cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2020)" : 8 Documents clear
Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari Terhadap Skala Nyeri pada Sdr. D dengan Paska Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Anggi Pratiwi; Evy Tri Susanti; Wahyu Tri Astuti
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.827 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena bahwa pasien paska ORIF akan merasakan nyeri ketika telah dilakukannya tindakan pembedahan. Nyeri pada pasien paska ORIF dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada pasien sehingga perlu dilakukan tindakan non farmakologi berupa teknik relaksasi genggam jari untuk mengurangi rasa nyeri dan memberikan kenyamanan. Tujuan : untuk menerapkan gambaran skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukanya teknik relaksasi genggam jari. Metode : penelitian ini memberikan teknik relaksasi genggam jari dan observasi. Hasil : dapat dirumuskan bahwa hasil intervensi terhadap pasien yang mengalami nyeri paska ORIF mengalami penurunan setelah diberikan teknik relaksasi genggam jari selama 3 hari dengan 2 kali 1 yang diberikan selama 20 menit dengan pemberian teknik relaksasi genggam jari dari skala 6 menjadi 3. Simpulan : bahwa penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari untuk menurunkan skala nyeri pada pasien paska ORIF dapat digunakan sebagai alternatif untuk menurunkan skala nyeri.
Penerapan Fototerapi Terhadap Hiperbilirubin pada Bayi Ny. D dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Tri Wahyuningsih; Wahyu Tri Astuti; Siswanto Siswanto
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.653 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hiperbilirubin merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi baru lahir, biasanya ditandai peningkatan total serum bilirubin dalam darah di atas 5 mg/dl, dimana terjadi peningkatan penghancuran sel darah merah yang berkisar 80-90 dari, dan kadar zat besi yang tinggi dalam eritrosit. Dalam mengatasi masalah tersebut hal ini perlu dilakukan penanganan salah satunya dengan cara melakukan penerapan fototerapi salah satu upaya untuk pengobatan pada pasien hiperbilirubin. Tujuan : Mengetahui penurunan derajat ikterus sebelum dan sesudah pada By. Ny. D di ruang Multazam. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus, dalam penelitian ini hanya menggunakan 2 partisipan. Hasil : Pengumpulan data dilakukan selama 3 hari yaitu sebelum dan sesudah dilakukan fototerapi. Simpulan : Terdapat adanya pengaruh yang besar dari dilakukannya fototerapi selama 36 jam terhadap penurunan kadar bilirubin.
Penerapan Teknik Menghardik Pada Tn. J dengan Masalah Halusinasi Siti Nafiatun; Is Susilaningsih; Rusminah Rusminah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.152 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pasien halusinasi biasanya berperilaku seperti bicara dan tertawa sendiri, dimana seseorang yang bersangkutan salah satu respon yang muncul yaitu sedang berbicara, untuk dapat diputus maka harus memahami kalau suara yang didengar suatu masalah. Untuk mengatasi halusinasi bisa digunakan beberapa teknik, salah satunya teknik menghardik, tetapi pada saat berhalusinasi hampir tidak pernah menggunakannya karena kebanyakan pasien lebih mengikuti halusinasi yang dialami. Tujuan : mengidentifikasi penerapan teknik menghardik pada Tn. J yang mengalami masalah halusinasi. Metode : deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Sampel yang diambil adalah 1 orang yaitu Tn. J yang mengalami halusinasi di Wisma Budi Makarti Boyolali pada tanggal 27 Maret 2019. Data penelitian ini diamil dengan wawancara dan observasi. Hasil : dengan dilakukan teknik menghardik dengan bimbingan secara konsisten, halusinasi oleh Tn. J berkurang. Simpulan : teknik menghardik yang dilakukan secara konsisten dapat menurunkan halusinasi, dalam memberikan bimbingan menghardik diharapkan secara kontinyu dan konsisten.
Penerapan Senam Ergonomik dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Ny. M dengan Hipertensi Tiara Sri Wahyuni; Syamsudin Syamsudin; Lis Nurhayati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.629 KB)

Abstract

Latar belakang : Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistolik dan diastolik mengalami kenaikan, yaitu tekanan sistolik di atas 140 mm Hg, diastolik di atas 90 mm Hg. Hipertensi dapat dikontrol dengan penatalaksanaan farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis dengan melakukan olahraga berupa senam ergonomik. Tujuan : mengetahui gambaran tekanan darah Ny. M sebelum dan sesudah dilakukan senam ergonomik dan mengetahui penerapan senam ergonomik. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus, menggunakan 1 partisipan yaitu anggota keluarga yang mengalami hipertensi di dalam keluarga. Tindakan dilakukan selama 3 hari dengan melakukan pemberian latihan senam ergonomik selama ± 25 menit, mengukur tekanan darah pada pre test dan post test dan wawancara. Hasil : senam ergonomik dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 10 mm Hg. Tekanan darah istolik yang turun berlangsung selama 30-120 menit. Simpulan : senam ergonomik memiliki keefektifan dalam menurunkan tekanan darah sistolik. Rekomendasi: Ny. M untuk melakukan senam ergonomik secara rutin dan teratur.
Penerapan Tahap-Tahap Mobilisasi Dini pada Ny. S dengan Post Sectio Caesarea A’fina Khusna Nisa; Evy Tri Susanti; Emah Marhamah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.957 KB)

Abstract

Latar Belakang : Mobilisasi dini adalah upaya mempertahankan kemandirian sedini mungkin dengan mengajarkan berlatih beraktivitas. Ny. S belum memahami dan menerapkan tahap mobilisasi dini karena kurangnya pengetahuan tentang tahap-tahap mobilisasi dini yang harus dilakukan. Penatalaksanaan untuk Ny. S adalah mengajarkan penerapan tahap-tahap mobilisasi dini. Tujuan : Mengetahui gambaran penerapan tahap-tahap mobilisasi dini yang dilakukan Ny. S setelah diajarkan tahap-tahap mobilisasi dini. Metode : Penelitian dilaksanakan pada 6 jam pertama post sectio caesarea, 24 jam pertama dan hari ketiga post sectio caesarea, mengunakan metode studi kasus. Partisipan : satu pasien post sectio caesarea. Hasil : Menunjukan adanya hasil penerapan tahap-tahap mobilisasi dini yaitu pada 6-8 jam pertama post sectio caesarea Ny. S belum berhasil menerapkan semua tahap-tahap mobilisasi dini karena merasa nyeri untuk bergerak, pada 12-24 jam pertama post sectio caesarea Ny. S sudah mampu menerapkan semua tahap-tahap mobilisasi dini yang diajarkan peneliti, dan pada hari kedua post sectio caesarea Ny.S sudah mampu menerapkan tahap-tahap mobilisasi dini 6 jam pertama hingga 24 jam pertama post sectio caesarea. Simpulan : Penerapan tahap-tahap mobilisasi dini yang dilakukan Ny. S setelah diajarkan tahap-tahap mobilisasi adalah Ny. S sudah paham dan mampu menerapkan tahap-tahap mobilisasi dini sesuai tools keberhasilan tahap-tahap mobilisasi dini.
Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Anggota PMR SMK Swadaya Temanggung Husein Arafat; Retno Lusmiati Anisah; Tri Suraning Wulandari
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.802 KB)

Abstract

Latar belakang : Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan tindakan yang harus segera dilakukan dalam menangai korban yang mengalami henti jantung. Henti jantung bisa terjadi baik di luar rumah sakit atau di dalam rumah sakit. Tindakan ini meliputi melakukan pemeriksaan nadi karotis, mengecek sumbatan jalan nafas, memeriksa status pernafasan sampai dengan melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Tindakan BHD bisa dilakukan oleh tenaga medis maupun tenaga non medis atau orang awam terlatih. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh pelatihan BHD terhadap terhadap pengetahuan anggota PMR SMK Swadaya Temanggung. Metode : menggunakan desain one group pre test post test design untuk membandingkan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan BHD pada anggota PMR SMK Swadaya Temanggung. Tehnik sampel yang digunakanan dengan metode purposive sampling sebanyak 24 responden. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner penelitian sebanyak 18 pertanyaan. Analisa data yang digunakan menggunakan paired t- test dimana didapatkan hasil p-value = 0,000 (p<0,05). Hasil : hasil tingkat pengetahuan sebelum diberikan pelatihan BHD kategori pengetahuan baik 2 siswa (8,3%), pengetahuan cukup 4 siswa (16,7%), dan pengetahuan kurang 18 siswa (75%), sedangkan tingkat pengetahuan setelah diberikan pelatihan BHD, kategori pengetahuan baik 18 siswa (75%), pengetahuan cukup 5 siswa (4,2%) dan pengetahuan kurang 1 siswa (4,2%). Simpulan : menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan anggota PMR sebelum dan sesudah diberikan pelatihan BHD.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri dengan Metode Ceramah Melalui Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Nur Gilang Fitriana; Parmilah Parmilah; Ratna Kurniawati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.47 KB)

Abstract

Latar belakang : Remaja adalah suata masa kehidupan individu dimana terjadi eksplorasi psikologis untuk menentukan identitas diri. Pemenuhan kebutuhan seksual remaja bervariasi. Ketidakpahaman remaja terhadap reproduksi sangat berpotensi timbul perilaku menyimpang seksual. Maka untuk menjembatani itulah dikalangan remaja itu sendiri perlu diberi pengetahuan yang cukup terhadap permasalahan reproduksi remaja sehingga akan menyelamatkan mereka dari perilaku seksual yang menyimpang. Tujuan : mengidentifikasi pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja putri dengan metode ceramah melalui media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan. Metode : pendekatan eksperimen, dilakukan dengan jumlah sampel 35 siswi remaja putri, dengan desain one group pre-test post-test. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Data dianalisa dengan wilocoxon. Hasil : tingkat pengetahuan siswi putri sebelum diberikan intervensi pendidikan kesehatan 21 responden (60%) berpengetahuan cukup, sebanyak 14 responden (40%), setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan reproduksi 3 responden (8,6%), 32 responden (91,4%) berpengetahuan baik. Simpulan : pengetahuan siswi sebelum diberikan intervensi mayoritas berada pada tingkat pengetahuan cukup sebanyak 21 siswa (60,0%) dan sisanya sebanyak 14 siswi berada pada tingkat pengetahuan baik, sedangkan sesudah diberikan intervensi, mayoritas berada pada tingkat pengetahuan baik sebanyak 32 siswa (91,4%) dan sisanya sebanyak 3 siswi berada pada tingkat pengetahuan cukup.
Pengaruh Baby Massage Terhadap Penurunan Kadar Bilirubin Ika Purnamasari; Candra Dewi Rahayu; Ikhda Nugraheni
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.752 KB)

Abstract

Latar belakang : pada 80% bayi baru lahir premature dan mencapai 60% pada bayi lahir aterm pada minggu pertama kehidupannya. Penanganan utama kasus ini adalah fototerapi yang mempunyai berbagai efek samping bagi bayi. Penanganan alternatif sangat dibutuhkan untuk mengatasi hiperbilirubinemia seperti dengan menggunakan baby massage. Tujuan : ini adalah untuk menganalisa pengaruh baby massage terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi yang menjalani fototerapi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimen dengan non equivalent control group with pre post test design. Sampel berjumlah 32 bayi yang terbagi dalam 16 responden kelompok intervensi dan 16 responden sebagai kelompok kontrol yang diambil berdasarkan penghitungan besar sampel komparatif numeric tidak berpasangan dua kelompk satu kali pengukuran. Data dianalisis menggunakan repeated anova, Dependen T-Test, Independen T- Test, dan Analysis of Covarians. Hasil : menunjukkan rata-rata kadar bilirubin serum setelah intervensi pada kelompok intervensi adalah 6,48 sedangkan kelompok kontrol 9,32. Penurunan rata-rata kadar bilirubin serum kelompok intervensi (7,21+2,59), sedangkan kelompok kontrol (6,51+3,30), antara kedua kelompok terdapat perbedaan penurunan yang bermakna dengan p-value =0,000. Simpulan : didapatkan bahwa baby massage sebagai alternative tindakan tambahan yang dapat menurunkan kadar bilirubin serum secara efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini Baby massage dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan dalam penatalaksanaan bayi hiperbilirubinemia di rumah sakit.

Page 1 of 1 | Total Record : 8