cover
Contact Name
Widya Yanti Sihotang
Contact Email
widyayantisihotang@unprimdn.ac.id
Phone
+62614532820
Journal Mail Official
fk@unprimdn.ac.id
Editorial Address
Jl. Belanga No.1 Simp. Jl. Ayahanda, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Buletin Kedokteran dan Kesehatan Prima
ISSN : 28289994     EISSN : 28289994     DOI : https://doi.org/10.34012/bkkp
Core Subject : Health, Science,
Media publikasi ilmiah di bidang kedokteran dan kesehatan yang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Berisi tulisan hasil penelitian lapangan atau laboratorium maupun studi pustaka dari bidang ilmu seperti kedokteran klinis, kedokteran tropis, kedokteran gigi, biomedis, farmasi klinis dan kesehatan masyarakat.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2023): Maret" : 6 Documents clear
Kualitas hidup pasien osteoarthritis di Rumah Sakit Royal Prima Knelissen, Aldy Nicbrian; Yani, Herlina; Samin, Buter; Suwarmo, Suwarmo; Rajagukguk, Horas; Lubis, Elvi Sahara; Wilsen, Wilsen
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v2i1.3378

Abstract

Osteoarthritis dapat menyebabkan nyeri dan disabilitas yang mengakibatkan keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari dan keterbatasan interaksi sosial. Kualitas hidup saat ini merupakan sebuah konsep penting yang dijadikan sebagai salah satu kriteria untuk mengevaluasi intervensi pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan status kesehatan berdasarkan WOMAC dengan kualitas hidup berdasarkan SF-36 questionnaire pada pasien osteoarthritis di Rumah Sakit Royal Prima. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan design cross sectional yang melibatkan sampel sebanyak 20 pasien osteoarthritis. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Western Ontario and McMaster Universities Arthritis Index (WOMAC) dan kuesioner Short Form-36 (SF-36). Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil uji menunjukkan hubungan signifikan antara status kesehatan dengan kualitas hidup pasien osteoarthritis (0,001).
Laporan kasus: Komplikasi H+3 post trakeostomi emfisema subkutan pada pasien sumbatan jalan nafas atas Sopacua, Audrine Diloren; Sembiring, Edward Suryanta
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v2i1.3471

Abstract

Trakeostomi adalah tindakan untuk membuat lubang pada dinding anterior trakea. Dilaporkan pasien laki–laki berusia 59 tahun dengan keluhan sesak nafas post trakeostomi H+3. Sebelum trakeostomi dilakukan, pemeriksaan laringoskopi indirect kesan parese pita suara bilateral. Pasien retraksi suprasternal dan epigastrium yang termasuk dalam Jackson II. Tiga hari setelah trakeostomi, diijumpai krepitasi dan bengkak pada daerah wajah, leher, dan klavikula. Pasien langsung diberikan tindakan buka jahitan luka trakeostomi, insersi abocath ukuran besar ke daerah–daerah yang bengkak sebanyak 10 buah abocath. Setelah insersi abocath, pasien merasa keluhan berkurang. Pemantauan setiap hari dilakukan dan didapati bengkak menghilang sekitar 48 jam setelah insersi abocath. Didapati abocath terlepas dengan sendirinya. Disimpulkan bahwa penanganan terhadap emfisema subkutan pasca trakeostomi adalah membuka kembali jahitan luka trakeostomi dan dilakukan insersi abocath pada bagian–bagian yang bengkak.
Tinjauan pustaka mengenai tumor ovarium Hendrianto, Hendrianto; Ongko, Nicholas Xavier; Nadapdap, Faskanita Maristella; Tarigan, Setia Budi; Arhamni, Ade; Jansen, Jansen; Sopacua, Erwin; Artiani, Litri
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v2i1.4173

Abstract

Tumor ovarium termasuk tumor yang perlu menjadi perhatian bagi masyarakat dan petugas kesehatan karena tumor ovarium yang bukan hanya dapat dijumpai pada semua kelompok usia, tetapi juga bisa menyebabkan kematian terutama pada kasus tumor ganas ovarium. Gejalanya yang tidak khas membuat tumor ovarium bisa saja tidak terdiagnosa pada stadium awalnya tetapi sudah terdiagnosa stadium lanjut pada saat diperiksa. Berbagai faktor resiko yang mungkin tidak disadari oleh wanita tersebut seperti adanya faktor riwayat keluarga, paritas, penggunaan kontrasepsi oral, dan faktor lingkungan, karena ternyata semua itu berperan untuk terjadinya tumor ovarium. Perlunya pemeriksaan yang tepat untuk mendiagnosa tumor ovarium dari stadium awal agar prognosis penderita menjadi lebih baik, dapat menurunkan jumlah penderita tumor ovarium dan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Perlunya informasi yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tumor ovarium dan cara yang tepat untuk mencegah atau deteksi dini tumor ganas ovarium.
Kualitas hidup pasien osteoarthritis di Rumah Sakit Royal Prima Knelissen, Aldy Nicbrian; Yani, Herlina; Samin, Buter; Suwarmo, Suwarmo; Rajagukguk, Horas; Lubis, Elvi Sahara; Wilsen, Wilsen
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v2i1.3378

Abstract

Osteoarthritis dapat menyebabkan nyeri dan disabilitas yang mengakibatkan keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari dan keterbatasan interaksi sosial. Kualitas hidup saat ini merupakan sebuah konsep penting yang dijadikan sebagai salah satu kriteria untuk mengevaluasi intervensi pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan status kesehatan berdasarkan WOMAC dengan kualitas hidup berdasarkan SF-36 questionnaire pada pasien osteoarthritis di Rumah Sakit Royal Prima. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan design cross sectional yang melibatkan sampel sebanyak 20 pasien osteoarthritis. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Western Ontario and McMaster Universities Arthritis Index (WOMAC) dan kuesioner Short Form-36 (SF-36). Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil uji menunjukkan hubungan signifikan antara status kesehatan dengan kualitas hidup pasien osteoarthritis (0,001).
Laporan kasus: Komplikasi H+3 post trakeostomi emfisema subkutan pada pasien sumbatan jalan nafas atas Sopacua, Audrine Diloren; Sembiring, Edward Suryanta
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v2i1.3471

Abstract

Trakeostomi adalah tindakan untuk membuat lubang pada dinding anterior trakea. Dilaporkan pasien laki–laki berusia 59 tahun dengan keluhan sesak nafas post trakeostomi H+3. Sebelum trakeostomi dilakukan, pemeriksaan laringoskopi indirect kesan parese pita suara bilateral. Pasien retraksi suprasternal dan epigastrium yang termasuk dalam Jackson II. Tiga hari setelah trakeostomi, diijumpai krepitasi dan bengkak pada daerah wajah, leher, dan klavikula. Pasien langsung diberikan tindakan buka jahitan luka trakeostomi, insersi abocath ukuran besar ke daerah–daerah yang bengkak sebanyak 10 buah abocath. Setelah insersi abocath, pasien merasa keluhan berkurang. Pemantauan setiap hari dilakukan dan didapati bengkak menghilang sekitar 48 jam setelah insersi abocath. Didapati abocath terlepas dengan sendirinya. Disimpulkan bahwa penanganan terhadap emfisema subkutan pasca trakeostomi adalah membuka kembali jahitan luka trakeostomi dan dilakukan insersi abocath pada bagian–bagian yang bengkak.
Tinjauan pustaka mengenai tumor ovarium Hendrianto, Hendrianto; Ongko, Nicholas Xavier; Nadapdap, Faskanita Maristella; Tarigan, Setia Budi; Arhamni, Ade; Jansen, Jansen; Sopacua, Erwin; Artiani, Litri
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v2i1.4173

Abstract

Tumor ovarium termasuk tumor yang perlu menjadi perhatian bagi masyarakat dan petugas kesehatan karena tumor ovarium yang bukan hanya dapat dijumpai pada semua kelompok usia, tetapi juga bisa menyebabkan kematian terutama pada kasus tumor ganas ovarium. Gejalanya yang tidak khas membuat tumor ovarium bisa saja tidak terdiagnosa pada stadium awalnya tetapi sudah terdiagnosa stadium lanjut pada saat diperiksa. Berbagai faktor resiko yang mungkin tidak disadari oleh wanita tersebut seperti adanya faktor riwayat keluarga, paritas, penggunaan kontrasepsi oral, dan faktor lingkungan, karena ternyata semua itu berperan untuk terjadinya tumor ovarium. Perlunya pemeriksaan yang tepat untuk mendiagnosa tumor ovarium dari stadium awal agar prognosis penderita menjadi lebih baik, dapat menurunkan jumlah penderita tumor ovarium dan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Perlunya informasi yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tumor ovarium dan cara yang tepat untuk mencegah atau deteksi dini tumor ganas ovarium.

Page 1 of 1 | Total Record : 6