cover
Contact Name
Fatimah Nur Hidayah
Contact Email
fatimahnur.h@sttw.ac.id
Phone
+6285652004006
Journal Mail Official
fatimahnur.h@sttw.ac.id
Editorial Address
Kantor Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta Jl. Raya Solo Baki Km.2 Kwarasan, Solo Baru, Sukoharjo.
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
ISSN : 16936329     EISSN : 23373148     DOI : https://doi.org/10.52561/teknika
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknika merupakan jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi riset dan pengembangan terkini dalam bidang teknologi. Ruang lingkup Jurnal Teknika meliputi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Sistem Informasi, Teknik Industri dan Kimia Tekstil. Design Manufacture Konversi Energi Material Data analysis Artificial Intelligence Virtual Reality Information System Data mining Dessision Support System Instrumentation and Control Electrical (Power) Electronics Engineering Industrial Engineering Optimasi Sistem Produksi Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan Penjadwalan dan Manajemen Operasi/Proyek Computer-Integrated Manufacturing System Sustainable Product Design and Manufacturing Penelitian Operasional dan Decision-Making Model Manajemen Teknologi Pengukuran Kerja, Faktor-Faktor Manusia dan Ergonomi Rekayasa dan Pengendalian Kualitas Sistem Logistik dan Supply Chain Management Perancangan dan Pengembangan Produk Concurrent Engineering Analisis Ekonomi Teknik Pemodelan Sistem dan Analisis Simulasi Perancangan Layout Fasilitas Reliability and Maintenance Engineering Sistem dan Teknologi Informasi Rekayasa Pelayanan (Service Engineering) Technopreneurship dan Inovasi Aplikasi Model Stokastik dalam Teknik Industri Aplikasi Metode Metaheuristik dalam Teknik Industri Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan ajang berbagi karya riset dan pengembangannya di bidang teknologi. Pemuatan artikel di jurnal ini dialamatkan ke kantor editor. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bestari dan/atau editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2019): March 2019" : 5 Documents clear
PENGARUH PERBEDAAN BESAR ARUS PADA SPOT WELDING MENGGUNAKAN GTAW DENGAN MATERIAL STAINLESS STEEL 304 Moch Chamim; Petrus Heru Sudargo; Haikal
Teknika Vol 6 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.304 KB)

Abstract

ABSTRAK Las titik merupakan salah satu cara pengelasan resistansi listrik dimana dua logam atau lebih dijepit diantara dua elektroda logam. Arus yang kuat dialirkan melalui elektroda yang terbuat dari tembaga, karena aliran listrik yang harus melalui kedua logam yang dijepit maka pada tempat jepitan akan timbul panas karena adanya resitansi listrik yang menyebabkan logam ditempat tersebut mencair dan kemudian tersambung. Proses penjepitan membutuhkan peralatan yang komplek karena harus kuat. Sehingga peralatan las titik tidak digunakan oleh industri kecil sheet metal. Dengan latar belakang permasalahan tersebut, penelitian ini mencoba mengubah metode pengelasan titik dengan menggunakan model Tungsten Inert Gas Welding (TIG welding) yang langsung ditekankan diatas material. Variasi arus digunakan 90A, 100A, 110A digunakan untuk menyambung model single lap joint pada material stainless steel grade 304 tebal 2 mm ditahan selama 5 detik. Data yang diambil hasil kekuatan uji tarik dengan menganalisa metalografi makro untuk melihat ikatan material. Hasil pengelasan dengan 90 ampere penetrasi paling dalam dengan kekuatan tarik 408,5 N/mm2. ABSTRACT Spot welding is one way of welding electrical resistance where two or more metals are clamped between two metal electrodes. Electric current is flowed through an electrode made of copper, because the electric current must go through the two clamped metals so that the clamps will heat up due to electrical resistance that causes the metal in the place to melt and then connect. The clamping process requires complex equipment because it must be strong. So that point welding equipment is not used by home sheet metal industries. With the background of these problems, this study tries to change the method of point welding by using a TIG welding model that is directly emphasized on the material. Electric cCurrent variations used 90, 100, 110 A are used to connect the single lap joint model to stainless steel grade 304 with 2 mm thick material held for 5 seconds. The data is taken by tensile strength test results by analyzing macro metallography to see the bonding of the material. Welding results with 90 amperes of deepest penetration with a tensile strength of 408.5 N / mm2.
PENGARUH TEKANAN TEMPA DAN WAKTU PENGELASAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK SAMBUNGAN FRICTION WELDING LOGAM TAK SEJENIS SS-316 DAN AISI-4140 Bambang Margono; Haikal; Moch Chamim
Teknika Vol 6 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.563 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengelasan gesek (friction welding) merupakan proses penyambungan logam tanpa terjadinya peleburan (solid state process), yang mana proses pengelasan terjadi sebagai akibat gesekan melalui penggabungan antara laju putaran salah satu benda kerja yang berputar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekana tempa dan waktu pengelasan terhadap sifat fisik dan mekanik sambungan logam tak sejenis antara baja tahan karat SS 316 dan AISI 4140. Variasi tekanan tempa yang digunakan 110 kg/cm2, 130 kg/cm2 dan 150 kg/cm2, sedangkan variasi waktu pengelasan yang digunakan adalah 35 detik, 50 detik dan 65 detik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya variasi tekanan tempa dan waktu pengelasan mengakibatkan berkurangnya panjang spesimen, dikarenakan terjadi proses pelumeran pada daerah sambungan pengelasan pada kedua material. Sedangkan semakin berkurangnya panjang spesimen disisi lain mengakibatkan melebarnya panjang flash yang dihasilkan. Hasil struktur mikro terlihat terjadi pengkasaran butir (grain coarsened) terjadi pada daerah HAZ bentuk dan ukuran butiran berbeda jika dibandingkan dengan logam induk. Nilai kekerasann daerah sambungan rerata sebesar 246,4 HVN. Nilai kekerasan pada logam induk material AISI 4140 rerata sebesar 354,7 HVN. Sedangkan logam induk material SS 316 rerata sebesar 183,5 HVN. Nilai kekerasan antara kedua logam induk tersebut sangat berbeda jauh dikarenakan fasa pada baja AISI 4140 lebih dominan fasa perlit yang memiliki kekerasan tinggi. Nilai kekuatan tarik yang optimal dihasilkan pada variasi tekanan tempa130 kg/cm2 variasi waktu gesek 35 detik dengan nilai sebesar 455.02 N/mm2.
PENGARUH VARIASI JUMLAH LILITAN TERHADAP KESENSITIFITASAN SENSOR SERAT OPTIK BERBASIS TEKANAN Fatimah Nur Hidayah; Ilham Bagas Indaryanto; Kusnanto Mukti Wibowo
Teknika Vol 6 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.626 KB)

Abstract

ABSTRAK Teknologi optoelektronika saat ini sangat berkembang pesat terutama dalam suatu pengukuran beban. Tujuan dari penelitian ini yaitu membangun sistem sensor serat optik. Hal ini digunakan untuk menentukan tingkat kesensitifitasan yang paling optimal berdasarkan variasi jumlah lilitan. Selain hal itu, tujuan dari penelitian untuk menentukan karakteristik dari perubahan atenuasi cahaya serat optik di dalam spesimen komposit yang diberi tekanan. Target khusus yang ingin dicapai dalam penelitian adalah penentuan tingkat sensitifitas paling optimal berdasarkan banyaknya lilitan. Metode yang digunakan ialah tekanan (pressure), perlakuan tekanan spesimen komposit yang didalamnya terdapat lilitan serat optik menggunakan Compression Testing Machine (CTM). Adanya perlakuan tekanan tersebut maka akan membuat spesimen komposit mengalami keretakan. Keretakan spesimen akan terdeteksi dengan menggunakan sensor serat optik yang telah terhubung dengan komputer. Fungsi komputer dalam penelitian ini yaitu mendeteksi adanya perubahan transmisi cahaya serat optik. Jumlah lilitan serat optik yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5, 10 dan 15 lilitan. Hasil data yang diperoleh ialah 5 lilitan dengan tekanan maksimal sebesar 4,5 x 105 N/mm2 menghasilkan atenuasi 23,01 dB;10 lilitan dengan tekanan maksimal 4,3 x 105 N/mm2 menghasilkan atenuasi sebesar 26,02 dB; serta 15 lilitan dengan tekanan maksimal sebesar 3,8 x 105 N/mm2 menghasilkan atenuasi sebesar 33,8 dB. Kesenstifitasan sensor serat optik terdapat pada variasi 5 lilitan dengan nilai tekanan 1.8 x 105 N/m2 menghasilkan nilai atenuasi 2.67 dB
OPTIMASI VARIASI KOMPOSISI BAHAN GESEK KAMPAS REM NON ASBESTOS UNTUK MENCAPAI KEKERASAN DAN KEAUSAN OPTIMAL MNEGGUNAKAN METODE TAGUCHI MULTI RESPON Martinus Heru Palmiyanto; Agung Supriyanto
Teknika Vol 6 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.384 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bahan-bahan alternatif untuk bantalan rem diperlukan karena bantalan rem asbes yang menyebabkan efek karsinogenik ini telah dilarang. Komponen utama kampas rem adalah penguat, pengikat, pengisi dan abrasive aditif. Pemanfaatan serbuk cangkang (filler), serbuk skrap aluminium (penguat), dan resin fenolik (pengikat) sebagai bahan alternatif pelapis rem pengganti serbuk asbes. Variasi komposisi pengisi, penguat dan pengikat dioptimalkan dengan metode eksperimental Taguchi menggunakan array ortogonal L9(4 faktor, 3 level). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara variasi komposisi pengisi, penguat dan pengikat terhadap ketahanan aus komposit kampas rem. Pengujian keausan menggunakan metode pin on-pin. Uji kekerasan brinell digunakan untuk menentukan sifat mekanik permukaan partikel dan kekerasan partikel dari komposit rem yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan ukuran partikel dan permukaan mempengaruhi ketahanan aus. Ukuran partikel kecil memiliki kepadatan yang lebih tinggi yang mempengaruhi keausan. Perbedaan untuk mendapatkan respon angka kekerasan dan angka keausan dari kombinasi faktor-level yang optimal adalah A2 B3 C1 D3 artinya Serbuk kulit mete 50%, Resin phenol 10% , Geram aluminium 30% dan Carbon 10%.
PENGUJIAN RESISITIVITAS SUBSTRAT SILIKON TERHADAP BEBERAPA SAMPEL AIR UNTUK PEMANFAATAN SEBAGAI SENSING LAYER PADA SENSOR BAKTERI Kusnanto Mukti Wibowo; Fatimah Nur Hidayah
Teknika Vol 6 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.119 KB)

Abstract

ABSTRAK Keberadaan bakteri fekal coliform dalam lingkungan perairan menandakan bahwa sanitasi telah terkontaminasi dengan kotoran manusia atau hewan. Keberadaan faecal coliform dalam air juga merupakan indikator bahwa air itu terkontaminasi dan ada risiko kesehatan bagi manusia yang terpapar air ini. Baru-baru ini bnayak sekali dikembangkan sensor bakteria. Bagian terpenting dari sensor bakteri yaitu sesing layer itu sendiri. Hal ini karena sensing layer akan langsung berinteraksi dengan bakteri sebagai target sensor. Pengunaan material yang salah untuk sensing layer bisa mengakibatlan bakteri yang akan dideteksi justru terbunuh. Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian resistivitas pada silikon sebagai sensing layer untuk sensor bakteri dengan menggunakan alat IV-meter. Sampel air yang digunakan berasal dari beberapa sumber air yaitu air parit/sungai, air dari pipa (PDAM) dan air terdeionisasi (DI water). Hasilnya menunjukkan sampel DI water memiliki resitivitas tertinggi sebesar 3.7 x 106 ohm, dan air sungai memiliki resistivitas paling rendah yaitu sebesar 2.1 x 104 ohm.

Page 1 of 1 | Total Record : 5