cover
Contact Name
I Gede Sandiasa
Contact Email
sandiasagede1970@gmail.com
Phone
+6281338724721
Journal Mail Official
sandiasagede1970@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/LOCUS/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Locus : Majalah Ilmiah FIA
ISSN : 24067695     EISSN : 26229552     DOI : https://doi.org/10.37637/locus.v14i2
Core Subject : Humanities, Social,
Locus : Majalah Ilmiah FIA Aim and Scope: accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of public administration, social science, and political science.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2019)" : 8 Documents clear
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 GITGIT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Ni Kadek Ani Agustini; I Nyoman Sukraaliawan
Locus Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.369 KB) | DOI: 10.37637/locus.v11i2.280

Abstract

Kepala Sekolah merupakan seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Kepala Sekolah yang baik diharapkan akan membentuk pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru juga akan menjadi baik. Jika pembelajaran di sekolah baik tentunya akan menghasilkan prestasi siswa dan gurunya yang baik. Penelitian ini memfokuskan pada pokok permasalahan 1. Bagaimanakah Peran Kepala Sekolah Dalam Miningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Gitgit?. 2. Bagaimanakah Kinerja Guru di SDN 1 Gitgit?Hasil penelitian ditemukan bahwa: 1). Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja Guru di SD Negeri 1 Gitgit, secara umum dapat dapat berjalan dengan baik dimana kepala sekolah SDN 1 Gitgit berperan sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator. 2. Kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri 1 Gitgit sudah baik dilihat dari segi proses perencanaan pembelajaran, proses pelaksanaan pembelajaran, proses evaluasi pembelajaran dan membina hubungan antar pribadi dengan siswanya.
PERAN PERBEKEL DALAM PENGENDALIAN KONFLIK DI DESA KUBUTAMBAHAN KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG Putu Ermy Haryanti; Putu Agustana
Locus Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.894 KB) | DOI: 10.37637/locus.v11i2.281

Abstract

Konflik sosial merupakan fenomena dinamika yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat, bahkan konflik selalu hadir dalam setiap hubungan kerja antara individu dan kelompok. Adanya konflik dalam organisasi tidak harus dihindari melainkan harus dapat dikelola secara baik sebagai pendorong kemajuan organisasi. Suatu organisasi sebagai sistem terbuka yang berada dalam ruang lingkupnya sudah tentu dapat menerima pengaruh dari lingkungan itu sendiri. Demikian halnya Desa sebagai suatu lembaga juga tidak terlepas dari pengaruh lingkungan. Dalam hal ini peran pemimpin seperti halnya Perbekel menjadi sangat penting dalam menanggulangi suatu konfik.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: 1. Perbekel Desa Kubutambahan dalam pengendalian konflik bersifat preventif telah menjalankan peran melalui: a). Pemberian edukasi atau pendidikan, mengedukasi ini adalah menyadarkan masyarakat, dari yang tidak mau menjadi mau, serta memberikan pemahamankepada masyarakat. b). Pemberian sosialisasi, sosialiasai dilaksanakan menjelang hari raya maupun saat ada kegiatan warga yang melibatkan banyak orang. c).Pengawasan dilaksanakan secara rutin dengan mengawasi tingkah laku, atau interaksi sosial masyarakat. 2. Perbekel Desa Kubutambahan dalam pengendaliankonflik bersifat refrensif juga sudah berperan dengan baik yang dilaksanakan dalam pengendalian konflik melalui : a). Pemberian teguran dan b). Pemberian petunjuk / nasehat.
PENERAPAN E-GOVERNMENT DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) BULELENG Juliawati Juliawati; Gede Sandiasa
Locus Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.661 KB) | DOI: 10.37637/locus.v11i2.277

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman peneliti bahwa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buleleng merupakan satu-satunya Madrasah Negeri yang berada di Buleleng dibawah naungan Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, dan sudah sepatutnya menyelenggarakan pelayanan berbasis E-Government sebagai media dalam mewujudkan pelayanan yang maksimal, efektif dan efisien. Peneliti mengemukakan bahwa penerapan E-Government di MAN Buleleng sudah berjalan dengan baik meskipun masih memiliki kekurangan hal ini dapat terlihat dari infra struktur sumberdaya manusia yang masih belum memenuhi standar atau kualifikasi dalam penerapan E-Government.Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan E-Government dan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalampenerapan E-Government Dalam Meningkatkan Pelayanan Pendidikan Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buleleng. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitiannya adalah tentang penerapan E-Government serta 6 indikator penerapan E-Government yakni Infrastruktur Data, Infrastruktur Legal, Infrastruktur Institusional, Infrastruktur Manusia, Infrastruktur Teknologi dan Strategi Pemimpin. Instrumen pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara dan observasi secara langsung pada lokasi serta berdasarkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan fokus penelitian, lamapeneltiannya adalah sekitar 2 bulan, dan teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sudah terdapat penerapan berbasis E-Government di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buleleng yakni penerapan Layanan Pengadaan Secara Elektrinik (LPSE) dan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG). Secara umum, penerapan berbasis E-Government ini telah berjalan dengan optimal, namun masih terdapat beberapa kekurangan dalam penerapannya seperti adanya perangkapan tugas bagi staff yang bertugas mengelola LPSE dan SIMPEG.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA DALAM PENGEMBANGAN POTENSI DESA DI DESA PEGADUNGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Putu Mastika Dana; I Nyoman Suprapta
Locus Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.293 KB) | DOI: 10.37637/locus.v11i2.282

Abstract

Dana Desa diharapkan dapat memberi tambahan energi bagi Desa dalam melakukan pembangunan dan pemberdayaan Desa, menuju Desa yang kuat, maju dan mandiri. Begitu penting dan strategisnya Dana Desa, sehingga wajar apabila Dana Desa mendapat perhatian sangat besar dari publik, karena nilai nominalnya yang relatif besar. Sementara banyak pihak yang merasa waswas terhadap kompetensi dan kapabilitas perangkat Desa dalam pengelolaan dana tersebut.Berdasarkan hal yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini merumuskan beberapa permasalahan, yaitu: 1). Bagaimanakah Implementasi Kebijakan Dana Desa Dalam Pengelolaan Potensi Desa di Desa Pegadungan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng? 2). Apa Sajakah Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Kebijakan Dana Desa Dalam Pengelolaan Potensi Desa di Desa Pegadungan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng?Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: 1). Implementasi kebijakan dana desa dalam pengelolaan Desa Pegadungan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, secara umum gambarkan bahwa implementasi Dana Desa berhasil dan berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi implemetasi Dana Desa berjalan dengan baik. 2). Faktor-faktor pendukung dan pnghambat implementasi kebijakan dana desa dalam pengelolaan potensi Desa Pegadungan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng kualitas dan kuantitas SDM perangkat desa, kerjasama antar perangkat desa, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat pengguna layanan. Tingkat pendidikan yang rata-rata setingkat SMU, menjadi faktor pendukung implementasi kebijakan di desa Pegadungan. Juga adanya kerjasama yang baik yang terjalin lewat seringnya bertemu dan adanya tujuan yang sama dalam implementasi kebijakan DD menjadi faktor pendukung lainnya. Sedangkan kondisi sosial, menjadi faktor penghambat, di samping kondidi sosial ekonomi masyarakat desa Pegadungan yang sebagian besar bekerja sebagai buruh tani dan karyawan swasta, ikut menjadi faktor penghambat implementasi kebijakan DD.
PENGARUH PENGAWASAN, MOTIVASI DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN KLUNGKUNG I Nyoman Ruspawan; Ida Ayu Putu Sri Widnyani
Locus Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.351 KB) | DOI: 10.37637/locus.v11i2.278

Abstract

The Klungkung Regency Communication and Information Office formed based on Regent of Klungkung Regulation Number 35 of 2016 concerning Position, Organizational Structure, Duties and Functions and Work Procedures for Regional Devices has the main task of carrying out regional household affairs in the field of Information Technology (IT).The objectives to be achieved in this study are (1) to determine the effect of supervision on the performance of Civil Servants at the Klungkung Regency Communication and Information Service, (2) to determine the effect of Motivation on the performance of Civil Servants at the Klungkung Regency Communication and Information Agency, (3 ) to find out the effect of Discipline on the performance of Civil Servants at the Communication and Information Office of Klungkung Regency, (4) To find out which variables are more dominant influence on the Performance of Civil Servants at the Communication and Information Office of Klungkung Regency, (5) To find out the variables of Supervision, Motivation and Discipline together - equally affect the Performance of Civil Servants at the Communication and Information Office of Klungkung Regency. The type of research used is a quantitative method with a population of all civil servants of the Communication and Information Office of Klungkung Regency being made as respondents, namely 31 people.Based on the results of the study concluded that supervision has a positive and significant effect on the performance of civil servants at 0.384 or 38.4%. Motivation has a positive and significant effect on the performance of civil servants at 0.365 or 36.5%. Discipline has a positive and significant influence onthe performance of civil servants at 0.342 or 34.2%. Supervision, motivation and discipline together explain the variable performance of civil servants at 71.8%,while the remaining 28.2% is explained by other variables not examined in this study or the research model.
MOTIVASI KERJA PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL ( PNS ) DI KANTOR CAMAT BULELENG KABUPATEN BULELENG Ni Kadek Dwi Prihatini; Dewa Nyoman Redana
Locus Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.68 KB) | DOI: 10.37637/locus.v11i2.283

Abstract

Motivasi dan prestasi kerja sangat dibutuhkandalam suatu lembaga atau aparatur. Karena dengan motivasi dan prestasi kerja yang baik kita dapat melihatbagaimana proses kegiatan dalam suatu lembaga berjalan, apakah berjalan secara sehat ? ataupun sebaliknya ?. Bagi para pegawai, penilaian tersebut berperansebagai umpan balik tentang berbagai hal seperti kemampuan, pelatihan, kekurangan dan potensinya yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan, jalur, rencana dan pengembangan kariernya.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa : Motivasi kerja pegawai di kantor Camat Buleleng dipengaruhi oleh keinginan untuk mengabdi kepada bangsa dan Negara, adanya kepuasan kerja, pengembangan kapasitas dan kemempuan diri ( motivasi intrinsik ), serta penghormatan dan status sosial ( motivasi ekstrinsik ). Adapun penghambat motivasinya meliputi kurangnya pemahaman aturan-aturan yang ada, kemampuan sumber daya manusia yang masih rendah, psikologis pegawai, serta belum memadainya sarana prasarana kerja. Sedangkan pendukung motivasinya adalah aturan-aturan dari pemerintah, tanggung jawab, kebijakan pimpinan, kemampuan berfikir yang lumayan baik dan lingkungan yang nyaman.
PERAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESA MUNDUK KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Putu Edi Putrawan; Dewa Made Joni Ardana
Locus Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.521 KB) | DOI: 10.37637/locus.v11i2.279

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu andalan dalam pembangunan di Bali. Pokdarwis merupakan salah satu unsur pemangku kepentingan yang berasal dari masyarakat yang tentunya memiliki peran strategis dalam mengembangkan serta mengelola potensi kekayaan alam dan budaya yang dimiliki suatu daerah untuk menjadi daerah tujuan wisata, khususnya di Desa Munduk Kecamatan Banjar. Penelitian ini memfokuskan pada pokok permasalahan yaitu : 1.Bagaimana Peran Pokdarwis dalam pengembangan pariwisata di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng? 2.Apakah hambatan Pokdarwis dalam pengembangan pariwisata? 3.Apakah Upaya yang dilakukan dalam menghadapi hambatan peran Pokdarwis dalam pengembangan pariwisata.Teknik analisis data menggunakan penelitian kualitatif, dengan maksud agar memperoleh gambaran secara mendalam mengenai peran Pokdarwis dalampengembangan pariwisata di Desa Munduk. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling, dan selanjutnya menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peran Pokdarwis dalam pengembangan Pariwista di Desa Munduk sudah berjalan sesuai dengan harapan melalui a. Peningkatan pengetahuan dan wawasan para anggota Pokdarwis dalam bidang kepariwisataan. b). Peningkatan kemampuan dan ketrampilan para anggota dalam mengelola bidang usaha pariwisata dan usaha terkait lainnya.c). Mendorong dan memotivasi masyarakat agar menjadi tuan rumah yang baik dalam mendukung kegiatan kepariwisataan di daerahnya. d). Mendorong dan memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan daya tarik pariwisata setempat melalui upaya-upaya perwujudan Sapta Pesona. e). Mengumpulkan, mengolah dan memberikan pelayanan informasi kepariwisataan kepada wisatawan dan masyarakat setempat. 2). Hambatan Pokdarwis dalam pengembangan pariwisata, yaitu mengkoordinir masyarakat atau pelaku-pelaku pariwisata dan kurangnya sarana fasilitas parkir dan fasilitas untuk lahan acara tradisional. 3). Upaya yang dilakukan menghadapi hambatan dalam pengembangan pariwisata yaitu dengan melakukan sosialisasi dan berkoordinasi dengan desa adat serta berupaya melakukan negosiasi pertukaran lahan dengan penduduk lokal dan pihak Provinsi.
PERAN SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH DALAM MENUNJANG PENINGKATAN KUALITAS PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Ni Ketut Sudianing; Ketut Agus Seputra
Locus Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.709 KB) | DOI: 10.37637/locus.v11i2.284

Abstract

Kualitas perencanaan pembangunan sangat didukung oleh adanya kesediaan data dan informasi yang akurat dan lengkap, menyangkut sumberdaya pendukung pembangunan, baik menyangkut sumberdaya manusia, sumberdaya alam, maupun sumberdaya energi yang ada, serta berbagai permasalahan yang dapat diajukan sebagai agenda dalam proses perencanaan pembangunan. Kepentingan dalam memperoleh data lengkap dan dapat dipercaya dalam sistem perencanaan daerah disajikan dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Dalam tulisan ini menyajikan dua pokok permasalahan yaitu : 1) bagaimana Konsep, Urgensi, Jenis dan Pengembangan Sistem informasi Pemerintah Daerah; dan 2) bagaimana Kualitas Perencanaan Pembangunan Daerah yang didukung oleh Sistem Informasi Pemerintahan Daerah. Metode penelusuran kepustakaan dan sajian deskriptif analitis digunakan dalam tulisan ini. Kajian merumuskan dua simpulan penting yaitu : a) pentingnya tata kelola Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) secara berkualitas dalam menunjang Perencanaan Pembangunan di daerah yang berkualitas dan b) SIPD menjadi bagian e-government memiliki fungsi kritis dalam perencanaan pembangunan daerah untuk menghasilkan: 1) pemerintahanyang responsif terhadap persoalan-persoalan daerah, 2) peningkatan partisipasi dan demokrasi inklusif dalam perencanaan daerah; 3) dapat mendorongtransfaransi dan keterbukaan publik di daerah.Adapun saran-saran yang dapat disampaikan penulis adalah: 1) Pemerintah daerah dalam penerapan dan tata kelola SIPD melibatkan berbagai pihak, termasuk pihak swasta untuk meningkatkan daya dukung dan kemampuan dalam mengelola dan menyajikan data berkaitan dengan perencanaan pembangunan di daerah dan 2) Penyediaan anggaran dan SDM yang memadai sangat penting dalam mewujudkan tata kelola SIPD yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan di masa depan

Page 1 of 1 | Total Record : 8