cover
Contact Name
Ahmad Suhaili
Contact Email
ahmadsuhaili@stitalkhairiyah.ac.id
Phone
+6287765983433
Journal Mail Official
ahmadsuhaili@stitalkhairiyah.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No. 4 Citangkil Cilegon Banten
Location
Kota cilegon,
Banten
INDONESIA
Adz-Zikr: Jurnal Pendidikan Agam Islam
ISSN : 25025317     EISSN : 27226174     DOI : https://doi.org/10.55307/adzzikr.v7i1
Core Subject : Education,
The Adz-Zikr : Jurnal Pendidikan Agama Islam, P-ISSN: 2502-5317, E-ISSN:2722-6174 is a blind peer-reviewed, published by Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Cilegon, Banten, is a peer-reviewed open access international journal published twice in a year (April-Oktober). Adz-Zikr : Jurnal Pendidikan Agama Islam is a Islamic Education research and article journal. Intended to communicate original research, methodology, and current issues on the subject. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives: education, psychology, sociology, anthropology, and many more. This journal warmly welcomes articles contributions from scholars of related disciplines
Articles 82 Documents
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Etika Digital Remaja Muslim Zakaria, Sayuti
Adz-Zikr : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Adz-Zikr : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam STIT Al-Khairiyah Cilegon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55307/adzzikr.v10i1.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk dan memperkuat etika digital pada remaja Muslim di era teknologi informasi. Dengan menggunakan metode studi pustaka, artikel ini menelusuri berbagai literatur ilmiah terkini yang relevan dengan tema pendidikan Islam, etika digital, dan perilaku remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Islami seperti kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan kesadaran digital kepada peserta didik. PAI dapat berfungsi sebagai instrumen pembentukan karakter digital yang tangguh melalui integrasi nilai dalam kurikulum, keteladanan guru, serta pendekatan pembelajaran berbasis kontekstual. Dengan demikian, PAI menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan moral di dunia maya.
DINAMIKA AGAMA DALAM KONFLIK SOSIAL: STUDI KUALITATIF TENTANG PEMICU, DAMPAK, DAN RESOLUSI KONFLIK DI MASYARAKAT MAJEMUK Ahmad, Taufiq; Mustofa, Mustofa; Hartono, Rudi
Adz-Zikr : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Adz-Zikr: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam STIT Al-Khairiyah Cilegon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Agama memiliki posisi sentral dalam kehidupan sosial masyarakat karena berfungsi sebagai sumber nilai moral yang dapat memperkuat perdamaian sekaligus berpotensi memicu konflik ketika dipahami secara sempit atau dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, konflik sosial kerap melibatkan agama, baik sebagai faktor pemicu, dampak, maupun sarana penyelesaian konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara agama dan konflik sosial dengan memposisikan agama secara proporsional sebagai sumber, ekses, dan solusi konflik dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan melalui analisis isi terhadap berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen relevan yang membahas konflik sosial dan agama. Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk menemukan pola dan hubungan konseptual antara agama dan konflik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik bernuansa agama umumnya tidak bersumber dari ajaran agama itu sendiri, melainkan dipicu oleh faktor ekonomi, politik, perebutan sumber daya, serta ketimpangan sosial yang kemudian dilegitimasi menggunakan simbol keagamaan. Di sisi lain, agama sering menjadi ekses dari konflik non-agamawi ketika identitas keagamaan dimobilisasi dalam eskalasi konflik. Namun demikian, agama juga memiliki peran strategis sebagai solusi konflik melalui internalisasi nilai-nilai toleransi, keadilan, moderasi beragama, dialog lintas iman, dan pendidikan multikultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agama bukanlah entitas tunggal penyebab konflik, melainkan potensi konstruktif bagi perdamaian apabila dipahami dan diimplementasikan secara moderat, inklusif, dan humanis dalam kehidupan sosial.