cover
Contact Name
Arifki Budia Warman
Contact Email
arifkibudiawarman@iainbatusangkar.ac.id
Phone
+6285274203609
Journal Mail Official
juris@iainbatusangkar.ac.id
Editorial Address
Jln. Sudirman, No. 137, Kubu Rajo, Limo Kaum, Batusangkar, Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kab. tanah datar,
Sumatera barat
INDONESIA
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah)
ISSN : 14126109     EISSN : 25802763     DOI : http://dx.doi.org/10.31958/juris.v21i1
FOCUS JURIS provides scientific articles developed in attending through the article publications, original research report, reviews, and scientific commentaries in Sharia. SCOPE JURIS encompasses research papers from researcher, academics, and practitioners. In particular, papers which consider the following general topics are invited: 1. Islamic Family Law 2. Islamic Economic Law. 3. Islamic Constitutional Law 4. Islamic Criminal Law 5. Other Islamic law/Sharia
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 276 Documents
KEDUDUKAN ANAK MENURUT HUKUM POSITIF DI INDONESIA SA'DATUL MAGHFIRAH
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.578 KB) | DOI: 10.31958/juris.v15i2.501

Abstract

Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 which is revised by Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 about child protection chapter 1 verse 1 points out that child are those who are under 18 years old, including the fetus. Those laws regulate the position of children in the law and their rights as well, and parents’ responsibilities toward their children. Chapter 42-49 of UndangUndang Nomor 1 Tahun 1974 points out that child’s positions can be classified into two categories, namely legal and illegal child depending upon the ways their parents get married. If their parents’ married has fulfilled marital requirements both in terms of religion and law implemented in Indonesia the child resulted from this marriage is categorized into legal child. Conversely, if a child was born from parents whose marriage does not fulfill the requirements, the child, therefore, belongs to illegal child categories. Civil law in Indonesia has regulated rights a child deserves as stated in Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 1979 concerning with Child Prosperity found in Chapter II and Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 jo Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 that covers rights to live, to be non discriminative, to have identity, to be treated fairly, and so forth in line with parents’ responsibilities toward children so that they are treated properly and live prosperously
POTENSI PENDIRIAN BMT DI KECAMATAN SUNGAI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT Ahmad Wira; Septia Septia
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.412 KB) | DOI: 10.31958/juris.v14i1.297

Abstract

Sungai Aur (Sumatera Barat) has its own values and tradition that promote the spirit of togetherness in any aspects of life. These, in turn, will encourage the growth and development of Islamic financial institutions in this region well. The data were analyzed by employing descriptive and SWOT analyses methods. Descriptive analysis was conducted by describing the result of the survey gathered through questionnaire while the SWOT one dealt with analyzing both internal and external conditions of the organization as the basis for designing strategies and work plans. From those analyses it can be figured out those which were potentially strengths, weaknesses, opportunities and threats of the region.Kata kunci: potensi, BMT, Sungai Aur
ZAKAT PRODUKTIF SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI PENGENTASAN KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN DI INDONESIA ELFADHLI ELFADHLI
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.909 KB) | DOI: 10.31958/juris.v14i1.300

Abstract

Indonesia, as one of the majority Moslem population in the world, is potentially promising for the growth and the development of zakah (divine tax) program, especially property, and to be made more productive, both in terms worships and practices of Islamic values, and economic activities in general. By means of zakah raising institution (BAZ), the process of raising and distributing of zakah will be more effective and guaranteed. Furthermore, zakah is believed to be able to solve problems dealing with poverty resulting from the increase numbers of unemployement. Productive zakah, for example, give an opportunity for the zakah receivers to make use the money or property to start a new better life.Kata kunci:  productive tithe/zakah, distribution, unemployment , eradicate poverty
STUDI EKSPLORATIF TERHADAP LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN KABUPATEN/KOTA YANG MEMPEROLEH OPINI WAJAR DENGAN PENGECUALIAN MENGGUNAKAN CONTENT ANALYSIS Vita Fitria Sari
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.393 KB) | DOI: 10.31958/juris.v11i2.1116

Abstract

According to BPK (2009), most of the audited financial statements of the Indonesia’s local government have obtained qualified opinion from BPK. It is useful to explore what such accounts that make the reports qualified by BPK. This study aims to exploratory identify in order to know accounts that appear frequently as being qualified by BPK. Such knowledge would be useful for mapping the problems related to the quality of financial reporting of the local governments. Previous research on governmental financial reporting not yet addressed this necessity. Although this study does not go further to explain the reasons for the qualification, the obtained knowledge would help the local government to set policy for enhancing the quality f their financial reporting. Content analysis undertaken explores that the accounts that are frequently qualified from balanced sheet are assets especially current assets, while from the budget realization reports are expenditures especially operating expenditure. The problems inherent in the qualified accounts associated with the criteria of fairness of local government’s financial statements included the incompatibility with government accounting standards in Indonesia, non-compliance with laws and regulations and weaknesses of internal control system. While the insufficiency of disclosure did not became a problem in the qualified accounts on the participant’s financial statements.
RASYWAH DALAM PANDANGAN RASULULLAH: TINJAUAN KESAHIHAN DAN PEMAHAMAN HADIS Yusrizal Efendi
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.954 KB) | DOI: 10.31958/juris.v11i2.1117

Abstract

Suap-menyuap bukanlah peristiwa baru di tengah masyarakat. Seiring berjalannya waktu, fenomena kelam kehidupan sosial ini semakin meruyak dan parah. Nyaris dalam urusan apa pun, untuk mendapatkan sesuatu seakan suap sudah menjadi tuntutan zaman sehingga terjadilah penjungkir-balikan nilai dan tatanan. Mencermati dampak yang demikian masif dan berbahaya, amat pantas bilamana Islam melarang suap, bahkan Rasulullah SAW mengutuk semua pihak yang terlibat di dalamnya; bukan saja pelaku yang menerima, namun juga pemberi dan perantaranya.
REGULASI HAJI INDONESIA DALAM TINJAUAN SEJARAH Zainal Zainal
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.81 KB) | DOI: 10.31958/juris.v11i2.1118

Abstract

Bebeapa aturan yang terbit terkait pengelolaan perjalan haji sebelum berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini merupakan sebuah kebutuhan untuk memberikan kenyamanan dalam perjalanan menuju Ka’batullah. Mulai dari system kerajaan, Kolonial hingga pemerintah Indonesia tetap saja pelaksanaan haji sudah menjadi perhatian khusus. Terlepas terkait dengan keuntungan ekonomi bagi pengelola seperti dari pihak kolonial, yang jelas perhatian mereka telah mempunyai andil dalam menata pengelola perjalanan Haji. Semenjak Indonesia merdeka, tetap saja perbaikan demi perbaikan  terus berjalan berdasar UU, Keppres, dan Permenag dan segala macamnya.  Pada intinya sejarah telah mencerminkan bahwa dinamika regulasi Haji terus berlangsung hingga menemukan kematangan.
PENDEKATAN TRIPLE CO-SYSTEM DALAM MENGEMBANGKAN PERBANKAN SYARI’AH YANG MEMBERDAYAKAN UMMAT Asyari Hasan
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.069 KB) | DOI: 10.31958/juris.v11i2.1119

Abstract

Sebagai barometer kekuatan ekonomi Islam, Bank Syari’ah seharusnya  melakukan pengembangan yang benar-benar berbeda dengan sistem perbankan konvensional,baik dari segi prinsip, produk, sistem dan keorganisasian. Jika memang misi utamanya adalah memberdayakan ekonomi ummat seharusnya ia benar-benar ikutserta melakukan hal-hal dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi ummat tersebut. Bukan hanya sekedar meningkatkan pendapatan melalui investasi uang tapi juga meningkatkan kepemilikan. Sebab pendapatan seseorang akan meningkat jika kepemilikan meningkat atau bertambah.
KERAGAMAN KONSEP KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI Hafulyon Hafulyon
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.448 KB) | DOI: 10.31958/juris.v11i2.1120

Abstract

Keragaman kepemimpinan berkembang pesat seiring berubahnya organisasi.Kepemimpinan termasuk elemen kunci sebagai lokomotif mencapai   tujuan  organisasi.Untuk keberhasilan pemimpin secara konvensional  diperlukan pendekatan-pendekatan diantaranya  pendekatan sifat, perilaku dan situasional.Sedangkan kepemimpinan dalam Islam memakai  istilah umara atau ulil amri dan khadimul ummah.Keragaman kepemimpinan tersebut dapat dilihat dari beberapa variabel  gaya kepemimpinan diantaranya  otokratis, demokratis, laissez-faire Keragaman tersebut prakteknya dapat di kombinasikan dalam menggerakkan bawahan dalam organisasi, termasuk membaurkan keragaman tersebut dalam konsep kepemimpinan Islam melalui beberapa pendekatan diantaranya pendekatan keteladanan, integritas, dan musyawarah (demokratis) untuk mencapai tujuan organisasi.
MENGGAPAI EKONOMI ISLAM Gampito Gampito
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.238 KB) | DOI: 10.31958/juris.v11i2.1121

Abstract

Ekonomi Islam mengajarkan nilai-nilai luhur yang universal, seperti keadilan, kemanfaatan (maslahah) kebersamaan, kejujuran, kebenaran, keseimbangan, transparansi, anti eksploitasi, anti penindasan dan anti kezaliman. Semua nilai-nilai ini menjadi prinsip utama ekonomi Islam. Sejarah perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia mencerminkan dinamika aspirasi dan keinginan dari masyarakat Indonesia sendiri untuk memiliki sebuah alternatif sistem perbankan menerapkan sistem bagi hasil yang menguntungkan bagi nasabah dan bank. Landasan ekonomi Islam sangat tepat untuk diterapkan dalam kehidupan ekonomi sehari-hari. bahkan, mereka yang tidak mengetahui landasan ekonomi Islam pada hakikatnya telah melaksanakan dengan baik prinsip-prinsip ekonomi Islam karena didorong oleh landasan moral yang kuat.
OUTSOURCING: DALAM KAJIAN TEORI EKONOMI DAN MANAJERIAL Nofrivul Nofrivul
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.669 KB) | DOI: 10.31958/juris.v11i2.1122

Abstract

Outsourcing merupakan pemindahan pekerjaan dan jasa yang dibutuhkan perusahaan kepada pihak ketiga (perusahaan penyediaan jasa/vendor). Dari sisi perusahaan outsourcing dapat menciptakan efisiensi biaya produksi (cost of production). Dengan demikian outsourcing merupakan kegiatan untuk mendapatkan keuntungan dari penghematan biaya sumber daya (manusia). Hubungan kerja dengan sistem outsourcing menyebabkan kedudukan para buruh/pekerja dengan majikan (perusahaan yang mengunakan jasa mereka) tidak seimbang. Posisi pekerja yang lemah kerena pengusaha menggunakan landasan hukum berupa perjanjian sebagai alasan untuk menghindari beberapa kewajiban (meminta izin, permohonan penetapan PHK, pemberian uang pesangon, penghargaan atas masa kerja dan ganti rugi) yang menjadi tanggungan pengusaha. Kecenderungan ini akan merugikan pekerja dalam upaya memperoleh hak-hak mereka

Page 6 of 28 | Total Record : 276