cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
genericsjournal@gmail.com
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Medicine, Diponegoro University Prodi Farmasi FK Undip, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Generics: Journal of Research in Pharmacy
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27749967     DOI : -
Core Subject : Health,
Pharmacy practice, pharmacy education, social pharmacy, clinical pharmacy, Phytochemistry, Pharmacoeconomics, Pharmacokinetics, Pharmacology, Pharmaceutics, Pharmaceutical Pharmacy, Biology Pharmacy, Medicinal Chemistry, and related topics in Pharmacy
Articles 83 Documents
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Golongan Penyekat Beta Pada Pasien Gagal Jantung di Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Dini, Intan Rahmania Eka; Annisaa, Eva; Safira, Adella Ghalda
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 2 (2025): Generics : Journal of Research in Pharmacy Volume 5, Edisi 2, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i2.25626

Abstract

Gagal jantung merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang ditandai dengan kegagalan memompa darah dan oksigen keseluruh tubuh. Salah satu terapi yang digunakan pada gagal jantung adalah antihipertensi, yaitu golongan penyekat beta. Ketidakrasionalan penggunaan penyekat beta akan menimbulkan berbagai macam terjadinya efek obat yang tidak diinginkan serta ketidaktercapaian target terapi. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi rasionalitas penggunaan obat penyekat beta untuk memberikan gambaran penggunaan penyekat beta umumnya dan memberikan masukan untuk perbaikan penggunaan obat dimasa yang akan datang. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang dengan rancangan penelitian cohort retrospektif. Sampel merupakan pasien gagal jantung rawat jalan yang menggunakan obat penyekat beta dan diambil dengan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan 91% pasien gagal jantung di Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro tahun 2022 menggunakan obat golongan penyekat beta secara rasional.
Analisis Tingkat Pengetahuan dan Implementasi Informasi Masa Pakai Obat Non Steril oleh Apoteker Kota Salatiga Hati, Anita Kumala; Asury, Viktoryana Grathia S; Anajwa, Afifta Yogi; Ratnasari, Yunia
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 2 (2025): Generics : Journal of Research in Pharmacy Volume 5, Edisi 2, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i2.26323

Abstract

Masa pakai obat yang tepat sangat penting untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi. Apoteker harus memiliki pengetahuan yang baik tentang masa pakai obat agar dapat menentukan dan menginformasikan masa pakai obat kepada pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan penerapan informasi masa pakai obat non steril oleh apoteker Kota Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah Apoteker anggota Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Salatiga sebanyak 69 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan kuesioner online, dimana jawaban benar diberi skor 1 dan salah 0. Analisis data dilakukan secara univariat metode deskriptif. Berdasarkan penelitian, pengetahuan apoteker di Kota Salatiga tentang masa pakai obat non steril terbagi menjadi kategori baik (18,84%), cukup (11,6%), dan kurang (69,56%), dengan rata-rata tingkat pengetahuan apoteker 42,32% ± 24,62 yang tergolong dalam kategori kurang. Responden menyatakan penerapan informasi masa pakai obat sangat penting (86,96%), penting (11,59%), dan tidak penting (1,45%). Kendala yang dihadapi apoteker dalam menyampaikan informasi masa pakai obat antara lain : faktor pasien (71,85%), faktor lingkungan apotek kurang mendukung (23,30%), faktor apoteker (4,85%). Kesimpulan penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan apoteker Kota Salatiga mengenai masa pakai obat non steril tergolong dalam kategori kurang, perlu keterampilan Apoteker untuk mengatasi kendala-kendala penyampaian informasi masa pakai obat.
Identifikasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin COVID-19 pada Karyawan Apotekku Group Wilayah Bali Periode Februari-Maret Tahun 2023 Ratnasari, Pande Made Desy; Yuliawati, Agustina Nila; Dewi, Gusti Ayu Putu Suci Nirmala; Sapitri, Ni Kadek Dwita; Angoluan, Rona; Hardianta, I Nyoman
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 2 (2025): Generics : Journal of Research in Pharmacy Volume 5, Edisi 2, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i2.26666

Abstract

Hingga kini belum ditemukan obat untuk menangani penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), sehingga pemerintah melakukan upaya pencegahan dengan pemberian vaksinasi. Setelah pemberian vaksinasi, muncul beberapa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang menandakan vaksin telah bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran KIPI setelah pemberian vaksin COVID-19. Rancangan penelitian adalah cross-sectional yang melibatkan 105 responden (Februari-Maret 2023) diambil dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi (seluruh karyawan Apotekku Group Bali yang telah divaksin COVID-19 dan kriteria eksklusi (responden tidak bersedia atau menyetujui informed concent). Pengumpulan data menggunakan panduan wawancara terstruktur, lalu melihat kartu dan catatan vaksinasi responden. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (72,38%), berusia 21-25 tahun (44,76%) dan berprofesi tenaga vokasi farmasi (69,52%). Seluruh responden tidak memiliki riwayat komorbid dan alergi. Jenis vaksin yang mayoritas diberikan adalah Sinovac dosis pertama (56,20%) dan kedua (55,00%), sementara Astra Zeneca dosis ketiga (44,16%) dan Moderna dosis keempat (55,56%). Gambaran KIPI yang kerap dialami (dosis 1-4) adalah nyeri area suntikan (29,62-46,55%; 34,10-54,83%; 33,33-62,50%; 57,14-60%). Waktu munculnya KIPI paling banyak 1 jam setelah vaksinasi (54,91%) dengan durasi 1 hari (55,20%) serta penanganan dengan parasetamol (69,50 %). Temuan menunjukkan mayoritas KIPI pada pemberian vaksin COVID-19 tidak menimbulkan keparahan, namun hanya memberikan rasa tidak nyaman.