cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
perumahan taman alamanda iii blok t no 3 karang pule mataram
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Mandiri
Published by bajang Institute
ISSN : 28098889     EISSN : 28098579     DOI : 10.53625
Jurnal Pengabdian Mandiri and with printed version of ISSN:2809-8889 and the online version of ISSN:2809-8579 accomodates original research, or theoretical papers. We invite critical and constructive inquiries into wide range of fields of study with emphasis on interdisciplinary approaches that include: Economics Tourism Education Economics Tourism Education Health IT Education Social Humanities Art
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 12: Desember 2024" : 26 Documents clear
SOSIALISASI TRANSFORMASI BUDAYA ORGANISASI UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DISTRIK SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Nur Aedah; Agustina Ivonne Poli
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 12: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i12.9338

Abstract

The purpose of this community service activity is to improve professionalism in public services through the socialization of organizational culture transformation in Sentani District Office, Jayapura Regency. This socialization is designed to introduce the values of professionalism and integrate local culture in an effort to improve the quality of public services. The implementation method involved a participatory approach with an initial needs analysis, followed by seminars, workshops, case-based simulations, and focus group discussions. Materials delivered included an understanding of adaptive organizational culture, professionalism, and the relevance of local culture. Evaluation using questionnaires and qualitative analysis ensured the effectiveness of the activities. The implementation results showed an increase in participants' understanding of the concepts of organizational culture and professionalism. As many as 85% of participants felt more prepared to apply the values of professionalism in their daily work. Service simulations helped participants understand the application of professionalism in real situations, such as handling public complaints with empathy. Group discussions resulted in strategic recommendations, including continuous training and the establishment of a regular evaluation system. The activity identified challenges such as resistance to change and limited resources, which can be overcome through synergy with local government and communities
EDUKASI KEWIRAUSAHAAN UNTUK MEMPERSIAPKAN CALON WIRAUSAHAWAN MUDA Sherly Rosalina Tanoto; Roy Setiawan
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 12: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i12.9430

Abstract

Entrepreneurship is crucial in driving economic growth and fostering innovation across various sectors. Through entrepreneurship education, young aspiring entrepreneurs gain a deep understanding of fundamental concepts, relevant technical skills, and the ability to spot opportunities while tackling challenges. This kind of education nurtures a creative and innovative mindset and helps develop resilience, preparing students to face risks and setbacks as part of their learning journey. By building extensive networks and gaining practical insights from real-world experiences, entrepreneurship education is a strong foundation for equipping the younger generation with the competence and confidence needed in the business landscape. Moreover, entrepreneurship education encourages these future entrepreneurs to strategically develop their business ideas. They learn to conduct thorough research, validate their concepts, and create detailed plans, all aimed at crafting solutions that meet market needs and positively impact society. Throughout this process, mastering technology, financial management, and interpersonal skills become essential for success, and these abilities should be continually refined. With a clear vision, dedication, and a passion for lifelong learning, young entrepreneurs can achieve personal success while contributing to sustainable economic and social development
REVITALISASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH: MENGHIDUPKAN KEMBALI LITERASI PASCA GEMPA Halimah, Halimah; Ariel Erlangga; Diaz Aditya Jayusman; M Egi Darmawan; Zidan Fathur Rahman
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 12: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i12.9447

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi perpustakaan di SD N Loji, salah satu sekolah terdampak gempa bumi, guna mendukung pemulihan fasilitas pendidikan dan pengembangan budaya literasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan, dari Maret hingga Juni 2024, dengan melibatkan guru, siswa, masyarakat setempat, serta tim Program Kampus Mengajar yang terdiri dari lima mahasiswa dan satu Dosen Pembimbing Lapangan. Metode pelaksanaan meliputi beberapa tahapan strategis, mulai dari pengadaan buku yang relevan dengan kurikulum dan minat siswa, sosialisasi pentingnya literasi, pelaksanaan kegiatan pendukung seperti lomba membaca dan diskusi buku, hingga monitoring dan evaluasi pemanfaatan koleksi perpustakaan. Buku-buku diperoleh melalui pembelian dan donasi, sementara keterlibatan masyarakat dan siswa dioptimalkan untuk menciptakan rasa kepemilikan terhadap perpustakaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran literasi siswa, optimalisasi pemanfaatan koleksi perpustakaan, serta terbentuknya ekosistem literasi yang inklusif di lingkungan sekolah. Program ini diharapkan menjadi model efektif dalam revitalisasi perpustakaan sekolah, terutama di daerah terdampak bencana, untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan dan membangun budaya literasi
PEMBERDAYAAN UMAT MELALUI AL-JAM’IYATUL WASHLIYAH DI SUMATERA UTARA Imron Bima Saputra; Muhammad Luthfie Ramadhani
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 12: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i12.9485

Abstract

Pengabdian ini mengkaji sisi pemberdayaan umat Al-Jam’iyatul Washliyah khusus di SUMUT, Tujuan Pengabdian ini adalah untuk mengetahui siapa pendiri gerakan keislaman al-Jam’iyatul Washliyah di Sumatera Utara, bagaimana aspek sosial dan tipologi gerakan keislaman al-Jam’iyatul Washliyah di Sumatera Utara dan apa Suku pendiri gerakan keislaman al-Jam’iyatul Washliyah di Sumatera Utara. Adapun Pengabdian ini berjenis field research (studi lapangan). Sebab hal-hal yang berkenaan dengan rumusan masalah di atas dapat diketahui setelah melaksanakan pengabdian secara langsung. Pendiri al-Jam’iyatul Washliyah di Sumatera Utara adalah; Ismail Banda (sebagai ketua I), A.Rahman Sjihab (sebagai ketua II), M.Arsjad Thalib Lubis (sebagai ketua III), Adnan Nur (sebagai penulis II), M.Ya’qub (sebagai bendahara), Syamsuddin, Jusuf Ahmad Lubis, A. Malik, A. Aziz Effendy (sebagai pembantu-pembantu) dan Muhammad Junus (sebagai panasihat). Aspek sosial dan tipologi al-Jam’iyatul Washliyah di Sumatera Utara. Dari aspek sosial al-washliyah membangun peradaban Islam dari beberapa Pendidikan kelembagaan. Sedangkan tipologinya merupakan gerakan tipologi ahlu sunnah wal-jama’ah. Suku pendiri al-Jam’iyatul Washliyah di Sumatera Utara adalah suku yang notabennya berasal dari suku Mandailing dan minoritasnya berasal dari suku Melayu
PELATIHAN KADER POSYANDU DALAM MELAKUKAN SKRIING PERKEMBANGAN ANAK MENGGUNAKAN KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) Agustina Ina; Jane Leo Mangi
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 12: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i12.9553

Abstract

Pelatihan kader mengenai skrining perkembangan anak merupakan langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, serta meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam isu-isu kesehatan anak. Kader yang terlatih dapat memberikan informasi yang tepat kepada orang tua tentang stimulasi dan dukungan yang diperlukan untuk membantu perkembangan anak mereka. Melalui kader, masyarakat dapat diberdayakan untuk lebih aktif dalam pengawasan dan pemeliharaan perkembangan anak, sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak. KPSP adalah alat yang sudah terstandarisasi dan dapat diandalkan. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi, praktik langsung, simulasi pengisian kuesioner, dan tanya jawab. Hasil: Semua kader menunjukan peningkatan. Nilai pre test kader tentang cara skrining perkembagan anak, yakni terendah 33, tertinggi 76. Sedangkan nilai post test terendah adalah 76, tertinggi 90. Nilai rata – rata pre test 50,25 naik menjadi 81,75 pada saat post test atau (100 %) meningkat. Kesimpulan: Pelatihan kader dalam melakukan skrining perkembangan anak meningkatkan kemampuan kader melakukan skrining perkembangan anak menggunakan KPSP.
PENGABDIAN MASYARAKAT PEMBELAJARAN INOVATIF, KREATIF DAN ADAFTIF SERTA TANTANGANNYA DI SMA NEGERI 6 PURWOREJO, JAWA TENGAH Pujiyana, Pujiyana; Sawitri, Sawitri
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 12: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i12.9625

Abstract

Pengabdian masyarakat merupakan sebuah kewajiban sebagai dosen untuk dapat memberikan ilmunya untuk berkembangnya pendidikan. Wujud pengabdian ada banyak tema, sedangkan yang diambil untuk pengabdian ini yaitu terkait pembelajaran Inovatif, kreatif dan adaftif serta tantangannya yang merupakan tantangan dan manfaat. Tujuannya untuk guru dapat menyerap ilmu terkait dari pembelajaran deferensiasi. Bagaimana pentingnya mutu pembelajaran yang selaras dengan kurikulum yang sesuai. Merdeka belajar dengan kurikulum yang baru masih banyak guru yang kurang memahaminya. Sangat membutuhkan ilmu yang dapat di serap dan diterapkan dalam pembelajaran. Pada awal pengabdian hanya 60 % guru yang paham dengan pembelajaran Inovatif, kreatif serta adaftif  dan selesainya pengabdian, pendampingan mendapatkan rata - rata guru sudah mampu dan secara skor 80 - 90 %. Progres yang sangat luar biasa bahwa kemampuan guru setelah mengikuti pengabdian sangat baik. Guru atau sekolah yang merasa kemampuan kurang dalam pengembangan pembelajarn dibutuhkan program workshop, seminar, sarasehan, penelitian dll. Mencetak guru yang profesional, yang mampu memberikan pembelajaran yang baik. SMA Negeri 6 Purworejo selalu rutin mengadakan kegiatan untuk peningkatan kemampuan guru di bidang pembelajaran Inovatif, kreatif dan adaftif serta tantangannya di era global yang moders

Page 3 of 3 | Total Record : 26