cover
Contact Name
I Gede Sandiasa
Contact Email
sandiasagede1970@gmail.com
Phone
+6281338724721
Journal Mail Official
sandiasagede1970@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/LOCUS/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Locus : Majalah Ilmiah FIA
ISSN : 24067695     EISSN : 26229552     DOI : https://doi.org/10.37637/locus.v14i2
Core Subject : Humanities, Social,
Locus : Majalah Ilmiah FIA Aim and Scope: accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of public administration, social science, and political science.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2021)" : 8 Documents clear
PERAN LURAH DALAM MEWUJUDKAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN KAMPUNG ANYAR KECAMATAN/KABUPATEN BULELENG Ketut Sri Yuliani; I Nyoman Mudarya
Locus Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.958 KB) | DOI: 10.37637/locus.v13i1.706

Abstract

Sampah perkotaan merupakan salah satu masalah yang perlu mendapat perhatian serius. Berbagai efek buruk yang sering ditimbulkan oleh sampah menjadi permasalahan tersendiri dan harus dikerjakan secara terpadu, antar berbagai aktor di masyarakat, untuk dapat memberi solusi yang tepat dan bermamfaat dalam penanganan  sampah. Gerakan terpadu tersebut banyak dipengaruhi dari faktor pimpinan, yang harus memiliki kemampuan dalam memotivasi dan menggerakkan masyarakat dalam penyelenggaraan penanganan sampah terpadu. Dalam penelitian ini, beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu: 1) bagaimanakah peran lurah sebagai motivator dalam mewujudkan lingkungan di Kelurahan Kampung Anyar Kecamatan/Kabupaten Buleleng?; 2) bagaimanakah peran lurah sebagai komunikator dalam mewujudkan lingkungan di Kelurahan Kampung Anyar Kecamatan/Kabupaten Buleleng?. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode analisis data yang digunakan sepanjang proses penelitian dengan tahapan 1. pengumpulan data 2. reduksi data 3. penyajian data 4. simpulan dan verifikasi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, metode kualitatif ini digunakan dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang peran lurah sebagai motivator dan komunikator perangkat desa di Kelurahan Kampung Anyar. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa peran lurah dalam mewujudkan kebersihan lingkungan di Kelurahan Kampung Anyar menggunakan  komunikasi melalui, 1. komunikasi verbal contohnya dengan mengadakan rapat rutin dan  gotong royong,  2. komunikasi non verbal contohnya menyapa sesama warga atau lurah dengan gerak isyarat atau (gesture). Peran Lurah sebagai motivator dalam melaksanakan tugas-tugasnya dapat dilihat dari faktor hubungan yang harmonis antara Lurah dan Masyarakat, rasa kemanfaatan bagi tercapainya tujuan organisasi,memberikan pembinaan dan pengarahan, adanya ketenangan jiwa  serta  memberikan tauladan kepada bawahan dan masyarakat.
PENGELOLAAN PROGRAM BEDAH RUMAH SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DI DESA TELAGA KECAMATAN BUSUNGBIU KABUPATEN BULELENG I Nyoman Purna; I Nyoman Sukraaliawan
Locus Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.368 KB) | DOI: 10.37637/locus.v13i1.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan Program Bedah Rumah di Desa Telaga Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng. Program tersebut merupakan salah satu program dalam upaya pengentasan kemiskinan. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam penelitian ini, beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu: 1) bagaimanakah pengelolaan program bedah rumah di Desa Telaga?; 2) bagaimanakah dampak pelaksanaan program bedah rumah di Desa Telaga? Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa pengelolaan program bedah rumah di Desa Telaga diawali dengan proses perencanaan yang meliputi proses penyusunan proposal dan sosialisasi kepada panitia pelaksana dan penerima bantuan. Pelaksanaan program bedah rumah dilaksanakan dengan menyusun RAB, mengirim bahan-bahan bangunan ke lokasi bedah rumah, pengerjaan bangunan dengan cara gotong royong/swadaya, melaksanakan pembangunan selama jangka waktu 90 hari, dan setelah selesai dilakukan serah terima kepada penerima bantuan. Dalam pelaksanaannya, juga dilakukan pengawasan dan monitoring yang dilakukan oleh pengawas yang ada di desa dan pengawas dari tim Dinas Sosial Propinsi Bali. Pada akhir kegiatan dilaksanakan evaluasi terhadap keseluruhan pelaksanaan program bedah rumah tersebut. Program bedah rumah di Desa Telaga berdampak positif pada peningkatan taraf kehidupan baik secara sosial maupun ekonomi dari warga penerima bantuan. Program bedah rumah juga berdampak negatif yakni membuat masyarakat menjadi malas, manja dan tidak mau bekerja keras. Mereka kebanyakan hanya menunggu uluran bantuan dari pemerintah.
KOMUNIKASI PIMPINAN DAN SEMANGAT KERJA PEGAWAI DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BULELENG Ketut Witama; Dewa Nyoman Redana
Locus Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.596 KB) | DOI: 10.37637/locus.v13i1.707

Abstract

Keberhasilan sebuah organisasi ditentukan oleh bagaimana kemampuan pimpinan dalam berkomunikasi dengan seluruh pegawai yang menjadi bawahannya. Dengan komunikasi yang baik tentunya semangat kerja pegawai yang dipimpinnya selalu terjaga. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam penelitian ini dirumuskan beberapa pokok permasalahan yaitu : 1) bagaimanakah komunikasi pimpinan dengan pegawai di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng; 2) bagaimanakah semangat kerja pegawai di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng; dan 3) Adakah kaitan komunikasi pimpinan dengan semangat kerja pegawai di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang komunikasi pimpinan dan semangat kerja pegawai di DLH Kabupaten Buleleng. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan,dengan tahapan: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Dari hasil penelitian dapat ditemukan fakta bahwa komunikasi antara pimpinan dengan pegawai di DLH Kabupaten Buleleng berlangsung dalam bentuk komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Semangat kerja pegawai di DLH Kabupaten Buleleng terlihat dari adanya: adanya hubungan yang harmonis antara atasan dan bawahan, terdapat suasana dan iklim kerja yang bersahabat, adanya rasa kemanfaatan bagi tercapainya tujuan organisasi, adanya tingkat kepuasan ekonomi dan kepuasan-kepuasan materi lainnya, dan adanya ketenangan jiwa bagi pegawai. Sedangkan kaitan komunikasi pimpinan dengan semangat kerja pegawai di DLH Kabupaten Buleleng berupa kaitan internal yang berkaitan dengan ketatalembagaan dan kaitan ekternal yang berupa kemampuan melihat perkembangan situasi di tengah-tengah masyarakat.
IMPLEMENTASI ELECTRONIC PROCUREMENT DALAM UPAYA PERBAIKAN TATA KELOLA PENGADAAN ALAT KESEHATAN DI RSUD KABUPATEN BULELENG Putu Asri Wijayanti; Dewa Made Joni Ardana
Locus Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.138 KB) | DOI: 10.37637/locus.v13i1.708

Abstract

E-Procurement adalah pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Implementasi E-Procurement dalam pengadaan barang/jasa diharapkan mampu menerapkan prinsip pengadaan barang/jasa yaitu efektif, efisien, transparan, terbuka, bersaing, adil dan akuntabel sehingga bisa mencapai Good and Clean Government. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng dengan tujuan untuk mengetahui implementasi E-Procurement dalam upaya perbaikan tata kelola pengadaan alat kesehatan di RSUD Kabupaten Buleleng, mengetahui tata kelola pengadaan alat kesehatan di RSUD Kabupaten Buleleng dan mengetahui manfaat yang diperoleh melalui pelaksanaan E-Procurement dalam pengadaan alat kesehatan di RSUD Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mengumpulkan dan mengolah data hasil wawancara dengan informan serta menjelaskan dengan mendeskripsikan hasil pengolahan data sehingga mudah dipahami. Teknik pengujian keabsahan data didasarkan pada empat kriteria yaitu Kepercayaan (credibility), Keteralihan (transferbility), Ketergantungan (dependability), dan Kepastian (conformability). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa  implementasi E-Procurement pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng mampu memperbaiki tata kelola pengadaan alat kesehatan yang sebelumnya dilakukan secara konvensional. Penerapan E-Procurement melalui aplikasi E-Purchasing menerapkan prinsip keterbukaan (transparansi), akuntabilitas, responsibilitas dan independensi. Sehingga pengadaan alat kesehatan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi, teknis dan keuangan. Manfaat dari penerapan E-Procurement dalam tata kelola pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng adalah terwujudnya efisiensi dan efektifitas waktu dan anggaran.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS KOLOK DI DESA BENGKALA KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG Putu Agustana
Locus Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.259 KB) | DOI: 10.37637/locus.v13i1.704

Abstract

Konsep pemberdayaan pada awalnya merupakan gagasan yang menempatkan manusia sebagai subyek di dunianya, karena itu wajar apabila konsep ini merupakan kecenderungan ganda, yaitu :pertama, Pemberdayaan menekankan pada proses memberikan atau mengalihkan sebagian kekuasaan atau kemampuan kepada masyarakat. organisasi atau individu agar menjadi lebih berdaya. Ini sering disebut sebagai kecenderungan primer dari makna pemberdayaan. Kedua Kecenderungan skunder, menekankan pada proses menstimulasi mendorong dan memotivasi individu agar mempunyai kemampuan dan keberdayaan untuk menentukan apa yang menjadi pilihan hidupnya. Dalam penelitian ini diajukan dua permasalahan yaitu bagaimanakah makna pemberdayaan komunitas kolok Desa Bengkala sebagai kecenderungan primer? dan bagaimanakah  makna pemberdayaa komunitas kolok Desa Bengkala sebagai kecenderungan sekunder? Penelitian ini menggunakan pendekatan dalam kualitatif, teknik informan yang digunakan adalah purpose sampling, adalah teknik penentuan informan dengan pertimbangan tertentu yaitu Perbekel, Kelian Dusun, Sekretaris Desa ,Pengelola KEM, Perangkat desa, masyarakat. Analisis interaktif Miles & Hubermen digunakan untuk melakukan proses menggorganisasikan dan mengurutkan data, mencapai kedalam pemahaman inquiri, katagori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan makna dalam penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan; (1) makna pemberdayaan komunitas kolok Desa Bengkala sebagai kecenderungan primer dilakukan melalui berbagai upaya baik bersifat internal dari komunitas kolok itu sendiri maupun upaya eksternal melalui CSR Pertamina dalam rangka menentukan pilihan-pilihan personal dan kesempatan hidup serta kemampuan dalam membuat keputusan mengenai gaya hidup, mendefinisian kebutuhan yang mencakup kemampuan menentukan kebutuhan selaras dengan aspirasi dan keinginannya, dan kemampuan mengekspresikan dan menyumbangkan gagasan dalam suatu forum atau diskusi secara bebas tanpa tekanan, (2) makna pemberdayaan komunitas kolok Desa Bengkala sebagai kecenderungan sekunder dilaksanakan melalui berbagai cara yang lebih menitik beratkan kepada peran pihak luar yakni CSR Pertamina untuk membina dan memotivasi serta memfasilitasi berbagai usaha ekonomi dalam rangka mempunyai kemampuan menjangkau, menggunakan dan mempengaruhi pranata-pranata masyarakat, memobilisasi sumber-sumber formal maupun informasi dan kemasyarakatan, memanfaatkan dan mengelola mekanisme produksi dan distribusi. Hasil temuan merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut; (1) hendaknya dalam pemberdayaan kepada komunitas kolok selalu mengutamakan kepentingan mereka yang menempatkan manusia sebagai subyek di dunianya, sehingga mampu memberikan atau mengalihkan sebagian kekuasaan atau kemampuan kepada mereka, (2) hendaknya dalam pemberdayaan kepada komunitas kolok tetap menekankan pada proses menstimulasi atau mendorong dan memotivasi individu agar mempunyai kemampuan dan keberdayaan untuk menentukan apa yang menjadi pilihan hidupnya.
PELAKSANAAN FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) SEBAGAI LEMBAGA DEMOKRASI DESA DI DESA KALIANGET KECAMATAN SERIRIT KABUPATEN BULELENG Putu Dira Adnyana; I Nyoman Suprapta
Locus Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.169 KB) | DOI: 10.37637/locus.v13i1.709

Abstract

Pelaksanaan fungsi Badan Perwakilan Desa tetap dipertahankan setelah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, BPD tetap dipertahankan di bawah pengaturan Undang-Undang Desa sekarang ini. Mengingat keberadaannya yang sudah cukup lama, semestinya BPD telah menjadi lembaga yang relatif mapan dalam memperkuat proses demokrasi di desa. Terlebih setelah diperkuat secara normatif oleh Undang-Undang Desa, BPD semestinya menjadi poinir dalam mendorong kemandirian desa sebagaimana yang dikehendaki oleh Undang-Undang Desa. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa Fungsi Badan Permusyawaratan Desa sebagai Lembaga Demokrasi Desa, Di Desa Kalianget yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat dan merupakan wahana demokrasi masyarakat desa dalam penyelenggaraan Pemerintah Desa di Desa Kalianget sudah melaksanakan tugas dan fungsinya dalam membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa, dan telah melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa Kalianget. Badan Permusyawaratan Desa sebagai Lembaga Demokrasi Desa mengalami kendala karena kurangnya  bimbingan  teknis penyelenggaraan  pemerintahan  desa. Hambatan  BPD  dalam  menjalankan  fungsinya, karena  tingkat  pendidikan  masyarakat  rendah. BPD sebagai Lembaga Demokrasi Desa di Desa telah melakukan upaya dalam mengatasi  hambatan dalam  pelaksanaan  fungsi  BPD sebagai penyelenggara Pemerintahan Desa. Hambatan  dalam  pelaksanaan  fungsi  BPD  telah  disikapi  secara  positif  oleh BPD,  artinya  BPD  melakukan  berbagai  upaya  untuk mengatasi  hambatan  yang  muncul.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN PARIWISATA DI DESA UMEANYAR KECAMATAN SERIRIT KABUPATEN BULELENG Ketut Mei Ardika; Putu Agustana
Locus Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.587 KB) | DOI: 10.37637/locus.v13i1.705

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu andalan dalam menunjang perkembangan pembangunan di Bali. Desa Umeanyar merupakan salah satu desa yang menjadikan pariwisata sebagi andalan dalam membangun desanya. Untuk itu dalam pengelolaannya mensinergikan kebijakan antara desa dinas dengan desa adat, dengan menjadikan panorama alam dan budaya lokal sebagai daya tarik wisata. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa kebijakan pengelolaan pariwisata di desa Umeanyar merupakan sinergi antara kebijakan desa dinas dan desa adat. Kedua lembaga tersebut berusaha memanfaatkan sebaik mungkin sumber daya pariwisata yang dimiliki. Hal-hal yang menjadi faktor pendukung pariwisata diantaranya adalah objek-objek wisata yang menarik dengan keindahan alam yang ada, proses perijinan yang tidak rumit serta tersedianya sarana fasilitas pariwisata yang memadai. Faktor penghambatnya adalah adanya pembagian yang tidak adil terhadap hasil pungutan restribusi pariwisata yang dirasakan oleh desa dinas. Juga kurangnya kesadaran masyarakat mematuhi aturan yang telah ditetapkan serta kurangnya promosi dan pemasaran terhadap objek-objek wisata yang ada. Selanjutnya, perkembangan pariwisata di desa Umeanyar berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Secara ekonomi terjadi peningkatan taraf kehidupan bagi mereka yang bekerja di sektor pariwisata. Terjadinya perkawinan transnasional antara warga desa Umeanyar dengan warga negara asing. Juga adanya pembagian sembako kepada para lansia setiap bulannya dan adanya pemberian les bahasa Inggris oleh tamu asing kepada anak-anak sekolah.
PERAN KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI DI BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BULELENG Ramadhan Prasetyana; Gede Sandiasa
Locus Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.47 KB) | DOI: 10.37637/locus.v13i1.710

Abstract

Prestasi kerja pegawai salah satunya ditentukan oleh adanya komunikasi yang baik diantara sesama pegawai maupun dengan pimpinan. Dengan komunikasi yang baik antara sesama pegawai atau antara pegawai dngan pimpinan diharapkan akan meningkatkan prestasi kerja pegawai yang bersangkutan. Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa pokok permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah peran komunikasi dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai di Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng? ; 2) bagaimanakah prestasi kerja pegawai di Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng? ; 3) apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat komunikasi dalam meningkatkan semangat kerja pegawai di Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng? Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang peran komunikasi dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai di Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda. Kabupaten Buleleng. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan, dengan tahapan; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa komunikasi dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai di Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda. Kabupaten Buleleng berupa komunikasi vertikal, komunikasi horisontal, dan komunikasi diagonal. Komunikasi befungsi sebagai kendali, motivasi, pengungkapan emosional, dan informasi. Selanjutnya efek komunikasi berupa efek kognitif, efek afektif, dan efek konatif. Prestasi kerja pegawai di Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda.Kabupaten Buleleng dapat dilihat dari kuantitas dan kualitas kerja, serta ketepatan waktu. Faktor-faktor yang mendukung komunikasi adalah penguasaan bahasa, sarana komunikasi, kemampuan berpikir pelaku komunikasi, dan lingkungan yang baik. Sedangkan faktor penghambat komunikasi terdiri dari hambatan dari pengirim pesan, hambatan dalam penyandian/simbol, hambatan media komunikasi, hambatan dalam bahasa sandi, hambatan dari penerima pesan, dan hambatan psikologis dan sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 8