cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
genericsjournal@gmail.com
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Medicine, Diponegoro University Prodi Farmasi FK Undip, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Generics: Journal of Research in Pharmacy
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27749967     DOI : -
Core Subject : Health,
Pharmacy practice, pharmacy education, social pharmacy, clinical pharmacy, Phytochemistry, Pharmacoeconomics, Pharmacokinetics, Pharmacology, Pharmaceutics, Pharmaceutical Pharmacy, Biology Pharmacy, Medicinal Chemistry, and related topics in Pharmacy
Articles 83 Documents
Gambaran Perilaku Swamedikasi Nyeri, Diare, Batuk dan Maag oleh Masyarakat Rezha Nur Amalia; Ragil Setia Dianingati; Eva Annisaa'
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 1, No 2 (2021): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 1, Edisi 2, 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.493 KB) | DOI: 10.14710/genres.v1i2.11105

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengenali gejala atau penyakit serta memilih obat sendiri. Swamedikasi dapat meningkatkan kesehatan nasional apabila dilakukan dengan baik, namun terdapat dampak negatif dari swamedikasi apabila dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Artikel ini disusun berdasarkan penelitian terdahulu untuk mengetahui bagaimana perilaku swamedikasi pada masyarakat untuk mengatasi gejala nyeri, diare, batuk, dan maag. Hasil yang didapatkan yaitu masyarakat lebih memilih untuk swamedikasi dibandingkan dengan berobat ke dokter dengan alasan penyakit dianggap ringan, lebih murah, mudah, dan cepat, selain itu obat modern lebih dipilih dibandingkan dengan obat tradisional dan masyarakat lebih memilih untuk membeli obat di apotek serta masih terdapat perilaku swamedikasi yang tidak tepat sehingga membutuhkan edukasi lebih lanjut. Perilaku swamedikasi dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sumber informasi, kemudahan akses swamedikasi, dan saran dari keluarga..
Optimasi Pelarut Terhadap Parameter Spesifik Ekstrak Kitolod (Isotoma longiflora) Istianatus Sunnah; Ragil Setia Dianingati; Aprilia Rizki Wulandari
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 1, No 1 (2021): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 1, Edisi 1, 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.725 KB) | DOI: 10.14710/genres.v1i1.9847

Abstract

Latar belakang :Pelarut merupakan komponen yang sangat berpengaruh terhadap parameter spesifik maupun non spesifik dalam ekstrak. Sesuai prinsip like disolve like, akan diperoleh hasil kandungan senyawa metabolit tergantung pada tingkat kepolaran. Kitolod ( Isotoma longiflora) merupakan salah satu tanaman berkhasiat yang belum banyak diketahui kandungan senyawa metabolit di dalamnya. Adanya optimasi pelarut berdasarkan tingkat kepolaran, akan mudah diperoleh jenis senyawa metabolit. Tujuan :Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pelarut yang cocok dalam menyari kandungan senyawa metabolit pada tanaman kitolod.Metode : Proses ekstraksi dilakukan dengan maserasi sejumlah simplisia dengan menggunakan 3 jenis pelarut yang berbeda tingkat kepolarannya yaitu etanol  96% ( polar), etil asetat ( semi polar), n-heksan ( kurang polar). Optimasi maserasi dilakukan dengan membandingkan parameter spesifik ekstrak meliputi organoleptik, rendemen, hasil uji kualitatif dan kuantitatif ketiga ekstrak. Maserasi dilakukan selama 5 hari, kemudian dilakukan identifikasi senyawa secara kualitatif dan penentuan kadar flavonoid total secara kuantitatif.Hasil : Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% memiliki rendemen lebih tinggi ( 5,092 %), ekstrak etil asetat 3,304% dan ekstrak n-heksan 2,316%. Secara organoleptis, terdapat perbedaan warna pada ekstrak etanol 96% dengan ekstrak etil asetat dan n heksan. Ekstrak etanol 96% memiliki warna hijau sedangkan kedua ekstrak lainnya berwarna coklat kehitaman. Ketiga ekstrak tersebut memiliki kandungan senyawa metabolit flavonoid, saponin dan tanin dengan kandungan flavonoid total sebesar 0,78 mg QE/mL ( ekstrak etanol 96%), 46 mgE/mL ( ekstrak n-heksan) dan 30,33 mgQE/mL ( ekstrak etil asetat)Kesimpulan : Ekstrak etanol kitolod memiliki rendemen paling banyak dibandingkan dengan ekstrak n-heksan dan ekstrak etil asetat karena etanol merupakan pelarut paling polar di antara ketiganya. Namun memiliki kandungan flavonoid total lebih rendah  karena flavonoid yang tersari bukan jenis polar.
Hubungan Kepuasan Layanan Informasi Obat dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Julia Zahra Ardianti; Eva Annisaa'; Ragil Setia Dianingati
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 2, No 1 (2022): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 2, Edisi 1, 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.214 KB) | DOI: 10.14710/genres.v2i1.13211

Abstract

Hipertensi telah menyerang masyarakat Indonesia berusia 18 tahun ke atas sebesar 25,8% pada tahun 2013 dan meningkat menjadi 34,1% pada tahun 2018. Layanan informasi tentang obat pada pasien hipertensi penting untuk dilakukan, tetapi realisasinya menunjukkan bahwa layanan informasi obat belum diberikan secara lengkap kepada pasien di Puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepuasan layanan informasi obat terhadap kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Pandanaran dan Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, dengan desain cross sectional secara prospektif. Penelitian dilakukan kepada 100 pasien hipertensi berusia 18-60 tahun yang mendapatkan layanan informasi obat. Analisis tingkat kepuasan pasien digambarkan dalam diagram kartesius. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-sirnov dan uji statistik menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil analisis tingkat kepuasan pasien didapatkan mayoritas pasien puas terhadap pelayanan di puskesmas tapi ada beberapa item pelayanan yang menjadi prioritas untuk diperbaiki yaitu pada segi ruangan untuk pelayanan informasi obat, informasi obat disampaikan lebih lengkap dan adanya jaminan jika terjadi kesalahan dalam pelayanan informasi obat. Hasil analisis kualitas hidup pasien termasuk kategori baik. Hasil uji korelasi didapatkan nilai signifikansi dengan Spearman’s rho yaitu 0,556 yang menyatakan tidak ada hubungan yang bermakna antara kepuasan layanan informasi obat dengan kualitas hidup pasien hipertensi.
Senyawa Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Family Basellaceae sebagai Obat Luka : A Narrative Review Cindyana Akhmadi; Widyaningrum Utami; Eva Annisaa’
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 2, No 2 (2022): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 2, Edisi 2, 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v2i2.13798

Abstract

Tanaman dalam family Basellaceae secara tradisional telah digunakan di Indonesia, salah satunya untuk mengobati luka. Aktivitas penyembuhan luka berdasarkan kandungan senyawa fitokimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis, mekanisme kerja senyawa fitokimia, dan spesies family Basellaceae yang berpotensi menyembuhkan luka. Metode pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan diagram alir. Pencarian bersumber pada Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil menunjukkan terdapat 7 artikel sebagai data utama. Anredera cordifolia (Ten.) adalah spesies yang paling banyak diteliti, secara in vitro maupun in vivo. Kandungan senyawa fitokimia dalam family Basellaceae yaitu fenolik, terpenoid, alkaloid, glikosida, dan saponin. Senyawa yang berpotensi sebagai kandidat obat luka adalah flavonoid, fenol, tanin, triterpenoid, asam oleanolat, steroid, alkaloid, saponin, dan glikosida. Spesies yang memiliki aktivitas penyembuhan luka adalah Anredera diffusa, Ullucus tuberosus Caldas dan Anredera cordifolia (Ten.). Mekanisme kerja senyawa fitokimia family Basellaceae pada proses penyembuhan luka yaitu meningkatkan aktivitas cicatrizant, kepadatan kolagen, persentase peyembuhan luka, aktivitas kolagenase, produksi pro-kolagen, MMP-1, migrasi dan proliferasi fibroblas kulit manusia, dan/atau menurunkan jarak tepi luka, diameter luka dan jaringan granulasi.
Kajian Sistematik: Aktivitas Kuersetin sebagai Inhibitor Kanker Payudara secara In Vitro Nadhira Dzaky Naushafira; Hanuna Hanuna; Monika Kumala Dewi; Wong Vivian Nathania Selius
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 2, No 2 (2022): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 2, Edisi 2, 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v2i2.15774

Abstract

Kuersetin merupakan senyawa flavonoid yang melimpah di alam. Kuersetin memiliki aktivitas anti kanker sehingga dapat digunakan sebagai alternatif terapi kanker termasuk kanker payudara. Perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai potensinya dalam menghambat sel kanker payudara. Tujuan dari kajian sistematik ini adalah untuk mengetahui aktivitas kuersetin sebagai inhibitor kanker payudara secara in vitro. Pencarian dilakukan dari dua database yaitu PubMed dan Springer. Literatur yang digunakan adalah literatur yang diterbitkan pada lima tahun terakhir dan memenuhi kriteria inklusi yang ditetapkan. Terdapat 10 jurnal yang relevan terhadap tujuan kajian sistematik ini. Sebanyak tujuh penelitian menggunakan jenis sel kanker payudara MCF-7 dan tiga penelitian menggunakan jenis sel kanker payudara MDA-MB. Penelitian tersebut menunjukkan hasil IC50yang beragam dari uji DPPH dan MTT, tetapi aktivitas antioksidan ataupun sitotoksik dari penelitian-penelitian tersebut termasuk kuat. Kuersetin memiliki aktivitas induksi kematian sel kanker payudara dengan tingkat selektivitas yang tinggi. Perbedaan preparasi kuersetin dapat mempengaruhi efek anti kanker payudara terhadap sel MCF-7 dan MDA-MB.
Pengetahuan Orang Tua dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dengan Pola Swamedikasi Demam pada Anak di DKI Jakarta Rania Fathiya Fadilla; Anggi Gayatri
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 2, No 2 (2022): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 2, Edisi 2, 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v2i2.15796

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengubah pola hidup masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Hal ini menyebabkan peningkatan perilaku swamedikasi. Perilaku ini dapat dilakukan oleh orang tua kepada anak, khususnya pada gejala ringan. Namun, dibutuhkan pengetahuan yang baik untuk melakukan swamedikasi dengan tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pola swamedikasi demam anak dengan pengetahuan orang tua. Penelitian ini merupakan jenis cross-sectional secara deskriptif dan analitik. Populasinya merupakan orang tua dengan anak usia di bawah 17 tahun dalam satu sahun terakhir yang berdomisili di DKI Jakarta dan didapat 150 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online dan analisis data menggunakan chi-square. Berdasarkan analisis, diperoleh hasil antara hubungan pengetahuan-ketepatan obat (p = 0,513), pengetahuan-ketepatan dosis (p = 0,363), dan pengetahuan-ketepatan lama penggunaan (p = 1,000). Faktor-faktor yang bermakna pada hubungan dengan variabel yang diteliti adalah pengalaman pribadi-pemilihan obat (p = 0,033) dan jenis kelamin-dosis (p = 0,012). Prevalensi swamedikasi gejala demam anak pada masa pandemi COVID-19 di wilayah DKI Jakarta sebesar 86,7%. Didapat kesimpulan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan orang tua dengan pola swamedikasi. Sebagian besar orang tua di DKI Jakarta memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan pola swamedikasi dalam pemilihan obat dan lama penggunaan yang sudah tepat, namun kurang tepat pada pemilihan dosis. 
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Biji Pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Escherichia coli secara In Vitro Resa Nafi'atul Insani; M.G. Isworo Rukmi; Widyaningrum Utami
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 2, No 2 (2022): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 2, Edisi 2, 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v2i2.15702

Abstract

Escherichia coli merupakan bakteri patogen penyebab diare yang dapat diatasi dengan pemberian antibiotik, tetapi penggunaan yang irasional menyebabkan terjadinya resistensi, sehingga perlu dicari antibakteri alternatif untuk mengatasinya. Biji pepaya diketahui mengandung senyawa fitokimia alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid, saponin, dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol 70% biji papaya terhadap E. coli dan konsentrasi ekstrak metanol 70% biji pepaya yang menunjukkan aktivitas antibakteri terbesar terhadap E. coli. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental laboratorium. Biji pepaya diekstraksi menggunakan metode maserasi, sedangkan metode skrining fitokimia dilakukan dengan uji tabung. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi Kirby-Bauer pada berbagai konsentrasi, yaitu 20%, 30%, 40%, dan 50% b/v dalam DMSO 10% dan ciprofloxacin 5 μg digunakan sebagai kontrol positif. Hasil uji skrining fitokimia ekstrak metanol 70% biji pepaya mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin, dan tanin. Semua konsentrasi uji ekstrak metanol 70% biji pepaya tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap E. coli, sedangkan pada kontrol positif menunjukkan aktivitas antibakteri yang sangat kuat, yaitu sebesar 25,6 ± 0,92 mm. Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui ekstrak metanol 70% biji pepaya tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol 70% Kulit Pisang Ambon Kuning (Musa acuminata Colla) terhadap Penyembuhan Luka Sayat pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus) Anggia Meilina; Yora Nindita; Endang Sri Sunarsih
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 2, No 2 (2022): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 2, Edisi 2, 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v2i2.15612

Abstract

Salah satu alternatif untuk penyembuhan luka sayat dengan menggunakan kulit pisang ambon kuning (Musa acuminata Colla) karena terdapat senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol 70% kulit pisang ambon kuning dan konsentrasi ekstrak yang mampu memberikan efek lebih cepat terhadap aktivitas penyembuhan luka sayat pada kelinci. Penelitian merupakan eksperimental laboratorium menggunakan 5 kelinci dengan 5 perlakuan sayat tiap kelinci. K- (suspensi CMC 0,5%), K+ (povidone iodine), P1 (ekstrak 5%), P2 (ekstrak 10%), dan P3 (ekstrak 15%). Uji aktivitas dilakukan dengan pengamatan menggunakan kriteria makroskopis modifikasi Nagaoka dan persentase penyembuhan luka sayat. Serbuk simplisia dan ekstrak kental mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, kuinon, tanin, dan terpenoid serta mengandung karbohidrat golongan monosakarida. Data skoring makroskopis dengan uji Kruskal-Wallis didapatkan hasil secara statistik tidak bermakna (P=0,567) pada semua kelompok. Data pengukuran persentase penyembuhan luka sayat dengan uji Post-hoc LSD didapatkan hasil yang berbeda bermakna (P<0,05) antara K+, P2, P3 terhadap K-, serta P3 terhadap P1 dan P2. Kelompok P3 menunjukkan aktivitas penyembuhan luka sayat pada kelinci yang lebih cepat dibanding P1 dan P2.
Kandungan Total Fenolik Ekstrak Metanol Buah Leunca (Solanum nigrum L.) dan Fraksi-fraksinya Nasya Khaerunnisa; Indah Saraswati; Widyandani Sasikirana
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 2, No 2 (2022): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 2, Edisi 2, 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v2i2.15716

Abstract

Senyawa fenolik merupakan metabolit sekunder yang keberadaannya sangat melimpah dan merupakan sumber antioksidan alami dari tumbuhan dan buah-buahan, salah satunya adalah leunca (Solanum nigrum L.). Studi ini bertujuan menentukan kandungan total fenolik yang terdapat pada ekstrak dan fraksi buah leunca. Buah leunca diekstraksi menggunakan metode maserasi memanfaatkan pelarut­ metanol, lalu difraksinasi bertingkat memanfaatkan metode partisi cair-cair dengan pelarut n-heksan dan etil asetat. Total Phenolic Content (TPC) dilakukan dengan pereaksi Folin-Ciocalteau secara spektrofotometri. Asam galat digunakan sebagai pembanding. Ekstrak metanol (EM) memiliki kandungan fenol total tertinggi yaitu sebesar 3,83 ± 0,06 mg GAE/g, diikuti oleh fraksi etil asetat (FEA) dan n-heksan (FHE) sebesar 2,79 ± 0,13; 1,32 ± 0,01 mg GAE/g. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelarut yang lebih banyak mengekstrak senyawa fenolik dibandingkan pelarut n-heksan dan etil asetat yaitu pelarut metanol.
Review Artikel: Strategi Pengembangan Senyawa Thiourea Sebagai Agen Antikanker Wimzy Rizqy Prabhata; Fidya Aulannisa; Muhammad Arif Rizky Nur Rahman; Shyelivia Thesalonica
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 2, No 2 (2022): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 2, Edisi 2, 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v2i2.15916

Abstract

Thiourea merupakan senyawa penuntun yang memiliki peranan penting dalam pengembangan obat antikanker. Aktivitas biologis senyawa turunan thiourea dalam menghambat pertumbuhan berbagai macam lini sel kanker menjadikan senyawa turunan thiourea memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai agen antikanker. Artikel ini membahas berbagai macam strategi yang dikembangkan dalam desain senyawa turunan thiourea untuk mendapatkan senyawa antikanker yang memiliki aktivitas sitotoksik dan selektivitas yang tinggi. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan database pubmed dan scopus untuk mengumpulkan informasi. Artikel ini akan membahas pengaruh dari variasi gugus atau subtituen senyawa terhadap aktivitas sitotoksik dan selektivitas dari senyawa turunan thiourea berdasarkan kajian in vitro. Aktivitas senyawa turunan thiourea terhadap berbagai macam lini sel kanker juga akan dibahas dalam artikel ini. Tingginya aktivitas sitotoksik dan selektivitas senyawa turunan thiourea memberikan bukti bahwa senyawa ini perlu diberikan dukungan yang tinggi untuk diuji lebih lanjut secara klinis.