cover
Contact Name
JAHIDIN
Contact Email
alrubaiyn@uho.ac.id
Phone
+6281388353548
Journal Mail Official
Jahidin_geofisika@uho.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Teknik Geofisika, Gedung GKU Kampus Bumi Tridharma Anduonohu Kendari, 93132
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 26858657     EISSN : 26858649     DOI : 10.56099
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian yang mencakup kajian teoretik, simulasi dan modeling, eksperimen, rekayasa dan eksplorasi dalam bidang Fisika dan Aplikasinya. Bidang-bidang yang masuk dalam ruang lungkup jurnal ini adalah: Fisika Teori Fisika Komputasi Fisika Instrumentasi Fisika Energi Fisika Material Fisika Medik Geofisika Biofisika Astrofisika Meteorologi (Fisika Atmosfer)
Articles 63 Documents
PENERAPAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK MENGANALISIS PERUBAHAN SPASIAL SIFAT FISIKA TANAH AREAL PERTANIAN KECAMATAN RANOMEETO Moehammad Qhodi Akbar; Pou Anda; Syamsul Razak Haraty
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 4, No 01 (2022): Edisi April JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi nilai sifat fisik tanah yang terdiri dari bulk density, porositas, dan kadar air tanah pada beberapa penggunaan lahan di areal pertanian Kecamatan Ranomeeto. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan pada beberapa lahan sawah, tegalan, dan kebun campuran. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Halu Oleo. Penentuan lokasi pengambilan sampel tanah untuk bahan analisis di laboratorium ditentukan secara acak sehingga diperoleh 15 titik sampel. Sampel yang diambil kemudian dilakukan pengukuran sifat fisika tanah dan dianalisis menggunakan metode deskriptif statistika dan interpolasi kriging dimana metode deskriptif statistika digunakan untuk menentukan karakteristik data hasil pengukuran, sementara metode interpolasi kriging digunakan untuk menghasilkan peta sebaran nilai sifat fisika tanah. Proses interpolasi kriging diawali dengan perhitungan dan pencocokan antara semivariogram observasi dan semivariogram teroritik. Model eksponensial dipilih karena model ini yang paling cocok dan mampu menggambarkan kondisi daerah penelitian. Dari hasil analisis spasial dapat diketahui besaran nilai sifat fisika tanah untuk bulk density berkisar 1.11 sampai dengan 1.61 g/cm3, nilai porositas tanah berkisar 39.05% sampai dengan 57.79%, dan nilai kadar air berkisar 30.21% sampai dengan 54.35%.Kata kunci: Sifat fisik tanah, spasial, interpolasi kriging
ESTIMASI KETEBALAN LAPISAN SEDIMEN KAWASAN PERBUKITAN KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI MENGGUNAKAN METODE HVSR DATA MIKROTREMOR Melani Putri Pratama; La Hamimu; Abdul Manan; Cindy Puspitafuri
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 3, No 02 (2021): Edisi Agustus JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapisan sedimen merupakan lapisan yang dihasilkan oleh proses pelapukan dan pengendapan yang salah satunya disebabkan oleh air. Lapisan sedimen ini mudah terdeformasi. Semakin tebal nilai ketebalan lapisan sedimen maka resiko yang timbulkan akbit gempabumi akan semakin besar pula. Penelitian ini telah dilakukan  di kawasan perbukitan Kecamatan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi  yang bertujuan untuk mengetahui sebaran nilai ketebalan lapisan sedimen menggunakan data mikrotremor dan nilai kecepatan gelombang shear (VS) hingga 30 meter (VS30) dari website data USGS. Data mikrotremor dianalisis menggunakan metode HVSR. Parameter yang diperoleh yaitu frekuensi dominan (f0) dengan kisaran nilai antara antara 0,63-11,35 Hz, dan paramer faktor amplifikasi (A0) dengan kisaran nilai antara 1,49-3,57. Adapun nilai VS30 dari website USGS yang telah diekstrak nilainya berkisar antara 291-552 m/s dan untuk nilai ketebalan lapisan sedimen yang diperoleh berkisar antara 11,65-215,62 meter  dimana untuk ketebalan sedimen tinggi terletak pada TP3 dan TP5 dengan nilai ketebalan 147,64-215,61 meter. Secara kualitatif semakin tebal lapisan sedimen maka resiko kerusakan akibat gempabumi akan semakin tinggi pula. Oleh karena itu daerah dengan resiko besar terletak pada sebagian kecil Tindoi Timur, sebagian kecil Posalu, sebagian kecil Maleko, sebagian kecil Pookambua, sebagian kecil Tindoi dan sebagian besar WaginapoKata kunci: Mikrotremor, HVSR, Ketebalan Lapisan Sedimen, Kecamanatan Wangi-wangi
KarakterisasI Reservoar Karbonat Berdasarkan Petrofisika Deterministik Pada Sumur Eksplorasi di Cekungan Tengah Sumatera Julianto Ahmad; Erzam Sahaluddin Hasan; Harisma H
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 1, No 02 (2019): Edisi Agustus JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua penelitian ini bertujuan untuk mengetahui properti petrofisika secara deterministik pada zona reservoar Formasi Batu Raja di Cekungan Jawa Tengah Utara melalui data log dengan variabel volume serpih (Vsh), porositas (Ф), dan saturasi air (Sw).  Data yang digunakan antara lain log gamma ray, log spontaneous potential, log caliper, log resistivitas, dan log porositas yang digunakan untuk mendeterminasikan zonasi yang memiliki potensi keterdapatan fluida hidrokarbon. Adapun sumur yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah sumur A-1, B-1, dan C-1.Hasil analisis petrofisika secara deterministik menunjukkan nilai volume serpih (Vsh) pada sumur A-1 sebesar 0,47, B-1 sebesar 0,33, dan C-1 sebesar 0,13 berdasarkan metode linear. Nilai Porositas (Ф) pada sumur A-1 sebesar 0,26, B-1 sebesar 0,12, dan C-1 sebesar 0,14 menggunakan log kombinasi neutron-densitas. Nilai saturasi air (Sw) pada sumur A-1 sebesar 0,32, sumur B-1 sebesar 0,60, dan sumur C-1 sebesar 0,64 berdasarkan metode Indonesia
PEMODELAN 2D CEKUNGAN SAMPARA KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA DARI DATA ANOMALI MEDAN GRAVITASI CITRA GGMPLUS Tian Aprilia Aksa Mahadi; Jamhir Safani; Al Rubaiyn
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 2, No 03 (2020): Edisi Desember JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Data gravitasi citra satelit yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data gravitasi citra GGMplus ( Global Gravity Model Plus ), karena GGMplus mempunyai kelebihan dalam hal resolusi yaitu ~200 meter dibandingkan dengan satelit gravitasi lain untuk mengetahui pola anomali gravitasi yang ada pada daerah Sampara Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Data yang digunakan  berupa data gravity disturbance yang berupa data free air anomaly yang kemudian dilakukan koreksi Bouguer serta koreksi terrain untuk mendapatkan anomali Bouguer lengkap. Kemudian dilakukan proyeksi kebidang datar dengan menggunakan deret Taylor, kontinuasi ke atas dan pemodelan. Hasil anomali bouguer dan residu memiliki trens yang sama yaitu berupa pegunungan disepanjang lajur utara sampai selatan. Dari hasil pemodelan yang dilakukan, model penampang 2D yang didapat disetiap lintasan berbeda-beda, dimana untuk lintasan A-A’ terdapat 5 lapisan yang terdiri dari Formasi Mekongga, Formasi Pompangeo, Kompleks Ultrabasa, Formasi Alangga dan Aluvium. Sedangkan untuk Lintasan B-B’,terdapat 5 lapisan yang terdiri dari Formasi Mekongga, Kompleks Ultramafik, Formasi Langkowala, Formasi Alangga dan Aluvium. Densitas yang didapat yaitu 1.9 gram/cm3 untuk formasi Aluvium,2.27  gram/cm3 untuk formasi Alangga, 2.27 gram/cm3 untuk formasi Langkowala, 2.46 gram/cm3 untuk formasi Ultramafik, 2.35 gram/cm3 untuk komplek Pompangeo dan 2.46 gram/cm3 untuk formasi Mekongga.Kata kunci: Citra Satelit, Cekungan Sampara, Anomali Gravitasi, Pemodelan.
ANALISIS SUSEPTIBILITAS MAGNETIK BATUAN ULTRABASA DI AREA PASCA TAMBANG PADA WILAYAH KECAMATAN POMALAA KABUPATEN KOLAKA PROVINSI SULAWESI TENGGARA ilma septia ningsi
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 2, No 01 (2020): Edisi April JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An analysis of the magnetic susceptibility of ultramafic rocks in the post-mining area of Pomalaa Sub-district, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province has been carried out using Magnetic Susceptibility Method. This research is used to determine the magnetic susceptibility of ultramafic rocks in Pomalaa District, to determine the types of magnetic minerals contained in ultramafic  rocks based on magnetic susceptibility data   magnetic field and determine the type of  ultramafic rock   with  magnetic  susceptibility. The   tools  used   are  MS2B   Bartingtong suseptibility meters and X-Ray Difraction (XRD).The magnetic susceptibility value of ultramafic rocks in Pomalaa District is 172 x 10-5 SI to 2789.6 x 10-5 SI, the type of minerals in the dominant ultramafic rocks is hematite (αFe2O3), whereas for ultramafic rock types in Pomalaa District, they are serpentinite with magnetic susceptibility value 2592 x 10-5 SI and harzburgite with magnetic susceptibility value 449,2 x 10-5 SI. Key words: Magnetic susceptibility analysis, ultrabasa, MS2B bartingtong
STUDI HIDROGEOFISIKA DAERAH PANAS BUMI NON-VULKANIK LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS Syamsul R Haraty
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 4, No 01 (2022): Edisi April JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research has been carried out in the non-volcanic geothermal area of Lainea, South Konawe Regency on hydrogeophysics using the geoelectrical method of resistivity. The purpose of this study was to determine the subsurface lithology and hydrological potential in the research area. Geoelectrical resistivity measurements were carried out on 5 measurement lines using the Schlumberger configuration and data processing using the PROGRESS application. The results of the alignment between the subsurface model, resistivity table and geological conditions, the lithology of the research area consists of overburden with resistivity values between 18.09 ohmmeter - 241.2 ohmmeter, sandstone with resistivity value 19.81 Ohmmeter - 344.6 Ohmmeter and clay with a resistivity value of 2.88 Ohmmeter – 12.78 Ohmmeter and the potential of the aquifer is in sandstone lithology with different depths and thicknesses between measurement paths.Key words: Geothermal, Lainea, Geoelectrical,lithology,aquifer
ANALISIS KETEBALAN LAPISAN BATUAN SEKIS GRAFIT DI BLOK SABILAMBO KELURAHAN SABILAMBO KABUPATEN KOLAKA MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER Muhammad Darrussalam
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 1, No 03 (2019): Edisi Desember JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan mineral grafit di Indonesia sangat penting dalam industri seiring dengan berkembangnya teknologi pada era modern saat ini. Hal ini menyebabkan kebutuhan mineral grafit semakin meningkat sehingga peneliti terdorong untuk melakukan penelitian mengenai mineral grafit di daerah Blok Sabilambo Kelurahan Sabilambo Kebupaten Kolaka berdasarkan keterdapatannya pada batuan metamorf yaitu sekis grafit. Metode geofisika yang dapat digunakan untuk mengetahui lapisan batuan sekis grafit yaitu Metode Resistivitas konfiguasi Schlumberger. Metode resistivitas merupakan metode geofisika aktif dimana dalam proses pengukurannya arus listrik di alirkan kebawah permukaan. Dalam penelitian ini jumlah lintasan yang digunakan sebanyak 5 lintasan, dimana 4 lintasan sepanjang 400 m dan 1 lintasan 200 m. Berdasarkan hasil pengukuran nilai resistivitas yang diperoleh disetiap lintasan, 10-100 ohm.m untuk lapisan batuan sekis grafit; 100-10000 ohm.m berupa batuan sekis mika, dan >10000 ohm.m berupa lapisan batuan kuarsit. Persebaran batuan sekis grafit dijumpai pada setiap lintasan pengukuran dengan ketabalan lapisan yang beragam.
ANALISIS PERGERAKAN TANAH AKIBAT GEMPABUMI DI DARATAN PESISIR KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN BERDASARKAN NILAI GROUND SHEAR STRAIN Astutya Ningsih; La Hamimu; Abdul Manan; Cindy Puspitafuri
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 3, No 03 (2021): Edisi Desember JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian di Daratan Pesisir Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran nilai GSS pada daerah penelitian tersebut dengan menggunakan data sekunder mikrotremor. Data mikrotremor dianalisis menggunakan metode HVSR dimana pada metode ini akan dihasilkan kurva H/V untuk mengetahui nilai frekuensi dominan (f0), faktor amplifikasi (A0) dan periode dominan (T0). Selanjutnya dilakukan penentuan nilai indeks kerentanan seismik dan nilai PGA. Kedua nilai ini akan digunakan dalam penentuan sebaran nilai GSS. Berdasarkan hasil perhitungan nilai GSS diketahui berkisar antara 3,5 x 10-6 hingga 3,1 x 10-4. Adapun hasil analisis pergerakan tanah bila terjadi gempabumi, fenomena yang mungkin terjadi di sepanjang pesisir Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi berdasarkan nilai GSS adalah fenomena getaran dan retakan tanah. Fenomena getaran akan terjadi  di daerah Matahora sampai Desa Liya Togo, Desa Liya Mawi, Desa Liya One Melangka dan Kelurahan Mandati I. Sedangkan fenomena retakan tanah akan terjadi di daerah antara Liya Togo dan Desa Liya Bahari Indah serta pada daerah Numana. Untuk dinamika tanah, daerah pesisir Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi hanya bersifat elastis dan elasto-plastis. Kata kunci: Pergerakan tanah, mikrotremor, HVSR, GSS
ANALISIS ANISOTROPY OF MAGNETIC SUSCEPTIBILITY (AMS) BATUAN BEKU ULTRABASA DI KECAMATAN AMONGGEDO KABUPATEN KONAWE Kiki Tri Astari J; - Jahidin; La Ode Ngkoimani
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 3, No 01 (2021): Edisi April JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan pengukuran dan analisis anisotropi suseptibilitas magnetik (AMS)  batuan beku ultrabasa di area Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe. Contoh batuan diambil dari 3 stasiun dalam bentuk sampel setangan (hand sample) dan selanjutnya dibuat menjadi 125 spesimen. Anisotropi suseptibilitas magnetik diukur menggunakan MS2B Bartington Susceptibility Meter. Pengukuran AMS dilakukan sebanyak Sembilan arah pengukuran. Nilai suseptibilitas total (bulk susceptibility) yang terukur berkisar antara 49,46 x 10-5  sampai 612,44 x 10-5 SI. Parameter anisotropi yaitu lineasi, foliasi dan faktor bentuk batuan dengan bentuk bulir magnetik cenderung berbentuk oblate (pipih) sehingga sampel lebih terfoliasi denga persen derajat anisotropi yang bervariasi antara 4.84% - 16.43%. Pola anisotropi suseptibilitas magnetik batuan ultrabasa yang dianalisa memperlihatkan keterkaitan antara data anisotropi suseptibilitas magnetik dengan struktur geologi di daerah penelitian dimana arah sumbu maksimum (κ) yang mengarah ke Timur Laut – Barat Daya dan mengarah ke Barat Laut – Tenggara sesuai dengan arah pergerakan sesar utama yaitu Sesar Lawanopo yang pergerakannya mengarah ke Barat Laut – Tenggara, serta sesar pengontrol yang ada disekitar lokasi yaitu sesar Lainea.Kata kunci: Analisis, AMS, Ultrabasa, Kecamatan Amonggedo.
Telaah Kecepatan Gelombang Shear (S) Batuan Dasar Menggunakan Metode Hvsr Di Kawasan Gunung Gajah, Bayat Puji Ananda; La Hamimu; Abdul Manan
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 1, No 01 (2019): Edisi April JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang telaah kecepatan gelombang shear batuan dasar di kawasan Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menentukan sebaran frekuensi dominan, faktor amplifikasi, dan kecepatan gelombang shear batuan dasar. Pengukuran mikrotremor dilakukan pada 20 titik pengukuran berbeda dengan jarak antar titik 100-300 meter. Data mikrotremor diolah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) dengan bantuan software Geopsy 2.0.5. Kurva H/V yang diperoleh dianalisis untuk menentukan nilai frekuensi dominan dan faktor amplifikasi. Nilai faktor amplifikasi (A0) dan kecepatan gelombang shear lapisan permukaan yang diperoleh dari website www.usgs.gov selanjutnya digunakan untuk menentukan nilai kecepatan gelombang shear batuan dasar (Vb). Hasil-hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa nilai frekuensi dominan (f0) berkisar antara 0.46-8.81 Hz, faktor amplifikasi (A0) berkisar antara 1.75-7.95, dan kecepatan gelombang shear batuan dasar (Vb) berkisar antara 502.6658-2384.9205 m/s. Secara umum berdasarkan nilai-nilai tersebut tampak bahwa nilai kecepatan gelombang shear batuan dasar cukup tinggi, dan dapat diduga bahwa batuan dasar pada daerah penelitian terdiri atas batuan granit keras dan lunak