Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Tinjauan pustaka mengenai tumor ovarium Hendrianto, Hendrianto; Ongko, Nicholas Xavier; Nadapdap, Faskanita Maristella; Tarigan, Setia Budi; Arhamni, Ade; Jansen, Jansen; Sopacua, Erwin; Artiani, Litri
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v2i1.4173

Abstract

Tumor ovarium termasuk tumor yang perlu menjadi perhatian bagi masyarakat dan petugas kesehatan karena tumor ovarium yang bukan hanya dapat dijumpai pada semua kelompok usia, tetapi juga bisa menyebabkan kematian terutama pada kasus tumor ganas ovarium. Gejalanya yang tidak khas membuat tumor ovarium bisa saja tidak terdiagnosa pada stadium awalnya tetapi sudah terdiagnosa stadium lanjut pada saat diperiksa. Berbagai faktor resiko yang mungkin tidak disadari oleh wanita tersebut seperti adanya faktor riwayat keluarga, paritas, penggunaan kontrasepsi oral, dan faktor lingkungan, karena ternyata semua itu berperan untuk terjadinya tumor ovarium. Perlunya pemeriksaan yang tepat untuk mendiagnosa tumor ovarium dari stadium awal agar prognosis penderita menjadi lebih baik, dapat menurunkan jumlah penderita tumor ovarium dan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Perlunya informasi yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tumor ovarium dan cara yang tepat untuk mencegah atau deteksi dini tumor ganas ovarium.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI RSU ROYAL PRIMA MEDAN Nadapdap, Faskanita Maristella; Pangaribuan, Rindang Mardiana; Sitepu, Sadarita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36004

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit penyebabnya dipicu suatu bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis yang selalu menyerang pada bagian paru, tuberkulosis adalah suatu penyebab utama kematian pederita Diabetes Melitus diperkuat dengan adanya otopsi postmortem, menunjukkan bahwa 50%nya  tersebut juga menderita tuberculosis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pravelensi TB paru dan diabetes Melitus tipe II, faktor yang mempengaruhi TB dan Diabetes melitus seperti dari faktor umur, jenis kelamin, pekerjaan. Jenis penelitian akan dipergunakanpada penelitian adalah Analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Menjelaskan tentang analisis faktor yang mempengaruhi kejadian TB paru pada pasien penderita DM tipe 2 di RS Royal Prima. Anwar (Yafie 2016) metode purposive sampling teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu, alasan menggunakan teknik purposive sampling karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan penelitian. Hasil uji chi square p-value (0,336), p-value  maka, keputusan H1 diterima, berarti ada pengaruh yang nyata (signifikan) usia terhadap kejadian tuberkulosis paru pada penderita diabetes melitus tipe II, Hasil uji Chi square ditetapka p-velue (0,417)  karena p-value < maka H1 diterima berarti ada pengaruh kategori IMT terhadap kejadian  TB paru pada penderita Dm Tipe 2. Pasien DM Tipe 2 dengan TB paru dengan usia 40-59 tahun memiliki jumlah terbanyak 24 orang , kategori IMT 18,5-24,9 (normal) memiliki jumlah terbanyak 38 orang pasien DM Tipe 2 dengan TB paru  dengan HbA1c 5,7 (tinggi) memiliki jumlah terbanyak 41 orang ditemukan hubungan signifikan antara usia dengan DM Tipe 2 mengalami komplikasi TB paru, pasien dengan usia 40-59  tahun lebih memiliki resikoTuberkulosis merupakan penyakit penyebabnya dipicu suatu bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis yang selalu menyerang pada bagian paru, tuberkulosis adalah suatu penyebab utama kematian pederita Diabetes Melitus diperkuat dengan adanya otopsi postmortem, menunjukkan bahwa 50%nya  tersebut juga menderita tuberculosis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pravelensi TB paru dan diabetes Melitus tipe II, faktor yang mempengaruhi TB dan Diabetes melitus seperti dari faktor umur, jenis kelamin, pekerjaan. Jenis penelitian akan dipergunakanpada penelitian adalah Analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Menjelaskan tentang analisis faktor yang mempengaruhi kejadian TB paru pada pasien penderita DM tipe 2 di RS Royal Prima. Anwar (Yafie 2016) metode purposive sampling teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu, alasan menggunakan teknik purposive sampling karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan penelitian. Hasil uji chi square p-value (0,336), p-value  maka, keputusan H1 diterima, berarti ada pengaruh yang nyata (signifikan) usia terhadap kejadian tuberkulosis paru pada penderita diabetes melitus tipe II, Hasil uji Chi square ditetapka p-velue (0,417)  karena p-value < maka H1 diterima berarti ada pengaruh kategori IMT terhadap kejadian  TB paru pada penderita Dm Tipe 2. Pasien DM Tipe 2 dengan TB paru dengan usia 40-59 tahun memiliki jumlah terbanyak 24 orang , kategori IMT 18,5-24,9 (normal) memiliki jumlah terbanyak 38 orang pasien DM Tipe 2 dengan TB paru  dengan HbA1c 5,7 (tinggi) memiliki jumlah terbanyak 41 orang ditemukan hubungan signifikan antara usia dengan DM Tipe 2 mengalami komplikasi TB paru, pasien dengan usia 40-59  tahun lebih memiliki resikoTuberkulosis merupakan penyakit penyebabnya dipicu suatu bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis yang selalu menyerang pada bagian paru, tuberkulosis adalah suatu penyebab utama kematian pederita Diabetes Melitus diperkuat dengan adanya otopsi postmortem, menunjukkan bahwa 50%nya  tersebut juga menderita tuberculosis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pravelensi TB paru dan diabetes Melitus tipe II, faktor yang mempengaruhi TB dan Diabetes melitus seperti dari faktor umur, jenis kelamin, pekerjaan. Jenis penelitian akan dipergunakanpada penelitian adalah Analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Menjelaskan tentang analisis faktor yang mempengaruhi kejadian TB paru pada pasien penderita DM tipe 2 di RS Royal Prima. Anwar (Yafie 2016) metode purposive sampling teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu, alasan menggunakan teknik purposive sampling karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan penelitian. Hasil uji chi square p-value (0,336), p-value  maka, keputusan H1 diterima, berarti ada pengaruh yang nyata (signifikan) usia terhadap kejadian tuberkulosis paru pada penderita diabetes melitus tipe II, Hasil uji Chi square ditetapka p-velue (0,417)  karena p-value < maka H1 diterima berarti ada pengaruh kategori IMT terhadap kejadian  TB paru pada penderita Dm Tipe 2. Pasien DM Tipe 2 dengan TB paru dengan usia 40-59 tahun memiliki jumlah terbanyak 24 orang , kategori IMT 18,5-24,9 (normal) memiliki jumlah terbanyak 38 orang pasien DM Tipe 2 dengan TB paru  dengan HbA1c 5,7 (tinggi) memiliki jumlah terbanyak 41 orang ditemukan hubungan signifikan antara usia dengan DM Tipe 2 mengalami komplikasi TB paru, pasien dengan usia 40-59  tahun lebih memiliki resiko
Analysis of factors influencing re-visit intention of diabetes mellitus patients at dr. Pirngadi General Hospital Loren, Jeff; Zannah, Rafika; Hutauruk, Magdalena Julianni; Kuswani, Lili; Delfian, Taufik; Haryadi, Haryadi; Lumban Tobing, Andrico Napolin; Sopacua, Erwin; Arviandi, Rizki; Cisca, Anita Merry; Nadapdap, Faskanita Maristella; Putra, Kriswandy
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 4 No. 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v4i1.7444

Abstract

Diabetes mellitus is a non-communicable disease that requires a long treatment so that patients have to take medication or visit the hospital more often, interest in repeat visits is a behavior that appears in response to objects that indicate a customer's desire to make a repeat purchase. The aim of the study was to find out whether the factors that determine interest in returning to diabetes mellitus patients at Pirngadi Hospital in Medan City in 2023. The research method uses a correlative descriptive design with a cross-sectional approach. The results showed that most of the respondents were male, namely 23 (51.1%), the education level of respondents who were high and medium had the same proportion, namely 18 (40%), the employment status of respondents was 30 (66.7%) working. Quality of service as many as 33 (73.3%) and as many as 28 (62.2%) families get high support. The results of the statistical chi-square test found that there was no significant relationship between gender and intention to revisit (p=0.155), there was no relationship between education and intention to revisit (p=0.371), there was no relationship between work and intention to revisit (p=0.828), there is a relationship between quality of service and interest in repeat visits (p=0.000). There is no relationship between family support and interest in repeat visits (p=0.000). This research is expected to be an evaluation material in improving health services related to the determinants of interest in repeat visits of patients with diabetes mellitus.
Prevalensi Penyakit HIV/AIDS Dengan Tuberkulosis di Rumah Sakit Royal Prima Medan Januari – Desember 2023 Sitepu, Sadarita; Sihombing, Herlina; Nadapdap, Faskanita Maristella; Purba, Sonia Carol Ann Bandupaskah
Action Research Literate Vol. 8 No. 11 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i11.2342

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga kemampuan tubuh untuk melawan berbagai penyakit menurun, sedangkan Aquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Tuberkulosis termasuk salah satu dari sepuluh penyebab utama infeksi dan kematian teratas di seluruh dunia. Tuberkulosis dan HIV/AIDS dapat terjadi secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mempresentasikan angka pasien HIV/AIDS yang terkena Tuberkulosis di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Metode penelitian ini yaitu cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien rawat jalan dan rawat inap, priode Januari – Desember 2023 yang menderita HIV/AIDS di Rumah Sakit Royal Prima Medan berjumlah 50 orang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data melalui rekam medis, kemudian data dianalisis univariat secara deskriptif. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas usia pasien HIV/AIDS dengan tuberkulosis di Rumah Sakit Royal Prima Medan berada pada kategori usia dewasa sebanyak 29 orang (58%) dengan rata-rata usia sebesar 34,92 tahun, laki-laki sebanyak 43 orang (86%), dan positif tuberkulosis (60%). Diharapkan para tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, terutama masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah untuk menghindari perilaku berisiko yang dapat meningkatkan risiko penularan penyakit seperti TB atau HIV..
Tinjauan pustaka mengenai tumor ovarium Hendrianto, Hendrianto; Ongko, Nicholas Xavier; Nadapdap, Faskanita Maristella; Tarigan, Setia Budi; Arhamni, Ade; Jansen, Jansen; Sopacua, Erwin; Artiani, Litri
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v2i1.4173

Abstract

Tumor ovarium termasuk tumor yang perlu menjadi perhatian bagi masyarakat dan petugas kesehatan karena tumor ovarium yang bukan hanya dapat dijumpai pada semua kelompok usia, tetapi juga bisa menyebabkan kematian terutama pada kasus tumor ganas ovarium. Gejalanya yang tidak khas membuat tumor ovarium bisa saja tidak terdiagnosa pada stadium awalnya tetapi sudah terdiagnosa stadium lanjut pada saat diperiksa. Berbagai faktor resiko yang mungkin tidak disadari oleh wanita tersebut seperti adanya faktor riwayat keluarga, paritas, penggunaan kontrasepsi oral, dan faktor lingkungan, karena ternyata semua itu berperan untuk terjadinya tumor ovarium. Perlunya pemeriksaan yang tepat untuk mendiagnosa tumor ovarium dari stadium awal agar prognosis penderita menjadi lebih baik, dapat menurunkan jumlah penderita tumor ovarium dan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Perlunya informasi yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tumor ovarium dan cara yang tepat untuk mencegah atau deteksi dini tumor ganas ovarium.
Analysis of factors influencing re-visit intention of diabetes mellitus patients at dr. Pirngadi General Hospital Loren, Jeff; Zannah, Rafika; Hutauruk, Magdalena Julianni; Kuswani, Lili; Delfian, Taufik; Haryadi, Haryadi; Lumban Tobing, Andrico Napolin; Sopacua, Erwin; Arviandi, Rizki; Cisca, Anita Merry; Nadapdap, Faskanita Maristella; Putra, Kriswandy
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 4 No. 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v4i1.7444

Abstract

Diabetes mellitus is a non-communicable disease that requires a long treatment so that patients have to take medication or visit the hospital more often, interest in repeat visits is a behavior that appears in response to objects that indicate a customer's desire to make a repeat purchase. The aim of the study was to find out whether the factors that determine interest in returning to diabetes mellitus patients at Pirngadi Hospital in Medan City in 2023. The research method uses a correlative descriptive design with a cross-sectional approach. The results showed that most of the respondents were male, namely 23 (51.1%), the education level of respondents who were high and medium had the same proportion, namely 18 (40%), the employment status of respondents was 30 (66.7%) working. Quality of service as many as 33 (73.3%) and as many as 28 (62.2%) families get high support. The results of the statistical chi-square test found that there was no significant relationship between gender and intention to revisit (p=0.155), there was no relationship between education and intention to revisit (p=0.371), there was no relationship between work and intention to revisit (p=0.828), there is a relationship between quality of service and interest in repeat visits (p=0.000). There is no relationship between family support and interest in repeat visits (p=0.000). This research is expected to be an evaluation material in improving health services related to the determinants of interest in repeat visits of patients with diabetes mellitus.
Relationship between Pulmonary TB Patient Behavior and Family Support with Treatment Adherence at Hospital in Indonesia Nadapdap, Faskanita Maristella; Syahputra , Chairul
Jurnal Perilaku Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Perilaku Kesehatan Terpadu (Jupiter)
Publisher : Hasanuddin Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61963/jpkt.v2i2.61

Abstract

Estimates place the number of new cases of tuberculosis (TB) at 10.4 million per year. Based on an initial survey of 10 TB patients, it was found that 6 patients were not compliant with treatment, while 4 other patients were compliant with treatment. The aim of this research was to determine the behavioral factors of pulmonary TB patients with patient treatment compliance at the RSU Pulmonary Polyclinic. Mother Thamrin Medan. The research design used in this research is an analytical survey with a cross sectional approach. The population in this study was all 58 patients and the samples were taken by a total sampling method of 58 people. Data collection methods are primary data, secondary and tertiary data. The data analysis used is the binary logistic regression test. The results showed that age had a sig-p value of 0.646> 0.05, education sig-p 0.032< 0.05, employment sig-p 1.0> 0.05, knowledge sig-p 0.012< 0.05, attitude sig-p 0.036 < 0.05, sig-p action 0.003< 0.05 and family support sig-p 0.048< 0.05.The conclusion in this study is that there is an influence of education, knowledge, attitudes, actions and family support on patient treatment compliance, while age and employment have no influence on patient treatment compliance at the RSU Pulmonary Polyclinic. Bunda Thamrin Medan. By monitoring patients, educating them to detect frequent complaints and symptoms of TB disease, and encouraging patients to report their condition to medical professionals right away, it is intended that the findings of this research can be used as informational material for research sites.