cover
Contact Name
Rahmiyati
Contact Email
hutantropisunlam@gmail.com
Phone
+6281348623216
Journal Mail Official
hutantropisunlam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani KM 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL HUTAN TROPIS
ISSN : 23377771     EISSN : 23377992     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jht.v10i2
Jurnal Hutan Tropis (JHT) adalah blind peer-reviewed yang mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan mencakup kajian manajemen hutan, ekonomi dan bisnis kehutanan, pengelolaan DAS, hidrologi, silvikultur, penginderaan jauh, ekologi, ekowisata, ilmu tanah hutan, agroforestri, perhutanan sosial, kebijakan kehutanan, perencanaan hutan, penyuluhan kehutanan, teknologi hasil hutan, konservasi sumberdaya hutan, dan perlindungan hutan.
Articles 589 Documents
JENIS TUMBUHAN OBAT DAN PEMANFAATANNYA OLEH MASYARAKAT DESA BUMI AGUNG WATES KABUPATEN WAY KANAN, LAMPUNG Amellita Amellita; Ceng Asmarahman; Indriyanto Indriyanto; Afif Bintoro
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18195

Abstract

Masyarakat Desa Bumi Agung Wates sulit mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan karena jaraknya yang jauh, sehingga masyarakat memanfaatkan tumbuhan obat untuk mengobati penyakit mereka. Dengan pertimbangan tumbuhan obat mudah didapatkan, minim efek samping, murah, dan mudah ditanam. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis tumbuhan obat dan pemanfaatannya oleh masyarakat di Desa Bumi Agung Wates. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dan wawancara kepada masyarakat. Tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Bumi Agung ditemukan sebanyak 31 jenis. Teknik pengolahan yang digunakan masyarakat yakni dengan cara direbus, dihaluskan, diperas, diparut, dan ditumbuk. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah bagian daun, karena mudah untuk didapatkan dan diolah sebagai obat. Penggunaan tumbuhan obat berdasarkan karakteristik responden menurut jenis kelamin didominasi oleh responden perempuan sebanyak 60%, menurut umur didominasi oleh kelas umur 41-60 tahun sebanyak 54%, menurut pendidikan didominasi oleh responden tamatan tingkat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 46%, dan menurut pekerjaan didominasi oleh responden petani sebanyak 56%. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan mengenai kandungan zat dan senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan obat yang ditemukan dan dimanfaatkan di Desa Bumi Agung Wates.
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH Agung Prabowo BN
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18200

Abstract

Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentang kepastian hukum mengenai status, batas dan luas suatu Kawasan Hutan menjadi Kawasan Hutan Tetap. Perubahan Kawasan Hutan menjadi bukan kawasan Hutan di atur dalam perundangan tersendiri, diterbitkan oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kehutanan. Tujuannya yaitu adanya penegasan tentang kepastian hukum mengenai status, batas dan luas suatu Kawasan Hutan menjadi Kawasan Hutan Tetap. Integrasi kawasan hutan dalam RTRW mutlak dilakukan dengan benar sesuai peraturan perundangan agar tidak terjadi ketidak sesuai ruang pada masa depan terutama dalam kawasan hutan. Perbedaan geometri batas kawasan hutan direkomendasikan tetap menggunakan batas kawasan hutan yang telah ditetapkan atau telah selesai pengukuhan kawasan hutannya. Untuk mendukung rekomendasi, diusulkan agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan segera menyiapkan Peta Kawasan Hutan pada skala 1 : 50.000, sesuai mandat Peraturan Menteri Kehutanan nomor P.20/MenhutII/2011 tentang Pedoman Pemetaan Kawasan Hutan Tingkat Kabupaten/Kota dan Peraturan Presiden nomor 9 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan kebijakan Satu Peta pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1 : 50.000.
PRODUKTIVITAS DAN RENDEMEN KERAJINAN ANYAMAN TAS PURUN DI DESA PALIMBANGAN GUSTI, KECAMATAN HAUR GADING, KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Putri Nadilla; Zainal Abidin; Daniel Itta
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18191

Abstract

Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memiliki sumber daya manusia yang melimpah disektor kerajinan salah satunya adalah kerajinan purun. keterampilan anyaman purun diajarkan secara turun temurun dari nenek moyang, oleh karena itu Penulis tertarik Menganalisis produktivitas dan rendemen tas purun di Desa Palimbangan Gusti Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pengetahuan dan pertimbangan masyarakat dan pemerintah setempat untuk mengadakan penyuluhan serta pengambilan kebijakan di Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam meningkatkan kemajuan kualitas produk kerajinan anyaman purun. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui besarnya rata-rata Produktivitas anyaman tas purun 0,94 buah/ jam dan rata-rata rendemen kerajinan anyaman tas purun sebesar 88,32%.
Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 4 Edisi Desember 2023 Jurnal Hutan Tropis
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18206

Abstract

KORELASI TINGGI MUKA AIR DAN POTENSI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT DI KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU Atfi Indriany Putri; Lailan Syaufina
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18196

Abstract

Salah satu permasalahan kebakaran hutan dan lahan yang menjadi topik saat ini adalah kebakaran di lahan gambut. Faktor yang mempengaruhi kebakaran di lahan gambut antara lain: tinggi muka air dan curah hujan. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis korelasi tinggi muka air gambut dengan hotspot sebagai indikator kebakaran; 2) menganalisis korelasi tinggi muka air gambut dengan curah hujan; dan 3) menganalisis korelasi  hotspot dengan curah hujan di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Kabupaten Bengkalis memiliki jumlah hotspot sebanyak 991 titik panas (hotspot) pada periode Oktober 2018 – Oktober 2019, dengan peningkatan jumlah hotspot terbanyak pada bulan Februari 2019 – Maret 2019 serta bulan Juli 2019 – September 2019. Hasil uji korelasi hotspot dengan curah hujan mendapatkan nilai korelasi sedang dengan nilai -0.408 dan P-Value 0.001, hal ini menunjukkan bahwa curah hujan dengan hotspot memiliki hubungan positif, yang artinya semakin tinggi curah hujan maka nilai hotspot akan semakin rendah, sedangkan pada tinggi muka air dengan hotspot memiliki korelasi cukup dengan nilai P-Value sebesar 0.001 serta nilai korelasi -0.245 , dan memiliki notasi negatif atau terbalik, yang artinya penurunan tinggi muka air akan diikuti dengan kenaikan hotspot. Hasil uji statistik tinggi muka air dan curah hujan memperoleh nilai korelasi sedang sebesar 0.388 dengan nilai P-Value 0.001 uji statistik tersebut menunjukkan adanya hubungan positif, notasi positif menyatakan bahwa nilai tinggi muka air akan meningkat setelah memperoleh pasokan air hujan yang tinggi dan menurun  jika curah hujan rendah.
BRIKET ARANG AROMATERAPI AKAR WANGI DARI LIMBAH TEMPURUNG KELAPA, SEKAM PADI DAN PLASTIK LDPE BERDASARKAN RASIO UKURAN PARTIKEL DAN GETAH DAMAR Muhammad Faisal Mahdie; Adi Rahmadi; Noor Mirad Sari; Khairun Nisa; Mirna Mirna; Muhammad Rizki
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i1.19032

Abstract

Akar wangi (Vetiveria zizanoides) yang mengandung resin dapat digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan briket aromaterapi karena mengandung aroma yang menenangkan dan menghilangkan stres. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menganalisis karakteristis briket aromaterapi akar wangi, 2) Mengetahui perlakuan terbaik briket arang aromaterapi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan yaitu komposisi bahan dan ukuran partikel 20 mesh, 45 mesh, dan 60 mesh masing-masing tiga ulangan. Perlakuan terbaik untuk kadar air ukuran 20 mesh sebesar 1,91%, ukuran 45 mesh 1,36% dan 1,16% ukuran 60 mesh. Kadar abu ukuran 20 mesh yang terbaik dengan nilai 5,57%, 45 mesh sebesar 5,97% dan 60 mesh yang terbaik 6,8%. Kadar zat terbang terbaik ukuran 20 mesh sebesar 70,02%, 45 mesh 72,53% dan 60 mesh 72,34%. Kadar karbon terikat terbaik ukuran 20 mesh yaitu 21,64%, 45 mesh sebesar 22,55% dan 60 mesh 22,57%. Nilai kalor terbaik ukuran 20 mesh yaitu 7453,09 kal/gr, 45 mesh sebesar 7608,69 kal/gr dan 60 mesh sebesar 7632,32 kal/gr. Kerapatan terbaik untuk ukuran 20 mesh 1,06 gr/cm3, 45 mesh sebesar 1,10 gr/cm3 dan 60 mesh sebesar 1,17 gr/cm3. Semua perlakuan untuk kadar air, kadar abu, nilai kalor dan kerapatan memenuhi standar Amerika, namun untuk kadar zat terbang dan kadar karbon terikat belum memenuhi standar Amerika.
PREDIKSI LUAS VEGETASI KOTA SAMARINDA-KALIMANTAN TIMUR MENGGUNAKAN METODE NDVI DAN KLASIFIKASI TERBIMBING Fahrul Agus; R. Jatiwibowo; Z. A. Kamil; O. I. Gifari
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i1.19021

Abstract

Perkembangan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis yang sangat pesat saat ini memberikan manfaat yang besar pada pengelolaan lahan perkotaan. Sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur dan daerah penyangga Ibu Kota Nusantara, Kota Samarinda mengalami permasalahan pada pengelolaan lahan akibat pertumbuhan dan pembangunan kota. Kegiatan pembangunan dan eksplorasi bumi mengakibatkan lahan vegetasi mengalami deforestasi dan konversi yang berdampak pada isu kelestarian lingkungan. Metode klasik dan umum digunakan untuk menghitung kerapatan vegetasi adalah Normalize Difference Vegetation Index (NDVI). Namun dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat, luas vegetasi lahan dapat diprediksi menggunakan metode klasifikasi terbimbing dengan berbagai algoritma. Salah satu algoritma yang handal dalam pengolahan citra berbasis piksel adalah algoritma Maximum Likelihood. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi luas vegetasi Lahan Kota Samarinda menggunakan Metode NDVI dan Klasifikasi Terbimbing Algoritma Maximum Likelihood pada citra satelit Landsat 8 sensor Operational Land Imager (OLI). Data spasial yang digunakan pada penelitian ini berupa citra multispectral/multiband satelit Landsat 8 dari United State Geological Survey (USGS) Earth Explorer akuisisi 31 Oktober 2022. Alur kerja penelitian terdiri dari tahapan antara lain: identifikasi masalah, pengumpulan pustaka, pengumpulan data citra, pra-proses data, analisis dan interpretasi. Analisis menggunakan Metode NDVI menunjukkan bahwa besaran indeks vegetasi kategori sangat rendah, rendah, sedang dan tinggi berkisar antara -0,0115 s.d. 0,2494. Sedangkan analisis dengan algoritma Maximum Likelihood menunjukan bahwa persentase luas vegetasi Kota Samarinda sebesar 74,57% atau dengan luas 53.580 Ha. Hasil tersebut memberikan gambaran bahwa Kota Samarinda masih didominasi oleh lahan bervegetasi namun dengan tingkat kerapatan yang rendah.
ANALISIS KOMPOSISI DAN STRUKTUR VEGETASI TERHADAP UPAYA RESTORASI TAMAN WISATA ALAM PULAU SUWANGI DI KABUPATEN TANAH BUMBU Suparni Suparni; Syarifuddin Kadir; Ahmad Jauhari
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i1.19027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis komposisi dan struktur vegetasi di kawasan hutan TWA Pulau Suwangi pada berbagai tipe hutan. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan kegaitan analisis vegetasi melalui metode jalur berpetak pada tipe hutan mangrove, hutan dataran rendah dan hutan pantai di TWA Pulau Suwangi. Hasil penelitian menunjukkan pada tipe hutan mangrove, jenis R. mucronata merupakan jenis yang mendominasi pada tingkat semai (INP 87,77%) dan pancang (INP 108,43%), sedangkan tingkat pertumbuhan pohon didominasi oleh Bruguiera gymnorrhiza (INP 87,37%). Vegetasi mangrove yang mendominasi adalah bakau (Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata) jenis ini dapat dijadikan rekomdendasi jenis yang ditanam pada kegiatan pemulihan ekosistem. Pada tipe hutan dataran rendah vegetasi pada tingkat pohon didominansi oleh jenis Litsea sp. (INP 36,13%) disusul oleh Syzygium lineatum (INP 34,86%), sementara untuk tingkat tiang, pancang dan semai didominasi oleh S. lineatum (INP 44,72%, INP 57,86% dan INP 59,39%).
Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024 Jurnal Hutan Tropis
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i1.19002

Abstract

MODEL ALLOMETRIK DAUN DAN RANTING KAYU PUTIH DI BKPH SUBANG JAWA BARAT Widia Sri Utami; Ris Hadi Purwanto; Sigit Sunarta
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i1.19033

Abstract

Penggunaan model allometrik ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya kualitas tempat tumbuh yang berbeda, faktor lingkungan yang berbeda, dan perbedaan waktu pemanenan di suatu daerah. Perbedaan waktu pemanenan akan mempengaruhi produksi daun dan ranting kayu putih. Penelitian ini bertujuan untuk menbuat model allometrik sebagai penduga daun dan ranting kayu putih di BKPH Subang. Pengumpulan data metode penelitian yaitu menginventarisasi dengan plot ukur persegi 20 m x 20 m. Data yang diinventarisasi berupa berat daun dan ranting kayu putih, tinggi bebas cabang, diameter pangkal (30 cm di atas permukaan tanah), dan diameter bebas cabang. Analisis data menggunakan regresi linear dan nonlinier untuk menyusun model allometrik. Selanjutnya melakukan uji kecocokan model menggunakan determinasi terkoreksi terkoreksi (R2–Adj), residual sum of square (RSS), dan kesederhanaan model.RSE dan AIC serta uji validasi model menggunakan NRMSE dan MAPE. Model allometrik terbaik berbentuk compound dengan persamaan yaitu Y= 1,189 1,109Db. Model allometrik compound dengan penduga diameter bebas cabang merupakan model dalam kategori layak digunakan. Memiliki nilai R2 – Adj sebesar 0,702 nilai residual sum of square 27,14, dan standar erornya 0,331. Nilai uji kecocokan model RSE yaitu 0,02 dan AIC yaitu -239,1. Sedangkan nilai uji validasi model NRMSE yaitu 32,12 dan MAPE yaitu 27,77. Model allometrik terbaik berbentuk compound dengan persamaan yaitu Y= 1,189 1,109Db. Model allometrik compound dengan penduga diameter bebas cabang merupakan model dalam kategori layak digunakan. Memiliki nilai R2 – Adj sebesar 0,702 nilai residual sum of square 27,14, dan standar erornya 0,331. Nilai uji kecocokan model RSE yaitu 0,02 dan AIC yaitu -239,1. Sedangkan nilai uji validasi model NRMSE yaitu 32,12 dan MAPE yaitu 27,77.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025 Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 1 Edisi Maret 2025 Vol 12, No 4 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 4 Edisi Desember 2024 Vol 12, No 3 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 3 Edisi September 2024 Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 2 Edisi Juni 2024 Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024 Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023 Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi September 2023 Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023 Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 3 Edisi November 2022 Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL HUTAN TROPIS VOL 10 NO 1 EDISI MARET 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021 Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No 1 Edisi Maret 2021 Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 3 edisi November 2020 Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 2 edisi Juli 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Hutan Tropis Volume 8 No 1 Edisi Maret 2020 Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 3 Edisi November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 2 Edisi Juli 2019 Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 1 Edisi Maret 2019 Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 6 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 2 Edisi Juli 2018 Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 1 Edisi Maret 2018 Vol 5, No 3 (2017): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 5 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 2 Edisi Juli 2017 Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 3 Edisi November 2016 Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 2 Edisi Juli 2016 Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 1 Edisi Maret 2016 Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 No 3 Edisi November 2015 Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 2 Edisi Juli 2015 Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2015 Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 No 3 Edisi November 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 2 Edisi Juli 2014 Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 1 Edisi Maret 2014 Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 3 Edisi November 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 2 Edisi Juli 2013 Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 1 Edisi Maret 2013 Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012 Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 1 Edisi Maret 2012 Vol 12, No 32 (2011): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 32, Edisi September 2011 Vol 12, No 31 (2011): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 12 Nomer 31 Tahun 2011 More Issue