cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+62247474750
Journal Mail Official
editor@ift.or.id
Editorial Address
Gedung B Lantai 3 Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979892     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Teknologi Pangan memuat artikel ilmiah di bidang teknologi pangan yang meliputi bidang: mikrobiologi pangan, kimia dan gizi pangan, bioteknologi pangan, rekayasa pangan dan hasil pertanian. Bidang ilmu lain yang terkait dengan pangan juga akan dimuat dalam jurnal ini selama fokus utama artikel adalah tentang teknologi pangan.
Articles 190 Documents
REVIEW ARTIKEL: APLIKASI TEKNOLOGI OZON PADA PENGAWETAN CABAI MERAH Sefvia, Hera Herbilah
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.36262

Abstract

Review ini bertujuan untuk memberikan informasi bagaimana cara pengawetan dalam penyimpanan cabe merah (Capsicum annuum L). Pembusukan cabai merah disebabkan karena adanya aktivitas mikroorganisme dari bahan pangan yang tersisa. Oleh karena itu, dengan adanya perkembangan teknologi pemanfaatan plasma ozon maka dapat menjadi solusi permasalahan tersebut. Mekanisme ozon dalam membunuh bakteri atau mikroorganisme yaitu dengan mengoksidasi kelompok sulfhidril dan asam amino dari enzim, kemudian ozon mengoksidasi asam lemak tak jenuh sehingga terjadi lisis. Ozon memiliki sifat yang tidak menimbulkan efek negatif karena langsung dapat berubah menjadi oksigen. Sehingga tidak ada zat yang tertinggal pada cabai merah sehingga tidak memiliki efek samping sekaligus aman
Kadar Lemak dan Organoleptik Daging Analog Jamur Shitake dengan Perbandingan Tepung Terigu dan Tepung Biji Kecipir Berbeda Septiawati, Tria; Nurwantoro, Nurwantoro; Pramono, Yoyok Budi
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.35146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan perbandingan tepung terigu dan tepung biji kecipir terhadap kandungan lemak dan organoleptik daging analog jamur shitake. Materi yang digunakan adalah jamur shitake, biji kecipir, tepung terigu dan bahan tambahan lain untuk membuat daging analog dengan formulasi yang berbeda tiap perlakuan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 replikasi. Penelitian ini terdiri dari formulasi yang dibagi menjadi 4 perlakuan perbedaan perbandingan tepung biji kecipir, jamur shitake dan tepung terigu dengan perbandingan 0:3:7; 1:3:6; 2:3:5; dan 3:3:4. Analisis data yang digunakan yaitu Analysis of Variance (ANOVA) untuk data parametrik dan Uji Kruskal-Wallis untuk data non-parametrik pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa daging analog jamur shitake dengan perbedaan perbandingan tepung terigu dan tepung biji kecipir memberi pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar kadar lemak dan organoleptik daging analog jamur shitake. Semakin banyak penggunaan tepung biji kecipir dapat meningkatkan kadar lemak dan meningkatkan kesukaan warna dan tekstur daging analog jamur shitake. Perlakuan dengan perbandingan antara tepung biji kecipir, jamur shitake dan tepung terigu berturut-turut yaitu 2:3:5 (P2) merupakan perlakuan terbaik.The aim of this research was to find out the effect of differences ratio of wheat flour and winged bean seeds flour on fat content, and organoleptic shitake mushroom meat analog. The material used were shitake mushrooms, winged bean, wheat flour, and other additives to make analog meat with different formulations for each treatment. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replication. The research consisted by a formulation which was divided into 4 treatments with the different ratio of winged bean seeds flour, shiitake mushroom and wheat flour with ratio of 0:3:7; 1:3:6; 2:3:5; and 3:3:4.  Data analysis used was Analysis of Variance (ANOVA) for parametric data and Kruskal-Wallis test for non-parametric data at 5% significance level. The result showed that shiitake mushroom analog meat with different ratio of wheat flour dan winged bean seeds flour had a real effect (P<0,05) to fat content and organoleptic.The more use of winged bean seeds flour can increase fat content and preferences color and texture of shiitake mushroom analog meat. The treatment with different ratio of winged bean seeds flour, shiitake mushroom and wheat floor in a row 2:3:5 is the best treatment.
Pengaruh Penambahan Karagenan terhadap Karakteristik Fisik dan Organoleptik pada Fruit Leather Carica Forsitawati, Fransiska Martaryza; Nurwantoro, Nurwantoro; Dwiloka, Bambang
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.28660

Abstract

Carica merupakan salah satu spesies tumbuhan yang mirip dengan pepaya namun berukuran lebih kecil. Fruit leather adalah salah satu makanan berbentuk lembaran, bertekstur plastis, kenampakan seperti kulit, terlihat mengkilat, dan dapat dikonsumsi secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan terhadap kekerasan (hardness), pH, total padatan terlarut (TPT) dan organoleptik fruit leather carica. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi konsentrasi karagenan yaitu T0=0%, T1=0,25%, T2=0,5%, T3=0,75% dan T4=1%. Bahan baku yang digunakan yaitu carica, karagenan, gula, air, dan asam sitrat. Hasil dari penelitian ini yaitu penambahan konsentrasi karagenan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kekerasan (hardness), pH, TPT, dan organoleptik fruit leather carica. Perlakuan yang optimal adalah penambahan karagenan 0,5% karena menghasilkan kekerasan (hardness) (3951,48gf), pH (5,22), total padatan terlarut (5,45oBrix), nilai warna 3,55 (netral), nilai aroma 3,30 (netral), nilai rasa 3,25 (netral), dan nilai tekstur 3,40 (netral). Carica is one of plants species that similar like papaya but smaller. Fruit leather is a food in sheet form, plastic texture, looks like skin, shiny, and can be consumed directly. This research aims to determine the effect of carrageenan addition on hardness, pH, total solids (TPT), and organoleptic characteristics of carica fruit leather. This research used 5 treatments and 4 replications with variation of carrageenan concentrations are T0=0%, T1=0.25%, T2=0.5%, T3=0.75%, and T4=1%. The materials used are carica, carrageenan, sugar, water, and citric acid. The result shown that different addition of carrageenan concentrations had a significant effect (P<0.05) on hardness, pH, TPT, and organoleptic of carica fruit leather. The optimal treatment is with addition of 0.5% carrageenan because it produces hardness (3951.48gf), pH (5.22), total solid (5.45oBrix), the value of color 3.55 (neutral), the value of flavor 3.30 (neutral), the value of taste 3.25 (neutral), and the value of texture 3.40 (neutral). 
Viskositas, pH, Aktivitas Air, dan Hedonik Sirup Jeruk Sunkist (Citrus sinensis)-Kayu Manis (Cinnamomum verum) dengan Variasi Penambahan Gula El Fayyadh, Muhammad Ariq Ghoniy; Dwiloka, Bambang; Nurwantoro, Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.33238

Abstract

AbstrakJeruk Sunkist merupakan buah yang disukai banyak orang karena memiliki rasa yang manis sehingga jeruk Sunkist dapat di olah menjadi sirup yang diawali dengan jeruk Sunkist dipotong dan dimasukkan kedalam plastic vacuum kemudian ditambah gula dan kayu manis dan dipanaskan dengan sousvide dengan suhu 60oC dalam waktu 2 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula dan kayu manis terhadap viskostas kadar pH, aktivitas air dan uji organoleptik dari sirup buah jeruk Sunkist. Bahan pada pembuatan sirup buah Sunkist yaitu jeruk Sunkist, kayu manis, air mineral dan gula. Penelitian dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menerapkan 4 perlakuan dengan 5 kali pengulangan dengan perbandingan jeruk Sunkist dan kayu manis 1:25 dengan gula 60% dari volume jeruk, 1:50 dengan gula 60% dari volume jeruk, 1:25 dengan gula 70% dari volume jeruk, dan 1:50 dengan gula 70% dari volume jeruk. Data yang diperoleh dari uji viskositas, pH, aktivitas air dianalisis menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test. Uji hedonik dianalisis menggunakan uji Kruskall-Wallis dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Sirup jeruk Sunkist terbaik yaitu sirup jeruk dengan komposisi jeruk Sunkist dan kayumanis 1:50 dengan penambahan gula 70% menghasilkan sirup jeruk Sunkist dengan viskositas tertinggi, pH tertinggi, aw terendah, dan warna yang paling disukai oleh panelis. Kata kunci: sousvide, jeruk Sunkist, gula. Abstract          Sunkist orange is a fruit that is liked by many people because it has a sweet taste so that Sunkist oranges can be processed into syrup starting with Sunkist oranges cut and put into plastic vacuum then added sugar and cinnamon and heated with sousvide at a temperature of 60 o C for 2 hours. This study aims to determine the effect of adding sugar and cinnamon on the viscosity of pH levels, water activity and organoleptic tests of Sunkist citrus fruit syrup. The ingredients for making Sunkist fruit syrup are Sunkist oranges, cinnamon , mineral water and sugar. Research with a completely randomized design (CRD) applied 4 treatments with 5 repetitions with a ratio of Sunkist oranges and cinnamon 1:25 with sugar 60% of the volume of oranges, 1:50 with sugar 60% of the volume of oranges, 1:25 with sugar 70% of the volume of oranges, and 1:50 with sugar 70% of the volume of oranges. The data obtained from the physical and chemical characteristic tests were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) method with a significance level of 5% and continued with the Duncan Multiple Range Test . The hedonic test was analyzed using the Kruskall-Wallis test with a significance level of 5% and continued with the Mann-Whitney test. The best Sunkist orange syrup is orange syrup with the composition of Sunkist orange and cinnamon 1:50 with the addition of 70% sugar to produce Sunkist orange syrup with the highest viscosity, highest pH, lowest aw, and the most preferred color by the panelists.Keywords : sousvide, Sunkist orange, sugar.
Uji Penghambatan Reaksi Pencoklatan pada Buah Apel Potong oleh Asam Hypoiodous (HIO) Berdasarkan Deteksi Perubahan Warna Yusuf, Maulana; Legowo, Anang M.; Al-Baarri, Ahmad N.
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.20712

Abstract

Abstrak                Reaksi pencoklatan enzimatis pada buah merupakan reaksi yang terjadi karena adanya oksidasi fenol dan melibatkan enzim polifenol oksidase (PPO). Pencegahan reaksi pencoklatan dapat dilakukan dengan menghambat aktivitas PPO, salah satu alternatifnya adalah dengan menggunakan asam hipoiodous (HIO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan HIO dalam menghambat reaksi pencoklatan berdasarkan pada perubahan warna pada buah apel. Perubahan warna dianalisis dengan mengamati perubahan warna berdasarkan nilai L*. Hasil penelitian yang diperoleh adalah penurunan nilai L* HIO 0,068 dan 0,090 lebih rendah dibanding HIO 0. Kesimpulannya yaitu  HIO terbukti menghambat proses pencoklatan enzimatis pada buah apelAbstract            Reaction of enzymatic browning in fruit is a reaction that occurs due to the oxidation of phenol and involves the enzyme polyphenol oxidase (PPO). Prevention of browning reactions can be done by inhibiting PPO activity, one of alternative is to use hypoodous acid (HIO). The purpose of this study was to determine the ability of HIO to inhibit the browning reaction and to know the mechanism inhibition type based on the color change in apples. The color change was analyzed by observing the color change based on the L * value. The result of this research is HIO proven to inhibit enzymatic browning process on apple fruit by yielding three Michaelis-Menten curves and has Vmax, Vmax ', Vmax ", Km, Km', Km 'and Ki values respectively of 6,05 ; 5.60; 5.25; 3.05; 2.80; 2.61; and 0.659. In conclusion, HIO can inhibit the process of browning apple with non-competitive inhibition type.
Karakteristik Fisikokimia Dan Organoleptik Mayones Dengan Variasi Jenis Minyak Dan Konsentrasi Penambahan Perasan Jeruk Purut (Citrus hystrix d.c) Pradita Amanda Putri; Vivi Nuraini; Nanik Suhartatik
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2026.52898

Abstract

Mayones merupakan produk olahan pangan dengan jenis emulsi (o/w) dengan konsentrasi minyak lebih tinggi.Lemak atau minyak sangat berpengaruh terhadap sifat fisik, kimia, dan karakteristik mayones karena kandunganjenis asam lemaknya. Mayones merupakan produk emulsi dengan karakteristik khas rasa asam. Air perasan jerukpurut digunakan sebagai pembunuh bakteri serta dapat memberikan aroma pada bahan pangan maupun produkpangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi jenis minyak nabati dan konsentrasi jeruk purutterhadap kualitas, warna, aroma, rasa dan tekstur pada mayones dan mendapatkan perlakuan terbaik dari segiparameter fisik, kimia dan organoleptik mayones. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap(RAL) faktorial, faktor pertama adalah perbedaan jenis minyak, minyak jagung (1), minyak kedelai (M2) dan minyakwijen M3), faktor kedua adalah konsentrasi jeruk purut 100% (J1), 80% (J2), dan 60% (J3). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perbedaan jenis minyak dan konsentrasi jeruk purut berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap sifat fisik (viskositas), kimia (kadar air, kadar lemak) dan sensori (warna, aroma, rasa dan tekstur) mayones. Perlakuan minyak kedelai dengan konsentrasi perasan jeruk purut 100% dipilih sebagai produk terbaik oleh panelis tidak terlatih dengan skor warna 3,00 (netral), aroma 3,40 (netral-agak suka) , rasa 3,87 (netral-agak suka), tekstur 3,67(netral- agak suka), kadar pH 4,10, viskositas 2,18 dPa.s, kadar air 20,52%, kadar lemak 77,29%, kadar protein 6,16% dan stabilitas emulsi 97,23%. Kata kunci: ekstrak jeruk purut, mayones, minyak nabati.
Kadar Air dan Susut Bobot Dried Lemon Slice dengan Pretreatment Asam Sitrat Pada Variasi Lama Pengeringan Food Dehydrator Manika Cahya Lestari; Setya Budi Muhammad Abduh; Swastika Dewi
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2026.57392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi durasi pengeringan pada suhu konstan 60°C dengan food dehydrator  terhadap kadar air dan susut bobot dried lemon slice dengan pretreatment larutan asam sitrat 1%. Materi yang digunakan adalah lemon impor serta larutan asam sitrat 1%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan durasi pengeringan (8, 9, 10, dan 11 jam) dan 5 ulangan. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan durasi pengeringan dengan interval 1 jam memberi pengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar air dan susut bobot dried lemon slice. Semakin lama waktu pengeringan menyebabkan semakin rendah kadar air, diikuti dengan semakin tinggi susut bobot. 
Pengaruh Fortifikasi Sari Bayam Merah terhadap Karakteristik Fisik, Aktivitas Antioksidan, dan Mutu Hedonik Mie Basah Berbasis Tepung Komposit (Mocaf, Tapioka, dan Kentang) Lutfi Purwitasari; Fidela Azaria Fathillah
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2026.54105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi sari bayam merah dengan variasi konsentrasi sebagai pewarna alami terhadap tensile strength, daya serap air, aktivitas antioksidan, dan mutu hedonik pada mie basah berbasis tepung komposit (mocaf, tapioka, dan kentang). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Variasi konsentrasi sari bayam merah yang digunakan adalah 0%, 30%, 60%, dan 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi sari bayam merah pada mie basah berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antioksidan, tensile strength, daya serap air, dan mutu hedonik. Perlakuan dengan fortifikasi sari bayam merah sebesar 90% menghasilkan kualitas terbaik berdasarkan parameter mutu hedonik secara keseluruhan.
Ekstraksi Ultrasonik Oleoresin Kayu Manis dan Aplikasinya Sebagai Bahan Tambahan Dalam Pembuatan Dark Chocolate Fauzi Himawan; Laksmi Hartajanie; Victoria Kristina Ananingsih
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2026.54191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak oleoresin kayu manis terhadap karakteristik fisik, kimia, dan sensoris dark chocolate. Oleoresin diekstrak menggunakan ultrasound-assisted extraction (UAE), kemudian komponen bioaktif diidentifikasi dengan GC-MS. Formulasi dark chocolate dibuat dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan penambahan ekstrak, yaitu P0 (0 g), P1 (0,05 g), P2 (0,06 g), dan P3 (0,07 g). Parameter yang dianalisis meliputi warna (L*, a*, b*), aktivitas antioksidan (DPPH), total fenol (folin–ciocalteu), serta uji sensoris (hedonik). Hasil ekstraksi UAE menghasilkan rendemen sebesar 30,33 ± 1,20%. Berdasarkan kemiripan spektrum GC-MS, senyawa yang teridentifikasi antara sinamil alkohol, floroglusinol, propyl resorcinol, asam sinamat, kumarin, dan trans-sinamaldehida. Nilai warna berada pada kisaran L* 39,65 – 44,60; a* 2,54 – 5,04; dan b* 5,10 – 7,30. Aktivitas antioksidan berada pada rentang 10,61 – 34,99% dan total fenol 0,48 – 1,69 mg GAE/g. Uji sensoris menunjukkan perlakuan P1 (0,05 g) memiliki tingkat kesukaan tertinggi pada pada atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur. Kesimpulannya, penambahan ekstrak oleoresin kayu manis berpengaruh nyata (p<0,05) pada karakteristik fisik, kimia, dan sensoris dari dark chocolate dengan P1 (0,05 g) menjadi perlakuan terbaik.
Getuk Tri Warna: Analisis Total Mikrob dan Keberadaan Escherichia coli Kharisma Indah Listyorini; Afif Arwani; Arum Safriana Dewi; Azka Aulia Rahil Muthmainah Rodian; Gabriel Muhammad Naufal
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2026.56859

Abstract

Getuk tri warna merupakan makanan tradisional khas Magelang yang terbuat dari singkong, memiliki rasa manis, dan tekstur yang lembut. Proses pengolahan yang hanya melibatkan pengukusan singkong dan pengulenan secara manual dan tradisional membuat makanan ini berpotensi terkontaminasi oleh bakteri Escherichia coli (E. coli). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total mikrob serta mendeteksi keberadaan E. coli pada produk getuk tri warna. Sebanyak enam sampel getuk tri warna diperoleh dari berbagai lokasi penjualan, yaitu pasar tradisional dan gerai modern. Analisis total mikrob dilakukan dengan metode Angka Lempeng Total (ALT) pada media Plate Count Agar (PCA), sedangkan deteksi E. coli dengan metode Angka Paling Mungkin (APM) menggunakan media Lauryl Sulfate Broth (LSB), EC Broth, dan Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar produk getuk tri warna tidak memenuhi standar keberadaan total mikrob dan empat dari enam sampel (66,7%) terdeteksi positif mengandung E. coli. Hal ini tidak tidak memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Tingginya angka kontaminasi mengindikasikan adanya permasalahan dalam praktik higiene dan sanitasi selama proses produksi maupun penanganan produk. Getuk tri warna is a traditional food from Magelang made from cassava, has a sweet taste, and a soft texture. The processing of getuk that only involves steaming cassava and kneading manually and traditionally makes this food potentially contaminated by Escherichia coli (E. coli) bacteria. This study aims to analyze the total microbes and detect the presence of E. coli in getuk tri warna products. A total of six samples of getuk tri warna were obtained from different retail locations, including. traditional markets and modern outlets. Total microbial analysis was conducted using the Total Plate Count (TPC) method on Plate Count Agar (PCA), while detection of E. coli was performed using the Most Probable Number (MPN) method employing Lauryl Sulfate Broth (LSB), EC Broth, and Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). The results showed that most samples did not comply with the accpetable limits for total microbial count. In addition, four samples (66.7%) were confirmed positive for E. coli. These findings indicate that the products do not meet the microbiological quality standards established by the National Standardization Agency of Indonesia (BSN). The relatively high contamination levels suggest deficiencies in hygiene and sanitation practices during production, handling, and distribution processes.