Articles
7 Documents
Search results for
, issue
"Vol 21, No 2 (2023): Psycho Idea"
:
7 Documents
clear
Hubungan Kontrol Diri dengan Celebrity Worship pada Mahasiswa Penggemar K-Pop
Isnaya Arina Hidayati;
Laras Kurnia Sari
Psycho Idea Vol 21, No 2 (2023): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/psychoidea.v21i2.18379
Maraknya musik k-pop di Indonesia dapat menimbulkan beberapa dampak negatif bagi remaja, misalnya perilaku pemujaan terhadap idola yang berlebihan atau disebut dengan celebrity worship. Riset kali ini menguji hubungan kontrol diri dengan celebrity worship pada mahasiwa penggemar k-pop di Kota Surakarta. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan populasi penelitian yaitu mahasiswa (usia 18-24 th) penggemar K-Pop yang mengikuti komunitas di area Solo Raya. Adapun sampel yang diambil sebagai data dalam penelitian kali ini berjumlah 153 responden dengan simple random sampling. Penghimpunan data memakai skala Kontrol diri-Tangney Self Control Scale (TSCS) dan skala celebrity worship. Teknik analisis data yang dipakai yaitu teknik korelasi pearson. Hasil menyatakan bahwasannya hipotesis diterima dengan adanya hubungan negatif antara kedua variabel. Riset kali ini juga mendapati bahwasannya kontrol diri dapat berdampak efektif terhadap celebrity worship dan kategorisasi tingkat celebrity worship pada responden tergolong tinggi, hal ini berarti responden berada pada tingkat Borderline-pathological.
Trengginas: Sebuah Konsep Psikologi
Zein Permana;
Aghniya Fatwa
Psycho Idea Vol 21, No 2 (2023): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/psychoidea.v21i2.18456
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis konsep "trengginas" secara mendalam dari perspektif psikologis. Konsep trengginas merujuk pada karakteristik individu yang aktif, terampil, kreatif, tangkas, dan mampu bekerja keras dalam menyelesaikan tugas. Meskipun ada beberapa padanan kata seperti agile atau grit, kedalaman dan cakupan konsep trengginas membuatnya sulit dijelaskan dengan konsep yang sudah ada. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep trengginas mencakup kemampuan untuk merespon secara kognitif dan konsisten berdasarkan kondisi diri dalam gerakan tertentu baik itu secara multitasking dan fleksibel. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep trengginas dan kontribusi untuk membangun serta mengembangkan teori baru terkait trengginas dari perspektif psikologis.
Psychological Well-Being Mahasiswa Rantau: Peran Resilience dan Optimisme
Ulva Yulia Angraini;
Wahyu Rahardjo
Psycho Idea Vol 21, No 2 (2023): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/psychoidea.v21i2.17901
Pada tahun pertama, mahasiswa rantau akan dihadapkan dengan situasi-situasi dan tuntutan baru yang dapat memicu stress. Untuk menghadapai tuntutan dan situasi tersebut maka diharapkan memiliki psychological well-being agar tidak mehambat dalam proses perkuliahan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi psychological well-being diantaranya adalah Resilience dan Optimisme. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang melibatkan 100 orang mahasiswa rantau dengan usia antara 17 – 24 tahun dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 67 orang dan pria 33 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling. Analisis regresi linear berganda digunakan sebagai uji hipotesis yang hasilnya menyatakan terdapat pengaruh resilience dan optimisme terhadap psychological well-being pada mahasiswa rantau, dengan kata lain hipotesis diterima. Hasil analisis data melalui program SPSS 22 for windows yang menunjukkan nilai dari signifikansi pada variabel resilience dan optimisme terhadap psychological well-being yakni sebesar (p=0.000<0.005) Maka dapat dinyatakan bahwa resilience dan optimisme secara signifikan memprediksi psychological well-being.
The Link Between Teacher Emotional Regulation and Maladaptive Behavior of Pre-School Student
Uswatun Hasanah;
Widyastuti Widyastuti
Psycho Idea Vol 21, No 2 (2023): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/psychoidea.v21i2.18891
Maladaptive behavior often appears in preschool-aged children as form of child adjustment to wider social environment. Maladaptive behavior that is not managed early on will have negative impact on child development. Intervention is needed so that maladaptive behavior is not attached to the child's character. Teachers are social agents who play an important role in changing children's behavior, high teacher emotional regulation is needed to weaken children's maladaptive behavior . This study aims to determine the link between teacher emotional regulation and maladaptive behavior of preschoolers. This research is correlational quantitative research. The data collection technique used questionnaire using Emotional Regulation Questionnare scale with reliability of 0.783 and Strength and Difficulty scale with reliability of 0.756. The subjects of this study were 200 ‘Aisyiyah Sidoarjo KB/TK teachers. The sampling technique uses quota sampling technique and data analysis uses Spearman Rho Correlation. The results of this study indicate the value of the correlation coefficient r = -0.54 with significance value of 0.001 (P <0.05). This shows that there is negative link between teacher emotional regulation and maladaptive behavior of pre-school in 'Aisyiyah Sidoarjo KB/TK students. The higher the teacher's emotional regulation, the lower the maladaptive behavior raised by 'Aisyiyah Sidoarjo KB/TK students.
Pengaruh Regulasi Diri Terhadap Perilaku Cyberslacking Mahasiswa
Siti Hafizah;
Siti Ra'iyati
Psycho Idea Vol 21, No 2 (2023): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/psychoidea.v21i2.16148
Mengikuti perkembangan penelitian, konsep dari cyberslacking muncul di lingkungan pendidikan seperti dalam perkuliahan yang sebagian besar mahasiswa mengakses atau menggunakan internet untuk hal yang sifatnya non-akademik dalam perkuliahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan mahasiswa angkatan 2020–2021 UIN Antasari Banjarmasin yang mempelajari psikologi Islam sebagai responden atau subjek dengan rentang usia 19-22 tahun. Sampel mewakili representasi dari ukuran dan susunan populasi sebanyak 186 dengan jumlah sampel 108 responden. Analisis regresi sederhana digunakan sebagai uji hipotesis yang hasilnya menyatakan terdapat pengaruh secara signifikan yang terdapat di antara regulasi diri terhadap perilaku cyberslacking pada mahasiswa jurusan Psikologi Islam angkatan 2020-2021, dengan kata lain hipotesis diterima. Hasil analisis data melalui program SPSS 26 for windows yang menunjukkan nilai dari signifikansi pada variabel regulasi diri dan perilaku cyberslacking yakni sebesar 0,004 (p < 0,05). Maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel regulasi diri terhadap perilaku cyberslacking.
Kecenderungan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Melakukan Bullying: Kecerdasan Spiritual Sebagai Prediktor
Qotrun Nada Alim;
Tri Naimah;
Rr Setyawati;
Itsna Nurrahma Mildaeni
Psycho Idea Vol 21, No 2 (2023): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/psychoidea.v21i2.17219
Perilaku membuly merupakan tindakan yang dilakukan dengan sadar yang bermaksud menyakiti seseorang secara fisik atau verbal yang dilakukan berulang. Kecerdasan spiritual diperlukan untuk menyadarkan seseorang dalam bersikap dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi dengan kemampuan pikiran serta pengelolaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan spiritual terhadap kecenderungan perilaku membuly pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Pendekatan penelitian menggunakan kuantitatif korelasional. 172 siswa terlibat sebagai partisipan dan dipilih dengan teknik proportionale stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala kecerdasan spiritual dan skala bullying. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil analisis data diperoleh nilai (R2=0,193; t = -6.372; p<0,000) sehingga disimpulkan terdapat pengaruh negatif kecerdasan spiritual terhadap kecenderungan perilaku membuly siswa Sekolah Menengah Kejuruan