cover
Contact Name
Rahmiyati
Contact Email
hutantropisunlam@gmail.com
Phone
+6281348623216
Journal Mail Official
hutantropisunlam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani KM 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL HUTAN TROPIS
ISSN : 23377771     EISSN : 23377992     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jht.v10i2
Jurnal Hutan Tropis (JHT) adalah blind peer-reviewed yang mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan mencakup kajian manajemen hutan, ekonomi dan bisnis kehutanan, pengelolaan DAS, hidrologi, silvikultur, penginderaan jauh, ekologi, ekowisata, ilmu tanah hutan, agroforestri, perhutanan sosial, kebijakan kehutanan, perencanaan hutan, penyuluhan kehutanan, teknologi hasil hutan, konservasi sumberdaya hutan, dan perlindungan hutan.
Articles 589 Documents
PERAN PARA PIHAK STAKEHOLDER DALAM PENGEMBANGAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU Tri Wibowo; Zainal Abidin; Trisnu Satriadi
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran para pihak staheholder pada pengembangan HHBK dan mekanisme hubungannya di Provinsi Kalimantan Selatan, terutama di Kabupaten Tanah Laut. Metode pada penelitian adalah melalui wawancara mendalam berdasarkan daftar pertanyaan semi terstruktur terhadap informan kunci di lapangan dengan subjek penelitian dipilih secara sengaja atau purposive sampling berdasarkan jenis HHBK yang menjadi unggulan di Kabupaten Tanah Laut. Hasil penelusuran penulis, dapat diketahui pihak-pihak terkait yang mendukung pengembangan HHBK unggulan di Kabupaten Tanah Laut adalah baik pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPDASHL Barito), Pemerintah Daerah (Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan dan UPTD. KPH Tanah Laut), pengusaha ataupun petani. Hubungan antar pihak terhadap HHBK Unggulan dapat dilakukan dengan Keberadaan forum yang menyatukan persepsi visi misi para pihak dibentuk dalam rangka mendukung pengembangan HHBK Unggulan.  Forum tersebut adalah seperti Forum Hasil Hutan Bukan Kayu (Forum HHBK)  Kalimantan Selatan maupun Himpunan Pengusaha dan Peternak Lebah madu Tanah Laut (Hippmatala).
EFEKTIVITAS SOSIAL EKONOMI PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL PADA AREAL HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) DI DESA TEBING SIRING DAS TABUNIO KABUPATEN TANAH LAUT Dinda Permatasari; Gt.Muhammad Hatta; Syarifuddin Kadir
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18197

Abstract

Kegiatan rehabilitasi kawasan pada areal HKm di Desa Tebing Siring sudah dilaksanakan sejak tahun 2012 melalui mekanisme W-Bridge Project. Kegiatan dilakukan guna mengetahui tingkat kekritisan lahan pada kawasan terlebih kepada mata pencaharian masyarakat sekitar kawasan yang didominasi sebagai penambang emas illegal, sehingga menyebabkan fungsi dan tatanan ekosistem kawasan yang semakin terganggu. Melaui SK Men LHK No.SK.134/MenLHK/Setjen/PSK.L.0/2/2016 diberikan Penetapan Areal Kerja (PAK) seluas 8.860 Ha. Di tahun 2017 melalui SK.2271/MenLHK/PSKL/PKPS/PSL.0/4/2017 diberikan Ijin Usaha Pemanfaatan HKm (IUPHKm) seluas 400 Ha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan program HKm di Desa Tebing Siring DAS Tabunio Kabupaten Tanah laut terhadap aspek sosial ekonomi, sehingga dapat diketahui efektivitas pelaksaan program dan diperoleh rekomendasi hasil penilaian efektivitas yang dilaksanakan. Metode penelitian ini dilakukan secara deskriptif dan mengadaptasi beberapa pedoman kegiatan monitoring serta evaluasi penyelenggaraan HKm. Parameter sosial ekonomi anggota KTHKm yang disusun berdasarkan 5 kriterian penilaian, terhadap 40 orang anggota kelompok tani Ingin Maju di HKm Desa Tebing Siring. Hasil yang diperoleh menunjukkan efektivitas pelaksaan program berdasarkan aspek sosial ekonomi masuk kedalam kategori “Cukup Baik” hingga “Sangat Baik” masuk kedalam kategori pengelolaan HKm yang “efektif”. Hasil penilaian kategori efektif kemudian dapat digunakan sebagai bahan peningkatan efektivitas kegiatan pengelolaan HKm. Serta dapat digunakan sebagai rekomendasi perpanjangan IUPHKm pada kawasan Desa Tebing Siring yang akan datang dan dapat digunakan sebagai bahan rekomendasi pengelolaan HKm pada kawasan lain dengan kondisi serupa.
KEMITRAAN DALAM KEGIATAN PEMULIHAN EKOSISTEM DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS: STUDI KASUS KERJASAMA DENGAN KELOMPOK TANI HUTAN WANA BHAKTI DAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT PILI DI DESA RANTAU JAYA UDIK II Mantika Lestari; Yulia Rahma Fitriana; Kuswandono Kuswandono; Indra Gumay Febryano
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18202

Abstract

Pola Kemitraan merupakan salah satu solusi untuk menangani konflik yang muncul antara pengelola taman nasional dengan masyarakat disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kegiatan kemitraan antara Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Bhakti dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI) di Desa Rantau Jaya Udik II. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi.Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif untuk membandingkan kegiatan kemitraan pemulihan ekosistem yang dilakukan oleh KTH Wana Bhakti dan LSM PILI. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan sistem kegiatan, pendonoran, pelaksana yang terlibat, maupun sarana prasarana yang ada. Bentuk kegiatanyang dilakukan KTH Wana Bhakti adalah penanaman tanaman endemik untuk pakan lebah yang meliputi kegiatan penyediaan bibit, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, serta penjagaan. Kegiatan utama usaha kelompok tani hutan yaitu budidaya lebah madu yang dapat dijadikan sebagai salah satu exit strategy sehingga masyarakat masih memiliki aktivitas di luar kawasan, pengelolaannya dapat dikembangkan menjadi sebuah jasa wisata alam berupa usaha kelompok budidaya lebah madu, sedangkan LSM PILItidak melaksanakan skema PKS kemitraan konservasi-pemulihan ekosistem.Bentuk kerjasama ini berupa pemulihan ekosistem dengan kegiatan yang hampir sama berupa penanaman tanaman di Zona Rehabilitasi untuk pemulihan di kawasan TNWK. Saran yang dapat diberikan mengingat LSM PILI di Dusun 1 tidak melakukan hal serupa selanjutnya diharapkan bisa ikut serta dalam pengelolaan dan pelestarian kawasan konservasi melalui PKS kemitraan konservasi-pemulihan ekosistem atau mekanisme lainnya sehingga masyarakat bisa difasilitasi dalam pengembangan kemitraan konservasi guna meningkatkan pendapatan masyarakat.KEMITRAAN DALAM KEGIATAN PEMULIHAN EKOSISTEM DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS:STUDI KASUS KERJASAMA DENGAN KELOMPOK TANI HUTAN WANA BHAKTI DAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT PILI DI DESA RANTAU JAYA UDIK II
PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN SEDOTAN PURUN DI DESA TUMBANG NUSA DENGAN PENDEKATAN SWOT Adnan Ardhana; Daniel Itta; Muhammad Helmi
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha kerajinan sedotan purun di Desa Tumbang Nusa menggunakan analisis SWOT.Penelitian dilakukan di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT dan Matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil identifikasi analisis SWOT faktor internal terdapat enam kekuatan dan enam kelemahan, sementara pada faktor lingkungan eksternal terdapat tujuh peluang dan empat ancaman. Dalam diagram SWOT menunjukan bahwa posisi strategi perkembangan usaha sedotan purun terletak pada kuadran 1 yakni kondisi usaha sedotan purun di Desa Tumbang Nusa secara internal banyak memiliki kekuatan dan memiliki kesempatan yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan kerajinan sedotan purun memiliki kekuatan dan peluang yang sifatnya menyatu dan saling mendukung dengan cara menggunakan faktor semua kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada.
PERSEBARAN POHON PAKAN ORANGUTAN KALIMANTAN (Pongo pygmaeus wurmbii) DI ZONA KHUSUS LABORATORIUM ALAM HUTAN GAMBUT (LAHG) TAMAN NASIONAL SEBANGAU KALIMANTAN TENGAH Fouad Fauzi; Rizal Yogaswara; R.M. Sukarna; Milad Madiyawati; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran makanan Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus wurmbii) di Zona Khusus Laboratorium Alam Hutan Gambut (LAHG) Taman Nasional Sebangau dengan menggunakan Metode Point-Centered Quarter. Jumlah titik pengambilan sampel sebanyak 25 plot yaitu 10 titik pada transek 0 Barat Secret, 5 titik pada transek 0,4, transek 0,8 Barat dan Timur 1,3 dengan jarak tiap titik pengambilan sampel ± 50 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pohon makanan orangutan Kalimantan yang ditemukan di LAHG terdiri dari 54 spesies dari 22 famili. Hasil penelitian juga menunjukkan nilai Indeks Morisita sebesar 1,23 yang menunjukkan bahwa pola sebaran pohon pakan orangutan di LAHG termasuk pola sebaran yang mengelompok.
DAMPAK DIBUKANYA KEMBALI EKOWISATA TAHURA SULTAN ADAM MANDIANGIN SETELAH PANDEMI COVID-19 TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR Muhammad Naparin
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18203

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi dan pembangunan bagi masyarakat yang tinggal disekitarnya. Taman Hutan Raya Sultan Adam (TAHURA) Mandiangin merupakan salah satu tempat wisata alam yang terdiri atas berbagai macam objek wisata, seperti potensi flora dan fauna, bangunan-bangunan sejarah, panorama alam, serta wisata pendidikan. Beberapa spot yang dijadikan sebagai tempat wisata antara lain bukit besar, kolam Belanda, benteng, pesanggrahan Belanda, dan air terjun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan ekonomi masyarakat di sekitar Taman Hutan Raya Sultan Adam Mandiangin dan membandingkan pendapatan masyarakat sebelum dan setelah adanya aktifitas ekowisata di Taman Hutan Raya (TAHURA) Sultan Adam Mandiangin. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan sampel yang ditentukan berdasarkan pertimbangan tertentu. Jumlah sampel sebanyak 90 responden. Analisis data menggunakan pendekatan statistik dengan uji parametric T-Sampel Berpasangan. Hasil studi menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat sebelum dan setelah dibukanya kembali Taman Hutan Raya (TAHURA) Sultan Adam Mandiangin setelah pandemi covid-19 berbeda signifikan dan terjadi peningkatan pendapatan masyarakat sekitar tempat wisata.
STATUS KEBERLANJUTAN EKOWISATA MANGROVE PETENGORAN, KECAMATAN TELUK PANDAN, KABUPATEN PESAWARAN Alexander Sanjaya; Christine Wulandari; Zainal Abidin; Rahmat Safe’I; Agus Setiawan; Bainah Sari Dewi
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18194

Abstract

Penurunan fungsi ekosistem mangrove terus terjadi akibat degradasi lingkungan, rendahnya koordinasi antar instansi, dan kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya, sehingga diperlukan upaya yang tepat untuk menjamin kelestariannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis indeks dan status keberlanjutan ekowisata mangrove, menentukan atribut yang mempengaruhi keberlanjutan ekowisata mangrove dan merumuskan strategi pengelolaan ekowisata mangrove.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat, pengunjung ekowisata dan pemangku kepentingan. Metode pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan simple random sampling, accidental sampling dan purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, penginderaan jauh, wawancara dan studi pustaka. Metode NDVI dengan perangkat lunak ArcGIS 10.3 digunakan untuk menganalisis kondisi ekologi, sedangkan untuk kondisi social ekonomi dan kelembagaan dianalisis menggunakan metode deskriptif. Status kelestarian ekosistem mangrove dianalisis menggunakan perangkat lunak RAP-MForest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan pengelolaan ekowisata mangrove pada dimensi ekologi, sosial dan kelembagaan cukup baik yang ditunjukkan dengan nilai indeks keberlanjutan dimensi ekologi sebesar 60,40; dimensi sosial 52,38; dan dimensi kelembagaan sebesar 57,77. Hasil penelitian untuk dimensi ekonomi masuk dalam kategori kurang berkelanjutan dengan indeks keberlanjutan sebesar 50,14, sedangkan status kelestarian pengelolaan kawasan ekowisata mangrove Petetengoran secara umum termasuk dalam kategori cukup lestari. Strategi pengelolaan ekowisata mangrove yang harus dilakukan antara lain peningkatan rehabilitasi mangrove dan tingkat kerapatannya; menciptakan peluang pendapatan masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisata; menyelesaikan potensi konflik dengan penggunaan lain; peningkatan peran kelompok mangrove; meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan dan komitmen dukungan pemerintah daerah untuk konservasi.
DISTRIBUSI DAN KARAKTERISTIK HABITAT LUTUNG DAHI PUTIH (Presbytis frontata) DI AREA PT. ARUTMIN TAMBANG SENAKIN Husni Mubaraq; Abdi Fithria; Kissinger Kissinger
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18199

Abstract

Lutung dahi putih terdaftar dalam status VU (Vulnerable) atau Rentan karena penurunan populasi yang diduga lebih dari 30% selama 30 tahun terakhir dan sepertinya terus berlanjut dimasa depan dikarenakan eksploitasi berlebihan dan perusakan habitat serta degradasi adanya perluasan perkebunan kelapa sawit ataupun ancaman lainnya. Identifikasi distribusi dilakukan dengan cara mencari titik kehadiran ataupun keberadaan spesies satwa dilakukan dengan metode penjelajahan secara langsung. Analisis variabel lingkungan terhadap satwa menggunakan software ArcGIS 10.4.1. Lutung dahi putih di lokasi penelitian ditemukan mayoritas pada ketinggian 0 – 50 mdpl. Ditinjau dari level kecuraman maka lutung dahi putih paling banyak ditemukan pada lereng 0-8 %. Mayoritas lokasi LDP berada pada <50 m dari jalan yang dikarenakan faktor tanaman pakan, titik lokasi keberadaan LDP mayoritas <50 m dari sungai. NDVI titik lokasi penelitian mayoritas berada pada kategori cukup rapat dengan nilai 0,42-0,62. Komponen habitat yang paling dominan memengaruhi keberadaan dan kehadiran lutung dahi putih adalah komponen tipe penutupan lahan. Berdasarkan data selama penelitian habitat lutung dahi putih ditemukan mayoritas pada kebun karet. Pertanian lahan kering campur (Dukuh/perkebunan campur) yang berada pada dataran rendah merupakan habitat yang paling disukai dan cocok dengan kebutuhan hidupnya.
TIPE DAN KONDISI HABITAT LUTUNG DAHI PUTIH (Presbytis frontata) PADA KAWASAN TERFRAGMENTASI DI KECAMATAN KELUMPANG TENGAH KABUPATEN KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Anisah Fitri Nasution; Abdi Fithria; Kissinger Kissinger
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18190

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik penggunaan habitat oleh lutung dahi putih (Presbytis frontata). Pengambilan data karakteristik penggunaan habitat dilakukan dengan cara observasi lapangan dan mengumpulkan sumber informasi warga setempat tentang satwa ini. Penelitian ini merupakan pendekatan pemahaman penggunaan habitat lutung dahi putih (Presbytis frontata) pada kawasan terfragmentasi. Hasil pengamatan karakteristik habitat, satwa ada pada hutan karet rakyat yang tidak memiliki jarak tanam antar pohon. Di lokasi pengamatan juga terdapat berbagai macam tanaman buah-buahan yang dibiarkan hidup liar, sehingga lokasi tersebut lebih tepatnya dapat dikatakan sebagai kebun campuran (Dukuh). Pengamatan tentang penggunaan habitat lutung dahi putih (Presbytis frontata) merupakan salah satu rangkaian yang merepresentasikan proses untuk menentukan strategi pengelolaan yang berkelanjutan pada satu kawasan.
PEMODELAN KESESUAIAN HABITAT GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus) DENGAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS Fawwaz Akbar; Arief Darmawan; Yulia Rahma Fitriana; Indra Gumay Febryano; Kuswandono Kuswandono; Nazaruddin Nazaruddin; Elisabeth Devi Krisnamurniati
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18205

Abstract

Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan satwa yang dilindungi karena populasinya terus menurun sehingga dikategorikan sebagai spesies dengan status kritis oleh IUCN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter kesesuaian habitat gajah sumatera di Taman Nasional Way Kambas berdasarkan para ahli atau pemangku kepentingan dan memodelkannya dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Januari 2023 di Kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Data kuisioner didapatkan dari hasil wawancara para ahli yang diolah menggunakan software expert choice kemunian diinput ke dalam attribute table melalui ArcGIS untuk dikalkulasikan menjadi nilai akhir kesesuaian habitat gajah sumatera. Model kemudian divalidasi menggunakan data GPS Collar. Hasil penelitian menunjukkan parameter lingkungan yang paling berpengaruh adalah jarak dari sungai (nilai 0,319) dan jenis tutupan lahan (nilai 0,213). Nilai akhir menunjukkan bahwa kelas kesesuaian habitat gajah di TNWK adalah sangat sesuai (0,280-0,389), sesuai (0,170-0,280), dan tidak sesuai (0,061-0,170). Berdasarkan hasil validasi, didapatkan 65,3% tagging gajah berada pada kategori sangat sesuai, 33,2% tagging gajah berada pada kategori sesuai, dan 1,5% titik tagging gajah berada pada kategori tidak sesuai.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025 Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 1 Edisi Maret 2025 Vol 12, No 4 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 4 Edisi Desember 2024 Vol 12, No 3 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 3 Edisi September 2024 Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 2 Edisi Juni 2024 Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024 Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023 Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi September 2023 Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023 Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 3 Edisi November 2022 Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL HUTAN TROPIS VOL 10 NO 1 EDISI MARET 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021 Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No 1 Edisi Maret 2021 Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 3 edisi November 2020 Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 2 edisi Juli 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Hutan Tropis Volume 8 No 1 Edisi Maret 2020 Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 3 Edisi November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 2 Edisi Juli 2019 Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 1 Edisi Maret 2019 Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 6 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 2 Edisi Juli 2018 Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 1 Edisi Maret 2018 Vol 5, No 3 (2017): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 5 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 2 Edisi Juli 2017 Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 3 Edisi November 2016 Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 2 Edisi Juli 2016 Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 1 Edisi Maret 2016 Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 No 3 Edisi November 2015 Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 2 Edisi Juli 2015 Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2015 Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 No 3 Edisi November 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 2 Edisi Juli 2014 Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 1 Edisi Maret 2014 Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 3 Edisi November 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 2 Edisi Juli 2013 Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 1 Edisi Maret 2013 Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012 Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 1 Edisi Maret 2012 Vol 12, No 32 (2011): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 32, Edisi September 2011 Vol 12, No 31 (2011): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 12 Nomer 31 Tahun 2011 More Issue