cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
+6282187771382
Journal Mail Official
serina@untar.ac.id
Editorial Address
Jln. Letjen S Parman No 1 Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung M Lt 5
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seri Seminar Nasional
ISSN : 2809509x     EISSN : -     DOI : 10.24912/pserina
Prosiding SERINA merupakan wadah publikasi hasil penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan Pada Seri Seminar Nasional (SERINA) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 469 Documents
STUDI DESKRIPTIF TENTANG INOVASI KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA PERGURUAN TINGGI Richard Andrew; Jansen Arifin
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.249 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.16386

Abstract

Innovation is one of the essential element globally but to implement this thing into several field might challenging because it fluctuated within times. The research objective measured the importance of entrepreneurial innovation factor for students. Researcher use qualitative descriptive method to see the big picture of students responses about entrepreneurial innovation. The research result show varied responds but at the most, students agree that they had entrepreneurial intention and think that entrepreneurial innovation is important as well. They also realized that digital instrument or technology have great linkage with entrepreneurial innovation. There are plenty of businesses and non-businesses field which considered to need innovation and those includes: primary business sectors, secondary business sectors, social non-profit sectors and governmental sectors. The research also show that some of the students are not yet started their entrepreneurial activities because of risk aversion, not having enough initial capital to start the businesses or even thing theirselves as not having capability to run a business by themselves. From this research, researcher concluded that entrepreneurial innovation is one of the key factor for the business sustainability and there will also some other added researches about this especially the relationship between entrepreneurial innovation and technological advancement.Inovasi merupakan sesuatu yang penting akan tetapi dalam implementasinya di berbagai bidang senantiasa menantang karena berubah sesuai dengan perkembangan waktu. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk melihat sejauh apakah peran inovasi kewirausahaan bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Untuk memenuhi tujuan penelitian, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk melihat gambaran umum dari respons mahasiswa terhadap inovasi kewirausahaan. Secara garis besar, hampir semua mahasiswa memiliki intensi untuk berwirausaha dan menganggap inovasi kewirausahaan sesuatu yang penting. Adapun sebagian besar juga menyadari sangat pentingnya instrumen digital atau teknologi dalam kaitannya dengan inovasi dalam kewirausahaan. Berdasarkan responden mahasiswa yang sama juga diungkapkan bahwa jaringan dan kemampuan pribadi merupakan hal terpenting bagi mahasiswa dalam berwirausaha serta inovasi dapat dilakukan di banyak sektor mulai dari sektor bisnis primer, sektor bisnis sekunder, sektor sosial nirlaba bahkan sampai sektor kepemerintahan. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa inovasi kewirausahaan mahasiswa perguruan tinggi adalah sesuatu yang penting dan dapat dijadikan sebagai salah satu faktor yang diperhitungkan untuk diteliti lebih lanjut khususnya berkaitan dengan penggunaan instrumen digital dan teknologi dalam pendidikan kewirausahaan. Walaupun demikian, perlu dicermati bahwa untuk melakukan inovasi kewirausahaan sejak di bangku perkuliahan bagi kebanyakan mahasiswa merupakan hal yang menantang karena banyak yang merasa tidak memiliki modal dan tidak memiliki keberanian untuk mengambil risiko berwirausaha.
SANKSI TINDAK PIDANA KORUPSI BANTUAN SOSIAL COVID-19 DALAM PERSPEKTIF TEORI PEMIDANAAN Shintamy Nesyicha Syahril; Gunardi Lie
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.329 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.16387

Abstract

Sanctions are something that is needed in crime prevention. Sanctions are closely related to the purpose of punishment. Sanctions can be interpreted as a gift, and can also be interpreted as a misery. Sanctions can be in the form of social sanctions or criminal sanctions. Social sanctions are sanctions given by the community to perpetrators of crimes, these sanctions can be in the form of insults. Then, criminal sanctions are sanctions given by the state to perpetrators of crimes and have been formulated in a law. In Indonesia, sanctions are often interpreted as punishments received by someone if they commit a disgraceful act. The relationship between sanctions and the purpose of punishment lies in a retaliation and a deterrent effect felt by the perpetrators of the crime. Basically, the criminal sanctions given by the court to the perpetrators of crimes will always coincide with the social sanctions they receive. This year, there is a sanction for criminal convictions against perpetrators of corruption related to cases of corruption in social assistance during the Covid-19 Pandemic. The judge made a decision that was enough to reap the pros and cons of the community. Sanctions as a countermeasure for a crime in the future are considered ineffective in eradicating corruption so that of course it is not in line with the purpose of punishment itself. The judge considers that the social sanctions that have been received by the perpetrators affect the criminal sanctions he gets. Judges should be able to distinguish between social sanctions that are definitely given by the community to corruptors and criminal sanctions that should be carried out in accordance with the legislation considering that this corruption crime is carried out when the country is facing a crisis. Sanksi merupakan suatu hal yang dibutuhkan dalam penanggulangan pidana. Sanksi berkaitan erat dengan tujuan pemidanaan. Sanksi dapat diartikan sebagai suatu hadiah, dan juga dapat diartikan sebagai suatu kesengsaraan. Sanksi dapat berupa sanksi sosial dan juga sanksi pidana. Sanksi sosial merupakan sanksi yang diberikan masyarakat kepada pelaku kejahatan, sanksi tersebut dapat berupa hinaan ataupun cacian. Kemudian, sanksi pidana merupakan sanksi yang diberikan oleh negara kepada pelaku kejahatan dan telah dirumuskan dalam suatu undang-undang. Di Indonesia, sanksi sering kali diartikan sebagai hukuman yang diterima seseorang apabila melakukan suatu perbuatan tercela. Keterkaitan sanksi dan tujuan pemidanaan terletak pada suatu pembalasan serta efek jera yang dirasakan oleh pelaku kejahatan. Pada dasarnya sanksi pidana yang diberikan oleh pengadilan kepada pelaku kejahatan akan selalu bersamaan dengan sanksi sosial yang diterimanya. Pada tahun ini, terdapat suatu sanksi atas vonis pidana terhadap pelaku tindak pidana korupsi terkait dengan kasus korupsi bantuan sosial pada saat Pandemi Covid-19. Hakim membuat suatu putusan yang cukup menuai pro-kontra masyarakat. Sanksi sebagai suatu penanggulangan suatu kejahatan di masa yang akan datang dinilai tidak efektif dalam memberantas korupsi sehingga tentu saja tidak sejalan dengan tujuan pemidanaan itu sendiri. Hakim mempertimbangkan bahwa sanksi sosial yang telah diterima oleh pelaku mempengaruhi sanksi pidana yang didapatnya. Seharusnya hakim dapat membedakan antara sanksi sosial sudah pasti diberikan oleh masyarakat kepada koruptor dan sanksi pidana yang sudah semestinya dijalankan sesuai dengan perundang-undangan mengingat tindak pidana korupsi ini dilakukan saat negara mengalami krisis.
PENGARUH TEKNOLOGI HIDROPONIK TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN KELUARGA PADA MASYARAKAT KAMPUNG CISAUK GIRANG TANGERANG BANTEN Yohanes Temaluru; Isdaryanto Isdaryanto
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.256 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.16388

Abstract

This study wants to see the effect of hydroponic technology on increasing family income around where this hydroponic is located. Hydroponics is a technology to utilize narrow soil to be able to grow (especially vegetables) in a relatively shorter time than other traditional crops. The research problem is whether there is an effect of hydroponic technology on the level of family income. This research involves the community around the hydroponic technology garden in the Cisauk Girang area, Tangerang. The method used is descriptive-explanative by using questionnaire data collection techniques, observation and limited interviews with several sources. The analytical technique used is simple linear regression analysis, and the result is “there is an effect of hydroponic technology on increasing family income from the Cisauk Girang community, Tangerang.Penelitian ini ingin melihat pengaruh teknologi hidroponik terhadap peningkatan pendapatan keluarga sekitar tempat hidroponik ini berada. Hidroponik merupakan sebuah teknologi untuk memanfaatkan tanah yang sempit untuk bisa menanam (khususnya sayuran) dengan waktu yang relatif lebih pendek dari tanaman tradisional lainnya. Masalah penelitiannya adalah apakah ada pengaruh teknologi hidroponik terhadap tingkat pendapatan keluarga. Penelitian ini melibatkan masyarakat di sekitar tempat kebun teknologi hidroponik di daerah Cisauk Girang Tangerang. Metode yang digunakan adalah deskriptif-eksplanatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner, observasi dan wawancara terbatas dengan beberapa sumber. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana, dan hasilnya “ada pengaruh teknologi hidroponik terhadap peningkatan pendapatan keluarga dari masyarakat Cisauk Girang Tangerang.
IMPLEMENTASI FILOSOFI KEADILAN DALAM INDUSTRI KEUANGAN INDONESIA Suwinto Johan
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.086 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.16389

Abstract

The purpose of this study is to examine the competition between international and domestic banks in terms of fairness. National banks have been massively acquired by foreign banks. According to the laws and regulations, foreign parties can buy up to 100% of a national bank's stock if the bank is listed on the stock exchange. Foreign banks have more advanced technology, network and a stronger capital structure than domestic banks. The Indonesian market is better understood by national banks. This research employs a normative legal approach. According to the findings of this study, rivalry between foreign and domestic banks violates the principle of justice for the sake of the national economy. However, if a bank becomes a public corporation, the government cannot impose restrictions on foreign investment in the financial services business. The government has the ability to oversee how international banks conduct business in Indonesia.Penelitian ini bertujuan membahas mengenai persaingan antara perbankan asing dan perbankan nasional dari sisi keadilan. Perbankan asing telah melakukan akuisisi secara masif terhadap perbankan nasional. Ditinjau dari peraturan perundang-undangan, pihak asing dapat melakukan akuisisi terhadap perbankan nasional hingga mendekati 100%, jika bank tersebut tercatat di pasar modal. Perbankan asing memiliki jangkauan, teknologi dan struktur modal yang lebih baik dibandingkan perbankan nasional. Perbankan nasional memiliki pengetahuan akan pasar Indonesia yang lebih baik. Penelitian ini mempergunakan metode yuridis normatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persaingan antara perbankan asing dengan perbankan nasional tidak memenuhi asas keadilan demi perekonomian nasional. Namun demikian, pemerintah tidak dapat membatasi investasi pihak asing di sektor industri jasa keuangan, jika bank tersebut telah menjadi perusahaan terbuka. Pemerintah dapat mengawasi perilaku perbankan asing dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia.
MINIMASI PEMBOROSAN DENGAN METODE LEAN SIX SIGMA PADA PROSES PRODUKSI DI PT. AB Ahmad Ahmad; Andres Andres; Mesy Lestari; Steven Teja; Suvalen Suvalen
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.008 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.16390

Abstract

PT. AB is a company that manufactures products such as gaskets and sealing profiles. From initial observations found problems in the production process, where there is a lot of waste, causing reduced product quality, not achieving targets, and a lot of waste of activities that are not added value. This research was conducted to analyze the problem using the Lean Six Sigma method with the aim of minimizing waste along the production process line and to reduce product defects. Some of the tools used to identify waste is to use WRM and WAQ obtained through questionnaires to related parties in the company. It is known that there are three types of highest waste in the production process, namely overproduction with 27.12%, inventory with 22.20%, and defects with 20.28%. Meanwhile, the highest type of defect produced is welding torque of 30.1%. From the current VSM made, it is known that the PCE value is 68.5%. For the repair process carried out using the Kanban system, from the future VSM it is known that there is an increase in the PCE value to 83.46%. Proposed improvements made are making a checksheet for machine inspection, and making an internal complaint form.PT. AB adalah perusahaan yang memproduksi produk seperti gasket dan sealing profile. Dari observasi awal ditemukan permasalahan pada proses produksi, dimana terdapat banyak pemborosan sehingga menyebabkan berkurangnya kualitas produk, tidak tercapainya target, dan banyak pemborosan    kegiatan yang tidak bernilai tambah. Penelitian ini dilakukan untuk menganilsa permasalahan dengan menggunakan metode Lean Six Sigma dengan tujuan meminimalkan pemborosan-pemborosan pada sepanjang jalur proses produksi serta untuk mengurangi kecacatan produk. Beberapa Tools yang digunakan untuk mengidentifikasi pemborosan adalah dengan menggunakan WRM dan WAQ yang didapatkan melalui  kuesioner kepada pihak-pihak yang terkait di perusahaan. Diketahui terdapat tiga jenis waste tertinggi pada proses produksi yaitu overproduction sebesar 27,12%, inventory dengan 22,20%, dan defect dengan 20,28%. Sedangkan Jenis kecacatan tertinggi yang dihasilkan yaitu welding torn sebesar 30,1%. Dari current VSM yang dibuat diketahui nilai PCE sebesar 68,5%. Untuk proses perbaikan dilakukan dengan menggunakan sistem Kanban, dari  future VSM diketahui terjadi peningkatan nilai PCE menjadi 83.46%. Usulan perbaikan yang dilakukan adalah pembuatan checksheet pemeriksaan mesin, dan pembuatan internal complain form.
REPETISI MOTIF FLORA DAN FAUNA PADA ELEMEN DEKORATIF DINDING FUNCTION HALL KASTUBA RESORT, LEMBANG Celine Rei; Augustina Ika Widyani
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.368 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.16391

Abstract

The increasing number of visitors to Bandung becomes the starting point to re-evaluate the area’s accomodation facilities and services. It is important that a vacation space can help provide maximum assistance and comfort for the guests while at the same time are able to leave a good impression. Kastuba Resort is one of the leading mountain resort at Lembang. One way that can be done to fulfill the need is to design the space whilist implementing decorative elements to the chosen area which is Function Hall. Aside from the ability to gain interest from citizens, it can also give a deeper meaning and sense to the visitors of Kastuba Resort. The methods that is taken to achieve the final result are gathering datas, site observation, processing all the collected informations and drawing sketches. The decorative element was mostly inspired by Sundanese culture and tying it with Kastuba Resort image. The design holds on to the concept of natural, exoticness, traditional, open and exclusive. A final result that creates oneness is achieved by combining Sundanese artistic side which is peacock dance and Kastuba Resort logo itself. Resulting in a design that is unique and authentic. Message that wants to be delivered to the audience is the hope that each individual can be reminded to embrace their own uniqueness like how the peacock embraces its beauty in nature. Whilist the Kastuba flower not only used to exentuate Kastuba Resort image, but also as a reminder to appreciate the beauty of nature. Terjadinya peningkatan jumlah pengunjung ke Lembang sebagai salah satu daerah wisata di kota Bandung, menuntut adanya peningkatan fasilitas dan layanan tempat penginapan agar dapat mengakomodir kebutuhan pengunjung secara maksimal. Kastuba Resort merupakan salah satu tempat penginapan pegunungan terbaik yang terletak di Lembang. Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan kebutuhan adalah dengan perubahan rancangan interior dengan penerapan elemen dekoratif pada ruang terpilih yaitu Function Hall. Penerapan elemen dekoratif selain dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk berkunjung ke tempat penginapan, dapat memperkuat citra penginapan sehingga memberikan kesan mendalam bagi pengunjung Kastuba Resort. Metode yang dilalui sebelum mencapai hasil akhir adalah pengumpulan data kualitatif yang diikuti dengan observasi lokasi, melakukan pengolahan ide-ide serta sketsa-sketsa. Pengolahan motif elemen dekoratif terinspirasi dari kebudayaan Sunda yang merupakan kebudayaan masyarakat setempat Lembang serta mengikatkannya dengan citra Kastuba Resort. Konsep perancangan yang ingin diterapkan adalah natural, eksotis, tradisional, terbuka dan ekslusif. Motif yang mengikat kesenian budaya Sunda yang terinspirasi dari tarian merak Sunda dan logo Kastuba Resort menghasilkan sebuah karya yang unik dan otentik. Makna yang ingin disampaikan adalah agar para individu mengingat bahwa setiap manusia memiliki keunikan mereka masing-masing yang patut dibanggakan, serta adanya logo Kastuba selain untuk menekankan citra Kastuba Resort tetapi juga sebagai upaya untuk menghargai alam sekitar.
MATERIAL REQUIREMENT PLANNING PADA PRODUKSI KEMASAN MAKANAN RINGAN DI PT. XYZ Bratayuda Raya; I Wayan Sukania
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.713 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.16392

Abstract

PT. XYZ is engaged in printing and packaging. In the production process, this company uses several raw materials such as duplex, ink, glue, and UV Chemical. The availability of these materials must be planned so that the production process can run well and meet consumer demand. The MRP method used by the factory is the same for all materials, namely LFL, even though LFL is not always effective for every material, especially in terms of cost. Therefore, another method is needed as a comparison, the method used is Fixed Lot Size, Least Unit Cost, Least Total Cost and Economic Order Quantity. The data obtained from the company's primary source. The result is that Duplex material is recommended to use the LUC method at a cost of Rp. 9,724,865, Cyan ink using the LUC method at a cost of Rp. 904,899, Magenta ink using the LTC method at a cost of Rp. 857,292, Yellow Ink using the LTC method at a cost of Rp. 945,772, Black Ink with the LUC method at a cost of Rp. 697,005, Orange Ink with LTC method with a fee of Rp. 3,314,760, Red Ink with the LUC method at a cost of Rp. 769,665, UV Chemical with LUC method with a cost of Rp. 457.124, adhesive glue using the LTC method at a cost of Rp. 699,339PT. XYZ bergerak pada bidang printing dan packaging. Pada proses produksinya perusahaan ini menggunakan beberapa bahan baku seperti dupleks, tinta, lem, dan UV Chemical. Material material tersebut harus direncanakan ketersediaannya sehingga proses produksi bisa berjalan baik dan memenuhi permintaan konsumen. Metode MRP yang digunakan pabrik adalah sama untuk semua material yaitu LFL padahal LFL tidak selalu efektif untuk setiap material terutama dari sisi biaya. Oleh  karena itu perlu metode lain sebagai pembanding, metode yang digunakan yaitu Fixed Lot Size, Least Unit Cost, Least Total Cost dan Economic Order Quantity. Data data yang diperoleh berasal dari sumber primer perusahaan Hasilnya Material Dupleks disarankan menggunakan metode LUC dengan biaya sebesar Rp. 9.724.865, Tinta cyan  menggunakan metode LUC dengan biaya sebesar Rp. 904.899, Tinta magenta menggunakan metode LTC dengan biaya sebesar Rp. 857.292, Tinta Yellow dengan metode LTC dengan biaya sebesar Rp. 945.772, Tinta Black dengan metode LUC dengan biaya sebesar Rp. 697.005, Tinta Orange dengan metode LTC dengan biaya sebesar Rp. 3.314.760, Tinta Red dengan  metode LUC dengan biaya sebesar Rp. 769.665, UV Chemical dengan metode LUC dengan biaya sebesar Rp. 457.124, lem perekat dengan metode LTC dengan biaya sebesar Rp. 699.339
PENERAPAN MOTIF SEKAR JAGAD PADA BACKGROUND RECEPTION LOBBY PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Jessica Septiani; Stepanus Dwiyanto
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.139 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.16393

Abstract

The National Library of Indonesia is a non-ministerial government institution that represents Indonesia in collaboration with various foreign libraries. Based on location, this library is also located in a tourist area which encourages a large number of visitors, both local and foreign. So that the National Library does not lose its essence as a representative of Indonesia amid partner countries and can introduce Indonesian culture to its visitors, it is necessary to apply decorative elements with a touch of local culture in its interior design. The Sekar Jagad motif itself is one of the batik motifs that depict diversity and beauty so that it is considered to represent the beauty of Indonesia's cultural diversity. This motif is applied to the lobby area because it is the area that visitors see for the first time and best represents the library. Therefore, this study aims to explain the implementation of the Sekar Jagad motif on the background reception of the National Library of Indonesia. The research method used is qualitative. Data collection techniques consist of observation, documentation, and literature study through books, journals, and news coverage which is then used as a reference in analyzing research. From the results of the study, it was concluded that the implementation of the Sekar Jagad motif in the background reception of the National Library of Indonesia can be seen from the use of curved shapes that resemble islands, the filling of Kawung and Parang motifs, and the use of colors that resemble sogan brown. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang mewakili Indonesia untuk bekerja sama dengan berbagai perpustakaan luar negeri. Bila dilihat dari lokasinya, perpustakaan ini juga terletak di kawasan wisata yang mendorong banyaknya jumlah pengunjung, baik lokal maupun mancanegara. Agar Perpustakaan Nasional tidak kehilangan esensinya sebagai wakil dari Indonesia di tengah negara – negara mitra dan dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada pengunjungnya, diperlukan adanya penerapan elemen dekoratif dengan unsur – unsur budaya lokal pada desain interiornya. Motif Sekar Jagad sendiri merupakan salah satu motif batik yang menggambarkan keanekaragaman, kecantikan, serta keindahan sehingga dianggap dapat merepresentasikan keindahan keragaman budaya Indonesia. Motif ini diterapkan pada area lobi karena merupakan area yang pertama kali dilihat oleh pengunjung dan paling merepresentasikan citra perpustakaan. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan penerapan motif Sekar Jagad pada background resepsionis lobi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, dokumentasi, dan studi pustaka melalui buku, jurnal, serta liputan berita yang kemudian dijadikan acuan dalam menganalisis penelitian. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa penerapan motif Sekar Jagad pada background resepsionis lobi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia terlihat dari penggunaan bentuk-bentuk lengkung yang menyerupai pulau, isian motif Kawung dan Parang, serta penggunaan warna yang menyerupai cokelat sogan. 
PENERAPAN STILASI MOTIF MEGA MENDUNG PADA PARTISI LOBI MUSEUM BAHARI, JAKARTA Alberta Amelia Yandarmadi; Stepanus Dwiyanto
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.637 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.16394

Abstract

Geographically, Cirebon is a strategic area located on the northern coast of Java. Cirebon city is famous as a port city for 600 years. One of the famous batik motifs is the Mega Mendung. The topic of applying the Mega Mendung Motif Stylization to the Lobby Partition of the Maritime Museum, Jakarta was carried out to introduce the ornaments of the archipelago through the design of the partition by taking into account aesthetic values, identity, character, and meaning in the maritime fields. The design method uses a design method pioneered by Rosemary Kilmer, where the first stage is analysis, then followed by the second stage, namely synthesis. Methods of data collection are done by studying literature, documentation, and observation. After doing various considerations, the designer was inspired by the mega cloudy motif to be made into a more modern cloud shape with stylization techniques. The stylization technique is done by modifying the wavy lines and shapes of the mega cloudy clouds to make them simpler and more modern which will focus on three forms, namely clouds, water waves, and rocks. The color selection was adjusted to the colors of the ocean shades and the natural colors found on sandy beaches, namely blue, brown, and gray. Stylizing the mega cloudy motif would be useful for the management of the Maritime Museum and designers to introduce Indonesian culture. It is also useful for the surrounding community so that it adds insight into various Indonesian motifs.Secara geografis, Cirebon merupakan wilayah strategis yang letaknya berada di pesisir pantai utara Jawa. Kota Cirebon terkenal sebagai kota pelabuhan sejak 600 tahun lalu. Salah satu motif batik yang terkenal adalah mega mendung. Topik Penerapan Stilasi Motif Mega Mendung pada Partisi Lobi Museum Bahari, Jakarta dilakukan agar dapat memperkenalkan ornamen nusantara melalui desain partisi dengan memperhatikan nilai estetika, identitas, karakter, dan makna di bidang maritim, bahari, dan kelautan. Metode perancangan menggunakan metode desain yang dipelopori oleh Rosemary Kilmer, dimana tahap pertama yaitu analisis kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua yaitu sintesis. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, dokumentasi, dan observasi. Setelah melaukakan berbagai pertimbangan, perancang terinspirasi dari motif mega mendung untuk dibuat menjadi bentuk awan yang lebih modern dengan teknik stilasi. Teknik stilasi dilakukan dengan cara memodifikasi garis bergelombang dan bentuk pada awan mega mendung dibuat menjadi lebih sederhana dan modern yang akan difokuskan menjadi tiga bentuk yaitu awan, ombak air, dan batu karang. Pemilihan warna dilakukan penyesuaian dengan warna nuansa lautan dan warna alami yang ditemukan di pantai berpasir yaitu biru, coklat, dan abu-abu. Dengan dilakukan stilasi motif mega mendung, diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak pengelola Museum Bahari dan desainer agar dapat memperkenalkan budaya Indonesia. Juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar sehingga menambah wawasan mengenai berbagai motif nusantara.
POLA GEOMETRIS ULOS PADA ELEMEN DEKORATIF DINDING BACKDROP LOBBY PERPUSTAKAAN UMUM KOTA MEDAN Loretta Milleniuty; Augustina Ika Widyani
PROSIDING SERINA Vol. 1 No. 1 (2021): PROSIDING SERINA III 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.536 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v1i1.16395

Abstract

The Medan City Public Library is a facility owned by the North Sumatra regional government which is intended to increase people's interest in reading which is still very lagging behind compared to other countries. The image of the library as an information and education facility is represented in the lobby area interior as the first area that the public encounters in this library. As a public facility owned by the local government of North Sumatra, the Medan City Public Library also has added value by applying concepts that depart from the local cultural values of North Sumatra. The design of decorative elements placed in the lobby area takes the basic idea of the geometric motif of ulos cloth. Ulos cloth is one of the traditional cultural heritages that has a very high historical value and is identical as a traditional cloth for the people of North Sumatra. Currently ulos cloth has lost its popularity among the younger generation. Even Dutch anthropologists say that the Ulos cloth culture is almost extinct. This study aims to examine how ulos cloth is creatively processed to be applied as a decorative element in the lobby area of the Medan City Public Library. The research method used in this research is descriptive qualitative method, by conveying an assessment of the physical data of the library lobby area to secondary data about design theory and about ulos cloth. The results of this study indicate that the application of geometric motifs of ulos cloth can strengthen the image of the lobby area of the Medan City Public Library as a facility owned by the North Sumatra government.Perpustakaan Umum Kota Medan merupakan fasilitas milik pemerintah daerah Sumatera Utara yang ditujukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat yang masih sangat tertinggal dibandingkan negara lain. Citra Perpustakaan sebagai fasilitas informasi dan edukasi direpresentasikan pada interior area lobby sebagai area pertama yang ditemui masyarakat di perpustakaan ini. Sebagai fasilitas umum milik pemerintah daerah Sumatera Utara, Perpustakaan Umum Kota Medan juga memiliki nilai lebih dengan penerapan konsep yang berangkat dari nilai-nilai budaya lokal Sumatera Utara. Desain elemen dekoratif yang diletakkan di area lobby mengambil ide dasar dari motif geometris kain ulos. Kain Ulos adalah salah satu peninggalan budaya tradisional yang memiliki nilai kesejarahan yang sangat tinggi dan identik sebagai kain adat bagi masyarakat Sumatera Utara. Saat ini kain ulos telah kehilangan popularitasnya di kalangan generasi muda. Bahkan antropolog Belanda mengatakan bahwa budaya kain Ulos sudah hampir punah. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji bagaimana kain ulos diproses secara kreatif untuk diterapkan sebagai elemen dekoratif di area lobby Perpustakaan Umum Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan menyampaikan penilaian terhadap data fisik area lobby perpustakaan terhadap data sekunder tentang teori desain dan tentang kain ulos. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan motif geometris kain ulos dapat memperkuat citra area lobby Perpustakaan Umum Kota Medan sebagai fasilitas milik pemerintah Sumatera Utara. 

Page 5 of 47 | Total Record : 469