initiatives in educational settings. Abstrak: Penelitian ini menginvestigasi penguatan moderasi beragama melalui implementasi nilai-nilai pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1 Bambanglipuro, Bantul. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen. Penelitian ini didasari oleh teori pendidikan nilai Thomas Lickona, yang menekankan peran pendidikan nilai dalam membentuk karakter dan perilaku. Partisipan penelitian termasuk kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposive untuk memberikan wawasan yang komprehensif. Temuan penelitian menyoroti integrasi nilai-nilai Islam kunci seperti iman, kejujuran, ketaatan, dan toleransi ke dalam kurikulum sekolah. Nilai-nilai ini disampaikan melalui kegiatan kelas, program ekstrakurikuler, dan budaya sekolah, yang menghasilkan perbaikan signifikan dalam perilaku siswa, pengurangan konflik antaragama, dan peningkatan sikap toleransi dan saling menghormati. Penelitian ini menegaskan efektivitas pendidikan agama Islam dalam mempromosikan moderasi beragama dan membangun masyarakat yang damai dan pluralis. Implikasi untuk kebijakan dan praktik pendidikan sangat penting, menyarankan bahwa menggabungkan pendidikan moral yang terstruktur dapat berperan penting dalam mencapai harmoni sosial. Rekomendasi mencakup adopsi program pendidikan serupa secara nasional dan pengembangan profesional berkelanjutan bagi pendidik untuk memastikan dampak positif yang berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut harus diperluas untuk mencakup lebih banyak sekolah dan wilayah untuk lebih memvalidasi temuan ini dan mengeksplorasi faktor tambahan yang mempengaruhi keberhasilan inisiatif moderasi beragama di lingkungan pendidikan.
Digital Learning in Crisis: Assessing Zenius's Role in Sustaining Educational Quality at Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ali Maksum During Pandemic Era Sabarudin, Sabarudin; Sa’diyah, Siti Halawatus; Syafii, Ahmad
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2024.41-02

Abstract

Abstract: This study investigates the adoption of the Zenius digital learning platform at Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ali Maksum, an Islamic boarding school in Yogyakarta, during the pandemic era pandemic. Employing a qualitative case study methodology, the research focuses on the school's strategic use of Zenius to maintain educational quality for 12th-grade students. Methodological triangulation, encompassing interviews, observations, and document analysis, enabled an in-depth evaluation of the digital learning implementation and its impacts. Key findings indicate that Zenius, with features like ZenBot, Live Classes, and a comprehensive Content Library, effectively supported the learning process, evidenced by the UTBK (University Entrance Test) scores analysis. Despite its successful application, challenges were noted in tutors' subject matter mastery and the need for more individualised instruction. The study's limitations include its focus on a single institution and reliance on observational data, which may affect generalizability. The research contributes to the discourse on educational technology, highlighting the necessity for adaptable, student-centred learning environments and continuous educator training. Future research directions include broadening the scope to multiple institutions and incorporating qualitative analyses to better understand technology's role in education during crises. This study underscores the importance of integrating innovative educational methods, particularly in challenging times, with implications for educational policy and practices. Abstrak: Penelitian ini menyelidiki adopsi platform pembelajaran digital Zenius di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ali Maksum, sebuah pesantren di Yogyakarta, selama masa pandemi. Menggunakan metodologi studi kasus kualitatif, penelitian ini berfokus pada penggunaan strategis Zenius oleh sekolah untuk mempertahankan kualitas pendidikan bagi siswa kelas 12. Triangulasi metodologis, yang mencakup wawancara, observasi, dan analisis dokumen, memungkinkan evaluasi mendalam tentang implementasi pembelajaran digital dan dampaknya. Temuan utama menunjukkan bahwa Zenius, dengan fitur-fitur seperti ZenBot, Kelas Live, dan Perpustakaan Konten yang komprehensif, secara efektif mendukung proses pembelajaran, seperti yang dibuktikan oleh analisis skor UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Meskipun aplikasi ini berhasil, tantangan tercatat dalam penguasaan materi oleh tutor dan kebutuhan akan pengajaran yang lebih individual. Keterbatasan penelitian ini termasuk fokus pada satu institusi dan ketergantungan pada data observasional, yang dapat mempengaruhi generalisasi. Penelitian ini berkontribusi pada diskusi tentang teknologi pendidikan, menyoroti pentingnya lingkungan pembelajaran yang adaptif dan berpusat pada siswa serta pelatihan terus-menerus bagi pendidik. Arah penelitian di masa depan mencakup memperluas cakupan ke beberapa institusi dan menggabungkan analisis kualitatif untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang peran teknologi dalam pendidikan selama krisis. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan metode pendidikan inovatif, terutama di masa-masa sulit, dengan implikasi bagi kebijakan dan praktik pendidikan.
Organisational Communication in Islamic Education: A Case Study of Madrasah Aliyah Salafiyah Cirebon Ramadhan, Mohamad Azis; Sadat, Fahad Achmad
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2024.41-03

Abstract

Abstract: This study provides an in-depth analysis of organisational communication within Islamic education, focusing on Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Cirebon. Employing a qualitative case study approach, the research integrates triangulation methods, including interviews, observations, and document analysis, to explore the educational communication processes and challenges at MA Salafiyah. Data were collected over two months, involving purposive sampling of key participants such as the Principal, Vice Principal of Curriculum, teachers, students, and administrative staff. The findings reveal a complex network of formal and informal communication channels among school leaders, educators, students, parents, alumni, and external stakeholders, emphasising their critical role in school operations and community building. Despite effective internal communication dynamics, psychological, physical, cultural, and environmental barriers were identified. The study underscores the importance of utilising diverse communication media to mitigate these barriers, with significant implications for enhancing the quality of Islamic education. Continuous evaluation and adaptation of communication practices and active stakeholder involvement are essential for achieving educational excellence. However, the study's focus on a single institution limits the generalizability of the findings, indicating the need for broader research across various educational settings. Future studies should incorporate quantitative analyses to complement the qualitative data and examine the impact of specific interventions on educational outcomes. Abstrak: Penelitian ini memberikan analisis mendalam tentang komunikasi organisasi dalam pendidikan Islam, dengan fokus pada Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Cirebon. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengintegrasikan metode triangulasi, termasuk wawancara, observasi, dan analisis dokumen, untuk mengeksplorasi proses komunikasi pendidikan dan tantangan yang ada di MA Salafiyah. Data dikumpulkan selama dua bulan, melibatkan purposive sampling dari peserta kunci seperti Kepala Sekolah, Wakil Kepala Kurikulum, guru, siswa, dan staf administrasi. Temuan mengungkapkan jaringan komunikasi formal dan informal yang kompleks di antara pimpinan sekolah, pendidik, siswa, orang tua, alumni, dan pemangku kepentingan eksternal, yang menekankan peran kritis mereka dalam operasi sekolah dan pembangunan komunitas. Meskipun dinamika komunikasi internal efektif, terdapat hambatan seperti faktor psikologis, fisik, budaya, dan lingkungan. Studi ini menekankan pentingnya menggunakan berbagai media komunikasi untuk mengatasi hambatan tersebut, dengan implikasi signifikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Evaluasi dan adaptasi berkelanjutan dari praktik komunikasi, bersama dengan keterlibatan aktif pemangku kepentingan, sangat penting untuk mencapai keunggulan pendidikan. Namun, fokus studi pada satu institusi membatasi generalisasi temuan, menunjukkan perlunya penelitian yang lebih luas di berbagai lingkungan pendidikan. Studi masa depan harus menggabungkan analisis kuantitatif untuk melengkapi data kualitatif dan meneliti dampak intervensi spesifik pada hasil pendidikan.
Humanizing Learning: Implementing the Humanistic Approach in Inclusive Islamic Education at SD Muhammadiyah Wringinanom Gresik Patty, Muh Akbar; Prastowo, Andi; Sahmat, Sulhu Diah Rafidiah
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2024.41-07

Abstract

Abstract: Humanism is one meaningful learning approach that engages students in learning activities. In facing the challenges of inclusive education in Indonesia, implementing Humanistic Learning Theory becomes very relevant and strategic. This research explores the implementation of a humanistic approach in inclusive classrooms at SD Muhammadiyah Wringinanom, Gresik. Using a descriptive qualitative method, data were collected through interviews, classroom observations, and document analysis. The study focused on how humanistic principles, such as respect for individuality, emotional well-being, and social development, are applied in inclusive education. Results highlight the effective use of student-centered learning and the importance of positive teacher-student relationships. However, challenges remain in the lack of specialized teachers for students with disabilities. The study emphasizes the need for more teacher training and resource allocation to improve inclusive education further. Collaboration between teachers, parents, and external organizations is essential for successfully implementing humanistic principles in Islamic educational contexts. Further research is recommended to explore the long-term benefits of the humanistic approach for diverse learners. Abstrak: Humanistik merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang sangat bermakna dengan menjadikan siswa sebagai subjek yang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dalam menghadapi tantangan pendidikan inklusi di Indonesia, implementasi Teori Belajar Humanistik menjadi sangat relevan dan strategis. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi pendekatan humanistik di kelas inklusif SD Muhammadiyah Wringinanom, Gresik. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen. Penelitian ini berfokus pada penerapan prinsip-prinsip humanistik, seperti penghargaan terhadap individualitas, kesejahteraan emosional, dan pengembangan sosial dalam lingkungan pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pembelajaran berpusat pada siswa yang efektif dan pentingnya hubungan positif antara guru dan siswa. Namun, tantangan masih ada dalam ketiadaan guru khusus bagi siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini menekankan perlunya pelatihan guru yang lebih intensif dan alokasi sumber daya untuk meningkatkan pendidikan inklusif. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan organisasi eksternal sangat penting untuk keberhasilan penerapan prinsip-prinsip humanistik dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian lanjutan dianjurkan untuk mengeksplorasi manfaat jangka panjang pendekatan humanistik bagi siswa dengan kebutuhan beragam.
Implementing Islamic Character Values of Social and Environmental Care at MTs Darul Huda Mayak Ponorogo: A Qualitative Study Prajoko, Indra; Humaedah
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2024.41-05

Abstract

Abstract: This study explores the implementation of character values centered on social and environmental care from an Islamic perspective at MTs Darul Huda Mayak Ponorogo. Utilizing a qualitative research methodology grounded in post-positivist philosophy, the research involved participant observation, in-depth interviews, and document analysis to gather data. The findings indicate that Islamic teachings significantly shape the school's approach to character education, emphasizing principles of social responsibility and environmental stewardship. Routine activities, spontaneous actions, role modeling, and school-wide initiatives are designed to teach these values. The study reveals a holistic integration of Islamic values into the school culture, highlighting the effectiveness of this approach in fostering social and environmental consciousness among students. While the research provides valuable insights into the role of Islamic education in character development, its focus on a single institution and qualitative nature may need to be revised in generalizability. Future research should consider diverse educational contexts and employ quantitative measures to assess the long-term impact of these programs. Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi implementasi nilai-nilai karakter yang berfokus pada kepedulian sosial dan lingkungan dari perspektif Islam di MTs Darul Huda Mayak Ponorogo. Menggunakan metodologi penelitian kualitatif yang berlandaskan filosofi post-positivis, penelitian ini melibatkan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data. Temuan menunjukkan bahwa ajaran Islam secara signifikan membentuk pendekatan sekolah terhadap pendidikan karakter, dengan menekankan prinsip-prinsip tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan rutin, tindakan spontan, keteladanan, dan inisiatif sekolah secara keseluruhan dirancang untuk mengajarkan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini mengungkapkan integrasi nilai-nilai Islam secara holistik dalam budaya sekolah, yang menyoroti efektivitas pendekatan ini dalam menumbuhkan kesadaran sosial dan lingkungan di kalangan siswa. Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang peran pendidikan Islam dalam pengembangan karakter, fokusnya pada satu institusi dan sifat kualitatifnya mungkin membatasi generalisasi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan konteks pendidikan yang beragam dan menggunakan ukuran kuantitatif untuk menilai dampak jangka panjang dari program-program ini.
The Influence of TikTok on the Moral Conduct of High School Students: A Case Study in MAN Purwakarta Aufa, Muhammad Irfan
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2024.41-08

Abstract

Abstract: This study explores the impact of TikTok on the moral conduct of 12th-grade social science students at MAN Purwakarta. Using a quantitative approach, a survey was conducted among 118 students, selected through stratified random sampling, to assess the relationship between social media usage and student behavior. Data collection involved structured questionnaires, semi-structured interviews, observations, and document reviews, ensuring high ecological validity. Statistical analysis, including linear regression and hypothesis testing, revealed that TikTok use does not significantly influence student morals, accounting for only 46% of the behavioral variance. The remaining 54% is attributed to individual characteristics, family environment, and peer interactions. These findings highlight the need for a more holistic approach to moral education, emphasizing family, school, and community roles alongside responsible social media use. Limitations of this study include its cross-sectional nature and focus on a single social media platform. Future research should consider longitudinal studies and a broader scope of media platforms to understand better the complex interplay between social media and moral development. Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi dampak penggunaan TikTok terhadap akhlak siswa kelas XII IPS di MAN Purwakarta. Menggunakan pendekatan kuantitatif, survei dilakukan terhadap 118 siswa yang dipilih melalui teknik sampling acak berstrata untuk menilai hubungan antara penggunaan media sosial dan perilaku siswa. Pengumpulan data melibatkan kuesioner terstruktur, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan tinjauan dokumen, sehingga memastikan validitas ekologis yang tinggi. Analisis statistik, termasuk regresi linier dan uji hipotesis, menunjukkan bahwa penggunaan TikTok tidak secara signifikan memengaruhi akhlak siswa, hanya menjelaskan 46% dari variasi perilaku mereka. Sisanya, yaitu 54%, dipengaruhi oleh faktor lain seperti karakteristik individu, lingkungan keluarga, dan interaksi dengan teman sebaya. Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam pendidikan akhlak, dengan menekankan peran keluarga, sekolah, dan komunitas, serta penggunaan media sosial yang bertanggung jawab. Keterbatasan penelitian ini termasuk sifatnya yang cross-sectional dan fokus pada satu platform media sosial. Penelitian di masa depan sebaiknya mempertimbangkan studi longitudinal dan cakupan platform media yang lebih luas untuk memahami interaksi kompleks antara media sosial dan perkembangan akhlak.
Enhancing Religious Behavior and Well-being in Elderly Through Majelis Taklim Al-Sulthan: A Case Study Muhammad Noor Fallah
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2024.41-06

Abstract

Abstract: This study investigates the role of Majelis Taklim Al-Sulthan in improving religious behavior and mental well-being among elderly participants. Employing a descriptive qualitative approach, the research delves into the methods and processes used by Majelis Taklim Al-Sulthan and identifies the factors that support and hinder its effectiveness. Data were collected through direct observation, in-depth interviews with religious leaders and elderly participants, and documentation of spiritual activities. Findings reveal that Majelis Taklim Al-Sulthan significantly enhances elderly individuals' religious behavior through educational programs on Islamic teachings, supports social cohesion, and addresses mental health issues. The study underscores the importance of such institutions in providing spiritual and social support to older people, contributing to their overall quality of life. Limitations include the study's focus on a single location and its qualitative nature, suggesting a need for broader research. Recommendations include developing policies and programs to sustain and enhance Majelis Taklim's role in supporting elderly individuals. Abstrak: Penelitian ini mengkaji peran Majelis Taklim Al-Sulthan dalam meningkatkan perilaku keagamaan dan kesejahteraan mental di kalangan lansia. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi metode dan proses yang diterapkan oleh Majelis Taklim Al-Sulthan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat efektivitasnya. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan peserta lansia, serta dokumentasi aktivitas keagamaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Majelis Taklim Al-Sulthan secara signifikan meningkatkan perilaku keagamaan lansia melalui program pendidikan tentang ajaran Islam, mendukung kohesi sosial, dan menangani masalah kesehatan mental. Penelitian ini menekankan pentingnya lembaga semacam ini dalam memberikan dukungan spiritual dan sosial kepada lansia, yang pada gilirannya berkontribusi pada kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Keterbatasan studi mencakup fokus pada lokasi tunggal dan sifat kualitatifnya, yang menunjukkan perlunya penelitian lebih luas. Rekomendasi termasuk pengembangan kebijakan dan program untuk mempertahankan dan meningkatkan peran Majelis Taklim dalam mendukung lansia.
The Implementation of the BCCT Block Center Learning Model to Enhance Early Childhood Cognitive Development: A Case Study at TKIT 1 Qurrota A’yun Ponorogo Aulia, Rifqi
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2024.41-09

Abstract

Abstract: This study aims to describe the preparation, implementation, and effectiveness of the Beyond Center and Circle Time (BCCT) block centre learning model in enhancing the cognitive development of early childhood students at TKIT 1 Qurrota A’yun, Ponorogo. Using a qualitative case study approach, data were collected through participant observation, interviews, and document analysis. The results indicate that teacher preparation, including lesson planning and learning environment organisation, aligns with BCCT principles. Applying the block centre model effectively fostered cognitive abilities such as problem-solving, early mathematical logic, and spatial understanding. However, limitations in space and some students’ uneven progress suggest room for improvement in infrastructure and teaching methods. This study highlights the importance of teacher training and infrastructure development to optimise the BCCT model further. Future research should explore how enhancing facilities can improve learning outcomes in diverse educational settings. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persiapan, pelaksanaan, dan efektivitas model pembelajaran sentra balok berbasis Beyond Center and Circle Time (BCCT) dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini di TKIT 1 Qurrota A’yun, Ponorogo. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan guru, termasuk perencanaan pembelajaran dan pengorganisasian lingkungan belajar, sudah sesuai dengan prinsip BCCT. Penerapan model sentra balok terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan kognitif seperti pemecahan masalah, logika matematika awal, dan pemahaman spasial. Namun, keterbatasan ruang dan perkembangan siswa yang tidak merata menunjukkan adanya ruang untuk perbaikan dalam infrastruktur dan metode pengajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan guru dan pengembangan infrastruktur untuk lebih mengoptimalkan model BCCT. Penelitian selanjutnya harus mengeksplorasi bagaimana peningkatan fasilitas dapat menghasilkan hasil pembelajaran yang lebih baik dalam berbagai lingkungan pendidikan.
Optimising Lecture Methods and Learning Motivation to Improve Islamic Cultural History Outcomes: A Case Study at MTs Nurul Qur’an Pakunden Ponorogo Ahmad Roihan Albanna
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2024.41-10

Abstract

Abstract: This study aims to describe the preparation and implementation. It analyses the influence of the conventional lecture method and learning motivation on Islamic Cultural History (SKI) learning outcomes among Grade IX students at MTs. Nurul Qur’an Pakunden. Utilising a quantitative approach with a random sample of 25 students, this research examines the relationship between the conventional lecture method, learning motivation, and learning outcomes through questionnaires and tests. The results show that the traditional lecture method has a 52.8% influence on learning outcomes, while learning motivation contributes 52.2%. Multiple regression analysis indicates that both variables significantly influence SKI learning outcomes by 63.7%. The study suggests that combining the lecture method with more interactive approaches can enhance learning outcomes while emphasising the importance of supporting student motivation. Limitations include the study’s focus on a single school and excluding other potential influencing factors. Future research should include a broader sample and additional variables to provide a more comprehensive understanding of the factors affecting learning outcomes. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode ceramah konvensional dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) siswa kelas IX di MTs. Nurul Qur’an Pakunden. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel acak sebanyak 25 siswa, penelitian ini mengukur keterkaitan antara metode ceramah konvensional, motivasi belajar, dan hasil belajar melalui kuesioner dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ceramah konvensional memberikan pengaruh sebesar 52,8%, sementara motivasi belajar berpengaruh sebesar 52,2%. Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kedua variabel ini secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar SKI sebesar 63,7%. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penggabungan metode ceramah dengan pendekatan interaktif untuk meningkatkan hasil belajar, serta pentingnya dukungan terhadap motivasi belajar siswa. Keterbatasan penelitian ini meliputi cakupan sampel yang terbatas pada satu sekolah dan variabel lain yang belum diteliti. Penelitian lanjutan disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih luas dan mempertimbangkan variabel tambahan untuk memperkaya pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi hasil belajar.

Page 1 of 1 | Total Record : 10