cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+62247474750
Journal Mail Official
editor@ift.or.id
Editorial Address
Gedung B Lantai 3 Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979892     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Teknologi Pangan memuat artikel ilmiah di bidang teknologi pangan yang meliputi bidang: mikrobiologi pangan, kimia dan gizi pangan, bioteknologi pangan, rekayasa pangan dan hasil pertanian. Bidang ilmu lain yang terkait dengan pangan juga akan dimuat dalam jurnal ini selama fokus utama artikel adalah tentang teknologi pangan.
Articles 185 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN PEMANIS ALAMI DAUN STEVIA TERHADAP TOTAL PADATAN TERLARUT, TOTAL ASAM, TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN TINGKAT KESUKAAN COCOGURT Tandrian, Christian; Nurwantoro, Nurwantoro; Dwiloka, Bambang
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.30014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pemanis alami daun stevia terhadap total padatan terlarut (TPT), total asam, total bakteri asama laktat (BAL) dan tingkat kesukaan cocogurt. Materi yang digunakan adalah pemanis alami daun stevia, kelapa sayur tua, air mineral, starter yang mengandung Lactobacillus plantarum, MRS agar, NaOH 0,1 N, alumunium foil, indikator PP 1%, dan aquades. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Penelitian ini terdiri dari formulasi yang dibagi menjadi 4 perlakuan berupa penambahan pemanis alami daun stevia dengan konsentrasi 0%, 0,05%, 0,1% dan 0,15% v/v. Data hasil pengujian total padatan terlarut, total asam dan total bakteri asam laktat dianalisis dengan menggunakan Analisis of Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT), sedangkan data hasil tingkat kesukaan dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal Wallis pada taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa cocogurt dengan penambahan pemanis alami daun stevia memberikan perbedaan nyata (p<0,05) terhadap nilai total padatan terlarut, total asam, total bakteri asam laktat dan tingkat kesukaan. Penambahan pemanis alami daun stevia mampu meningkatkan total padatan terlarut dan tingkat kesukan cocogurt, namun penambahan pemanis alam daun stevia juga menyebabkan penurunan total asam dan total bakteri asam laktat pada cocogurt. Semua perlakuan penambahan pemanis alami daun stevia pada cocogurt telah sesuai dengan standar SNI yogurt nomor 2981:2009 dan berpotensi untuk digunakan dalam pembuatan cocogurt sebagai pemanis pengganti gula.
Karakteristik Fisik dan Hedonik Mie Basah Berbahan Dasar Terigu dengan Substitusi Tepung Labu Kuning dan Tepung Daun Kelor Maharani, Arnetta Devi
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.33708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan hedonik mie basah berbahan dasar terigu dengan substitusi tepung labu kuning dan tepung daun kelor. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Mie dibuat dengan 4 perlakuan yaitu T0: 100% tepung terigu+ 0% tepung labu kuning+ 0% tepung daun kelor; T1: 92% tepung terigu+ 4% tepung labu kuning   + 4% tepung daun kelor; T2: 84% tepung terigu+ 8% tepung labu kuning+ 8% tepung daun kelor; T3: 76% tepung terigu+ 12% tepung labu kuning+ 12% tepung daun kelor; T4: 68% tepung terigu+ 16% tepung labu kuning dan 16% tepung daun kelor. Parameter yang diamati adalah daya serap air, derajat kecerahan, kadar air dan mutu hedonik. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) untuk daya serap air, derajat kecerahan dan kadar air, sedangkan parameter kesukaan menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (P<0,05) mie basah dengan substitusi tepung labu kuning dan tepung daun kelor terhadap daya serap air, derajat kecerahan, kadar air dan mutu hedonik. Daya serap air tertinggi perlakuan T4 yaitu100,82%, derajat kecerahan tertinggi perlakuan T0 yaitu 71,42, kadar air tertinggi perlakuan T4 yaitu 61,145. Dari segi kesukaan, mie basah dengan penambahan tepung daun kelor dan tepung labu kuning paling disukai dari segi warna, aroma, tekstur, rasa dan overall adalah mie basah perlakuan T1.
Pengaruh Berbagai Metode Thawing Terhadap Nilai pH dan Daya Ikat Air Daging Ayam Petelur Afkir Nurussyifa, Salsabila Yasinta; Setiani, Bhakti Etza; Pramono, Yoyok Budi
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.26688

Abstract

Daging ayam petelur afkir memiliki kandungan nutrisi yang tidak jauh berbeda dengan daging ayam kampung, namun dikarenakan umur yang tua, ayam petelur afkir memiliki kelemahan yaitu dagingnya keras dan liat. Meskipun memiliki karakteristik daging yang alot, ayam petelur afkir memiliki kelebihan diantaranya adalah mengandung protein yang tinggi dan lemak yang rendah. Guna mempertahankan kualitas dan karakteristiknya, daging perlu disimpan dalam keadaan beku. Thawing merupakan cara yang untuk mencairkan atau menyegarkan kembali bahan pangan yang telah disimpan beku sebelum dilakukan pengolahan lebih lanjut. Apabila proses thawing dilakukan dengan cara yang kurang tepat maka dapat menyebabkan penurunan kualitas daging salah satunya kualitas fisik daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik berupa nilai pH dan daya ikat air daging ayam petelur afkir terhadap berbagai metode thawing yang diberikan. Bahan yang digunakan dalam  penelitian ini adalah daging ayam petelur afkir beku bagian dada dan akuades. Penelitian menggunakan uji rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan yaitu (T0) tanpa pembekuan dan thawing, (T1) thawing dengan air suhu ±20oC, (T2) thawing dengan air suhu ±30oC, dan (T3) thawing dengan air suhu ±40oC. Sampel yang telah diberi perlakuan thawing dilakukan pengujian nilai pH dengan pH meter dan pengujian daya ikat air dagng, Sedangkan data hasil pengujian nilai pH dan daya ikat air dianalisis dengan menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA). Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 22.0 pada taraf signifikansi P≤0,05. Apabila terdapat pengaruh perlakuan, maka dilakukan uji lanjutan Wilayah Ganda Duncan. Perlakuan thawing dengan berbagai metode dengan kisaran suhu 20-40oC memberikan hasil bahwa thawing dapat menurunkan kualitas fisik daging ayam petelur afkir. Metode thawing yang menggunakan suhu semakin tinggi akan semakin menurunkan nilai pH dan daya ikat air daging ayam petelur afkir. Post-laying hens have a nutrient content that is not much different from native chicken meat (ayam kampung), but due to old age, they have a hard and tough meat. Despite their drawback, laying hens have the advantage that the meat contains high in protein and low in fat. In order to maintain its quality and characteristics, meat needs to be frozen. Thawing is a way to thaw or refresh food that has been stored frozen before further processing. If the thawing process is done in an inappropriate way, it can cause a decrease in the quality of meat, especially the pHysical quality of meat. This study aims to determine the pHysical quality in the form of the pH value and the water holding capacity of post-laying hens against various thawing methods. The material used in this research is frozen post-laying hen meat (chest) and distilled water. The study used a complete randomized design test with 4 treatments namely (T0) without freezing and thawing, (T1) thawing with water temperature ± 20°C, (T2) thawing with water temperature ± 30°C, and (T3) thawing with water temperature ± 40°C (waterbath). Samples that have been given a thawing treatment were tested for pH values with a pH meter and testing for water holding capacity, while the results of pH values and water holding capacity were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) test. Data analysis was performed using the SPSS 22.0 application at a significance level of P≤0.05. If there is a treatment effect, then the Duncan Double Region continued test. Thawing treatment with various methods with a temperature range of 20-40°C gives the result that thawing can reduce the pHysical quality of post-laying hens. The thawing method that uses the higher temperature will further reduce the pH value and water holding capacity of post-laying hens.
Analisis Standar Mutu dan Asam Amino Konsentrat Protein Ikan Sunglir (Elagatis bipinnulatus) Rieuwpassa, Frets Jonas; Karimela, Ely John
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.22419

Abstract

Konsentrat protein ikan (KPI) adalah bentuk protein kering yang diekstrak dari daging ikan menggunakan pelarut organik seperti etanol. Tujuan penelitian ini adalah mengekstraksi KPI dari daging ikan sunglir dengan menggunakan pelarut etanol dan menentukan kualitas sesuai standar mutu KPI serta menganalisis asam aminonya. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging ikan sunglir dan pelarut etanol teknis. Tahapan penelitian meliputi (1) ekstraksi KPI dan (2) menentukan standar mutu KPI ikan sunglir dan analisis asam amino. Data yang diperoleh dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata rendemen KPI berkisar 20%. Karakteristik sesuai standar FAO 1976 meliputi kadar protein (85,34%), kadar lemak (3,28%), bau (2,11 : bau ikan kuat) dan derajat putih (53,54%) sehingga tergolong KPI tipe B. Analisis kadar air (6,34%), kadar abu (7,47%), sifat fungsional : daya serap minyak (2,48 g/g) dan daya serap air (2.02 ml/g). KPI mengandung 9 asam amino esensial dan 6 asam amino non esensial.
Pengaruh Substitusi Sukrosa dengan Sorbitol terhadap Karakteristik dan Kesukaan Selai Pisang Raja Aliza, Zahra Nafa; Hintono, Antonius; Dwiloka, Bambang
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.37901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi sukrosa dengan sorbitol terhadap kadar air, aktivitas air (aw), nilai kalori dan tingkat kesukaan selai pisang raja. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan substitusi sukrosa dan sorbitol yaitu P0 (100:0), P1 (90:10), P2 (80:20), P3 (70:30), P4 (60:40). Bahan baku yang digunakan yaitu pisang raja, sukrosa, sorbitol, pektin, asam sitrat dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi sukrosa dengan sorbitol pada selai pisang raja dapat memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air, aw, rasa, tekstur dan overall, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kalori, warna dan aroma. Kadar air menunjukkan kenaikan, sedangkan nilai aw menurun dan parameter hedonik rasa, tekstur dan overall semakin disukai seiring dengan bertambahnya konsentrasi sorbitol yang digunakan. Hasil yang didapatkan yaitu kadar air 38,82 - 41,82%, aw sebesar 0,605 - 0,640,  nilai kalori sebesar 2415,70 – 2546,65 kalori/g. Perlakuan terbaik yang diperoleh berdasarkan penelitian yaitu proporsi sukrosa 60% dan sorbitol 40% yang menghasilkan kadar air sebesar 41,82%, aw sebesar 0,605, kalori sebesar 2416,47 kalori/g dan nilai hedonik yang paling disukai.The purpose of this reseacrh was to get effect of substitution of sucrose with sorbitol on the water content, water activity (aw), caloric value and preferred in banana jam. This reseacrh was used five treatments and four replications with variation of substitusion of sucrose and sorbitol are P0 (100:0), P1 (90:10), P2 (80:20), P3 (70:30), P4 (60:40). The materials which are used in this research: banana, sucrose, sorbitol, pectin, citric acid and water. The results was shown that the different substitution of sucrose with sorbitol in banana jam a significant effect (P<0.005) on water content, aw, taste, texture and overall, but had no significant effect on calories, color and aroma. The water content shown an increase, aw value decreased and the hedonics parameters of taste, texture and overall were preferred as the concentration of sorbitol used increased. The results obtained were water content of 38.82 - 41.82%, aw 0.605 - 0.640, calorific value of 2415.70 – 2546.65 calories/g. The best treatment of this reaserch on bananan jam was obtained in the formulation of 60% sucrose substitution and 40% sorbitol which resulted in a water content of 41.82%, an aw of 0.605, a calorie of 2416.47 calories/g and the most preferred hedonic value.
Artikel Review: Potensial Teknologi Plasma Dingin Dalam Industri Makanan Setiadi, Jesicca Ananty Nurul
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.36254

Abstract

Plasma dingin adalah teknologi non-termal yang muncul untuk peningkatan keamanan pada pangan. Plasma dingin dihasilkan ketika sumber energi listrik diterapkan ke gas menghasilkan beberapa spesies reaktif seperti foton ultraviolet, partikel bermuatan, spesies nitrogen, oksigen, dan hydrogen reaktif untuk menonaktifkan mikroba pencemar pada daging, unggas, buah-buahan, dan sayuran. Aplikasi utama plasma dingin pada industri pangan yaitu sebagai dekontaminasi pangan dan peningkatan mutu terhadap ketahanan pangan. Plasma dingin telah terbukti efektif untuk inaktivasi berbagai patogen dan organisme pembusuk tanpa mempengaruhi kualitas makanan. Tujuan review artikel ini untuk menyoroti aplikasi potensial pada plasma dingin dalam industri makanan menyoroti penelitan saat ini dan tren di bidang ini.
Analisis Kadar Protein dan Mutu Hedonik Salami Daging Kalkun (Meleagris gallopavo) Berdasarkan Potongan Komersial Karkas Tomya, Stella Putri; Pramono, Yoyok Budi; Al-baarri, Ahmad Ni-matullah
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.30015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas olahan daging kalkun dalam produk salami berdasarkan potongan komersial karkas. Materi yang digunakan meliputi daging kalkun, lemak sapi, isolated soy protein, starter bakteri asam laktat (L. bulgaricus, S. thermophilus, L.achidophilus), garam NPS (Nitrit Pokeln Salt), gula, bumbu dan air es. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan variasi perlakuan yang diberikan (T1) salami yang dibuat dari potongan komersial dada dan (T2) salami yang dibuat dari potongan komersial paha. Parameter yang diuji meliputi kadar protein dan mutu hedonik dan dianalisis dengan Independent T-Test dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil menunjukkan bahwa salami daging kalkun dengan berbagai potongan komersial karkas yang berbeda memberikan pengaruh nyata (p<0.05)  terhadap kadar protein dan mutu hedonik. Perlakuan dari potongan komersial karkas bagian dada merupakan perlakuan terbaik dari seluruh parameter yang di uji. Keyword : daging kalkun, karkas, salami.
Karakteristik Kimia Saus Tomat Analog Berbahan Dasar Pepaya (Carica papaya L.) dengan Penambahan Asam Sitrat Hutajulu, Florent Lam Angur; Hintono, Antonius; Bintoro, Valentinus Priyo
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.33833

Abstract

Saus tomat analog merupakan inovasi saus tomat berbahan dasar pepaya sebagai bahan baku alternatif. Saus tomat analog diproses dan ditambahkan pewarna, perisa tomat, dan asidulan asam sitrat untuk mencapai karakteristik yang mirip dengan saus tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam sitrat pada saus tomat analog berbahan dasar pepaya terhadap karakteristik kimia. Penelitian ini dirancang dengan 5 perlakuan yaitu penambahan asam sitrat 0,25%, 0,30%, 0,35%, 0,40%, 0,45% (b/b) dari berat pepaya dengan 4 kali ulangan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penambahan asam sitrat pada saus tomat analog berbahan dasar pepaya memiliki pengaruh nyata (p < 0,05) terhadap total asam, pH, kadar air, serta tidak memiliki pengaruh nyata (p > 0,05) terhadap total padatan terlarut. Total asam mengalami peningkatan sedangkan pH dan kadar air mengalami penurunan seiring penambahan asam sitrat. Berdasarkan analisis kimia perlakuan terbaik adalah penambahan asam sitrat 0,35%, 0,40%, dan 0,45% (b/b) dari berat pepaya.
KADAR ALKOHOL, KADAR LEMAK, TOTAL PADATAN TERLARUT, DAN TOTAL MIKROBA KEFIR SUSU KERBAU DENGAN KONSENTRASI STARTER YANG BERBEDA Surya, Karina Rizqy Anggita; Rizqiati, Heni; Nurwantoro, Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.26701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kefir grain terhadap kadar alkohol, kadar lemak, total padatan terlarut dan total mikroba kefir susu kerbau dan untuk mengetahui apakah parameter tersebut sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yang diberikan adalah (T1) konsentrasi kefir grain 2,5%, (T2) konsentrasi kefir grain 5%, (T3) konsentrasi kefir grain 7,5%, dan (T4) konsentrasi kefir grain 10%. Parameter yang diamati adalah kadar alkohol, kadar lemak, total padatan terlarut dan total mikroba. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Konsentrasi kefir grain memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar lemak, kadar alkohol, total padatan terlarut dan total mikroba. Semakin banyak konsentrasi kefir grain maka kadar alkohol dan total mikroba semakin meningkat. Semakin banyak konsentrasi kefir grain maka kadar lemak dan total padatan terlarut semakin menurun.The research aims to determine the effect of kefir grain concentration on alcohol content, fat content, total dissolved solids and total buffalo milk kefir microbes and to find out whether these parameters are in accordance with predetermined standards.The study used a Completely Randomized Design (CRD) with treatments given were (T1) kefir grain concentration of 2.5%, (T2) 5% kefir grain concentration, (T3) kefir grain concentration of 7.5%, and (T4) concentration 10% kefir grain. The parameters observed were alcohol content, fat content, total dissolved solids and total microbes. Data from the test results were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) test with a significance level of 5% and if there is a difference then proceed with the Duncan test. Kefir grain concentration has a significant effect (p<0,05) on fat content, alcohol content, total dissolved solids and total microbes. The more concentrations of kefir grain, the alcohol content and total microbes increase. The more concentration of kefir grain, the fat content and total dissolved solids decreasesThe research aims to determine the effect of kefir grain concentration on alcohol content, fat content, total dissolved solids and total buffalo milk kefir microbes and to find out whether these parameters are in accordance with predetermined standards.The study used a Completely Randomized Design (CRD) with treatments given were (T1) kefir grain concentration of 2.5%, (T2) 5% kefir grain concentration, (T3) kefir grain concentration of 7.5%, and (T4) concentration 10% kefir grain. The parameters observed were alcohol content, fat content, total dissolved solids and total microbes. Data from the test results were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) test with a significance level of 5% and if there is a difference then proceed with the Duncan test. Kefir grain concentration has a significant effect (p<0,05) on fat content, alcohol content, total dissolved solids and total microbes. The more concentrations of kefir grain, the alcohol content and total microbes increase. The more concentration of kefir grain, the fat content and total dissolved solids decreases.
Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Minuman Soygurt Sari Kedelai yang Disubstitusi dengan Sari Kapri Rahimi, Vini; Nurwantoro, Nurwantoro; Setiani, Bhakti Etza
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.26651

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi sari kapri terhadap total padatan terlarut, total asam dan viskositas dari soygurt. Soygurt merupakan minuman berbahan dasar sari kedelai yang difermentasi dengan bakteri asam laktat dan memiliki karakteristik seperti yogurt. Penelitian ini dilakukan dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan menggunakan perlakuan variasi konsentrasi substitusi sari kapri yaitu T0100% sari kedelai, 0% sari kapri; T1sari kedelai 90%, sari kapri 10%; T2sari kedelai 80%, sari kapri 20%; T3sari kedelai 70%, sari kapri 30%; dan T4 sari kedelai 60%, sari kapri 40%. Penelitian ini menggunakan bahan baku kacang kedelai, kacang kapri, susu skim dan starter yogurt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi substitusi sari kapri tidak berpengaruh nyata (p>0,05) pada total asam dan viskositas, tetapi berpengaruh nyata (p<0,05) pada total padatan terlarut. Pada uji kesukaan, perbedaan konsentrasi substitusi sari kapri tidak berpengaruh nyata (p<0,05) pada aroma, rasa, dan overall kesukaan, tetapi berpengaruh nyata (p>0,05) pada warna, tekstur, dan aroma langu.AbstractThis study aims to determine the effect of capri extract substitution on total dissolved solids, total acid and viscosity of soygurt. Soygurt is a beverage made from soybean juice fermented with lactic acid bacteria and has characteristics such as yogurt. This research was conducted with 5 treatments and 4 replications using variations in the concentration of capri extract substitution treatment namely T0 100% soybean extract, 0% pea extract; T1 soybean extract 90%, 10% pea extract; T2 soybean extract 80%, pea extract 20%; T3 70% soybean extract, 30% pea extract; and T4 soybean extract 60%, pea extract 40%. This research uses raw materials of soybeans, peas, skim milk and yogurt starter. The results showed that the difference in concentration of capri extract substitution did not have a significant effect (p> 0.05) on total acid and viscosity, but had a significant effect on the total dissolved solids. In the preference test, the difference in concentration of capri extract substitution did not significantly affect the texture, taste, color, curvature, and overall preference, but it did have a significant effect on the aroma.